Indi's Friends

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Jumat, 02 November 2012

My (Cute) Halloween Story :)


Haiiiiii, teman-teman! Apa kabar? :) Wow, hari ini sudah masuk bulan November ya? Ini cuma perasaan gue atau bulan Oktober terasa begitu singkat ya? Rasanya baru saja merayakan ulang tahun Bapak, lalu dilanjutkan merayakan ulang tahun adik gue, lalu... sudah akhir Oktober, dan hari ini sudah November! Gue sering dengar katanya, jika waktu terasa cepat artinya gue menikmati waktu gue detik demi detik, setiap harinya, hehehe. Is that true? Sepertinya sih begitu, karena meski belakangan rasanya lelah luar biasa, tapi gue masih (dan mudah-mudahan selalu, amen) bisa menikmati setiap hari yang gue lalui :)
Jadi apa saja yang sudah terjadi di bulan Oktober? Ayo ceritakan apa yang sudah teman-teman alami! Gue sendiri masih tetap dengan pekerjaan yang sama, keasyikan yang sama, dan terkadang ke"hectic"an yang sama, lol, tapi ada beberapa kabar baru sehubungan dengan novel gue yang selanjutnya (ke empat? Tuh, kan waktu cepat sekali...), project gue dengan Green Smile dan beberapa hal lain. Cukup padat, makanya gue sangat senang ketika akhir bulan Oktober datang karena artinya akan ada perayaan Halloween. Iya, Halloween! Tahukah kenapa gue sangat bersemangat? Well, akan gue ceritakan! :)

Untuk gue, yang bekerja di pre school Halloween rasanya seperti pesta ulang tahun untuk gue sendiri. Halloween artinya 1 hari full bebas mengajar dan pesta sepanjang hari. Bukan itu saja, Halloween berarti gue bebas menjadi siapa saja, dan... Ray bisa pulang bekerja lebih cepat untuk mengunjungi gue :D Begitulah gue memaknai Halloween ala gue sendiri, sama sekali nggak ada hubungannya dengan Halloween yang sebenarnya. Tapi menurut gue itu bukan masalah, karena di Indonesia Halloween hanya identik dengan kostum (kostum apa saja, nggak harus seram) dan bersenang-senang adalah intinya. Nggak seperti di Irlandia, negara asalnya, Halloween berhubungan dengan kepercayaan dan arwah (baca sejarahnya di sini). My Halloween is pure about having fun ;)

Jadi gue pun mulai mencari ide kostum 1 minggu sebelumnya. Gue selalu mau jadi Alice, Annie atau Dorothy, sedangkan Ray menyarankan gue jadi Esther, tokoh menyeramkan dari film Orphan. Tapi gue menolak, tentu saja. Karena this is Indonesian Halloween, jadi nggak berarti harus pakai kostum seram, hehehe. Gue yakin banget akan bisa menjadi salah satu dari tokoh dongeng yang sudah gue rencanakan itu. Lalu kabar kurang menyenangkan (untuk gue, lol) datang dari pihak pre school, bahwa kostum yang dipakai harus menyeramkan, karena di Inggris sama seperti di Irlandia, Halloween berarti kostum seram, bukan berkostum superhero apalagi tokoh dongeng. Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa pre school tempat gue bekerja berbasis kurikulum Inggris, jadi tentu saja gue harus menuruti "peraturannya". Padahal rencananya sehabis pesta di pre school gue dan Ray akan membuat acara sendiri, gue nggak mau pakai kostum menyeramkan :(

Tapi syukurlah ide soal kostum ternyata muncul di saat-saat akhir. Gue akhirnya berhasil menemukan tokoh menyeramkan yang penampilannya nggak menyeramkan: Carol Anne dari film Poltergeist! Yaiy! :D Kenapa gue nggak terpikir soal ini sejak awal, ya? Padahal almh. Heather O'Rourke, pemeran Carol Anne adalah idola gue, dan Poltergeist adalah film horor kesukaan gue! Berhubung Poltergeist ini dibuat trlogi, jadi gue mencari outfit Carol Anne yang paling iconic. Setelah dipikirkan secara singkat gue putuskan untuk memakai kostum dari seri terakhir Poltergeist yang menurut gue sangat-sangat-sangat berkesan. Gue putuskan untuk memakai piyama terusan berwarna merah yang dipakai di hampir sepanjang film. Selain itu film ini adalah film terakhir Heather sebelum ia meninggal di usia 13 tahun, jadi kebanyakan foto yang beredar di akhir hidupnya adalah ketika memakai piyama merah itu. Ya, sekalian menjadi sedikit penghormatan baginya karena ia merupakan artis yang sangat berbakat dan... she was really cute :)

The real Carol Anne. I'm not even close, she was too lovely and cute :)

Akhirnya pada tanggal 31 Oktober pagi gue sudah siap dengan kostum Halloween gue. Piyama merah lengkap dengan kaos kakinya. Untuk make up gue nggak perlu pakai, karena Carol Anne memang selalu berpenampilan innocent karena ia masih anak-anak. Lucky me! Karena rekan-rekan kerja gue cukup sibuk mengoleskan darah palsu dan membuat bekas luka palsu sebelum pesta dimulai, hehehe :) Sebenarnya gue ingin sekali memakai wig panjang berwarna pirang supaya semakin mirip. Tapi setelah dipikir-pikir bagaimana jika wig gue malah ditarik sama anak-anak? Hehehehe. Ya sudah gue pun cukup puas dengan rambut coklat pendek gue yang asli. Yang penting kostumnya mirip dan, well... model rambut berponinya juga cukup mirip, kan? :p

Acara dimulai dengan fashion show, anak-anak dan para teacher menunjukan kostumnya masing-masing di atas panggung sambil berpose seram. Too bad, my kids are too young, Bukannya beraksi mereka malah menangis dan sisanya kabur dari panggung, hahaha. Sedih juga karena sama sekali nggak ada dokumentasi saat fashion show. Mereka terlalu cepat, sebelum tertangkap kamera sudah kabur entah kemana :D Untunglah masih ada acara trick or treat, jadi masih ada harapan untuk mendapat foto mereka :)
Treat or trick nya tentu saja nggak betul-betul berkeliling dari rumah ke rumah, tapi cukup antar kelas saja (itu juga sudah sangat menguras tenaga karena gedungnya lumayan luas, lol). Kelas gue kebagian paling terakhir karena letaknya di ujung, dan sukses membuat anak-anak nggak sabar sampai akhirnya yang ikut trick or treat hanya satu anak. Itu pun setelah kostumnya nggak lengkap lagi karena sudah mulai nggak nyaman. Lee Ann, si anak satu-satunya itu memakai kostum malaikat dan meninggalkan sayapnya entah dimana, hahahaha, lucu sekali! :D

Lol :p
Poor baby :( Dia ketakutan karena banyak yang berdandan menyeramkan...

Meski (lagi-lagi) nggak ada dokumentasi dari murid-murid di kelas gue, tapi gue bersyukur karena semuanya berjalan lancar :) Nggak ada 1 kancing pun yang lepas dari piyama gue (karena modelnya terusan, bayangkan kalau ada 1 kancing saja yang lepas, hahaha, disaster) dan anak-anak yang semula menangis karena begitu banyak 'wajah menyeramkan' akhirnya tenang dan ceria kembali :)

With Edward Cullen, hahahahahaha :D

Halloween kali ini memang penuh kejutan. Setelah tahun lalu gagal karena gue harus menjalani bedah impaksi dan uring-uringan karena nggak jadi pakai kostum Harry Potter (lol), tahun ini benar-benar menyenangkan. Saat waktu makan siang tiba, ada kiriman paket lunch dari Bekal-Bekal untuk gue! Dan paket lunch nya pun spesial Halloween lho, karena bertema meskipun nggak menyeramkan. Sebaliknya malah cute banget karena berbentuk Hello kitty dan membuat gue diam beberapa menit karena sayang untuk menyentuhkan, hehehe. Ada kejadian lucu lho waktu Bekal-Bekal mengantarkan makanannya ke tempat gue bekerja. Jadi saat itu Miss. Ira, yang bertugas di front desk berdandan seram sekali, lengkap dengan smookey eyes dan kostum hitam-hitam. Karena sedang ada tugas jadi ia menunduk sambil menulis laporan. Lalu kurir dari Bekal-Bekal datang dan bertanya tentang keberadaan gue. Otomatis Miss. Ira mengangkat kepalanya sambil menyapa. Tapi bukannya membalas, kurir yang malang itu langsung lompat sambil terkaget-kaget karena melihat wajah seramnya, hahahaha. Langsung saja kejadian ini membuat Halloween jadi penuh tawa karena dalam waktu singkat ceritanya menyebar :D
Oh, iya gue lupa menyebutkan menu paket lunch yang gue terima (tadi ingatnya hanya part Hello kitty saking imutnya, lol). Gue dapat 1 porsi mashed potato, jamur tepung, jelly dan 1 botol minuman jeruk. Super lengkap, kan? Rasanya pun enak :D Dan ternyata kejutan ini bukan cuma untuk gue, di kantornya, Ray juga ternyata sedang menikmati makan siang dari Bekal-Bekal! Wah, terima kasih Bekal-Bekal untuk kejutan Halloween nya! :D

Miss. Ira (paling kiri), pantas saja ya bisa bikin Bekal-Bekal kaget, hahaha :D
Cutest lunch ever!!! :) Thanks, Bekal-Bekal :)


Jam 2 siang, jadwal gue pulang dan langsung nggak sabar untuk sampai di rumah. Seperti yang gue sebutkan sebelumnya, Halloween=Ray pulang cepat :) Mungkin banyak yang heran kenapa Halloween Ray bisa pulang lebih awal padahal Halloween bukan event nasional, hehehe. Jadi begini, kami berdua senang merayakan sesuatu (dengan makna yang sudah dimodifikasi sendiri tentu saja, hehe) dan di hari yang kami anggap istimewa kami selalu usahakan untuk bertemu dan melakukan sesuatu bersama. Nggak hanya Halloween, kami juga melakukan ini di saat salah satu ada yang berulang tahun (bisa-bisa cuti kerja malah) dan tentu saja saat ada hari raya :) Nah, Halloween kali ini kami sudah punya rencana untuk pakai kostum (of course!) dan treat or treat, alias nggak ada pilihan, cuma boleh ada kado, hehehe :)
Ray memakai kostum John Frusciante yang tadinya akan gue pakai sendiri (tapi setelah dilihat lagi nggak pantas, hahaha) dan gue masih tetap dengan kostum Carol Anne gue. Kami mengobrol tentang banyak hal random dan sering sekali tertawa. Tapi meski random ada 1 yang cukup menonjol di obrolan kami, yaitu tentang tokoh yang sedang Ray pakai kostumnya :p Selalu seru membicarakannya, kami punya inside joke tentang itu yang sepertinya nggak akan pernah dibagi dengan orang lain. No hurt feeling ya, John Frus! Hehe :p

John Frusciante and Carol Anne :p
John Frus atau Budi Doremifasolasido? Lol.

Sesuai perjanjian Ray memberi gue Halloween treat yang berhasil membuat gue tersenyum senang. Ia memberi gue banyak pernik cute yang bisa dipakai gue untuk bekerja (Disney and Hello Kitty! I love them!) lalu dilanjutkan dengan berbelanja di mini market. Kami membeli es krim dan roti lalu dimakan bersama-sama. Sederhana, tapi menyenangkan :) Lucunya sangat sedikit percakapan kami yang berkaitan dengan Halloween, rencana menonton film bertema seram pun malah digantikan dengan menonton Homeward Bound sampai larut, hehehe. Tapi yah, ini kan Halloween ala kami :p


Akhirnya hari pun ditutup dengan saling mengucapkan Happy Halloween satu kali lagi. Ray pulang ke rumahnya dan gue langsung bersiap beristirahat dengan kostum Carol Anne yang digantikan piyama biasa. My cute little party is over, tapi senyuman dan rasa bahagia untuk Halloween tahun ini masih terasa sampai sekarang, saat gue mengetik tulisan ini :) Sekali lagi untuk gue Halloween berarti kostum, bersenang-senang dan treat (NO trick). Ini bukan Halloween di Irlandia, Amerika atau negara manapun. This is my Halloween, my cutest Halloween!
Jadi selamat Halloween, teman-teman! Merayakan dengan versi manapun, atau malah nggak sama sekali yang terpenting, semoga kalian bersenang-senang :D


treat or... treat,
Indi
____________________________________________________

kontak Indi: di sini, sini atau namaku_indikecil@yahoo.com
kontak Bekal-Bekal: 28db137d (BBM) atau @bekalbekal (twitter)


Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O