Indi's Friends

Selasa, 17 Mei 2016

"Indi's Scoliosis Life" di Rubrik CHAT Belia Pikiran Rakyat! :)

Yuhuuuuu, howdy-do my bloggies friends?! :) 
Hihi, rupanya sudah 13 hari ya gue nggak share cerita di sini. Sebetulnya sih pengen cerita ini-itu, tapi rupanya si "meltdown moment" masih mempengaruhi mood (---really guys, it is THAT bad, sampai-sampai ini mata langsung kena efek kelilipan kalau ingat ke sana, lol). Sekarang mumpung gue sedang cukup relax dan happy, (---gimana nggak happy kalau ada setoples permen dan iced capuccino di atas meja, hihihi) gue mau cerita tentang pengalaman beberapa waktu yang lalu, nih. Hmmm, teman-teman sudah ada yang tahu belum ya kalau gue punya series di YouTube dengan judul "Indi's Scoliosis Life"? Kalau belum, gue ceritakan sedikit. Jadi series ini berisi diary gue sebagai seorang scolioser atau pengidap scoliosis, ---kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Selain berbagi pengalaman sehari-hari, gue juga berbagi tips untuk sesama scolioser dan mudah-mudahan bisa meningkatkan awareness untuk non-scolioser. Usia series ini sebenarnya masih bisa dibilang baby karena baru 4 bulan, hihihi. Makanya surprise banget waktu tahu ada media yang ingin meliput tentang Indi's Scoliosis Life! :)

Waktu dihubungi oleh tim Belia untuk wawancara, gue langsung mengira akan diminta bercerita tentang karya-karya tulis gue atau tentang film Mika seperti yang sudah-sudah. Tapi melalui SMS gue diberitahu bahwa rupanya mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang series yang gue buat di YouTube. Perasaan gue jadi heran campur senang (banget!). Soalnya dibandingkan dengan video-video cover ukulele, series ini memang belum terlalu populer. Jadi entahlah apa pertimbangan mereka untuk mengangkat tema ini. Yang pasti gue sih dengan senang hati menyambut Belia datang ke rumah. Siapa tahu saja artikelnya bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca, terutama bagi mereka yang juga mengidap scoliosis :)
Oh, iya nama Belia mungkin belum terlalu familiar, tapi jika menyebut nama Pikiran Rakyat, ---koran harian terbesar di Jawa Barat sudah pasti banyak kenal. Belia adalah sisipan dari Pikiran Rakyat yang memiliki segmen pembaca remaja dari usia SMP sampai SMA. Artikel tentang gue dan series YouTube gue ada di edisi yang terbit hari selasa, 10 Mei 2016 lalu. Karena nggak semua orang berlangganan Pikiran Rakyat, sekarang gue akan share isi artikelnya di sini. Selamat membaca! ;)

***


"About Indi's Scoliosis Life"

Kamu mungkin udah cukup familiar dengan sosoknya, bisa dari bukunya, film yang diadaptasi dari bukunya, blognya, video YouTubenya, atau style khasnya yang ceria nan menggemaskan. Cewek yang dikenal dengan nama Indi Sugar ini memang multitalenta dan menginsprasi. Pekan lalu, kru belia sengaja mampir ke rumah Indi buat ngobrol. Fans Red Hot Chili Peppers yang bergelar finalis Kartini Next Generation 2015 dari Kemenkominfo ini nggak ragu-ragu berbagi tentang skoliosis, penyakit (koreksi: kondisi) yang diidapnya sejak remaja. Nih, simak obrolan lengkapnya....

Halo Indi! Lagi sibuk apa nih?
Hai! Lagi lanjutin naskah buku kelima, memenuhi undangan-undangan jadi speaker, sama masih tetap ngedesain aja nih. Sama ngurus channel YouTube; Indi Sugar Taufik.

Buku kelima kapan terbit dan tentang apa sih?
Sebenernya ini naskahnya udah mau selesai. Cuma beberapa waktu lalu ada kecelakaan, file-nya menghilang gitu huhu. Untungnya nggak dari awal. Ya, jadi mungkin terbitnya beberapa bulan lagi deh. Tidak dalam waktu dekat. Nah, buku kelima ini pokoknya segmennya lebih ke teenagers. Judulnya Indi dan Rockstar dari Tenda Sirkus.

Tentang channel YouTube-mu nih, sejak kapan dibuat dan apa yang melandasinya?
Hmm sebetulnya channel itu udah lama banget, dari 2011. Waktu itu aku juga nggak ngerti-ngerti banget. Tujuan aku bikin channel adalah untuk komentar di video orang lain tanpa menjadi anonim. Lama-lama aku ngerasa, kenapa nggak bikin video sendiri juga? Akhirnya 2015 lalu aku upload video cover lagunya John Frusciante, videonya sederhana direkamin sama bapak di kamar. Hahaha. Ternyata viewers-nya sampai ribuan gitu. Lalu aku tergugah buat menjadikan ini serius, bikin sesuatu yang bermanfaat juga buat yang nonton.

Seperti apa?
Di channel aku ada cover ukulele dan aktivitas aku, misalnya ketika jadi speakers, ada semacam series namanya Indi's Scoliosis Life.

Ah. iya... Itu menarik banget. Kok kepikiran sih bikin Indi's Scoliosis Life?
Hahaha kenapa ya? Oh, gini.... Waktu itu aku lagi jalan-jalan di YouTube, terus ada temenku yang seorang quadriplegic (lumpuh dari dada ke bawah) dan dia selalu sharing tentang kondisi dia. Aku pun terinspirasi, kenapa aku nggak melakukan hal yang sama? Apalagi skoliosis itu penyakit (koreksi: kondisi) yang cukup common di Indonesia, terutama di kalangan anak perempuan. Soalnya, waktu umurku 13 tahun, aku juga berharap ada orang yang melakukan ini; buat channel YouTube, berbagi soal kondisinya, dan bikin aku ngerasa nggak sendiri. Ya udah, aku buat deh. Respons orang ternyata positif, aku mulai dapet banyak respons terutama dari scolioser juga. Itu bikin aku semangat.

Apa aja sih yang dibagi sama para viewers di serial itu?
Banyak, salah satunya tentang melewati masa-masa sekolah sebagai scolioser. Banyak remaja yang merasa jadi punya banyak masalah terutama dalam pergaulan gara-gara skoliosis. Padahal tuh bukan skoliosisnya yang jadi penyebab, melainkan kitanya yang jadi nggak pede dan menutup diri. Terus soal terapi-terapi juga.

Kira-kira bakal ada apa lagi nih di Indi's Scoliosis Life dalam waktu dekat?
Aku bakal bahas soal outfit buat prom night. Jadi, aku akan kasih tips tentang dress yang nyaman dan apa aja yang bisa gantiin high heels karena kalau scoliosis kan nggak boleh pakai itu. Tunggu aja, ya!


***

Yay! Sekian artikelnya, ---lumayan juga nih ngetiknya bikin pegal, hehehe. Tadinya mau gue scan supaya lebih mudah, tapi ternyata scanner di rumah sedang error :( Tapi anyway, gue happy kok mengetik ini semua. Ini adalah kali pertama series "Indi's Scoliosis Life" diliput oleh media dan gue puas dengan hasilnya. Nggak mellow dan lebay meskipun membahas tentang scoliosis. ---Tuh, buat media lain coba ditiru ya :p Dengan membaginya di sini juga akan mengingatkan gue agar terus konsisten dan berusaha membuat episode-episode berikutnya menjadi lebih baik. Doakan saja semoga series "Indi's Scoliosis Life" panjang umur agar gue bisa terus berbagi. Dan jika teman-teman ingin menonton "diary" gue, bisa buka link ini :)

cheers,
Indi

______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469


Kamis, 05 Mei 2016

Jadi Juara 2 di Unstoppable Fashion Styling Competition. Loh, Kok Bisa? :D

Hey bloggies, hey! Apa kabar semuanya? Semoga semuanya baik, ya. Dan... sedikit irrelevant, kali ini gue posting bukan di waktu weekend, hehehe. Well, sebenarnya sih gue ingin menulis sejak hari minggu lalu. Tapi berhubung agak kelelahan dan ada "meltdown moment" (sniff...) jadi baru bisa sekarang :) Ngomong-ngomong kalian pernah nggak sih akan melakukan sesuatu untuk pertama kalinya dan waktu moment nya tiba baru sadar kalau, ---"OMG, what the heck am I doing here??" ---dan yang kalian inginkan hanya kabur karena benar-benar blank dengan apa yang harus dilakukan? Ehmm, gue pernah. Sering kali tepatnya, lol. Terkadang gue memang terlalu spontan, setuju untuk melakukan sesuatu padahal belum punya pengalaman. Seperti yang gue alami 1 Mei 2016 kemarin...

Beberapa waktu sebelumnya gue melihat iklan "Unstoppable Fashion Styling Competition" di Facebook. Murni karena penasaran gue klik page iklannya dan membaca persyaratannya. Untuk usia sih memenuhi syarat, tapi soal jago mix and match dan punya style unik tentu diragukan, hehehe. Kemampuan gue untuk memadukan warna lebih cocok dibilang random daripada 'kreatif' (lol) dan style gue sejak dulu juga sepertinya begini-begini saja, not so unique lah. Tapi entah keberanian darimana, gue akhirnya mendaftar! Waktu itu gue pikir lihat saja nanti, kalau takut tinggal kabur, hehehe. Lagipula acaranya juga di salah satu mall Bandung, jadi bisa sambil berjalan-jalan mumpung weekend. Diluar dugaan waktu hari H tiba cerita tentang "Si Indi mau ikut fashion show" ternyata sudah menyebar dari mulut Ibu (aduh!). Yang tadinya mau pergi diam-diam berubah jadi beramai-ramai. Tante, Ray, adik, ipar, keponakan dan Ibu semuanya ikut. Nggak bisa mundur lagi deh kalau gini ceritanya, hehehe.


Unstoppable Fashion Styling Competition by Laurier yang gue ikuti ini merupakan rangkaian dari Fimela Fest 2016 yang diadakan di beberapa kota besar. Untuk di Bandung diadakan di mall Festival Citylink yang jaraknya nggak terlalu jauh dari rumah gue. Cukup santai, jam 12 siang kami sudah sampai di lokasi dan gue langsung registrasi ulang. Rupanya untuk Unstoppable Fashion Styling baru akan berlangsung jam 3 sore, jadi kami bisa bersantai sambil makan donat, hehehe. Ehm, jujur nih gue lumayan pesimis karena waktu melihat peserta lain yang mulai berdatangan, mereka kebanyakan memakai makeup dan well prepared. Sedangkan gue, ---ya just being me, nggak ada yang istimewa. Bahkan Tante sempat becanda kalau gue bisa-bisa kalah karena sepatu gue sudah kelewat kumal! :D Tapi akhirnya gue putuskan untuk que sera, sera, ---whatever will be, will be. Lebih baik gue menikmati saja. Nggak perlu khawatir dengan noda kecil karena ketumpahan topping donat atau lupa bawa sisir. Sayang kan kalau moment jarang bisa ditemani sama 1 rombongan gini malah dihabiskan dengan deg-degan ;)


Mungkin karena enjoy gue jadi lebih relax dan "tanpa beban". Sementara yang lain touch up, gue baru menyusul ke backstage di menit-menit terakhir. Setelah berada di sana gue malah ingin cepat-cepat dipanggil karena mendadak excited dan... kaki gue pegal! :D Setelah sekitar 10 menit akhirnya pintu backstage ditutup dan seluruh peserta yang jumlahnya sekitar 30 orang dan diberikan sedikit pengarahan. Ada koreografi standar yang harus diikuti, tapi dasar mantan model abal-abal, gue malah lupa 5 menit kemudian, hahaha. Oh, by the way, gue lupa menyebutkan. Sebelum pergi gue mendadak ingin membawa serta si ukulele kesayangan padahal agak fals karena belum di stel. Tapi Bapak bilang it's okay, yang penting gue bisa melihat sesuatu yang "akrab" kalau-kalau gue nervous. Dan berhubung ukulelenya terlanjur ikut ke backstage, nanti akan gue ajak sekalian saja ke panggung. Akan diapakan? Well... gue juga nggak tahu sampai gue benar-benar berada di atas panggung.

Nomor urut gue dipanggil dan dengan "not so model like" gue melangkah di atas catwalk. Salah satu MC menyebut gue sebagai "Peserta nomor 15 dan ukulele nya", dan AHA! Tiba-tiba gue mendapatkan ide. Gue gunakan ukelele lebih dari sekedar pelepas nervous tapi juga sebagai penunjang penampilan. Jadi alih-alih berpose gue memainkannya di setiap sudut panggung termasuk untuk menyapa para juri! Untung saja suara musiknya sangat kencang jadi gue nggak perlu khawatir dengan ukulele yang belum di stel, hehehe. Ukulele always brings happiness. Gue jadi nggak bisa berhenti tersenyum, ---mungkin terdengar aneh tapi gue benar-benar menikmati berlenggak-lenggok sambil menggenjreng si ukulele smiley ini di atas catwalk! Seolah gue sudah terbiasa melakukannya, padahal setelah diingat ini adalah tepat 10 tahun sejak terkahir kali gue berjalan di catwalk.



Gue turun dari atas panggung dengan riang dan langsung menemui para suporter alias keluarga gue yang menunggu di bangku penonton. Ray dan Tante rupanya berusaha mengabadikan aksi gue, sayang Tante salah menekan tombol di handphone nya dan gagal merekam gue, hehehe. Untung saja Ray berhasil mengambil beberapa foto gue, ---kan gue penasaran ingin lihat seperti apa kalau gue sedang beraksi :p Menurut salah satu peserta pemenang akan diumumkan setelah juri siap, jadi bisa cepat bisa lambat, ---seperti di kategori sebelumnya yang ada beberapa break. Karena khawatir terlalu lama jadi gue minta keluarga adik, Tante dan Ibu untuk lebih dulu pulang sementara gue menunggu bersama Ray. Toh, rasanya agak too good to be true kalau gue menang, hehehe. Tapi rupanya Ibu dan Tante agak penasaran dengan pemenangnya jadi memutuskan untuk stay. Di panggung duo MC sibuk berbicara tentang sesuatu, gue nggak memperhatikan karena asyik mengobrol dengan Ray dan sesekali making friends dengan peserta lain. Gue lupa tepatnya berapa menit, yang pasti rasanya memang cukup lama sampai-sampai kening gue basah dengan peluh. Lalu tahu-tahu saja MC menyebutkan nomor-nomor peserta secara acak. Ada 10 nomor yang disebut dan yang terakhir adalah nomor gue, 15, ---yang ditambahkan panggilan "si ukulele" oleh salah satu MC. Dengan kebingungan gue berdiri diiringi dengan suara tepuk tangan yang cukup riuh. Ada apa ini? Apa gue nggak salah dengar? Gue harus kemana? ---Untung saja ada peserta lain yang menarik tangan gue. Rupanya kami harus ke atas panggung lagi.


Di atas panggung pelan-pelan gue mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang menimpa gue, lol. ---Ternyata gue masuk ke dalam 10 besar finalis Unstoppable Fashion Styling! Ya ampun, IT REALLY IS ini namanya too good to be true :O Dari atas gue bisa melihat wajah Ibu dan Tante juga tampak sama bingungnya dengan gue (tapi Tante gaya bingungnya heboh banget, sambil ngacung-ngacungin handphone, lol). Gue bersyukur, tentu. Tapi bisa masuk ke top 10 saat di pengalaman pertama benar-benar surprise yang besar untuk gue. MC menyebutkan bahwa kami dipilih karena juri suka dengan style kami, dan yang terpenting kami terlihat nyaman. Untuk menyaring menjadi 3 pemenang, kami diberi tantangan untuk mix and match outfit yang telah disediakan. Gue pkir, 'well ini mah gampil', tapi ternyata kami hanya diberi waktu 90 detik dan jumlah outfitnya sangat terbatas. Item wajib yang sudah ditentukan juri adalah scarf, yang mana itu adalah item yang jaraaaaaang banget gue pakai. Tapi ya sudah lah, yang terpenting gue have fun di sini. Kapan lagi bisa coba-coba outfit keren gini, hehehe. Pilihan gue jatuh pada sebuah rok pink lebar dan tanktop bermotif. Untuk scarf gue, ehm, ambil saja satu-satunya yang nggak diambil oleh finalis lain. Soalnya, sumpah, gue benar-benar blank, hehehe. Setelah itu kami dipersilakan ke belakang panggung dan memadukan item-item yang sudah dipilih.



Gue sangat jatuh cinta dengan roknya. Menurut gue warna dan modelnya cute banget, ---sangat style gue. Tapi ketika dicoba... uh oh, kesempitan! Untuk melewati pantat gue saja butuh kerja keras, dan waktu akhirnya sampai di pinggang ternyata nggak bisa dikancingkan! Gue langsung lapor pada panitia dan katanya semua item hanya ada 1 ukuran karena disediakan oleh sponsor. Tadinya mau diakali dengan peniti, tapi saking sempitnya peniti pun nggak sampai untuk menghubungkan titik A dengan titik B, hahaha. Gue coba tutupi bagian resleting dengan tank top yang asalnya mau gue pakai dimasukan ke dalam rok Berhasil, sih. Tapi gue nggak tahu perlu berapa langkah sampai rok ini melorot :p Yang paling membingungkan tentu saja untuk memadukan scarf. Selain warnanya nggak cocok, gue juga bingung akan dipakai apa. Mau dijadikan bando kok malah mirip pocong :( Akhirnya di detik-detik terakhir (---sudah dipanggil-panggil mbak panitia) gue lilitkan scarf ke leher tanpa tahu bagaimana kelihatannya. Salah satu peserta membantu gue memperbaiki hasil ikatan gue yang berantakan dan 10 detik kemudian kami sudah berada di panggung lagi.

Sekali lagi, gue berlenggak-lenggok di catwalk. Feel a bit weird karena kali ini tanpa ukulele, ---bingung tangan gue mau diletakan di pinggang atau diayun sekalian :p Gue mencoba senatural mungkin, berjalan biasa saja hanya nggak terlalu cepat. Setelah itu sambil menunggu juri yang sedang memberi nilai MC memberikan beberapa pertanyaan pada para finalis. Well, hanya 4 dari kami saja sih yang ditanya karena juri sudah mendapat hasilnya. Salah satunya adalah gue yang ditanya mengapa memilih outfit yang dipakai sekarang. Gue jawab ini karena mewakili kepribadian gue yang girly dan cheerful. Apalagi roknya memang sudah gue incar sejak panitia membawa satu deret baju ke atas panggung. Untung saja finalis lain kayanya nggak ada yang tertarik dengan rok pink yang super mengembang ini :D
Daaaan yang ditunggu-tunggu pun tiba; pengumuman pemenang! Nggak pakai berlama-lama, host langsung membacakan kertas yang berisi hasilnya. Pemenang ketiga jatuh kepada nomor 11, gadis berhijab yang waktu di backstage membantu gue memasang scarf. Pemenang kedua jatuh kepada... OH. MY. GOD. Gue!!! Hahaha, gue sampai pikir MC salah membaca nomor karena... this is just feel so unreal :'D Dan pemenang kesatu jatuh kepada nomor 31. She's totally deserved it :)



Gue dan pemenang lainnya menerima sejumlah hadiah yang terdiri dari piala, sertifikat, sejumlah uang dan produk dari Laurier. Yang berbeda pemenang kesatu mendapatkan hadiah tambahan berupa tas Kate Spade (cool!). Juri berkata bahwa sesudah dan sebelum tantangan mix and match gue tetap terlihat "Indi banget", dan itulah salah satu alasan mengapa mereka memilih gue. Hehehe, masa sih :)) Ketika turun dari panggung gue nggak bisa menahan perasaan haru. Tante heboh sekali dan terus memuji-muji gue. Sementara Ibu lebih kalem dan berkata bahwa beliau sangat bangga dengan gue (aduh, sambil ngetik ini jadi terharu lagi, huhuhu). Ray juga nggak kalah ekspresif, gayanya sudah seperti fotografer profesional yang terus mengambil foto gue, hehehe. Gue anggap ini adalah kemenangan bersama. Ibu yang mendesain dress gue, Tante yang menjadi suporter terbesar gue dan Ray yang mengabadikan moment sangat berkesan ini. Tanpa kehadiran mereka mungkin gue nggak akan jadi juara. Jadi dengan uang hadiah Unstoppable Fashion Styling gue mentraktir mereka makan-makan dan membelikan anggota keluarga lain hadiah. ---Sisanya tentu saja ditabung :)

Rasanya ajaib gue memenangkan lomba hanya dengan modal menjadi diri sendiri. Tapi setelah dipikir kita memang harus be the best version of ourselves to win, dalam bidang apapun. Saat menjadi diri sendiri pasti terasa nyaman dan nggak 'setengah-setengah'.---Dan yang paling penting akan tanpa beban :) Gue lega, senang dan bersyukur karena berani mencoba hal baru. Deg-degan wajar. Tapi gue nggak perlu takut. Lagipula kalau nggak melakukan hal baru, kita nggak akan tahu sejauh mana kemampuan kita kan? ;) 
Pernah mengalami hal baru dan nggak tahu harus melakukan apa? Share me! :)




yang temenan akrab sama ukulele,

Indi

______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O