Jumat, 10 Agustus 2012

Hello, Hello Kitty :)

Hayyyy, bloggies! Apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja ya :) Gue juga baik, terkecuali kalau sakit lutut gue mau dihitung, hihihi. Semua berjalan dengan baik di bulan Agustus ini, thank God, apa yang sudah direncanakan sedikit-sedikit mulai terwujud. Salah satunya project novel ke tiga gue yang sudah selesai cetak dan akan beredar secara resmi di seluruh Indonesia sesudah lebaran nanti. Senang :D Mohon doanya ya, teman-teman :)

Nah, kali ini gue nggak akan cerita tentang novel ke tiga gue, apalagi soal pekerjaan. Tapi gue mau cerita sesuatu yang ringan dan membuat gue tersenyum belakangan ini. Sejak kecil gue selalu punya idola. Dari mulai tokoh kartun sampai tokoh yang nyata. Seingat gue, idola pertama gue adalah Mickey Mouse, lalu berganti Sailor Moon, lalu Barbie, lalu berganti banyak tokoh kartun lain yang gue sudah nggak ingat, hihihi. Meski ada banyak, tapi selalu ada kesamaan, tokoh yang gue suka pasti memberikan pelajaran buat gue, atau bahasa orang dewasanya: inspiring. Iya, serius, bahkan Barbie menginspirasi gue, lho. Siapa bilang boneka cantik itu cuma bagus untuk didandani dan diganti bajunya? Barbie itu "sosok" perempuan yang cerdas, lho. Lihat saja pekerjaan yang dia punya, dari mulai dokter sampai pemain band! Wah, perempuan yang serba bisa, kan? Hihihi :) Barbie membuat gue semangat untuk belajar banyak hal dan membuat gue percaya bahwa brain dan beauty harus berjalan beriringan :)

Sampai gue dewasa pun setiap kali gue menyukai sesuatu (nggak pakai kata "idola" lagi, ya. "Idola" kata yang terlalu berat untuk orang dewasa, lol) pasti ada alasannya, pasti karena memberikan pengaruh baik baik buat gue. Hmm, apa terdengar terlalu serius? Hihihi, gue memang selalu percaya bahwa hal sekecil apapun bisa berpengaruh terhadap gue. Misalnya saja gue sedang pakai dompet bergambar Mickey Mouse, maka setiap kali gue mau mengambil uang, gue akan mengingat Mickey yang hidup sederhana tapi akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat Minnie bahagia. Sweet. Membuat gue tersenyum :))

Nah, belakangan gue memperhatikan sesuatu yang nggak biasa dari barang-barang di sekitar gue. Gue sangat suka warna pink dan selama masih memungkinkan gue senang jika barang yang gue pakai sehari-hari juga berwarna pink. Ternyata ada 1 tokoh yang jarang gue perhatikan padahal perniknya ada di mana-mana, terutama di kamar gue, yaitu Hello Kitty! Selama ini sepertinya gue hanya tahu bahwa warnanya pink dan cute, tapi nggak mengenal tokohnya.
Di pre school tempat gue bekerja, banyak yang bertanya apakah gue Hello Kitty, dan gue selalu menjawab "nggak". Well, she's cute for sure, tapi seperti gue bilang tadi, gue nggak tahu apa-apa tentangnya.

Lalu gue putuskan untuk berlaku "adil" dengan tokoh yang satu ini. Gue mencari tahu tentang si kucing imut ini. Bagaimana karakternya, dan apa "alasan bagus" kenapa gue harus menyukainya. Ternyata faktanya cukup mengejutkan, lho! Hello Kitty ini ternyata punya profesi yang pasti diinginkan oleh seluruh manusia di dunia.Dia ahli membuat orang lain merasa senang! How cute :) Dia juga menyukai sesuatu yang sangat indah, yaitu persahabatan. Dan soal percintaan dia sangat setia, sejak kecil dia hanya punya satu pasangan bernama Daniel Star. Hello Kitty juga cerdas, lho. Dia menguasai bahasa Inggris, musik dan seni visual! Awww, gue langsung jatuh cinta, she's really adorable :)

Jadi, sekarang kalau ada yang bertanya apakah gue suka Hello Kitty, gue akan langsung menjawab "IYA!". Karena di balik wajah cute nya ternyata dia mempunyai karakter yang inspiring!
Hello, Hello Kitty. You're my new idol... eh, kesukaan baru, hihihi :))



Celengan, hihihi :)

Head set, hadiah dari Ray :)

Super cute body mist! Nggak sabar mau coba lotion'nya juga :)

Hello Kitty Lotion: The packaging just toooo cute :p

Harusnya bukaannya di samping, jadi gue nggak perlu sobek gambar Hello Kitty'nya :p

Jam dinding. Tik-tok :)

Bouncy pillow. Hughug :)

Handphone :)

Jam tangan :)

Hard case blackberry kesukaan :D

Cring.. cring... Gantungannya bisa bunyi, lho :)

Mouse pad yang menemani waktu gue post tulisan ini :D

Wallpaper dan stylus! :)

Sisir hadiah dari Ray :)

Kuas pembersih keyboard :D Unik, ya? Hahahaha....

Botol minuman lipat.

Hardcase Nokia :D

Dan.... ada satu kesamaan yang nggak disengaja antara gue dan Hello Kitty. Kami sama-sama bergolongan darah "A" dan suka pakai pita pink di sebelah kiri, hihihi ;)





Miawmiau,

Indi :)

Contact me? Here and Here.

Senin, 30 Juli 2012

Oops! :D



What I Wore? Headband: Candybutton | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Nevada

Dulu, waktu Mika masih ada, dia selalu bilang bahwa gue nggak ceroboh, apalagi bodoh. Padahal gue sering sekali salah. Mika bilang, kalau gue sering salah itu namanya pengalaman. Dan sekarang di usia gue yang sudah dewasa gue punya banyaaaaaak sekali 'pengalaman' dalam sebuah hal. Apakah hal itu? Gue akan ceritakan dari awal...

Sejak kecil gue sudah berkacamata karena mata gue minus. Minus 5 ditambah silindris tepatnya. Bukan minus yang luar biasa besar, banyak juga kok yang sudah minus 7 atau 8 tapi masih bisa melihat dengan baik dengan bantuan kacamata. Tapi yang membuat gue berbeda, jarak pandang gue bahkan dengan menggunakan kacamata nggak lebih dari 2 meter. Lebih dari itu gue menyerah dan hanya bisa main tebak-tebakan, hihihi. Dokter bilang gue punya masalah lain yang... hmm, apa ya istilahnya? Gue lupa, yang pasti bisa diatasi dengan operasi dan gue masih harus menunggu bebepa tahun untuk operasi itu. Sementara menunggu, gue jadi punya banyak pengalaman yang sering kali mengundang tawa. Bahkan untuk gue sendiri: Gue sering sekali salah mengenali mobil! :D

Ini dia mobilnya! :p

Awalnya sih, 'pengalaman' ini (iya, gue nggak mau bilang kesalahan, seperti kata Mika) hanya terjadi sekali-kali. Lalu menjadi semakin sering ketika Ibu dan Bapak memutuskan mengganti mobil keluarga kami dengan sebuah sedan berwarna hitam. Entah kenapa, meski mobil berwarna hitam dan putih (mobil lama kami) sama-sama banyak, tapi gue kesulitan mengenali mobil baru kami.
'Pengalaman' pertama gue adalah ketika masih bekerja di taman kanak-kanak modern. Di sana banyak sekali orang tua murid yang menjemput anaknya menggunakan mobil, termasuk mobil berwarna hitam tentunya. Gue, yang sudah dikabari Ibu bahwa sudah dijemput langsung saja mencari mobil kami. Nggak lama gue melihat sebuah mobil hitam diparkir nggak jauh dari gedung TK. Gue yakin, yakiiiin sekali di dalamnya ada Ibu. Gue langsung buka pintunya, duduk di bangku penumpang dan mencari-cari sabuk pengaman. Tapi... siapa yang ada di samping gue?? Seorang perempuan muda yang bengong melihat gue  tiba-tiba masuk ke mobilnya. Ya, ampun! Ternyata ini bukan mobil Ibu! Dan dari kejauhan Ibu buru-buru menghampiri mobil gue sambil menahan tawa. Gue segera minta maaf pada perempuan di sebelah gue yang sudah setengah mati kaget, lalu segera tertawa keras setelah keluar dari mobilnya karena gue sadar bahkan merk mobilnya pun berbeda! Hahahaha, gue benar-benar merasa konyol! :D

Lalu 'pengalaman' ke dua terjadi ketika mempersiapkan pesta ulang tahun gue sendiri. Gue menenteng beberapa tas berisi gelas-gelas plastik dan hiasan dinding sambil berjalan ke tempat parkir. Nggak mau kejadian yang sama terjadi lagi gue betul-betul mengamati mobil di sana satu persatu. Gue menyipitkan mata berharap bisa melihat dengan lebih jelas. Dan berhasil! Well, seenggaknya gue pikir begitu... Gue melihat mobil sedan berwarna hitam dan membuka kuncinya. Putar kiri.. putar kanan... Kok nggak bisa? Putar lagi... Alarm berbunyi! Ya, Tuhan! Jangan-jangan gue salah mobil lagi! Segera gue mengintip ke jendela mobil itu, mencari-cari CD Aerosmith yang gue tinggalkan di dalam. Nggak ada! Positif! Gue salah mobil! Langsung saja gue bergegas meninggalkan mobilnya, karena salah-salah bisa disangka maling, hahaha. Untung saja nggak jauh dari sana gue menemukan mobil hitam lain. Gue segera menyiapkan kunci dan bersiap membukanya sampai sepasang suami istri menghampiri mobil yang sama dan bertanya, "Salah mobil ya, Dik?" Ya, ampuuuuuuun ternyata masih salah! :p



Semakin banyak 'pengalaman' gue dalam salah mengenali mobil, semakin khawatir pula Ibu. Beliau mewanti-wanti agar gue jangan cepat nervous waktu nggak bisa melihat dengan jelas, tapi dengan tenang hampiri dulu mobilnya, periksa, baru buka pintunya. Ya... gue memang begitu sih, suka merasa ada yang memperhatikan waktu gue lagi mengamati mobil-mobil hitam itu, padahal kan belum tentu, hehehe. Jangan salah kira, gue hapal lho plat nomor mobil keluarga gue, cuma karena plat nomornya itu kecil dan posisinya di bawah, gue harus melihat dari dekat sekali supaya jelas. Tapi demi mengurasi frekuensi 'pengalaman', gue bertekad akan lebih hati-hati lain kali.

***
Beberapa hari yang lalu, seperti biasa gue pulang bekerja dijemput Ibu. Beliau mengabari lewat SMS bahwa mobil diparkir tepat di depan gedung. Gue pikir, well, ini bakal mudah, tapi sesuai janji gue, gue akan lebih berhati-hati. Waktu gue keluar dari gedung matahari sedang panas-panasnya dan sinarnya pas banget ke arah wajah gue. Samar-samar gue melihat mobil hitam di pojok kanan dengan pintu terbuka. Nggak mau buru-buru memutuskan gue melihat dulu ke sekeliling untuk memastikan nggak ada mobil hitam lain.
Begini, tempat parkir di gedung pre school tempat gue bekerja cukup besar. Ada 4 line yang dipisahkan oleh satu tempat berputar. Jadi untuk melihat sampai pojok gue jaraknya tentu saja sangat-sangat-sangat jauh dibandingkan jarak pandang gue yang kurang dari 2 meter.
Yang gue lihat cuma 2 mobil di sana, 1 mobil siver dan 1 mobil hitam, jadi pastilah yang hitam itu mobil Ibu. Dengan langkah mantap gue hampiri mobil itu sembari tersenyum kepada 2 orang pengurus pre school yang gue lewati. Setelah cukup dekat dari mobil hitam, kira-kira jarak 1 meter, gue baru sadar bahwa mobil di depan gue bukan mobil Ibu! Terlebih itu mobil mini bus, bukan sedan! Hah? Again?? Ya, ampun, malu sekali gue... Apalagi Ibu langsung membunyikan klakson dan teriak, "Disini!" dari arah kiri gue. Ternyata oh, ternyata tempat yang gue pikir kosong adalah tempat dimana Ibu parkir. Gue nggak bisa melihatnya karena tempatnya sama dengan arah datangnya sinar matahari! Hahaha, Ibu nggak bisa menahan tawa, begitu juga dengan 2 orang pengurus pre school yang menyadari bahwa gue salah mobil! :'D


Gue nggak bisa bilang apa-apa selain berjanji akan lebih hati-hati lagi. Yang salah bukan mata gue, meski memang iya nggak terlihat tapi seharusnya gue nggak pernah buru-buru mau buka pintu lagi, hihihi. Berhubung mata gue belum bisa 'diperbaiki' dalam waktu dekat, selagi menunggu biarkanlah pengalaman-pengalaman ini menjadi sesuatu yang lucu untuk ditertawakan oleh gue dan Ibu. Lucu bukan berarti bodoh, kan? Karena gue percaya, seperti kata Mika, salah nggak selalu berarti bodoh. Tapi kumpulan kesalahan sudah pasti menjadi pengalaman! :D


 

Laugh at yourself, but don't ever aim your doubt at yourself. Be bold! (Alan Alda).


sugar smile,

Indi
(twitter-facebook)










____________________________________________________________
Untuk sponsorship, silakan SMS ke 0818618363 atau email ke namaku_indikecil@yahoo.com. Toko Kecil Indi baru dibuka kembali setelah hari raya lebaran. Terima kasih untuk semua pesanannya, ya ;)

Sabtu, 21 Juli 2012

Raindrops on Roses and Whiskers on Kittens...


Hayyyyy, my beloved friends! It's been a while aku nggak update blog ini. Miss you, guys. Rindu main-main ke blog kalian dan membalas komentar-komentar menyenangkan dari kalian! :') Bagaimana kabarnya? Semoga baik, ya, dan untuk teman-teman yang sedang puasa, semoga lancar terus sampai akhir, ya. Amen :)

Belakangan ini, jujur saja aku sedang bersedih karena ada sesuatu yang mengecewakanku. Aku nggak bisa bilang itu apa, tapi "masalah" ini cukup besar dan tadinya aku berharap banyak. Juga, aku yang dirugikan dengan keadaan ini karena aku berada di posisi yang lemah. "Masalah" ini sering buat aku menangis belakangan, moodku up and down dan kadang bikin susah konsentrasi. Bahkan berpura-pura bahwa John Frusciante masih di Red Hot Chili Peppers pun nggak membuatku merasa lebih baik :(
Aku punya "toleransi" sama diri sendiri tentang "durasi masa berkabung" kalau aku sedang bersedih. Aku boleh berkabung selama beberapa hari, tapi setelah itu life must go on, aku harus lebih membuka mata dan hati bahwa hidupku bukan cuma berisi kesedihan, tapi juga banyak berkat Tuhan yang terselip bahkan di sela-sela kesedihanku. Seperti sekarang, meskipun aku merasa ini berat, tapi mengingat bahwa aku dikelilingi hal-hal baik, sekecil apapun, membuatku merasa better :) Dan aku buat list nya supaya terus ingat bahwa aku blessed... Selain keluarga yang penuh cinta, inilah hal-hal yang aku alami belakangan yang membuatku tersenyum:


1. Friend(s)


15 Juli 2012, premiere filmnya Adi. Captured by his Iphone dan cuma 3 foto ini yang nggak nge-blur :p


Tahun lalu aku ditawari bekerjasama untuk sebuah project. Setelah satu tahun tersendat-sendat akhirnya tahun ini berjalan juga, tapi too bad hampir seluruh tim yang terlibat diganti :( Aku sangat bersedih, tapi lalu aku sadar bahwa nggak menjadi sebuah tim kerja pun kami tetap bisa berteman! :D Dua di antara mereka, Kak Ario (sutradara) dan Adipati (aktor) tetap berteman baik dan selalu menghubungi jika salah satu dari mereka ke Bandung. Bahkan seperti ada perjanjian nggak tertulis, kalau Adipati punya film baru, pasti ia hubungiku dan beri aku tiket gratis, hihihi. Jumlahnya tergantung yang aku minta, lho :) Bahkan ketika premier film dan ia ditanya siapa aku oleh sebuah media, ia menjawab, "Ini Indi, teman gue. Dia penulis novel, lho". Wah, terharu rasanya :) Dan Kak Ario, ia dan istrinya seperti keluarga bagiku (bahkan bagi Ibu dan Bapak gue). Setiap kali aku berulang tahun, mereka pasti sempatkan untuk meneleponku dan mengucapkan selamat. Mereka juga selalu menghibur jika aku merasa sedih... Saat adik dari Kak Ario menikah, aku pun diundang. I feel so special, really. Dari mereka aku belajar bahwa di saat sesuatu yang buruk terjadi, pasti tetap ada hal baik. Dan dalam kisah ini adalah mereka. Thanks, Adi. Thanks, Kak Ario :))
Adipati pernah bilang bahwa tahun ini adalah "our year", dan aku percaya meski kami nggak bekerja dalam satu project, tapi tahun ini akan menjadi tahun kami dalam 'keberhasilan' masing-masing :)



2. New Job


21 Juni 2012, school leavers ceremony. Aku bersama 2 muridku yang menjadi cowgirls :)


Mengalami empat bulan menyenangkan sebagai seorang guru di sebuah TK membuatku berat sekali untuk meninggalkan rekan kerja dan, terutama murid-muridnya di sana. Dan, syukurlah setelah satu bulan bekerja di preschool yang baru aku sangat bisa menikmati suasananya. Partner kerja yang menyenangkan, anak-anak yang manis dan atasan yang baik dan fair :) Jujur saja tadinya aku takut nggak bisa beradaptasi di tempat yang baru. Bahasa Indonesia adalah bahasa Ibu ku, dan harus berbicara bahasa Inggris sepanjang hari merupakan sebuah tantangan! Tapi semakin hari rasanya semakin terikat juga aku dengan anak-anak di sana. Menerima banyak pelukan dan ciuman dari mereka menguatkanku untuk terus belajar. Aku nggak mau berhenti! Thanks, kids! :)



3. New Food


Berpose dengan A&W Veggie Burger yang vegetarian friendly, hehehe.


Jarang-jarang ada vegetarian junk food :p


Little treat for vegetarian! :) Betapa surprise-nya aku waktu tahu bahwa A&W menyediakan Veggies Burger. Yaiy! :D Aku senang banget-banget-banget karena selama ini susah sekali kalau diajak makan oleh teman-teman penggemar daging. Biasanya aku memilih menu aman seperti salad dan soda, tapi sekarang aku  juga bisa makan burger! Aku sampai nggak berhenti senyum lho waktu burger-nya datang ke meja. Burger-nya mirip seperti burger betulan! Ah, thanks A&W :)


Dengan kebahagian-kebahagiaan yang kualami ini memang nggak menghilangkan "masalah" ku, tapi kebahagiaan pasti selalu berdampak baik. Aku jadi bisa menghadapi "masalah" dengan lebih positif. Toh, sebuah masalah nggak pernah murni menjadi masalah, pasti ada hal baik yang aku dapat dari sela-selanya :) Life must go on, hidup nggak selalu berisi kesedihan. Dan sebelum aku sudahi tulisanku kali ini, aku mau share sebuah lagu untuk kalian. This is "Someone" by Red Hot Chili Peppers. Lagu ini selalu membuatku tersenyum, semoga kalian juga! :)


blessed girl,
Indi

Senin, 09 Juli 2012

The Interview: My Color :)



Hi bloggies, apa kabar? How's your week? Semoga meski sibuk tetap bisa bersantai di hari minggu, ya :)
Gue menulis post ini sepulang karaoke-ing sama Ray. Sudah sekitar satu bulan kami nggak pergi keluar bersama. Pekerjaan Ray sedang sibuk-sibuknya dan gue sedang mengerjakan beberapa hal baru yang sangat menyita waktu. Jadi waktu kami akhirnya dapat quality time lagi, dengan 3 jam non-stop karaoke lagu-lagu yang 70 persen pilihan gue, rasanya really refreshing, hehehe :)

Bulan kemarin, saat kegiatan gue sedang padat-padatnya gue mendapatkan beberapa tawaran untuk interview di media cetak. Seperti biasa sebelum menerima gue pasti 'memeriksa' dulu image dari media tersebut. Well, sebenarnya gue nggak pikir image dari suatu media bakal berpengaruh banyak sama gue, sih, semua kan tergantung apa yang gue kemukakan di sana. Tapi image suatu media berpengaruh terhadap apa yang mereka tulis. Pernah suatu kali ada sebuah majalah yang menginginkan kisah hidup gue dimuat di sana, 3 halaman penuh, ekslusif. I was so flattered, sampai majalahnya terbit dan gue membaca sendiri apa yang dimuat di sana. Kisahnya dilebih-lebihkan. Too much drama dan ada beberapa data soal diri gue yang nggak sesuai dengan fakta. Gue agak marah dan langsung menghubungi reporternya saat itu juga, tapi majalah sudah terlanjur beredar dan yang bisa gue lakukan cuma mengkonfirmasi tulisan yang dimuat lewat Facebook dan jika ada yang bertanya langsung. Begitulah, meski gue sudah memberikan informasi yang jelas, mereka tetap menulisnya dengan 'gaya drama' karena image majalah mereka memang begitu.

Sebelum gue menulis novel kegiatan yang gue lakukan sehari-hari adalah sekolah, mendesain pakaian dan menulis untuk kesenangan pribadi. Jika ada media yang menginginkan gue, itu bisa dipastikan untuk berbagi cerita tentang pengalaman sebagai pengidap scoliosis. Yup, gue memang scolioser, terdeteksi sejak usia 13 tahun, memakai alat bantu brace selama 5 tahun dan berakhir di kelengkungan 58 derajat yang penuh berkah. Gue nggak pernah malu dengan fakta itu dan dengan senang hati berbagi cerita karena di luar sana gue tahu banyak anak-anak, terutama anak perempuan yang mempunyai keterbatasan yang sama. Nggak pernah ada sedikitpun niat gue untuk minta dikasihani atau mencari sensasi dengan menceritakan pengalaman gue, semuanya murni, dari hati yang paling dalam gue ingin membantu. Karena mengenali gejala scoliosis sejak dini bisa berpengaruh banyak dengan masa depan anak tersebut. Dan gue termasuk salah satu yang beruntung karena ditangani dengan benar.

Lalu, pada tahun 2009 ada penerbit yang membaca tulisan gue di blog. Tanpa proses yang terlalu lama mereka langsung menawarkan kontrak untuk menerbitkan novel. Gue terkejut bukan main, tapi setelah 1 minggu berpikir gue langsung setuju dan 3 bulan kemudian terbitlah novel perdana gue yang berjudul, "Waktu Aku sama Mika". Keluarga, sahabat dan beberapa kerabat ikut bahagia tapi juga surprise karena sebelumnya mereka nggak tahu bahwa gue bisa (baca: suka) menulis. Hanya Ibu dan Bapak yang tahu, itu pun sebatas menulis di buku harian. Gue senang sekali dengan reaksi positif mereka yang terus men-support supaya gue nggak berhenti berkarya. Mereka suka karya gue, dan itu lebih berharga daripada mendapat piala, karena gue diakui memiliki kemampuan tanpa melihat sisi gue sebagai pengidap scoliosis. Fair. Gue dinilai dengan cara yang sama seperti orang lain.


What I wore: Dress: Glow | Shoes: Michelle CLA | Ribbon: my mum's sewing bow :)


Setelah itu setiap kali ada media yang meminta gue berbagi cerita, gue pasti menceritakan bahwa gue sudah menjadi penulis. Gue mempunyai buku yang dalam beberapa bulan penjualan saja sudah menjadi best seller. Itu membanggakan, seenggaknya untuk gue :)
Seperti yang sebelumnya gue ceritakan, gue sama sekali nggak pernah malu atau minta dikasihani dengan status gue, tapi juga nggak ingin dinilai dari situ saja. Gue juga sama, manusia utuh yang mempunyai kemampuan dibalik kekurangan gue. Ingin sekali suatu hari media meminta gue bercerita tentang buku gue saja (sekarang 'buku-buku' karena hampir 3 novel yang terbit, yaiy!) tanpa embel-embel yang lain. Tapi ternyata itu sulit sekali, setiap kali ada email atau telepon yang meminta interview, pasti saja gue diminta mengulang cerita yang sama...

Lalu gue memutuskan untuk menolak sementara waktu jika ada yang menawari untuk interview yang 'itu-itu' saja. Iya, sementara saja, sampai orang-orang bisa melihat bahwa gue lebih dari itu dan sekaligus untuk mengetes kemampuan diri juga. Kita nggak akan pernah tahu sudah berhasil sejauh mana sampai orang menilai kita dengan fair, kan? :)
Jadi ketika beberapa waktu lalu gue dihubungi oleh sebuah koran dan mereka meminta gue 'mengulang cerita', dengan sehalus mungkin gue menjelaskan bahwa gue juga seorang penulis, dan alangkah senangnya kalau diminta bercerita tentang pekerjaan gue. Gue menawarkan untuk bercerita 'apa yang gue punya' dan kalau nantinya mereka tetap menyebutkan gue sebagai pengidap scoliosis, it's okay, karena faktanya memang begitu. Sayangnya mereka nggak setuju. Mereka ingin mengangkat kisah hidup gue dan soal buku gue cukup jadi 'selingan' saja. Wow, gue baru sadar bahwa scoliosis gue jauh lebih besar dari novel gue. Bahkan menjadi best seller saja masih nggak cukup untuk membuat mereka 'tertarik' dengan karya-karya gue.


Sesuai tekad gue, gue menolak interview dengan koran tersebut. Gue mengemukakan alasannya sejelas mungkin, bahwa gue ingin dinilai secara adil: pekerjaan gue dulu, bagus atau tidak, baru silakan ceritakan tentang siapa gue. Tapi mereka bilang bahwa pembaca akan lebih tertarik dan terinspirasi justru dengan kisah gue sebagai scolioser, bukan yang lainnya. Well, mereka kan belum coba sebaliknya, jadi kenapa nggak mencoba? Tapi sudahlah, menjelaskan sesuatu memang sering kali nggak mudah, dan media mungkin saat ini lebih suka mengenal gue sebagai "Indi yang scoliosis" bukan "Indi yang penulis". Padahal gue mau saja berbagi cerita, gue cuma butuh break, sebentar saja.
Jangan salah mengira, gue cukup aktif berinteraksi dengan teman-teman di Masyarakat Skoliosis Indonesia, lho. Gue bisa bercerita tentang scoliosis kapan saja karena itu bagian dari diri gue. Nah, bukankah kemampuan diri juga bagian dari diri sendiri? :)

Gue punya teman, namanya Ginan. Ia seorang pekerja keras yang usianya lebih tua dari gue. Jujur saja sebelum gue mengenal bakat-bakatnya gue hanya mengenalnya sebagai temannya Mika, pengidap HIV/AIDS. Lalu seiring berjalannya waktu gue mulai tahu bahwa ia sangat aktif bermain sepak bola dan menjadi juara dimana-mana. Ia juga seseorang yang memperjuangkan kaum marjinal! Waktu gue tahu bahwa ia mendapatkan "Hero Award" dari acara Kick Andy gue langsung, "Wow... ia benar-benar hebat" dan gue sama sekali nggak 'mengingat' status kesehatannya. Ia dinilai utuh karena memaksimalkan kemampuan yang diberikan Tuhan.
Gue ingat sebuah kata yang selalu diucapkannya ketika gue mencapai sesuatu, sekecil apapun itu. Kata itu adalah "Mamprang". Awalnya gue nggak mengerti dan nggak berniat menanyakan artinya karena ia memang punya banyak stock kata-kata 'asing' (lol). Tapi setelah berkali-kali mendengar (terakhir ketika gue terpilih sebagai salah satu anak muda menginspirasi versi adalahkita.com), akhirnya gue bertanya juga. Dan ternyata 'mamprang' berarti show who you are, show your ability, tunjukan apa yang kamu punya, jangan takut-takut ibaratnya harimau. Gue setuju, itu memang benar. Somehow satu kata 'aneh' itu terasa ajaib di telinga dan hati gue. Kalau sekarang media masih betah dengan cerita scoliosis gue, yang seharusnya dilakukan bukanlah kesal, tapi mencoba lebih keras lagi menunjukan kemampuan diri, sampai akhirnya diakui. Gue akan terus membagi cerita gue selama itu bisa membantu dan bermanfaat. Mungkin suatu hari media yang suka menyelipkan 'bumbu drama' akhirnya sadar bahwa kisah sederhana dan nyata juga bisa disukai pembaca dan tetap inspiring :)

Sekarang gue akan menjadikan masa 'break' ini untuk mengukur kemampuan diri sekaligus kesempatan untuk mengembangkan diri. Memang sulit jika sudah terlanjur di 'cap', tapi sulit bukan berarti nggak bisa :) Dan thank God dua hari yang lalu radio Pro2 Semarang meminta gue untuk live interview selama satu jam non stop. Tahu untuk apa? Itu murni untuk membicarakan novel-novel dan project gue selanjutnya! Thank God :)) Gue akan terus menunjukan apa yang gue bisa, gue mau dinilai secara adil dan tanpa embel-embel lain. Gue tetap dan akan selalu menjadi "Indi si Scolioser", tapi gue lebih dari itu, seenggaknya, let me try. Gue bangga menjadi diri sendiri, gue nggak mau menukar scoliosis gue dengan apapun, apapun, apapun. Karena gue nggak menganggapnya sebagai beban, tapi bagian dari diri gue sendiri seperti hal nya kemampuan gue :) I am me, gue akan mengusahakan yang terbaik dan seadil mungkin untuk hidup. So, show your true color, guys. Atau pinjam istilahnya Ginan, "Mamprang!" :D

it's me,
Indi

nb: buku yang gue pegang berjudul "Being Remember" hadiah dari Kinanti Kitty, penulisnya sendiri. Kalian bisa menghubunginya di sini :)

________________________________________________
Contact Me? HERE and HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.

Minggu, 01 Juli 2012

Surat untuk Mika

Tuhan yang baik... Ini aku Indi. Hari ini Mika, salah satu malaikatMu berulang tahun. Tolong sampaikan surat ini, ya Tuhan, supaya Mika tahu bahwa aku nggak pernah lupa sama dia...

Hai, Mika! Apa kabar di surga sana? Aku kangen sama kamu. Kangen sekali...
Iya, aku tahu, dan aku minta maaf karena jarang kirim surat lagi sama kamu. Tapi aku bukan lupa kamu, Mika... Aku cuma bingung. Aku harus cerita apa? Semenjak kamu ambil sayap kamu di surga aku suka bingung apa kamu suka dengan apa yang aku lakukan di sini atau nggak...
Aku sudah tumbuh dewasa, Mika, sangat-sangat dewasa... Usiaku bahkan sekarang sudah lebih tua darimu, waktu kamu pergi dulu... Aku nggak tahu apa itu menjadikanku lebih tua dari mu atau nggak... Atau mungkin di surga semua orang juga bisa tumbuh tua? Aku bingung...

Seandainya di surga kamu bisa bertambah tua, hari ini kamu 33 tahun, Mika. Tetap tujuh tahun lebih tua dariku.
Aku sering bertanya-tanya, jika kamu bertambah tua, seperti apa kamu terlihat? Apa masih tetap sama? Apa kamu bertambah tinggi? Atau kamu jadi punya kumis dan semua orang memanggilmu "Pak"?...
Semalam, aku bertanya kepada Ray, surga itu seperti apa. Ray belum pernah ke surga, tentu saja. Tapi dia bilang di surga semuanya sehat, semuanya bahagia dan semuanya akan selalu mengingat. Itu artinya kamu tetap ingat aku, Mika. Tapi aku nggak mengerti, apa ingat itu artinya ingat aku waktu dulu atau kamu bisa tahu bagaimana aku sekarang...

Aku kadang membayangkan kamu bisa melihatku dari atas sana. Mengawasiku, tersenyum padaku dan tetap marah kalau aku nakal. Hanya saja sekarang aku nggak bisa tahu kalau kamu lagi marah sama aku. Soalnya aku kan nggak bisa lihat kamu... Itulah kenapa aku takut, Mika... Aku takut waktu aku kirim surat kamunya lagi marah...
Aku masih berusaha jadi anak baik. Tetap. Seperti apa yang aku janjikan sama kamu.
Tapi kadang aku suka lupa. Aku pernah panggil "bodoh" sama orang dan lupa minta maaf. Aku pernah bohong sama Ibu dan malu mengakui. Aku pernah bolos kuliah dengan alasan lagi berulang tahun meski tahu itu salah.
Kamu marah, ya Mika?
Aku janji akan berusaha lebih baik lagi. Lebih sungguh-sungguh. Janji...

Tapi aku juga melakukan apa yang kamu minta dulu kok, Mika... Dan aku harap kamu senang.
Aku sekarang kalau jalan nggak nunduk lagi.
Aku sekarang kalau dibilang jalannya aneh, punggungnya aneh, nggak nangis lagi, tapi bilang kalau aku scoliosis...
Aku sekarang sudah punya banyak teman. Kalau ketemu orang baru aku sudah berani menyapa lebih dulu.
Aku sekarang kalau sakit nggak merengek, tapi menunggu sakitnya pergi sendiri seperti cara kamu dulu...
Aku juga sekarang kalau kangen kamu, kalau ingat kamu, kalau mau kamu ada sama aku... aku nggak nangis lagi, tapi aku berdoa supaya aku bisa ketemu kamu suatu hari nanti. Di tempat yang sama, nggak lebih baik, nggak lebih buruk. Sama. Sama kamu, Mika...
Apa kamu senang? Apa yang aku lakukan sudah betul?

Aku tahu kamu nggak balas surat ini seperti dulu. Mungkin balasannya nggak bisa aku simpan di bawah tempat tidur lagi. Tapi itu nggak apa, yang penting surat ini sampai dan kamu tahu bagaimana perasaanku...
Lewat surat ini juga aku mau bilang, kalau kamu dapat banyak, banyak, banyak, banyaaaaaak sekali ucapan ulang tahun dari teman-temanku. Kata mereka kamu hebat. Nanti, kalau waktunya tiba, kamu jangan kaget ya kalau di surga banyak yang mengajakmu kenalan. Kamu kan sekarang bukan cuma pahlawanku saja, tapi pahlawan banyak orang...

Oh, iya Mika kamu kan sekarang malaikat Tuhan, bisa nggak kamu minta sama Dia supaya hari ini kamu cuti bekerja? Aku mau kamu mampir ke mimpiku sebentar saja. Aku mau lihat seperti apa kamu sekarang, terus peluk kamu. Soalnya aku takut lupa bau badan kamu... Bisa kan, Mika?

Seandainya kamu benar-benar bisa melihatku dari sana, coba deh kamu lihat ke bawah sebentar sekarang. Aku lagi senyum sama kamu. Aku baik-baik saja, Mika. Aku, sugar pie-mu, sudah dewasa. Selamat ulang tahun pahlawanku, selamat ulang tahun petarung AIDS-ku. Aku kangen kamu. Selalu...

peluk dan senyum,
Indi

Selasa, 26 Juni 2012

Menjadi Kenyataan :)

Dulu, waktu kecil aku suka menonton serial "Keluarga Cemara". Setiap serial itu ditayangkan, aku pasti langsung duduk di depan TV dan menyenandungkan soundtrack-nya. Aku hapal dengan semua tokoh-tokohnya, ada Abah, Emak, Teh Euis, Ara, Agil, Pipin, Tante Plesir, Mang Jana, Ceu Salmah, Bi Eha, dan bahkan aku tahu nama tokoh yang belum sempat muncul di sana... Abe, nama anak bungsu Abah dan Emak yang meninggal sebelum dilahirkan.


Euis, Ara dan Agil kecil :)

Entah apa yang menghipnotis dari serial itu sehingga membuatku begitu terlarut. Hampir setiap kisah terasa begitu dekat dengan keseharianku, atau meskipun belum/nggak pernah aku alami, tapi kisah-kisahnya selalu terasa real dan apa adanya. Aku ingat ada satu episode yang membuatku terisak waktu menontonnya. Dikisahkan Euis mengalami menstuasi pertamanya pada saat ia masih duduk di bangku SD. Euis malu bukan main karena teman-temannya belum ada yang mengalami. Euis memang beberapa tahun lebih tua dari teman-teman sekelasnya karena ia sempat nggak naik kelas. Seharian ia diam di kamar dan nggak mau sekolah sampai Abah membujuknya sambil membawakannya makanan. Atau ada lagi satu episode yang membuatku terbengong-bengong. Dikisahkan, Ara menyamar sebagai anak laki-laki dan rela dibotaki untuk menjadi talent di sebuah video klip karena ia membutuhkan uang. Hampir saja ia ketahuan karena sebuah hal sederhana: karena ia mengucapkan 'terima kasih' ketika diberikan honor, karena (sepertinya) di desa Indihiang hanya anak-anak Abah lah yang mempunyai kebiasaan seperti itu. Mengagumkan... tapi sederhana dan mudah dicerna :)

Nggak ada yang mengajariku untuk menonton serial itu, aku yang menemukannya sendiri dan hanya aku pula yang menikmatinya di rumah. Ibu dan Bapak nggak suka jika aku menonton serial lokal, katanya nggak berguna, tapi aku percaya bahwa "Keluarga Cemara" berbeda, serial itu selalu membuatku tersenyum dan mendapat 'sesuatu' setelah aku menontonnya.
Kesukaanku dengan "Keluarga Cemara" berlanjut dengan membaca novel berserinya. Sejak saat itulah aku mengenal Arswendo Atmowiloto dan langsung tertarik dengan gaya menulisnya yang apa adanya. Nggak terasa koleksi novel "Keluarga Cemara" ku akhirnya lengkap dan Euis, Ara, Agil yang kukenal melalui serial TV semakin dewasa seperti juga aku.




OOTD: Headband: Toko Kecil Indi | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: Ninis | Shoes: Yongki Komaladi


Waktu serial ini menghilang, aku sangat merindukannya. Aku sampai menyurati 2 stasiun TV sekaligus agar mempertimbangkan menayangkan re run-nya. Sayangnya, nggak satu pun suratku mendapatkan balasan. Untuk mengobati rindu aku membaca ulang novel-novelnya sambil berharap keajaiban terjadi.
Bertahun kemudian keajaiban itu memang terjadi. "Keluarga Cemara" ditayangkan kembali! Bukan re run, tapi episode baru. Sayangnya karena terlalu lama jeda ceritanya jadi ada lubang di beberapa adegan. Tapi tetap, kisahnya inspiratif dan nggak berlebihan. Aku masih menikmatinya dan menanti-nanti penanyangannya. Tapi kebahagiaanku ternyata nggak berlangsung lama. "Keluarga Cemara" lagi-lagi berhenti tayang dan kali ini benar-benar berhenti, dengan episode akhir yang menggantung :(

"Keluarga Cemara" menjadi satu-satunya serial lokal yang aku ikuti hampir setiap episodenya. Mungkin yang bisa mengalahkan rekor itu hanya "Satu Kakak Tujuh Ponakan", serial yang sama-sama karya Arswendo Atmowiloto. Dari segi cerita sama-sama menarik, tapi soal menghipnotis dan berkesan "Keluarga Cemara" tetap menjadi juara.
Di usia dewasa aku sering membayangkan, ke manakah Euis, Ara dan Agil? Apakah mereka masih ingat di usia yang masih sangat muda sudah menjadi icon kesederhanaan bagi banyak orang, bahkan yang lebih tua dari mereka?...
Lalu internet memberiku jawabannya. Secara nggak sengaja, waktu aku melihat mutual friend salah satu teman Facebook, aku menemukan nama yang sangat kukenal: Anisa Fujianti. Itu adalah nama pemeran Ara. Tapi mungkinkan itu orang yang sama? Dengan semangat aku langsung membuka profil-nya dan melihat-lihat fotonya. Ternyata Anisa yang ini adalah seorang gadis muda cantik, sama sekali bukan Ara yang aku lihat di TV. Lalu sebelum aku meng-klik tab tutup aku menyadari sesuatu: Aku juga sekarang sudah dewasa, dan Ara yang aku lihat sudah bertahun-tahun lalu lamanya. Aku banyak berubah meski tanpa disadari, dan ia juga mungkin begitu. Aku memberanikan diri mengiriminya pesan, bertanya apakah ia Ara yang dulu selalu aku tunggu kehadirannya di TV. Dan beberapa jam kemudian aku menerima balasan darinya...






Ya. Ia memang Ara yang dulu, hanya saja sekarang sudah besar. Dengan semangat aku langsung bercerita padanya betapa aku sangat mengidolakan serial "Keluarga Cemara". Nggak peduli akan dibalas atau nggak, aku hanya ingin bercerita. Aku sangat bahagia bertemu idola masa kecil meski hanya lewat Facebook. Dan ternyata Ninis (ia ingin dipanggil begitu) adalah gadis yang ramah, persis seperti Ara perannya dulu. Dengan baik hatinya ia memberiku link Facebook Euis dan Agil supaya aku bisa menghubungi mereka.
Aku dan Ninis ternyata sangat cepat menjadi akrab, dalam beberapa jam percakapan kami sudah berubah ke berbagai macam topik termasuk saling mengenalkan diri. Ninis memintaku bercerita tentang tulisan-tulisanku dan begitu juga sebaliknya, aku bertanya tentang kegiatannya sekarang.

Selama berhari-hari kami terus berkomunikasi via Facebook sampai Ninis mengejutkanku dengan membeli novel perdanaku, "Waktu Aku sama Mika"! Ia berkata bahwa ia menyukai novel itu dan bertanya apa aku menerbitkan novel yang lain. Saat itu novelku baru satu dan sedang dalam proses penulisan novel selanjutnya. Aku berjanji saat novel baru selesai akan langsung mengabarinya. Dan Ninis pun membalas pesanku seperti ini, "Kak Indi ini nomor HP'ku, kalau nggak keberatan ngobrolnya lewat SMS saja, takutnya aku nggak buka Facebook".
Ain't she very humble? :)

Bertahun berlalu, aku dan Ninis semakin saling mengenal. Kami saling bertukar pin BB dan mempunyai banyak cerita baru untuk saling diceritakan. Ninis sudah mempunyai tunangan, dan aku sudah menerbitkan novel kedua. Kami sangat ingin sekali untuk bertemu secara langsung, tapi karena kami tinggal di 2 kota yang berbeda keinginan itu terasa sulit untuk diwujudkan.
Ninis sempat berkata bahwa jika kelak kami menikah dengan pasangan masing-masing, kami harus berjanji untuk saling mengundang dan datang meskipun tempatnya jauh. Aku rasa itu ide yang bagus karena itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk pertemuan pertama kami secara langsung.

Dan kesempatan itu akhirnya datang. Tanggal 10 Juni 2012 lalu Ninis menikah! Aku sangat bahagia untuknya dan mengucapkan selamat padanya via BBM. Aku memang berjanji akan datang jika ia menikah, tapi Ninis sangat mengerti jika ternyata aku nggak bisa datang karena jarak Bandung-Bogor cukup jauh. Aku memutuskan untuk memberinya sedikit kejutan, aku pergi ke Bogor pagi-pagi sekali untuk menghadiri pernikahannya. Di perjalanan aku baru sadar bahwa aku nggak membawa bedak dan makeup lainnya. Wajahku benar-benar polos dan sedikit berminyak. Tapi aku pikir daripada membuang waktu untuk kembali lagi ke rumah dan membawa itu semua, lebih baik aku teruskan perjalanan agar bisa datang tepat waktu :)

Akhirnya setelah perjalanan 4 jam yang melelahkan aku sampai di pernikahan Ninis. Nggak ada seorangpun yang kukenal, aku benar-benar hanya datang untuk seorang teman yang belum pernah kutemui secara langsung :)
Dari atas pelaminan, Ninis yang sedang berfoto bersama beberapa kerabat ternyata mengenaliku. Ia melambaikan tangannya dan aku segera membalasnya dengan senyuman. Ia terlihat sangat cantik, berbeda tapi gurat-gurat Ara kecil masih terlihat di sana. Setelah menunggu sesi foto selesai aku langsung menghampirinya. Kami saling bertukar peluk dan cium lalu mengobrol sebentar. Sebentar, hanya sebentar tapi membuatku begitu senang. I meet a friend and childhood idol... :)


Ara kecil sudah besar :)

Suvenir dari pernikahan Ninis :) I love it!! :)

Pertemananku dengan Ninis begitu istimewa. Diawali dari sebuah serial kesukaanku di masa kecil yang memberikan arti begitu dalam, lalu dilanjutkan dengan perkenalan mengejutkan yang membuatku tahu bahwa tokoh Ara benar-benar nyata di dalam kepribadian Ninis. Ia begitu down to earth dan ramah persis seperti Ara. Untuk mengharapkan serial "Keluarga Cemara" kembali diputar atau seenggaknya ada serial yang hampir sebaik itu mungkin hampir nggak mungkin, tapi seenggaknya aku tahu bahwa orang-orang baik, orang-orang sederhana itu memang ada. Dan mengenal Ninis membuatku semakin yakin akan itu :)
Oh, iya waktu novel keduaku terbit ("Karena Cinta itu Sempurna"), Ninis menuliskan testimoninya untukku. Dan tahukan apa yang paling manis dan mengejutkan? Di akhir kalimatnya ia menulis seperti ini,
"Ka Indi... Terus berkarya yaa!! I'm a big fan of you".
Padahal seharusnya aku yang bilang begitu... :)




smile,
Indi

Contact me? HERE and HERE


(Update 10/03/2024. Aku dan Ninis masih berteman baik dan saling mendukung ❤️).


Selasa, 12 Juni 2012

My Super Blessed Birthday (with Spongebob Squarepants theme, lol, lol) :D

Haaaaaay, bloggies! How are you today? Semoga awal minggu kalian menyenangkan, ya. Well, ini memang sudah hari selasa, sih, tapi buatku ini adalah awal minggu karena di hari senin aku libur bekerja dan baru masuk di hari selasa sampai dengan jumat, hihihi. Oya, aku mau ucapkan terima kasih banyak, banyak, banyak untuk teman-teman yang tetap mampir ke sini meskipun aku jarang update dan blog walking belakangan. Juga untuk teman-teman followers baru, selamat datang, hope you enjoy my little blog, ya :) Terharu dapat banyak teman baru, hihihi :')

Belakangan aku memang lagi gampang kelelahan. Padahal kesibukanku masih tetap sama, menulis, menjadi guru dan sedikit mendesain pakaian. Nah, untuk menjaga kondisi badan, aku harus ambil waktu istirahat ekstra. I go to bed early dan sebisa mungkin banyak bersantai, nggak nge-blog untuk sementara waktu jadi konsekuensinya. Sebenarnya agak sedih juga, sih karena jadi banyak cerita yang nggak bisa aku share atau at least jadi pending. Padahal banyak hal menarik yang terjadi selama aku nggak cerita. Misalnya saja salah seorang teman sekaligus childhood idol ku menikah, tentang kedekatanku dengan murid-murid di sekolah baru dan banyak lainnya. Tapi aku nggak seharusnya mengeluh, ini pilihanku dan masih banyak hal menyenangkan di sela-selanya :) Seperti tanggal 8 Juni kemarin aku berulang tahun. Yup, hari kesukaanku di dunia :D Setelah merayakan ulang tahun 'palsu' (read the story here) di tanggal 4, akhirnya aku merayakan ulang tahun yang lebih 'masuk akal' karena cuma lebih cepat 1 hari dari tanggal sebenarnya, hihihi.

Setiap ulang tahun selalu istimewa karena merupakan pengingat dimana hari aku dilahirkan, diinginkan dan diberikan harapan-harapan baik oleh orangtua. Tapi setiap ulang tahun selalu memiliki cerita berbeda termasuk kali ini. Bapak nggak bisa bersamaku di tanggal 7 karena harus bekerja, syukurlah beliau bisa menemani ketika aku berbelanja persiapan ulang tahun. Sebenarnya aku agak kecewa dan sedih, karena seumur hidup Bapak selalu menjadi fotografer dan yang paling semangat menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun", tapi aku juga senang karena hampir seluruh ide perayaan ulang tahun ini datang dari Bapak.
Tadinya aku sangat menginginkan ulang tahun dengan tema Peter Pan, karena itu adalah tokoh dongeng kesukaanku sejak kecil. Tapi setelah berkeliling pusat perlengkapan pesta sampai sore dan nggak juga menemukan, aku memutuskan untuk berulang tahun tanpa tema karena untuk mencari tema baru sudah terlalu mepet waktunya. Untung saja Bapak mengingatkan bahwa ada 1 tokoh yang disukai anak-anak juga orang dewasa dan pasti sangat mudah untuk mencari pernak-perniknya. Ah, kok aku nggak kepikiran, ya... It's Spongebob Squarepants!! Hahaha :)
Jadilah di saat-saat terakhir aku membeli serbet, piring kertas, name tag, dan lilin bergambar Spongebob. Untuk undangannya, thanks to internet, aku nggak perlu bersedih-sedih mengganti desain Peter Pan ke Spongebob karena banyak web yang menyediakan secara free, tinggal download dan print saja ;)


The invitations. Thanks to internet :)

Birthday girl OOTD: Dress: Toko Kecil Indi | Headband: Toko Kecil Indi | Shoes: Michelle CLA


Aku mengundang teman-teman sekelas yang totalnya ada 14 orang ditambah Ibu dan Bi Yati, sekretaris Ibu. Sebenarnya aku mau mengundang lebih banyak, tapi karena terlalu fokus dengan makanan (yup, aku dan Ibu memasak sendiri) tahu-tahu sudah tanggal 7 dan aku nggak sempat mengundang siapa-siapa lagi :( Meski begitu aku sangat senang, karena dari 14 orang teman hanya 2 yang berhalangan datang. Itu pun mereka menitipkan kado untukku pada teman yang lain, hihihi, senangnya :)
Acara dimulai dengan mengenalkan Ibu pada teman-teman. Meskipun mereka sudah sering bertemu Ibu, tapi hanya sekilas saja ketika beliau menjemputku di kampus. Ibu lebih terlihat seperti birthday girl daripada aku karena menjadi satu-satu yang nggak pakai baju kuning atau putih. Padahal kan Spongebob identik dengan 2 warna itu. Ibu mungkin menjadi nanas, rumahnya Spongebob yang berwarna oranye, hihihi *kabur*




Setelah itu dilanjutkan dengan snacking sambil chit-chat seru. Senangnya teman-teman memuji botol soda dengan label Spongebob yang aku tempel sendiri. Itu cara buatnya mudah, lho, tinggal googling dengan kata kunci "Spongebob Birthday Party Kit" dan nanti keluar banyak pilihan web yang menyediakan banyak peralatan custom. Tinggal sesuaikan dengan size botol, pilih gambarnya, download, print dan ta-daaaaa, jadilah botol soda dengan logo yang nggak ada di mana pun selain di ulang tahun bertema Spongebob, hihihi :)
Aku senang sekali karena kami nggak pernah kehabisan bahan untuk mengobrol. Sampai-sampai ruang tamu rumah orangtuaku ramai sekali. Kami berkumpul di salah satu sudut ruang tamu dan beberapa dari temanku ada yang duduk di karpet karena nggak kebagian tempat duduk. Mereka memang sengaja nggak mau pindah ke sisi satunya supaya ngobrolnya asyik, hihihi. Ibu sampai berkali-kali mengingatkan bahwa makanan sudah siap dan sudah waktunya makan, tapi baru 30 menit kemudian kami mau beranjak ke ruang makan :p





Spageti, pasta dan salad sudah siap di meja makan. Sayang sekali nggak ada crabby patty karena aku terlanjur menyiapkan untuk tema Peter Pan (di Neverland sepertinya nggak ada makanan lain selain salad, hahaha). Lagipula kalau pun ada pasti teman-temanku protes karena pasti Ibu memasaknya tanpa daging, hihihi. Masakan Ibu memang juara, aku dan teman-teman sangat menikmati spagetinya. Thanks a lot ya, Mommy :*
Di tengah-tengah waktu makan tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan Bu Dewi, ketua koodinator Tadika Puri. Beliau datang bersama rekan-rekannya, Bu Yani, Bu Rika, Bu Neni (kepala sekolah tempat dimana gue bekerja dulu) dan seorang rekan lainnya. Aku sedikit kaget karena mereka nggak mengabari sebelumnya, juga khawatir karena makanan yang disajikan terlalu santai. Ibu sampai bilang, "Maaf ya Ibu-Ibu, ini makanan anak-anak semua", hihihi. Tapi aku juga senang karena ternyata mereka menyayangiku. Bayangkan saja, Bu Neni adalah mantan atasanku, tapi beliau dengan humble-nya datang ke acara ulang tahun yang sangat sederhana ini :')


Tamu-tamu kejutan dari tempatku belajar dan mengajar untuk pertama kali :)
Ceribel 1 milyar tahun kemudian, hihihi. Lupa siapa yang memulai "pose" ini :p


Setelah semua selesai makan, teman-temanku langsung menyemangatiku untuk tiup lilin. Suasana menjadi sangat, sangat, sangat meriah karena mereka menyanyikan banyak lagu untukku. Ada kejadian lucu, karena lilinnya ada 12 buah aku nggak bisa meniupnya dalam 1 tarikan napas, hahaha. Sudah diulang 2 kali masih tetap begitu. Akhirnya Ibu membantuku dan lilin-lilinpun bisa dipadamkan. Fiuuuh :D Kemeriahan nggak berhenti sampai di situ karena waktu teman-teman satu persatu menyalamiku, mereka menyanyikan lagu "Train of Love" sambil berbaris seperti kereta api, hihihi. That was so cute, I'm so blessed... :)



Hahaha, kuenya kebesaran! :D


Jam 5 sore seluruh undangan pamit pulang. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun satu kali lagi sambil memberikan pelukan hangat. Aku benar-benar merasa sangat bahagia, sebuah pesta ulang tahun sederhana ternyata mendatangkan banyak tawa dan keakraban. Sungguh banyak kejutan menyenangkan. Di malam hari waktu aku membuka kado dari teman-teman air mataku langsung meleleh. Semua kado yang aku terima sangat bagus, tapi ada 1 yang istimewa. Si kembar Della dan Dilla memberikanku kolase foto Aerosmith, idolaku sejak kecil. Aku nggak menyangka mereka tahu bahwa aku menyukai Aerosmith karena kami nggak pernah mengobrol tentang ini. Ternyata mereka tahu setelah membaca novelku dan sengaja nggak membicarakan ini untuk kejutan! Oh, my God... I'm so blessed, really blessed... :')
Kejutan bahkan nggak berhenti sampai ulang tahun selesai, Ibu memberikanku sebuah dress yang sangat manis. Dan Dhian, sahabatku semenjak SMA kemarin menyempatkan mampir ke rumah untuk memberikan kado berisi 2 buah bando pita! :)




Seperti yang aku bilang sebelumnya, setiap ulang tahun itu pasti berbeda tapi selalu istimewa. Ulang tahun kali ini membuatku merasa lebih hidup dan lebih semangat untuk menghadapi hari. Ulang tahun membuatku semakin mengingat bahwa Tuhan nggak pernah putus memberikanku berkah melalui orang-orang di sekitarku. Semua harapan dan doa yang aku dapat ketika aku dilahirkan ke dunia terucap kembali di hari ulang tahun. Aku akan berusaha menjadi lebih baik, karena di saat Tuhan memberikanku hidup untuk pertama kali itu sudah menjadi cukup alasan agar aku menjadi anak baik. Apalagi sekarang, aku harus bisa. Pasti bisa :) Sekali lagi, terima kasih Tuhan for blessing me this much. Semoga aku selalu bisa menjadi lebih baik, nggak pernah lupa untuk berterima kasih dan rendah hati, amen... :)
nb: Jika sesuai rencana, novel terbaruku, album terbaru Aerosmith dan album terbaru Mika akan terbit bersamaan di akhir bulan ini. Ain't that what it’s called... super cool?? :D Doakan, ya!


birthday girl,
Indi
__________________________________
Contact Me: HERE and HERE. Sponsorship? HERE.