Tampilkan postingan dengan label Christmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Christmas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2024

Hadiah yang Aku Inginkan

Halo 2024, terima kasih 2023! :)



Foto yang lumayan, karena nggak ada yang megangin kamera :p

Jujur, aku masih sedikit nggak menyangka mengetik ini di tahun 2024. Aku merasa tahun 2023 berlalu begitu cepat. ---Well, nggak cuma aku, sih, Shane pun merasa demikian. Entah karena kami begitu menikmatinya atau kami terlalu sibuk dengan pindahan dan ini-itunya. Yang pasti rasanya seperti baru kemarin kami merayakan tahun baru, eh tahu-tahu tahun sudah berganti lagi :'D Adakah yang merasakan hal sama? :D


Apapun penyebabnya, aku sangat mensyukuri tahun 2023. Banyak hal yang aku dan Shane alami, pahit dan manis, ---kehilangan income utama kami lalu perlahan bangkit dengan pekerjaan lain yang sangat berbeda dari sebelumnya, pindah ke rumah tapak setelah sebelumnya tinggal di apartemen selama tiga tahun (which is a good thing!), untuk pertama kalinya nggak bertemu dengan orangtua selama lebih dari sebulan, dan... highlight di tahun 2023... kami menemukan seekor kucing di halaman belakang rumah baru kami! Kitty, begitu kami memanggilnya, dan sejak saat itu dia menjadi bagian dari keluarga kami. Kehadirannya bukan sebagai pengganti Eris, anjingku yang meninggal di tahun 2022 lalu, tapi sebagai pengobat hati bagi kami :) 


Aku dan Shane selalu melakukan banyak hal bersama-sama, ---berdua saja. Tapi setelah ada Kitty kami jadi selalu bertiga! Butuh waktu untuk terbiasa tentu saja, haha, tapi kami menikmatinya :D Termasuk untuk Christmas, biasanya hanya aku dan Shane bertukar kado lalu menghabiskan sisa hari dengan menonton TV, tapi kali ini rasanya berbeda. Kami ingin memastikan Kitty juga terlibat dan menikmati hari istimewa seperti kami. 


Setiap tahun ibu mertuaku alias ibunya Shane selalu mengirimiku Christmas money sebagai penggati hadiah dalam bentuk barang. Begitu aku menerimanya yang pertama terpikir olehku adalah membeli matching dress untukku dan Kitty. Dulu aku sering melakukannya dengan Eris dan aku merindukan saat-saat itu, jadi kupikir nggak ada salahnya melakukan hal yang sama dengan Kitty :) Aku mencarinya di online store dan menemukan sebuah dress berwarna merah dengan motif Sinterklas dan butiran salju yang cantik. Sayangnya matching dressnya hanya untuk anak manusia bukan anak kucing, hahaha. Jadi aku memutuskan untuk membelinya untukku dan mencari baju untuk kucing yang warna dan motifnya mendekati. Ternyata susah-susah gampang karena ukuran tubuh Kitty nanggung. Dia gembul tapi nggak terlalu tinggi, jadi banyak baju yang terlalu sesak di bagian perutnya x'D Syukurlah akhirnya aku menemukan baju dengan motif manusia salju (ya, cukup "dekat" dengan butiran salju, kan, lol) berwarna merah dengan ukuran L. ---Yang sebenarnya sih terlalu panjang buat Kitty, bagian bahunya pun jadi sering melorot. Tapi yang penting perut gembul Kitty nggak merasa sesak waktu memakainya :p


Dress ini mengingatkan aku sama dress lama buatan Ibu yang juga bergambar Sinterklas.


Christmas OOTD kompakan dengan Kitty Perry (iya, itu nama lengkapnya, hahaha).


Belum terbiasa memegang kucing. Kitty terasa mungil di gendonganku :')


Dulu aku juga suka memakai matching outfit dengan Eris. RIP beautiful girl :')


Untuk Shane juga aku membeli hadiah, ---nggak yang wah atau gimana, tapi benda-benda kecil yang dia sedang butuhkan; celana boxer, kaus kaki bergambar logo Red Hot Chili Peppers band favoritnya, kaus kaki bergambar pohon cemara agar pas dengan tema Natal dan charger, karena miliknya rusak dan dia terus-terusan pakai punyaku xD Aku juga membeli small things untuk diri sendiri, dua buah casing handphone dan dua buah buku berjudul "A Street Cat Named Bob" dan "George's Marvelous Medicine". Christmas money dari Ibu Mertua sebenarnya cukup untuk dibelikan banyak hal, tapi aku sedang nggak ingin apa-apa. Bahkan setiap Shane bertanya hadiah apa yang kuinginnya darinya, aku selalu bilang "Nanti kupikirkan dulu" meski kenyataannya aku nggak benar-benar memikirkannya. Somehow aku merasa cukup dengan apa yang sudah kumiliki sekarang :)


Shane membuka hadiahnya.


Hal-hal kecil yang kubeli dengan Christmas money dari Ibu Mertua.


Sejak awal bulan Desember aku sudah menghias rumah dengan dekorasi Christmas sederhana, kaus kaki di perapian, kertas berbentuk snow flakes di sana-sini dan memajang kartu-kartu ucapan dari teman dan keluarga. Ya, yang penting terasa berbeda saja dari hari-hari biasa ;) Aku juga menonton beberapa film bertema Christmas sendirian saja di handphone karena Shane tetap bekerja seperti hari-hari biasa. ---Dan aku sangat menikmatinya, mengingatkan waktu aku masih jadi anak sekolah yang menonton DVD sendirian di kamar agar nggak ketahuan Ibu dan Bapak kalau menangis saat melihat adegan sedih, hahaha. Tapi bukan berarti aku dan Shane nggak sempat menonton film bersama, kami juga menonton film "I Saw Mommy Kissing Santa Claus" di TV. Kebetulan aktor ciliknya (yang sekarang sudah nggak lagi cilik, lol) si kembar Sprouse yang memerankan satu anak secara bergantian adalah favorit kami, jadi serunya semakin berkali-kali lipat. Aku dan Shane nggak bisa berhenti tertawa di sepanjang film karena banyak adegan konyolnya. Ya, tipikal film awal tahun 2000an yang cheesy dan berbudget rendah gitu, lah. Tapi kami sangat menikmatinya dan jadi heran waktu baca reviewnya di IMDB karena ternyata begitu banyak orang sebal sama filmnya, ahahaha x'D


Perapian ini sudah ada sejak hari pertama kami menempati rumah ini.

Penjaga hadiahnya ketiduran :D


Kartu-kartu dari temanku, John, di Jepang. Yang di tengah adalah snow flake buatan Shane tahun lalu (alias voucher belanja untukku sebagai hadiah Natal darinya, hahaha).


Ngomong-ngomong soal film, siapa nih yang setuju kalau liburan Natal dan Tahun Baru terasa kurang lengkap tanpa film Home Alone di RCTI? Dari sejak aku kecil filmnya nggak pernah absen untuk tayang di RCTI (dan kadang GTV, atau dulu namanya Global TV). Meski diulang-ulang aku nggak pernah bosan dan hatiku terasa hangat karena film Home Alone adalah bagian dari masa kecilku yang tetap ada sampai dewasa :) Sampai akhirnya di tahun 2021 jadi tahun terakhir RCTI menayangkan karena seriesnya (seri satu sampai lima ditambah "Home Sweet Home Alone") pindah tayang ekslusif ke Disney+ :") Rasanya jadi ada yang kurang, karena meski bisa ditonton di Disney+ tapi vibesnya beda, ---mungkin karena nggak kepotong iklan ya, haha. Tapi daripada mengharapkan yang nggak ada kupikir lebih baik menciptakan "tradisi" yang baru saja, mau nonton Home Alone di mana pun Kevin tetap menggemaskan, kok! :D


Jadi di Christmas morning waktu Shane masih tidur (dia begadang sama Kitty, hehe) aku menonton film Home Alone yang pertama sendirian. Aku nontonnya di kamar, di atas tempat tidur dan masih berpiama. Pokoknya bermalas-malasan dan bernostalgia. Setelah film selesai aku menahan diri untuk nggak melanjutkan menonton bagian keduanya (meskipun sangat tempting) karena ingin menonton bersama Shane. Dia itu selalu senang kalau kuajak menonton film, katanya nonton sendirian itu nggak seru dan kalau bukan denganku dia sih memilih main musik saja :D Berbeda denganku yang memang hobi, kadang ada saat-saat di mana aku merasa lebih asyik menikmati film sendirian. Makanya aku "menyisakan" film Home Alone 2 untuk ditonton bersama, ---khusus untuk waktu berkualitas kami setelah waktu berkualitas dengan diriku sendiri :)


Sambil menunggu Shane bangun aku mandi dan berganti baju dengan dress baruku. Ternyata terkena air setelah sekian lama nggak mandi membuatku merasa lapar :p (di Bandung sedang musim hujan, itu excuseku buat nggak mandi, lol). Karena kulihat Shane sudah bangun jadi sekalian saja aku mengajaknya untuk memesan makan siang. Kami sepakat untuk memesan makanan dari Restoran Meja Hijau, restoran khusus vegan dan vegetarian yang sebenarnya lokasinya cukup jauh dari rumah kami tapi selalu dipaksakan untuk pesan karena makanannya enak :D Aku memilih satu paket ay*m geprek sementara Shane memilih satu paket ay*m sambal dabu-dabu favoritnya. Mungkin karena sedang tanggal merah jadi susah sekali mendapatkan driver untuk mengantar pesanan kami. Setelah menunggu sekian lama akhirnya aplikasi membatalkan pesanan kami secara otomatis dan membuat owner restorannya mengirim pesan padaku karena makanannya sudah selesai dimasak, ahahaha :'D Untung saja akhirnya kami dapat driver meskipun dari aplikasi lain. Dan kami pun menikmati Christmas lunch yang istimewa sambil menonton fim Home Alone 2.


Vegan meal and Home Alone. Perfect :)


Klik video ini untuk kejutan :p


Nggak cuma kami yang makan makanan istimewa, Kitty juga nggak ketinggalan. Ada cream treat untuknya dan "sup tuna" yang kubuat dengan penuh cinta. ---Jangan bayangkan aku masak betulan ya, sup tuna itu istilah untuk cat food tuna yang dicampur dengan dry cat food dan air mineral. Kitty sangat menyukainya, dia melahap habis semuanya sampai mangkuknya mengkilap! :D Oya. Kitty nggak cuma menerima hadiah dari kami, lho. Dia juga mendapatkan hadiah dari Monsabel Pets Clinic di Medan karena menjadi salah satu pemenang di lomba kostum Halloween bulan Oktober 2023 lalu. Somehow paket hadiahnya nggak terkirim sesuai jadwal (ada kesalahan agen atau apalah aku nggak mengerti) dan malah tiba di waktu yang tepat sebagai Christmas present! :) Kitty mendapatkan empat cat food Royal Canin dan dua mangkuk makan, ---yang merupakan kejutan juga buat aku dan Shane karena kami jarang-jarang memberi Kitty cat food merk premium, hahaha. Bukannya kami pelit ya, tapi menyesuaikan dengan kemampuan dan kata dokter hewan langganan, merk generik pun banyak yang berkualitas :p 


Spot favorit Kitty. Mungkin karena membuatnya hangat di musim hujan ini :)


Kitty menikmati makanan istimewanya.


Shane membantu Kitty membuka hadiahnya.


Seperti Kitty yang langsung melahap hadiahnya, Shane juga langsung memakai kaus kaki bergambar pohon cemara hadiah dariku. "Kaus kakinya sangat Christmassy," begitu katanya :) Aku pun sama, enggan melepas dress baruku dan baru menggantinya dengan piama saat menjelang malam. Kami menghabiskan sisa hari dengan lambat dan menikmati kehadiran satu sama lain. Nggak banyak mengobrol atau sengaja berencana untuk melakukan ini-itu, ---hanya membiarkan semuanya mengalir. Aku sempat membaca salah satu buku baruku beberapa halaman, lalu dilanjutkan dengan bermalas-malasan sambil memperhatikan Kitty yang bergelung di ujung matras lantai. Sementara Shane sempat menerima telepon dari keluarganya yang mengucapkan selamat Natal untuk kami, lalu dia bermain game di handphonenya. Begitu terus sampai kami semua merasa mengantuk :) 


Shane langsung memakai kaus kakinya.


Sungguh hari yang menenangkan dan hangat. Kami tidur dengan nyenyak dan terbangun di pagi hari dengan perasaan yang sangat baik. Belum juga aku beranjak dari tempat tidur Shane bertanya kepadaku, "Sudah dipikirkan belum, benda apa yang sedang kamu inginkan belakangan?" ---Rupanya Shane masih ingin memberiku hadiah. Sejak awal bulan Desember dia memang terus-terusan menanyakan hal yang sama kepadaku. Aku menggeleng, "Nggak ada, aku lagi nggak ingin apa-apa. Buku-buku yang kemarin juga belum selesai dibaca." Begitu akhirnya jawaban yang keluar dari mulutku. Entah aku sedang malas berpikir atau bagaimana, tapi aku merasa semuanya cukup. Bukan tentang uang atau harta benda, tapi tentang hatiku yang belakangan terasa penuh. Bersama Shane, apalagi ditambah dengan hadirnya Kitty, membuatku nggak pernah merasa berkekurangan. Seandainya hadiah bisa diganti dengan "wish" atau "harapan", tentu aku hanya akan meminta supaya bisa punya banyaaaaaaaaak waktu menyenangkan bersama Shane dan Kitty. Itu saja! ;))



happy girl,


Indi

Senin, 14 Februari 2022

Cerita Christmas Kami yang Super Slow :D

Selamat tahun baruuuuuu! *tiup terompet*

Ada yang bilang kalau ngucapin selamat tahun baru setelah tanggal 8 Januari itu terlambat. Tapi buat aku sih selama belum masuk tengah tahun ya masih tahun baru, hahaha :D ---Teman-teman gimana nih tahun barunya? Kemana dan ngapain saja? Cerita-cerita, dong! Aku senang banget setiap baca/dengar cerita seru tahun baruan. Sampai minggu kemarin aku betah banget lihat-lihat IGS sama status WA di contact list, soalnya jadi berasa ikut jalan-jalan atau kumpul-kumpul xD 

Kalau aku (dan Shane) menghabiskan sepanjang bulan Desember 2021 dengan sangaaaat slow. Nggak kemana-mana, even buat belanja bahan makanan sehari-hari kami milih via delivery saja. Christmas pun dilalui dengan santai, ---nggak ada belanja dekor, baju baru, kado buat Shane (huehehehe) atau masak khusus. Alasannya karena aku ingin menikmati waktu “apa adanya” sebaik mungkin. Di tahun 2021 aku belajar kalau punya tujuan atau goal itu bagus, TAPI kalau semuanya pakai patokan waktu justru bikin aku nggak maju-maju karena terus berkutat sama yang belum tercapai. Jadi aku putuskan untuk appreciate setiap pencapaian sambil terus mengerjakan yang lain. Rasanya? Nikmat banget beneran :D 


Anyway, balik lagi ke bulan Desember aku yang super slow, hari-hari aku dan Shane kebanyakan dihabiskan dengan bersantai sambil mengerjakan hobi masing-masing. Kalau ada yang dikerjakan berdua paling nonton film. Itu pun nggak kaya tahun-tahun kemarin yang harus banget marathon film-film tema natal. Se-mood-nya saja, kami nggak bikin list film apa saja yang harus ditonton. Kalau tahun kemarin aku sampai bikin IGS kan, minta rekomendasi Holiday movie yang seru dan SEMUANYA ditonton, hahaha x'D Kemarin sih satu-satunya film khas natal yang kami tonton cuma Home Alone (---kalau nggak nonton nggak berasa natal, ya, lol). Kami nonton Home Alone Holiday Heist yang diputar di RCTI dan Home Sweet Home Alone yang diputar di Disney+. Tadinya sih mau lanjut Home Alone pertama dan kedua juga, karena tahu lah, si Kevin itu kan the real OG. Tapi entah kenapa aku lupa dan tahu-tahu saja Desember sudah habis :p 

Eh, ada yang nonton Home Sweet Home Alone nggak, nih? Ada yang kasih tahu aku katanya filmnya jelek, jadi mendingan aku nggak usah nonton. Pas nonton trailernya setuju sih, kayanya nggak ada yang baru. Satu-satunya yang bikin penasaran cuma dengan come back nya Buzz, kakaknya Kevin yang jadi petugas Polisi. Tapi pas filmnya ditonton menurut aku lumayan kok, ada moment-moment yang bikin aku ketawa ngakak. Yang aku sayangin cuma ceritanya yang nggak sekuat Home Alone yang sebelum-sebelumnya. Nggak ada penjahat "sungguhan" di sana. ---Aku nggak mau spoiler, yang pasti filmnya layak ditonton kok, asal jangan berharap terlalu banyak, ya! :D




Aku tadinya mau nonton Home Sweet Home Alone sama Ali juga (keponakan). Tapi pas dipikir lagi kayanya dia belum tertarik sama film yang bukan kartun (---masih ingat kan Halloween kemarin dia maunya nonton Luca sama Toy Story diulang-ulang, huhu). Jadi pas dia datang berkunjung aku siapin aktivitas lain saja. ---Um, nggak "siapin" juga sih sebenarnya, cuma ide spontan yang nggak butuh persiapan, hahaha. Ali ini suka banget sama "bebikinan", kalau aku lagi nggak malas dan aku ajak masak pasti mau. Katanya dia mau bikin Christmas cookies, jadi aku ajak dia ke Indomaret di lantai bawah buat beli Oreo. Setelah itu aku kasih dia meses sama icing yang sudah ada di rumah buat hias-hias Oreonya. Simple tapi seru banget. Saking serunya setelah Oreonya habis, dia masih hias piringnya, hahaha. Aku juga ikutan karena dilihat-lihat kok seru juga. Ada rencana baking cookies beneran sih, tapi nanti saja berdua sama Shane. Itu pun yang sederhana dan (maunya) mess free karena kami sedang "super slow" :p 




Kebetulan sekolah Ali libur beberapa hari sebelum natal, jadi menjelang tanggal 25 Desember cuma ada aku dan Shane saja di rumah. Kami nggak buru-buru pasang dekorasi, soalnya masih menunggu paket hadiah dari Ibu Mertua yang berisi Christmas tree mini dan pernak-pernik. Satu-satunya dekorasi di rumah yang dipasang dari awal bulan Desember cuma kaos kaki, yang lalu ditambah snow flakes buatan Ali (---eh, aku bantuin juga sih bikinnya, hehe). Yang sudah-sudah paket dari US selalu terlambat datang ke sini meski sudah dikirim 2 bulan sebelumnya. Jadi kami nggak terlalu berharap datang tepat waktu, seadanya saja yang penting menikmati waktu. Dekorasi, kado, ect aku anggap cuma bonus :)




Baru pas Christmas eve kami putuskan untuk baking. Hahaha, akhirnya ya :p Itu pun nggak yang ribet-ribet. Hanya peanut butter cookies favorit kami karena mudah dan of course vegan friendly. Meski nggak kemana-mana kami juga tetap berusaha terlihat festive. Aku dressed up lengkap dengan pakai pita merah di rambut (biasanya kan kalau di rumah aku piamaan doang, lol). Sedangkan Shane, ---ya dia pakai kaos yang warnanya ngikut dress aku saja :p Aku juga putuskan buat beli bahan-bahannya di mini market komplek apartemen, jadi biar pun cuma beberapa langkah tapi bisa dibilang aku keluar rumah juga kan xD Btw, cookies yang aku dan Shane buat ini bahan-bahannya sedikit, cocok banget sama kondisi minimarket sini yang isinya nggak lengkap, hahaha. Siapa tahu ada yang mau coba, aku share resepnya di sini ya. Ini tuh dijamin anti gagal, ---nggak mungkin nggak enak, kecuali kalau memang nggak doyan/alergi selai kacang ya :D



Vegan Peanut Butter Cookies


Bahan-bahan:

- 100 gram tepung terigu serbaguna.

- 60 gram selai kacang. Mereknya bebas, tapi kalau yang non sugar berarti tambahin lagi gula sendiri.

- Minyak sayur (kira-kira 2 Sdm).

- Koko crunch dan plant mylk (opsional).


Cara membuat: 

Masukkan tepung, selai kacang dan minyak sayur ke dalam wadah. Aduk sampai rata dan nggak lengket. Kalau tekstur masih crumbly boleh ditambahkan minyak atau sepercik plant mylk (aku biasanya pakai almond atau kedelai). Setelah ambil adonan sedikit dan bulatkan. Terus lakukan sampai adonan di wadah habis. 

Gepengkan bola-bola adonan dengan menggunakan garpu, criss cross ya biar kece, hehehe. Terakhir, hias sesuka hati dengan Koko Crunch. Sebenarnya boleh sereal apa saja kok, cuma di lidah aku perpaduan selai kacang sama cokelat itu rasanya paling pas :p


Sebelum dibaked, masukkan adonan cookies ke dalam kulkas selama 5 menit. Sambil menunggu bisa preheat ovennya dulu. Tapi kalau aku sih nggak, ya. Langsung saja panggang di suhu 175 derajat selsius selama 10 menit dengan panas atas dan bawah. 



Aku dan Shane lumayan sering bikin cookies ini. Karena bahan utamanya cuma tepung terigu dan selai kacang, jadi kunci rasanya ada di selainya. Pastikan kalian memang suka dengan merek yang dipakai. Aku sendiri suka pakai selai kacang yang sudah mengandung gula dan garam, bikin hasilnya guriiiiih :p Di grup vegan ada yang bilang pakai selai kacang organik tanpa gula juga enak. Tapi ya balik lagi ke selera masing-masing. Yang pasti selai apapun yang dipilih jangan lupa untuk tunggu cookiesnya sedikit dingin dulu sebelum dimakan. Karena kalau masih panas gampang hancur, ---dan itu sering terjadi sama kami karena nggak sabar makan, hahaha xD




Terus pas Christmas day nya aku ngapain? Masa nggak ada yang istimewa? Ya ada dong! :D Beberapa waktu yang lalu aku order (lagi, entah untuk keberapa kalinya saking cintanya) body scrub, shower scrub dan body lotion Scarlett dari akun official Shopee mereka. Aku ingin self pampering sebagai hadiah buat diri sendiri. Memang sih bisa kapan saja karena Scarlett selalu ada di rak kamar mandi, kamar dan tas aku, tapi kali ini aku benar-benar mau enjoy setiap stepnya, ---benar-benar berurutan dan take my time, supaya di hari istimewa ini aku merasa cantik meskipun nggak pakai baju baru :D



Begitu bangun tidur aku langsung semangat buat mandi, padahal biasanya mager dulu sambil scroll-scroll feed di handpone kan :p Sebelum nyalain shower, dalam keadaan kulit masih kering, aku pakai body scrub Scarlett yang varian Pomegrante dulu. Huaaa, begitu tutupnya dibuka wanginya langsung tercium. Aku suka sih dengan semua aroma body scrubnya Scarlett, tapi aroma floral-fruity gourmand dari Pomegrante ini menurut aku paling segar dan cocok sama karakter aku yang ceria, hehehe. Selain aromanya, yang aku suka dari body scrub Scarlett ini tekstur buliran scrubnya yang halus, jadi nggak sakit waktu diapply ke kulit. Dulu sebelum kenal Scarlett aku sempat trauma pakai body scrub, soalnya rasanya kaya diwaxing, ahahaha :'D Aku serius lho ini. Jadi kulit aku memang tipe berbulu halus lumayan panjang. Nah, pas scrubbing bulu-bulu aku ikut kecabut. Inget banget deh aku sampai curhat sama sepupu sambil nangis-nangis campur ngambek xD



Kulit tubuh aku sensitif, terus ada spot-spot kasarnya juga akibat gesekan dari baju atau terlalu lama diam di satu posisi (---ehm, mager). Nah, body scrub Scarlett ini ampuh banget buat mengangkat sel-sel kulit mati di tubuh aku. Tiap habis scrubbing efeknya langsung terasa. Kulit aku haluuuuus banget. Nggak ada tuh drama bulu lengan tercabut, hahaha. Dan manfaat lainnya juga masih banyak, seperti mengembalikan kelembapan kulit tubuh (please ini penting karena kulit aku gampang kering), membantu mencerahkan kulit tubuh, membantu melancarkan peredaran darah, sebagai sarana rileksasi tubuh seperti yang sedang lakukan :D Membantu meregenerasi kulit setelah eksfoliasi, dan meningkatkan kadar hidrasi yang dibutuhkan kulit tubuh. 


Yang aku rasakan nih ya, manfaatnya itu terasa segera setelah selesai scrubbing. Kulitku lebih moist dan terlihat lebih cerah. ---Ingat ya, CERAH, bukan bikin warna kulit aku pucat atau abu-abu. Aku bahkan pernah tanya Shane apa kulitku memang cerahan atau perasaanku doang, dan dia jawab kalau kulitku memang terlihat lebih segar. Kalau dia yang ngomong percaya dong, soalnya dia si anti sugar coating apapun, hahaha. Goalku memang bukan untuk mengubah warna kulit, ---aku suka warna kulitku apa adanya. Tapi aku ingin kulit sehat dan nggak kusam.  Body scrub Scarlett ini jelas membantu mencapai goalku karena mengandung vitamin E dan glutathione ;)


Satu jar body scrub ini lumayan lama lho habisnya, soalnya isinya 250 ml dan sekali pakai juga nggak yang banyak-banyak amat karena mudah diaplikasikan. (Kan ada tuh tipe body scrub "boros" karena tiap dioles pasti jatuh-jatuh karena nggak lekat di kulit). Beberapa minggu lalu aku juga sempat kasih body scrub ini ke Bapak (---iya BAPAK, hehe). Soalnya body scrub Scarlett bisa dipakai di semua jenis kulit. Formulanya aman, bahkan untuk ibu hamil dan menyusui sekalipun. ---Dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter dulu ya ;)


Selesai scrubbing, waktu mau bilas dan pakai body shower, aku kaget dong ada body shower Scarlett varian Jolly di rak kamar mandi! Perasaan punya aku sudah dipakai setengah botol, lah ini kok ada yang baru :O Spontan aku langsung teriak, nanya ini punya siapa. Dan ternyata ini hadiah Natal dari Shane, dong! Hahaha, ya ampuuuun, so sweet sekali :') Terharu aku, karena rupanya dia ingat betapa sukanya aku dengan si Jolly ini. Sebelum ada shower scrubnya aku pakai lotionnya dulu dan langsung in love sama aromanya. Makanya happy banget waktu tahu Scarlett ngeluarin shower scrub dengan varian Jolly. Aromanya sama kaya lotionnya, awet banget (---menurut aku paling awet dibandingkan varian yang lain). Jadi kalau dipakai barengan tubuhku wanginya berlipat ganda, huehehe... 



Aku busakan shower scrub Scarlett ini di shower puff supaya busanya lebih banyak dan aromanya lebih keluar. Tapi kalaupun nggak (biasanya kalau aku lagi buru-buru), sama sekali nggak mengurangi keefektifan fungsinya kok. Beads nya yang banyak sudah cukup membantu memaksimalkan saat membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati. Kandungan vitamin E, glutathione dan colagennya bermanfaat untuk membuat kulit lebih halus setelah eksfoliasi, mengembalikan kelembapan kulit, dan membantu mencerahkan kulit tubuh. Sama seperti body scrubnya, ini juga bisa digunakan di semua jenis kulit (Shane juga kadang pakai, BTW) dan aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Tapi as always, dianjurkan untuk dikonsultasikan dulu dengan dokter ;)



Oya, aku suka banget sama desain botolnya yang ringkas dan praktikal. Meski isinya 300 ml alias lumayan besar size botolnya, tapi tetap nyaman buat dibawa kemana-mana. Soalnya tutupnya benar-benar anti tumpah dan gampang banget dibuka-tutup karena modelnya flip top. Botolnya juga kokoh tapi nggak bikin shower scrubnya susah keluar. Jadi aku selalu bisa pakai isinya sampai habis bis bis, ---tanpa ada yang nempel-nempel di dinding botol. Menurutku sih ini better than botol dengan pump ya, soalnya aku selalu nemu problem masih ada isinya yang tersisa. 


Selesai mandi dan say thank you lagi sama Shane (sebelumnya say thank you dari kamar mandi, hahaha), aku masuk ke kamar. Bukan buat balik tidur lagi lho, tapi buat pakai body lotionnya Scarlett. Tahu dong pakai varian apa?! Yup, Jolly! Saking sukanya aku sampai bawa kemana-mana. Sebelum libur saja aku sempat fisioterapi dan sengaja bawa si Jolly ke dalam ruangan klinik supaya sesi terapinya jadi lebih fun :D

Waktu duduk di depan meja rias, siap-siap mau pakai lotion, ternyata ada kejutan lain yang menantiku! Ada satu botol baru body lotion Scarlett varian Jolly! Aaaa, ----mumpung belum lepas handuk aku buru-buru keluar kamar lagi buat bilang terima kasih sama Shane, hahaha. Suamiku ini memang baik, tapi dia nggak romantis. Makanya aku selalu amaze kalau dia kasih kado-kado gini meski nggak pakai kata-kata xD



Jolly ini aromanya terinspirasi dari YSL Black Opium. Jadi wangi floriental gourmand gitu, persis kaya body showernya. Meski bisa dipakai kapan saja, body lotion ini paling pas kalau dipakai sehabis pakai body scrub dan body shower, ada efek relaksasinya gitu deh. Botolnya pump, jadi nggak messy. Konsistensinya agak thick ya, makanya kemasannya nggak disamain dengan body showernya yang lebih cair dan cenderung seperti gel ringan. Isinya sama 300 ml, sama dengan body showernya. Makanya lumayan awet, padahal sehari minimal aku pakai dua kali karena kulit aku kering.


Kandungannya nggak main-main, lengkap banget. Ada glutathione, vitamin E, kojic acid dan niacinamide. Bermanfaat untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit tubuh, membantu mencerahkan kulit tubuh, menutrisi kulit tubuh dengan kandungan terbaiknya, dan menyegarkan juga memberi keharuman tahan lama. Seperti yang lainnya, body lotion Scarlett ini juga dapat digunakan di semua jenis kulit dan aman digunakan oleh ibu dan menyusui (dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, yaaa). Shane juga kadang ikut pakai untuk di bagian kulitnya yang bertato karena (katanya) suka kering. 


Ketiga produk Scarlett ini sudah teregistrasi di BPOM, jadi berasa tenang gitu deh pakainya. Aku dari dulu memang selalu cari aman karena kulitku sensitif. Daripada pakai produk yang "katanya, katanya, katanya...", aku sih milih yang sudah jelas saja. Juga yang nggak kalah pentingnya semuanya sudah bersertifikat halal dan nggak diujicobakan pada hewan. Body care yang berlabel "not tested on animals" memang masih jarang di sini, banyaknya produk dari luar. Bangga banget sama Scarlett yang peduli nggak cuma sama kita tapi juga sama hewan :) Dan produk sebagus ini harganya terjangkau banget. Setiap produknya masing-masing Rp. 75.000! Buatku membantu banget supaya bisa konsisten pakainya karena nggak khawatir nggak terbeli, hahaha :D (Hemat, guys, lol).


Ngomong-ngomong soal hemat, Scarlett ada paket hematnya juga, lho. Harganya Rp. 300.000 dan sudah dapat 5 item plus dapat box exclusive dan free gift! Aku belum pernah, sih, tapi next pas lotion etc aku habis pasti beli yang paket hemat ini. Teman-teman yang mau beli (---masih belum telat buat beliin aku kado tahun baru, lhooo, huehe, maksa ya) bisa langsung melalui link yang tertera di bio instagramnya Scarlett, @scarlett_whitening.



Setelah selesai memanjakan diri, aku hangout di ruang TV sama Shane, eat more cookies dan begitu terus sampai malam lalu kami ketiduran :D Tahu apa yang bikin aku semakin happy? Literally pas kami bangun kado Natal dari Ibu Mertua tiba! Waaa, aku dan Shane langsung kaya bocah lagi xD Isinya macam-macam, dari mulai pernak-pernik sampai baju kembaran. Duh nggak Ibu Mertua, nggak Ibu, dua-duanya kalau kasih kado pasti isinya dua dan kembar supaya nggak berebutan, hahaha. Tapi kado-kado ini bukan berarti yang terpenting, seperti yang aku bilang sebelumnya, kado yang terindah adalah keluarga dan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Aku beruntung dan bahagia memiliki mereka. Meski aku sekarang tinggal berdua saja dengan Shane, tapi bukan berarti kami berjauhan di hati. Kami tetap "berkumpul" meski lewat telepon dan internet :)




Sekali lagi, Merry Christmas and happy new year! (Masih Februari kan, hehe!).


xx,


Indi


Kamis, 31 Desember 2020

Our Christmas Story :)


Waaa, besok sudah tahun baru lagi guys! :') Setelah tulisan Halloween kemarin, sebenarnya aku langsung nulis tentang anniversary pernikahan, lho. Tapi karena kepotong-potong sama mager dan aktivitas sehari-hari (apaan, sih, hahaha), jadi baru selesai setengah. Tadinya sih mau aku lanjutin sekarang mumpung lagi buka laptop (di window lain aku lagi nonton film horor, lol), tapi rasanya bakal lebih relevan kalau aku nulis tentang Christmas kemarin. Iya nggak sih, mumpung baru lewat beberapa hari :D

Mele Kalikimaka!


Kalau lihat status teman-teman di Whatsapp dan Instagram, kemarin-kemarin itu lagi warna-warni banget. Ada yang main ke villa, ke luar kota, ke tempat wisata, bahkan yang ngemall juga ada. Aku sempat ngiler dan bilang soal ini sama Shane. Maunya kemana gitu di libur Natal ini. Tapi kok setelah dipikir-pikir lagi nggak wise ya... Mungkin orang lain bisa disiplin menjaga protokol kesehatan. Tapi bagi aku dan Shane, meski sudah maskeran dan selalu bawa hand sanitizer, somehow masih was was. Yaaa... daripada malah kepikiran yang nggak-nggak dan jadi nggak menikmati liburan, diputuskanlah untuk stay di rumah saja. Sampai detik ini kami memang masih melakukan apa-apa dari rumah. Dari mulai bekerja, berbelanja sampai untuk hal hiburan (membeli film, musik, dll). Kecuali kalau nggak bisa dihindari, seperti mengurus KITAS, ---izin tinggalnya Shane atau ke dokter. Syukurnya sih di tahun 2020 ini kesehatan kami baik, jarang sekali ke dokter dan nggak ada masalah yang serius. Semoga sih tahun depan dan berikutnya juga begitu ya :) Amin...


Gak pakai rencana juga sampai bikin to do list gitu, tapi kami lebih let it flow sih. Kalau mau ngapain ya lakukan saja, asal terasa suasana Christmasnya. Dan masih sama seperti tahun kemarin, rumah kami masih sepi ornamen, hehehe. Padahal Ibu Mertua sudah mau mengirimi kami pohon Natal mungil, lho. Tapi terpaksa batal karena setelah dihitung biaya kirimnya hampir 10 juta, belum termasuk bea cukainya. Mending beli di sini saja lah, bisa dapat pohon sama makan buat sekomplek kalau segitu :'D 

Jauh-jauh hari aku sudah ditanyain kepengen hadiah apa dari Ibu Mertua. Jujur tiap ditelepon aku selalu menolak, ---bukannya apa-apa tapi aku masih trauma sama ribetnya proses mengambil kado Natal sejak tahun 2018-2019. Kalau aku ceritakan bisa nggak lanjut nih cerita Natalku saking panjangnya. Pokoknya ribet, ribet, ribet dan MAHAL :( Akhirnya kami sepakat untuk membeli kadonya di Indonesia saja. Jadi aku tinggal bikin list apa saja yang aku mau dari toko lokal, lalu tinggal bilang sama Ibu Mertua.


Eh tapi ternyata...

Sepakatnya batal, hahaha. Namanya ibu-ibu ya di mana saja sama. Beliau merasa bukan Christmas kalau aku dan Shane nggak menerima kado secara langsung. Jadi setelah aku bikin list hadiah untuk dibeli di sini, beliau masih "maksa" untuk bikin list lain yang nanti akan dikirim dari Amerika. Mau nolak sudah nggak bisa, salah-salah aku malah menyinggung. Jadi aku pun setuju dan secara khusus hanya menulis benda-benda kecil di wish list kami. Harapan aku sih biar mertuaku nggak harus keluar biaya terlalu banyak untuk menebus hadiahnya di sini. Karena aku tahu beliau pasti nggak akan membiarkan kami membayar biaya bea cukai sendiri meskipun sebenarnya "tugas" beliau untuk proses mengirim hadiah sudah selesai. 


Hadiah-hadiah dari Ibu Mertua dan kartu Natal (tapi disembunyikan karena ada fotonya, hihi).


Aku dapat kado dari Shane xD


Aku dan Shane menerima kado Natal kami tepat waktu. Untuk prosesnya sengaja nggak aku ceritakan di sini karena pasti mengganggu mood, ---baik moodku dan juga yang membaca, hahaha. Di luar keribetannya, aku dan Shane senang sekali karena bisa menerima kado secara tradisional. Maksudnya, kado yang di dalam boks, dan kami bisa merobek kertas pembungkusnya :) Yang kupinta hanya piyama, the Body Shop, cat kuku, sarung bantal guling warna coklat, ditraktir ke salon (lol) dan lensa kontak karena mataku minus. Tapi ternyata Ibu Mertua juga mengirimi hadiah lain. Aku dapat bando berwarna-warni yang bikin aku senyum-senyum. Rasanya lucu dan manis saja karena beliau mengerti sekali betapa aku suka pakai aksesoris rambut (dua tahun lalu malah dikirimi satu kantung pita rambut, hahaha). Kadang aku berpikir, kalau menikahnya bukan dengan Shane mungkin siapapun mertuaku itu nggak akan segini mendukungnya dengan penampilanku yang kata orang kaya anak kecil :p Aku juga dapat chopper untuk sayuran yang seriusan, begitu bungkusnya dibuka langsung aku cuci dan pakai saking senangnya. Jadi aku sudah lama ingin dan BUTUH banget benda ini. Tapi somehow nggak pernah jadi prioritas kalau belanja (---prioritas aku makanan, astaga). Yang bikin aku cengar-cengir ternyata candaan kepengen printilan macam pengharum ruangan saja beneran dibeliin dong, sampai 4 biji dan sekarang sambil nulis aku agak-agak pusing karena semua kemasannya sudah dibuka SEMUA sama pihak bea cukai. Wanginya jadi tabrakan, bhahahaha... 


Dari semua kado itu ada yang sangat istimewa buatku. Dress batik. Iya, batik Indonesia. Tapi yang bikin istimewa justru bukan batiknya, melainkan alasan Ibu Mertua kenapa beliau membelinya. Katanya karena ia tahu aku sangat suka batik. Jadi waktu beliau nggak sengaja melihatnya di toko, ia bilang harus membelinya untukku. Aww, bless her heart :') Aku harap suatu hari bisa membalas kebaikannya. Tahun ini aku nggak bisa memberi apa-apa untuknya (katanya tas dari kami tahun kemarin pun masih bagus dan masih sering dipakai). Aku tahu beliau pasti nggak mengharapkan apa-apa, but still... :)


Berfoto di balkon. Langit saking gelapnya jadi mirip backdrop hitam :’D


Suka banget sweater ini. Pas aku pos foto ini di Instagram Ibu pun langsung memuji sweaternya ;D


Setelah kado-kado yang menghangatkan hati, masih ada hangat-hangat yang lain dalam arti sesungguhnya. Aku dan Shane mencoba baking! :p Ya... kalau sekedar bikin kukis sama kue Oreo sih sering, ya meski hasilnya begitulah (nggak usah dibahas, lol). Tapi untuk pertama kalinya entah apa yang merasuki (cieh sosisssonais), aku ingin membuat cinnamon rolls sendiri :D Meski kami vegan tapi kami menolak missing out. Prinsip kami sih nggak ada makanan apapun yang nggak bisa "divegankan" :p

Kebetulan di dapur ada stok kayu manis bubuk yang tadinya mau aku gunakan untuk memasak kari. Tapi lalu aku ingat kalau aku itu nggak bisa masak, hahaha. Setelah googling ditambah mengarang bebas, akhirnya kami baking dengan alat seadanya. Bangga sekali, tanpa membuat dapur terlalu berantakan (biasanya sampai pecaaaaah ke ruang TV), akhirnya kami berhasil membuat cinnamon rolls pertama kami :'D Rasanya? Enak banget dong! Bentuknya jelek? Biarin! Hehehe. Eh, ini seriusan enak lho. Seenggaknya cukup enak lah sampai aku pede buat share resepnya. Ini aku SS dari Instagramku. Siapa tahu ada yang mau coba. Eggless dan dairy free. Yang nggak vegan tapi alergi bisa banget coba :)


Cinnamon rolls vegan ala-ala. Bentuk boleh gak jelas, tapi rasanya jelas enak :p


Resep ala aku :p


Ada tradisi nggak tertulis yang aku yakin dilakukan oleh banyak orang di seluruh dunia di bulan Desember; Menonton film Home Alone. Hahaha.

Ayo ngaku! :D

Tapi tahun ini ternyata kami melewatkannya. Padahal jauh-jauh hari aku sudah request untuk nonton film Home Alone 2 karena ada kenangan tersendiri dengan film itu (---yang pernah membaca "Waktu Aku sama Mika" mungkin ingat). Kenyataannya kami malah menonton film yang terduga sama sekali; Sister Act 1-2 dan Christmas Carol! Sister Act adalah film yang di masa kecil yang sering diputar ulang oleh aku dan Puja, adikku. Menontonnya kembali setelah entah berapa tahun, apalagi bersama Shane terasa begitu menyenangkan. Ada perasaan nostagic juga bahagia karena bisa berbagi film kesukaanku dengan orang yang sangat berarti. Juga Christmas Carol yang selalu mengingatkanku dengan rumah orangtua. Aku masih punya VCD nya di sana, di suatu tempat. 


Menonton Christmas Carol.


Sisanya, aku dan Shane menjalani bulan Desember seperti hari-hari biasa. Ada hari-hari di mana kami memakai outfit Christmas kami, menonton film-film bertema Christmas, ---tapi ada juga hari-hari di mana kami menonton film horror atau bahkan nggak melakukan apa-apa seharian. Seperti yang sudah kubilang, just let it flow, karena justru itulah yang membuat kami sangat menikmati waktu :)

Sekarang Natal sudah selesai dan kami bersiap menyambut tahun baru. Rencananya kami akan menginap di rumah orangtua bersama dua keponakan, Ali dan Abi Cody. Perasaanku dengan datangnya tahun 2021 masih campur aduk, you know what I mean... Tapi bukan berarti aku pesimis, karena tahun yang baru adalah simbolis bagi awal yang baru. Jadi nggak ada alasan untuk khawatir berlebihan, kan :)



Soooo, bagaimana dengan Natal kalian? Semoga semuanya menyenangkan ya. Dan untuk yang harus menghabiskan Natal dan tahun baru nanti sendirian... peluk virtual dari aku dan Shane di sini. Things will get better. Amin :)


(Video musik terakhir aku dan Shane di tahun 2020. Pengguna mode Mobile klik di sini )



cheers,


Indi


---------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 28 Desember 2019

Tulisan Pendek di Akhir Tahun 2019 :)

Nggak terasa tahun 2019 akan segera berakhir. --- Well, at least buatku begitu, nggak terasa. Dibandingkan dengan tahun kemarin, tahun ini terasa sangat cepat buatku. Rasanya baru kemarin aku main kembang api di halaman rumah ortuku sama keponakan, eh tahu-tahu sekarang ada di sini, lagi nulis di rumahku sendiri sambil minum soda yang sudah flat, hahaha. Tahun 2019 adalah tahun yang baik buatku, dalam artian ada momen-momen menyenangkan tapi ada juga momen-momen yang.... begitulah, yang nggak bisa dibilang buruk tapi juga nggak bisa dibilang bagus. Ulang tahun pernikahan yang pertama adalah salah satu momen menyenangkan dan nggak terlupakan. Aku belum sempat menceritakannya di sini (---mungkin nanti). Juga waktu untuk pertama kalinya menjadi juara 3 di kontes musik, yang buatku "luar biasa" karena sebelumnya hanya sampai 100 besar saja, hahaha. Dulu, aku selalu nggak sabar untuk berbagi cerita di sini, apapun akan aku share dengan cepat. Tapi sekarang berbeda, dan aku rasa perubahan ini adalah proses pendewasaanku di tahun 2019.

Kalau sudah menikah hidup akan berubah, begitu kata teman-teman. Ada yang sibuk menjadi ibu rumah tangga, ada yang sibuk menjadi ibu baru, ada yang sibuk mengurus keuangan rumah tangga, dan lain sebagainya... Tapi aku nggak setuju. ---Bukan berarti teman-teman aku salah, tapi setiap pernikahan itu berbeda. Apa yang aku alami belum tentu sama dengan mereka, begitu juga sebaliknya. Aku masih tetap aku, dengan rutinitas yang sama. Meski berumah tangga terpisah dari orangtua sejak bulan keenam menikah, aku dan Shane nggak mendadak menjelma jadi "ibu-ibu" dan "bapak-bapak". Kami tetap act like a best friend. Aku tetap hangout bersama teman-teman perempuan, Shane pun bisa berjam-jam menghabiskan waktu dengan bermain musik dan kami tetap sama-sama happy :) Kami nggak pernah dipusingkan dengan "kata orang" tentang apa dan bagaimana pernikahan itu seharusnya. Buat kami nggak ada benar nggak ada salah. Jalani saja semua dengan santai (dan bertanggung jawab). Karena pernikahan seharusnya fun, dan kami bersyukur bisa mengalaminya.

Tapi aku tetap "berubah", dan itu bukan kerena pernikahan. Aku hanya menjadi dewasa, as simple as that. Shane (atau siapapun) nggak pernah melarang atau memintaku melakukan sesuatu. Aku boleh pakai tato di wajah kalau mau, atau nggak mandi satu minggu tanpa alasan, hahaha. Semakin bertambah usia, semakin aku berpikir sebelum melakukan sesuatu. Dulu aku adalah orang yang sangat vocal dalam mengemukakan pendapat, hampir setiap hari aku menulis di status Facebook. Ada keenngaknyamanan sedikit saja aku pasti langsung share. It's not a bad thing, tapi sekarang aku lebih berhati-hati dengan dampaknya. Sebisa mungkin aku menghindari agar nggak ada yang merasa tersinggung, atau malah aku yang terkena masalah. Aku berusaha mengerem agar nggak over share. Punya gadget baru, habis makan di restoran fancy, difollow sama idola memang "keren". Tapi aku merasa nggak perlu update puluhan foto dan menulis status panjang lebar buat menceritakan itu semua. Bukan berarti aku stop berbagi, hanya membatasi. Aku sendiri senang banget kok baca cerita atau lihat-lihat foto teman-temanku. Melihat orang lain bahagia kan bikin ikut bahagia. Jadi nggak ada yang salah dengan berbagi pengalaman dalam bentuk tulisan atau foto :)

Kita memang nggak punya mesin waktu, nggak bisa bolak-balik buat melihat apa yang terjadi sama kita kalau kita ubah skenario hidup dari A ke B seperti buku Goosebumps zaman dulu (hayo ada 90's babies atau kids nggak di sini? haha). Jadi aku nggak bisa tahu apa yang terjadi seandainya sekarang aku belum menikah. Tapi bukan berarti tanpa pernikahan aku nggak akan "berubah". Nggak ada yang bisa menghalangi seseorang dari proses pendewasaan terkecuali pikirannya sendiri. Intinya, perubahan status bukan berarti membuat seseorang otomatis menjadi dewasa. Aku bisa saja sedang duduk di sebelah Steven Tyler sekarang, di penerbangan kelas utama tapi kalau aku "memilih" untuk stuck, ya aku nggak akan dewasa.
Well, anyway sebenarnya inti dari post aku kali ini cuma mau mengucapkan selamat hari Natal dan tahun baru, kok, entah kenapa jadi panjang lebar, hahaha. Nggak apa-apa ya sekedar berbagi, lagipula aku rindu "ngobrol" sama kalian (haloooo readers) karena cukup lama nggak menulis di sini.


Outfit Christmas kompakan sama Ali, dibuatkan oleh Ibu :)

Sama Shane juga kompakan dong! :D


Oh iya, aku juga punya kabar yang mungkin saja bermanfaat buat teman-teman yang belum tahu mau kemana buat liburan akhir tahun. Di 4 kota di Indonesia; Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta sedang ada event "Out of the Boox", lho. Di sana kita bisa membeli buku-buku dari segala macam genre, lokal dan internasional dengan diskon sampai 90%! Keren banget, kan. Event ini diadakan sampai tanggal 30 Desember 2019. Jadi kalau mau beli buku buat kado tahun baru masih bisa banget! Pssst, novelku "Waktu Aku sama Mika" juga ada di sana. Boleh banget dijadiin kado, atau buat koleksi jaga-jaga kalau yang satunya lecek :p Buat lokasi di masing-masing kota bisa dilihat di gambar ya (silakan googling kalau bingung dengan alamat lengkapnya). Dimulai dari pukul 9.00 sampai 21.00 WIB, ---khusus di Surabaya sampai pukul 21.30 WIB! Besok rencananya aku dan Shane juga mau ke "Out of the Boox" yang di Bandung. Mau beli buku buat stock liburan, maklum sedang mager maksimal malas kemana-mana mending baca buku, hahaha. 




Sekali lagi, Merry Christmas and Happy New Year, ya. Semoga di tahun 2020 segalanya menjadi lebih baik buat kita semua, dan semua rencana yang tertunda bisa terealisasi. Amin.

Sekian tulisan singkatku yang campur aduk kali ini. Soda flatku sudah habis jadi sekarang mau tidur dulu. Eh, besok ada yang mau ke "Out of the Boox" juga kah? Siapa tahu kita bertemu ;)


yang sedang dalam proses menjadi dewasa,

Indi




------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 31 Desember 2015

Kalau Indi dan Microwave Bersahabat di Malam Tahun Baru...

Yay! Tahun baru hampir tibaaaa. Who’s excited?? Kalau aku sih jangankan tahun baru, minggu baru atau malah hari baru pun excited sekali, hihihi. Aku selalu merasa kalau setiap hari adalah awal yang baru, ---kalau hari ini nggak berjalan sesuai rencana, don’t worry, ada hari esok. Waktu keberhasilan kita tertunda rasanya memang nggak nyaman, it’s okay kalau mau menangis atau marah, tapi jangan lama-lama karena kita bisa mulai lagi semuanya dari awal. Aku bersyukur dengan bagaimana tahun 2015 berjalan. Banyak hal yang aku cita-citakan akhirnya tercapai, meski yang belum pun masih banyak. Tapi jangan khawatir, tahun 2016 sudah di depan mata, hihihi.



Well, aku nggak akan bercerita tentang resolusi tahun 2016 atau berbagi moment-moment di tahun 2015. ---Atau at least sekarang karena rasanya sedang ingin menulis yang santai-santai saja :p Malam tahun baru biasanya aku habiskan bersama keluarga di rumah; movie marathon, makan bersama dan terjaga sampai tengah malam (---eh, hari-hari biasa juga aku begadang ding, hihihi). Rencananya kali ini pun akan begitu, tapi bedanya sekarang aku akan memasak! Kalau biasanya hanya Ibu dan Bapak yang sibuk di dapur, sejak beberapa minggu yang lalu aku sudah direquest untuk menambah menu di hidangan malam tahun baru kami. Bukan menu yang sulit-sulit tentu, tapi menu sederhana yang cepat sehingga cocok dimakan saat movie marathon. Berhubung aku nggak terlalu betah berlama-lama di dapur (---kecuali untuk main-main dan nyicipin makanan, lol), jadi diputuskan untuk masakan kali ini adalah... *drum roll* QUICK MICROWAVE MEALS ALA INDIIIIIIII *tepuk tangan*
Mau tahu apa saja menunya? Aku akan share resep dan fotonya di sini, ---siapa tahu saja ada yang sama malasnya denganku untuk bermacet-mecet keluar rumah dan memilih makan di depan TV saja, hihihi :p


1. Roti Bakar dalam Mug


Yumm, siapa yang suka roti bakar tapi malas dengan remah-remahnya? *angkat tangan tinggi-tinggi* Kalau biasanya makanan ini populer untuk menu sarapan, buatku ini adalah menu setiap saat. Kalau tengah malam lapar aku bikin ini, ---kalau habis lunch masih lapar juga bikin ini, hihihi. Bedanya dengan roti bakar biasa yang ini disajikan dengan mug, jadi setelah keluar dari microwave tinggal ambil dan bisa dimakan di mana saja.

Bahan-bahan:
~ 2 potong roti tawar
~ 1 Butir telur
~ Keju parut secukupnya
~ 2 sendok teh mentega/butter
~ 3 sendok makan makan susu
~ Secubit garam dan merica

Cara membuat:
~ Olesi mug dengan mentega lalu masukan roti yang sudah dipotong dadu.
~ Di gelas/mangkuk terpisah kocok 1 butir telur, 2 sendok teh mentega/butter, susu, garam dan merica sampai rata.
~ Siram bahan yang sudah dikocok ke atas roti, biarkan sampai meresap (kira-kira 60 detik) lalu beri topping keju.
~ Masukan ke microwave selama 3 menit dengan suhu sedang, dan... siap dinikmati ;)


2. Bownies Terenak Sedunia (---sedunia kecil Indi maksudnya, lol) di Dalam Mug


Cokelaaaaat! Katanya sahabat terbaik perempuan kalau sedang PMS. Oh well, aku PMS setiap hari kalau begitu :p Aku suka sekali dengan rasa brownies yang nggak terlalu manis dan teksturnya yang nggak terlalu lembut. Kalau sudah dapat yang rasanya pas, uh rasanya nggak mau sharing, hihihi. Nah, kalau porsinya pas 1 mug pasti nggak ada yang tega untuk minta, dong :p

Bahan-bahan:
~ 2 sendok makan cocoa powder
~ 3 sendok makan terigu
~ 3 sendok makan susu cair
~ 2 sendok makan gula
~ Secubit garam
~ 3 sendok makan minyak sayur

Cara membuat:
~ Masukan semua bahan ke dalam mug, aduk hingga benar-benar rata. Masukan ke dalam microwave selama 3 menit dengan suhu sedang, dan brownies porsi egois pun siap dimakan. Hati-hati masih panas :p


3. Pizza Terong



Sebagai seorang pesco-vegetarian penggemar pizza, mencari pizza yang aman lumayan tricky. Apalagi untuk memesan pizza di malam tahun baru pasti perlu waktu yang lama karena waiting list di mana-mana. Nah, daripada pusing berburu pizza, kenapa nggak bikin sendiri saja? It’s healthier and tastier, of course ;)

Bahan-bahan
~ 2 buah Terong ungu (untuk porsi 1 loyang)
~ Bawang Bombay
~ Tomat
~ 1 mangkuk keju parut
~ Minyak atau mentega
~ Garam dan merica secukupnya

Cara membuat:
~ Olesi loyang/pyrex dengan minyak atau mentega hingga rata.
~ Iris terong dan susun di atas loyang sampai menutupi dasarnya, taburi garam dan merica. Lalu taburi keju sampai terong tertutup.
~ Ulangi proses di atas untuk layer yang kedua, lalu berikan toping bawang bombay dan tomat.
~ Masukan ke dalam microwave selama 15 menit dengan suhu sedang. Keluarkan, dan selamat menikmati pizza (almost) guilt free! Hihihi :)


4. Mac and Cheese ala Kevin McCallister di Film Home Alone


“Bless this highly nutritious microwavable macaroni and cheese dinner and people who sold it on sale. Amen.”
Hahaha, ada yang ingat dengan doa Kevin di Film Home Alone ketika ia menunggu Marv dan Harry setelah mencuri dengar kalau rumah orangtuanya akan dirampok? Sejak kecil sampai sekarang Home Alone adalah film liburan terbaik yang selalu menghibur untuk ditonton setiap tahun. I love Kevin and his mac ‘n cheese! Setiap lihat scene dinner aku selalu ikut lapar dan amaze dengan betapa yummy lookingnya mac ‘n cheese instan keluaran dari Kraft itu, ---meski aku tahu betul yang asli nggak terlihat seperti itu, lol. Yep, kalau diperhatikan di scene belanja, Kevin membeli mac ‘n chesse instan, jadi ia nggak membuatnya sendiri. Tapi kalau mau buat sendiri bisa lho, dan aku yakin rasanya nggak kalah dengan punya Kevin.

Bahan-bahan:
~ 1 mangkuk makaroni
~ 1 cangkir susu
~ 1 mangkuk keju parut
~ Bawang bombay
~ Tomat
~ Garam dan merica secubit

Cara membuat:
~ Masukan makaroni, susu, garam dan merica ke dalam mangkuk. Panaskan di microwave selama 10 menit di suhu sedang.
~ Keluarkan, lalu aduk-aduk sampai rata sambil ditambahkan tomat, bawang bombay dan keju.
~ Masukan kembali ke dalam microwave selama 5 menit dengan suhu sedang, dan... that’s pretty much it! Marv dan Harry saja bisa dihadapi, apa lagi tahun baru, hihihi. “Merry Christmas, ya filthy animal. And a happy new year!” *yang ingat adegan ini keren, lol*


5. Potato Chips Super Renyah



Kalau sambil nonton film mulutku pasti maunya ngunyah terus. Favoritku selain popcorn ya keripik kentang. Karena yang biasa dijual biasanya rasanya terlalu asin plus ada penyedap sapi atau ayamnya, jadi aku pilih untuk bikin sendiri. Caranya super mudah dan nggak terlalu lama, ---hampir samalah dengan jalan ke mini market buat beli sebungkus chips, hehehe.

Bahan-Bahan:
~ 1 buah kentang
~ Secubit garam dan merica

Cara membuat:
~ Taburkan garam dan merica di atas piring/pyrex.
~ Iris tipis kentang (lebih baik menggunakan potato slicer) lalu susun di atas piring atau pyrex. Pastikan nggak mengenai satu sama lain supaya nggak lengket. Kembali taburkan garam dan merica di atasnya.
~ Masukan ke dalam microwave selama 8 menit dengan suhu paling panas. Keluarkan, lalu balikan kentangnya satu persatu.
~ Kembali masukan ke dalam microwave selama 8 menit dan ya, you officially impressed yourself :D

Ngetik resep-resepnya dan melihat kembali foto-fotonya saja sudah membuat aku drooling. Ah, jadi nggak sabar untuk masak dan melahapnya sambil movie marathon bersama keluarga di malam tahun baru, hihihi. Aku sebenarnya agak nggak enak juga sih karena nggak masak yang istimewa buat Eris, anjing mungil kesayangan kami. Jadi sebagai gantinya aku belikan saja makanan kaleng kesukaan Eris. “Kakak Indi masak buat kamu pas ulang tahun saja ya, sayang,” hihihi :p Memang, makanan bukan hal terpenting dari tahun baru, tapi nggak ada salahnya untuk melakukan hal yang istimewa. Anggap saja sebagai cara bilang, “Yeah, aku berhasil melewati tahun 2015 dengan baik”, ---atau dengan kata lain sebagai ungkapan syukur :) Kalau kalian, apa yang akan dilakukan di malam tahun baru? Selain bersyukur dan berdoa, apakah akan berjalan-jalan dengan keluarga, movie marathon, main kembang api? Share me! :) Dan oh, iya sampai lupa, ini ada hadiah kecil untuk yang merayakan natal dariku, video cover ukulele dan kazoo “Mele Kalikimaka”. Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016, guys. Let’s ROCK this year! :)


yang masih anggap kalau Macaulay Culkin itu cute,

Indi
__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469