Tampilkan postingan dengan label preschool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label preschool. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

The Adventure of Snow White and Seven Dwarfs, by ME! Yaiy! :D



Jika sering mampir ke blog ini pasti teman-teman tahu bahwa gue suka sekali dengan hal baru. Mempunyai pengalaman pertama kali itu rasanya excited, kadang-kadang bikin deg-degan tapi penasaran. Well, seperti kata Om John, sebenarnya every moment is first, alias apa yang kita alami setiap hari meskipun hal yang sama pasti saja ada pelajaran baru yang kita dapat. Tapi kalau pengalamannya benar-benar pertama kali alias masih blank dengan hal tersebut, excited nya terasa berkali-kali lipat! :D

Dan gue baru mengalami 'the very first experience' itu beberapa waktu yang lalu. Secara nggak sengaja, karena celetukan iseng gue waktu meeting dengan seluruh tim di preschool tempat gue bekerja. Seperti biasa, setiap tahun diadakan school leavers' ceremony, acara pelepasan anak-anak yang sudah lulus atau akan pindah ke sekolah lain. Temanya berganti-ganti, nah tahun ini "Prince and Princess". Biasanya anak-anak dan teachers akan berpakaian sesuai tema lalu makan bersama dengan menu yang juga sesuai tema. Di meeting ada beberapa teman yang mengajukan ide untuk membuat sesuatu yang berbeda, misalnya di saat acara diputar video yang berisi kegiatan anak-anak saat di kelas. Lalu ada yang memberi ide bagaimana jika kegiatan yang direkam sesuai tema dengan melibatkan seluruh anak secara bersamaan. Mendengar ide seperti itu entah kenapa tiba-tiba gue tunjuk tangan dan berkata, "Aku bisa bikin naskahnya!"

Perhatian seluruh ruangan pun langsung tertuju pada gue yang baru sadar bahwa celetukan tadi dianggap serius. Dengan hati dag dig dug gue mengumpulkan keberanian untuk menarik kembali kata-kata gue. Tapi sebelum itu terjadi teman-teman gue sudah berkomentar bahwa itu ide yang bagus. Ya, ampun... kalau tiba-tiba gue bilang bahwa yang tadi itu cuma candaan, bisa-bisa gue dianggap merusak kekhidmatan meeting, hehehe. Ya sudah, karena terlanjur akhirnya gue mengangguk dan berkata, "Iya, nanti malam aku akan buat naskahnya, aku pastikan semua terlibat. Sepertinya petualangan Puteri Salju dan 7 kurcaci akan pas, karena anak-anak yang lulus juga jumlahnya ada 7, kan? Anak-anak yang lebih kecil juga akan kebagian peran, termasuk teachers."
Entah bagaimana caranya gue bisa 'nyerocos' menjelaskan tentang kerangka naskah sekaligus tiba-tiba dapat ide tentang Snow White. Mungkin karena gue tiba-tiba ditodong. Padahal seumur hidup satu-satunya naskah yang pernah gue pegang hanya naskah film Mika, yang diambil dari novel gue. Dan yang membuatnya tentu saja orang lain, hehehe.

Malamnya gue langsung membongkar kotak kenangan gue, mencari naskah film Mika dan mempelajarinya. Gue memang sudah membacanya ratusan kali karena ikut memberi masukan, tapi dulu sama sekali nggak terbayang jika gue di posisi penulis naskah. Ya, ini memang naskah drama tingkat preschool, bukan film layar lebar, tapi gue tetap ingin total, membuatnya sebaik mungkin :) Langkah pertama gue membayangkan jalan ceritanya. Meskipun judulnya "Snow White" tapi tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan anak-anak dan kultur di Indonesia. Berhubung harus menampilkan bakat setiap kelas, jadi gue pikir akan tepat sekali jika ceritanya dibuat petualangan seperti Wizard of Oz.

The script :)

Benar-benar surprise, ketika di depan laptop jari-jari gue lincah sekali mengetik. Cerita diawali dengan Evil Queen yang merasa kecewa karena ada yang menyaingi kecantikannya, yaitu Snow White. Jadi ia menyamar sebagai nenek tua (she's a wicked witch) yang memberikan apel beracun kepada Snow White. Ketika racun mulai bekerja datanglah Good Fairy bersama 7 kurcaci. Ia berkata pada Snow White bahwa Prince Charming bisa menyembuhkannya. Maka Good Fairy menugaskan kepada 7 Kurcaci untuk menemani Snow White mencari Prince Charming. Selama perjalanan mereka singgah ke berbagai desa yang penduduknya berbaik hati mengizinkan untuk ikut beristirahat bahkan memberikan pertunjukan untuk menghibur hati mereka yang sedang bersedih. Sayangnya sebelum mereka tiba di desa terakhir tempat dimana Prince Charming berada, Snow White semakin melemah. Ia berkata akan tidur sebentar tapi ternyata sampai 7 Kurcaci mencoba membangunkannya ia tetap tertidur. Saat itulah Prince Charming yang sedang berjalan-jalan di hutan melihat 7 Kurcaci yang menangis sambil mencoba membangunkan Snow White. 7 Kurcaci meminta tolong pada Prince Charming yang menurut Good Fairy mempunyai sesuatu untuk menyembuhkan Snow White. Tanpa ragu Prince Charming langsung memeluk Snow White diikuti oleh 7 Kurcaci. Pelan-pelan Snow White terbangun dan disambut oleh keceriaan 7 Kurcaci. Prince Charming menjelaskan bahwa racun yang diberikan oleh Wicked Witch adalah kebencian dan rasa iri, jadi pelukan yang tulus adalah penawarnya. Naskah ditutup dengan adegan 7 Kurcaci yang melihat Wicked Witch sedang memperhatikan mereka dengan wajah marah karena kecewa dengan kesembuhan Snow White. Teringat kata-kata Prince Charming mereka langsung menghampiri Wicked Witch dan memberikannya pelukan yang tulus. Wajah Wicked Witch berubah menjadi lebih halus dan tersenyum, ternyata pelukan juga bisa merubahnya menjadi orang baik yang bebas perasaan benci dan iri. The End! :)



Snow White dan 7 (plus 1) kurcacinya sudah mirip belum? :D

Dengan lega gue menutup laptop dan bersiap tidur. Ternyata gue benar-benar bisa menyelesaikannya dalam waktu semalam. Ketika menulis bayangan siapa yang cocok untuk memerankan masing-masing karakterpun ikut terbayang. Penduduk desa-desa tentu saja akan diperankan oleh kelas kecil sampai kelas besar. Prince Charming akan diperankan oleh Mr. Dave. Good Fairy tentu saja cocok diperankan oleh Miss. Alison yang punya wajah fairy dan karakter yang wise, hehehe. Evil Queen a.k.a Wicked Witch akan diperankan oleh Miss. Nensi yang memang sering bermain teater. Untuk Magic Mirror yang hanya sebentar tapi sangat penting gue rasa akan cocok diperankan oleh Miss. Gilang. Sedangkan untuk pemeran Snow White ketika meeting semua setuju bahwa gue yang memerankannya. Hihihi, ini bukan karena gue yang membuat naskah jadi kebagian peran utama, lho. Tapi karena Snow White akan ada di setiap scene jadi akan mengontrol pergantian anak-anak yang berperan. Selain itu, what a cute coincidence, beberapa parents memang memanggil gue dengan sebutan Miss. Snow White. Mungkin karena rambut gue yang pendek, ya :) Sekarang yang gue pikirkan sebelum tidur tinggal apakah naskah gue akan disetujui dan apakah grammar nya sudah oke. Karena gue bekerja di preschool berbasis kurikulum British (dengan dua bahasa pengantar), jadi naskah harus dibuat dengan berbahasa Inggris. Kalau salahnya banyak maluuuu, hehehe.

Paginya serahkan naskahnya kepada Miss. Alison dan siangnya langsung mendapat kabar bahwa ia (dan yang lainnya) suka dengan naskah buatan gue. Katanya pesan moralnya bagus dan salut dengan penempatan cast anak-anaknya di setiap adegan. Wah, gue lega sekali, naskah sepanjang 20 halaman yang dibuat hanya semalam ternyata dinilai positif :D Tapi kalau soal grammar masih ada yang perlu diperbaiki, sih. Syukurlah Miss. Alison memaklumi karena nggak banyak-banyak amat, hehehe (Katanya Bahasa Inggris gue kacau karena too much Aerosmith, lol). Saking senangnya gue sampai lupa kalau gue nggak punya kostum Snow White. Untung saja gue punya Ibu yang super kreatif. Kami hunting kain-kain murah dan semalam sebelum hari H (yes, semendadak itu) ia meminta pegawainya untuk menjahitkannya untuk gue. Oh, iya berhubung kain yang dipakai adalah yang termurah dari yang bisa kami temukan, jadi model kostum Snow White nya pun disesuaikan dengan yang versi kartun, lebih sederhana dibandingkan dengan versi para 'face character' yang ada di Disney Land. Kalau gue beli kain yang mahal kan sayang, kostumnya nggak akan dipakai setiap hari, kok, hehehe.

Dress yang dibuat semalaman dari kain murah-meriah. Bagus juga kan? Hihihi :)

Ketika hari H tiba, prechool sudah berubah menjadi kerajaan yang dipenuhi oleh prince dan princess mungil. Eh, bukan hanya yang mungil, tapi yang besar juga banyak karena seluruh tim preschool juga ikut berkostum, hehehe. Gue yang sudah memakai kostum Snow White membuat anak-anak melupakan nama asli gue. Mereka memanggil gue 'Snow White'! Syukurlah itu artinya meskipun kostumnya dibuat mendadak tapi sudah cukup membuat yang melihat mengenali :) Lucunya ada salah satu pemeran kurcaci yang bertanya mengapa gue menjadi Snow White karena ia juga ingin. Meski awalnya terkejut karena mendapat pertanyaan seperti itu, tapi akhirnya gue menjawabnya dengan berkata bahwa ini hanya peran, setelah selesai siapapun boleh menjadi Snow White. Dan benar saja ia berkata bahwa setelah perannya selesai akan langsung mengganti kostumnya agar sama dengan gue, hehehe, cute! :)

Salah satu dari mereka request sama mommny nya untuk pakai kostum yang sama dengan gue :)

Meski sedikit deg-degan tapi gue lega karena set sudah siap sesuai dengan yang gue minta. Hehe, wajar ini baru kali kedua gue tampil di panggung untuk beracting. Dulu gue pernah berperan sebagai kakak tiri di drama Cinderella dan sekarang malah menjadi pemeran utama, siapa yang menyangka. Karena nanti semua cast akan beracting dengan playback, jadi gue nggak terlalu khawatir dengan anak-anak yang lupa dialog (well, termasuk Prince Charming yang sampai hari terakhir latihan masih saja lupa, lol). Gue tinggal konsentrasi di part mana saja gue harus turun panggung lalu kembali bersama 7 Kurcaci, yang di saat-saat terakhir ternyata bertambah menjadi 8 :p

With Prince Charming (look at his awesome outfit!!)

Good Fairy, Evil Queen and Wicked Witch.

Drama berlansung dengan lancar, terharu gue melihat semuanya berperan dengan total dan tanpa malu-malu. Termasuk untuk kelas paling kecil yang masih berusia 1 setengah tahun, mereka dengan percaya diri naik ke atas panggung dan menjalannya peran mereka sebagai bunga dengan baik, hehehe. Waktu adegan 7 Kurcaci (eh, delapan) membangunkan Snow White gue sampai hampir menangis. Apalagi semuanya tiba-tiba senyap, sepertinya yang menonton ikut terbawa suasana, hihihi. Waktu drama selesai dan semua cast berkumpul untuk take a bow perasaan gue langsung bercampur aduk. Ada senang, lega, terharu... wah, pokoknya susah diungkapkan dengan kata-kata. 


Hati-hati, ada yang menyelinap di belakang! :D

Waktu pulang ke rumah gue membaca beberapa pesan dari grup prechool gue. Isinya benar-benar membuat gue senyum-senyum. Miss. Alison bilang ini adalah pertunjukan di School Leavers' terbaik yang pernah terjadi di preschool dan yang lainnya berkata tahun depan gue harus membuat naskah drama lagi. Bagi sebagian orang mungkin totalitas gue terlalu berlebihan untuk 'sekedar' tingkat preschool. Tapi buat gue tempat atau audience nggak mempengaruhi gue dalam berkarya. Kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan siapapun akan bisa merasakan kerja keras dibaliknya. Sungguh-sungguh nggak akan pernah menghasilkan kesia-siaan! :)


***

“How could a hug could save me?”

“What the Wicked Witch did to you came from envy and hate. A sincere hug can save you...”
(salah satu dialog Snow White dan Prince Charming yang gue buat)


dan, hanya pelukan hangat yang "menyembuhkan" hati penyihir jahat :)
As white as a snow,


Indi


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 07 Februari 2014

Me and My Me and My Me and My Me and My Friend :)

What I wore: Dress: Toko Kecil Indi (design by me) | Bag: Farrel | Shoes: Nevada

Yay, it's weekend already! How's your weekday, pals? Semoga semuanya berjalan dengan baik, ya. Gue sendiri masih berkutat dengan batuk dan pilek, tapi thank God semuanya berjalan baik, apalagi ditambah beberapa project baru yang bikin gue exited (lain kali akan gue ceritakan, ya, hihihi). Pekerjaan gue di preschool juga relatif lancar meskipun lebih mudah kelelahan karena sedang nggak fit, tapi gue tetap bisa menikmatinya dengan keadaan kesehatan gue dan dengan... suasana yang baru!




Mungkin teman-teman ada yang sudah tahu bahwa di bulan November lalu gue menjalani operasi pengangkatan tumor payudara. Sekarang gue sudah baik-baik saja, tapi selama masa cuti yang berlangsung 1 bulan terjadi beberapa perubahan di preschool. Murid-murid di sana bertambah, beberapa teacher dipindahkan untuk mengajar kelas yang baru, beberapa anak di kelas gue pun sudah pindah ke tingkat yang lebih tinggi. Dan ada 1 perubahan yang membuat gue terkejut: Gue dipindahkan ke kelas lain, kelas dengan anak-anak yang usianya lebih tua. Dan itu artinya gue berpisah dengan Miss. Rifa, partner bekerja yang selama ini banyak membantu gue. Dan terlebih dari itu kami bersahabat!

Ada perasaan nggak rela dan bersedih karena harus dipisahkan dengan Miss. Rifa, ketika meeting mata kami berdua berkaca-kaca karena menahan tangis. Well, gue nggak mau seperti anak kecil yang protes karena dipisahkan dari teman satu kelasnya, jadi gue bertekad untuk tetap profesional meski hati kecil gue berharap ini hanya sementara saja dan kami akan menjadi partner kembali... 

Gue dan Miss. Rifa punya kebiasaan-kebiasaan yang seolah sudah terjadwalkan meskipun sebenarnya terjadi begitu saja. Misalnya saat di kelas, jika ada salah satu dari kami yang lupa atau salah dalam mengucapkan kata dalam bahasa Inggris, kami pasti akan 'meralatnya' dengan cara mengulang kata yang salah dengan kata yang benar sambil tersenyum seolah nggak ada apa-apa. Dan ketika sebelum makan siang Miss. Rifa pasti akan duduk di samping wastafel sambil mencuci tangan sementara gue berdiri di depannya, menyisir rambut atau menambahkan sedikit lip gloss. Kami bahkan punya percakapan yang selalu berulang ketika momen ini berlangsung,
Gue: "Perlu pakai lip gloss lagi nggak ya?"
Miss. Rifa: "Nggak perlu, cuma mau makan, siapa yang lihat?"
Gue: *tetap menambahkan lip gloss*
Miss. Rifa: "Setiap mau lunch kamu selalu punya pertanyaan sama, dan aku juga jawabannya nggak pernah berubah".
Lalu kami pun tertawa bersama :D


Kompakan pakai cheongsam :D

Bukan itu saja, saat waktunya makan siang pun gerakan kami seolah sudah diatur. Bisa dipastikan Miss. Rifa akan mengambil 2 buah kursi, satu untuknya dan satu untuk gue. Dan kami pasti akan duduk berdampingan, bahkan jika space di meja sudah habis dengan teman-teman kami yang lain, kami akan duduk di meja lain meskipun hanya berdua, hehehe. Di luar jam bekerja pun persabahatan kami nggak terhenti. Kami selalu saling mengingat jika sedang libur dan membawakan sesuatu untuk satu sama lain. Karena kelas kami berada di paling ujung, terkadang kami punya 'hadiah rahasia' yang diam-diam kami tinggalkan di loker. Beberapa kali kami saling meninggalkan oleh-oleh di sana dengan catatan: "Jangan bilang-bilang sama yang lain, ya", dan saling mengucapkan terima kasih tanpa ada teman-teman lain yang mengerti mengapa.

Ketika kami berpisah gue takut sekali kehilangan momen-momen itu. Sederhana, tapi menyenangkan dan membuat hari-hari bekerja jadi berwarna. Kelas kami sekarang jaraknya dari ujung ke ujung, begitu juga dengan jadwal kami karena kelas dengan anak-anak yang lebih besar pulang lebih siang. Kami juga sekarang sudah mempunyai partner yang berbeda. Sama-sama partner yang baik, tapi gue (tetap) merindukan Miss. Rifa.

Selfie, lol.

Dan ternyata perpisahan membuat kami menjadi semakin 'kreatif' dalam memanfaatkan waktu bersama. Tanpa sadar ternyata kami sudah menciptakan pattern baru dalam hubungan persahabatan kami. Setiap gue sudah keluar kelas, gue pasti akan ke kelas Miss. Rifa dan menyapanya sebelum melanjutkan pekerjaan kembali. Dan ketika sebelum waktunya makan siang, gue akan 'menjemput' Miss. Rifa dan selanjutnya hampir nggak ada yang berubah; percakapan berulang, duduk berdampingan bahkan selesai makan dalam waktu yang sama. Meski setelah itu kami ke kelas masing-masing tapi sebelum pulang kami akan bertemu dulu untuk berpamitan dan sedikit berbagi cerita tentang hari yang sudah kami lalui :)

Well, kami memang nggak mempunyai waktu selama sebelumnya, tapi kami coba untuk memanfaatkan waktu yang kami punya. Karena berpisah bukan berarti berhenti peduli, dan mempunyai teman baru bukan berarti melupakan teman lama. Gue juga ternyata masih menemukan 'hadiah rahasia' dari Miss. Rifa, 3 buah sekaligus! Sebuah pin Hello Kitty, lolipop dan jelly. Gue bertanya kenapa gue mendapatkan begitu banyak, dan jawaban Miss. Rifa membuat gue terharu. Katanya meskipun gue sedang cuti tapi ia tetap teringat gue ketika melihat benda-benda itu dan memutuskan untuk meninggalkannya di loker gue meskipun ia nggak tahu kapan gue akan kembali...

Sekarang gue nggak akan pernah ragu bahwa istilah "sahabat adalah selamanya" memang benar adanya.

blessed girl,

Indi

*judul post ini diambil dari slirik salah satu lagu Red Hot Chili Peppers
______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: Here | Contact person: 081322339469

Rabu, 29 Januari 2014

My Newest Book: "Conversation for Preschoolers" :D


Hi Bloggies! Apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya. Dan untuk yang kebanjiran semoga diberikan kesabaran dan kesehatan, amen :) Gue sendiri baik-baik saja. Well, sebenarnya sedang izin nggak bekerja sih karena kurang enak badan, tapi karena buku keempat gue akhirnya terbit, kabar gue menjadi baik, hihihi :D 

Seperti yang pernah gue ceritakan (dan ditulis juga di kolom 'Tentang Indi', di sebelah kiri tampilan blog ini), buku keempat gue akan terbit di tahun ini. Kalau sebelumnya gue menulis 3 buah novel (Waktu Aku sama Mika, Karena Cinta itu Sempurna dan Guruku Berbulu dan Berekor), kali ini gue menulis buku yang sifatnya edukatif dan ditujukan untuk anak-anak dengan judul "Conversation for Preschoolers".

Waktu penerbit Idea World Kidz menawari gue untuk menulis buku ini, gue sangat exited sekali. Karena selain ini adalah sesuatu yang baru, gue juga sangat menyukai dengan dunia anak-anak. Proses pembuatan buku ini juga berjalan dengan lancar dan menyenangkan, jadi gue senang sekali di bulan Januari ini akhirnya terbit :)



Meski buku ini bersifat edukatif, bukan berarti isinya nggak fun, lho."Conversation for Preschooler" ini adalah buku latihan percakapan Bahasa Inggris untuk anak prasekolah yang dilengkapi dengan contoh-contoh percakapan dasar di berbagai situasi, seperti di rumah dan di sekolah. Semuanya itu diberikan lewat tokoh Juni dan sahabatnya Dominika, juga keluarganya yang sangat menyenangkan. Buku ini juga dilengkapi dengan cerita dua bahasa yang menceritakan tentang hari pertama di taman kanak-kanak. Dan serunya, bukunya full color dengan ilustrasi yang lucu, lho. Juga jangan lewatkan bonus mewanai tokoh Juni di halaman terakhir :)

Gue sudah memberikan buku ini kepada keponakan yang berusia 4 tahun. Meski ia belum pernah belajar bahasa Inggris sebelumnya, tapi yay reaksinya sangat positif! Apalagi dengan lembar 'Tips untuk Orang tua' yang menurut neneknya sangat mudah untuk diikuti (yup, keponakan gue itu sangat dekat dengan neneknya, hehehe).








Jadi tunggu apalagi, teman-teman, segera dapatnya buku 
"Conversation for Preschoolers" 
untuk adik atau keponakan kalian di Gramedia, Social Agency dan Tisera seluruh Indonesia atau dengan memesannya melalui nomor 085643521823 dan email ideaworldkidz@yahoo.com (khusus pemesanan lewat SMS/whatsapp/email, ada harga khusus *wink*).



salam,

Indi


______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 22 Juni 2013

Sepatu Baru dari Shoemax :)



Hi bloggies! Apa kabar? Ah, akhirnya sudah hari sabtu lagi, ya, libur akhir pekan :) Siapa yang menghabiskan waktu di rumah hari ini? Kalau ada, berarti sama dengan gue. Sekarang gue masih berpiyama dan menikmati segelas teh hangat, hehehe. Apalagi libur gue masih panjang, sampai 2 minggu kedepan karena anak-anak di pre school tempat gue bekerja sudah libur naik kelas dan kelulusan. Jadi bersantainya bisa lebih lama sebelum menyelesaikan "tugas-tugas" menulis gue.

Ngomong-ngomong soal pekerjaan, di pre school seluruh teacher dan stafnya diwajibkan memakai kaos kaki, lho. Alasannya karena di sana terdapat playground yang sangat luas dan hampir seluruh area ditutupi karpet. Jadi agar terjaga kebersihannya kami harus menghindari kontak langsung kulit kaki dengan seluruh mainan yang ada di playground. Untuk gue ini bukan masalah, karena hampir setiap hari memakai stocking. Tapi kadang-kadang gue ingin juga pakai kaos kaki seperti rekan-rekan bekerja gue yang lain. Sayangnya, mungkin karena sudah kebiasaan gue agak kurang nyaman memadukan sepatu flat yang biasa gue pakai dengan kaos kaki. Kalau dilihat-lihat sepatu flat gue padanan paling pasnya memang dengan koleksi stocking gue, hehehe.

Lalu, tiba-tiba saja seolah bisa membaca pikiran, gue mendapat email dari Shoemax yang menawari gue untuk memakai produknya. Tanpa menunda gue langsung mencari tahu tentang produk sepatu ini dan mengiyakan ketika melihat katalognya! Ternyata, pas sekali, ada sepatu bertali di sana, persis seperti apa yang gue inginkan untuk dipadankan dengan kaos kaki :) Gue langsung memilih yang berwarna abu-abu karena sepatu gue kebanyakan berwarna cerah. Dan ini juga sepatu bertali gue yang pertama lho, karena selama ini gue lebih suka velcro atau yang sekali injak langsung terpasang, hehehe.

Gue nggak sabar menunggu sepatu gue datang. Dari gambarnya terlihat bagus sekali. Jadi penasaran apakah aslinya juga sebagus itu. Tapi mengingat Shoemax adalah second brand dari Edward Forrer soal kualitas seharusnya nggak usah diragukan lagi, sih. Sejak kecil gue sudah memakai produk mereka dan nggak pernah dikecewakan (wedges pertama yang gue pakai dibeli dari Edward Forrer waktu kelas 6 SD, sampai sekarang masih ada, lho, lol). Maklum lah berdirinya saja sejak tahun 1989 :)

Ketika sepatunya sampai ternyata sesuai dengan gambarnya, bagus sekali. Karena nggak sabar mencobanya gue langsung memakainya untuk bekerja keesokan harinya. Akhirnya, gue punya sepatu untuk dipadankan dengan kaos kaki, hehehe. Waktu disimpan di rak rekan-rekan bekerja banyak yang bertanya tentang siapa pemilik dari sepatu itu, dan waktu mereka tahu bahwa itu milik gue, mereka nggak percaya akhirnya gue memakai sepatu model lain, hahaha :D Berkat Shoemax gue jadi punya style baru untuk bekerja deh. Menjadi beda sesekali ternyata menyenangkan, tapi yang terpenting gue masih tetap nyaman, karena meskipun terlihat thin tapi sepatu Shoemax ini kuat lho.
(Waktu tulisan ini dibuat gue sudah memakainya 2 kali, pemakaian terakhir selama hampir seharian dan dipakai berjalan cukup jauh).

Foto diambil waktu gue pulang bekerja :)
Bagaimana style baru gue dengan Shoemax? :)

Karena gue merasa nyaman dengan "style baru" ini, mungkin gue akan mencoba style lainnya karena Shoemax punya banyak pilihan model sepatu, dari mulai boyish sampai yang girly sekalipun. Untuk pacar atau keluarga pun banyak pilihan modelnya. Bagaimana, apakah ada diantara teman-teman bloggies yang ingin mencoba mengganti gaya? Sesekali nggak apa-apa lho, untuk refreshing dan bisa buat orang-orang terdekat kita "terkejut" juga, hehehe. Kalau kalian tertarik, Shoemax bisa didapatkan di outlet SHOEMAX by EDWARD FORRER:
Jl. Cihampelas no. 124, Bandung.
Atau hubungi saja  022-2032384, 0812 2466 9380 dan 269d9c31 (BBM).

Dan sekarang, mumpung sedang bersantai di rumah gue mau lihat-lihat koleksi Shoemax dulu, ah. Tinggal klik di sini atau di sini saja. Ada yang mau ikut? Hehehe :)

girl with a new style,

Indi

____________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact Person: 081322339469