Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Berkat ODHA Awareness 2015; Akhirnya Bertemu dengan Teman-Teman Pembaca di Surabaya! :)

Howdy-do, bloggies! Semoga semuanya dalam keadaan baik, dan bagi yang sedang berpuasa semoga lancar, ya :)
Selalu senang kalau bisa kembali ke sini, ---ke dunia kecilku--- untuk bercerita. Tanggal 13 Mei 2015 lalu aku diundang sebagai bintang tamu di acara “ODHA Awareness” yang diadakan oleh Opo Jare Unika Widya Mandala Surabaya. Iya, ini diadakan di hari yang sama dengan interview-ku di Colors Radio (baca ceritanya di sini). Jadi setelah selesai dari sana aku (dan juga Bapak) diantarkan ke Hotel Oval untuk berganti baju lalu langsung dilanjutkan ke kampus Unika Widya Mandala. Maunya sih waktu itu aku segera membagi cerita lengkapnya di sini, tapi berhubung sedang ada banyak PR menulis jadi baru sempat sekarang. Meski begitu semoga teman-teman tetap bisa merasakan keseruan acaranya lewat tulisanku yang tertunda ini, ya :)

Sekitar pukul 1 siang aku dan Bapak tiba di kampus Unika Widya Mandala. Di sana aku langsung bertemu dengan kru Opo Jare dan Ibu Mita, dosen mereka. Sempat khawatir dengan raut wajahku yang (pasti) terlihat datar, tapi ternyata mereka sudah tahu bahwa aku sedang sakit demam berdarah dan gejala tipus, hehehe. Satu mug besar jus jambu pun disuguhkan untukku. Sambil meneguknya aku berdoa semoga manfaatnya segera terasa, karena meski hatiku super excited tubuh rasanya lemaaaaas sekali, ---bahkan untuk bicara pun perlu tenaga ekstra. Nggak lama kemudian aku dikenalkan dengan narasumber dari Delta Crisis dan Alvin, yang akan menjadi moderator nanti. Sambil menikmati jus jambu (well, seharusnya lunch, tapi aku belum nafsu makan) kami diberi gambaran tentang bagaimana talk show nya nanti. Audiences kabarnya sudah mulai menonton film Mika dan aku baru akan muncul setelah filmnya selesai. Hmm, sebenarnya sih awalnya aku diminta untuk ikut nonton, tapi aku khawatir akan mendadak mellow. Karena meskipun aku sudah jauh lebih kuat, tapi tetap saja melihat “kepulangan” Mika nggak akan pernah mudah.





Film sebentar lagi selesai, aku pun bersiap dengan menunggu di depan ruang Dinoyo tempat diadakannya talk show. Sambil menunggu aku mengintip buku tamu untuk melihat siapa saja yang hadir. Ternyata ada beberapa nama yang aku kenal sebagai follower di Twitter dan Instagramku! Rasa lemas pun segera terlupakan, apalagi setelah tahu bahwa ada 190 pendaftar, ---melebihi target yang hanya 100 orang. Aku sadar dengan kondisi kesehatanku, keringat dingin yang terus mengalir dan suaraku yang agak gemetar nggak bisa ditutupi. Tapi aku ingin tampil maksimal. Moment ini sudah aku tunggu sejak lama, Surabaya adalah salah satu kota yang aku ingin kunjungi. Teman-teman pembaca di sini termasuk yang paling aktif berkomunikasi denganku di media sosial, jadi jangan sampai aku menyia-nyiakan kesempatan ini :)





Sekitar 30 menit kemudian aku dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan, suasana masih agak senyap karena film MIKA baru saja selesai. Tanpa menunggu lama aku dan seorang narasumber dari Delta Crisis dipersilakan untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Alvin langsung membacakan profil kami, sementara mataku langsung melihat ke arah audiences, mencari wajah-wajah yang familiar. Tapi rupanya hanya Bapak saja yang aku kenal, hehehe, karena mengenali seseorang hanya dari akun media sosialnya saja ternyata nggak mudah :) 
Seperti yang aku ceritakan di tulisan sebelumnya, tema yang dibahas oleh acara ini memang agak berbeda dengan acara-acara yang pernah aku hadiri sebelumnya. Jika biasanya kampanye HIV/AIDS difokuskan pada informasi tentang virusnya, cara penyebarannya, dan lain sebagainya, ---acara ini justru berfokus pada ODHA, Orang dengan HIV/AIDS sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Dan tentu saja yang akan aku bagi adalah kisah tentang Mika, laki-laki yang menjadi pacarku selama 3 tahun, yang juga menjadi inspirasi dari novel “Waktu Aku sama Mika” dan film “Mika”.






Alvin mengajukan pertanyaan padaku dan narasumber dari Delta Crisis. Ia bertanya apa yang membuatku mau berpacaran dengan Mika meskipun ia ODHA. Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa dulu aku bahkan nggak tahu apa itu HIV/AIDS. Meskipun Mika langsung berterus terang dengan statusnya tapi itu sama sekali nggak mempengaruhiku, karena well... itu tadi; aku sama sekali nggak tahu apa itu HIV/AIDS. Aku menyukai Mika karena kepribadiannya, ia adalah sosok laki-laki yang menyenangkan, spontan dan juga sangat melindungiku. Dulu aku adalah remaja yang pemalu, sering merasa tertinggal karena banyak aktivitasku yang terhambat karena harus memakai brace untuk scoliosisku. Tapi karena Mika aku merasa menjadi remaja yang seutuhnya. Karena Mika aku jadi tahu bagaimana rasanya makan di pinggir jalan, bolos waktu pelajaran olahraga (well, not really ‘bolos’, sih, aku kan memang nggak boleh ikut pelajaran itu), naik angkot, nongkrong di toko CD bekas, dan hal-hal seru lainnya. Setelah aku tahu apa itu HIV/AIDS pun penilaianku terhadap Mika pun sama sekali nggak berubah. Aku nggak melihat adanya alasan mengapa aku harus takut padanya. Mika hanya sedang sakit, ---sama seperti banyak orang lain di dunia. Dan Mika selalu melihatku sebagai aku, bukan dari scoliosis yang kuidap atau brace yang kupakai. Jadi kenapa aku harus memperlakukannya secara berbeda?





Setelah sesi sharing selesai audiences pun dipersilakan untuk bertanya padaku dan narasumber dari Delta Crisis. Nah, di sini aku mulai mengenali wajah-wajah mereka yang sering berkomunikasi denganku lewat media sosial :) Pertanyaan yang diajukan audiences adalah seputar ODHA dan penerimaan masyarakat terhadap mereka, ---apa saja problem yang mereka hadapi dan apa yang harus kita lakukan untuk membuat semuanya lebih baik. Menurutku dengan kita menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat, dan nggak memperlakukan mereka secara ‘berbeda’ bisa membuat keadaan menjadi jauh lebih baik dibandingkan dengan memberi label atau dengan men-judge macam-macam. Aku berprinsip bahwa aku harus memperlakukan orang lain seperti aku ingin orang lain memperlakukanku. Aku nggak mau diberi label, hanya dikenal sebagai seorang scolioser, tapi aku ingin dikenal sebagai aku, ---sebagai Indi :)

Sebelum acara ditutup Alvin bertanya tentang harapan-harapanku. Well, harapanku sederhana saja, aku ingin suatu hari jika orang bertanya tentang Mika, mereka akan bertanya, “Bagaimana rasanya berpacaran dengan Mika?”, bukan malah bertanya bagaimana rasanya berpacaran dengan ODHA. Stop memberi label, I’ve told you :) Oh, iya aku juga membawa 5 buah novel “Guruku Berbulu dan Berekor” dari Homerian Pustaka untuk 5 audiences yang beruntung. Mereka dipilih secara random, lewat sticker yang ditinggalkan di kursi penonton. Tadinya sih aku juga mau membawa lolipop, tapi berhubung sedang sakit jadi batal, deh hunting permen kesukaanku itu. Tapi semoga teman-teman tetap senang dengan hadiahnya, ya :)







Sebenarnya acara sudah selesai, tapi panitia bertanya apakah aku bersedia jika ada audiences yang ingin berfoto bersama atau meminta tandatangan. Meski lemasnya mulai terasa, tapi aku selalu bersemangat jika bisa bertemu dengan teman-teman pembaca secara langsung. Jadi tentu saja aku setuju. Ah, ternyata nggak salah aku hadir di sini meskipun sedang sakit, semuanya ramah-ramah, lho! Sambil berfoto juga aku sempat mengobrol singkat dengan mereka. Ada Regika, follower twitterku sejak lama yang rupanya juga sama scolioser. Ada Caca, pembaca setiaku dari mulai “Waktu Aku sama Mika” sampai yang bukuku yang terbaru “Conversation for Preschoolers”. Pute, pacar penyiar Colors Radio yang sebelumnya mewawancaraiku juga datang, meski sempat nyasar terlebih dahulu. Wah, benar-benar bikin terharu :’D Apalagi banyak  di antara mereka yang membawa karya-karyaku untuk ditandatangani, malah ada juga titipan dari teman-teman mereka yang berhalangan hadir. Surprise... surprise, beberapa dari mereka memberi early birthday gifts, lho, dan... rupanya mereka tahu bahwa aku senang dengan Hello Kitty, hehehe. Acara yang seharusnya selesai jam 4 sore pun molor menjadi jam 6 sore karena mereka (dan aku!) begitu antusias :)











Aku dan Bapak langsung diantarkan ke Hotel Oval, di sana sudah ada keluarga Rosa; mama, papa dan adiknya. Rupanya adiknya Rosa, Agatha ingin bertemu denganku, ia pun mengajak 2 orang temannya untuk menemuiku. Mini meet and greet pun terjadi, hihihi. Keluarganya Rosa ramah sekali, mereka menawarkan untuk mengajakku dan Bapak melihat-lihat Surabaya. Tawaran yang super menggiurkan karena aku dan Bapak sama-sama baru pertama kali ke kota ini. Tapi aku belum mengiyakan tawaran mereka karena kondisiku yang sedang drop. Aku bilang jika keesokan harinya sehat, dengan senang hati aku ingin melihat-lihat Surabaya dan ingin berfoto di patung buaya, hehehe. Setelah itu aku pamit untuk ke kamar, di sana aku makan malam di atas tempat tidur, minum obat, lalu terlelap sambil mengingat betapa menyenangkannya acara ODHA Awareness yang baru saja aku hadiri. Tentu saja nggak lupa aku berdoa agar ada ketika bangun tidur ada keajaiban dengan kesehatanku.
Well, apakah doaku terkabul? Ceritanya akan aku lanjutkan di tulisan berikutnya, ya. See ya! :D





Nb:  Atas permintaan pihak Delta Crisis aku nggak bisa menyebut nama narasumber dan membagi kisahnya di sini. Semoga melalui tulisan ini pesan acaranya yang positif tetap tersampaikan, ya :)



yang baru sehari di surabaya,

Indi

 _____________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 17 Mei 2015

Hal Pertama Ketika Tiba di Surabaya: On Air di Colors Radio :D

Whoaaaaa, akhirnya aku bisa bercerita kembali di sini!! *sujud syukur* *nangis terharu*
Belakangan ini aktivitasku memang sedang terhambat karena masalah kesehatan, padahal jadwalku sedang lumayan padat. Sempat pengen nangis, tapi aku ingat kalau ini mungkin cara Tuhan untuk bilang “slow down” sama aku :) Di beberapa post sebelum ini aku sempat bilang kalau akan bercerita tentang malam penobatan “Kartini Next Generation Award 2015”, tapi ternyata harus tertunda karena aku mendadak sakit. Minggu lalu aku demam tinggi selama 3 hari, setelah diperiksa ternyata aku terkena demam berdarah dan gejala tipus! Terpaksa harus ada beberapa hal yang ditunda, termasuk berbagi cerita di “Dunia Kecil Indi” ini. Well, berhubung kesehatanku belum 100% pulih, sekarang aku akan bercerita tentang pengalaman yang cukup singkat dulu, ---belum kuat untuk lama-lama di depan komputer---. Untuk pengalaman di malam penobatan KNG akan aku ceritakan lain kali, (mudah-mudahan) saat kesehatanku sudah jauh lebih baik ;)

Setelah dilema yang cukup panjang akhirnya aku putuskan di saat-saat akhir untuk memenuhi undangan Unika Widya Mandala Surabaya untuk menjadi pembicara di event “ODHA Awareness 2015” yang mereka adakan. Trombositku yang masih belum normal dan suhu tubuh yang naik-turun juga membuat dokter ragu untuk mengizinkanku pergi ke luar kota. Tapi berhubung sudah sejak lama ingin sekali bertemu dengan teman-teman pembaca di Surabaya, akhirnya aku membulatkan tekad untuk tetap datang berbekal obat dari dokter dan banyaaaaak sekali doa (dokternya kupaksa untuk kasih restu, lol).

Tanggal 13 Mei 2015, setelah adzan subuh aku dengan diantar Bapak pergi ke bandara Husein. Yup, kami ambil penerbangan (super) pagi karena aku akan mengisi acara di siang hari. Ini pertama kalinya aku berangkat dan mengisi acara di hari yang sama, karena biasanya minimal ada waktu semalam untuk berisirahat. Hehehe, padahal kesehatanku sedang nggak maksimal, ya... Syukurlah perjalanan kami lancar, nggak ada delay dan cuaca juga cerah. Sekitar jam 7:15 pagi kami tiba di Bandara Juanda dengan selamat :D




Di sana, Rosa dari Unika Widya Mandala sudah menunggu untuk mengantarku ke studio Colors Radio. Yup, jadwalku memang padat sekali. Begitu tiba langsung dijadwalkan interview tanpa sempat ganti baju dan cuci muka terlebih dahulu (---untung masih sempat napas, hehehe). Sarapan pun dilakukan di mobil. Lumayan, aku ada waktu untuk menghabiskan sebuah roti dan segelas susu karena jarak antara bandara dan studio cukup jauh. Aku juga gunakan kesempatan ini untuk mengobrol dengan Rosa. Ini menjadi kali pertama kami bertemu langsung, sebelumnya hanya sempat mengobrol di Instagram dan Twitter (plus via Ray, managerku). Aku bertanya tentang Surabaya yang baru kali ini aku kunjungi dan juga tentang audiences di acara nanti. Ternyata jumlah yang mendaftar cukup banyak, lho. Dari target 150 pendaftar ternyata membengkak jadi 190 pendaftar! Wah, syukurlah :)

Ketika tiba di studio Colors Radio aku nggak langsung diwawacara karena jadwalnya di jam 10 pagi. Sambil menunggu aku sempat minta dibelikan obat sakit kepala karena mendadak merasa sedang di wahana kora-kora. Entah karena cuaca Surabaya yang sedang panas atau karena kesehatanku menurun, yang pasti aku jadi deg-degan khawatir nggak akan tahan sampai acara siang nanti. Syukurlah Rosa mengerti, ia berusaha membuatku nyaman dengan memberikan aku banyak air putih :)





Aku on air dengan ditemani Rosa. Kami menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan kapasitas sebagai bintang tamu dan penyelenggara acara. Yang berbeda dari “ODHA Awareness 2015” ini dengan event lainnya adalah konsepnya yang justru menyorot ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) sebagai bagian dari masyarakat, bukan membahas tentang penyakitnya. Kita bisa saja mencari tahu tentang HIV/AIDS di internet atau buku, tapi akan percuma jika nggak menghargai ODHA sebagai anggota masyarakat sama seperti kita. Dengan event ini diharapkan kita bisa menghargai sesama sebagai manusia tanpa memberikan cap atau label berdasarkan apa yang mereka idap. Aku mewakili OHIDA (Orang Hidup dengan HIV/AIDS), jadi aku berbagi pengalaman tentang keseharian berdampingan dengan ODHA, ---yang sebenarnya sama saja seperti kita semua. 





Di sesi wawancara ini juga dibuka SMS interaktif dengan para pendengar. Selain ada pertanyaan mengenai tekhnis acara (cara registrasi, tempat, dll), cukup banyak juga pertanyaan seputar HIV/AIDS yang diajukan padaku. Uniknya, ada 2 orang pendengar yang bertanya tentang hal yang sama meskipun sebelumnya sudah aku jawab; Mereka bertanya tentang ciri-ciri ODHA. Sepertinya mereka nggak yakin dengan jawabanku, karena bahkan penyiarnya pun ikut-ikutan mengajukan pertanyaan yang sama! :O Sebenarnya nggak ada ciri-ciri fisik dari ODHA, mereka sama saja seperti kita. Jika ada stereotype ODHA itu kurus, pucat dan lain sebagainya, itu salah. Karena itu semua dsebabkan oleh infeksi oputunistik yang menyertai, atau ciri-ciri orang sakit PADA UMUMNYA, bukan ciri-ciri pengidap HIV. Itulah kenapa aku selalu bilang bahwa untuk mengetahui seseorang mengidap HIV atau nggak ya dengan cara VCT, atau dengan kejujuran orang itu sendiri :)
[Pertanyaan yang sama muncul kembali ketika acara berlangsung, dan narasumber dari Delta Crisis pun memberikan jawaban yang sama sepertiku].




Ada kejutan ketika wawancara hampir selesai. Penyiarnya menerima Line dari pacarnya yang katanya menyukai karya-karyaku sejak 6 tahun yang lalu! Ya, ampun terharu aku jadinya. Aku bahkan nggak ingat apa yang aku lakukan 6 tahun yang lalu, ---tapi sepertinya sedang culun-culunnya, hehehe. Karena aku harus segera melanjutkan jadwal untuk menaruh barang-barang di hotel lalu menuju Unika Widaya Mandala untuk “ODHA Awareness 2015”, jadi aku pun memintanya untuk hadir di acara nanti agar kami bisa bertemu. Wah, sungguh kebetulan yang luar biasa, ya. Jika saja bukan pacarnya yang mewawancaraiku mungkin ia nggak tahu kalau aku sedang di Surabaya, hehehe :)
Aku menerima banyak kejutan lainnya ketika acara berlangsung. Sampai saat aku mengetik ini pun rasanya masih nggak percaya betapa penuh berkahnya hidupku. Tapi akan aku ceritakan nanti, sekarang cukup sampai di sini dulu ceritanya. Terima kasih untuk teman-teman yang tetap setia mengikuti dunia kecilku ini meskipun belakangan jarang sekali update :’) See you soon di cerita selanjutnya!




Blessed girl,

Indi

 _____________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 10 Mei 2015

Halo Teman-teman di Surabaya, Kita Ketemuan sambil Sharing dan Nobar Mika, yuk! :)


Halo teman-teman di Surabaya! Aku mau ingatkan lagi, nih kalau sebentar lagi aku akan ke sana. Kita ketemuan, yuk. Sambil sharing santai kita juga akan nonton bareng film MIKA.




Tanggal 13 Mei 2015 nanti aku diundang oleh Unika Widya Mandala Surabaya untuk menjadi bintang tamu di "ODHA Awareness 2015". ODHA, atau Orang dengan HIV/AIDS sering mendapatkan masalah sosial di lingkungan sekitar kita. Padahal teman-teman tahu nggak sih kalau mereka sama saja dengan kita? Bahkan jika mereka nggak bilang apa-apa, kita mungkin nggak akan tahu bahwa mereka ODHA :) Di acara ini aku akan berbagi kisah tentang pengalamanku dalam menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang super hebat bernama Mika. Ia telah membuat hari-hariku lebih berwarna, dan dengan semangatnya ia juga berhasil membuat aku menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Yup, Mika adalah pengidap HIV/AIDS yang juga menjadi cinta pertamaku :)

Meski sekarang Mika telah pulang ke surga, ia tetap menajdi sosok yang berkesan untukku. Kisah kami aku tuangkan dalam novel berjudul "Waktu Aku sama Mika", dan pada tahun 2013 novel tersebut menginspirasi sebuah film layar lebar dengan judul "MIKA". Nah, di acara "ODHA Awareness 2015" ini film "MIKA" akan diputar kembali untuk menyebarkan semangat alm. Mika yang diperankan oleh dengan total Vino Bastian :)




Aku undang teman-teman di Surabaya dan sekitarnya untuk hadir di acara ini. Gratis, boleh ajak teman-teman atau keluarga. Tapi diharapkan untuk mendaftar dulu karena tempat terbatas. Caranya SMS ke 082302354413 dengan format: "Nama (spasi) Universitas/sekolah/umum (spasi) Nomor telepon".
Setelah itu SMS akan dibalas dengan SMS konfirmasi dan dalam hitungan hari kita akan bertemu, deh :) Acara "ODHA Awareness 2015" ini akan dilaksanakan di;

Unika Widya Mandala, Dinoyo 42-44, Ruangan A301
Pukul 13:00-16:00
Hari Rabu, 13 Mei 2015

Yuk, tunggu apa lagi. Dijamin acaranya akan fun tapi juga bermanfaat. Sttt, aku juga sudah sediakan hadiah untuk 5 orang pengunjung yang beruntung, lho ;) Sampai ketemu!


cheers,

Indi


 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 03 April 2015

Support Indi ke Surabaya! :)



Banyak berkah yang kudapat sebagai penulis, salah satunya adalah bisa pergi ke tempat-tempat baru. Baik itu di luar kota, pulau atau negeri. Kalau saja aku nggak terjun ke dunia menulis mungkin tempat paling jauh yang kukunjungi cuma warung di seberang rumah. Itu pun wajib dengan ditemani Eris, anjing kesayanganku, hehehe (kiddiiiiiing). Itu karena aku tipe orang yang lebih nyaman di rumah, sampai bekerja pun lebih senang di dalam kamar.  Tapi semakin lama aku semakin terbiasa dan excited, apalagi kalau diundang ke tempat yang sudah lama aku impikan.

Seperti beberapa bulan lalu ketika aku mendapat kabar akan diundang ke Surabaya rasanya super excited. Karena setiap kali mengadakan event meet and greet, banyak teman-teman pembaca di Surabaya yang bertanya kapan aku akan berkunjung ke kota mereka. Biasanya aku akan menjawab, "Mudah-mudahan secepatnya dapat undangan ke sana." Nah, sekarang akhirnya doaku jadi kenyataan! 

Bulan Mei 2015 nanti aku diundang oleh Universitas Widya Mandala untuk sharing di sana. Serunya acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Nanti nggak hanya ada meet and greet, tapi sekaligus nonton bareng film Mika dan mendapatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dari LSM (aku belum dapat namanya) di Surabaya. Pokoknya dijamin seru dan bermanfaat.
Syarat ikutannya juga mudah, tinggal follow akun twitter @IndisFriendsSBY, dan dari sana akan diberitahu infomasi lengkapnya dari mulai tanggal, tempat dan susunan acaranya. Kalau mau memberi saran juga bisa langsung mention ke sana :D



Aku harap kunjungan pertama ke Surbaya ini berjalan lancar. Dan untuk teman-teman yang di luar Surabaya tetap support aku dengan cara follow @IndisFriendsSBY (atau bisa ke akunku @missbabbitt), ya. Semoga akan ada tempat-tempat lain yang akan aku kunjungi. Karena bisa bertemu dengan teman-teman pembaca (dan teman-teman baru) juga merupakan berkah yang indah untukku. Sampai bertemu! ;)

cheers,

Indi

Keywords: Menjadi pembicara talk show, bintang tamu.

 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469