Tampilkan postingan dengan label Best seller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Best seller. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2020

"Waktu Aku sama Mika" Kembali! :)

Hai bloggies! Apa kabarnya? Semoga semuanya baik-baik saja, ya. Kelihatannya sih di daerahku hampir semuanya sudah beraktivitas seperti biasa, kantor sudah banyak yang buka, pertokoan jam operasionalnya kembali seperti dulu, ---hanya sekolah saja yang masih dari rumah. Aku dan Shane juga termasuk yang masih bekerja dari rumah, jadi harus kreatif supaya nggak jenuh, hehe. Apalagi sekarang sudah masuk musim kemarau yang artinya matahari sedang teriiiiik sekali. Bawaannya kepengen main di luar, kalau bisa sih berenang atau minimal jalan-jalan di mall sambil makan es krim :D Tapi jangan dulu deh, aku dan Shane memilih untuk membatasi keluar rumah karena lebih aman. Apalagi tante dan saudaranya kakak ipar yang di Amerika juga terkena covid, ---better hati-hati daripada menyesal kan :)

Selama keabsenanku di blog ini sebenarnya banyak yang terjadi, dan rasanya ingin menebus buat cerita semuanya setelah mood (haha) dan laptopku kembali. Tapi 2 minggu lalu ternyata laptopku ada yang meminjam, jadi keinginanku harus tertunda. Saat seperti ini laptop dan internet memang jadi esensial sih, ya. Apa-apa kebanyakan dikerjakan lewat internet :'D Saat aku "hilang" itu, ada kabar yang menggembirakan. Aku memang sempat menyentilnya sekilas di sini, tapi belum pernah menceritakan secara lengkap. "Waktu Aku sama Mika", novel karyaku kembali dipinang oleh penerbit. Kisahku dan mendiang Mika kali dihidupkan kembali oleh penerbit Shira Media dengan konsep yang lebih segar dan manis :) Kontrakku dengan penerbit sebelumnya memang sudah habis. Sempat ada keinginan buat menerbitkannya secara indie, tapi rupanya seperti jodoh, di saat yang tepat Shira Media menghubungiku untuk menawarkan kontrak.

"Waktu Aku sama Mika".

"Waktu Aku sama Mika" adalah kisah yang nggak pernah aku rencanakan untuk menjadi novel. Bahkan tulisanku dibaca orang lain pun sebelumnya nggak pernah terbayangkan. Dulu aku menulis kisah cinta masa SMA murni demi "melegakan" perasaanku. Sama sekali nggak ada alur, sama sekali nggak ada konsep. Bisa dibilang sekedar curahan hati. Orang mungkin menyebutnya cinta monyet. Tapi buatku jatuh cinta dengan Mika adalah salah satu bagian dari pengalaman berharga, yang membantu proses penerimaan diri dan mengubah cara pandangku terhadap dunia menjadi lebih positif :) Waktu itu aku berusia 15 tahun, serba kebingungan dengan dunia remaja yang entah mengapa aku selalu nggak bisa berbaur. Sebanyak apapun aku mencoba, aku selalu asing. Aku pikir scoliosis membuatku berbeda, ---bukan dalam arti yang positif. Brace, atau penyangga punggungku terlalu visible dan mungkin membuat orang lain nggak nyaman untuk bergaul denganku. Lalu datang Mika, yang membuktikan padaku bahwa manusia itu seperti apel. Dari luar mungkin tampak berbeda, seperti kulit apel yang berwarna-warni. Tapi dalamnya sama saja. We are all human. Untuk pertama kalinya aku merasa diterima dan mulai belajar untuk melihat sesuatu seperti sudut pandang Mika. Bagiku Mika adalah sosok laki-laki yang sempurna, dia bagai malaikat untukku, ---terlepas dia adalah seorang ODHIV, orang dengan HIV.




Lebih Personal
Waktu penerbit memberi tahu kalau akan ada edisi istimewa terbatas "Waktu Aku sama Mika", aku senang sekali. Aku pikir setelah sekian lama kisahku dan Mika "hidup", sekarang adalah waktu yang tepat untuk memiliki penanda atau kenang-kenangan yang bisa kusimpan sampai nanti :) Ada 500 paket novel bertanda tangan dan totebag bergambar serasi dengan sampul "Waktu Aku sama Mika". Iya, aku benar-benar menandatangani semuanya, satu persatu. Lumayan pegal, tapi aku sangat bersemangat meskipun sempat jatuh sakit. (---Bukan sakit karena kelelahan tanda tangan lho, ya, memang kebetulan saja waktunya bersamaan, hehehe). Selain perasaan senang, sebenarnya aku juga merasa cemas. Soalnya 500 itu bukan jumlah yang sedikit. Apa mungkin pembacaku sebanyak itu? Hehe. Tapi berkat dukungan ortu dan Shane aku bisa menepis pikiran yang kurang positif. There's no such thing as a bad book. Setiap buku istimewa, hanya harus menemukan hati yang tepat untuk ditempati. Iya, kan? ;)

Menandatangani 500 halaman pertama novel "Waktu Aku sama Mika"! :D

Totebag yang bisa didapatkan di paket istimewa.


Akhirnya di Toko Buku!
Entahlah kenapa, aku punya kebiasaan malu-malu dan cemas nggak jelas (---mungkin related sama diagnosis OCD ku? IDK). Waktu tahu novelku sudah ada di toko buku (offline dan online), aku ingin sekali melihatnya sendiri. Tapi aku malu kalau ke toko buku dan mencari-cari novelku di sana. Padahal kalau dipikir, siapa juga yang akan memperhatikan ya? Huhu. Setelah ada beberapa teman pembaca yang membeli novel "Waktu Aku sama Mika" di toko buku memention ku di medsos, akhirnya akupun membulatkan tekad untuk melihatnya sendiri. Toko buku pertama yang aku kunjungi dengan Shane adalah Gramedia cabang Merdeka Bandung. Waktu itu kami habis dari bioskop bersama teman-teman kerja. Aku pikir sekalian saja ke toko buku. Ternyata benar ada, di rak paling besar! :'D Jujur, rasanya overwhelming. Aku sampai beberapa kali meremas lengan Shane supaya bisa menahan diri untuk nggak memekik, hahaha. Nggak lupa aku mengambil foto, ---setelah nengok kanan-kiri takut ada yang memperhatikan :p

Menemukan "WASM" di rak Gramedia Merdeka Bandung!

"Waktu Aku sama Mika" di rak Togamas Supratman Bandung.

Selain Gramedia, novel "Waktu Aku sama Mika" juga ada di toko buku-toko buku lainnya seperti Togamas, Jendela dan lain-lain. Di toko online juga ada. Mudahnya sih tinggal mengetik judulnya saja di Shopee, Tokopedia atau medsos seperti Instagram dan Twitter. Nanti akan muncul nama-nama toko yang menjual novelku :) Oh iya, tapi khusus edisi bertanda tangan dan totebag hanya dijual di toko online saja (termasuk di website resmi Shira media) karena jumlahnya terbatas.

Menjadi Best Seller
Dulu aku nggak pernah membayangkan tulisanku dibaca oleh orang lain. Bisa menerbitkan buku rasanya seperti mimpi, ---apalagi waktu tahu kalau karyaku dipajang di rak "Paling Laris". Rasanya lebih indah dari mimpi! :') Apalagi aku tahunya bukan karena dapat kabar dari penerbit atau teman pembaca, tapi aku melihatnya dengan mata kepala sendiri. Waktu itu aku dan Shane baru saja selesai dari dokter, karena lapar kami mampir ke tempat pizza dulu. Di dekat sana ada toko buku, lalu iseng-iseng kami mencari novelku. Sepuluh menit pencarian, kami nggak menemukannya dan akupun menyerah. Tapi suamiku rupanya masih penasaran dan memintaku untuk bertanya pada petugasnya. Mulai deh aku cemas karena setelah waktu lumayan lama dia belum juga menemukan dimana novelnya. Rasanya aku sudah mau kabur saja, hehe. Sampai akhirnya ada petugas lain yang tahu dan ternyataaaa... aku dan Shane sudah melewati tempat yang dimaksud berkali-kali! Kami memang sama sekali nggak terpikir untuk mengecek ke sana karena itu rak best seller. Aku pikir too good to be true saja kalau sampai ada di sana. Setelah petugasnya pergi baru deh aku bisa heboh-heboh sedikit. Terharu, nggak menyangka, bahagia, semua jadi satu. Novelku best seller! :')

Satu-satunya foto yang Shane ambil karena waktu kami di sana tokonya sedang mati lampu, hahaha.

Ekspresi bahagiaku waktu tahu novel "WASM" ada di jajaran buku laris :)

Bersama Shane yang selalu mendukung dan siap sedia mengantarku ke toko buku :)

Terbitnya (lagi) "Waktu Aku sama Mika" adalah salah satu hal terindah yang terjadi padaku di masa "nggak mudah" sekarang ini. Aku bersyukur memiliki keluarga dan tempat tinggal yang membuatku nyaman. Tapi jujur ada kalanya aku merasa stuck karena harus diam di rumah. Meski istilahnya WFH alias work from home, tetap saja rasanya berbeda. Apalagi karena sebelumnya aku terbiasa berinteraksi langsung dengan orang-orang di tempatku bekerja paruh waktu. Nah, membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Waktu Aku sama Mika" ternyata bisa mengobati kerinduanku. Terkadang aku sempatkan untuk sedikit mengobrol, apalagi jika mereka merasa related dengan kisahku dan Mika.
Ungkapan perasaanku di sini rasanya nggak sebanding dengan apa yang sebenarnya kurasakan, no words can dercribe how happy and grateful I am. Kisah cintaku dan Mika memang nggak sempurna, ---seenggak sempurna kondisi fisik kami. Tapi melihat apa yang novel ini capai rasanya aman untuk bilang, "Terima kasih telah melihat aku dan Mika ‘melampaui’ kondisi kami. Terima kasih!" :)




selalu sugarpie-nya Mika,

Indi




Dapatkan "Waktu Aku sama Mika" di toko buku seluruh Indonesia (Togamas, Gramedia, dll), www.shiramedia.com (WhatsApp: 087843333019) dan di berbagai toko buku online (gunakan keywords: 'Waktu Aku sama Mika' di Instagram, Facebook, Twitter, Shopee, Bukalapak dan Tokopedia).

--------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com



Senin, 11 Agustus 2014

Tentang Novel "Karena Cinta Itu Sempurna" :)


Aku dan novel “Karena Cinta Itu Sempurna”.





"Apa rasanya sakit, Mika? Waktu HIV membunuh CD4 kamu?"
Mika menyelipkan rokoknya lagi, tapi kali ini lebih lama karena ia memutuskan untuk mengunyahnya.
"Kamu ingat bintang-bintang yang ditempel di papan di dalam kelasmu? Bu guru akan mencabuti satu persatu jika ada murid yang nakal, iya kan?"
Aku mengangguk.
"Bintang-bintang itu seperti CD4, sedangkan Bu guru itu seperti HIV. Dan aku adalah muridnya, Sugar... Jadi aku akan baik-baik saja, selama aku tidak nakal."
Aku mengangguk mengerti.

(Karena Cinta Itu Sempurna, halaman 83)

***



"Karena Cinta Itu Sempurna" adalah novel kedua yang kutulis dan diterbitkan oleh Homerian Pustaka. Sama seperti novel sebelumnya, "Waktu Aku sama Mika", novel ini juga diambil dari pengalaman hidupku, alias diary yang dibukukan. "Karena Cinta Itu Sempurna" menceritakan masa kecilku yang penuh dengan khayalan dan teman-teman yang unik, masa remajaku yang mengalami pahit manis setelah divonis mengidap scoliosis oleh dokter lalu menemukan seorang penyembuh bernama Mika, yang mengidap AIDS tapi mempunyai semangat yang sangat besar. Dan masa-masa memasuki dunia dewasa yang membingungkan tapi juga menyenangkan.

Jika teman-teman pernah menonton film MIKA (dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Mika dan Velove Vexia sebagai aku), maka novel ini akan memberikan penjelasan lebih dari apa yang ada di film, karena scene-scene dari film tersebut memang banyak yang diambil dari novel ini :) 
Sampai sekarang "Karena Cinta Itu Sempurna" sudah dicetak sebanyak belasan kali dan aku sangat bersyukur karena mendapatkan sambutan yang positif. Bukan hanya dari pembaca di Indonesia tapi juga di luar negeri. Seperti Malaysia, Singapore dan Australia. Thank God :)


Foto-foto kiriman pembaca. Terima kasih banyak! :D



Berikut beberapa komentar dari pembaca "Karena Cinta Itu Sempurna":

"Cerita ini mengajarkan aku apa itu cinta sesungguhnya tanpa membalas atau bersyarat."
(Hannie, pengguna Facebook)

"Novel kedua terbaik dari kak Indi yang bikin air mataku kembali mengalir seperti “Waktu Aku Sama Mika”. Bahasa yang ada dinovel ini tergolong sederhana (mudah dimengerti), tapi setiap kalimat-kalimat yang dipakai, maknanya begitu luar biasa."
(Olivia Dejoinears, via email)

"Pertama kali baca, tidak mau berhenti.. Eh tidak tahunya semalam malah sudah khatam dalam 2.5 jam."
(Papafaiz, blogger)

"Bukunya sih kecil tapi isinya beri motivasi dan pelajaran."
(Ekarhmdania, pengguna instagram)

"Pemilihan kata-kata yang santun, ringan serta ditambahkan beberapa catatan berupa diary sang penulis membuat buku ini mudah untuk dinikmati."
(Lidya C, blogger)

"Membaca novel Karena Cinta Itu Sempurna memberikan tebaran rasa manis dan sedikit pahit di hati. Rasa manis saat Kak Indi menulis bahwa perbedaan skolioser hanya tidak boleh berlari dan melompat, hanya itu saja, kami masih bisa seperti orang lain. Hal-hal manis masih banyak terumbar di novel manis yang ditulis penuh kata-kata seperti coklat, manis yang tidak berlebihan."
(Tiskusuma, blogger)

"Pertama kali terpandang reka kulit novel ini, saya terus memegangnya. Ringkas sekali. Dan apabila saya membaca isi di dalamnya, hati saya rasa sangat syahdu."
(Ruhana Zaki, penulis dari Malaysia)



Ah, membaca komentar-komentar positif membuatku tersenyum. Senang rasanya bisa berbagi kisah dan mendapatkan teman-teman baru. Terima kasih banyak-banyak-banyak aku ucapkan untuk semua yang telah menyempatkan membaca :) 


Dan untuk teman-teman yang belum pernah membaca, novel "Karena Cinta Itu Sempurna" bisa kalian mendapatkannya di Indi Sugar Official Store dengan harga Rp. 29.000 (plus bonus stiker Indi's Friend).
Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469, dan novel akan dikirimkan ke alamat teman-teman.


Sekali lagi, terima ksih untuk supportnya selama ini, blessed to have you guys! :)



sugar pie nya Mika,

Indi

______________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 11 Mei 2014

Datang Yuk ke Workshop "Dari Menulis Jadi Buku" :)



Hai teman-teman! Gue punya kabar yang menyenangkan, nih. Tanggal 18 Mei nanti gue diundang sebagai bintang tamu di workshop "Dari Menulis Jadi Buku". Acaranya akan diadakan di Cafe Celebrate Bandung. Selain bisa ngobrol-ngobrol seru dan berbagi cerita tentang bagaimana gue bisa menerbitkan buku, teman-teman yang hadir juga akan mendapatkan ilmu kepenulisan dari Bunda Herafi Zaskia :) Buat yang kangen dengan duet gue dan Ray juga boleh, karena di acara ini Ray kembali menjadi MC, hehehe.

Pokoknya selain seru acara ini juga dijamin kaya manfaat, hihihi. Yuk ditunggu kehadirannya, jangan lupa ajak teman-teman yang lain. Workshop ini untuk umum. Pelajar, mahasiswa, bahkan yang sudah bekerja pun boleh ikut, karena meski judulnya 'belajar' tapi tetap santai dan fun :)
Untuk pendaftaran silakan SMS atau whatsapp ke 081312027870/085720521903 (Dipo). Secepatnya, ya, karena tempatnya terbatas ;)

Sampai ketemu tanggal 18 Mei nanti! :)

sugarpie honey girl,

Indi




"Dari Menulis Jadi Buku" dipersembahkan oleh Buttermint dan disponsori oleh Celebrate Cafe, Papyrus Photo dan JKT 66


 ______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 20 Maret 2014

Tentang "Waktu Aku sama Mika" :)




"Mika itu malaikat, tapi dia pelupa.
Sekarang Mika lagi ambil sayapnya...
Di surga..."

Siapa sangka bahwa puisi singkat itu mengubah banyak hal? Ya, sejak pertama kali bertemu, Mika memang mengubahku menjadi lebih hidup dan percaya diri, tapi aku nggak pernah menyangka bahwa tribute sebanyak 13 kata itu kelak mengubah hidupku dan mempengaruhi orang lain...

Pada tahun 2009, ketika sebuah penerbit menemukan puisi singkat itu di shoutout Friendster, aku nggak menyangka bahwa mereka benar-benar serius menawariku untuk membuat sebuah novel. Mereka hanya mengenalku dari 13 kata dan aku belum pernah membuat tulisan panjang sebelumnya. Tapi nggak lama kemudian aku langsung disodori kontrak dan terbitlah novel "Waktu Aku sama Mika" :)





Sampai beberapa bulan novel itu terbit, aku masih malu-malu jika tanpa sengaja melihat novel itu dipajang di rak toko buku. Ada juga perasaan haru karena "Waktu Aku sama Mika" merupakan adaptasi dari buku harianku ketika berpacaran dengan Mika, laki-laki luar biasa yang aku kenal sejak usia 15 tahun sampai 3 tahun berikutnya karena ia mengalah dengan AIDS...
Lambat laun Mika yang sudah di surga rasanya seperti kembali menguatkanku dan kembali hidup meski lewat kisahnya. Aku mendapatkan banyak teman baru ---mereka yang mengaku terinspirasi dari Mika--- :) 

Novel yang berasal dari 13 kata itu pun sekarang sudah dicetak berulang kali. Tahun ini sudah kali ke 12 (kalau aku nggak salah mengingat) dan sudah difilmkan dengan judul MIKA (Mika diperankan oleh Vino Bastian, dan aku diperankan oleh Velove Vexia)
Hampir 5 tahun sejak "Waktu Aku sama Mika" diterbitkan dan aku masih tetap terharu jika membaca komentar-komentar tentang novel tersebut. Rasanya seperti recharge semangat setiap hari, berkah setiap hari :)




"Ngena banget. Nggak kebayang gimana sosok Mika yang asli. Seorang penyayang, motivator juga PAHLAWAN. Banyak kutipan menarik dari novel ini."
(Dinata Ain)

"Kedalaman karakter Indi mengenai bagaimana merananya ia ditinggal Mika. Cara dia menyusun kata-kata, sangat jelas menggambarkan keadaan hati yang realistis. Saya tidak tahu, ini kisah nyata atau tidak, tetapi saya merasa setiap kata-katanya sangat bernyawa."
(Yohanes Octa)

"Ceritanya bagus, apalagi ini berdasarkan real story."
(Leila Husna)

"WAKTU AKU SAMA MIKA itu buku yang bagus banget. Layak dibeli deh. Gaya penceritaannya menarik, pula diksinya. Sepertinya jarang ada penulis - Indonesia atau mungkin non-Indonesia - yang menulis dengan gaya penceritaan seperti yang ditulis Mbak Indi ini. Bukunya memang tipis, namun isinya sangat luar biasa."
(Immanuel)

"Gak ngerti lagi sama buku ini. Bagus banget, keliatan banget penulisnya hatinya lembut banget, tulus banget :')"
(Febriana Giofanny)

"It did not take a long time for me to read this book. It’s a small 145 pages book with a very simple words used to form the story in it. But in that short time of reading, between those simple words, it delivers nicely a message about one of the most important aspects in life: love.
The book reminds me to love sincerely. To be grateful about life. To appreciate what you have. To share kindness no matter what condition you are in. To give people chances to show who they really is."
(Acago)


Setiap kali ada yang memuji tentang novel "Waktu Aku sama Mika" aku selalu bilang bahwa yang hebat itu Mika, bukan aku. Karena kenyataannya memang begitu. Meskipun ia sudah nggak di sini lagi, tapi Mika selalu jadi pahlawan dan membuat hidupku lebih hidup :)

sugar pie-nya Mika,

Indi



***

Novel "Waktu Aku sama Mika" bisa didapatkan di toko buku Gramedia dan Togamas (biasanya ada di rak novel, best seller atau psikologi remaja). 



(Diedit 2/3/2024. “Waktu Aku sama Mika” kembali diterbitkan oleh Shira Media dan tersedia di berbagai toko buku online dan offline.
__________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 16 Agustus 2012

Bekerja itu Menyenangkan :))

YAIY!! :D

Howdy-do bloggies? Apakah puasanya lancar? :D Bulan puasa sudah hampir selesai, nih, untuk yang mau mudik hati-hati di jalan dan tetap semangat puasanya, ya, jangan sampai bolong, hihihi :)
Gue ingat, waktu masih kecil suka sekali dengan bulan puasa dan lebaran. Guess why? Karena liburannya panjang! Hihihi... Apalagi waktu SD dan SMP, bisa hampir satu bulan,lho. Dan biasanya gue dan keluarga pergi ke luar kota, menginap di sebuah hotel dan melakukan random things. Dari mulai memancing sampai mengunjungi tempat-tempat wisatanya karena kami memang nggak punya tradisi mudik, sejak lahir kami sudah di Bandung, hihihi. Tapi sekarang, setelah dewasa libur panjang nggak lagi gue dapatkan. Di bulan puasa sampai sesudahnya malah merupakan "bulan padat" untuk gue. Kadang rindu masa kecil juga, sih... tapi semua kan ada fasenya. Sekarang waktunya gue mendapat kesenangan selain dari hari libur :)

Dulu nggak pernah terbayang bagaimana rasanya menjadi dewasa. Sekolah dari pagi sampai siang saja rasanya sudah cukup bikin gue ingin tidur siang sampai waktunya makan malam,hihihi. Setiap kali melihat Bapak dan Ibu yang bekerja sampai sore rasanya itu masih sangat jauuuuuuh sekali untuk gue alami. Atau istilah lainnya, "Hey, gue nggak mungkin menjadi seperti mereka". Tapi lalu, BAM! Waktu berjalan dan here I am now :)
Orang tua gue adalah pekerja keras, mereka bekerja dari senin sampai sabtu. Malah, jika sedang sibuk-sibuknya mereka bekerja di hari minggu, full day, lalu pulang ke rumah untuk menghadapi dua anak remajanya yang bandel-bandel. That was me and my brother, hehehe :p Bagaimana cara mereka tetap have fun padahal hampir nggak punya waktu untuk diri sendiri, itu menjadi misteri... sampai gue yang mengalaminya sendiri :)

Keberhasilan mereka di mata keluarga! Iya, saat Bapak dan Ibu berhasil menyekolahkan gue dan adik sampai kuliah, saat Ibu bisa menyajikan makanan bergizi setiap hari, saat Bapak bisa mengantarkan gue dengan mobil yang dibeli dari jerih payahnya... Itu keberhasilan mereka. Itu yang membuat mereka merasa sepadan untuk terus bekerja, mengorbankan "met time"-nya dan terus merasa bahagia! Seperti sebuah lingkaran, mereka bekerja untuk keluarga, keluarga menghargainya dan mereka ikut bahagia :) Gue mengalaminya sekarang, gue tahu bagaimana rasanya. Ini bukan tentang rasa bahagia ketika rekening gue jumlahnya bertambah, tapi ini tentang rasa bahagia ketika ada orang-orang yang menghargai karya gue, mengirimi gue email hangat dan menyapa gue di tempat-tempat umum. Ini membuat gue merasa super bahagia! :)

Seperti sebuah keluarga, bekerja, profesi apapun itu pasti memberi pengaruh pada sekitar, lalu akan kembali lagi pada diri sendiri, baik itu disadari atau nggak. Ketika gue masih kecil dan bercita-cita menjadi seorang penulis, yang gue inginkah hanya mempunyai buku untuk dipajang di rak dengan nama gue tercetak di cover-nya. That's it. Lalu ketika gue sudah menjadi seorang penulis sungguhan, gue mendapatkan lebih dari itu. Gue menerima banyak komentar-komentar dari pembaca yang isinya sangat menyenangkan hati. Email, surat, pesan di facebook, twitter... sangat menyenangkan untuk membaca dan membalasnya satu-persatu. Gue anggap mereka semua teman karena mereka begitu baik, menginginkan gue untuk terus bertumbuh. Dari bekerja gue mendapatkan banyak teman baru... :)

'Pengaruh' memang kata yang besar, tapi gue percaya, pengaruh itu selalu  ada meskipun kecil. Di novel pertama dan kedua gue ada tokoh bernama Mika, dia adalah 'pahlawan' gue sejak gue berusia 15 tahun... sampai sekarang. Di mata gue, Mika begitu berani dan selalu siap melindungi gue sampai AIDS membuatnya harus kembali menjadi malaikat Tuhan. Menceritakannya membuat gue merasa lebih ringan dan membuat gue tersenyum, kembali mengingat masa-masa penuh hal konyol dan mengharukan bersama Mika. Membaginya merupakan 'terapi' untuk gue. Siapa sangka bahwa apa yang gue tulis bisa ternyata mempengaruhi orang lain? Melalui novel-novel gue ternyata Mika seolah hidup kembali, banyak yang mengaku ingin mengenal Mika, bahkan ada yang ingin mempunyai pasangan seperti Mika :) Itu manis sekali... Dan di bulan Agustus ini ada kejutan yang sangat menyenangkan juga mengharukan... Ada dua orang Ibu yang mengaku memberi nama bayinya yang baru lahir dengan nama "Miracle" karena terinspirasi oleh Mika dari novel-novel gue... Ah, gue nggak bisa berkata apa-apa selain "terima kasih" dan "terima kasih Tuhan..." :)

Bekerja dengan hati membuat gue merasa diberkati Tuhan, I'm blessed karena teman-teman pembaca menghargai usaha yang gue lakukan dengan sungguh-sungguh... Mempunyai mereka membuat gue merasa dicintai :) Menyenangkan rasanya ketika tahu ada yang membuat sebuah karya karena termotivasi oleh yang gue lakukan. Ada yang ingin menjadi penulis, ada yang membuat film indie dengan "Waktu Aku sama Mika" sebagai kisahnya. Ada yang membuat pementasan drama, juga ada yang membuat artwork karena membaca "Karena Cinta itu Sempurna". Menyenangkan, sungguh. Bahkan waktu menulis ini pun gue nggak bisa berhenti tersenyum :)

Gue dan Mika, gambar imajinasi dari Sharon Citara :)

Masih karya Sharon, ini Mika, gue dan Ray. Diberi judul seperti novel gue, Karena Cinta itu Sempurna :)


Karya @littlelaugh18, dengan perbandingan foto aslinya :)


Karya Vindy Putri, dengan perbandingan foto aslinya :)


Karya Gluck Fraulein, dengan perbandingan foto aslinya :)

Kebahagiaan dari bekerja dengan sungguh-sungguh juga gue di tempat lain. Membaca nama gue di cover novel sudah membuat gue kegirangan setengah mati, apalagi membacanya di poster :) Beberapa kali gue melihat dua buah novel gue ada di rak best seller atau di recommended list. Tapi melihatnya di toko buku paling besar di Bandung... waw itu benar-benar luar biasa... Ingin menangis rasanya melihat nama dan gambar cover novel-novel gue di sana :') Semua nggak ada yang sia-sia, butuh proses berbulan-bulan sampai kedua novel ini keluar, dan ini hasilnya, thank God... thank God...


Thank God, they're BEST SELLER!! :D

Pekerjaan, apapun itu, selama dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya, gue percaya itu. Nggak peduli jika ada yang memandang rendah pekerjaan kalian, just follow your heart, do your best dan buktikan bahwa semua pekerjaan itu sama mulianya. Waktu gue sekolah teman-teman (bahkan beberapa guru) sering heran kalau gue menjawab "penulis" sebagai cita-cita gue. Mereka bilang, itu hobi, bukan pekerjaan. Gue sempat sedih, tapi gue percaya selalu ada jalan untuk maksud baik :) Dan ini lah gue sekarang, dengan bangga menyebut bahwa gue adalah seorang penulis. Mungkin bukan penulis yang baik karena masih harus banyak belajar, tapi, apapun itu, gue memang penulis :)

Gue nggak menyesal dengan kesibukan yang gue dapat, gue juga nggak sedih karena waktu liburan gue jauuuuuuuh lebih berkurang dibanding masa sekolah dulu. Thanks to my parents karena mengenalkan gue dengan nikmatnya bekerja dan percaya bahwa reward terbesar adalah penghargaan dari orang-orang sekitar, bukan uang :)
Setelah liburan lebaran yang sangat-sangat singkat gue siap untuk bekerja, gue nggak sabar untuk mendapatkan senyuman dan sapaan dari siapa saja yang menikmati karya gue. Novel ke tiga gue "Guruku yang Berbulu dan Berekor" akan terbit nggak lama setelah lebaran. Lalu di bulan September ada sebuah project yang akan gue kerjakan bersama Ray (it's a TV show and meet and greet, yaiy, yaiy). Dan, mungkin ada yang sudah tahu bahwa "Waktu Aku sama Mika" (IFI) akan ada versi layar lebarnya (inspired by my first novel)? :) Yes, film yang dikerjakan sejak tahun kemarin ini pada tanggal 13 lalu sudah selesai shooting dan akan diputar di bioskop bulan Desember 2012!! Senang, senang, senang sekali. Semua yang berasal dari hati dan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya :)


It's a wrap! :)

Jadi, apalagi yang bisa gue bilang selain: cintai pekerjaanmu, lakukan dengan sungguh-sungguh. Apa yang menurutmu terbuang ketika mengerjakannya pasti akan tergantikan. Percaya, deh ;)

smile,
Indi


nb: Selain yang sudah disebutkan, ada sebuah project lagi yang gue kerjakan bersama teman-teman bernama "green smile". Project ini bertujuan untuk mengenalkan gaya hidup hijau. Silakan kunjungi web'nya di sini. Ada tulisan gue juga, lho :) Dan terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah membuatkan gue/novel-novel gue fans page dan akun twitter (Waktu Aku sama Mika, @indisugarindo, @indisugar_fc, @sugarsbook dan yang lainnya). Ini berarti banyak untuk gue... sekali lagi, terima kasih :')
_________________________________

Kontak Indi: di sini, sini atau email namaku_indikecil@yahoo.com
Akun Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu Sempurna resmi: di sini dan di sini

Selasa, 05 Juli 2011

Ulang Tahun Mika dan Pemenang 1st Giveaway

"Terakhir aku melihatmu, kamu seusia denganku hari ini, 25 tahun.
Dan hari ini kamu menjadi 32 tahun tanpa pernah aku melihatmu menjadi 26, 27, 28, 29, 30, bahkan 31 tahun...
Selamat ulang tahun Mika, sisakan tempat untukku di Surga sana.
Aku harap kamu tidak lupa, aku tetap 'Sugar'mu.

Hanya saja aku sudah besar..."

(Untuk Mika, petarung AIDS sejatiku)



Pemenang Indi's First Giveaway:

1. Elsa dengan judul "The Wonder Girl"
Mendapatkan 1 buah novel cetakan perdana "Waktu Aku sama Mika", 1 buah novel cetakan perdana "Karena Cinta itu Sempurna" (+tanda tangan) dan 2 buah pita lepas-pasang berwarna oranye dan putih.

2. Vanilaeru dengan judul "Kelly Osbourne dan SNSD ke Indonesia (?)"
Mendapatkan 1 buah novel cetakan perdana "Karena Cinta itu Sempurna" (+tanda tangan) dan sebuah cincin replika "Mika".

3. Aldila dengan judul "Indi"
Mendapatkan 1 buah novel cetakan perdana "Karena Cinta itu Sempurna" (+tanda tangan) dan sebuah dompet.

Untuk pemenang tolong kirimkan nama, alamat lengkap, nomor HP ke email namaku_indikecil@yahoo.com. Hadiah akan dikirim ke alamat masing-masing segera setelah data diterima. Selamat ya, dan terima kasih untuk semua yang berpartisipasi :)



Sstt, Mika, aku punya hadiah ulang tahun istimewa untukmu.





Iya, itu namamu di sana. Sekarang kamu bukan cuma pahlawan untukku saja, tapi juga semua orang :)

Sekali lagi, selamat ulang tahun Mika. Aku merindukanmu seperti ketika kamu berulang tahun ke 26, 27, 28, 29, 30 dan 31...



banyak-banyak senyum,
Sugar.