Tampilkan postingan dengan label Istana Plaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istana Plaza. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

Quality Time with Ibu dan Bapak :)

What I wore? Headband: my DIY | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: TSM/BIP? | Sling bag: Columbus | Shoes: GOSH

Hai, hai, haiiii, bloggies apa kabar? Setelah meet and greet "Indi goes to Depok" tanggal 15 September lalu ternyata tenaga gue cukup terkuras. Gue kena flu dan sampai sekarang masih belum sembuh, metabolisme tubuh juga sedikit kacau. Syukurlah setelah periksa ke dokter ternyata gue hanya perlu istirahat dan menghindari stress. Semoga teman-teman semua sehat-sehat, ya. Please perhatikan alarm tubuh, jangan cuek lalu tahu-tahu sakit, hehehe. 
Satu minggu setelah meet and greet berlalu gue menerima kejutan dari Ibu dan Bapak. Sebenarnya sih, gue tahu bahwa mereka nggak bermaksud menjadikan ini kejutan. Tapi tiba-tiba saja hari biasa berubah menjadi waktu berkualitas yang menyenangkan bagi kami bertiga! :)

Satu hari sebelum hari penuh kejutan itu Ibu mengajak gue untuk pergi ke mall. Beliau minta ditemani untuk melihat-lihat model pakaian terbaru, untuk inspirasinya mendesain pakaian. Gue yang saat itu belum mandi dan sedang asyik snuggling di sofa langsung menolak dan menyarankan untuk pergi keesokan harinya saja. Tapi Ibu berkata bahwa besok sudah waktunya berbelanja bahan-bahan untuk butiknya, sudah nggak ada waktu untuk ke mall. Sebenarnya gue merasa nggak enak karena nggak bisa menemani Ibu. Tapi perasaan malas berpadu dengan piyama yang nyaman memang susah dikalahkan, hehehe.

Ready to go :)
Bapak dan Ibu :)

Keesokan harinya, tiba-tiba saja Ibu kembali mengajak gue ke mall. Gue sedikit bingung karena seharusnya ini waktunya Ibu dan Bapak belanja ke bahan-bahan keperluan butik. Tapi melihat Ibu dan Bapak sudah siap dengan pakaian rapi, gue langsung mandi dan sengaja memilih baju yang senada dengan warna baju Ibu. 
Di perjalanan Ibu bercerita bahwa kami akan ke Istana Plaza, rencana belanja bahan-bahan diubah menjadi hari berikutnya. Katanya, sudah lama kami nggak berjalan-jalan bertiga saja seperti waktu gue kecil dulu. Apalagi kebetulan Puja, adik gue sedang asyik pergi bersama teman-temannya, hehehe.

Setibanya di mall gue sama sekali nggak punya rencana, gue hanya membawa sedikit uang dan memutuskan untuk menemani Ibu dan Bapak berkeliling saja. Meski gue dekat sekali dengan mereka, tapi gue selalu segan untuk meminta sesuatu. Pasalnya gue bukan lagi anak-anak dan sudah terbiasa memenuhi segala kebutuhan sendiri sejak lulus kuliah. Meski belum bisa memberi hal-hal besar, tapi gue selalu usahakan untuk menutup biaya internet dan koran di rumah :) Menemani Ibu berbelanja saja sudah menjadi hal yang menyenangkan, kok. Mungkin karena sama-sama perempuan gue jadi bisa memberi masukan sepatu, tas atau baju mana yang cocok untuk beliau. Gue mengikuti Ibu setiap kali beliau memasuki sebuah konter fashion. Sedangkan Bapak, tentu saja menunggu dengan sabar sambil sesekali memberikan komentar, hehehe.

Gue sangat menikmati sekali waktu kami bertiga. Berjalan-jalan dengan sahabat dan pasangan memang menyenangkan, tapi berjalan-jalan dengan orang tua itu MEGA MENYENANGKAN, hehehe. Gue menemani Ibu di fitting room, memilih-milih baju mana yang paling cocok. Bahkan kadang Bapak juga ikut masuk daripada bosan menunggu di luar, hehehe. Setelah dapat sepatu dan tas yang cocok ternyata Ibu masih belum selesai berbelanja, beliau mengajak kami masuk ke sebuah konter lagi. Tapi kali ini berbeda, kami bukan masuk ke konter fashion dewasa.

Kami masuk ke sebuah konter fashion remaja. Ibu dan Bapak langsung memilih-milih baju di sana. Ternyata... itu untuk gue! Gue senang bukan main dan langsung menyetujui semua item yang mereka pilih, hehehe. Oya, meski gue bukan lagi remaja, tapi untuk membeli pakaian dan aksesoris pasti ke konter remaja karena ukuran dan pilihan warnanya lebih sesuai dengan tubuh gue. Ibu dan Bapak memilihkan gue dua buah atasan dan sebuah rok berwarna merah. Gue sampai nggak bisa berhenti tersenyum saking senangnya :)

Setelah itu ternyata masih ada kejutan lain. Gue melihat sebuah dress merah dipajang di display konter fashion lainnya. Dress nya bagus sekali, gue menginginkannya tapi uang yang gue bawa nggak mencukupi. Naluri seorang ibu memang kuat sekali termasuk dalam hal shopping, hehehe. Beliau mengajak gue masuk dan meminta gue mencoba dress itu. Ternyata pas sekali di tubuh gue. Makin besarlah keinginan gue memiliki dress itu. Apalagi Ibu meminta gue menunjukkannya kepada Bapak. Beliau langsung berkomentar bahwa dress itu cocok sekali gue pakai. Dan di sini lah kejutannya, mereka memutuskan untuk membelikan dress itu untuk gue! Wah, gue terharu sekali, siapa sangka gue dibelikan sebanyak ini padahal sudah bukan anak-anak lagi. Ada perasaan nggak enak sebenarnya, karena seharusnya sekarang giliran gue yang memberikan banyak hal pada mereka, bukan sebaliknya.

Lol, fitting room :p
Sambil menunggu Ibu :D

Ibu dan Bapak sepertinya mengerti perasaan gue, karena setelah belanja mereka mengajak gue dinner di Hoka-Hoka Bento dan menjelaskan semuanya. Mereka berkata bahwa gue jarang sekali meminta sesuatu, bahkan saat masih kecil, jadi mereka ingin memberikan gue sesuatu sesekali. Bapak bilang meskipun gue sudah besar tetap saja gue putri kecil mereka dan orang tua akan senang sekali jika bisa memberikan sesuatu untuk gue. Gue tersenyum mengerti dan perasaan senang gue terlalu besar untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Di tengah-tengah dinner gue kehabisan udang. Sebenarnya gue dapat paket dinner lengkap, tapi karena gue pesco-vegetarian jadi nggak bisa makan seluruhnya. Gue memutuskan untuk membeli udang tambahan dan sudah siap berdiri. Tapi Ibu meminta gue duduk kembali dan membiarkan Bapak yang membelikannya untuk gue. Hal kecil, tapi gue benar-benar terharu. Waktu kecil hal seperti ini mungkin dianggap biasa, tapi setelah gue besar hal-hal seperti ini terasa begitu menyentuh. Mungkin teman-teman bloggie yang masih kecil belum merasakan apa yang gue rasakan. Tapi percaya, deh suatu hari ini akan terjadi jadi jangan pernah lupakan hal-hal kecil yang pernah orang tua berikan :)

With my beautiful mom :)
Our simple dinner :)
"Kesibukan" Ibu ketika sampai rumah, hihihi :)
Sweet treats from Ibu dan Bapak :)

Karena acara jalan-jalan dadakan ini gue mengerti, bahwa sampai kapanpun posisi gue tetap sebagai anak. Nggak peduli seberapa besar, seberapa dewasa pun gue tumbuh, gue tetap menjadi seorang anak. Begitu juga mereka, Ibu dan Bapak tetap akan menjadi orang tua dan mereka akan bahagia jika bisa membahagiakan gue kapanpun itu, saat gue masih kecil, sekarang ataupun nanti. Meski awalnya canggung tapi gue sangat senang dengan bagaimana Ibu dan Bapak perlakukan gue. Sepertinya dengan memberikan sesuatu pada putrinya membuat Ibu dan Bapak tetap merasa jadi orang tua sesungguhnya. Merasa nggak 'ditinggalkan' , selalu dibutuhkan oleh putri kecilnya. Gue tahu suatu hari akan tinggal terpisah dengan mereka, mungkin nggak setiap hari bisa pulang ke rumah. Tapi gue tahu satu bahwa membuat mereka bahagia bukan hanya dengan memberikan mereka hal, tapi selalu membuat mereka merasa dibutuhkan. I love you, Ibu. I love you, Bapak. Always :)


blessed daughter,

Indi

________________________________________________
Twitter: here | Facebook: here | contact person: 081322339469

Selasa, 21 Agustus 2012

Pelajaran dari Bapak dan Ibu :)

Sebelum pergi terapi, sebelum tahu akan mendapat kejutan :)


Hi, my lovely readers! Apa kabar? Selamat Hari Lebaran ya bagi yang merayakan. Mohon maafkan aku kalau selama ini ada kesalahan atau ada tulisan yang kurang berkenan di hati kalian. Semoga Lebaran kali ini mendatangkan berkah bagi kita semua dan kita bisa memulai semuanya dengan lebih baik, amen... :)

Ngomong-ngomong soal Lebaran, beberapa hari sebelumnya tepatnya tanggal 16 Agustus, aku mengalami hari yang menyenangkan. Well, kebanyakan hari memang menyenangkan, sih, hehehe, tapi aku nggak nyangka akan semenyenangkan ini :D Jadi, seperti hari libur biasanya aku memulai hari dengan terapi. No special outfit, no special hairstyle. Semuanya benar-benar seperti biasa. Diantar Bapak, lalu dijemput kembali satu setengah jam kemudian. Tapi lalu ada yang berbeda. Waktu mobil Bapak terparkir di halaman tempat terapi, yang menjemput ke ruangan terapi bukan Bapak, melainkan Ibu! Aku senang tentu saja, lalu bertanya mengapa Bapak menunggu di tempat parkir. Ibu bilang kami akan makan malam di luar, just 4 of us, me, my brother, Bapak and Ibu. Aku langsung mengangguk gembira, dan nggak menyangka bahwa banyak hal menyenangkan lainnya yang menunggu di hari itu...


:D

Ring: Bandung Indah Plaza.

OOTD: Hair accessory: Naughty | Dress:  Toko Kecul Indi | Handbag: BSM | Shoes: Nevada Kids


Kami berencana untuk dinner di restoran 'all you can eat' di sebuah mall. Waktu menunjukan pukul 5, dan hanya satu jam kurang sebelum waktunya berbuka puasa. Lucunya Ibu nggak ingat soal itu, jadi nggak reservasi dulu sebelumnya. Beliau pikir, cabang di mall ini biasanya sepi, jadi buat apa reservasi. Tapi ternyata di bulan puasa luar biasa penuh sampai-sampai kami harus masuk waiting list dan kembali lagi jam 8 malam! Bukan waktu yang sebentar, hahaha :D 
Setelah berunding singkat, Ibu memutuskan untuk menunggu dan membeli beberapa keperluan rumah tangga di supermarket. Hmm, ibu-ibu kan selalu menikmati belanja, jadi pasti bisa 'membunuh waktu' sampai waktunya dinner, hahaha. Sedangkan Bapak dan Adik, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan keluar mall. Dan aku... aku nggak punya rencana apa-apa dan memilih untuk menemani Ibu belanja. Tapi lalu Ibu bertanya apa aku nggak menginginkan sesuatu yang lain, sesuatu yang benar-benar aku inginkan. Sambil tertawa aku menjawab bahwa aku kehabisan blush on, lip gloss dan ingin beberapa aksesoris rambut. Jawaban main-main, tentu saja. Tapi ternyata Ibu mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya sambil berkata, "Ini pakai saja uang Ibu".


Treat from Mommy :)

They're just too cute :) Thanks, Mom! :*


Aku terkejut sekaligus senang. Bukan, bukan karena jumlahnya besar, tapi karena... aku nggak menyangka, di usiaku yang bukan anak-anak lagi beliau masih menyenangkanku dengan treat kecil di waktu yang nggak diduga-duga. Mungkin bagi sebagian anak ini adalah hal biasa, tapi untukku ini adalah moment yang mengharukan... Bapak dan Ibu adalah orangtua yang penuh kasih, tapi juga sangat disiplin. Sejak kecil, jika aku menginginkan sesuatu, aku harus menabung dulu dari sisa uang jajan. Mereka sangat selektif dengan barang yang aku miliki. Aku memang dibebaskan untuk memilih apa yang aku inginkan, tapi selalu diberikan 'pertimbangan' apakah aku benar-benar membutuhkannya atau nggak. Setelah aku beranjak remaja, aku mulai menyadari bahwa Bapak dan Ibu berbeda dari orangtua teman-temanku. Waktu teman-teman satu kelas sudah mempunyai HP, Ibu bertanya apa aku menginginkannya juga. Aku bilang, tentu saja aku ingin. Lalu Ibu  memintaku untuk menabung, dan setiap kali nilaiku baik, aku mendapatkan uang jajan tambahan. Hasilnya, aku berhasil mengumpulkan sejumlah uang yang cukup untuk dibelikan sebuah HP monokrom merk Nokia. Aku gembira luar biasa dan menjaga HP ku baik-baik :)

Bapak selalu bilang bahwa tugas orangtua adalah memfasilitasi kebutuhan anaknya. Aku suka menulis, maka Bapak membelikanku sebuah komputer tua yang usianya hampir sama denganku untuk berlatih menulis. Aku juga suka mendesain pakaian, maka Ibu membelikanku buku-buku fashion dan membagi ilmu desainnya padaku. Tapi jika aku menginginkan Barbie, boneka binatang, lampu-lampu hiasan dan lainnya, aku harus menabung dulu. Alasannya sederhana, karena usiaku waktu itu sudah cukup untuk mengerti konsep menabung: sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Atau kalimat lainnya, "Ini mungkin akan memerlukan waktu lama, tapi jika berusaha terus pasti akan tercapai" :) Semua yang aku inginkan didapat dari hasil menabung (meski waktu itu 'sumber' uangnya masih dari Bapak dan Ibu, lol), terkecuali jika aku membuat suatu prestasi, ulang tahun dan di hari raya,  Bapak dan Ibu selalu memberikanku sesuatu :)

Jangan salah kira, orangtuaku bukan orang-orang yang pelit. Mereka hanya menginginkan yang terbaik, dan itu cara mereka mendidikku, dan aku menyukainya karena aku mulai mendapat hasilnya di usia dewasa :) Ternyata, dengan memanfaatkan semua fasilitas yang diberi Bapak dan Ibu ditambah dengan menabung berhasil membuatku melewati fase remaja ke dewasa dengan relatif lancar :) Buatku, juga buat Ibu dan Bapak, menjadi dewasa adalah bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, —-membawa stuffed animal ke mana-mana bukan berarti imatture, selama nggak bertingkah kekanakan :D
Ketika kuliah, dari pertengahan sampai semester akhir, aku membiayai sendiri. Nggak ada uang saku terkecuali dapat fasilitas antar-jemput menggunakan mobil Bapak. Itu bukan permintaan orangtua. Mereka justru berpendapat bahwa seharusnya untuk biaya pendidikan aku harus dapat sampai sarjana. Tapi kupikir, aku sudah punya pendapatan sendiri dan mencukupi, jadi kenapa aku nggak mencoba untuk lebih mandiri, toh usia dewasa sudah semakin dekat :) Syukurlah mereka bisa mengerti dan membantuku berlatih sehingga aku hampir 'nggak' sadar sudah memasuki usia dewasa :)

Selepas kuliah aku menanggung hidupku 'sendiri', dalam artian finansial, karena untuk mental orangtua pasti men-support anaknya bahkan sampai akhir hayat. Aku memang masih tinggal di sebuah kamar di rumah Bapak dan Ibu, tapi untuk biaya listrik, internet, telepon dan belanja bulanan (pribadi) mereka menyerahkan sepenuhnya padaku. Banyak yang mengira aku anak manja karena Bapak atau Ibu sering mengantarku bepergian, tapi menurutku itu bukan bentuk manja, tapi bentuk kasih sayang mereka. Mereka hanya ingin berada di sekitarku, hanya ingin melihat anak gadisnya dari dekat. Dan untuk biaya bensin, tentu saja aku yang menanggung. Mereka murni mengantar :))
Bahagia rasanya ketika mendengar Bapak dan Ibu berkata "bangga" dan terseyum dengan puas :')

Perjalananku masih panjang, dan akan selalu membutuhkan proses belajar. Aku nggak pernah menyesal dengan cara didik orangtuaku, sebaliknya aku bangga dan merasa beruntung karena tetap mendapatkan masa kecil yang super indah sembari mendapatkan pelajaran berharga. Apa yang aku hadapi sekarang suatu hari akan berubah ke level yang lebih tinggi. Suatu hari aku harus meninggalkan kamar di rumah orangtuaku dan memulai keluarga kecilku sendiri. Hidupku akan lebih menantang dan akan ada banyak hal yang harus diatur. Jika sekarang aku hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri, maka suatu hari aku akan mengatur biaya pendidikan anak dan lain sebagainya (bersama suami tentu saja, lol). Aku nggak perlu takut menghadapi itu semua karena dengan support mental dari Bapak dan Ibu aku pasti bisa :)

Dan sekarang, kembali lagi pada 'hari itu', aku membelanjakan uang dari Ibu dengan perasaan yang sangat gembira. Aku nggak menghabiskan semuanya dan menyerahkan sisanya pada Ibu. Hari itu aku belajar sebuah hal baru lagi. Selain untuk mengajarkan anakku kelak untuk menabung, meyakinkannya bahwa ia bisa mandiri... memberikannya kejutan di waktu nggak terduga akan memberikannya senyuman bahagia sepanjang hari. Seperti yang alami di hari itu :) :) :) :) :)



Ibu dan Bapak, ketika akhirnya waktu dinner tiba :)



blessed girl,
INDI
______________________

contact me: namaku_indikecil@yahoo.com (email) or HERE and HERE

Minggu, 24 April 2011

Asyiknya Berlibur :D

Hore liburan! :D Tanggal 22 sampai 24 April kan libur (lumayan) panjang yang jatuhnya pas di akhir pekan. Hayooo, siapa yang senang?
Akuuu! :D
Hehehehe, nggak usah bingung ya, kenapa aku yang sehari-hari kerja di rumah bisa ikutan senang padahal setiap hari juga "liburan", hihihi... Ini karena orang-orang di sekitarku yang justru sibuk di hari-hari lain. Bahkan weekend karena banyak di antara mereka yang bekerja atau malah tinggal di luar kota. Misalnya saja Ray, meski kami tinggal di satu kota, bahkan selalu jemput aku untuk terapi dan les, tapi tetap saja kami jarang "keluar" di waktu weekend. Apalagi dengan kedua sepupu perempuan aku, Gina dan Silmi yang tinggal di lain kota, kami jaraaaang banget ketemu bahkan untuk sekedar ngobrol.
Nah, sekarang ngerti kan kenapa aku senang banget sama libur yang (lumayan) panjang ini? ;)



Good Friday

Tanggal 22 April jatuhnya di hari Jumat. Biasanya di Jumat-Jumat lain artinya aku menunggu ditelepon Ray setiap 1 jam sekali dari kantor dan menunggu dia pulang sampai sore untuk makan malam bareng. Tapi kali ini.... yaiy, kami bisa habisin waktu berdua (hampir) seharian dan ngobrolin apa saja tanpa khawatir ada customernya Ray yang selak obrolan kami :D
Satu hari sebelumnya Ray memang sudah bilang kalau dia kangen kami "jalan" berdua dan bukan dalam rangka "apa-apa". Maksudnya, dia kangen kami betul-betul berdua dan bukan untuk keperluan lain seperti sekalian menemani aku terapi atau lainnya. Jujur, aku juga kangen saat-saat seperti itu. Jadi waktu Ray ajak aku ke Braga, aku senang bukan main! :D

Kami nggak mau buang waktu, makanya untuk jalan-jalan kali ini kami nggak pesan taxi lewat telepon, tapi kami betul-betul cari taxi secara langsung. Iya, betul "cari-cari"! Hihihi. Jadi begitu dapat kami bisa langsung berangkat tanpa perlu menunggu lama. Sekitar jam 3.30 sore kami tiba ditujuan. Ray langsung ajak aku ke bioskop. Tapi sayang niat kami untuk nonton langsung batal waktu tahu film yang diputar "aneh-aneh", hehehe. Masa ada kuntilanak kesurupan? Wah, nggak mau bayangin deh gimana konyolnya isi filmnya. Jadi kami pakai uang tiket bioskopnya untuk makan es krim. Wah, senangnya :D Aku yakin es krim ini rasanya jauh lebih enak daripada kami harus terjebak selama 1,5 jam untuk nonton hantu-hantuan :p
Es krim ternyata bikin imajinasi kami seperti anak-anak lagi. Sampai-sampai aku bilang sama Ray kalau nanti aku bakal beli gedung mall ini dan pakai restoran dilantai atas untuk kamar tidur kami, hihihihi. Ada-ada saja...





Setelah makan es krim kami turun ke lantai paling dasar. Nggak terasa sudah hampir waktunya dinner, jadi kami putuskan untuk ke The Kiosk, tempat favorit kami satu-satunya disini, hihihi (soalnya nggak ada tempat lain yang enak sih di sini). Awalnya sih nggak ramai, cuma kami dan 1 pasangan ABG yang duduk di depan kami. Tapi lama-lama semakin penuh, sampai-sampai kami kesulitan panggil pegawainya untuk sekedar minta tambah minum :O
Btw, tentang pasangan ABG, aku ada cerita "menarik" tentang mereka. Awalnya sih kami cuma terganggu karena salah satu dari mereka (yang laki-laki) merokok dengan cara yang "berlebihan". Hmm, maksudnya ini lho, seperti orang yang baru tahu rokok dan menganggap rokok itu keren (eww...). Dia merokok dan mengeluarkan asap dari mulutnya dengan disembur ke mana-mana. Serius! Bahkan ke wajah pasangannya, hahahaha. Aku pikir, hmm, laki-laki macam apa yang merokok di depan pacarnya meskipun di smoking area. Soalnya Ray juga perokok. Perokok berat--perlu diingat--, tapi dia NGGAK PERNAH merokok di depanku. Tapi nggak lama kemudian pendapatku mulai berubah jadi "pasangan macam apa ini?!!" soalnya si perempuan juga ternyata ikut merorok. Untungnya nggak "selebay" pasangannya. Kalau lebay kan gawat, bisa-bisa pegawai di sana yang disembur asap, hahaha.
Sepanjang kami di sana, banyak kelakuan mereka yang sangat irritating our eyes. Well, perlu diketahui kami bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, tapi mereka betul-betul duduk TEPAT di depan kami and they're kissing seolah nggak ada siapa-siapa. Iya, lads and gends, kalian nggak salah baca. Mereka berciuman dan merokok di depan umum padahal kami yakin mereka masih under age (mungkin sekitar 14-16 tahun, usia anak SMP!). Wah, ini aku yang kolot atau jaman sudah banyak berubah ya? Ckckckck :p



Sengaja aku tutupin matanya supaya mereka gak terlalu malu :p


Kerupuuuuuk :D



Tapi di luar kelakuan ajaib ABG masa kini itu (aku yakin nggak semua remaja seperti ini, kok :) ), kami sangat sangat sangat bahagia. Punya waktu berkualitas berdua, makan makanan yang enak, bisa ngobrol sampai aku habisin 2 botol teh (haus!), bahkan kalau dipikir-pikir kelakuan ABG itu juga jadi hiburan tersendiri bagi kami, hehehe :p
aku bersyukur kami diberi rezeki oleh Tuhan untuk "kencan" seperti ini sesekali. Ya, nggak perlu sering-sering karena justru ini yang bikin terasa istimewa, hihihi. Terima kasih Tuhan, terima kasih Ray. It was a great day :D




Girls Time!

Sejak tanggal 22 April Gina dan Silmi memang menginap di rumahku. Tapi kami nggak kemana-mana soalnya selain karena aku pergi sama Ray, mereka juga jengukin Iie yang sudah boleh pulang dari RS (Iie itu mamanya Gina, lho). Sebetulnya sih memang nggak ada rencana keluar, tapi berhubung Silmi pengen dianterin buat beli kado ultah temannya, aku langsung setuju. Apalagi kami sudah semakin jarang jalan bertiga dan kebetulan juga temanku, Richard lagi ada di Bandung untuk talkshow buku perdananya (maksudnya sambil menyelam minum air gitu, hehehe).

Jadilah kami bertiga pergi dengan banyak tujuan (Silmi cari kado buat temannya, aku untuk ketemu Richard, sedangkan Gina mau cari sepatu, makeup, dst, dll, pokoknya banyak, deh, hehehe). Begitu sampai kami langsung lihat Richard lagi nyamar jadi sinterklas. Maksudnya dia lagi duduk di bangku dan banyak yang minta foto gitu kaya santa, hehehe.
Sekitar 10 menit kami menunggu, akhirnya Richard "ngeh" juga dengan kehadiranku. Di tengah "sesi Santa" nya dia dadah-dadah sama aku dan minta Bianca, pacarnya untuk nemenin kami dulu sampai dia selesai tugas (emang pas Easter ada Santa juga ya? Hahahaha...).

Oya, sedikit cerita tentang Richard, mungkin banyak yang heran ya kenapa kami berdua bisa berteman (soalnya kami memang beda "dunia" banget, hihihi). Jadi, satu-satunya persamaan kami sama-sama seorang blogger. Dia di Australia, gue di Indonesia. Dia jangkung, aku pas-pasan. Dia hobi menulis cerita konyol, nah aku nggak bisa melucu. Tapi kami saling mengagumi blog satu sama lain :) Dari dunia maya pertemanan kami berlanjut ke dunia nyata. Waktu itu sih, aku baru menerbitkan satu buku saja, sedangkan Richard malah masih tahap "membangun" buku perdananya. Dan sekarang novelku sudah 2 dan Richard sudah talkshow di mana-mana. Wah, betul-betul pertemanan yang bikin waktu "nggak terasa", hahaha :)

Okay, aku balik lagi sama ceritaku... Setelah Richard selesai jadi Santa kami (plus Aan, editornya Richard) langsung ke Pizza Hut. Banyak banget kejadian lucu di sana. Misalnya saja waktu kami mau pesan makanan aku bingung setengah mati karena menunya daging semua. Akhirnya aku pesan 1 gelas coca-cola dengan es krim (float). Nah, ajaibnya ternyata minuman yang dipesan untuk bareng-bareng adalah coca-cola! Oh duhai (bahasanya si Richard, nih), aku pun hampir terpaksa menghabiskan 2 gelas coca-cola kalau saja Bianca nggak menawarkan bantuan untuk manghabiskan setengah gelas yang rasanya sudah mirip air bening, hahaha :'D
Gina dan Silmi sempat bingung lho kenapa ada bule bisa bahasa Indonesia. Kalau Silmi sih dia sudah tahu kalau Richard itu blogger, nah Gina yang blank sama sekali malah pikir kalau bule yang ada di depannya itu blesteran Indonesia, hahahaha.
Pokoknya pertemuanku dengan Richard dan Bianca kali ini (eh, dengan Aan juga, maaf An, hehehe) berkesan banget. Meski agak sedih soalnya Ray nggak bisa menemani karena kerja, tapi aku tetap happy soalnya aku bisa mengenalkan sepupu-sepupuku sama bule tergila yang pernah aku kenal. Apalagi aku juga dapat teman baru, Aan, yang kalau jalan berdua Richard mirip orang pacaran, hahaha.
Oh, oh, btw, Gina "nggak setuju" lho kalau Richard dibilang lucu. Baginya, Bianca lebih lucu, soalnya Gina sering banget ketawa gara-gara kelakuan Bianca. Apalagi waktu dia pura-pura jadi aku yang kesusahan mau digendong Richard (ceritanya Mika -_-) waktu kami lagi ngobrolin "Waktu aku Sama Mika", hahaha...
Thanks Oma (Richard), thanks Brian (Bian, lol) dan thanks juga Aan. It's nice to see you guys. Kapan-kapan main lagi, ya. Jangan lupa bawa buku masing-masing, kan mau tukeran tanda tangan. *gubrak!*



Foto pertama: manis-manis :)


Foto kedua: aku iseng berat kepalanya Bianca dikasih bunny ears. Dan tebak tasku dipegang siapa :D Eh, ada Pak Satpam yang liatin kita :p



Setelah keluar dari Pizza Hut, kami langsung berpisah. Richard dkk keluar dari mall, sedangkan aku dan sepupu-sepupu langsung masuk ke dalam mall dan bantu Silmi cari kado untuk temannya. Setelah keliling-keliling, akhirnya diputuskan untuk beli 1 buah silikon HP berwarna ungu dengan corak hati. Wih, baguuuuuuuuus banget! Sampai-sampai aku kepengen juga. Tapi sayang untuk HP ku belum ada karena kata mbak'nya tipe HP ku jarang dipakai ABG jadi aksesorinya juga nggak banyak. Sniff, that's an ugly truth, tahu nggak, mbak! Huhuhuhu...
Sedangkan Gina minta diantar ke pusat mall untuk lihat-lihat makeup dan sepatu. Dan setelah lama keliling, dia akhirnya beli lipstick, cat kuku dan makanan yang entah apa namanya, hihihihi :)
Aku sendiri lebih memilih beli oleh-oleh untuk Ray. Sebetulnya sih pengen belanja ini-itu juga, tapi sepertinya masih harus ditunda, hihihi. Ditemani Silmi gue pilih-pilih T-Shirt untuk Ray. Kami sih suka modelnya. Mudah-mudahan saja Ray juga suka :)

Sudah selesai belanja ternyata kami nggak bisa langsung pulang, Ais, kakaknya Silmi yang jemput kami ternyata nyasar ke mall tetangga. Wih, kami sampai pegal nunggunya. Apalagi hujan yang besar bikin kami rada ketakutan untuk nunggu di lobby. Syukurlah Ais akhirnya datang 1 jam kemudian. Ah, what a day. Bahagianya bisa berkumpul sama sepupu-sepupu tersayang ;)



Sambil nunggu dijemput aku makan frozen yoghurt dulu, hihi.




Today

Hari ini, tanggal 24 April, hari terakhir libur. Gina dan Silmi sudah mengemas kembali bawaan mereka untuk pulang ke kota masing-masing. Tempat tidurku juga terasa lebih lega karena nggak harus share lagi dengan Silmi. Dan hari ini juga perdana aku bisa pakai kamar mandi tanpa antri dengan Gina atau Silmi lagi. Tapi biar begitu aku sudah langsung kangen sama mereka :')
Libur 3 hari ini terasa betul-betul "liburan". Thank God aku bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang yang aku sayangin. Aku juga bersyukur karena aku "selalu" ada. Aku di sini, di rumah, nggak kemana-mana. Jadi kalau suatu hari mereka ada libur mendadak, di luar libur nasioanal, aku akan selalu ada untuk mereka ajak berlibur, hihihi. Sekali lagi, thank God...
Jadi teman-teman, bagaimana dengan libur (lumayan) panjang kalian? Semoga cukup untuk memberikan semangat kembali beraktivitas di hari senin ya! :D



smile,
INDI


(Edited 29/02/2024. Ray and I are no longer together. I am now happily married to Shane).