Senin, 28 November 2011

Review: Red Cherry and my update :)


Halo bloggies, apa kabar? It's Monday already. Bagaimana aktifitasnya? Semoga berjalan lancar dan tetap segar sampai waktunya istirahat ya :) Gue sendiri masih belum bisa beraktifitas maksimal. Jadwal istirahat gue masih kacau. Pasalnya, minggu lalu gue harus mengurus rumah dan seisinya sendirian sementara orang tua ada di Jakarta (Bapak operasi polip). Urusan rumah sih sebenarnya nggak terlalu berbeda dengan hari-hari biasa, toh paling hanya bersih-bersih, menyalakan lampu halaman dan memastikan semua terkunci ketika malam. Tapi "seisinya" itu yang merepotkan. Kami mempunyai beberapa binatang peliharaan, ada Marco si burung nuri, Maksim si kura-kura darat, ikan-ikan besar di kolam dan Eris si anjing golden retriever. Mereka punya kebiasaan dan jadwal makan yang berbeda, kebayang kan gue yang seorang diri ini harus membagi waktu untuk mengurus mereka.

Hari gue yang biasa dimulai diatas jam 10 pagi, minggu lalu berubah jadi jam 4 subuh. Padahal kepala gue masih 'keleyengan' karena setiap hari gue beristirahat diatas jam 12 malam (memang pekerjaan gue selesainya jam segitu). Subuh-subuh gitu gue sudah ajak Eris keluar rumah, untuk memenuhi 'panggilan alam'nya dan bermain sampai jam 5.30 subuh. Setelah itu harus beres-beres garasi dan kandang Eris. Nah, kandang Eris ini cukup besar, jadi nggak cukup kalau cuma di sapu dan di pel, tapi juga jendelanya harus di lap dan tanaman hias di dinding kandang Eris harus di siram. Ya, ampun... rasanya seperti mempunyai kamar ekstra, hehehe...

Setelah itu gue harus mengurus yang lainnya. Marco biasanya sudah ribut sebelum jam 6 pagi minta minum susu dan mandi (she's so cute, trust me!), lalu gue memberi makan ikan-ikan gembul yang jumlahnya susah dihitung karena lincah-lincah. Kalau semuanya berjalan lancar (kalau mereka nggak ada yang bandel, lol) gue bisa kembali selimutan di kamar sampai jam 9 pagi. Setelah itu baru waktunya Eris dan Maksim yang makan.

Kalau diceritakan satu-persatu sampai aktifitas gue selesai, wah... satu jam mengetik kayanya nggak akan cukup waktu. Terlalu banyak dan terlalu... membosankan bagi yang membaca, hehehe. Pokoknya setiap hari gue baru bisa tenang dan masuk ke kamar jam 9 malam, dilanjutkan dengan bekerja sampai jam 12 malam. Kalau dihitung-hitung, selama 3 hari itu efektifnya gue cuma istirahat 4 jam, dan sayangnya kata 'istirahat' itu nggak selalu berarti tidur, banyaknya cuma dalam arti rebahan di kasur. Mungkin karena gue terlalu lelah ya...
Meski begitu gue nggak berani mengadu sama Ibu, apalagi Bapak. Soalnya mereka pasti dalam keadaan 'deg-deg'an karena sedang menunggu hasil CT-Scan Bapak. Dan gue nggak mau mereka tambah khawatir lagi dengan keadaan di rumah.

Selama orang tua nggak ada, butik Ibu tetap buka. Bi Yati, sekretaris Ibu tetap bekerja seperti biasa, dan dengan baik hatinya kadang membawakan gue makanan. Malah waktu Puja, adik gue sakit pun ia membuatkan puding dan makanan ringan lainnya. Benar-benar tertolong, soalnya kemampuan memasak gue sangat terbatas. Paling hebat masak makanan instan (kaleng) karena nggak sempat belanja, hehehe. Bantuan juga ternyata datang dari Eris. She's a nice dog, I never doubt it. Tapi sikapnya selama orang tua nggak ada benar-benar seperti keajaiban! Setiap sore sehabis bermain, ia pasti dengan patuhnya langsung duduk disamping kandangnya minta diikat. Iya, minta diikat! Eris akan terus menempelkan kepalanya ke kaki gue sampai ia diikat dan dibersihkan. Setiap gue akan me-lap tangannya ia akan menaikan tangan kiri dan kanannya bergantian. Malah ia tahu ketika bagian perut/bawahnya akan dibersihkan, ia pasti langsung berdiri. Benar-benar nggak merepotkan :) Eris sepertinya mengerti kalau gue sudah cukup kelelahan dengan aktifitas gue yang lain, dan ia nggak mau menambah beban gue. Nice kiddo! :)

Gue memang kelelahan, tapi gue mengerjakan semuanya dengan ikhlas dan seriang mungkin. Gue nggak mau gloomy karena nanti semua malah terasa lebih berat. Dan di hari terakhir sebelum orang tua pulang, gue sempat men-treat diri sendiri dengan maskeran dan meni-pedi sendiri di rumah. Luar biasa menyenangkan rasanya. Disaat-saat normal maskeran hanya rutinitas biasa yang gue lakukan satu minggu sekali, tapi setelah bekerja keras selama 3 hari, maskeran terasa seperti spa seharian, hehehe :)

Kelelahan gue juga terbayar karena waktu Ibu dan Bapak pulang mereka bangga dengan gue yang berhasil 'menjaga' rumah. Gue dapat banyak pujian karena rumah tetap rapi dan para binatang pun terawat. Belum lagi operasi Bapak yang berjalan lancar membuat gue lega dan... ya, mereka sudah di rumah, semua sudah baik-baik saja, thank God :)

Dan sungguh kebetulan yang manis, 3 hari kemudian gue dapat paket dari Red Cherry shop, sebuah toko on line asal Jakarta yang menjual pakaian berkualitas dengan harga affordable. Isinya adalah 1 buah Zara Button blazer warna ungu yang super cute! Gue sudah lama ingin punya blazer dengan warna girly seperti ini. Ah, senangnya :D
Dan nggak menunggu lama, gue langsung pakai hadiah istimewa gue satu hari kemudian. Dipadukan dengan rok mini pink dan kemeja lace putih ternyata sangat cocok. Malah gue masih punya banyak style lagi, lho dengan blazer ini karena modelnya 'netral' banget untuk dipadu-padankan. Terima kasih banyak ya, Red Cherry shop :)
Bapak juga ikut senang dan langsung semangat mengambil foto gue, padahal beliau belum 100% pulih, lho. Mungkin Bapak kangen ambil foto-foto gue untuk blog seperti biasanya, ya, hehehe.


Bow: Dunia Baru | Shirt and Skirt: Toko Kecil Indi | Blazer: Red Cherry
| Shock: Hypermart | Shoes: Gift from Ray









{untuk teman-teman yang mau melihat koleksi Red Cherry bisa lihat disini, atau di facebook-nya disini}



Hari ini ternyata hadiah untuk gue belum habis, masih ada hadiah lain. Tadi pagi gue menerima paket dari majalah Aplaus the Lifestyle yang berisi satu buah majalah edisi Exploring Japan. Awww, gue sudah menunggu majalah ini sejak lama, dan surprise... surprise... artikel tentang gue ternyata 2 halaman full! Benar-benar nggak menyangka :) Tadinya gue sudah pesimis nggak bakal dapat majalah ini, lho, soalnya tanggal terbitnya sudah lewat (18 November 2011), tapi ternyata hari ini ada keajaiban :) Terima kasih banyak Aplaus the Lifestyle :)


Me, featured in Aplaus the Lifestyle: Gula-gula manis dalam Indi Sugar :)





Bapak bilang gue sudah bekerja keras selama 3 hari dan do a good job, makanya gue pantas mendapat hadiah-hadiah ini: dari Red Cherry, dari Aplaus the Lisfestyle, dari Bi Yati dan dari Eris si little helper. Sekarang gue percaya meski bukan berasal dari Ibu dan Bapak tapi pasti akan ada 'hadiah' jika gue ---kita--- bekerja keras. Nggak ada yang sia-sia, semua pasti ada hasilnya. Sekarang tinggal waktunya gue memberi hadiah sama diri sendiri, nih, yaitu: jadwal istirahat yang kembali normal! Gue sekarang lagi mencari cara supaya nggak istirahat terlalu larut dan bangun terlalu pagi. Pasti ada cara... Doakan ya, teman-teman! Dan semoga minggu kalian menyenangkan ;)


purple-pink-sweetest smile,

INDI



______________________________________________________________________
Contact Me? HERE. My Store? HERE. Sponsorship? HERE.

Minggu, 27 November 2011

It's a Date! :D


Wow, sekarang sudah akhir November ya? Ya, ampun... Rasanya baru kemarin gue rayakan ulang tahun Bapak dan adik di bulan Oktober, eh sekarang sudah mau masuk Desember. Waktu memang terasa cepat ya kalau kita menikmati :)
Ngomong-ngomong soal menikmati, gue dan Ray belakangan lagi sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ray ada di kantor sampai jam 6 sore dari hari Senin sampai Sabtu, sedangkan gue masih berkutat dengan naskah setiap hari sampai larut malam. Tapi kami menikmati semua itu, let it flow, nggak ada (---jangan ada---) waktu untuk komplain dan menganggap pekerjaan kami sebagai berkah di akhir tahun. Lalu Ray berinisiatif untuk untuk mengajak gue keluar di hari Minggu (20 November 2011). Gue senang, tentu saja. Apalagi terakhir kami keluar berdua untuk nge-date sudah cukup lama, yaitu tanggal 1 Oktober lalu :)

Keadaan kami berdua saat itu sangat kelelahan. Terutama gue, sih. Mata gue bengkak dan seluruh badan pegal-pegal. Ini bukan murni karena pekerjaan, lho, tapi di hari sabtu itu adalah hari pertama gue in charge di rumah, karena orang tua sedang ada di Jakarta untuk mengurus operasi polip Bapak. Tugas yang biasa dilakukan bertiga pun kali ini dilakukan sama gue seorang. Fiuh... hehehe. Jadi keputusan Ray untuk keluar tepat sekali, karena kami berdua butuh refreshing, sekalian kasih treat sama tubuh kami yang sudah 'hebat' bekerja keras.

Ray jemput gue jam 4 sore. Sebelumnya kami sudah berencana untuk datang ke tempat baru/jarang kami kunjungi. Tapi karena gue sedang in charge di rumah yang artinya bertanggung jawab juga sama keberadaan adik gue yang ditinggal sendirian, kami memutuskan untuk berganti rencana. Kami pergi ke mall yang paling dekat dengan rumah dan sudah sering kami kunjungi. Ya, yang terpenting waktu berkualitas untuk berdua, soal tempat bukan masalah, hehehe :)

Begitu sampai kami langsung cari makan. Sebenarnya sih masih terlalu awal untuk dinner, tapi berhubung studio foto masih penuh (Ray mendadak mengajak gue foto studio), jadi kami putuskan untuk makan sore dulu sampai waktunya makan malam :p Gue suka sekali mall ini, karena di food court-nya banyak pilihan makanan. Dari tradisional sampai internasional. Tapi kelebihan ini justru membuat kami bingung kali ini. Lidah gue lagi nggak jelas mau makan apa, sampai-sampai kami berkeliling 3 kali untuk mencari menu yang 'tepat'. Padahal tempatnya luas banget, lho. Sampai pegal rasanya, hehehe... Akhirnya, karena kami kelelahan, diputuskanlah untuk mendatangi tempat yang pertama kami lihat. It's kinda silly, i close my eyes, pointing my finger and then scream, "Kita makan di situ saja!" sambil menunjuk tempat random yang belum tentu makanannya enak.
Tempat yang gue tunjuk ternyata restoran, bukan jajaran kios-kios di food court, dan tempatnya juga bagus, berkonsep Chinese-Seafood reataurant gitu. Tanpa banyak tanya-tanya (karena sudah lelah, lol) kami langsung masuk ke sana dan memilih meja paling luar, di dekat dua pasang keluarga kecil.

Ternyata, meski tempatnya besar (banget!!) menu yang ditawarkan nggak banyak. Isinya itu-itu saja, paling topping atau variannya saja yang beda. Kami langsung pesan sup kepiting dan fu yung hai kepiting, karena meski pesco vegetarian, gue alergi udang, hehehe. Sambil menunggu makanan pesanan kami datang, kami habiskan waktu dengan ngobrol dan foto-foto. Ya, ampun... we laugh a lot, sampai-sampai lupa kalau di depan kami ada tamu lain. Duh, duh semoga nggak mengganggu ya :) Entah kami yang terlalu asyik berdua atau pelayanannya lumayan cepat, pesanan kami tahu-tahu sudah ada di meja. Yang datang duluan adalah sup kepiting, lalu disusul dengan fu yung hai kepiting dan minuman kami. Kaget banget lho waktu lihat sup-nya, benar-benar diluar perkiraan. Porsinya lebih kecil dari takaran nasi di rumah makan Padang dan harganya lebih dari Rp. 70.000! Padahal di restoran lain harganya cukup setengahnya dan porsinya lebih manusiawi. Lain lagi dengan fu yung hai-nya. Harganya memang lebih murah 'hanya' Rp. 60.000-an per porsi, tapi besarnya minta ampun, sampai-sampai kami berdua pesimis bisa menghabiskannya, hehehe.
Kami sih nggak komentar dulu waktu lihat tampilannya, cukup saling lihat dan Ray langsung pimpin doa makan (penasaran pengen buru-buru, lol). Soal rasa, sup kepiting nggak 'seburuk' harga dan porsinya. Rasanya memang enak dan daging kepitingnya juga banyak. Gemuk-gemuk dan masih kemerahan. Ternyata sepadan dengan harganya dan membuat kami lega karena nggak salah pilih, hehehe :) Tapi fu yung hai-nya... hmm, sorry to say, rasanya agak nggak karuan. Kepitingnya nggak terasa. Belum lagi tampilannya lebih mirip dengan martabak mie rebus daripada fu yung hai. Ray sampai nanya apa gue mau pesan menu yang lain, padahal fu yung hai-nya baru dimakan beberapa suap. Tentu saja gue tolak, karena gue nggak mau ambil resiko dapat makanan yang kurang sedap dengan harga yang selangit (menurut standar gue) :)


Foods and drinks

Butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan kami. Sup-nya sih sudah langsung habis gue "glek-glek" karena cuma sedikit. Tapi fu yung hai-nya itu lho, bikin Ray harus 'bekerja keras', hehehe. Apalagi kami makan sambil terus ngobrol, benar-benar bikin waktu nggak terasa. Akhirnya kami tutup makan sore sekaligus makan malam ini dengan es krim. Gue pesan es krim green tea dan Ray pesan es krim cokelat. Rasanya? Ya, seperti es krim-es krim yang lain, just fine, tapi kami senang karena nggak mengecewakan :D
Kami baru ingat kalau sudah reservasi di studio foto, dan waktu Ray lihat HP-nya untuk lihat jam, ternyata sudah ada 6 miss called dari studio foto! Ya, ampun... saking asyik-nya kami makan dan ngobrol :O Ternyata kami sudah habiskan waktu selama 3 jam dan studio foto hampir tutup. My oh, my... Langsung saja kami cepat-cepat ke toilet untuk rapi-rapi. Nggak lupa sambil SMS orang studio foto supaya menunggu kami 'sebentar'...

Di toilet gue langsung panik karena make up kit gue ketinggalan di rumah. Agak konyol, sih, gue sudah siap-siap dari siang, tapi waktu Ray datang dengan taksi-nya gue malah simpan lagi di kamar. Padahal keadaan gue sudah acak-acakan maksimal: wajah berminyak, rambut kusut dan bibir sedikit kering karena kebanyakan dijilat waktu makan es krim. Gue langsung temui Ray di depan toilet laki-laki dan bilang kalau make up kit gue ketinggalan. Keadaan jadi serba salah, kalau kami langsung foto gue pasti kecewa karena nggak bisa tampil maksimal. Dan kalau kami cari make up dulu pasti studio foto sudah tutup.
Oh, iya make up kit itu bukan benar-benar make up, lho. Gue malah nggak bisa rias wajah, dan yang biasa gue bawa itu cuma sisir, bedak padat, lipstick dan blush on. Gue nggak suka menutupi kulit gue dengan sesuatu yang 'berat' soalnya.

Akhirnya Ray putuskan untuk mencari 'make up' dulu untuk gue. Katanya kalau studio-nya terlanjur tutup nggak apa-apa, yang penting salah satu dapat dan gue nggak kecewa. Sebenarnya gue agak nggak enak juga, sih. Tapi melihat dia iklas dan melakukannya buat gue, gue jadi ikut semangat berkeliling mall meski kaki sudah sakit. Gue rasa tindakannya itu sweet, hihihi *blush*
Di mall sebesar ini ternyata kami butuh waktu lebih dari 30 menit untuk mencari semua yang dibutuhkan. Luar biasanya, kami mencari dari lantai 1 sampai 3 karena ternyata bedak, lipstick, blush on dan sisir dijual di tempat terpisah. Niatnya mau tampil rapi kami malah keringetan lagi, hehehe. Setelah semuanya ketemu kami langsung ke studio foto yang sudah tutup (iya, sudah dipasang tulisan 'closed'). Mereka baik sekali karena mau menunggu kami yang datang dengan terburu-buru :'D


"Make up" kit dari Ray :)

Dapat acungan jempol, deh buat fotografernya yang tetap ceria melayani kami. Begitu juga dengan para pegawainya yang ekstra sabar dan super ramah. Lelah kami langsung hilang dan semangat pose-pose meski gue sadar mata gue masih agak bengkak dan blush on yang gue pakai terlalu nude, hihihi...

Selesai foto-foto kami langsung pulang. Rasanya bahagia sekali bisa habiskan waktu berdua. Diperjalanan pulang pun kami masih banyak tertawa meski sepatu gue sudah entah kemana. Rasanya kaki terlalu pegal untuk pakai sepatu, hihihi. Ray bilang kali ini kami nge-date seperti ABG dan sesekali kami harus seperti ini lagi. Gue setuju karena ritual dating ini selain untuk men-treat tubuh dan pikiran kami yang lelah bekerja, juga untuk saling mendapatkan waktu berkualitas berdua :) Dan percaya atau nggak, ini sudah 1 minggu berlalu sejak kami keluar bersama, kami jadi lebih bersemangat waktu bekerja :)
Untuk kami menghabiskan waktu bersama atau dengan keluarga memang cara ampuh untuk me-refresh tubuh lelah kami. Bagaimana dengan kalian? :)


         sweetest smile,
 

                  Indi



_____________________________________________________________________
Contact me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.


Jumat, 25 November 2011

11 Things about Me :)

Hairband: Candybutton | dress: Toko Kecil Indi | Shoes: gift from Ray


Waktu gue buka kolom komentar di post terakhir gue, gue langsung gasping sambil nempelin dua telapak tangan di pipi persis kaya Kevin Mccallister di film Home Alone. Gue bilang, "Ya ampun!! Apa ini??", sambil membayangkan kamera meng 'zoom in' wajah gue yang terkejut. Hehehe, berlebihan, ya? Sorry :p
Yang gue temukan adalah 'tugas' tag dan list pertanyaan dari 3 orang blogger (Aul, Diah dan Meilya). Rules'nya sih sederhana, yaitu harus menyebutkan 11 hal tentang gue dan menjawab 11 pertanyaan dari masing-masing blogger. Nah, karena gue di tag sama 3 orang sekaligus, maka total pertanyaan yang harus gue jawab adalah.... *jreng-jreng*.... 33 pertanyaan! Wow, banyak juga ya? Hehehe. Tapi berhubung gue beberapa kali gue mangkir dari 'tugas' tag, so kali ini akan gue kerjakan sebaik mungkin :) Here is it...


11 hal tentang Indi:
1. Daddy's little girl. Di rumah, gue paling dekat sama Bapak. Apa-apa maunya sama beliau. Dari mulai dimasakin sampai diurusin waktu sakit. Gue bisa uring-uringan kalau nggak ada Bapak, soalnya meski beliau nggak memanjakan gue tapi tahu cara membuat gue nyaman, eg: membiarkan gue berkreasi dalam bidang yang gue suka dan meyakinkan bahwa gue bisa, menjadi pendengar yang baik, menawarkan bantuan dengan hanya melihat raut "I'm tired" gue, dan masih masih lagi. Pokoknya I love him a lot dan can't live with out him :)

2. Girly luar-dalam. Sebenarnya gue nggak pernah sadar hal ini sampai gue kuliah. Gue selalu pakai rok bahkan disaat kampus mewajibkan mahasiswinya pakai celana (eg: acara choir dan OSPEK). Entah kenapa gue selalu merasa nyaman kalau pakai rok atau dress. Gue juga suka dengan semua benda yang identik dengan perempuan, film yang tokohnya perempuan dan lain sebagainya. Tapi gue nggak pernah underestimate sama laki-laki, buat gue laki-laki dan perempuan sama hebat sesuai dengan batas kemampuan masing-masing yang sudah di-set Tuhan :)

3. Pernah dikira 'gadis Pocari Sweat' dan banyak kejadian nggak terduga setelahnya. Pertengahan tahun 2011 lalu tiba-tiba followers twitter gue naik sampai ratusan karena banyak yang 'nyasar' mengira gue adalah Aelke Mariska (bintang iklan Pocari versi sepeda). Padahal faktanya hanya model rambut kami yang sama. Satu bulan kemudian gue dan Aelke berkesempatan untuk 'bertemu' lewat dunia maya dan tanpa sengaja 'menjahili' followers kami dengan mengaku sebagai sepasang saudara kembar. Ternyata banyak yang tertipu (hahaha) dan pada bulan Agustus lalu akhirnya Aelke datang ke Bandung untuk menemui gue. Sekarang sudah banyak yang tahu bahwa kami cuma pura-pura kembar. Tapi tetap saja gue sering tertawa kalau ingat ini :p Dan untuk pertama kalinya, di bulan November ini, gue dan Aelke muncul di majalah yang sama: Aplaus the Lifestyle edisi Japanese Exploration. What a cute experience :))


4. Movie Geek. Waktu kelas 6 (atau 5) SD gue nonton film Air Bud dan menangis pas adegan Josh usir Buddy dengan cara melemparkan bola basket. Gue ingat betul Josh ngomong gini: "Go!! Get out of here!!! Don't you understand? I don't want you anymore". Lalu setelah itu ia pergi naik boat dan menahan tangis karena Buddy mengikutinya dari belakang. Sampai sekarang gue selalu nangis kalau nonton adegan ini, bahkan menceritakannya saja bikin gue sedih. Iya, air mata mulai keluar nih dari sudut mata gue, hehehe... Selain itu gue juga selalu nangis waktu nonton adegan "terbang dengan sepeda" di film ET, adegan "arti keluarga" di film Mrs. Doubtfire, adegan "hidung merah badut" di film Patch Adam, adegan "I do believe in magic" di film "Peter Pan" dan masih banyak lagi. Pokoknya gue selalu ingat adegan-adegan yang berkesan buat gue di dalam sebuah film. Bukan sekedar ingat, tapi gue hapal dialognya. Rekor 'adegan favorit' terbanyak ada di film Mrs. Doubtfire, sampai-sampai gue mengulang film itu sebanyak 35 kali. Iya, gue ingat berapa kali tepatnya karena gue sempat menandai di kalender setiap kali nonton. Dan kutipan kesukaan gue di film itu adalah,
"Some families have one mommy, some families have one daddy, or two families. And some children live with their uncle or aunt. Some live with their grandparents, and some children live with foster parents. And some live in separate homes, in separate neighborhoods, in different areas of the country - and they may not see each other for days, or weeks, months... even years at a time. But if there's love, dear... those are the ties that bind, and you'll have a family in your heart, forever".

5. Banyak yang bertanya apakah gue menjadi (pesco) vegetarian karena alasan agama atau kesehatan. Well, sekarang akan gue jawab: alasannya bukan karena keduanya. Gue cuma ingin sesedikit mungkin 'membunuh' demi makan. Ini sudah pilihan gue dan gue tahu resikonya. Gue nggak marah atau tersinggung kalau ada yang protes atau 'mencibir' dengan pilihan gue ini. Go ahead, itu nggak akan membuat gue "men-judge" pola makan sesorang, kok :)

6. Not into Japanese or Korean. Gue nggak ada masalah dengan kedua negara tersebut. Gue malah kagum dengan kebudayaan mereka :) Tapi gue sering sebal kalau 'kesipitan mata gue' dan 'kepucatan kulit gue' dijadikan alasan seseorang untuk menuduh bahwa gue adalah seorang costplayer atau penggemar drama-drama Korea. Lucunya, baju apapun yang sedang gue pakai, gue sering dapat komentar seperti ini, "Ih.... Korea banget...", atau " Suka yang Jepang-Jepang, ya?", hahahaha :'D

7. Ingin bekerja dengan binatang. Mungkin gue nggak akan pernah jadi dog whisperer profesional, tapi menjadi seorang dog walker atau bekerja di kebun binatang pun sudah membuat gue bahagia :)

8. I dream about Lucy. Waktu kecil gue dan Gina (sepupu) sering main "Ibu-ibuan". Dipermainan itu kami berpura-pura menjadi ibu hamil yang akan melahirkan. Ketika anak kami lahir, kami akan saling memperkenalkan nama anak masing-masing. Gina sering mengganti nama anaknya. Terkadang Guliva, terkadang Salsa, terkadang Zahra atau terkadang Arnold Schwarzenegger (ya, that one is really weird). Tapi gue selalu memperkenalkan anak gue dengan nama yang sama: Lucy :)

9. Punya teman bermain bernama Darlana Darling. Sayangnya sekarang ia menghilang karena... she was my imaginary friend...

10. A child with a Christmas spirit. Gue suka dengan suasana natal. Se-cheesy apapun film natal yang diputar di TV gue akan nonton dan bisa dipastikan gue terbawa suasana, sedikit menangis sampai akhirnya tersenyum bahagia meski diputar di bulan Agustus sekalipun! Tahu film Santa Clause 3 yang dapat rating buruk dan nggak laku dimana-mana? Gue bahkan suka film itu dan selalu ber "oooww.... aaahhh" setiap adegan Santa bagi-bagi kado kejutan yang berisi kenangan masa kecil. Hehehe, konyol, ya? :p Tapi bukan hanya Natal, gue juga suka dengan suasana Lebaran. Berkumpul dengan keluarga dan hugging each other tuh indah banget. Sayangnya film-film Lebaran masih jarang. Yang gue suka cuma "Kiamat Sudah Dekat" karena yang lain kebanyakan malah nggak terasa spiritnya. Intinya, gue suka dengan hari raya karena moment berkumpul bersama keluarga itu menyenangkan. Bertemu sih tiap hari, tapi dunno why, kalau hari raya itu rasanya "berbeda" :)

11. Ingin memerankan tokoh "Annie the Orphan Girl". Gue sengaja taruh ini di nomor 11 karena Annie adalah gadis yatim piatu berusia 11 tahun. Sekarang gue sudah terlalu tua untuk memerankan Annie, kemungkinan berkesempatan untuk memerankannya sangat kecil. Tapi seenggaknya gue cukup puas karena pernah menyanyikan lagu "Tomorrow" bersama kelompok choir di kampus :)





detail dan cara pemesanan dress lihat disini


Fiuuh.... Am I writing too long? Hehehe. Itu lah 11 hal tentang gue, dan tugas selanjutnya adalah menjawab masing-masing 11 pertanyaan dari Aul, Diah dan Meilya. Semoga kalian nggak bosan baca ya, karena ini baru setengah jalan. Here we go again then...


Pertanyaan dari Aul:
1. Why do you write a blog?
Gue suka menulis dan gue suka on line, so jadilah blog ini :)

2. Who's your favorite blogger?
Waktu gue mulai nge-blog (2005), gue bahkan nggak tahu apa itu blog. Gue cuma menulis apa yang gue pikir dan nggak terpikir untuk baca blog orang lain. Tapi sekarang gue sering blog walking dan menemukan random blog yang menarik. Gue nggak bisa menyebutkan satu-satu. Terlalu banyak dan terlalu... random :)

3. Describe your self not more than 7 words!
Girly, geeky, clumsy, bookworm, sensitive, cheerful (and) blessed.

4. Write down your favorite song(s) and the reasons why!
"Lucy in the Sky with Diamond", so mysteriuos and I just love to hear something about Lucy.
"Tomorrow", memberikan harapan dan selalu membuat gue 'feel better' saat mendengarnya.
"Just the Way You Are", lagu Billie Joel pertama yang gue dengar karena alm. Mika sering nyanyiin lagu ini.
Lagu-lagunya Aerosmith, Queen, Beatles, Mika, Michael Jackson dan Spice Girls. Because I'm a HUGE fans of them :)

5. Do you like durian? If not, what fruit do you like?
Gue nggak suka dengan rasa durian. Nggak maksud benci, lho, karena semua ciptaan Tuhan itu baik :) Gue suka stroberi, anggur dan apel.

6. If someone said something bad about you and you heard it, whut would you do?
Bertanya pada diri sendiri apakah itu benar. Kalau iya, coba perbaiki dan bersyukur masih mempunyai kemampuan untuk mendengar. Kalau apa yang ia bilang salah, well... you know kan kalau hater itu sebetulnya lover terselubung? ;)

7. If I were a genie and I could make your wish become true, what do you want?
Dear genie in the blogger (lol), tolong buat dunia menjadi tempat ramah untuk penghuninya. Buat mereka (including me) lebih peduli sesama, mau mendengar, mengasihi dan nggak serakah :)

8. If you were a president, what would you do first?
Mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan sama seseorang yang lebih kompeten.

9. What kind of novel you love the most? Mention the title(s)!
Genre maksudnya? Gue suka fairy tale, life story (Mitch Albom is the best!), kids dan banyak lagi. Favorit gue adalah The Witches karya almarhum Roal Dahl, One Child karya Torey Hayden, Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto dan dua novel gue sendiri Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu Sempurna :)
(didn't mean to be a narcissistic, gue cuma bangga karena gue mengerjakan novel-novel gue sepenuh hati).

10. What do you think of my blog, Aul And The Home?
Ramai, tapi gue suka headernya. Manis :)


Pertanyaan dari Diah:
1. Kapan pertama kali kamu nyasar ke blog ini?
Hmm, sepertinya di tahun 2011 pertengahan. Gue lupa tepatnya kapan. Maklum, kalau blog walking gue memang suka kejauhan, hehehe :)

2. Apa pendapat kamu tentang ngeblog?
Blogging adalah tentang kebebasan menuangkan ide dan pemikiran kita, tapi sekaligus tentang beretika, belajar untuk memikirkan apa yang sudah kita tulis sebelum meng-klik tombol "POST" :)

3. Kenapa kamu suka ngeblog?
I love to write. Enough said! ;)

4. Postingan apa yang paling kamu senangi dari blog saya ini?
Love them all. Gue selalu suka apa yang ditulis dengan jujur tapi tetap beretika :)

5. Apa yang ingin kamu raih saat ini?
Gue sedang mengerjakan project buku yang royaltinya akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna dan untuk membantu homeless animal/korban kekerasan. Jadi goal gue untuk sekarang adalah: mengerjakan sebaik mungkin, memastikan target (yang menerima charity) nya tepat dan berharap agar masyarakat mengerti bahwa binatang itu 'not just animal', tapi mereka juga punya hak untuk hidup layak.

6. Pernah kopdar? Ada cerita lucu dan berkesan saat kopdar?
Just once :) I'm the youngest one at that time (2007), dan gue bertemu dengan 2 teman blogger dari blog Indosiar. Menyenangkan :)

7. Kalau boleh milih, kamu lebih suka menikmati alam dimana: gunung atau pantai?
No need to choose, gue akan tinggal dimana pun keluarga tinggal. I've told you, I can't live without them :)

8. Ikut forum tentang blogger? Forum apa aja?
Belum pernah :)

9. Tahu Kendari? Sudah pernah ke Kendari kah?
Belum pernah :)

10. Kota mana di Indonesia ini yang paling berkesan buat kamu?
Bandung. Orang tua gue bertemu disana, memutuskan untuk berpacaran, lalu menikah, dan lahirlah gue... di Bandung ;)

11. Apa yang ada di kepala kamu jika melihat bintang?
Langit-langit kamar gue yang disebut Neverland.


Pertanyaan dari Meilya:
Sebutkan 11 daftar makanan yang pengen kamu makan sekarang!
(wah ini mah perintah, hehehe)
1. Salad.
2. Pizza sayur.
3. Tempe penyet buatan Ibu.
4. Sandwich yang ada mata dan mulutnya buatan Bapak.
5. Masakan apapun yang dibuat berdua dengan Ray.
6. Es krim green tea.
7. Kacang Almond.
8. Tumis kangkung.
9. Paprika bakar.
10. Jelly beans, gummy bears atau apapun, sejenisnya.
(ya Tuhan, jadi lapar...)
11. Jagung manis.

Lunas, kan semua pertanyaan terjawab. Sekarang giliran gue yang nanya: Ada berapa blogger kah yang masih bertahan membaca sampai sini? Hehehe, kidding! Tugas gue belum selesai, lho. Gue masih harus memilih 11 blogger untuk kembali mengemban tugas menyenangkan seperti ini (hehehe, hayo lho...). Dan 11 blogger yang beruntung itu adalah....
Bunda Yati, Baby Dija, Ning, Aqua, Dreamy Princess, Titaz, Cominica, Rhie, Ajeng, Rika dan Ditter.


   Pertanyaan yang gue berikan untuk mereka adalah,
1. Apa pendapat kalian tentang "Dunia Kecil Indi"? What's your favorite part?
2. Lebih suka teh manis atau minuman soda?
3. Kalau kalian punya waktu 30 menit untuk menulis sebuah post, apa yang akan kalian tulis?
4. Show me you favorite picture! :)
5. Benda/hal apa yang kalian inginkan dimasa kecil dan belum tercapai sampai sekarang?
6. Kalau kalian dihadiahi 3 ekor pets (jenis binatang sesuai dengan kesukaan kalian), apa saja nama yang kalian berikan?
7. Minum langsung dari botol atau pakai sedotan? (nggak ada pilihan dituang ke gelas, ya, hehehe).
8. Kalau kalian suatu hari bertemu dengan gue di jalan/suatu tempat, akan kah kalian mengenali gue? (hehehe).
9. Ceritakan tentang keluarga kalian! :)
10. Kalau belanja di supermarket, apa yang biasa dipakai untuk membungkus belanjaan kalian? Plastik dari supermarket atau pakai tas/keranjang yang dibawa sendiri?
11. Akankah kalian menolong seekor anjing pitbull yang terluka di jalan?

Well done! Sekarang semuanya selesai, tinggal menunggu 11 blogger beruntung mengemban tugas mereka, nih, hihihi. Ya, ampun... saking panjangnya ternyata gue sudah 1 jam di depan komputer! Tenang, kali ini gue nggak pakai gasping ala Kevin Mccallister kok meskipun kaget :D
Kalau ada diantara kalian yang sering mampir kesini, mungkin bakal tahu bahwa gue jarang banget mengerjakan 'tugas' semacam ini. Alasannya sih klise, terlalu banyak yang ingin gue sampaikan, terlalu banyak yang terjadi dalam 1 minggu sehingga 'tugas-tugas' dari blogger lain dikesampingkan. Hari ini juga sebenarnya gue ingin post tentang hal lain, tapi hey apa salahnya sesekali bersenang-senang? Do a tagging thing mungkin kesannya sepele dan nggak penting, tapi ketika teman yang kita tag mengerjakan, kita jadi tahu setidaknya 11 hal tentang dirinya. Dan saat ia men-tag temannya yang lain, lingkaran pertemanan pun menjadi semakin luas bukan nggak mungkin blog kita pun di kunjungi oleh banyak teman baru. So guys, let's do this tagging thing and have fun! :)

salam,
Indi
__________________________________________________________________
Contact Me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.
do NOT copy any design by Toko Kecil Indi

Minggu, 20 November 2011

A Date with Daddy :)


What I wore: Hairband: Old Stuff | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Crocs Leopard


Gue pernah dengar, anak perempuan itu seringnya dekat dengan Bapak, karena bisa belajar logis ketika menghadapi masalah. Gue juga pernah dengar, kalau anak perempuan itu butuh sosok seorang Bapak, untuk meredam cengengnya dan mengetahui bagaimana sosok seorang gantleman yang sebenar-benarnya...
Dan apa yang gue dengar itu benar... Karena gue sangat.... sangat, sangat, sangat membutuhkan Bapak.

Gue punya Bapak yang paling keren sedunia. He's so good looking with Billy Idol-ish smile, open minded, smart dan punya selera humor yang bagus. Teman-teman sekolah sering iri karena gue memiliki beliau. Awalnya gue nggak mengerti, he's just a daddy. What's so special about that? Rasanya hampir semua anak memiliki Bapak. Tapi ternyata bukan karena status-nya lah beliau istimewa, tapi karena caranya membesarkan gue dan adik semata wayang gue, Puja.




Sejak kecil gue sangat dekat dengan Bapak. Malah ada fase dimana gue meng-klaim sebagai "anak Bapak saja" bukan anak Ibu. Pasalnya gue sempat cemburu karena Ibu lebih perhatian dengan adik yang baru lahir, hehehe (don't get me wrong, gue dan Ibu juga saling menyayangi). Kedekatan gue dengan Bapak pun semakin berkembang seiring dengan bertambahnya usia gue. Dari sekedar tempat mengadu dan mencari pembenaran atas sifat ajaib gue di masa kecil (lol) sampai dengan diskusi serius tentang masa depan. Gue juga sangat terbiasa dengan 'kehadiran' beliau, saat teman-teman gue sudah ogah untuk dijemput orang tua, gue masih nyaman-nyaman saja dijemput Bapak sepulang sekolah. Jangan salah, Bapak sama sekali nggak menghalangi gue. Beliau membebaskan gue untuk berteman dengan siapa saja, bahkan untuk berkencan sekalipun. He trust very much, hanya beliau selalu mengingatkan bahwa dia selalu berhak untuk mengetahui apa yang gue lakukan selama masih tinggal satu rumah dengannya dan Ibu. Dan, believe or not, sampai sekarang gue sangat suka konsep itu. Really fair! :)

Gue masih ingat waktu itu kelas masih kelas 5 SD, dan sedang di fase 'really into rock and roll'. Gue pikir piercings itu keren dan gue mau punya di puncak cuping telinga kiri. Menghadapi obsesi aneh putrinya, Bapak tenang-tenang saja, malah gue segera diajak ke toko perhiasan. Disana Bapak bertanya apa gue benar-benar ingin mempunyai piercings ke 4 (sebelumnya gue sudah punya 3 yang dibuat ketika bayi). Gue bilang 'iya' dan segera meminta petugas toko melubangi cuping telinga gue. Tapi alih-alih di cuping atas, Bapak malah meminta agar gue ditindik di cuping bagian bawah dan.... 'PLAK!', tiba-tiba saja alat tindik sudah menembus telinga gue yang lembek. Jantung gue rasanya berhenti sejenak dan kedua mata gue terasa panas. Rasanya sakit sekali dan gue hampir menangis. Lalu Bapak berkata,
"Kalau di cuping atas rasanya jauh lebih sakit dari itu. Nanti saja kalau kamu sudah besar".
Dan sesuai dengan nasehatnya, gue baru punya piercing di cuping telinga atas setelah berusia 18...

My ears :)

Bukan cuma gue, Puja juga pernah diantar Bapak untuk piercing diusianya yang ke 13 tahun. Waktu itu Puja lulus SD dengan nilai baik dan Bapak memutuskan untuk memberinya hadiah. Gue dan Puja bahagia sekali karena bisa kompakan membeli aksesoris. Karena diameter piecing Puja lebih besar (fyi, Puja itu laki-laki, ya, hehehe), maka gue selalu beli anting dengan versi yang lebih kecil. What a cute moment :)
Sayangnya cara didik Bapak sering dianggap 'aneh' oleh anggota keluarga besar kami. Beliau dianggap terlalu membebaskan dan membuat anak-anaknya idealis. Untung saja gue punya keluarga solid dan suportif, nggak perlu-repot-repot menjelaskan bahwa penilaian mereka salah, kami lebih suka untuk terus melakukan apa yang kami anggap benar.
Gue tahu Bapak selalu memikirkan baik-baik apa yang beliau lakukan terhadap anak-anaknya. Mungkin sekilas tampak spontan dan serba mendadak, tapi bahkan saat Bapak membawa gue dan Puja untuk piecings pun beliau sudah tahu bahwa nggak akan ada yang mencelakakan kami. Bapak sudah memastikan jarum yang dipakai steril dan orang yang menindik kami memang ahlinya.

Seperti yang gue bilang, Bapak dianggap membuat anak-anaknya menjadi idealis. Sampai hari ini gue masih nggak mengerti, apa yang salah dengan menjadi idealis selama masih rasional? Bapak bilang menjadi idealis itu bukan masalah, karena bisa membuat gue konsisten dan punya 'goal' dalam hidup. Sadar akan kemampuan diri memang penting, tapi bukan berarti harus menyerah setelah gagal. Coba lagi dan jangan menyerah. Beliau selalu mendukung cita-cita gue, sekecil apapun itu. He's my biggest fans! Bapak orang pertama yang membaca novel-novel gue dan membeli cetakan pertamanya. Ketika ada orang yang 'mengecilkan' kepercayaan diri gue, mengatakan bahwa profesi gue nggak menjanjikan dan gue nggak mungkin berhasil, Bapak selalu mendorong gue agar tetap semangat. Beliau selalu bilang bahwa gue nggak seharusnya membiarkan komentar-komentar negatif membuat gue down, tapi sebaliknya harus dijadikan pemacu agar lebih baik.
Suatu kali gue berkata pada Bapak bahwa gue ingin menjadi guru playgroup. Tahu apa yang Bapak bilang?
"Segeralah melamar, siapkan kemampuan dan jangan bersedih kalau ditolak. Kesempatan itu selalu ada asal kamu berdoa dan berusaha".
He's always encouraging me :)

Beliau tahu caranya bersenang-senang, bersyukur dan menikmati hidup. Waktu gue lulus, gue nggak langsung diminta cari pekerjaan. Beliau bilang gue punya hak untuk menikmati waktu dan memanjakan diri sendiri setelah bersusah payah mengerjakan skripsi. Sampai sekarang, disaat gue sudah bekerja pun Bapak selalu meminta gue seperti itu: bersenang-senang dengan hasil kerja keras sendiri, karena gue ber-hak untuk itu. (Tentu saja jangan lupakan untuk mengucap syukur dan nggak berfoya-foya) ;)
Seperti hari ini (19 November), tanpa rencana Bapak mengajak gue ke mall. Kebetulan, gue ingin membeli shower cap dan spons sabun karena yang lama sudah rusak. Tapi setelah gue dapat barang-barang yang gue butuh, Bapak malah mengajak berkeliling dan memaksa gue membeli barang-barang lain. Katanya gue ber-hak untuk membelanjakan sedikit dari royalti buku yang baru gue terima satu hari lalu. Awalnya gue menolak karena memang sedang nggak butuh apa-apa dan lebih senang kalau uangnya ditabung saja. Tapi beliau bilang bahwa ini bukan tentang apa yang gue butuh, tapi tentang bersenang-senang karena gue sudah cukup lama nggak memanjakan diri sendiri.

Gue melihat beberapa barang, tapi selalu menaruhnya kembali. Lalu Bapak memilihkan kotak penyimpanan bergambar Strawberry Shortcake untuk gue. Terang saja gue menolak, karena gue sudah punya kaleng bergambar Toy Story untuk penyimpanan. Tapi Bapak memaksa gue membelinya, katanya nggak apa-apa kalau gue memanjakan diri dengan benda warna pink ini, karena beliau tahu gue lebih suka warna pink daripada gambar Buzz Lightyear yang tercetak di lapisan kaleng, hehehe. Nggak berapa lama kemudian gue semakin menikmati "shopping time" dengan Bapak. Di keranjang belanjaan sudah ada kotak sabun Minnie Mouse, kuas Hello Kitty, dental care snack untuk Eris, kotak penyimpanan Strawberry Shortcake, shower cap dan spons mandi. Gue pikir sudah cukup, tapi Bapak menunjuk sebatang sapu berwarna pink bermotif bunga. Gue bilang di rumah sudah ada sapu dan sapu itu bukan benda koleksi yang bisa sekedar dipajang. Kan aneh saja kalau seseorang membeli sapu dengan alasan "just cute", hehehe. Tapi Bapak bertanya apa gue suka sapunya? Well, kalau soal suka tentu saja iya, hihihi. Langsung saja sapu super imut itu menjadi benda terakhir yang dibawa sebelum kami ke kasir :)


Strawberry Shortcake box dan cute broom :)
Super cute haul pilihan Bapak :)
Oleh-oleh buat Eris :)

Tiga jam kemudian kami memutuskan pulang, tapi ternyata di luar hujan. Karena nggak mau kehujanan, kami tanya satpam dimana toko yang menjual payung. Dan ternyata ada di lantai 3! Ya, ampun... padahal kami baru saja dari sana *tepok jidat*. Bapak menyarankan gue untuk membeli payung bergambar anjing karena gue suka binatang. Lucunya waktu kami keluar mall hujannya sudah berhenti. Mungkin karena kami terlalu lama memilih payung dan... dua 2 pasang sepatu plus 1 pasang sandal. Iya, Bapak bilang sepatu dan sandal yang biasa gue pakai sol-nya sudah terlalu tipis :D

Payung yang batal dipakai dan sepatu yang langsung dipakai, hehehe :)


Begitulah, kami pulang ke rumah disambut rasa terkejut Ibu. Beliau kaget kenapa kami begitu lama pergi dan kembali dengan banyak belanjaan. Setelah dijelaskan Ibu mengerti dan bergurau tentang barang-barang yang gue beli. Katanya, seandainya tadi beliau ikut, pasti sudah meminta gue untuk membeli warna-warna lain selain pink, hehehe. But she love my leopard shoes a lot :)
Sebenarnya tujuan Bapak meminta gue bersenang-senang bukan sekedar untuk menikmati jerih payah gue, tapi juga untuk penghiburan karena besok beliau pergi ke Jakarta untuk operasi sinus. Rencananya beliau akan menginap 5 hari disana, dan selama itu pula gue harus rela berjauhan darinya. Ini berat, sudah pasti. Karena gue sangat jarang untuk berjauhan darinya. Gua pasti akan sangat-sangat-sangat kangen sama Bapak. Gue cuma bisa berdoa semoga operasinya lancar dan Bapak bisa cepat pulang, amen...

Oya, gue sering dapat pertanyaan tentang siapa yang mengambil foto-foto gue untuk blog. It's my Daddy. Bapak selalu senang hati untuk mengambil foto gue hampir setiap saat. Bahkan sering dengan inisiatifnya sendiri, seperti foto-foto di post kali ini. Sudah gue bilang kan bahwa beliau sangat suportif, begitu tahu bahwa gue suka blogging beliau langsung bilang,
"Kalau foto-foto itu bisa mendukung hobi blogging'mu, Bapak senang sekali membantumu".


Me and Daddy :)




Oh, my! He's the coolest Daddy on earth!!! :D



salam,


INDI



Dedicated to my hero, my superstar: Bapak. "Semoga cepat sembuh, belum apa-apa aku sudah kangen..."






__________________________________________________________
Contact Me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE
Join my charity project? HERE


Kamis, 17 November 2011

Charity Project for Our Furry Tailed Friends :)

Eris, hari pertama diadopsi. Usia 9 bulan :)


Howdy-do, bloggies?? Disini cuaca panas sekali, sampai-sampai sudah sesore ini langit masih saja terang. Mirip di Arab, ya? Atau seenggaknya begitu lah yang gue tahu dari lagu soundtrack film Alladin, hehehe (*singing* “Malam di Arab seperti siangnya, panas menyengat setiap saat, memang aneh benar" *singing*). Tapi meski begitu semoga saja kita semua selalu diberi kesehatan dan mood yang ceria setiap hari, ya :D Amen...

Seperti yang pernah gue ceritakan dibeberapa post sebelumnya, gue sekarang sedang ditengah mengerjakan naskah novel ke 3. Rencananya royalti dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna dan binatang-binatang yang membutuhkan (homeless, korban abuse, dll). Naskahnya, sih, sudah hampir selesai dan siap dikirimkan ke publisher (Homerian Pustaka). Tapi gue pikir kalau teman-teman mau menyumbangkan karyanya, kenapa nggak? Kan bukunya nanti bisa lebih tebal dan semakin banyak nominal yang bisa dihasilkan untuk disumbangkan :)

Jadi sekarang gue mau mengajak teman-teman untuk partisipasi, nih. Caranya mudah saja:
Buatlah karya yang berisi pengalaman kalian dengan binatang (boleh pets, atau binatang yang pernah ditemui). Pengalamannya boleh lucu, senang, sedih, sebal atau malah gabungan semuanya (hehe) asalkan menginspirasi dan sangat berkesan untuk kalian. Bentuk karya ada beberapa pilihan (pilih saja salah satu), yaitu:

1. Cerita, maksimal 5 halaman word. Diketik rapi dan jelas (jenis huruf, dll, bebas).
2. Puisi.
3. Quote atau kata mutiara.
4. Gambar/lukisan/comic strip (yang dikirimkan hanya hasil scan'nya saja).
5. Foto (kualitas gambar usahakan baik dan nggak buram).
Pastikan mencantumkan nama, judul karya, usia dan lokasi ketika mengirimkan karya.
Karya dikirim ke email namaku_indikecil@yahoo.com
Paling lambat diterima akhir bulan November 2011.

Untuk yang kurang yakin dalam merangkai kata nggak usah khawatir, ceritakan saja sebisanya, yang penting maksudnya tersampaikan. Untuk gambar, foto dan lainnya pun sama, jangan memikirkan bagus nggak'nya, langsung saja kirimkan :) Dan setelah bukunya terbit, tentang charity akan di update terus di blog ini. Untuk mengikuti perkembangannya silakan follow blog ini atau cukup kunjungi saja sering-sering, hehehe.

Semoga langkah kecil ini bisa membantu sahabat-sahabat berbulu dan berekor kita untuk hidup lebih baik (amen). Gue tunggu karya kalian, ya... dan selamat menikmati sore di Arab, hihihi :)


salam,
INDI


 Mengenang Veggie si anjing tersenyum (5 Juni 2003-8 November 2009)



_____________________________________________________
Contact me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE

Minggu, 06 November 2011

Bag's for Kids :)


Beberapa hari lalu gue dapat kiriman paket dari Naomi (Tokyo Animefashion) yang lokasinya di Semarang. Paketnya besaaaaaaar sekali. Gue yang baru selesai mandi kaget banget waktu Bapak dorong paketnya ke depan pintu kamar (iya, 'dorong'. Soalnya untuk diangkat terlalu berat, hehehe). Langsung saja gue buru-buru pakai baju dan buka paket-nya karena penasaran. Dan ternyata isinya tas-tas sekolah yang super cute dari Hikaru Mangacloth! Wah, senangnya :D Eits, tapi tunggu dulu, tas ini bukan untuk gue pakai sendiri, lho. Ada note dari Naomi yang menyebutkan bahwa tas-tas ini untuk diberikan pada anak-anak yang membutuhkan :)

Keesokan harinya, gue langsung meminta bantuan Bapak untuk mendata anak-anak disekitar rumah. Karena jumlahnya cukup banyak, maka diprioritaskan yang membutuhkan saja. Anak-anak yang dipilih ini masih berusia sekolah dengan orang tua dari berbagai macam profesi dan ada juga yang yatim piatu dan dititipkan di tetangga/kerabatnya. Setelah yakin sasarannya tepat, gue langsung mengundang anak-anak itu untuk datang ke rumah keesokan harinya (5 November 2011).


What I wore: Sparky by Toko Kecil Indi | One Piece bag by Hikaru
Tas-tas keren dari Hikaru Mangacloth :)

Memang ya, cuaca yang dingin itu paling bikin betah untuk selimutan di atas tempat tidur. Padahal seharusnya pagi itu jadi 'pagi yang paling sempurna sedunia' karena begitu buka mata langsung disambut oleh twit dari Nanny Jo (Jo Frost, my idol) yang panggil gue "sweety" (lol, nggak penting banget buat orang lain pastinya). Tapi gue malah malas-malasan di dalam kamar sampai-sampai nggak tahu kalau anak-anak yang gue undang sudah datang dari jam 10 pagi. Memang sih, gue mengundang mereka jam 1 siang, tapi melihat anak-anak ini menunggu bikin gue nggak enak... Langsung saja gue sarapan sekenanya dan berganti baju dengan yang lebih pantas, soalnya gue masih pakai piyama konyol bermotif kelinci, hehehe...

Anak-anak ini rupanya sudah nggak sabar dan penasaran dengan tas-tas yang mau dibagikan. Beberapa bahkan mengintip ke balik jendela gelap tempat tas-tas disimpan. Tapi mereka nggak perlu menunggu lama, tanpa berkata-kata (cuma tawa yang banyak, because they're just too cute) gue langsung bagikan tas-nya dan tanpa dikomando mereka langsung membuka pembungkusnya dan memakainya langsung! Hahahaha :) Melihat kesempatan ini Bapak langsung mengambil foto-foto mereka dan meminta mereka untuk berpose sebentar bersama gue.

Dua gadis kecil ini datangnya belakangan, hihihi...
 Gue juga nggak mau ketinggalan, hihihihi....


Satu jam kemudian anak-anak pamit untuk pulang ke rumah masing-masing dan beberapa lagi untuk mengaji. Gue nggak bisa menahan tawa mendengar rencana-rencana yang akan mereka lakukan dengan tas baru mereka. Ada yang akan memakainya langsung ketika mengaji dan ada pula yang berencana akan memakainya di hari senin ketika sekolah dimulai.
Mungkin bagi beberapa orang tas hanya sekedar tas, bukan benda yang istimewa. Tapi bagi anak-anak ini tas adalah semangat baru mereka untuk bersekolah. Terima kasih sebesar-besarnya untuk Tokyo Animefashion dan Hikaru Mangacloth yang memberikan gue kesempatan untuk bertemu anak-anak manis ini. Gue percaya langkah kecil yang mereka lakukan ini akan berdampak besar jika semakin banyak orang yang peduli dan memutuskan untuk berbagi. Let's share, it wont make you poor, but make you grow into somebody with a big heart :)


Anak-anak bangga dengan tas baru mereka :) Terima kasih ya Hikaru dan Tokyo Animefashion :D


Ah, iya, waktu anak-anak berpamitan, gue menahan salah satu anak yang agak bandel untuk bilang, "Jangan nakal, ya, yang rajin sekolahnya". Diluar dugaan anak itu langsung mencium tangan gue dan bilang,
"Iya Teh. Teteh juga yang rajin ya sekolahnya".

Hahahaha, kalian memang lucu-lucu sekali! ;)



salam manis,


INDI



 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 Contact me? HERE. MY Shop? HERE. Sponsorship? HERE.
Ingin menitipkan barang untuk charity? Email Indi disini: namaku_indikecil@yahoo.com

Jumat, 04 November 2011

De Do Do Do, De Da Da Da ;)


Hi, it's me again, Indi. Tumben ya baru 3 hari lalu post, sekarang sudah post baru lagi, hihihi. Belakangan ini gue memang belum keluar rumah, jadi bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat karena gue bisa fokus mengetik naskah seharian :D Memang sih, ada kangen-nya juga melihat dunia luar, tapi karena hujan terlalu lebat untuk ditembus, gue harus puas dengan menjadikan halaman rumah sebagai "dunia luar" yang paling jauh, hihihi. Terakhir gue keluar rumah dua hari lalu, sengaja gue membawa naskah ke warnet yang jaraknya nggak terlalu jauh. Tapi ternyata baru satu jam gue disana hujan langsung deras sederas-derasnya. Akhirnya pulang lah gue sambil memegang payung dan menyembunyikan beberapa lembar kertas 'naskah mentah' dibalik baju, hihihi.

Bekerja di rumah memang ada enak dan nggak-nya, ya sama saja seperti pekerjaan lain. Tapi kadang gue merasa lucu juga, sih, saat teman-teman lelah bekerja di kantor pasti merindukan rumah, nah sedangkan gue setelah lelah bekerja tinggal 'ngesot' sedikit ke atas tempat tidur disamping meja kerja gue, hahaha. Bekerja di rumah juga rentan terkena gangguan yang sifatnya guilty pleasure (at least ini pleasure buat gue lah, lol). Gue gampang sekali terbujuk sama wajah memelas Eris, anjing gue. Terkadang ditengah-tengah pekerjaan, gue malah tiba-tiba kabur dan berakhir jadi kiper buat permainan "sepak bola karet" nya Eris di halaman rumah, hehehe. Gue memang harus lebih disiplin dalam menentukan batasan dan jam kerja, maklum lah gue adalah bos untuk diri sendiri. Dan gue masih belajar untuk jadi "bos" yang baik :)

Ngomong-ngomong soal gangguan, beberapa hari lalu gue diwawancarai oleh Judika, reporter dari Aplaus the Lifestyle. Nah, karena nggak memungkinkan untuk bertemu langsung wawancara pun di lakukan lewat telepon. Sejak awal percakapan entah kenapa gue nggak bisa dengar suara Judika dengan jelas. Suaranya selalu diikuti dengan "nguing-nguing" seperti suara lebah. Berkali-kali kami tutup teleponnya dan gue minta di telepon ulang, tapi tetap saja suara yang keluar terdengar aneh. Akhirnya gue minta agar Judika menghubungi gue ke telepon kantor ibu, dan, yes! Suara yang terdengar akhirnya lebih jelas. Tapi baru beberapa menit kami bicara... "Guk... guk...", Eris mengonggong cari perhatian, hahahaha.
Meski bekerja di rumah, tetap saja gue perlakukan pekerjaan gue dengan serius. This is my job, this is my responsibility. Jadi gue langsung tutup pintu rapat-rapat dan kembali melanjutkan wawancara sambil berjanji dalam hati akan menghibur Eris kemudian.

Banyak yang bertanya kenapa gue memilih bekerja di rumah. Seorang teman bahkan terang-terangan bilang bahwa ia menyayangkan gelar "S.Ip" gue disia-siakan. Well, menurut gue nggak ada yang sia-sia. Ilmu meskipun nggak dipakai untuk profesi yang sesuai gelar pasti akan berguna untuk suatu hal. Toh gue berusaha sebaik mungkin waktu mencapai gelar itu :) Bekerja di rumah pun jujur saja, awalnya bukan keputusan gue begitu lulus kuliah. Gue ingin menjajal ilmu 'Hubungan Internasional' dulu sekitar satu tahun baru lanjut bekerja di rumah. Tapi manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Tuhan tetap yang menentukan akhirnya karena Ia tahu yang terbaik. Semenjak lulus, scoliosis gue semakin memburuk dan kurva-nya terus bertambah. Keadaan gue nggak memungkinkan untuk bekerja lama-lama, apalagi meninggalkan kota gue, karena (saat itu) harus terapi 3 kali per minggu. Gue pun memutuskan untuk bekerja di rumah, fokus ke naskah novel ke dua yang mulai dikerjakan tepat setelah wisuda, dan menjalankan bisnis on line shop (yang sebenarnya sudah dimulai sejak gue kuliah, tapi belum begitu serius).

Nggak bisa dipungkiri, awalnya usaha gue nampak nggak berhasil. Masih jarang yang melirik desain-desain gue di on line shop. Malah gue sempat kepikiran untuk berhenti dan memakai modalnya untuk hal lain. Begitu juga dengan novel, gue sempat insomnia berat gara-gara kebanyakan mikir 'bisa nggak ya gue make a living dari menulis?'. Tapi lambat laun Tuhan menujukan jalannya, 'Toko Kecil Indi', on line shop gue mulai punya pelanggan tetap. Sedangkan novel-novel gue mulai membuahkan prestasi dan 'pemasukan' yang membuat hati lega. Novel perdana gue "Waktu Aku sama Mika" sampai bulan ini sudah dicetak 7 kali, dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" sudah dicetak 4 kali, padahal baru saja terbit bulan Maret lalu. Thank God... Tuhan memang maha ajaib. Meski gue nggak kemana-mana tapi gue merasa berkecukupan :)

Soal suka duka, nggak kalah dengan yang bekerja di luar/di kantor. Tapi yang paling menonjol adalah 'duka' stereotype. Rumah identik dengan tempat beristirahat dan bersantai, bukan bekerja. Sering kali gue dapat reaksi 'iba' saat gue menyebutkan tempat dimana gue bekerja. Kalau sudah begini gue cuma bisa bersabar dan mencoba membuktikan bahwa di rumah juga bisa aktif, menghasilkan dan... menjanjikan :) (Amen, ya...).
Kalau soal suka tentu saja banyak. Yang paling gue syukuri adalah bisa dekat terus dengan keluarga. Rasanya bahagia sekali gue bisa membantu pekerjaan rumah sebelum kembali kebalik komputer. Melihat orang tua gue tersenyum dan bilang 'terima kasih' waktu gue bantu sapu halaman rasanya nggak tergantikan! :)

Meski gue bekerja di rumah, bukan berarti gue nggak bisa bersosialisasi. Pekerjaan gue (kedua-duanya) justru sering mempertemukan gue dengan orang-orang baru. Beberapa kali gue diundang ke stasiunTV untuk acara talk show dan juga fashion. Malah sering kali mereka lah yang mendatangi gue ke rumah. Untuk shooting acara fashion biasanya lebih nyaman dikantor Ibu (yang merangkap rumah) karena disana ada display baju-baju hasil desain gue. Yang berkesan adalah waktu Indra Herlambang datang ke rumah (nop, nop, I'm not his fans apalagi acara gosipnya) dan surprise, dia menghampiri Bapak lalu bilang, "Pak, anaknya berbakat sekali. Baru saya baca buku yang bahasanya indah dan menyentuh". Tapi sayangnya Bapak nggak terharu atau pun menunjukan reaksi bangga. Beliau malah menaikan alisnya dan bilang, "Masa?", hahahaha *tepok jidat*. Indra juga memberikan gue buku perdananya yang berjudul "Kicau-Kacau" (nice book, seriously) dan sebuah note manis;

"To: Indy (harusnya nama gue dieja pakai huruf 'i", bukan "y")
Thank you for the inspiration".

Indra Herlambang


Warna Trans 7, September 2011
Sweet note from Indra Herlambang :)
Pose-pose Richard 'Bule' bersama buku Waktu Aku sama Mika, lol.


Benar-benar moment yang membuat gue freeze sejenak :) Tapi ada lho yang lebih berkesan dari itu. Tahu Richard si penulis "Bule juga Manusia"? Well, okay, mungkin Indra Herlambang jauh lebih terkenal dari pada dia, tapi trust me, bule yang satu ini lucu banget. Dan selain kami berteman, ia juga membuatkan gue foto pose-pose konyolnya bersana novel "Waktu Aku sama Mika". Hahahaha, gue terharu, Richard! :'D

Don't get me wrong, gue nggak bilang bahwa bekerja di rumah lebih baik daripada kerja di kantor, ya. Kerja dimana pun sama baiknya, asalkan dikerjakan dengan tulus dan sungguh-sungguh. Kesungguhan selalu membuahkan hasil, gue percaya :) Gue cuma mau mengingatkan bahwa selalu ada jalan, bagaimana pun keadaan kita selama nggak lupa berdoa dan berusaha. Jika gagal dengan sebuah pekerjaan, jangan menyerah untuk mencoba kembali. Dan saat kita pikir nggak berhasil, think again, Tuhan memberikan semua umatnya bakat. Itu adalah "bekal alami" yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu, kita tinggal mengasahnya saja.

Ah, iya, gue jadi ingat. Sekarang gue sedang ditengah project novel yang royaltinya akan disumbangkan untuk charity. Gue semangat banget, apalagi royaltinya akan disumbangkan ke yayasan-yayasan fauna --- I love animals---. Sebenarnya project ini sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu dan sekarang sudah hampir rampung, tapi gue pikir akan menyenangkan kalau ada teman-teman yang mau ikut menyumbang. Caranya gampang, cukup kirimkan cerita, quote, puisi, gambar, foto atau apapun yang berisikan pengalaman kalian dengan binatang (nggak harus pet, bisa juga binatang yang pernah ditemui) yang menginspirasi ke namaku_indikecil@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama, usia dan lokasi, ya. Novel akan diterbitkan awal tahun depan oleh Homerian Pustaka dan laporan charity akan di update di blog ini ;)

Begitulah pekerjaan gue. Gue bersyukur selalu ada yang menyemangati ketika merasa kurang mampu melakukan sesuatu. Keluarga, teman-teman (iya, termasuk teman-teman blogger :) ), really blessed to have them. Gue memang bukan yang terbaik, bukan juga yang ahli. Tapi apapun 'posisi' di profesi gue sekarang, yang terpenting adalah gue berusaha melakukan yang terbaik, berusaha sebaik-baiknya.

Well, sekarang sepertinya sudah larut (betul nggak ya? Jam dinding gue mati soalnya, hihihi), sudah waktunya beristirahat supaya gue siap bekerja besok siang. Ada hal menarik yang akan gue lakukan bersama anak-anak di sekitar rumah gue besok, akan gue share ceritanya lain kali. Selamat istirahat ya, teman-teman. Love your job, dig your potential and don't forget to thanking God. Good night! ;)

"Don't give up, try again and motivate yourself to be better. If J. K. Rowling gave up once she got rejected, we'll never know who is Harry Potter, right? Be serious with what you are going to do, sincerity always giving you the best one".
(My personal quote from an interview with Seycil Corner)




stick out your chin and grin,


INDI



------------------------------------------------------------------------------------------------------
Contact Me? HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.