Tampilkan postingan dengan label ODHA Berhak Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ODHA Berhak Sehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2015

Malam Renungan AIDS Nasional 2015: Aku datang untuk Mika :)

Awalnya aku nggak mau datang, tapi Hendra BBM berkali-kali untuk mengingatkanku bahwa acaranya tinggal beberapa hari lagi. 
"Nggak mau, ah, nanti sedih, terus nangis," aku balas BBM Hendra.
"Nggak, nanti kan ditemenin. Ada aku, ada yang lain juga," begitu balasnya lagi.
Pokoknya aku janji nggak akan menangis.

Dan akhirnya hadirlah aku di sana, di Malam Renungan AIDS Nusantara 2015 yang diadakan di Taman Musik Centrum Bandung. Mataku langsung mencari wajah-wajah yang dikenal. Baru beberapa langkah aku sudah disambut oleh Anies (atau kalau sedang manja kupanggil "Teteh Anies", hehehe) yang langsung memelukku akrab. Hendra rupanya belum datang, padahal dia yang sibuk membujukku. Tapi aku nggak kesepian, di sana juga sudah ada Ayu, teman sekaligus pengelola dari ODHA Berhak Sehat (lihat post-ku tentang OBS di sini). Apalagi handphone ku langsung bergetar, rupanya ada mention dari Rumah Cemara yang mengucapkan selamat datang untukku. Psst, sampai sekarang aku belum tahu lho siapa admin Twitter dan Facebooknya RC, makanya aku langsung clingak-clinguk cari siapa yang sedang pegang HP, hihihi :)




Semakin jauh aku melangkah semakin banyak juga wajah yang kukenal. Malah ada yang sudah sering mengobrol di dunia maya, tapi ini jadi pertemuan kali pertama! Seorang perempuan cantik 'histeris' ketika melihatku dan langsung mencium pipi kiri dan kananku. Beberapa detik kemudian aku ikut histeris karena ia ternyata seorang teman yang sudah kukenal selama 8 tahun di dunia maya (iya 8 tahun, aku nggak salah ketik). Aku memanggilnya "Kak Rose", yang ternyata dianggap "ajaib" oleh teman-temannya karena hanya aku yang memanggilnya begitu. Ia lalu memanggil suaminya yang juga berteman denganku di dunia maya bahkan sebelum aku mengenal Kak Rose. Dengan malu-malu aku menyalaminya karena ternyata ia masih muda padahal aku selalu memanggilnya "Om Riki", hihihi :p
Aku langsung merasa nyaman, suasananya akrab dan gembira sekali. Soal rasa takutku, mungkin hanya parno saja, ---seperti biasanya.




Malam Renungan AIDS Nusantara diperingati di bulan Mei setiap tahun. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi komunitas ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), keluarga dan masyarakat untuk mengenang orang-orang yang telah dulu pulang karena AIDS. Bukan hanya untuk ODHA atau yang pernah ditinggalkan sepertiku, tapi MRAN ini juga boleh diikuti oleh umum. Menurutku ini bagus karena bisa menjadi ajang silaturahmi sekligus sosialisasi tentang HIV/AIDS. Dan karena acaranya di tempat terbuka sepertinya banyak masyarakat sekitar yang ikut penasaran dan bahkan ikut bergabung, which is really nice :)

Nggak lama kemudian Hendra datang dengan sekantung perbekalannya (belanja dulu ternyata dia, hehehe) dan langsung bergabung denganku dan Anies. Lalu disusul oleh Nova yang sama sepertiku, baru memutuskan untuk pergi di menit-menit terakhir. Aku mengenal mereka bertiga dari piknik OBS, yang dilanjutkan dengan perkenalan lalu bergabung di grup mereka, D-100 (baca tentang nobar film MIKA bersama mereka di sini). Waktu kami sudah duduk paduan suara Maranatha sedang membawakan beberapa lagu. Perasaan merinding mulai datang, yang membuatku melirik Hendra penuh arti, 'Awas ya kalau aku sampai nangis.' :p





Di MRAN ini ada quilt yang dibuat oleh keluarga dan sahabat dari mereka yang sudah dulu pulang (totalnya ada 86 quilt). Nova bertanya padaku kenapa aku nggak membawa quilt untuk Mika. Well, sebenarnya alasannya agak cengeng sih... Melihat quilt dengan nama orang lain tertulis di atasnya saja sudah membuatku berkaca-kaca, apalagi jika membaca nama Mika... Tapi aku tetap meletakkan setangkai bunga di atas quilt-quilt itu untuk mereka yang juga sama seperti Mika. Susah diungkapkan dengan kata-kata tentang perasaanku yang seperti roller coaster. Melihat puluhan nama dengan keluarga dan sahabat yang hadir membuatku sadar bahwa dunia ini bukan hanya mengenai aku dan Mika, bukan aku yang paling bersedih, ---dulu aku egois karena merasa nggak ada yang mengerti perasaanku. Tapi ternyata banyak orang yang kehilangan yang mereka cintai karena AIDS. Aku jadi merasa bersalah... Tapi di sisi lain aku juga merasa hangat, karena beberapa dari orang yang hadir mengenal Mika, meskipun hanya lewat novel dan film. Setiap ada yang menghampiri dan memberi tahu perasaan mereka tentang Mika, mereka berempati padaku, ---well saling, karena kami mempunyai pengalaman yang sama.








Setelah kata sambutan dari Atalia Kamil, istri dari Ridwan Kamil, walikota Bandung acara dilanjutkan dengan testimoni. Langsung saja aku berdiri dan mencari-cari alasan untuk meninggalkan tempat. Kalau dibilang cengeng, biarin... aku mungkin memang cengeng. Tapi aku benar-benar nggak siap untuk mendengarkan kisah-kisah kehilangan dari teman-teman baruku ini. Untung saja Hendra mau menemaniku keluar area. Bilangnya sih aku mau beli minum, padahal dari kejauhan aku mendengarkan suara samar-samar dari speaker, ---memastikan sesi testimoninya sudah selesai waktu aku kembali. 

Aku dan Hendra kembali tepat ketika testimoni terakhir selesai, tinggal acara penutupan. Kami diminta untuk menyalakan lilin dan berdiri mengelilingi quilt. Kami lalu berdoa untuk keluarga dan sahabat yang telah dulu pulang. Aku teringat Mika dan mulai menahan air mata yang rasanya sebentar lagi jatuh sambil  memeluk diri sendiri. Aku nggak ikut menyalakan lilin, alih-alih berdiri di paling pojok dikelilingi oleh Hendra, Anies dan Nova. Dari speaker terdengar lagu "Lilin-Lilin Kecil", semua ikut bernyanyi, termasuk aku. Lalu dilanjutkan dengan lagu "Usah Kau Lara Sendiri". Di bagian refrain, kertas lirik yang kubaca tiba-tiba menjadi buram. Air mataku ternyata sudah nggak bisa ditahan, aku menangis. Gue berusaha menghapusnya dengan punggung tangan, tapi air mata gue terus keluar. Gue ingat Mika, aku ingat teman-temannya yang juga sudah pulang. Aku juga teringat dengan nama-nama yang kubaca di quilt, dengan orang-orang yang ditinggalkan, ---yang jumlahnya ada banyak sekali di seluruh dunia. Aku melanggar janji, I let my self to cry. Aku pikir dengan menahan perasaan akan membuatku kuat. Tapi aku salah, menangis bukan berarti lemah. Nggak ada yang salah dari mengeluarkan perasaan, dengan menghindarinya jutsru aku malah pura-pura atau menutup mata, ---menjadi pengecut. Mungkin aku nggak akan menemukan obatnya, tapi akan berusaha menghilangkan stigma dan segala cap-cap konyol lainnya terhadap ODHA. Aku akan terus berjuang untuk Mika dan Mika-Mika yang lain. Janji.
Ada yang mau ikut?




Tulisan ini nggak diikutkan ke kontes, aku hanya berbagi pengalaman :)

a fighter,

Indi

Update 2024: Dengan hati yang pedih aku mengetik ini, Nova, teman kami (di foto terakhir aku sedang merangkulnya) telah pulang bersama Mika ke surga...

 _______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 15 Oktober 2014

Piknik Seru Sambil Berbagi Ilmu bersama ODHA Berhak Sehat dan Indi Sugar :)


What I wore? Hair Bow, Overall dress, Top: Toko Kecil Indi | Watch: Sanrio | Socks: Pasar Baru | Shoes: Chello 


Howdy do, my bloggies friends! Semoga semuanya baik-baik saja ya meskipun cuaca sedang agak kering ;) Beberapa waktu lalu gue sempat menyebutkan bahwa ada beberapa hal baru yang sedang gue kerjakan belakangan ini. Nah, salah satunya pada tanggal 11 Oktober 2014 kemarin gue diundang oleh ODHA Berhak Sehat untuk sharing sekaligus kopi darat di Taman Cibeunying Bandung. Ketika ditawari, gue langsung mengiyakan meskipun sebelumnya hanya mengenal ODHA Berhak Sehat (disingkat “OBS”) dari twitter. Alasannya tentu saja karena menurut gue visi dan misi dari OBS sangat positif. Mereka ingin memberikan informasi tentang isu HIV/AIDS pada masyarakat baik tua maupun muda dengan cara yang “berbeda”, yang tentu saja akan lebih efektif dari pada cara yang konvensional :D

Mungkin ada teman-teman yang belum tahu kenapa gue bisa terlibat dengan isu HIV/AIDS. Well, pada awalnya gue juga sama seperti kebanyakan anak-anak seusia gue pada waktu itu (15 tahun), sama sekali nggak tahu apa-apa soal HIV/AIDS sampai suatu hari bertemu dengan Mika, pacar pertama gue yang sampai hari ini gue anggap sebagai laki-laki luar biasa. Mika adalah laki-laki yang berusia 7 tahun diatas gue yang juga seorang ODHA, orang dengan HIV/AIDS. Bersamanya gue mendapatkan pelajaran tentang banyak hal, membuat gue menjadi pribadi yang semakin positif meskipun hidup Mika sendiri nggak mudah. Banyak orang yang memberinya label-label negatif, temasuk beberapa teman gue. Itulah yang membuat gue ingin mengenal tentang isu HIV/AIDS setelah kepergian Mika.

Gue excited sekali saat bersiap-siap untuk kopi darat bersama sahabat OBS. Selain nggak sabar untuk sharing tentang pengalaman bersama Mika, gue juga nggak sabar untuk bertemu teman-teman baru. Apalagi konsep kopi daratnya unik sekali, yaitu piknik di taman kota. Dari rumah gue membawa sedikit bekal untuk dinikmati bersama di sana; satu kotak roti dan beberapa batang lollipop. Hehehe, gue memang bukan anak-anak lagi, tapi untuk gue lollipop adalah permen yang punya nilai historis, karena dulu Mika selalu memberi gue lollipop setiap kami bertemu :)

Gue sudah bersiap dengan lollipop dan pita merah yang disematkan di dada kiri :)

Waktu gue tiba di Cibeunying Park banyak hal-hal yang mengejutkan (---selain gue nyasar sampai satu jam karena mengikuti petunjuk dari 4 juru parkir berbeda, lol---). Di sana sudah ada Ayu dan Sindi, admin dari ODHA Berhak Sehat dan beberapa teman-teman yang baru saja gue kenal ketika sharing berlangsung. Latar belakang mereka berbeda-beda, ada karyawan, guru, wirausahawan sampai dengan ibu rumah tangga. Nah, yang paling istimewa ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta! :) Kami saling berkenalan dan berbagi kisah dengan santai, sambil diiringi canda dan cemal-cemil. Menyenangkan sekali.

Mengenalkan diri :)

Meski lupa bawa tikar tapi tetap betah, hihihi.

Meski kesannya santai, tapi kami mendapatkan banyak ilmu. Latar belakang kami yang berbeda membuat kami bisa bertukar infomasi-informasi seputar HIV/AIDS. Gue jadi tahu bagaimana ARV itu bekerja (well, sebenarnya gue menulis tentang ini di skripsi, tapi nggak terlalu mendalam), gue juga jadi tahu bagaimana ARV bisa menyebar ke seluruh Indonesia. Bahkan kami berbagi hal-hal yang mendasar, seperti misalnya tentang hal-hal yang bisa menularkan HIV, karena ada beberapa dari kami yang belum tahu. Dan itu membuat gue sangat sangat sangat salut, mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang HIV/AIDS karena mereka peduli, bukan ‘hanya’ karena ada teman atau keluarga mereka yang mengidap :)

Piknik ini sepertinya sudah cukup untuk menjelaskan tentang apa yang ingin disampaikan oleh OBS. Kami makan bersama, duduk bersama, saling berangkulan tanpa melihat latar belakang. Kami semua sama, ODHA atau bukan it doesn’t matter. Itulah kekuatan dari sharing, kita jadi nggak menduga-duga dan takut karena sesuatu yang nggak jelas. Jika nggak ada yang bilang, orang yang melihat kami pasti nggak ada yang bisa membedakan siapa diantara kami yang ODHA dan bukan :) Dulu gue merasa Mika sama saja seperti gue, nggak ada yang membedakan kami apalagi kami saling jatuh cinta. Tapi orang-orang bilang itu karena gue nggak mengerti apa itu HIV/AIDS, karena gue nggak tahu kenapa Mika bisa begitu. Setelah dewasa gue sadar bahwa gue nggak salah, tapi merekalah yang memberikan prasangka dan judgment sebelum benar-benar mengenal Mika. Padahal siapa saja bisa terjangkit HIV, bahkan anak-anak, dan memberi label pada ODHA tentu saja bukan hal yang bijak. Mereka nggak mengerikan, mereka hanya sakit. Dan kita juga bisa begitu, kan?

Nggak terasa langit semakin gelap dan adzan magrib sudah terdengar. Keasyikan kebersamaan kami membuat waktu nggak terasa. Kami betah saja duduk berlama-lama beralaskan rumput karena admin OBS lupa membawa tikar, hihihi. Sebelum ditutup ada beberapa hadiah yang dibagikan. Semua yang hadir mendapatkan stiker ODHA Berhak Sehat dan salah seorang peserta, Syifa mendapatkan hadiah istimewa berupa T shirt karena sudah jauh-jauh datang dari Jakarta. Gue juga mendapatkan sebuah buku yang berisi kumpulan cerita pendek dari IPPI Indonesia yang berjudul “Aku Kartini Bernyawa Sembilan”, senang sekali :) Dan untuk teman-teman baru di sana gue juga membawa 2  buah novel “Karena Cinta Itu Sempurna” yang berisi biografi mini gue termasuk menceritakan saat-saat gue bersama Mika. Semoga saja memberi manfaat :)

Ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta dapat hadiah istimewa! Hihihi. Congrats, Syifa! :)

Diwakili Ayu, gue mendapatkan buku kumpulan cerpen "Aku Kartini Bernyawa Sembilan" :)

Novel Karena Cinta Itu Senpurna untuk Andri dan Anis :)

Sebelum berpamitan kami berfoto bersama. Perasaan gue begitu senang dan bangga atas piknik yang diselenggarakan oleh ODHA Berhak Sehat ini. Ayu, Hendra, Anis, Deni, Andri, Sindi, Lina, Syifa dan Rini menjadi teman-teman baru gue. Sungguh luar biasa apa yang mereka lakukan, membuka diri untuk berbagi dan menerima ilmu-ilmu baru. Menurut gue membuka diri untuk hal baru adalah hal yang indah. Dulu gue nggak tahu apa-apa soal scoliosis dan baru mencaritahu setelah gue sendiri mengidap scoliosis di usia 13 tahun. Gue juga baru mencari tahu tentang HIV/AIDS setelah gue berpacaran dengan Mika. Memang nggak ada kata terlambat, tapi mencari tahu karena kita peduli dan bukan karena merasa “harus” akan lebih baik. Itu membuat kita open minded dan menghentikan dari prasangka-prasangka akibat keenggaktahuan kita terhadap suatu hal. Rini dan Syifa ingin tahu lebih banyak tentang HIV/AIDS setelah membaca novel “Waktu Aku sama Mika”. Mereka nggak mengenal Mika, tapi mereka peduli dan ingin melakukan perubahan. Jika mereka bisa, gue percaya semua juga bisa. Langkah ODHA Berhak Sehat ini mungkin terlihat kecil, kami hanya sekelompok orang. Tapi bayangkan jika setelah pulang semuanya membagi kisah tentang pertemuan ini pada teman-teman, keluarga atau bahkan di sosial media... 
Let’s start sharing! ;)

Berpose dengan stiker dari ODHA Berhak Sehat :)

Thanks a lot untuk Bapak yang menemani gue sepanjang sore. Love you, Daddy! :)

Link:
-          ODHA Berhak Sehat
-          IPPI Indonesia
-          Indi Sugar


Lollipop girl,


Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Email: namaku_indikecil@yahoo.com

Senin, 06 Oktober 2014

Undangan Piknik untuk seluruh Indi's Friend di Bandung! :)

Howdy-do my pals? Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya :)
Gue mau mengundang teman-teman, terutama yang tinggal di daerah Bandung untuk ikutan piknik, nih. Iya, piknik sungguhan di taman rumput dengan bekal makanan dari rumah sambil mengobrol akrab!:D Mungkin beberapa dari teman-teman ada yang sudah lama nggak merasakan keseruan piknik karena kesibukan atau sulitnya menemukan tempat yang tepat. Nah, sekarang waktunya kita bernostalgia sambil menambah pengetahuan ---dengan cara yang fun tentunya--- :)


Piknik yang akan dilaksanakan tanggal 11 Oktober pukul 3 sore di Taman Cibeunying ini diadakan oleh ODHA Berhak Sehat atau biasa disingkat OBS. Teman-teman mungkin sudah sering mendengar tentang OBS di berbagai sosial media, terutama di Facebook dan Twitter. Nah, kalau belum kenal gue ceritakan sedikit tentang OBS, ya. ODHA Berhak Sehat adalah movement yang mengajak masyarakat dan komunitas HIV/AIDS untuk lebih paham tentang isu HIV/AIDS. Salah satu misi OBS adalah mengurasi stigma dan diskriminasi yang sering kali didapat oleh ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
Kalau teman-teman sudah pernah membaca novel-novel gue, "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna" atau sudah pernah menonton versi filmnya, "MIKA", mungkin sedikit banyak tahu tentang apa itu HIV/AIDS. Karena di sana gue menceritakan tentang hari-hari gue ketika berpacaran dengan Mika, laki-laki luar biasa yang juga seorang AIDS fighter :)

Cara ikutan piknik ini mudah sekali, lho;
1. Follow akun twitter gue (@missbabbitt) dan OBS (@ODHABerhakSehat)
2. Twitpic foto kalian yang sedang memakai pita merah ke @missbabbitt dan @ODHABerhakSehat dengan hastag #ikutandong #kopdarOBSBandung
3. Setelah itu OBS akan memfollow balik dan mengirimkan DM yang berisi detail acara.


Agar nanti mudah untuk saling mengenali, jangan lupa sematkan pita merah di pakaian teman-teman. Dan tentu saja jangan lupa bawa bekal masing-masing untuk piknik di bawah langit kota Bandung yang indah :) Tuh, sudah kebayang betapa serunya kan? Sambil cemal-cemil kita juga bisa lebih mengenal apa itu HIV/AIDS. Jadi nanti teman-teman bisa lebih tahu tentang apa yang dulu terjadi pada Mika. Dijamin memberikan banyak manfaat. Dan nanti kita akan pulang nggak hanya dengan pengetahuan baru tapi juga bawa oleh-oleh goodie bag dari OBS, lho! Ayo, twit pic ditunggu mulai sekarang sampai tanggal 8 Oktober 2014, ya! :)

sugar kecilnya Mika,

Indi 


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469