Tampilkan postingan dengan label donasi rambut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label donasi rambut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

More about Shave for Hope :)


Welcoooome September! Whoaaa, rupanya sekarang sudah masuk bulan baru, ya. Mungkin karena belakangan aku cukup sibuk beraktivitas (---well, dua minggu sakit batuk juga menambah kesibukanku, hehehe), waktu jadi terasa cepat :D Bulan Agustus ini ditutup dengan kemenanganku di kontes Disney Inspired untuk menghadiri premiere Disney Descendants dan dengan menjadi social angel di event Shave for Hope terbaru.

Soal kontesnya kapan-kapan akan aku ceritakan, tapi sekarang aku akan bercerita lebih banyak tentang Shave for Hope. Yang membaca postku sebelumnya pasti tahu kalau beberapa hari lalu aku menantang teman-teman untuk mengikuti Shave for Hope 2015 Challenge. Well, akhirnya ada 2 orang yang menjawab tantanganku, yaitu Syifa dan Tisya. Mereka rela memotong rambutnya untuk menemani adik-adik pengidap kanker yang terpaksa kehilangan rambut. Nantinya video pemotongan rambut mereka akan diuangkan senilai Rp. 100.000 (masing-masing) dan akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan adik-adik di YPKAI-3C (Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia).


Video proses pemotongan rambutku :)


Social Angels :)

Sebelum dan sesudah pemotongan rambut :)


Event Shave for Hope kali ini memang berbeda dengan 2 tahun yang lalu, tahun ini rambut yang dipotong nggak dijadikan wig, tapi diuangkan. Kita diberi kebebasan untuk menentukan mau dikemanakan potongan rambutnya nanti. Boleh disimpan, dibuang, atau malah didonasikan di tempat lain. Kalau aku sendiri, sama seperti yang kulakukan tahun lalu, ---potongan rambut akan didonasikan pada organisasi yang menyediakan wig untuk anak-anak yang kehilangan rambut. Aku sudah pernah share caranya di sini dan di sini, tapi nanti akan kutulis ulang kalau-kalau ada teman-teman yang ingin melakukan hal yang sama :)

Tantangan video Shave for Hope memang sudah berakhir, tapi untuk yang ingin berdonasi  masih bisa, lho. Teman-teman bisa mengirimnya ke: Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, 117-00-00222026 Bank Mandiri Cabang RS Kanker Dharmais. Dan jangan lupa ikuti potong rambut masalnya. Sama seperti video, rambut kalian akan diuangkan senilai Rp. 100.000 dan digunakan untuk membantu adik-adik di YPKAI-3C. 

Acaranya akan diadakan di: Lippo Mall Kemang, Jakarta
Pukul: 10.00 sampai 22.00
Tapi sebelumnya jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu karena tempatnya terbatas. Caranya buka www.shaveforhope.org lalu klik “registration” nanti kalian akan mendapatkan email konfirmasi. Mudah, kan :)

Sampai hari ini tulisanku mengenai donasi rambut masih menjadi yang paling banyak dikunjungi. Aku menerima banyak sekali email yang bertanya tentang itu. Rupanya banyak yang masih belum tahu bahwa rambut, ---yang biasanya hanya disapu di lantai salon setelah dipotong, bisa menjadi sangat bermanfaat. Waktu menulisnya aku hanya ingin berbagi pengalaman, sama seperti saat aku menulis hal-hal lain. Jadi aku sama sekali nggak menyangka akan mendapatkan banyak perhatian. Katanya kalau berbuat kebaikan cukup diri sendiri saja yang tahu. Tapi menurutku it’s okay untuk membaginya selama tujuannya bukan pamer. Karena saat semakin banyak orang yang tahu, semakin banyak juga yang terinspirasi. Dan saat semakin banyak yang melakukannya, maka semakin banyak pula yang dibantu. It's just a chain reaction... Jangan berhenti berbagi! :) 

yang baru potong rambut,

Indi


 ________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 30 Agustus 2015

Indi Sugar Menantang Kalian Potong Rambut untuk Kanker! :)

Teman-teman yang waktu itu ramai bertanya tentang donasi rambut mana nih suaranya? :) Aku sempat dapat banyak sekali tanggapan dan pertanyaan tentang donasi yang aku lakukan tahun lalu, tapi ternyata banyak yang batal ikutan dengan alasan biaya pengiriman rambut yang cukup mahal :(
Nah, sekarang ada alternatifnya nih teman-teman. Kalian tetap bisa ikut berdonasi tanpa harus membayar mahal :)

Aku ajak kalian untuk mengikuti tantangan Shave for Hope 2015. Caranya seperti ini:
1. Buat video yang berisi before dan after pemotongan rambut kalian. Untuk laki-laki sampai botak dan untuk perempuan minimal di atas bahu.
2. Di video berikan ucapan untuk Shave for Hope dan pesan untuk adik-adik yang mengidap kanker.
3. Jangan lupa akhiri video dengan tagline, "Be the hero, be the hope".

Setelah itu upload video kalian ke YouTube dengan judul #SFH2015Challenge, nantinya setiap video akan dihargai Rp.100.000 dan uangnya akan digunakan untuk donasi atau untuk bantuan biaya pengobatan adik-adik di YPKAI-3C. Kirim melalui email link video kalian ke sfh2015challenge@gmail.com, dan... selesai! Dengan cara sesederhana itu kalian sudah membuat perubahan :)

Ayo, langsung lakukan ya, teman-teman. Potong rambutnya gak perlu di salon, bisa minta bantuan keluarga atau teman karena yang penting syarat pemotongannya terpenuhi (nanti setelahnya baru bisa dirapikan). Videonya ditunggu sampai BESOK, 31 Agustus 2015. Tolong sebarkan juga tentang kabar ini agar semakin banyak yang ikutan! Kalau masih bingung kalian bisa lihat videoku yang disertakan di bawah ini:



Be the hero, be the hope. Kalian juga bisa ;)


let's shave for hope,

Indi


________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 09 Agustus 2015

Recreated Poltergeist III (Making Memory of my Long Hair)

Creepy...


Aku masih sangat kecil ketika pertama kali menontonnya. Waktu itu aku belum mengantuk, jadi memutuskan untuk ikut menonton TV bersama Ibu dan Bapak. Film itu diputar di RCTI, --- waktu belum ada sinetron yang mendominasi jam tayang malam. Aku ingat betul betapa ketakutannya ketika melihat adegan boneka badut yang duduk di kursi sementara dahan pohon menggaruk-garuk dari luar jendela kamar. Poltergeist itu judulnya. Dibuat saat aku belum terlahir ke dunia ini tapi bisa membuatku jatuh cinta saat pertama kali menontonnya. I love being scared. Lol. 

Aku sangat menyukai ketiga seri Poltergeist (---yang kemudian aku tonton di Trans TV), meskipun sutradaranya sudah berganti di seri yang terakhir. Mungkin karena kehadiran Carol Anne yang diperankan oleh almh. Heather O’Rourke di film itu. She was soooo adorable! Pipi tembam dan rambut terangnya terlihat sangat angelic, sampai-sampai dulu akuberandai-andai ingin punya anak seperti dia suatu hari nanti, hahaha. Dan waktu tahu kalau ternyata little girl yang sangat aku kagumi itu sudah meninggal dunia (hanya 4 bulan sebelum Poltergeist III rilis) rasanya sangat sedih. Mungkin terdengar aneh karena aku masih 2 tahun waktu ia meninggal, ---tapi begitulah yang kurasakan :(

Dan baru-baru ini Poltergeist dibuat remake-nya. Aku nggak percaya waktu mendengarnya, karena... hey, ini klasik! Membuat remake dari film ini sama saja dengan mencoba mengulang sukses besarnya ET. Tapi aku tetap menontonnya, karena nggak mau menilai sesuatu sebelum melihatnya sendiri. Dan pendapatku, hmm, well... nggak sebagus yang diharapkan. Tapi over all cukup menghibur karena masih ada beberapa momen menegangkan. Dan menontonnya juga lumayan bikin aku merinding-merinding gimana... gitu. Soalnya di film ini ada beberapa adegan yang direcreate dari film originalnya oleh Maddi, ---yang menggantikan peran Carol Anne.  She’s cute too. Tapi aku kangen sama wajah lugunya Heather O’Rourke dan rambut panjangnya yang indah. Ah, film Poltergeist memang sangat berkesan untukku :’)

Bapak sampai keliling-keliling rumah untuk cari lokasi yang pas untuk scene ini :D
1988 VS 2015 :)

Dulu aku ingin menjadi Carol Anne, (sampai sekarang) aku memelihara ikan mas di kamar supaya mirip dengan karakternya. Malah aku ingin sekali punya rambut panjang berponi sepertinya, tapi selalu gagal karena aku nggak tahan dengan rasa gerah. Mungkin teman-teman juga tahu bahwa sebelumnya rambutku paling panjang hanya sedikit di bawah telinga, belum pernah menyentuh bahu. Tapi karena tahun lalu aku mulai mendonasikan rambut untuk dibuat wig, mulailah aku termotivasi untuk memanjangkan rambut. Selain membayangkan wajah happy anak-anak yang menerima rambutku, Carol Anne juga ikut menjadi motivasi. Aku mengiming-imingi diri sendiri dengan berkata; Rambut panjang = mirip Carol Anne, hehehe.

Sekarang rambutku sudah melewati bahu. Terkadang masih terasa mengganggu apalagi di musim panas seperti belakangan, tapi aku juga mulai sayang. Keinginanku untuk potong rambut nggak sebesar dulu lagi, mungkin karena sudah terbiasa dengan rambut ‘baru’ ini. Tapi bukan berarti aku jadi membatalkan niat untuk berdonasi, hehehe. Jadwal pemotongan rambut sudah semakin dekat dan aku merasa harus membuat sedikit kenang-kenangan sekaligus memberi reward pada diri sendiri karena sudah berhasil menahan diri nggak potong rambut selama setengah tahun (well, kecuali trimming ya, karena aku nggak mau rambutku bercabang). Setelah dipikir-pikir akhirnya aku tahu apa reward yang tepat untuk diri sendiri; Recreated Poltergeist Scenes! Alias membuat ulang adegan-adegan di film Poltergeist :D

Atas request Bapak aku tambahkan garis hitam di fotonya. "Supaya mirip", begitu kata Bapak.

Jadi kemarin sore dengan dibantu Bapak aku mewujudkan impian masa kecil untuk menjadi Carol Anne. Setelah bercerita bahwa aku ingin melakukan ini untuk making memory (---dan sebagai dedikasi untuk almh. Heather O’Rourke, tentu), Bapak ikut senang dan beliau bersemangat sekali dengan project sederhana ini. Kami putuskan untuk Recreate adegan-adegan di Poltergeist III karena itu film terakhirnya Heather dan karena aku punya onesie yang sama, hehehe (thanks, Ibu!). Dengan cepat aku dan Bapak menonton kembali trailer film itu lalu mengambil gambar beberapa adegannya. Seperti biasa, Bapak berperan menjadi fotografer dan beliau dengan sungguh-sungguh melakukannya untukku. 

Meski mengandalkan feeling (yep, kami sama sekali nggak mencetak gambar adegan-adegan yang akan di recreate, hahaha), tapi kami ingin seakurat mungkin. Untuk urusan pose aku serahkan sepenuhnya pada Bapak karena ingatan beliau lebih bagus dariku. Nah, lucunya Bapak malah lebih bersemangat dan lebih kretaif daripada “modelnya”. Untuk recreate phone scene Bapak sampai cabut telepon rumah untuk dijadikan properti foto, lho! Dan ini membuat Ibu kebingungan beliau pikir teleponnya hilang, hehehe.

Hello? They're hereeeee... 

Hasilnya nggak sempurna, tapi aku menyukainya. Aku menghargai sekali usaha Bapak untuk mewujudkan keinginanku menjadi Carol Anne. I’m making memory, dan Bapak jadi salah satu bagiannya :) Mungkin ada yang mengganggap aku aneh karena ingin mengenang rambut yang hanya dalam jangka waktu beberapa bulan akan tumbuh kembali. Atau malah ada yang mengganggapku lebay? Go ahead :) Menjadi seseorang yang mendonasikan rambut membuatku sadar bahwa rambut adalah bagian tubuh yang sangat berharga. Untukku, dan banyak orang lainnya mungkin ini ‘hanya’ rambut. Tapi bagi orang lain rambut bisa jadi hal yang sangat diimpikan. Jika aku ingin rambut seperti Heather O’Rourke, di luar sana ada yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan rambut pendek yang kupunya, ---atau malah untuk sebagian saja dari rambut yang kupunya. Jadi ini adalah caraku untuk mengingatkan diri sendiri bahwa aku beruntung, aku diberkahi karena punya rambut. Dan kalau pun nggak punya, ---rambut bukan sesuatu yang menjadikan kita, tapi hati :)

Ps: Untuk membaca post dan melihat video mengenai donasi rambut pertamaku bisa lihat di sini: klik.

carol anne 27 years later,

Indi

 __________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 28 September 2014

Requested post: How to Donate your Hair? :)

Hai bloggies, apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik, dan untuk yang sedang sakit tentu saja semoga cepat sembuh :) Keadaan gue sendiri baik dan bersemangat, ada beberapa hal baru yang sedang gue kerjakan dan ada beberapa rencana untuk akhir tahun ini. Selalu excited jika mempunyai pengalaman baru, hihihi. Nanti kalau semuanya sudah ‘siap’ akan gue ceritakan di sini. Doakan saja semua berjalan lancar, ya ;)
Sebelum gue bercerita tentang ‘hal-hal baru’, sekarang gue mau berbagi cerita tentang yang baru saja dialami. Mungkin teman-teman masih ada yang ingat kalau beberapa bulan yang lalu gue mendonasikan rambut ke Locks of Love. Nah, gue baru saja menerima kartupos dari mereka. Isinya ucapan terima kasih atas donasi gue untuk anak-anak yang membutuhkan wig alias rambut palsu. Kebanyakan yang menerima wig donasi dari mereka adalah pengidap alopecia areta, yang sampai sekarang belum ada obatnya. Dan sisanya adalah pasien kanker, korban luka bakar dan beberapa penyakit lain yang menyebabkan rontoknya rambut secara permanen :( Meskipun gue nggak bisa bertemu dengan anak yang menerima rambut gue secara langsung, tapi gue senang karena seenggaknya ada bagian kecil dari gue yang membuatnya tersenyum :)

Karena menerima kartupos tersebut gue jadi ingat bahwa ada banyak teman-teman di blog, Facebook, Twitter dan Instagram yang bertanya pada gue tentang cara mendonasikan rambut. Well, sebenarnya gue sudah pernah ceritakan plus share videonya di sini. Tapi berhubung nggak semuanya pernah baca post itu, jadi gue putuskan untuk membanginya lagi. Kali ini akan gue jelaskan secara step by step agar mudah diikuti ditambah beberapa daftar beberapa organisasi (plus alamatnya) yang menerima donasi rambut.
Okay, here we go... :)
  •  Pertama, cuci bersih rambut lalu keringkan. Jika memiliki rambut keriting, coba catok lurus terlebih dahulu agar mudah mengukur panjangnya. Pastikan kondisi rambut sehat dan belum pernah mengalami proses bleaching. Jika hanya di cat itu masih bisa diterima.
  • Ikat rambut, lalu ukur dengan penggaris untuk memastikan panjang yang tepat. Letakan penggaris di bawah ikat rambut. Jika rambut sangat tebal boleh ikat rambut jadi beberapa bagian. Jangan lupa untuk ikat ujung bawah rambutnya juga. (Catatan penting: Donasi rambut minimal panjang 10 inci).
  • Gunting rambut di ATAS ikat rambut dengan rapi.
  •  Masukkan rambut yang sudah dipotong ke dalam kantong zip lock (dapatkan di toko plastik, toko buku atau toko peralatan membuat kue).
  •  (Optional) Di selembar kertas, tulis nama, alamat lengkap dan alamat email kita. Ini agar mereka bisa mengirimkan lembara pengetahuan atau ucapan terima kasih atas donasi kita. (Catatan penting: Jangan mengharapkan balasan sertifikat karena ini untuk amal nggak semua yang memberi donasi diberi sertifikat dengan alasan "menekan biaya")
  • Lalu masukan zip lock yang sudah berisi rambut dan kertasnya ke dalam amplop ber ‘pad’. Jika sulit untuk menemukannya, kita bisa melapisi amplop coklat biasa dengan bubble wrap.
  •  Jangan lupa pastikan kita menulis alamat organisasi dengan benar dan dengan nilai prangko yang cukup agar paket rambut kita nggak ‘nyangkut’ di suatu tempat. Rambut yang sudah terlalu lama, apalagi rusak nggak bisa dibuat wig.



  • Rambut yang beruban juga diterima, lho. Tapi nggak dengan rambut extension atau dread lock :)

  

Bagaimana? Mudah sekali, kan ;) Mudah-mudahan step by step dari gue bisa dipahami, ya. Sedikit tips, pastikan orang yang membantu memotong rambut mengerti dengan step by step nya. Karena kesalahan kecil seperti memotong rambut di bawah karet misalnya, bisa membuat rambut tercecer dan terpaksa dibuang, deh. Atau teman-teman bisa tunjukan video yang gue share pada stylish di salon atau teman yang membantu sebelum mulai memotong rambut :)

Jika ada yang menebak asalan gue mendonasikan rambut karena pernah terkena tumor payudara, maka jawabannya adalah: salah, hehehe. Sebenarnya ide ini muncul karena nggak sengaja. Teman-teman gue sering berkomentar tentang betapa cepatnya rambut gue panjang. Dalam 1 bulan saja bisa sampai 2 kali ke salon untuk memotong poni. Dan karena gue nggak terlalu nyaman dengan rambut panjang, maka secara rutin rambut gue disapu begitu saja di lantai salon bahkan sebelum menyentuh bahu. Tanpa sadar selama ini ternyata gue menyia-nyiakan rambut, padahal banyak sekali orang yang menginginkannya. Sejak itulah gue bertekad untuk memanjangkan rambut selama 6 bulan (dan melewati bahu, hahaha) lalu mendonasikannya dengan menyisakan panjang rambut di bawah telinga :)
Menurut gue donasi rambut juga cocok untuk teman-teman yang takut jarum suntik atau terpaksa nggak bisa mendonasikan darah karena mengidap penyakit yang ditularkan lewat darah. Donasi rambut bisa untuk siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun selama memiliki rambut yang sehat dan panjang rambut yang cukup.



Hari ini, 5 bulan setelah berdonasi rambut gue sudah tumbuh sekitar 9 cm. Nggak sabar rasanya menunggu rambut gue kembali melewati bahu dan didonasikan lagi :) Rambut palsu memang nggak bisa menyembuhkan alopecia areata, kanker atau luka bakar. Sebagai perempuan yang sudah 15 tahun hidup bersama scoliosis gue anggap rambut palsu sama seperti jaket yang dulu sering gue pakai. Gue mengerti betul bahwa jaket memang nggak bisa menyembuhkan scoliosis. Tapi dengan memakainya gue bisa berbaur dengan teman-teman sebaya dan mereka menilai tanpa melihat apa gue idap, secara netral tanpa merasa ‘kasihan’ sebelum melihat kepribadian gue. Dan itu membuat gue tersenyum sangat lebar :) Bukan berarti gue nggak bahagia dengan yang Tuhan berikan. Gue sangat bersyukur dan bangga dengan tubuh yang dirancang secara spesial oleh Tuhan khusus untuk gue. Tapi sesekali gue ingin dilihat secara ‘netral’, dan gue percaya semua orang pun begitu :) Trust me, ada anak-anak di luar sana yang sangat menginginkan rambut. Dan hanya dengan 10 inci dari rambut yang kita punya bisa membuatnya tersenyum lebar :)


Donasikan rambut ke sini:
Locks of Love
234 Southern Blvd.
West Palm Beach, FL 33405-2701

Little Princess Trust
Sheridan House
114-116 Western Road 
HOVE
BN3 1DD (UK)

Pantene Beautiful Lengths
Attn: 192-123
806 SE 18th Ave.
Grand Rapids, MN 55744

Wigs for Kids
4231 Center Ridge Road, Westlake, Ohio 44145

Shave for Hope
Ini event Indonesia. Kontak mereka di twitter: @shaveforhope. Atau,

Coba hubungi yayasan kanker atau rumah sakit yang lokasinya dekat dengan kalian. Mendahulukan untuk membantu yang dekat tentu akan lebih baik :)

cheers,

Indi



_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 20 April 2014

The Big Chop! I Donated my Hair :)



Tadi siang Ibu mengantarku ke salon. Setelah 6 bulan waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Aku akan memotong rambut yang telah kupanjangkan sampai melewati bahu jadi sebatas telinga!

Aku masih ingat beberapa bulan lalu ketika mengutarakan niatku pada Ibu. Setelah bertahun-tahun betah dengan potongan rambut pendek, aku akhirnya berkeinginan memanjangkan rambut. Tentu saja Ibu senang mendengarnya. Lalu aku menceritakan tentang niat untuk mendonasikan rambut. Aku bilang bahwa aku akan memanjangkan rambut sampai melewati bahu, tapi setelah itu akan dipotong pendek sekali untuk didonasikan pada yang membutuhkan rambut palsu. Waktu itu Ibu terkejut dan berkali-kali bertanya apakah aku yakin. Aku bilang, “Iya”, karena aku sudah memikirkannya matang-matang. Meskipun suara Ibu terdengar menyayangkan tapi beliau berkata akan mendukungku 100%.

Niat ini muncul secara nggak sengaja. Seorang teman berkata bahwa rambutku sangat tebal dan cepat sekali panjang. Katanya, sementara banyak perempuan lain yang ingin rambutnya cepat panjang, aku malah memotongnya beberapa kali setiap bulan demi mendapatkan panjang rambut yang selalu “sebegitu”. Waktu itu aku bilang bahwa rambutku yang tebal sulit sekali diatur dan butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Itulah kenapa aku lebih menyukai potongan rambut pendek. Sama sekali nggak terpikir bahwa di luar sana mungkin ada yang akan sangat bersyukur untuk memiliki rambut seperti ini daripada aku yang menyia-nyiakannya untuk disapu di lantai salon. 

Percakapan itu membuatku mulai berpikir untuk melakukan sesuatu dengan rambutku.  Aku mencari cara agar rambutku bisa digunakan untuk sesuatu yang berguna. Dan aku pun menemukannya: Mendonasikan rambut pada yang membutuhkan rambut palsu!
Dengan bantuan internet aku mencari organisasi-organisasi yang menerima sumbangan rambut. Mempelajari bagaimana prosesnya dan memastikan agar rambutku memenuhi syarat. Syukurlah aku nggak pernah merokok, hidup sehat dan rambutku nggak pernah tersentuh bleach. Dengan “modal” itu kupikir akan mempermudah dalam proses pemanjangan rambut, hehehe.

Tapi rupanya nggak semudah itu. Godaan untuk memotong rambut kadang-kadang datang. Setelah bertahun-tahun mempunyai rambut yang hanya melebihi sedikit dari batas telinga, mempunyai rambut yang mulai menyentuh leher bukan perkara mudah. Rasanya geli karena menusuk-nusuk kulit dan yang pasti ritual mengeringkan rambut pun menjadi semakin lama. Bukan itu saja, memiliki seorang adik laki-laki juga menjadi tantangan berat. Semakin panjang rambutku, semakin dijadikan bahan candaanlah aku. Katanya dengan rambut panjang aku malah terlihat maskulin dan mirip dengan Anthony Kiedis, vokalis Red Hot Chilli Peppers. Perlu diketahui bahwa Anthony Kiedis itu laki-laki, huhuhu. Syukurlah nggak sedikit juga yang mendukungku. Ada Bapak juga Ibu yang semakin lama semakin menerima keputusanku. Juga Ray dan teman-teman yang sepertinya nggak peduli dengan seberapa maskulin pun penampilanku ;)



Sampai tiba lah hari ini. My big day. Aku pergi ke salon dengan diantar Ibu. Aku menjelaskan kepada Ryan, stylish favorit keluarga kami tentang bagaimana cara yang diinginkan untuk memotong rambutku. Aku dan Ibu sengaja nggak memberi tahu tentang tujuan pemotongan rambut ini. Sure, this is a good news. Tapi kami nggak mau jika pengunjung lain mendengar dan mengira kami “memamerkan niat baik” :) 
Setelah rambut dicuci dan dikeringkan aku mengikatnya menjadi dua bagian. Well, biasanya sih hanya satu, tapi karena rambutku tebal, akan menyulitkan Ryan jika memotongnya sekaligus, hehehe. Setelah diukur menggunakan penggaris sesuai dengan panjang yang diinginkan, aku meminta Ryan untuk memotongnya tepat di atas karet pengikat agar rambut tetap dalam satu ikatan setelah dipotong.  Wah, ternyata meski sudah dibagi dua Ryan tetap kesulitan memotongnya. Sambil bergurau ia bilang bahwa rambutku membuat guntingnya bengkok, hehehe. Syukurlah dalam waktu 3 menit rambutku sudah masuk ke dalam kantong ziplock dan siap untuk dikirimkan kepada Locks of Love, sebuah organisasi yang membuat wig untuk anak-anak yang kehilangan rambut karena sakit atau pun kecelakaan.

Ibu nggak melewatkan moment ini begitu saja. Ia mengambil beberapa fotoku dan merekamnya dengan wajah gembira. Katanya beliau bangga dengan yang aku lakukan. Padahal tadinya aku khawatir sekali Ibu akan kaget melihat rambut putrinya dipotong sampai sangat pendek di depan matanya. Tapi ternyata Ibu malah memuji bahwa aku kelihatan cantik dan akan mendukung jika aku akan mendonasikan rambut kembali akhir tahun ini. Ah, jadi terharu :’)

Video:

Ada yang mengira aku melakukan ini karena aku pernah terkena tumor payudara. Tapi bukan itu alasannya. Sebagai anak perempuan yang telah bersama scoliosis selama 15 tahun kadang aku membutuhkan jaket. Bukan untuk menutupi back brace (penyangga) apalagi karena malu. Tapi terkadang aku ingin dinilai bukan dari seperti apa aku terlihat. Aku percaya itu adalah hal yang sama jika seseorang kehilangan rambut karena sakit atau kecelakaan. Terkadang mereka membutuhkan wig. Tapi sama seperti scoliosis: with or without a jacket or a wig, we can always be proud of our self! :)





Bapak menjemputku dan Ibu dari salon. Beliau sedikit terkejut tapi segera memuji dan berkata tentang betapa bangganya beliau. Di perjalanan pulang Ibu dan Bapak ternyata memberiku kejutan. Mereka mengajakku makan di restoran, katanya anggap saja sebagai hadiah untukku :) Di tengah-tengah rasa bahagia tiba-tiba aku teringat dengan bagaimana reaksi om dan tante nanti jika melihat rambut baruku. Tapi Bapak menenangkan, beliau berkata,
“Nggak apa-apa, kan cuma rambut. Nanti juga tumbuh lagi”.
Bapak berhenti sejenak lalu melanjutkan,
“Kalau ada yang marah bilang saja:  Gak semua orang bisa punya rambut. Kalau masih bisa tumbuh, jangan pelit!”.

Aku tertawa kencang. Perkataan Bapak lucu tapi aku tahu beliau bersungguh-sungguh. Dan seketika aku 100 kali lipat semakin mantap dengan dengan keputusan ini ;)







anaknya bapak dan ibu,

Indi

Donasikan rambutmu di sini:
- Locks of Love
- Little Princess Trust
- Shave for Hope (event Indonesia! Aku akan ikutan akhir tahun ini. Ayo siapa yang mau menemani?)
- Pantene Beautiful Lengths


 __________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469