Tampilkan postingan dengan label guru TK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru TK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

The Adventure of Snow White and Seven Dwarfs, by ME! Yaiy! :D



Jika sering mampir ke blog ini pasti teman-teman tahu bahwa gue suka sekali dengan hal baru. Mempunyai pengalaman pertama kali itu rasanya excited, kadang-kadang bikin deg-degan tapi penasaran. Well, seperti kata Om John, sebenarnya every moment is first, alias apa yang kita alami setiap hari meskipun hal yang sama pasti saja ada pelajaran baru yang kita dapat. Tapi kalau pengalamannya benar-benar pertama kali alias masih blank dengan hal tersebut, excited nya terasa berkali-kali lipat! :D

Dan gue baru mengalami 'the very first experience' itu beberapa waktu yang lalu. Secara nggak sengaja, karena celetukan iseng gue waktu meeting dengan seluruh tim di preschool tempat gue bekerja. Seperti biasa, setiap tahun diadakan school leavers' ceremony, acara pelepasan anak-anak yang sudah lulus atau akan pindah ke sekolah lain. Temanya berganti-ganti, nah tahun ini "Prince and Princess". Biasanya anak-anak dan teachers akan berpakaian sesuai tema lalu makan bersama dengan menu yang juga sesuai tema. Di meeting ada beberapa teman yang mengajukan ide untuk membuat sesuatu yang berbeda, misalnya di saat acara diputar video yang berisi kegiatan anak-anak saat di kelas. Lalu ada yang memberi ide bagaimana jika kegiatan yang direkam sesuai tema dengan melibatkan seluruh anak secara bersamaan. Mendengar ide seperti itu entah kenapa tiba-tiba gue tunjuk tangan dan berkata, "Aku bisa bikin naskahnya!"

Perhatian seluruh ruangan pun langsung tertuju pada gue yang baru sadar bahwa celetukan tadi dianggap serius. Dengan hati dag dig dug gue mengumpulkan keberanian untuk menarik kembali kata-kata gue. Tapi sebelum itu terjadi teman-teman gue sudah berkomentar bahwa itu ide yang bagus. Ya, ampun... kalau tiba-tiba gue bilang bahwa yang tadi itu cuma candaan, bisa-bisa gue dianggap merusak kekhidmatan meeting, hehehe. Ya sudah, karena terlanjur akhirnya gue mengangguk dan berkata, "Iya, nanti malam aku akan buat naskahnya, aku pastikan semua terlibat. Sepertinya petualangan Puteri Salju dan 7 kurcaci akan pas, karena anak-anak yang lulus juga jumlahnya ada 7, kan? Anak-anak yang lebih kecil juga akan kebagian peran, termasuk teachers."
Entah bagaimana caranya gue bisa 'nyerocos' menjelaskan tentang kerangka naskah sekaligus tiba-tiba dapat ide tentang Snow White. Mungkin karena gue tiba-tiba ditodong. Padahal seumur hidup satu-satunya naskah yang pernah gue pegang hanya naskah film Mika, yang diambil dari novel gue. Dan yang membuatnya tentu saja orang lain, hehehe.

Malamnya gue langsung membongkar kotak kenangan gue, mencari naskah film Mika dan mempelajarinya. Gue memang sudah membacanya ratusan kali karena ikut memberi masukan, tapi dulu sama sekali nggak terbayang jika gue di posisi penulis naskah. Ya, ini memang naskah drama tingkat preschool, bukan film layar lebar, tapi gue tetap ingin total, membuatnya sebaik mungkin :) Langkah pertama gue membayangkan jalan ceritanya. Meskipun judulnya "Snow White" tapi tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan anak-anak dan kultur di Indonesia. Berhubung harus menampilkan bakat setiap kelas, jadi gue pikir akan tepat sekali jika ceritanya dibuat petualangan seperti Wizard of Oz.

The script :)

Benar-benar surprise, ketika di depan laptop jari-jari gue lincah sekali mengetik. Cerita diawali dengan Evil Queen yang merasa kecewa karena ada yang menyaingi kecantikannya, yaitu Snow White. Jadi ia menyamar sebagai nenek tua (she's a wicked witch) yang memberikan apel beracun kepada Snow White. Ketika racun mulai bekerja datanglah Good Fairy bersama 7 kurcaci. Ia berkata pada Snow White bahwa Prince Charming bisa menyembuhkannya. Maka Good Fairy menugaskan kepada 7 Kurcaci untuk menemani Snow White mencari Prince Charming. Selama perjalanan mereka singgah ke berbagai desa yang penduduknya berbaik hati mengizinkan untuk ikut beristirahat bahkan memberikan pertunjukan untuk menghibur hati mereka yang sedang bersedih. Sayangnya sebelum mereka tiba di desa terakhir tempat dimana Prince Charming berada, Snow White semakin melemah. Ia berkata akan tidur sebentar tapi ternyata sampai 7 Kurcaci mencoba membangunkannya ia tetap tertidur. Saat itulah Prince Charming yang sedang berjalan-jalan di hutan melihat 7 Kurcaci yang menangis sambil mencoba membangunkan Snow White. 7 Kurcaci meminta tolong pada Prince Charming yang menurut Good Fairy mempunyai sesuatu untuk menyembuhkan Snow White. Tanpa ragu Prince Charming langsung memeluk Snow White diikuti oleh 7 Kurcaci. Pelan-pelan Snow White terbangun dan disambut oleh keceriaan 7 Kurcaci. Prince Charming menjelaskan bahwa racun yang diberikan oleh Wicked Witch adalah kebencian dan rasa iri, jadi pelukan yang tulus adalah penawarnya. Naskah ditutup dengan adegan 7 Kurcaci yang melihat Wicked Witch sedang memperhatikan mereka dengan wajah marah karena kecewa dengan kesembuhan Snow White. Teringat kata-kata Prince Charming mereka langsung menghampiri Wicked Witch dan memberikannya pelukan yang tulus. Wajah Wicked Witch berubah menjadi lebih halus dan tersenyum, ternyata pelukan juga bisa merubahnya menjadi orang baik yang bebas perasaan benci dan iri. The End! :)



Snow White dan 7 (plus 1) kurcacinya sudah mirip belum? :D

Dengan lega gue menutup laptop dan bersiap tidur. Ternyata gue benar-benar bisa menyelesaikannya dalam waktu semalam. Ketika menulis bayangan siapa yang cocok untuk memerankan masing-masing karakterpun ikut terbayang. Penduduk desa-desa tentu saja akan diperankan oleh kelas kecil sampai kelas besar. Prince Charming akan diperankan oleh Mr. Dave. Good Fairy tentu saja cocok diperankan oleh Miss. Alison yang punya wajah fairy dan karakter yang wise, hehehe. Evil Queen a.k.a Wicked Witch akan diperankan oleh Miss. Nensi yang memang sering bermain teater. Untuk Magic Mirror yang hanya sebentar tapi sangat penting gue rasa akan cocok diperankan oleh Miss. Gilang. Sedangkan untuk pemeran Snow White ketika meeting semua setuju bahwa gue yang memerankannya. Hihihi, ini bukan karena gue yang membuat naskah jadi kebagian peran utama, lho. Tapi karena Snow White akan ada di setiap scene jadi akan mengontrol pergantian anak-anak yang berperan. Selain itu, what a cute coincidence, beberapa parents memang memanggil gue dengan sebutan Miss. Snow White. Mungkin karena rambut gue yang pendek, ya :) Sekarang yang gue pikirkan sebelum tidur tinggal apakah naskah gue akan disetujui dan apakah grammar nya sudah oke. Karena gue bekerja di preschool berbasis kurikulum British (dengan dua bahasa pengantar), jadi naskah harus dibuat dengan berbahasa Inggris. Kalau salahnya banyak maluuuu, hehehe.

Paginya serahkan naskahnya kepada Miss. Alison dan siangnya langsung mendapat kabar bahwa ia (dan yang lainnya) suka dengan naskah buatan gue. Katanya pesan moralnya bagus dan salut dengan penempatan cast anak-anaknya di setiap adegan. Wah, gue lega sekali, naskah sepanjang 20 halaman yang dibuat hanya semalam ternyata dinilai positif :D Tapi kalau soal grammar masih ada yang perlu diperbaiki, sih. Syukurlah Miss. Alison memaklumi karena nggak banyak-banyak amat, hehehe (Katanya Bahasa Inggris gue kacau karena too much Aerosmith, lol). Saking senangnya gue sampai lupa kalau gue nggak punya kostum Snow White. Untung saja gue punya Ibu yang super kreatif. Kami hunting kain-kain murah dan semalam sebelum hari H (yes, semendadak itu) ia meminta pegawainya untuk menjahitkannya untuk gue. Oh, iya berhubung kain yang dipakai adalah yang termurah dari yang bisa kami temukan, jadi model kostum Snow White nya pun disesuaikan dengan yang versi kartun, lebih sederhana dibandingkan dengan versi para 'face character' yang ada di Disney Land. Kalau gue beli kain yang mahal kan sayang, kostumnya nggak akan dipakai setiap hari, kok, hehehe.

Dress yang dibuat semalaman dari kain murah-meriah. Bagus juga kan? Hihihi :)

Ketika hari H tiba, prechool sudah berubah menjadi kerajaan yang dipenuhi oleh prince dan princess mungil. Eh, bukan hanya yang mungil, tapi yang besar juga banyak karena seluruh tim preschool juga ikut berkostum, hehehe. Gue yang sudah memakai kostum Snow White membuat anak-anak melupakan nama asli gue. Mereka memanggil gue 'Snow White'! Syukurlah itu artinya meskipun kostumnya dibuat mendadak tapi sudah cukup membuat yang melihat mengenali :) Lucunya ada salah satu pemeran kurcaci yang bertanya mengapa gue menjadi Snow White karena ia juga ingin. Meski awalnya terkejut karena mendapat pertanyaan seperti itu, tapi akhirnya gue menjawabnya dengan berkata bahwa ini hanya peran, setelah selesai siapapun boleh menjadi Snow White. Dan benar saja ia berkata bahwa setelah perannya selesai akan langsung mengganti kostumnya agar sama dengan gue, hehehe, cute! :)

Salah satu dari mereka request sama mommny nya untuk pakai kostum yang sama dengan gue :)

Meski sedikit deg-degan tapi gue lega karena set sudah siap sesuai dengan yang gue minta. Hehe, wajar ini baru kali kedua gue tampil di panggung untuk beracting. Dulu gue pernah berperan sebagai kakak tiri di drama Cinderella dan sekarang malah menjadi pemeran utama, siapa yang menyangka. Karena nanti semua cast akan beracting dengan playback, jadi gue nggak terlalu khawatir dengan anak-anak yang lupa dialog (well, termasuk Prince Charming yang sampai hari terakhir latihan masih saja lupa, lol). Gue tinggal konsentrasi di part mana saja gue harus turun panggung lalu kembali bersama 7 Kurcaci, yang di saat-saat terakhir ternyata bertambah menjadi 8 :p

With Prince Charming (look at his awesome outfit!!)

Good Fairy, Evil Queen and Wicked Witch.

Drama berlansung dengan lancar, terharu gue melihat semuanya berperan dengan total dan tanpa malu-malu. Termasuk untuk kelas paling kecil yang masih berusia 1 setengah tahun, mereka dengan percaya diri naik ke atas panggung dan menjalannya peran mereka sebagai bunga dengan baik, hehehe. Waktu adegan 7 Kurcaci (eh, delapan) membangunkan Snow White gue sampai hampir menangis. Apalagi semuanya tiba-tiba senyap, sepertinya yang menonton ikut terbawa suasana, hihihi. Waktu drama selesai dan semua cast berkumpul untuk take a bow perasaan gue langsung bercampur aduk. Ada senang, lega, terharu... wah, pokoknya susah diungkapkan dengan kata-kata. 


Hati-hati, ada yang menyelinap di belakang! :D

Waktu pulang ke rumah gue membaca beberapa pesan dari grup prechool gue. Isinya benar-benar membuat gue senyum-senyum. Miss. Alison bilang ini adalah pertunjukan di School Leavers' terbaik yang pernah terjadi di preschool dan yang lainnya berkata tahun depan gue harus membuat naskah drama lagi. Bagi sebagian orang mungkin totalitas gue terlalu berlebihan untuk 'sekedar' tingkat preschool. Tapi buat gue tempat atau audience nggak mempengaruhi gue dalam berkarya. Kerjakan dengan sungguh-sungguh, dan siapapun akan bisa merasakan kerja keras dibaliknya. Sungguh-sungguh nggak akan pernah menghasilkan kesia-siaan! :)


***

“How could a hug could save me?”

“What the Wicked Witch did to you came from envy and hate. A sincere hug can save you...”
(salah satu dialog Snow White dan Prince Charming yang gue buat)


dan, hanya pelukan hangat yang "menyembuhkan" hati penyihir jahat :)
As white as a snow,


Indi


_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 29 Januari 2014

My Newest Book: "Conversation for Preschoolers" :D


Hi Bloggies! Apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya. Dan untuk yang kebanjiran semoga diberikan kesabaran dan kesehatan, amen :) Gue sendiri baik-baik saja. Well, sebenarnya sedang izin nggak bekerja sih karena kurang enak badan, tapi karena buku keempat gue akhirnya terbit, kabar gue menjadi baik, hihihi :D 

Seperti yang pernah gue ceritakan (dan ditulis juga di kolom 'Tentang Indi', di sebelah kiri tampilan blog ini), buku keempat gue akan terbit di tahun ini. Kalau sebelumnya gue menulis 3 buah novel (Waktu Aku sama Mika, Karena Cinta itu Sempurna dan Guruku Berbulu dan Berekor), kali ini gue menulis buku yang sifatnya edukatif dan ditujukan untuk anak-anak dengan judul "Conversation for Preschoolers".

Waktu penerbit Idea World Kidz menawari gue untuk menulis buku ini, gue sangat exited sekali. Karena selain ini adalah sesuatu yang baru, gue juga sangat menyukai dengan dunia anak-anak. Proses pembuatan buku ini juga berjalan dengan lancar dan menyenangkan, jadi gue senang sekali di bulan Januari ini akhirnya terbit :)



Meski buku ini bersifat edukatif, bukan berarti isinya nggak fun, lho."Conversation for Preschooler" ini adalah buku latihan percakapan Bahasa Inggris untuk anak prasekolah yang dilengkapi dengan contoh-contoh percakapan dasar di berbagai situasi, seperti di rumah dan di sekolah. Semuanya itu diberikan lewat tokoh Juni dan sahabatnya Dominika, juga keluarganya yang sangat menyenangkan. Buku ini juga dilengkapi dengan cerita dua bahasa yang menceritakan tentang hari pertama di taman kanak-kanak. Dan serunya, bukunya full color dengan ilustrasi yang lucu, lho. Juga jangan lewatkan bonus mewanai tokoh Juni di halaman terakhir :)

Gue sudah memberikan buku ini kepada keponakan yang berusia 4 tahun. Meski ia belum pernah belajar bahasa Inggris sebelumnya, tapi yay reaksinya sangat positif! Apalagi dengan lembar 'Tips untuk Orang tua' yang menurut neneknya sangat mudah untuk diikuti (yup, keponakan gue itu sangat dekat dengan neneknya, hehehe).








Jadi tunggu apalagi, teman-teman, segera dapatnya buku 
"Conversation for Preschoolers" 
untuk adik atau keponakan kalian di Gramedia, Social Agency dan Tisera seluruh Indonesia atau dengan memesannya melalui nomor 085643521823 dan email ideaworldkidz@yahoo.com (khusus pemesanan lewat SMS/whatsapp/email, ada harga khusus *wink*).



salam,

Indi


______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Senin, 17 Desember 2012

Life :)



What I wore? Headband: Random ~ Dress: Toko Kecil Indi ~ Shoes: Noche

*Lihat kalender*
Oh, my God... Hi, bloggieeees!!! Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja, ya. Nggak terasa ternyata gue sudah lebih dari 3 minggu absen menulis di blog ini :( Alasannya, ya masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Kalau ada yang menebak karena gue sibuk dan kesehatan gue menurun... ya... itu memang jawaban yang tepat, Hehehe :p
Kemarin, waktu di rumah seharian karena sedang izin nggak bekerja (yup, i was "that" sick...), gue menyempatkan membaca ulang post-post lama di blog ini. Awalnya hanya sekedar bernostalgia dan melihat apakah gaya menulis gue berubah atau nggak, tapi lalu gue menyadari sesuatu yang terjadi selama gue menceritakan kejadian sehari-hari yang gue alami di blog ini: kehidupan gue bertumbuh.

Iya, tanpa sadar kehidupan gue bertumbuh, berubah dari fase ke fase, dan gue menceritakannya di sini. Hanya sekedar bercerita, sehingga gue nggak pernah menyadarinya seandainya saja nggak memutuskan untuk membaca ulang. Di awal-awal post, gue sering bercerita tentang kehidupan sebagai mahasiswa semester akhir, dimana gue berjuang untuk menyusun skripsi dan melawati sidang dengan baik. Lalu gue mengalami saat-saat wisuda yang sebenarnya nggak terlalu gue inginkan karena menurut gue (saat itu) yang terpenting adalah kelulusannya, bukan perayaannya. Cerita berlanjut dengan pilihan gue untuk bekerja di rumah. Menjadi seorang penulis dan designer pakaian full time. Gue sangat menikmati saat-saat itu meski bukan tanpa hambatan. Gue ingat, setiap ada pembaca yang bertanya tentang pilihan pekerjaan gue, gue selalu menjawab dengan mantap bahwa gue yakin dengan apa yang gue lakukan dan bangga dengan keputusan gue.






Saat itu, gue pikir "tantangan" yang gue dapatkan sudah cukup. Berpacu dengan deadline dan terkadang dealing dengan konsmumen yang kurang menyenangkan sudah cukup membuat gue kelelahan dan kadang ingin mengambil masa break panjang. Bekerja di luar rumah atau mengambil pekerjaan lain sama sekali nggak terpikirkan saat itu. Lalu gue mulai menemukan (atau tepatnya mengingat) kesenangan gue di bidang yang lain: anak-anak. Gue sangat mencintai anak-anak sehingga rela baby sit seorang keponakan yang super aktif tanpa dibayar sepeserpun. Gue lakukan itu hanya semata-mata karena gue menyukainya. Pikiran gue pun berubah: gue ingin menjadi guru TK. Yup, gue memutuskan untuk bekerja di luar rumah tanpa meninggalkan pekerjaan-pekerjaan gue sebelumnya. Gue ingin mempunyai 3 pekerjaan sekaligus karena apa yang gue inginkan adalah yang gue cintai.

Gue benar-benar amaze dengan apa yang terjadi pada hidup gue hanya dalam waktu beberapa tahun belakangan. Fase lulus kuliah sampai bekerja yang gue tulis di blog ini membuat gue yakin bahwa gue nggak seharusnya menentukan batasan tentang kemampuan gue. Gue ingat jauh sebelum hari ini, ketika gue masih memakai seragam putih abu-abu, banyak sekali hal yang menakutkan buat gue. Di-bully oleh senior, ujian matematika, diejek karena potongan rambut yang ketinggalan jaman dan banyak lainnya. Dipikiran gue hanya ada bagaimana cara melalui itu semua dan nggak berani berpikir bahwa gue bisa melewati masa yang lebih berat dari pada itu. Itu sudah pasti menjadi masa yang paling berat, begitu gue pikir.
Padahal seberapa sering gue mengalami hal seperti ini? Melewati fase ke fase tanpa gue sadari? Gue lebih kuat daripada yang gue pikir. Sebelum fase SMA ada fase SMP, sebelumnya ada fase SD, TK... bahkan fase bayi ketika gue pikir nggak akan pernah bisa keluar rumah tanpa bantuan orang lain.


:D

Angie (kanan): fotografer untuk post ini. Thanks, Ngie :D

Sebuah fase ternyata hanya terasa berat ketika "waktunya" saja. Semuanya terasa menakutkan dan imposible hingga membuat gue merasa nggak mungkin bisa menghadapi hal yang lebih berat dari situasi yang sedang gue alami saat itu. Let say, situasi "terberat" yang pernah gue alami adalah fase dimana gue harus pakai back brace (penyangga tulang belakang) selama 5 tahun dan 23 jam perhari karena scoliosis yang gue idap. Saat itu rasanya dunia gue runtuh dan nggak mungkin lagi bisa pakai baju fashionable seperti perempuan kebanyakan. Tapi, hey, setelah 5 tahun semuanya berakhir. Gue bisa pakai apa saja yang gue mau dan bahkan gue bisa bergerak bebas. Fase. Itu artinya akan ada akhirnya :)

Gue sekarang bekerja di pre school sebagai guru. Gue juga nggak meninggalkan dunia menulis dan fashion yang sangat-sangat-sangat gue cintai. Gue menjalani ketiganya dengan bahagia. Bahkan bukan hanya novel, gue mulai menulis artikel sekarang. Dulu gue nggak pernah membayangkan akan seperti ini karena gue pikir bisa bekerja di rumah saja sudah cukup, gue nggak akan bisa lebih dari itu. Tapi dengan nggak underestimate terhadap diri sendiri (baca: membuat batasan) ternyata membuat gue bisa menjadi 'lebih' daripada yang gue bayangkan sebelumnya. Well, hal berat memang kadang masih terjadi, dan akan terus tejadi. Tapi dengan menghadapi dan percaya bahwa usaha, doa dan kerja keras akan membuahkan hasil, gue bisa jadi apa saja. Kita bisa jadi apa saja. Karena hidup adalah tentang terus bertumbuh untuk menjadi lebih baik :)


cheers,

Indi

____________________________________________________________

catatan: Foto-foto di post ini diambil di sela-sela lunch break oleh Angie, seorang rekan bekerja gue di pre school. Dengan pekerjaan baru gue ternyata nggak membuat gue berubah, gue masih senang dengan foto-foto, hahaha. Bahkan di waktu yang sangat singkat ini gue menyempatkan untuk mewawancari Miss. Dewi (rekan bekerja gue yang lainnya) untuk dijadikan narasumber artikel terbaru gue. Teman-teman bisa membaca hasilnya di sini. Dan seperti biasa, teman-teman bisa menghubungi gue di sini atau di sini. Untuk keperluan sponsorship dan undangan bisa contact manager gue di 081322339469 :)

Senin, 01 Oktober 2012

A Simple Gift :)





Hai Bloggies! Howdy-do today? Yaiy, akhirnya gue bisa memenuhi janji untuk update di saat weekend. Thank God *terharu* :")
So, how's your week? Apakah semua berjalan menyenangkan? Sibuk? Tersendat? Atau?... Apapun, semoga setiap hari mendatangkan berkah, ya. Amen... Gue sendiri cukup sibuk, selain dengan pekerjaan kesehatan gue juga sering drop. Sepertinya demam dan flu sudah janjian buat mampir di badan gue. Hari ini demam, besoknya flu, besoknya demam lagi. Begitu seterusnya sampai hari ini gue masih batuk-batuk *uhuk-uhuk* hehehe :D Meski begitu gue sangat bersyukur karena masih bisa menjalani hari dengan maksimal. Pekerjaan nggak terganggu dan yang terpenting waktu untuk diri sendiri pun tetap ada :)

Tapi ternyata, meski hari gue tetap teratur tapi nampaknya gue jadi kurang perhatian dengan tanggal ulang tahun keluarga besar gue... Tahu-tahu saja gue lihat di status BBM kakak ipar gue bahwa Bian, anaknya ulang tahun yang ke empat 2 hari yang lalu. What??? 2 hari sudah berlalu dan gue belum mengucapkan selamat... Gue benar-benar merasa nggak enak, soalnya Bian sangat dekat dengan gue, bahkan sebelum gue bekerja sebagai guru (hanya menulis dan desain di rumah), dia sering banget gue baby sit.
Buru-buru saja gue mencari ide kejutan untuk hari ulang tahunnya ---yang terlambat, lol---. Kalau langsung mengucapkan selamat lewat  sang kakak ipar begitu membaca status BBM nya, gue pikir ketahuan banget bahwa gue nggak ingat, hehehe. Jadi gue putuskan untuk langsung saja memberinya "kado" :)

Gue ingat, pernah suatu hari Bian ikut Bapak menjemput gue sepulang bekerja. Bian memang hanya masuk sampai gerbang utama dan melewati halaman sebelum loby, tapi dia langsung nggak mau pulang dan bilang ingin main di situ. Tapi tentu saja nggak gue izinkan, karena waktu sudah sore dan mengajak keponakan untuk bermain di hari kerja rasanya kurang wise.
Pre school tempat gue mengajar memang sering membuat murid-murid betah untuk berlama-lama di sana. Well, jangankan mereka, sih. Gue saja betah, hehehe. Dulu, waktu gue masih TK, mainan yang ada hanya 1 buah perosotan, 1 buah ayunan dan 1 buah jungkat-jungkit. Tapi, di pre school ini ada dua wilayah khusus taman bermain outdoor dan indoor yang luasnya cukup dibikin sebuah mall! Wah, pantas saja kan Bian ingin bermain di sana?

Di Jumat malam, gue SMS ayahnya Bian, bertanya apakah gue boleh mengajak anaknya bermain. Sengaja gue nggak menyinggung tentang hari ulang tahunnya dan membuat seolah gue sudah merencanakan ini sejak lama, hehehe (curang ya?) :p Tanpa menunggu lama, ayahnya langsung mengizinkan dan berjanji akan membangunkan Bian pagi-pagi agar dia siap dijemput pukul 11 pagi :)

Tanggal 22 September di hari Sabtu yang cerah, Bian sudah siap dengan tas punggungnya yang berisi sepasang kaos kaki seperti yang gue pesankan pada ayahnya. Wajah Bian tampak ceria dan antusias sekali jika ditanya akan pergi kemana. "Mau ke sekolah Kakak", katanya. Hahaha, iya, meski secara teknis Bian adalah keponakan gue, tapi dia tetap memanggil gue "Kakak" :D Tanpa diminta Bian langsung memakai kaos kakinya sendiri dan masuk ke dalam mobil. Ternyata dia masih ingat gue pernah bilang bahwa untuk bermain di pre school wajib memakai kaos kaki :) Sepanjang perjalanan Bian sibuk menghapal "peraturan bermain bersama Kakak": Nggak boleh lari-lari, nggak boleh teriak-teriak dan kalau mau ke suatu tempat harus bilang sama Kakak dulu.
Hihihi, what a nice kiddo, dia percaya semuanya. Padahal aturan yang sesungguhnya hanya yang terakhir (karena tempatnya luas). Aturan satu dan dua tentu saja hanya karangan tantenya yang sedang iseng :D

Diluar dugaan, ketika sampai Bian ternyata malah bengong dan melihat arena bermain outdoor dari pintu gerbang. Diajak masukpun dia nggak mau dan malah memegang tangan gue erat-erat. Sempat khawatir rencana "kado ulang tahun" ini akan gagal, tapi akhirnya Bian mau masuk setelah gue berjanji nggak akan membiarkannya main sendirian. Lucu, sebelumnya dia sangat ingin bermain di sini, tapi ketika dipersilakan dia malah gugup, hihihi :)

Gue langsung mengajak Bian ke arena bermain indoor. Di sana Bian mulai cerewet dan nggak sabar ingin mencoba semua :) Biasanya gue menemani murid-murid bermain, tapi sekarang gue menemani keponakan sendiri. Meski sama-sama anak-anak, entah mengapa rasanya berbeda :) Gue langsung 'memilihkan' permainan pertama agar nantinya memudahkan Bian untuk bermain tanpa melewatkan satu permainan pun. Tempatnya luas, jadi melelahkan sekali kalau harus bolak-balik, kan, hehehe.
Bian benar-benar menuruti "peraturan bermain bersama Kakak". Dia benar-benar manis dan selalu dengan sopan bertanya apakai dia boleh memainkan suatu permainan. Bahkan, meski dari wajahnya terlihat sekali enggan meninggalkan arena bermain, dia tetap menurut ketika gue minta untuk makan siang dulu :)


Selesai makan siang Bian langsung minta kembali bermain. What a brave kid, dia minta main flying fox! Tapi karena dia baru saja makan, gue minta agar dia beristirahat dulu.
Gue menunggu Bian di bawah saat dia dipasangi safety rope untuk flying fox. Dalam beberapa detik Bian sudah meluncur dan mendarat di panggung empuk dengan wajah pucat, hehehe. Tapi memang Bian pemberani, dia masih penasaran ingin mencoba bungee trampoline! Wah, padahal gue saja belum pernah coba, selama ini selalu penasaran, tapi belum punya nyali, hehehe. Wajah Bian tenang sekali, tapi waktu di lompatan ke dua dia sudah menyerah. Hehehehe, biarlah, gue tetap memuji keberaniannya :D






Arena bermain indoor sudah terjelajahi semua, tinggal arena outdoor yang belum. Jujur saja, saat itu gue sudah mulai kelelahan, karena sudah satu setengah jam bermain dan cuaca di luar juga sudah semakin terik. Tapi melihat Bian semangat gue jadi nggak tega untuk mengajaknya pulang :) Sama seperti dia arena indoor, Bian menikmati semua permainan. Dia sangat gembira waktu gue ajak bermain di maze sambil sedikit mengarang cerita. Gue bilang bahwa kami adalah petualang yang sedang mencari harta karun dan untuk menemukannya harus melewati banyak rintangan. Hihihi, ternyata Bian percaya :p Dengan wajah serius Bian menyelesaikan semua rintangan meski berkali-kali menemukan jalan buntu. Ketika akhirnya menemukan jalan keluar, dia senang sekali dan dengan bangga menceritakan kembali apa yang dia alami sambil kami berjalan mencari permainan lain :)


Ada sebuah kejadian lucu, waktu gue memintanya naik sepeda, Bian menolak. Katanya dia sudah punya sepeda di rumah, jadi jangan dibelikan lagi. Rupanya dia nggak mengerti bahwa di sini dia hanya dipinjami sepeda :D Setelah dijelaskan Bian akhirnya mau 'mengambil' sepedanya meski kebanyakan hanya didorong karena ternyata dia belum bisa naik sepeda roda 4, hihihi :)
Sayangnya setelah Bian naik sepeda rasa lelah gue nggak tertahankan lagi, gue langsung minta Bapak menjemput kami. Selama menunggu waktu dijemput Bian masih sempat bermain 2 permainan lagi dan langsung sedih ketika Bapak menjemput :")
Syukurlah Bian nggak menangis, dia juga sebenarnya lelah, hanya saja terlalu senang jadi nggak dirasa. Terbukti baru beberapa menit perjalanan pulang dia langsung tertidur pulas di jok belakang mobil :)


Hari berlalu, kemarin sore gue dapat BBM dari kakak ipar gue (bundanya Bian). Katanya Bian sangat senang sekali dengan "kado ulang tahun" dari gue. Dia sampai terkenang-kenang dan nggak bisa berhenti bercerita tentang semua permainan di pre school gue. Bahkan, waktu Bapak ke rumah Bian untuk bertemu ayahnya, Bian langsung memakai tas ranselnya karena dia pikir Bapak menjemputnya untuk "bermain bersama  Kakak" lagi.
Aww, gue benar-benar terharu... Ternyata sebuah kado sederhana bisa mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa bagi Bian. Well, mungkin memang itulah yang dibutuhkan semua anak di dunia. Bukan uang yang banyak atau kado ulang tahun jalan-jalan ke luar negeri. Tapi waktu untuk menemaninya bermain seharian :)
Selamat ulang tahun Bian, semoga menjadi laki-laki hebat yang kehidupannya selalu dipenuhi berkah. Amen... :) *kisshug*

Headband: Toko Kecil Indi | Top: BSM | Skirt: Pabrik Bajoe | shoes: FLD





kakak dan tantenya Bian,

Indi

be my friend here
twit me here