Tampilkan postingan dengan label resolusi 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resolusi 2014. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

Rambut.

Akhir Agustus 2013, panjang rambut di bawah telinga :)


Meskipun sering berganti model, rambut gue selalu berponi dan panjangnya nggak pernah melewati bahu. Kadang-kadang dibuat model bob klasik, kadang-kadang shaggy, dan di lain waktu rambut gue dibuat agak membulat. Banyak yang bertanya kenapa gue nggak pernah memanjangkan rambut, padahal rambut gue sehat dan cepat sekali tumbuh. Kalau ditanya seperti itu gue selalu menjawab bahwa 'gerah' dan 'malas' adalah asalan mengapa gue lebih nyaman dengan rambut pendek. Belum lagi kalau gue harus buru-buru pergi di pagi hari, rambut gue butuh waktu 40 menit untuk dikeringkan dengan hair dryrer. Bagaimana jika rambut gue lebih panjang? Mungkin akan butuh waktu 1 jam :O



Jika gue ke salon untuk potong rambut stylish nya sering memuji, katanya rambut gue sangat tebal dan sehat padahal selalu dikeringkan dengan hair dryer. Ia bahkan sering bergurau, katanya rambut gue ini cukup untuk memenuhi kepala 2 orang dewasa. Kalau sudah begitu gue hanya tersenyum, karena rambut gue ini hasil turunan dari gen Ibu yang berambut tebal, bukan dari hasil perawatan khusus, hehehe.

Sebelumnya gue nggak pernah notice kalau rambut gue cepat sekali tumbuh. Sampai suatu hari sebelum break makan siang di prechool, Miss. Rifa, partner bekerja gue berkomentar tentang itu. Katanya poni gue cepat sekali menyentuh alis, padahal baru 2 minggu dipotong sangat pendek. Lalu ia bertanya tentang seberapa sering gue ke salon untung memotong rambut, karena menurutnya dengan kecepatan tumbuhnya rambut gue yang "segitu" pasti seenggaknya harus satu kali dalam sebulan. "Boros juga kamu, Indi," begitu ia menambahkan. 
Well, gue nggak pernah memikirkan tentang budget sebelumnya, karena gue hanya ke salon ketika merasa rambut sudah terlalu panjang. Tapi setelah dipikir-pikir Miss. Rifa ada betulnya. Dalam sebulan gue bisa sampai 2 kali potong rambut, itu artinya cukup banyak uang yang dihabiskan.



"Kalau nggak dipotong dalam waktu beberapa bulan mungkin rambut kamu akan panjang sekali ya, Indi. Padahal banyak lho yang mau rambut seperti kamu."
Kata-kata Miss. Rifa membuat tersadar bahwa gue sudah menyia-nyiakan rambut gue sendiri. Gue membiarkan setiap 2 cm rambut yang dipotong terbuang sia-sia ke tong sampah tanpa memberinya kesempatan menjadi sesuatu. Ingin rasanya menjadikan rambut gue bermanfaat bagi orang lain, tapi apa?

Lalu entah bagaimana awalnya gue teringat dengan my awesome uncle, Om John. Ia gue juluki dengan "the world's fastest growing hair" karena rambutnya cepat sekali tumbuh, bahkan lebih cepat dari gue. Setiap kali rambutnya sudah menyentuh dada ia pasti memotongnya kembali sampai botak. Gue pikir itu aneh sampai gue temukan alasan mengapa ia melakukannya: He donate his hair to cancer patients!
Meski sejak 6 tahun lalu ia berhenti melakukannya, tapi apa yang ia lakukan menginspirasi gue. Thank you, Om John! ;)

Segera gue research tentang apa saja yang harus dilakukan untuk mendonasikan rambut, mulai dari panjang minimum sampai kondisi rambut. Syukurlah rambut gue meskipun terang tapi nggak tersentuh dengan bleach, gue juga nggak merokok dan dengan kecepatan tumbuhnya rambut, gue akan siap dalam waktu sekitar 4 bulan. Organisasi yang gue hubungi pertama adalah organisasi yang sama dengan tempat Om John mendonasikan rambutnya, dan yang kedua adalah organiasi lokal (gue akan sebutkan nama-namanya nanti). Thank God keduanya menyambut dengan baik, sudah saling follow di twitter and can't wait for the day!



Sejak berhenti memotong rambut di bulan Agustus (kecuali poninya), rambut gue sudah tumbuh sekitar 11 cm. Teman-teman di preschool terkejut waktu melihat gue setelah liburan. Mereka berkomentar bahwa rambut gue cepat sekali tumbuh karena sudah menyentuh bahu padahal sebelumnya hanya di bawah telinga. Mereka juga nggak percaya bahwa gue benar-benar mau memanjangkan rambut karena gue selalu memotongnya sebelum menyentuh bahu. Well, mereka belum tahu tentang rencana gue untuk mendonasikan rambut sih, sama seperti stylish di salon langganan gue yang bilang bahwa gue nggak akan tahan, lol. Tapi gue punya keluarga dan Ray yang sangat mendukung. Ibu memang terkejut pada awalnya karena beliau pikir gue akhirnya akan memanjangkan rambut untuk diri sendiri, tapi setelah gue jelaskan pelan-pelan Ibu mengerti bahkan memberikan tips agar rambut gue tetap sehat. Begitu juga Bapak yang dengan exited-nya memberi gue saran agar membeli sisir besar, karena menurutnya sisir mungil nggak akan lama lagi cocok untuk rambut gue, hehehe. Dan Ray, ia ikut senang karena rambut gue nantinya akan menjadi wig untuk anak-anak yang kehilangan rambut karena sakit atau kecelakaan.


Sekarang gue berusaha agar rambut gue tetap sehat. Gue masih mengeringkannya dengan hairdryer tapi gue usahakan dengan mode 'no heat'. Gue juga creambath di rumah satu minggu sekali supaya teksturnya tetap halus. Seriously, semakin hari rambut gue rasanya semakin berat, apalagi kalau sudah mulai menusuk-nusuk bahu rasanya geli sekali. Tapi gue coba abaikan perasaan itu, Mika saja yang laki-laki dan rambutnya menyentuh bahu dulu nggak pernah mengeluh, hehehe. Kebiasaan keramas gue juga jadi berubah, sekarang gue melakukannya di sore hari sehingga di waktu pagi nggak perlu menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk mengeringkannya, dan gue bisa pergi bekerja tanpa terlambat. Gue akan terbiasa :)
Perasaan ingin memotong rambut itu kadang masih datang, tapi setiap kali teringat dengan anak-anak yang memuji dan menginginkan rambut gue selalu membuat semangat gue naik kembali. Daripada dibuang di tong sampah, rambut gue akan terlihat lebih bagus di kepala anak-anak itu. Empat bulan memang nggak sebentar, tapi tentu saja gue semakin dekat ;)



Foto-foto diambil pada tanggal 4 Januari waktu keluarga gue berkumpul di villa milik keluarga besar. Nenek senang karena akhirnya gue memanjangkan rambut. Hmm, tugas gue untuk menjelaskan pada beliau sepertinya akan lebih berat dibandingkan dengan pada Ibu. Wish me luck. Gue sadar mendonasikan rambut bukan hal yang common di Indonesia.


'kembarannya' Om John, lol,

Indi

___________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 05 Januari 2014

Cerita tentang Bakat Ajaib Gue dan Sedikit Room Tour :p

Howdy-do, Cowboy! :p 
Adakah yang sudah mulai beraktivitas atau malah masih liburan? I bet kebanyakan dari kalian besok sudah mulai masuk sekolah atau bekerja, ya. Soalnya preschool tempat gue bekerja juga sudah dimulai hari selasa depan. Perasaan gue dengan berakhirnya liburan ini campur aduk, sih. Antara masih pengen liburan tapi juga sudah kangen dengan anak-anak manis di sana, hehehe. Mungkin yang namanya liburan meskipun sudah cukup panjang rasanya masih selalu kurang, ya. Apalagi liburan gue kan dua kali lipat karena ditambah cuti pasca operasi tumor payudara di bulan November lalu. Dan gue juga sudah melakukan beberapa hal yang masuk "thing to do list". Seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, Ray dan Eris, menulis naskah buku ke 5 yang sekarang tinggal setengahnya lagi (yes, buku ke empat gue tinggal menunggu terbit!), menyortir isi lemari buku dan mendekor ulang kamar tidur gue. Ya, meskipun nggak terlalu banyak, tapi at least sebagian besar yang ada di list sudah gue kerjakan. Yang belum tinggal belajar "Cup Song", soalnya masih sering malu-malu kalau didengar seisi rumah. Tapi tahun ini harus bisa, hehehe. Amen! ;)

Mengawali tahun baru dengan selesainya (sebagian besar) "things to do" selama liburan membuat gue lebih siap untuk memulai rutinitas kembali dan bersiap merencanakan hal-hal baru.
(meski kalau ditawari liburan lagi gue nggak menolak, huhuhu).
Bukan itu saja, berhasil mengerjakan sesuatu yang sudah direncanakan membuat gue merasa bangga dan lebih menghargai diri sendiri. Karena melakukan hal-hal surprise memang perlu dan sangat menyenangkan, tapi merencanakan sesuatu juga penting agar gue keep on track, nggak keteteran sendiri sama hidup, hehehe.

Meski begitu bukan berarti gue orang yang punya bakat alami untuk disiplin (lol). Gue harus selalu berusaha keras untuk melakukan semuanya tepat waktu, malah kadang-kadang harus jauh lebih keras daripada orang lain :p Buktinya, untuk bangun tidur di jam yang sama setiap hari saja gue masih sering failed. Padahal gue hidup sudah lebih dari 20 tahun, lho, hehehe. Ibu sering bilang, katanya kalau mau disiplin harus mulai dari memulai, nanti lama-lama jadi kebiasaan, dan kebiasaan itu yang membuat kita mengerjakan hal sama secara rutin sehingga menjadi disiplin (waktu, tempat, etc). Tapi pada kenyataannya tetap saja sulit, gue masih sering menunda-nunda untuk memulai sesuatu. Atau lebih menyedihkannya lagi malah berhenti di tengah jalan. Contohnya saja malam ini, untuk bangun sebelum jam 10 pagi di hari libur gue harus naik ke atas tempat tidur sebelum jam 12 malam, tapi gue malah masih di depan komputer, hehehe. Dasar Indi! :p

Masih banyak yang harus diperbaiki dari kedisiplinan gue. Itulah kenapa gue hanya punya sedikit "things to do" di liburan kemarin, agar gue nggak terlalu keras pada diri sendiri dan jika sudah berhasil akan ditingkatkan sedikit demi sedikit. Memang nggak mudah, sih. Tapi dengan niat, usaha dan doa, pasti ada jalan ;)
Lucunya, (atau anehnya?) meski kesulitan untuk disiplin dalam beberapa hal, ada satu hal yang gue sangat super duper master sekali dalam melakukannya. Dan hal itu adalah...
BERES-BERES KAMAR.
Hahaha, mungkin teman-teman yang mengikuti blog ini sudah tahu kalau gue sangat 'tergila-gila' dengan kerapihan kamar. Sampai-sampai gue nggak akan pergi kemana-mana sebelum beres-beres kamar, meski sudah terlambat sekalipun.





Kalau dulu percaya kata orang bahwa kebiasaan gue itu aneh, sekarang malah percaya bahwa yang gue lakukan itu adalah bakat alias gift, sesuai dengan arti nama gue dalam bahasa Latvian, hehehe. Soalnya nggak semua orang bisa (atau mau) melakukannya. Gue memang bukan expert, gue nggak melakukannya dengan sempurna, tapi gue punya disiplin yang tinggi ketika beres-beres kamar. Setiap hari, setelah bangun tidur dan sarapan pasti itulah yang langsung gue kerjakan. Kalau ditanya kenapa, gue juga nggak tahu alasannya. Pokoknya gue suka dan nyaman melakukannya. Tapi yang pasti penelitian menunjukan bahwa beres-beres kamar sebelum memulai aktivitas meningkatkan mood dan kepercayaan diri. Hmm, mungkin juga, ya :)




Nah, berhubung gue sudah menganggapnya bakat (lol), sekarang gue mau berbagi tips mengenai beres-beres kamar, nih. Gue tahu, bagi yang belum terbiasa rasanya pasti sulit sekali untuk memulai, sama sulitnya seperti gue yang mencoba untuk bangun pagi. Tapi sebelum bilang 'malas', coba ingat-ingat dulu apa keuntungan yang bisa didapat jika kita mempunyai kamar yang rapi. Misalnya saja seperti ini,
1. Dengan beres-beres kamar kita jadi lebih sehat karena tubuh terus bergerak. Bahkan hanya dalam 20 menit bisa membakar 210 kalori, lho.
2. Say no to mencari jarum di tumpukan jerami, karena kalau kamar rapi, kita nggak perlu repot-repot menggali di antara ribuan benda untuk mencari sesuatu.
3. Kalau ada tamu mendadak, misalnya keluarga atau teman (terutama di kamar kos yang nggak ada ruang tamunya) kita nggak perlu malu, hihihi.
4. Kamar rapi = nyaman.





Kalau sudah menemukan alasan kenapa harus beres-beres, langsung saja mulai. Tapi, well... gue juga tahu nggak semudah itu, hehehe. Untuk menambah motivasi dan membantu memudahkan kita bisa lakukan beberapa hal ini,
1. Buka YouTube dan search dengan kata kunci "Cleaning my Room". Nanti akan keluar berbagai video yang berisi tentang beres-beres kamar. Supaya nggak terlalu terasa berat, pilih video yang keadaan kamarnya lebih buruk dari kita (supaya kita merasa lebih baik, lol) dan pilih yang background musiknya up beat. Gue juga sering melakukan ini waktu sedang beres-beres, jadi rasanya ada yang menemani, hahaha :p

2. Mulai letakan kembali barang yang habis dipakai pada tempatnya. Misalnya sisir, buku, baju dan benada-benda yang paling sering kita gunakan. Soalnya meski kesannya kecil tapi pengaruhnya lumayan besar, lho. Gue punya 1 kotak karet ikat rambut yang disimpan di meja rias. Setiap kali rambut gue terasa menghalangi aktivitas, gue pasti akan mengambil 1 karet rambut. Dalam 1 hari bisa sampai 6 kali! Bayangkan kalau gue nggak membuang karet-karet itu, pasti akan ada karet rambut dimana-mana. Ewww... :S

3. Sediakan 1 box kosong di kamar, jadi di saat kita buru-buru akan pergi dan nggak sempat beres-beres, kita bisa masukan barang-barang ke sana, bukannya ke lantai. Jadi waktu kita kembali ke kamar nanti akan terhindar dari pemandangan kapal pecah dan beres-beres pun akan lebih mudah (dan lebih semangat karena nggak ilfil duluan, lol).

4. Punya tema kamar favorit atau seenggaknya punya image kamar idaman membuat kita termotivasi, lho. Misalnya mau banget punya kamar dengan tema Power Rangers atau kamar super rapi seperti di iklan-iklan sprei (lol), ya langsung saja lakukan. Gue biasanya googling desain-desain kamar kalau mulai jenuh dengan tata letak kamar. Suasana baru = lebih semangat. Selain itu kita juga jadi lebih kreatif karena ide-ide biasanya bermunculan kalau sedang googling. 

5. Kalau masih tinggal dengan orang tua, jangan tinggalkan kamar dengan pintu terkunci. Agar waktu kita pergi dan mereka masuk untuk mengambil sesuatu atau menutup jendela misalnya, mereka bisa melihat keadaan kamar kita. Dan teguran, "Kamar kamu acak-acakan banget, sih!" dari Ibu lebih ampuh daripada motivasi apapun di dunia untuk beres-beres kamar, hehehe.

Itulah tips yang bisa gue bagi dalam hal beres-beres kamar. Semuanya berhasil untuk gue, dan mudah-mudahan juga berhasil untuk teman-teman :D Setiap hari sebagian besar waktu gue setelah bekerja di preschool dihabiskan di kamar, jadi sangat penting untuk menjaga kamar tetap bersih dan nyaman. Gue juga menulis buku-buku gue di sana, bahkan jika sedang sendirian di rumah gue memilih nonton TV di sana daripada di ruang TV. Jadi kamar adalah kepribadian gue, dan gue nggak mau membiarkan kepribadian gue acak-acakan, hehehe. Karena gue memulai hari dari kamar yang rapi, rasanya seluruh aktivitas gue jadi lebih teratur dan memberikan perasaan nyaman saat pulang ke rumah dan perlu beristirahat :)

Hmm, ada nggak diantara teman-teman yang resolusi tahun barunya untuk menjadi lebih rapi? Kalau misalnya nggak termasuk ke dalam list tapi dirasa perlu, yuk memulainya! Semoga tips gue bisa membantu, dan apapun yang kita lakukan di tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, amen. Good luck, teman-teman, se "good luck" gue untuk belajar "Cup Song" dan of course... untuk bangun lebih bagi! Lol :p


cheers,

Indi


___________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339469