Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

It's in Your Heart, Not Your Face :)


Halo, pals! Akhirnya aku punya kesempatan buat post lagi setelah sebelumnya diculik sama monster selimut, hehehe. Kidding :p Di kotaku hujan datang terus-terusan, dalam sehari bisa sampai 4 kali hujan, tapi cuaca tetap kering dan panas. Nah, di tiap kesempatan hujan itu aku pasti selimutan meski gerah, kangen suasana "kemping selimut" yang suka aku lakukan waktu kecil. Sekarang paling cuma sesekali saja, sih. Itu juga bukan ditemani sama cahaya senter sambil baca dongeng di bawah selimut, tapi sama cahaya handphone buat texting, hihihi.
Jadi bagaimana minggu kalian? Who was busy? Raise your hand, hehehe. Aku cukup sibuk, selain lengket dengan selimut, aku juga lagi lengket dengan naskah novel ketigaku. Setiap malam aku mengerjakan satu chapter. Melelahkan tapi semangat. Apalagi kegiatan blogging di setiap weekend selalu berhasil me-refresh kepenatanku :)

Dan ngomong-ngomong soal semangat dan blogging, aku menemukan sesuatu yang mau aku bahas, nih. Beberapa waktu lalu, waktu kegiatan menulis naskah novelku belum terlalu padat (sekarang harus lebih ngebut, tahun depan makin dekat, hore! Lol), aku menikmati blog walking sampai sejauh-jauhnya. Saking jauhnya kalau aku jalan beneran sudah sampai Cina deh kayanya, hehehe. Nah, tanpa sengaja aku menemukan sebuah blog yang bikin aku kaget dan marah. Blog ini milik seorang laki-laki yang sepertinya nggak punya kegiatan selain memperhatikan foto-foto perempuan di dunia maya, stealed it, posted it dan menilai berapa persen kecantikan mereka. Lebih parahnya lagi, dia menilai kecantikan seseorang berdasarkan wajah, pakaian dan cara ia berpose!

Mungkin bagi sebagian orang itu bukan masalah besar dan bagi pemilik blog itu apa yang ia tulis bukan masalahku, tapi apa ia pernah berpikir bahwa mungkin saja ada yang terpengaruh dengan tulisannya?
Let's talk about beauty. Sejak kecil sampai sekarang aku sudah dengar macam-macam tentang pengertian cantik, dari yang dangkal sampai yang benar sekalipun. Pengertian kecantikan yang dangkal (menurut) ku adalah seperti yang ada di blog Mr. Shallow ---okay, kita panggil saja dia begitu mulai sekarang---, ia mengartikan cantik hanya sebatas fisik dan apa yang dipakai (pakaian, aksesoris, etc). Ia bahkan lebih dangkal daripada tag line iklan yang bilang kalau kecantikan itu terpancar dari kulit yang putih! Oh, God...

Aku tumbuh sebagai 'Disney Generation', alias remaja yang tumbuh bersama serial-serial remaja Disney. Kesukaanku waktu itu adalah Lizzie Mcguire. Lizzie just remind me of my self, childish, naive, cheerful and clumsy sometimes. Lalu ada Kate, sahabat Lizzie di masa kecil yang menjadi 'musuh-bebuyutan' di masa remaja. Mulanya Lizzie merasa nggak masalah dengan dirinya. Ia cukup percaya diri dan merasa menarik, sampai Kate 'memaksa' nya setuju bahwa kecantikan adalah seperti dirinya: tall, blonde, skinny and owning fancy stuff. Lizzie yang chubby dan bertinggi rata-rata mulai berdandan seperti Kate, dia belajar memakai hak tinggi dan memakai pakaian agak 'berbeda' untuk ke sekolah. Lizzie bahkan mengecat kuku kakinya, yang mana pada saat itu aku anggap lucu (Hillary was so hilarious! Superb!! Lol).
Semenjak saat itu aku jadi sadar bahwa dengan melihat saja sudah bisa mempengaruhi pikiran seseorang ---bahkan yang setangguh Lizzie sekalipun---. Teenagers always be a teenagers, sekuat apapun mereka tetap masih muda dan butuh role model. Apa kita butuh lebih banyak role model lagi yang seperti Kate? I don't think so :)

Kembali lagi ke blog Mr. Shallow, ada satu fakta lagi yang mengejutkan darinya. Ia ternyata bukan remaja, tapi sudah lebih tua dariku! Aku nggak tahu apa ia pernah pernah punya trauma karena diintimidasi oleh "Kate versi laki-laki", tapi yang pasti ia tetap nggak punya hak untuk men-judge seseorang dari luarnya. Mr. Shallow juga membantah ungkapan "beauty is in the eye of the beholder", baginya kecantikan adalah seperti yang ia sudah sebutkan dan perempuan yang jelek itu adalah jelek.
Sebagai perempuan aku merasa sakit hati dengan pernyataannya karena sejak kecil aku diberi tahu bahwa baik itu perempuan atau laki-laki keduanya terlahir dengan otak yang bisa dipakai semaksimal mungkin dan bukan sekedar menjadi objek. Aku juga diberi tahu oleh Ibu bahwa kecantikan nggak ada standarnya, semua perempuan berkulit hitam maupun putih, kuning maupun coklat sama menariknya dan sama derajatnya. Dan cantik itu adalah perempuan, bukan bagaimana fisik perempuan itu terlihat, karena kami memang dilahirkan seperti itu.

Mr. Shallow juga bilang bahwa hanya perempuan yang jelek yang setuju dengan ungkapan "beauty is in the eye of the beholder". (Well, aku setuju dengan ungkapan itu, jadi silakan panggil aku jelek, Mr. Shallow :p )
Semakin lama aku jelajahi blog nya, semakin ketahuan juga bahwa ia nampaknya lupa dengan sesuatu yang disebut 'cerdas'. Aku jadi berandai-andai, bagaimana seandainya jika ia bertemu dengan perempuan yang nggak termasuk standar cantiknya (ya, boleh dicontohkan itu aku, lol) tapi perempuan itu cerdas? Apa ia akan tetap menganggap perempuan itu jelek dan nggak menarik? Atau bagaimana dengan hati? Apa perempuan yang baginya jelek akan tetap jelek meski perempuan itu mempunyai hati yang baik? Kalau ternyata jawabannya tetap sama dan nggak mau mengubah standar cantiknya... well... aku rasa ia yang akan rugi sendiri, dan aku cuma bisa mengucapkan turut berduka cita untuk itu :)

Mungkin sekarang kalian akan bertanya apa aku nggak peduli dengan 'penampilan luar' (atau mungkin Mr. Shallow yang membaca diam-diam juga bertanya hal yang sama? Lol). Tentu saja aku peduli, tapi aku anggap semua hal yang terlihat di luar adalah treat untuk yang aku lakukan di dalam. Tubuh butuh keseimbangan, setelah aku berkerja 7 hari perminggu dan menghabiskan waktu berjam-jam di balik komputer, tubuhku punya hak untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan: perawatan. Ini aku lakukan supaya tubuhku tetap terjaga, seperti ketika Tuhan menciptakanku (terkecuali suatu perubahan yang disebut penuaan). Seperti minggu kemarin, aku bekerja lebih padat daripada biasanya sampai-sampai aku nggak sadar kalau bawah mataku sudah hitam. Aku kaget sekali, tapi bukan karena aku tiba-tiba merasa jelek atau nggak menarik, aku kaget karena aku lupa dan nggak memperhatikan alarm tubuhku: aku harus istirahat karena peredaran darah di sekitar mata mulai nggak lancar. Dan saat aku bisa meng-handle tubuhku, baik dari dalam maupun dari luar, itu juga bisa diartikan sebagai ungkapan bersyukur pada Tuhan yang telah memberikan aku otak dan tubuh---bagaimanapun bentuknya---.


My current reads, to feed my brain :)

My current treat for my body :)


Hmm, aku jadi ingat sebuah lirik lagu yang bilang bahwa semua orang itu cantik dan pendapat seseorang nggak boleh jadi alasan untuk feel down. Iya, memang idealnya begitu. Tapi apa dengan semua majalah sampah, pengaruh iklan buruk TV dan blog-blog dangkal seperti milik Mr. Shallow semuanya jadi mudah? Aku rasa nggak, karena sekali lagi sekuat apapun seseorang kalau diberi pengaruh terus-terusan sedikit banyak akan mendengar/melihat dan (bukan nggak mungkin) percaya dengan apa yang didengar/dilihatnya. So, Mr. Shallow, aku harap anda nggak lupa ada hal yang disebut otak dan hati. Sekalipun anda super model berwajah perpaduan Zack Efron dan Johnny Depp, anda tetap nggak punya hak untuk men-judge perempuan dari fisiknya saja. We are all beautiful. Nggak ada seorang pun yang jelek, yang ada cuma keragaman. Seriously, "Beauty is in the eye of the beholder" memang benar, nggak ada yang salah dari ungkapan itu. Mungkin anda pikir blog anda suka-suka anda, well same reason here then :) Hanya saja tulisan ini lebih masuk akal daripada men-jugde seseorang dari fisik ;)

So, my dear blogger pals, sepertinya aku harus sudahi dulu tulisanku. Karena hujan memanggil dan selimut sudah menanti, hihihi. Ini sepertinya jadi post pertamaku yang penuh emosi, jadi aku mohon maaf kalau ada kata-kata yang terlalu kasar. Semua ini murni pendapatku dan kalian, of course dengan senang aku terima kalau mau menambahkan sesuatu dari tulisan ini :) Ah, iya, satu hal lagi, gue bukan fans-nya Khahlil Gibran. Tapi ada satu quote yang sangat gue suka,
"Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart".

Have a nice Monday!


A smiling face is a beautiful face :)


Headband: BIP | Butter leaf dress by Toko Kecil Indi | Shoes: Stevvano


Much love, smile and happiness,

INDI


-------------------------------------------------------------------------
Contact me? HERE. Sponsorship? HERE.



Sabtu, 29 Mei 2010

I'm Pretty and Can Read Maps Too



Post ku kali ini mungkin nggak terlalu penting (emang biasanya penting? hehe..). Tapi aku mau ngajak semuanya, terutama perempuan buat baca tulisanku.

Belakangan banyak perempuan dengan semangat membara cerita tentang girl power, inner beauty, smart is a new sexy, kepribadian OK, ini itu, ini itu... Aku perhatiin semakin jarang yang bahas tentang pentingnya kecantikan atau keindahan fisik seorang perempuan, bahkan di majalah dengan segmen perempuan sekalipun.

Well, aku sendiri MEMANG perempuan yang menjaga penampilan, menyukai keindahan fisik, tapi juga cerdas sekaligus (yes, nggak bermaksud untuk sombong, tapi aku memang cerdas, at least berusaha begitu dengan terus belajar). Bukan berarti aku sempurna, tapi aku mencintai diri sendiri segitu banyaknya dan menganggap dua hal tersebut sama pentingnya. Buatku keduanya saling mendukung, dan faktanya seseorang dengan kecantikan saja nggak akan menjadikannya cerdas. Begitu juga dengan seseorang dengan otak super. Itu nggak akan bikin dia "cantik", kalau dia lupa kapan terakhir kali pake conditioner sampe-sampe rambutnya sekering gurun pasir.

Oh, ya hampir lupa. Aku mau ingetin kalau apa yang aku maksud dengan kecantikan bukan tentang badan langsing, rambut lurus alami tanpa cela dan gigi rapi tanpa behel, ya! Tapi ini tentang jadi diri sendiri dan memaksimalkan apa yang diberikan Tuhan (baca: MERAWAT).





Me :)



LIVING BARBIE?

Okay, balik lagi ke topik awal. Dulu, ada beberapa laki-laki yang menganggapku sebagai living barbie (kedengerannya porno, ya? Lol). Mereka bilang that I look so cute dan mereka suka untuk lihat aku seharian. Tapi buat jadiin aku pacar? It's a BIG NO! Beberapa dari mereka terang-terangan bilang kalo cewe macem aku pasti cuma bisa ngabisin duit buat biaya ke salon. Ibaratnya punya mobil antik yang harus dirawat terus-terusan, tiap minggu pasti harus dibawa ke bangkel. Itu katanya. Terus terang perkataan mereka bikin aku sedikit sakit hati dan pengen buktiin kalo mereka salah. Tapi setelah dipikir, untuk apa? Lebih baik aku hanya menanggapi laki-laki yang nggak berotak shallow :)



YES, I LOVE MY BRAIN AND I LOVE MY SKIN TOO :)

Apa alasan kalian sekolah, ikut les dan baca banyak buku? Supaya cerdas? Kenapa? Aku yakin beberapa kalian pasti ingin menjadi cerdas sebagai bentuk dari penghargaan diri. Dengan kecerdasan, itu bisa membuat kalian merasa berharga, dihargai dan keberadaan kalian dibutuhkan untuk orang lain. Siapa yang akan diterima diperusahaan A? Siapa yang akan jadi editor di majalah B? Si cerdaslah jawabannya.
Ya, banyak pekerjaan yang nggak membutuhkan kecantikan. Kalau aku jadi seorang camera person, tim kreatif atau CS dibalik telepon yang masuk pagi buta dan pulang malem sampe nggak ada yang liat, buat apa aku tampil cantik? Jawabannya: Buat AKU sendiri! Aku lakuin itu sebagai penghargaan diri. Setelah aku kelelahan bekerja rasanya nggak berlebihan kalau aku kasih my lovely body sedikit perawatan.
If you feed your brain, feed your skin too!



AYO SEIMBANGKAN DAN KITA DAPATKAN KEDUANYA :)

Berapa banyak waktu yang kalian habisin untuk baca buku pelajaran, diem didalem kelas, cari bahan untuk skripsi atau bekerja untuk perusahaan tersayang? 6 jam perhari, 8 jam perhari, atau malah lebih? Menyisihkan waktu 2 jam aja perhari untuk rawat tubuh lelahmu, it won't hurt you, promise :) Aku juga janji kalau kalian lakukan ini, kalian akan menghargai diri kalian lebih banyak lagi. Sekarang aku mau share caranya. Ini cepat, mudah dan murah (simpan penghasilan kalian untuk sesuatu yang lebih penting. I love to look beauty tapi nggak suka habisin duit ratusan ribu cuma buat spa. Lol).

~ Rambut, wajah, bibir dan ketiak (yes, YOUR armpit. Lol) sekaligus.
Hehehe, kedengerannya ribet, ya? Nggak, kok. it's super easy dan nggak lebih dari 15 menit. Pertama, siapkan handuk, krim krimbat instan atau buatan sendiri (untuk rambut), masker instan atau buatan sendiri (untuk wajah), madu asli tanpa zat perasa, gula (untuk bibir) dan irisan lemon (untuk ketiak). Setelah lengkap, lakukan hal dibawah ini secara berurutan (ingat, ya berurutan, untuk mempermudah dan timingnya pas):

1. Dalam keadaan rambut bersih, oleskan krim krimbat sampai rata di kepala. Kalau nggak ada bisa pake ramuan sendiri, misalnya alpukat, strawberry atau lidah buaya yang diblender (nggak usah takut untuk mengoleskan dikepala, yang alami tanpa efek samping, kok. Lol). Pijat sampai rata dan relaxx, lalu bungkus kepala dengan handuk hangat. Cara "bikin" handuk hangat gampang, kok. Lo nggak perlu steamer, cukup celupin handuk kedalam air panas dari dispenser atau water heater kamar mandi, peras, jadi deh :) Proses ini habisin waktu sekitar 15 menit, sambil nunggu lalukan perawatan selanjutnya.
2. Berbaring. Oleskan masker diwajah, atau kalau nggak ada pakai buatan sendiri dari buah-buahan yang sesuai dengan jenis kulit lo. Cukup dihancurkan dengan blender. Ada tips cepat: Oleskan aja madu di wajah. Cocok untuk semua jenis kulit dan murah. Asal inget, pakai madu alami, bukan madu yang dicampur zat perasa atau buah.
3. Kalau madu yang dipilih untuk masker, it's much easier. Sekalian aja olesin ke bibir. Kalau bibir lo kering dan pecah-pecah, tempelin aja telunjuk lo di madu dan gula (gula pasir biasa, kok), terus gosok perlahan di bibir. Gula berfungsi sebagai scrub alami dan madu untuk melembabkan. Nggak perlu khawatir kalau tertelan. Lol.
4. Ambil 1 iris lemon pake tangan kiri dan 1 iris lagi pake tangan kanan, tempelkan di kedua ketiak untuk mengurangi stres dan mencerahkan warnanya (itulah kenapa aku bilang "berbaring", hehe). Selesai!
Tunggu aja sampai waktunya krim krimbatnya dibilas. Yang lainnya (wajah, bibir dan ketiak) bisa dibilas dengan waktu yang sama. Nggak ribet, kan? :)

~ Seluruh tubuh dan private area yang sering terlewatkan.
Ini termasuk pangkal paha, belakang telinga dan sela-sela jari, lho. Kira-kira ngabisin waktu 15-20 menit (nggak lama, kok mengingat tempat yang harus dibersiin banyak. Lol). Yang perlu disiapkan scrub tubuh, scrub kaki, loofah (atau sponge juga nggak apa-apa) dan nail brush. Langkahnya nggak perlu berurutan, asalkan srcub tubuh yang dilakukan pertama:

1. Oleskan scrub keseluruh tubuh dalam keadaan kering, pijat perlahan. Termasuk daerah armpit dan yang tersembunyi lainnya. Mafaatin waktu lo baik-baik, jangan sampai ada yang terlewat dan lakukan dengan teliti. Khusus untuk daerah perut, paha dan bokong perlu perhatian khusus, soalnya rawan stretch mark. Pijat daerah-daerah tersebut dengan gerakan memutar, jangan digosok terlalu keras. Kalau sudah terlanjur punya garis-garis putih (hihihihi), pilih scrub yang mengandung virgin coconut oil. Kalau nggak ada, lo bisa pake minyak kelapa yang dihangatkan atau kopi bubuk. Cara pakenya? Sama aja dengan scrub biasa, kok :) 
2. Sambil menunggu scrub mengering, oleskan kaki dengan foot scrub, kalau nggak ada pakai yang untuk tubuh atau pakai buatan sendiri (madu+gula juga masih bisa dipake kalo ada sisa. Lol). Lalu gosok kuku dan sela-selanya dengan nail brush. Lakukan hal yang sama untuk tangan juga.
3. Bilas seluruh tubuh dengan air hangat. Pastiin nggak ada yang terlewat. Pakai loffah untuk mengikis sisa-sisa scrub. Pakai sponge kalau nggak ada. Selain tubuh jadi bersih, loofah dan sponge bisa melancarkan peredaran darah juga, lho :)

~ Relaxing :)
Semuanya udah selesai, tapi jangan lupa sentuhan akhir. Oleskan lotion diseluruh tubuh. Termasuk daerah tersembunyi seperti pangkal paha, leher dan bokong. Tapi jangan oleskan disela-sela jari kaki dan belakang telinga. Setelah itu terserah. Mau baca majalah atau minum teh untuk santai juga boleh. Tapi yang terpenting, coba itung berapa waktu yang kalian habisin buat seluruh perawatan tadi. Surprise? Hehehe, yes, memang sesebentar itu, kok ;)


Lotion


Foot Scrub




Peel off mask



SO, WHAT DO YOU THINK?

Apa yang kalian rasain sehabis perawatan itu? Lebih cantik? Bersih? Sehat? Penghargaan diri yang lebih? Well, jawabanku adalah semuanya. Setiap kali aku habis scrubbing atau krimbat, aku pasti ngerasa cantik dan ngerasa berhasil memperhatikan tubuhku (setelah sebelumnya sibuk kuliah atau bekerja). Aku juga ngerasa lebih percaya diri dan punya "sesuatu" selain otakku. Aku bisa dengan percaya dirinya pake blazer pink dan rambut terurai disaat harus presentasi didepan kelas tanpa harus khawatir dosen akan membahas penampilanku. Itu karena aku tau aku BISA presentasi dengan baik dan dosen nggak punya alasan untuk mencelaku.

Apapun jawaban kalian untuk pertanyaanku, aku cuma mau sampaiin kalau kecerdasan dan kecantikan sama-sama penting. Dan keduanya bentuk dari penghargaan diri. Masih ragu? Coba nonton Freedom Writer, Legally Blonde atau Devil Wears Prada. They're smart and pretty. So nobody's want to mess with them! :)


n.b: Doain seminar skripsi aku berhasil, ya. Thanks, pals :)