Halo! Indi di sini! Penulis dari "Waktu Aku sama Mika", "Karena Cinta itu Sempurna", "Guruku Berbulu dan Berekor", "Conversation for Preschoolers" dan Indi nyata dari Film Mika. Welcome to "DUNIA KECIL INDI"! Salam kenal :)
Hai bloggies! Nggak terasa ya sekarang sudah memasuki akhir bulan November (---dan aku masih juga belum menulis tentang acara Halloweenku di rumah, hehe). Kalau sudah masuk tanggal-tanggal segini biasanya aku jadi (semakin sering) teringat dengan Mika. Kenapa? Tentu saja karena tanggal 1 Desember yang diperingati sebagai hari AIDS sedunia sudah semakin dekat. Mungkin ada di antara kalian yang masih asing dengan Mika. Siapa ia? Mika adalah laki-laki yang aku kenal ketika baru saja lulus SMP. Kami lalu mengalami masa berpacaran yang sangaaat menyenangkan dan penuh kenangan sampai akhirnya Mika meninggal 3 tahun kemudian. Mika adalah pacar pertamaku, ---dan ia juga seorang AIDS fighter. Hari AIDS sedunia selalu mengingatkan aku padanya. Bukan hanya karena ia meninggal di bulan yang sama, tapi juga karena 'perjuangannya' melawan stigma dan diskiminasi... Mika sekarang memang sudah di surga, tapi aku nggak ingin perjuangannya berhenti, ---aku ingin melanjutkannya.
Aku lakukan sebisanya. Awalnya aku menulis kisah Mika di blog agar bisa berbagi apa yang kutahu tentangnya. ---Iya, tentang Mika, bukan tentang HIV/AIDS, karena aku ingin Mika "dinilai" dari kepribadiannya, bukan dari apa yang ia idap. Nggak disangka tulisan-tulisanku tentang Mika pun diangkat menjadi buku dengan judul "Waktu Aku sama Mika" pada tahun 2009 oleh Homerian Pustaka, dan pada tahun 2013 lalu difilmkan dengan judul "MIKA" oleh Investasi Film Indonesia. Jalanku untuk menyebarkan awareness lewat kisah Mika pun semakin terbuka. Meski pelan tapi pasti. Semakin banyak pembaca atau penonton film yang menghubungiku untuk sekedar berbagi kisah karena merasa terwakili atau malah mengucapkan terima kasih karena sebelumnya selalu "berprasangka buruk" terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Itu membuatku senang dan lega, karena artinya Mika tetap 'hidup' untuk terus berjuang :)
Selain melalui tulisan dan film aku juga melanjutkan perjuangan Mika melalui suara. Dengan senang hati aku selalu berusaha bisa untuk menghadiri undangan sebagai pembicara atau narasumber jika ada yang meminta. Media tulisan dan visual memang bagus, tapi kehadiran secara langsung tentu lebih memudahkanku untuk menyampaikan secara lebih personal. Dan tahun ini kesempatanku untuk menjadi pembiacara datang dari IFL Chapter Malang atau Indonesia Future Leaders dalam program Close the Gap, sebagai salah satu bagian dari Global Change Maker yang ingin membantu terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada point ke-3 (Good Health and Well-being). Dan juga visi dari UNAIDS (zero new HIV infections, zero discrimination, and zero AIDS-related deaths). Program ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan virus HIV, juga tentang permasalahan sosial antara ODHA dan non-ODHA yang tanpa disadari ada di lingkungan sekitar kita.
Nah, Close the Gap tahun ini mempunyai tema "Selaras Tanpa Stigma" dan mempunyai 3 rangkaian acara yang berlangsung pada tanggal 27 November, 1 dan 3 Desember 2016. Aku sendiri akan berada di acara puncak, yaitu pada tanggal 3 Desember.
Selaras Tanpa Stigma
Talkshow, Pameran Hasil Kreativitas ODHA, Pementasan Teater dari Komunitas, Bedah Film “Mika” bersama Indi Sugar Hari & Tanggal: Sabtu, 3 Desember 2016 Tempat: Cafe Gembira Alamat: Jl. M.T. Haryono, Ruko Istana Dinoyo Blok E1 - E2 Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang Pukul: 11.00 - 20.00 WIB
Sesiku akan berlangsung pada pukul 2 siang, tapi aku sarankan teman-teman hadir dari awal karena acaranya pasti akan seru dan bermanfaat sekali. Kalian juga bisa ikut berkontribusi lho untuk perubahan sosial dan kesehatan ini. caranya dengan cara berdonasi melalui https://kitabisa.com/closethegap2016.
By the way, aku sering sekali dikira belum bisa move on dari Mika. Well, semua yang aku lakukan ini awalnya memang darinya. Tapi setelah semakin dewasa aku sadar bahwa ini lebih luas daripada yang kukira. Ini tetap untuk Mika, tapi bukan segalanya tentang Mika. Aku juga melakukan ini untuk Mika-Mika yang lain, agar kita sebagai manusia bisa hidup berdampingan tanpa prasangka hanya karena sesuatu yang kita idap. Dan aku yakin nggak sedang diam di tempat. Aku terus maju. Melanjutkan hidupku, ---tapi tanpa perlu melupakan Mika :)
smile,
Indi
_______________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com
Rupanya sudah 5 bulan ya sejak aku menulis tentang scoliosis di sini :O Padahal tujuan membuat series "Indi's Scoliosis Life" di YouTube sebenarnya untuk melengkapi post ku di blog "Dunia Kecil Indi", bukan untuk menggantikan. Jadi kalau di sini versi tulisannya, di series ISL versi videonya karena terkadang kata-kata atau foto saja nggak cukup untuk menjelaskan apa ingin aku sampaikan, terutama kalau berkaitan soal brace. Eh, tapi pada kenyataannya aku malah lupa untuk share di sini, huhuhu. Maaf ya, terutama untuk teman-teman scolioser (---pengidap scoliosis; kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah samping) yang tetap rajin untuk mampir ke sini dan meninggalkan komentar :) Mulai sekarang aku akan berusaha untuk lebih konsisten dan berusaha untuk membagi apa saja yang sudah aku share di YouTube, ---mumpung belum ketinggalan banyak, hihihi. Kalau aku mangkir lagi, tolong jewer ya :p
Kali ini aku akan membahas sesuatu yang relatable banget dengan para scolioser, ---tapi ajaibnya justru jarang sekali dibahas (serius, aku sampai research dengan googling sana-sini).
Tentang masalah kulit!
Yup, banyak sekali scolioser yang mengalaminya, terutama jika harus menggunakan brace dalam jangka waktu yang lama. Masalah kulit yang dihadapi biasanya gatal-gatal, kemerahan atau berbagai macam alergi kulit lainnya. Meski kesannya seram tapi sebenarnya itu wajar, kok. Karena sekeren-kerennya teknologi brace terbaru, tetap saja menghambat kulit kita untuk bernapas, hehehe. Problem lain yang biasa dihadapi juga soal kurang maksimalnya saat kita membersihkan tubuh. Scoliosis jika sudah severe (berat) biasanya kelenturan tubuhnya berkurang dan membuat kita kesulitan menjangkau beberapa bagian tubuh. Tapi no worry, aku akan share solusinya. Meskipun nggak 100% menghilangkan masalah (---maaf, aku bukan si Jinny, hihihi), mudah-mudahan cara di bawah ini bisa mengatasi ;)
1. Relaxing bath every once in awhile!
Meski aku exercise dan stretching secara rutin tapi tetap kurva scoliosis yang besar membuat kelenturan tubuhku terbatas. Mandi bisa menjadi kegiatan yang cukup menantang, terutama untuk menjangkau punggung dan sela-sela jari kaki. Supaya urusan membersihkah tubuh tetap maksimal, aku biasanya berendam dengan air hangat sebanyak satu kali seminggu. Selain bermanfaat untuk membersihkan seluruh anggota tubuh, ini juga membantu mengurangi back pain dan pegal-pegal. Kalau perlu gunakan bubble bath atau aroma therapy supaya tubuh semakin relax :)
2. Kurangi "brace mark" dengan scrub buatan sendiri
Banyak scolioser yang harus memakai brace dalam waktu yang lama setiap harinya. Atau... bisa dibilang sepanjang hari, karena biasanya brace harus dipakai 23 jam per hari, hihihi. Baik itu brace dengan tipe hard atau brace dengan tipe soft, keduanya berpotensi meninggalkan bekas di kulit kita. Aku sendiri selalu memakai tank top di baliknya, tapi tetap saja si "special mark" ini tetap ada terutama di daerah bawah lengan, dada dan perut. Meski kita nggak perlu malu with those marks, tapi jika bisa dikurangi kan kenapa nggak ;) Aku biasanya membuat simple scrub dari minyak zaitun (atau bisa diganti dengan minyak kelapa), gula dan sedikit perasan lemon. Campurkan ketiga bahan tersebut, lalu aku gosok memutar ke tempat-tempat yang memiliki brace mark. Hasilnya memang nggak instan, tapi pelan-pelan warna kehitamannya akan memudar, kok.
3. Mousturize is a MUST!
Kulit tubuhku sangat kering dan sensitif. Jangankan brace, kaus yang ketat saja bisa meninggalkan bekas di kulit. Dari mulai bekas kemerahan, kehitaman karena dibiarkan terlalu lama, sampai yang paling parah lecet! Huhuhu. Untuk mencegahnya aku selalu mengoleskan pelembab kulit dulu sebelum memakai brace. Seringnya aku memakai body lotion, tapi kalau sedang membutuhkan perlindungan ekstra aku menggantinya dengan minyak kelapa (coconut oil). Bahan alami ini bagus sekali untuk melembabkan kulit, termasuk membantu menghaluskan kembali luka parut/lecet akibat brace. Supaya praktis dan nggak tumpah-tumpah, aku masukkan minyak kelapa ke dalam jar lalu disimpan di dalam kulkas selama 30 menit. Suhu yang dingin mengubah minyak menjadi solid dan kalau dibiarkan akan lembut seperti Vaseline. Kalau nggak mau cepat mencair campurkan minyak kelapa dengan bahan lain, misalnya essential oil (aku pakai lavender). Tapi setelah memakai pelembab jangan langsung pakai brace, ya. Biarkan dulu sampai meresap, and... you're ready to go! :)
Simple banget ya tips nya? Hehehe. Meski begitu mudah-mudahan tetap bermanfaat. Dan buat yang masih speechless karena baru dapat vonis dan merasa scoliosis itu kaya kiamat mini terutama karena harus pakai brace, please ingat kalau fungsi brace itu untuk membantu kita, ---bukan menyiksa :) Jadi sedihnya sebentar saja dan jangan lupa senyum kembali. Seperti kata Stephen Hawking (sok kenal, hehe), pasti akan selalu ada jalan dan kalau buntu cari jalan yang lain, hihi. Aku juga sempat merasa nggak sanggup dengan urusan bracing ini. Tapi lihat, 7 years with my BFF brace and keep going! Hambatan-hambatan yang aku hadapi dulu pelan-pelan ada solusinya, termasuk soal kesehatan kulit :)
Untuk teman-teman non scolioser, thank you so much ya sudah menyempatkan membaca. Meski mungkin ini nggak practical buat kalian, tapi mudah-mudahan bisa meningkatkan scoliosis awareness. Atau kalau mengenal teman atau kerabat yang mengidap scoliosis, boleh banget lho di-share :) Dan oh, by the way untuk episode "Indi's Scoliosis Life" selanjutnya aku akan membahas tentang "Scoliosis Stereotype". Menurut kalian stereotype apa sih yang sering melekat sama scolioser? Coba tulis dalam 1 atau 2 kalimat stereotype atau image apa yang ingin kalian patahkan. Nanti akan aku bacakan satu persatu di video ;) Okay, sampai bertemu lagi. Ingat ya, kalau aku mangkir lagi tolong jewer, ---tapi pelan-pelan saja, hihihi :)
yang pernah mimpi menang tanding catur sama stephen hawking,
Indi
Get your own SpineCor (soft brace)
Indo Sehat Utama
Ruko Garden Shopping Arcade, Blok B-09 BB Kawasan Podomoro City, Jl. Podomoro Avenue - Tanjung Duren Selatan jakarta Barat 11470.
Phone: 021 2940 8696
_______________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Hi bloggies, apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya. Aku juga baik kok, meski saat menulis ini hujan sedang super deras dengan petir yang kencang, hihihi.
Karena sudah awal November hati masih suasana Halloween, nih. Rasanya nggak sabar mau cerita kostumku tahun ini dan camilan apa saja yang sudah kubuat kemarin. Tapi, ups!... Aku baru ingat kalau berjanji untuk bercerita tentang pengalamanku menjadi bintang tamu di Net TV bulan Juli lalu, hihihi. I know, I know... aku cukup lama menunda untuk bercerita. Alasan pertamanya sih karena belakangan sedang banyak yang harus aku kerjakan, dan alasan keduanya adalah... malas! Jangan ditiru ya, aku punya bad habit untuk break cukup lama setelah melakukan sesuatu :'D *jewer diri sendiri.
Jadi ceritanya dimulai di bulan Mei lalu ketika aku dihubungi oleh UKUiki, ---company yang melayani jasa lukis untuk ukulele dan alat musik lainnya. Mereka bertanya apakah aku mau bergabung di liputan program NET 12 NET TV sebagai penggemar ukulele dan pengguna dari ukulele lukis. Meski excited tapi aku nggak langsung menjawab karena (lagi-lagi) shooting akan diadakan di Jakarta sementara aku tinggal di Bandung. Kesehatanku juga sebenarnya lagi kurang okay karena di bulan yang sama baru saja didiagnosis kista dan hernia (wow, dapat paket cantik, hahaha). Tapi setelah bertanya pada Ibu dan Bapak, akhirnya diputuskan untuk ikut bergabung di liputan bersama UKUiki. Karena rupanya di hari yang sama orangtuaku ada keperluan di Jakarta dan lokasinya cukup dekat dengan lokasi shooting, jadi aku bisa sekalian ikut. By the way sebelum mereka menghubungi, ---dan aku punya ukulele dari UKUiki, ---sebenarnya aku sudah lumayan kenal dengan art work mereka, lho. Mila, salah satu blogger di sini (---"Yuhuuuuu Milaaa, angkat tangannya!") juga pernah cerita kalau ia dapat hadiah ukulele dari UKUiki. Dan sejak itu aku langsung in love dengan desainnya yang dibuat hand painted sesuai pesanan *bayangkan ada love emoji di sini, lol.
Karena shooting akan dilakukan pukul 10 pagi, jadi aku, Ibu dan Bapak berangkat ke Jakarta waktu matahari masih mengintip malu-malu. Sebenarnya jam segitu seharusnya aku lagi mengantuk-mengantuknya, apalagi karena hanya tidur sebentar. Tapi sayang di perjalanan aku nggak bisa tidur, padahal sudah berbekal selimut dan bantal segala, huhuhu. Syukurlah lalu lintas lumayan lancar, jadi aku nggak harus berpegal-pegal karena macet. Tiba di Jakarta aku nggak langsung ke lokasi shooting, ---karena apa daya aku ini cuma nebeng, hehehe. Jadi aku ikut turun di kantor direktorat pajak bersama Ibu dan Bapak, lalu menghubungi kru NET TV untuk minta dijemput dari sana. Butuh waktu sekitar 40 menit sebelum kru menjemputku. Rupanya ada perubahan lokasi shooting jadi mereka harus survey dulu ke lokasi baru sebelum menjemputku. By the way, ini adalah kali pertama aku shooting tanpa ditemani Ibu atau Bapak karena biasanya ada salah satu dari mereka yang ikut ke lokasi untuk menjadi "fotografer" ku. Waktu berpamitan aku jadi sedikit emosional, soalnya Bapak sebenarnya ingin sekali ikut tapi Ibu nggak bisa jika harus mengurus pekerjaannya sendirian. Huhuhu, sniff :'D
Di perjalanan, aku baru diberi script dan konsep untuk shooting nanti. Sebelumnya aku hanya diberitahu untuk menyiapkan sebuah lagu yang nantinya akan aku mainkan. Well, sebenarnya mereka sudah request lagu dari Shakira sih, tapi karena aku nggak akrab dengan lagunya jadi aku ajukan lagu yang lain. Dari 2 pilihan, "The Show" nya Lenka dan "Soul to Squeeze" nya Red Hot Chili Peppers mereka memilih yang pertama (---kok TV-TV suka banget lagu ini, ya? Hahaha). Mereka ingin konsepnya nanti dibuat seperti video clip dan diakhiri dengan wawancara. Aku juga diperlihatkan sebuah video yang menjadi inspirasi konsep mereka ini. Pretty cool, ---nggak girly seperti biasanya, apalagi pilihan lokasinya yang extraordinary. Bukan "aku banget", tapi nggak ada salahnya kan melakukan sesuatu yang baru? :)
Kami tiba di Kemang waktu cuaca lagi asyik-asyiknya alias terik banget, hehehe. Lokasi ini rupanya bekas gedung futsal yang reruntuhannya sekarang dipakai untuk coretan-coretan keren a.k.a grafiti. Aku lumayan aww-ing juga untuk beberapa detik, soalnya belum pernah ke tempat yang seperti ini :p Nggak menunggu lama, sehabis lap-lap wajah pakai tisu plus pakai lipstick sedikit (---gimana atuh, aku memang nggak nyaman kalau pakai makeup, huhuhu) kami langsung mulai shooting. Yang pertama adalah adegan mendengarkan musik di atas tembok berkusen (kayaknya sih bekas jendela). Karena temboknya lumayan tinggi dan setelah 5 kali percobaan masih gagal juga untuk manjat, akhirnya aku punya ide untuk pakai ban bekas sebagai pijakan. Kocaknya, lokasi ban dan tembok itu jaraknya dari ujung ke ujung, jadi aku dibantu dengan 2 kru cantik NET 12 menggelindingkan (---word? Lol) ban sampai selamat ke tempat tujuan, hahaha. Scene ini diambil dari beberapa angle, jadi artinya aku harus melakukan gerakan yang sama berulang-ulang; ambil earphone, putar video di HP (pinjam punya kru, punyaku mati, lol), goyang-goyang sedikit, lepas earphone dan turun dan tembok, ---yang mana cukup menantang, ---sampai semua sudut yang diperlukan dapat.
Adegan yang kedua lebih tricky karena aku harus berjalan melintasi reruntuhan gedung sementara kamera mengelilingiku. Soal jalan sih gampang, yang aku takutkan itu kalau sampai nabrak kamera. Syukurlah nggak terjadi kecelakaan meskipun harus diulang berkali-kali sampai kakiku kesemutan, hahaha. Nggak terasa tahu-tahu sudah lewat tengah hari dan masih cukup banyak scene yang harus diambil. Mungkin teman-teman ada yang bertanya-tanya, "Memang buat tayang berapa jam sih, kok lama sekali shootingnya?". Lol, ---gue hanya muncul sekitar 2 menit, tapi trust me, aku sudah beberapa kali mengalami yang lebih lama dari ini. Kalau shooting diadakan di rumah biasanya berlangsung dari pagi sampai malam, ---dan tayangnya cuma 5 menit, huahaha... Tapi meski bikin energi terkuras aku tetap mencoba cooperative, soalnya mereka pasti ingin hasil liputannya semaksimal mungkin :)) Selanjutnya diambil adegan-adegan "random" seperti aku sedang berdiri dan menyetel ukulele yang hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Karena suara bernyanyi dan permainan ukulele aku sudah pre-recorded, jadi aku pikir untuk scene bernyanyi cukup cuap-cuap saja. Tapi ternyata mereka ingin aku untuk sambil berpose. Kalau pose nyender tembok atau goyang kiri-kanan sih gampil, yang menantang itu kalau lip sync sambil jalan-jalan. Ya, ampun selain ukulele yang terus-terusan melorot (nggak punya strap, hahaha), suara sama mulutku juga kadang nggak singkron. Maklum saja, aku nggak bisa dengar suara yang sudah direkam sebelumnya karena lalu-lintas cukup ramai. Makanya aku legaaaa sekali waktu mereka merasa sudah cukup dengan footage yang didapat dan puas dengan hasilnya. Scene yang terakhir yang perlu diambil tinggal interview. Sengaja diambil belakangan karena (seharusnya jadi) yang paling mudah dan (seharusnya) hanya memakan waktu singkat. Aku pun kembali ke tembok berkusen dan menjejerkan koleksi ukuleleku, ---termasuk yang dari UKUiki untuk dijadikan background saat interview nanti. Tapi tiba-tiba saja... Uh-oh, hujan turun dan langsung super deras! :O
Setengah panik aku langsung memboyong ukulele-ukuleleku ke mobil, ---dua sekaligus di satu tangan, hahaha. Semuanya selamat, ---well, kinda, karena si smiley kesayangan agak retak karena tergelincir di tembok yang licin... Tapi aku nggak boleh BT, jangan sampai hal kecil merusak hari yang baik. Ini kecelakaan, bukan salah siapa-siapa :)
Dan, jadilah kami menunggu hujan reda di dalam mobil. Saking lamanya aku sampai malas lihat jam dan lebih memilih mencari cara untuk melewati waktu. Mumpung sedang membawa koleksi ukulele, aku pinjamkan saja kepada kru dan aku membuka 'kelas ukulele' dadakan, hahaha. Ternyata cukup berhasil, suasanya menunggu jadi lebih fun dan akrab. Malah jadi berlanjut mengobrol kesana-kemari, termasuk tentang scoliosisku (---mereka awalnya nggak tahu dan cukup surprise karena aku masih bisa dorong-dorong ban berat dan lompat dari tembok, haha).
Sekitar jam 2 siang akhirnya hujan reda juga. Lokasi langsung basah kuyup, termasuk tembok tempat untuk menaruh ukulele-ukuleleku. Waktu semakin mepet, ---kru NET 12 masih harus ke bengkel UKUiki dan matahari sudah semakin redup, ---jadi aku lap-lap saja tembok dengan tisu supaya nggak terlalu basah. I love my ukuleles so much (of course!), tapi aku juga harus bertanggung-jawab dengan 'peranku'. Biarlah ukulele-ukulele ini harus diopname ketika tiba di Bandung nanti, yang terpenting aku sudah berusaha maksimal :) Interview hanya berlangsung sekitar 5 menit dan pada jam 3 sore semuanya sudah selesai. Ah, thank God! Aku pun diantarkan kembali ke Ibu dan Bapak yang sudah menunggu di depan sebuah hotel karena kami mencari jalan tengah. Setelah saling berpamitan, aku dan orangtua langsung pulang ke Bandung. Perjalanan nggak selancar ketika pergi, malah bisa dibilang super macet. Untung saja aku ketiduran jadi tahu-tahu saja sudah sampai di rumah ketika tengah malam, hehehe.
Aku selalu senang dan bersyukur sekali setiap diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang berharga. ---Karena menurutku "pengalaman baru" itu bukan berarti mengalami sesuatu yang sama sekali asing. Aku bisa saja sudah sudah mengalaminya berkali-kali, tapi tiap moment itu tentu memberi pelajaran yang berbeda. "Every moment is first", begitu kalau meminjam istilah John Frusciante :p Itulah kenapa aku selalu berusaha maksimal di setiap kesempatan, ---nggak peduli seberapa porsi peranku di sana. Aku percaya yang ada hanya "peran", bukan kecil atau besar, ---dan semuanya penting. Lagipula nggak ada ruginya untuk memberikan yang terbaik, karena apa yang kita lakukan adalah apa yang orang lain lihat. Just live your life like you meant it. So, kalau kalian mau melihat penampilan 5 jamku yang diringkas menjadi 2 menit dan ukulele baruku dari UKUiki yang super cute di NET TV (lol), klik di sini, ya. See you soon, dan semoga November kalian menyenangkan! ;)
ukulele girl,
Indi
____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Haiiiii bloggies! O, my God! Ini jam setengah 4 pagi dan aku terbangun dari mimpi yang super absurd! Hahaha. Setelah celingak-celinguk bingung mau ngapain, aku putuskan saja untuk menulis di sini. No, ---nggak kok, bukan, aku nggak akan menulis tentang mimpi barusan yang absurd, lol. Tapi aku akan bercerita tentang event fun yang kuhadiri 3 September 2016 yang lalu. Mungkin akan membantuku melupakan mimpi yang cocoknya jadi naskah komedi Scary Movie terbaru (---eh, tapi boleh juga tuh asal aku diperankan sama Anna Faris, hahaha).
Aku selalu mengecek email secara berkala dan sebisa mungkin segera membalasnya. Maklumlah aku mengurus segala macam pekerjaan dari sana, dan email juga jadi salah satu saranaku berkomunikasi dengan Indi's Friends, ---sebutan untuk pembaca novel dan penikmat filmku. Seringnya aku melakukannya dari handphone karena lebih praktis. Tapi handphone juga ada kekurangannya, terkadang ada email yang nggak muncul di notifikasi meskipun nggak masuk ke list spam atau bulk. Nah, ini juga yang terjadi padaku di akhir bulan lalu. Waktu membuka email via PC, aku kaget karena ada email dari Pocky Indonesia!
Aku memang sudah lama menjadi fans nya Pocky dan pernah memenangkan kontes fotonya di twitter. Tapi rasanya aku nggak sedang mengikuti kontes lagi, jadi agak bingung juga mendapat email dari mereka. Waktu dibuka rupanya berisi undangan untuk mengikuti Pocky Halloween Party! Surprise sekali, ---dan lebih surprise lagi waktu tahu kalau rupanya mereka sudah mencoba menghubungiku via Indi's Official. Hmm, kenapa nggak disampaikan ke aku, ya?... Ah, sudahlah, yang penting akhirnya undangannya sampai ke tanganku meskipun mepet banget. Saking mepetnya aku sampai nggak yakin akan datang. Apalagi ada dress code nya juga; hitam dan orange. Padahal biasanya aku selalu excited dengan Halloween, tapi karena ini super early (---biasanya at least paling cepat akhir September aku baru menyiapkan kostum), aku jadi bingung harus pakai apa, huhuhu.
Syukurlah di detik-detik terakhir, ---(atau bahasa non lebay-nya 2 hari sebelumnya, lol) Ibu datang dengan ide untuk kostumku. Kami punya kain stripes hitam-putih yang sudah lumayan lama disimpan dan kalau dijahit sepertinya akan mirip dengan kostumnya Beetlejuice, hehehe. Supaya bisa dipakai sehari-hari kami membuatnya dengan model sailor, bukan suit seperti originalnya. Tapi kami nggak meninggalkan dasi hitam ala Beetlejuice, bedanya punyaku modelnya kupu-kupu :) Aku cukup puas dengan hasilnya, meskipun kostumnya nggak "seakurat" tahun-tahun sebelumnya, tapi cukup miriplah, hehehe.
Halloween party ini diadakan oleh Pocky yang bekerjasama dengan Cosmopolitan Indonesia(yay, akhirnya dapat juga acara yang segmennya bukan teenagers, lol). Katanya sih Cosmpolitan memilih beberapa pembacanya yang tergabung dengan "Cosmo Club" untuk mengikuti acara ini. Aku sih belum tahu banyak soal majalah ini, soalnya jujur, ---ehm, aku masih membaca majalah remaja, hahaha. Tapi mungkin aku akan membaca edisi bulan Oktober karena dari web nya sepertinya menarik ;)
Seperti biasa, karena dipisahkan oleh jarak (hiks), aku dengan diantar Bapak harus pergi pagi-pagi sekali dari Bandung menuju Jakarta. Acaranya dimulai pukul 12 siang di Kaffeine, the Foundry 8 SCBD. Tempatnya masih asing bagi kami jadi mudah-mudahan nggak datang terlambat karena harus putar-putar dulu, hehehe.
Kerennya, perjalanan ternyata super lancar. Kami bahkan sempat berhenti beberapa kali untuk sekedar peregangan (---travelling with severe scoliosis, hehe) dan minum kopi. Padahal biasanya siang sedikit saja Jakarta sudah macet. Baru setelah keluar tol kami agak kebingungan karena mendengar nama SCBD saja belum pernah. Berbekal google map dan GPS kami mencari lokasinya, tapi sayang antara GPS dan kenyataan suka nggak singkron! Mobil sudah jalan ke mana, eh lokasi yang tertulis sudah terlewat beberapa meter, hahaha. Untung saja aku ingat temanku, Habibie Afsyah(---harus ditulis nama lengkapnya, hehehe) yang tinggal nggak begitu jauh dari SCBD. Ternyata dia lebih akurat dan cepat daripada GPS! Dengan tuntunannya kurang dari 10 menit kami sudah tiba di lokasi. Hore! :D Thank you, ya Bie. Sebagai ucapan terima kasih tadinya aku mau kasih 1 truck Pocky, tapi nggak jadi soalnya kan katanya nggak mau ditengokin :p
Di Kaffeine suasana sudah cukup ramai dengan dekor yang Halloween-ish, lengkap dengan Jack O'lantern nya :D Awalnya aku bingung mau duduk dimana dan dengan siapa, soalnya nggak mengenal seorangpun, huhuhu. Yang lain sih sepertinya datang dengan satu atau dua orang temannya karena sama-sama dari Cosmo Club. Untung saja moment canggungnya hanya berlangsung beberapa menit karena aku menemukan 1 girls group dan kami langsung mengobrol seru :) Meskipun di undangannya tertulis jam 11 pagi, tapi sampai jam 1 siang acara belum juga dimulai. Molornya lumayan lama :( Untung saja suasananya super akrab dan kami menikmati lunch dulu. Karena aku nggak makan daging dan menu yang disediakan kebanyakan bebek dan ayam, aku pun makan salad dan BANYAAAAK sekali Pocky untuk makan siang, hahaha. Begini nih asyiknya event Pocky, pasti produk Glico everywhere. Sampai-sampai sebelum acara dimulai aku sudah menghabiskan 1 gelas Pocky yang disediakan untuk berdua. *Maaf :p
Nggak lama setelah kami selesai makan, acara dimulai dengan sambutan dari MC lalu perwakilan dari Pocky dan Cosmopolitan. Mereka menjelaskan apa saja yang akan kami lakukan nanti. Meski aku bukan orang yang terampil di dapur (kecuali urusan microwave, lol) tapi aku excited waktu diberitahu akan mendekor camilan Halloween, ---atau istilahnya Pocky Deco. Aku pikir, well... at least bisa colek sana-sini dan memuaskan sweet tooth ku meskipun hasilnya hancur :p Eh, tapi aku nggak perlu takut hancur-hancur amat sih, soalnya sudah diundang chef untuk memberikan tutorialnya. Namanya Chef Nova yang super ramah dan helpful. Dia memberi tahu apa saja yang bisa kita lakukan dengan macaron, brownies dan cupcakes. Untuk dekornya sudah disediakan garnish, melted chocolate, sprinkles dan of course a lotsa lotsa lotsaaaa Pocky! Meski temanya Halloween tapi dekornya imut-imut, lho. Nggak seram sama sekali, dan yang pasti edible, hihihi.
Bisa ditebak, aku memang banyakan ngemilnya daripada ngedekornya. Sementara yang lain sudah membuat spider, makam dan lain-lain, aku masih stuck dengan Pocky Deco monsternya Dr. Frankenstein, hehehe. Hasilnya pun nggak bagus-bagus amat tapi lumayan miriplah :p *menghibur diri sendiri
Setelah selesai selesai mendekor diadakan mini contest. Jadi yang karyanya mendapat tepuk tangan paling meriah akan diberi hadiah. Aku mah sudah pasti kalah, tapi beruntungnya masih dapat hadiah dari kontes yang lain. Agak malu-maluin, sih aku dapat hadiah mini pouch lucu karena membawa uang paling sedikit di dompet, hahahaha :'D Dan itu bukan hadiah satu-satunya yang kuterima, aku juga mendapatkan movie card sebagai undangan yang asalnya paling jauh. Ya ampun, "prestasi" ku kok aneh-aneh ya? :D
Acara ditutup dengan moment yang paling ditunggu-tunggu yaitu: memukul pinata! Yay! :D Terakhir kali aku mukul pinata berapa tahun lalu ya? Itu juga karena diundang bocah ke pesta ulang tahun, hehehe. Ternyata pinata pumpkin yang nampak menggemaskan itu bandel juga. Kami bergiliran memukulnya dan baru pecah waktu percobaan ke seratus kali (---lol, saking banyaknya dan aku lupa). Berbagai macam sweets pun segera berhamburan! Aku dapat banyak, lho, hampir 100 permen yang aku tampung di dalam topi kertas. Tapi ada juga yang dapat lebih banyak karena ditampung di rok! Hahaha, OMG, cerdas banget :D Yang berhasil mengumpulkan permen terbanyak juga mendapatkan hadiah. Pokoknya Pocky generous banget deh bagi-bagi hadiah terus. Malah saking baiknya Pocky, Pejoy, permen yang tersisa dan dekornya boleh dibawa pulang. Aku sama Dara, ---teman baru, sampai bawa sedotan dan sisa-sisa Pocky di dalam gelas saking "nggak tahu malunya", hahaha :p
Aku langsung pulang setelah acara selesai karena Bapak sudah menjemput (---entahlah beliau habis jalan-jalan ke mana, hehehe). Senang sekali bisa mengikuti Halloween party yang super early ini. Selain belajar mendekor (gagal tapi, huahahaha) akujuga mendapatkan pengalaman dan banyak teman baru. Mereka sih janji kalau bikin acara di Bandung akan menghubungiku. Mudah-mudahan saja betul ya karena aku akan dengan senang hati terlibat dengan acara yang bisa memuaskan sweet tooth ku :p Okay, thank you so much Pocky dan Cosmopolitan! Ditunggu acara selanjutnya, ya! :)
Update: Ternyata ada artikel tentang event Halloween ini di website Cosmopolitan :)
yang selalu happy kalau halloween,
Indi
____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Almarhum kakekku sering bilang kalau aku orangnya "mager" alias malas bergerak. Setiap beliau mampir ke rumah seringnya aku sedang nggak ke mana-mana, atau kalau pun pergi hanya ke tempat-tempat yang dekat. "Kamu nggak bosan?", "Memang ngapain saja seharian?", "Nggak mau kaya saudara-saudaramu yang lain ngumpul bareng teman-teman?" ---pertanyaan-pertanyaan seperti itu akrab di telingaku, bukan hanya dari Kakek tapi juga dari beberapa orang di sekitarku. Contohnya saja aku dapat julukan "si kasur" dari salah satu tanteku. Alasannya karena (menurutnya) sejak balita aku hobi mojok sendirian, lol. Tapi apakah benar aku begitu? Well, bisa jadi, ---tapi nggak sepenuhnya benar.
Aku sering bilang ini berkali-kali, kalau bukan karena profesi mungkin aku nggak akan mengunjungi tempat-tempat yang jauh; ke luar kota, ke luar pulau, bahkan ke luar negeri. I'm a simple girl, asal bisa berkumpul sama keluarga (termasuk pets) dan kebutuhan terpenuhi, aku bahagia. Bukan berarti aku nggak suka ke tempat baru, ya. Aku suka dan bersyukur banget malah, tapi seperti yang kubilang barusan, dengan hal-hal sederhana sekalipun aku happy :) Mungkin karena kesannya "nggak ke mana-mana" inilah yang membuat orang-orang sekitar malah menilai aku nggak suka bepergian. Padahal itu karena mereka nggak cukup mengenalku. Sebenarnya aku adalah petualang, ---aku bertaruh, pasti banyak orang yang belum pernah mengunjungi tempat-tempat yang pernah kujelajahi!
Gunung mana yang sudah pernah kudaki? Lautan mana yang sudah pernah kusebrangi? Sejauh ini belum ada. Tapi sudah berapa banyak sudut di sepanjang lingkungan rumah yang aku kunjungi? Atau berapa banyak taman tersembunyi yang aku temukan? Banyak! ---Banyak sekali malah :) Waktu SD aku punya kebiasaan "kabur" kalau sedang jam istirahat atau pelajaran olahraga. Saat anak-anak lain bergerombol untuk bermain di lapangan, aku lebih suka menyelinap ke gerbang samping yang langsung tembus ke sebuah gang kecil. Di sana aku serasa menemukan dunia baru, ---aku melihat banyak orang asing, detail-detail kecil yang nggak kutemukan di tempat lain, bahkan aroma baru yang rasanya seperti harta karun buatku.
Aku sudah dewasa sekarang, tapi bagian dari "Indi kecil yang petualang" itu nggak pernah hilang. Hampir setiap sore aku berjalan-jalan dengan Eris, anjingku di sekitar rumah. Begitu kakiku melewati halaman rumah di kepalaku langsung terdengar lagu "Road Trippin'" dari Red Hot Chili Peppers; "Let's go get lost, let's go get lost," hahaha. Sesering apapun melewati rute yang sama, aku selalu bisa menemukan sesuatu yang baru. Gundukan pasir yang di hari sebelumnya tampak menjulang tinggi jadi hampir rata dengan tanah di hari berikutnya, ---berubah menjadi tempat sampah permanen di halaman salah satu rumah. Aku juga sering menemukan hal-hal indah yang lucunya orangtua atau kerabatku nggak pernah lihat sebelumnya meskipun melewatinya hampir setiap hari. Rumput hijau di tanah yang akan dibangun rumah, bunga-bunga liar yang tumbuh di sela paving block. Oh, I'm in heaven :)
Pernah suatu kali aku mengirim sebuah foto dari salah satu petualanganku ke grup chatting keluarga. Seketika handphoneku ramai, ---om dan tante membanjiri dengan pujian tentang betapa indahnya lokasi di mana aku berfoto. Dan ketika aku mengatakan di mana foto itu diambil, mereka sangat terkejut karena jaraknya hanya beberapa meter saja dari rumah omku! Iya, foto itu diambil sepulang aku menghadiri acara keluarga di rumah beliau dan sebenarnya hanya dengan berjalan kaki sedikit saja siapapun bisa menemukan tempat itu. "Wah, ternyata di dekat rumah saya pemandangannya nggak kalah ya dengan di luar negeri," begitu komentar beliau. Hahaha, menurutku itu awesome karena keluar dari mulut seseorang yang memang cukup lama tinggal di luar negeri :p
Nggak ada yang salah dengan bepergian jauh, ---aku kagum dengan orang-orang yang pernah atau ingin mengelilingi dunia. Menurutku dengan mengunjungi banyak tempat maka akan membuat kita menjadi pribadi yang open minded dan nggak judgmental. Tapi jangan sampai kita melihat terlalu jauh hingga menghalangi penglihatan kita dari yang dekat. Yes, James Joyce bridge Dublin is reallyyyyyy beautiful, tapi begitu juga dengan jembatan Pasupati di Bandung. Terkadang kita terlalu mengagumi tempat-tempat yang jauh, ---yang bahkan hanya baru kita lihat di TV atau internet dan membuat lupa bahwa di sekitar kita pun banyak hal yang keren. ---Ini juga merupakan pengingat bagi diriku sendiri, bahwa yang terlihat diam bukan berarti nggak punya 'traveling mind' :)
Hari ini aku akan berpetualang ke ujung jalan, di samping masjid. Aku excited sekali dengan apa yang akan ditemukan nanti. Bagaimana dengan kalian? Sudah merencakan untuk berpetualang ke mana hari ini? :)
yang jiwa dan potongan rambutnya sama kaya dora, lol,
Indi
ps: Beberapa hari belakangan ini aku sedang sakit, that's why tulisan kali ini sangat singkat. Sebenarnya aku nggak sabar untuk cerita banyak hal, tapi doakan saja aku pulih dulu ya, hehe. Dan karena aku juga belum bisa share cerita behind the scene interview gue di NET TV, in case ada yang penasaran boleh nonton programnya di sini: KLIK ;)
___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: 081322339469
Meski Bapak berkulit gelap dan Ibu nggak putih-putih amat tapi aku justru terlahir dengan kulit putih. Di saat orang lain khawatir kulitnya menjadi gelap saat bermandi matahari, aku malah khawatir dengan munculnya bekas-bekas merah di kulit. Entah kenapa kulitku susah menjadi gelap, padahal saudara-saudaraku yang lain nggak begitu. Nah, karena warna kulit inilah aku sering dikira nggak punya masalah kulit. Konon katanya putih = sehat. Padahal belum tentu, karena sehat itu bukan ditentukan dari warna. You could be white, black, brown, atau lainnya tapi masalah kulit itu tetap ada. Termasuk aku. Dan aku sudah sadar itu sejak kecil.
Aku itu alergian! Uh, bahkan sama makanan pokok yang khas Indonesia banget saja aku bisa alergi. Awalnya sih aku nggak percaya, tapi setelah cek di Lab ternyata aku alergi nasi, huhuhu. Kalau sudah kambuh kulitku bisa gatal dan merah, ---menganggu sekali apalagi kalau lagi kangen Nasi Padang :p Begitu juga dengan bahan-bahan yang ada di kosmetik dan skincare, salah sedikit saja aku bisa alergi. Itulah mengapa aku jaraaaaang sekali memakai makeup. Pakai pelembab, bedak dan lip gloss sudah jadi yang paling maksimal deh kalau keluar rumah. Kalau ke kondangan juga aku sebisa mungkin kabur dari tukang riasnya daripada ambil resiko, hihihi. Tapi kalau soal skincare tentu saja jadi hal wajib. Aku harus mencari yang pas dengan kulitku. Karena agar tetap sehat, kulit harus dijaga, ---apalagi aku kan nggak pakai makeup jadi kalau ada jerawat satu saja pasti langsung terlihat.
Beberapa waktu yang lalu aku dapat kesempatan mengobrol dengan Pifin, owner dari Atmaja Corner. Aku cerita tentang kondisi kulitku yang super sensitif dan cenderung kusam. Dia lalu menyarankanku untuk memakai Jafra Mud Mask. Katanya sih ini masker lumpur yang ampuh mengangkat minyak berlebih. Waduh, nempelin lumpur di wajah gimana tuh rasanya? :O Hehehe. Tapi setelah diberitahu kalau Jafra ini no animal testing, no mercury dan no hyroquinon alias aman, aku jadi tertarik coba. Apalagi aku memang sedang sedikit-sedikit membuang skincare yang belum ada label "cruelty free" nya. Kan rasanya konyol saja, soalnya aku pesco vegetarian, hihihi.
Waktu maskernya aku terima rupanya ukurannya cukup besar, ---250g, dengan desain kemasan yang super simple tapi cantik. Di sana tertulis "JAFRA spa" yang membuatku penasaran, jangan-jangan maskernya bersensasi spa, nih. Nggak menunggu lama aku langsung mencobanya sembari mandi. Karena menurut aturannya masker harus dibiarkan 15-20 menit jadi sekalian saja aku sambil berendam. Dan ternyata... wah, benar-benar terasa seperti sedang spa! Aroma maskernya bikin aku relax, sama sekali nggak tajam dan chemically. Waktu menunggu jadi nggak terasa karena maskerannya bikin betah, hihihi. Waktu dibilas pun rasanya tetap relax karena sisa-sisa maskernya sangat mudah larut dengan air. Aku sampai mengaca berkali-kali untuk make sure kalau di wajahku sudah nggak ada sisanya :p
Yang terpenting adalah kulit yang sehat. Karena semua warna itu cantik :)
Sampai hari ini aku sudah 2 kali memakai Jafra Mud Mask dan sejauh ini sangat cocok. Nggak ada reaksi alergi yang timbul dan kulitku terasa halus. Aku punya bekas luka parut di pelipis dan sekarang semakin memudar. Rencananya sih kalau sedang agak santai aku mau day spa lagi dengan masker ini. Tapi aku akan pakaikan juga di lengan dan bagian tubuh yang lain karena rupanya Jafra Mud Mask bisa dipakai di seluruh tubuh. Boleh dong aku memanjakan tubuh sesekali karena masker ini cukup dipakai 1 atau 2 kali saja seminggu ;)
Kalau teman-teman punya kulit sensitif dan kusam juga sepertiku, Jafra Mud Mask boleh banget dicoba. Dengan rutin dipakai bisa membebaskan pori-pori tersumbat, minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, lho. Mau konsultasi sekaligus tanya-tanya dulu tentang produk Jafra yang cocok dengan kulit kalian dulu juga boleh. Hubungi saja Pifin di akun instagram @pifins_. Orangnya ramah, kok. Aku saja tanya-tanya selalu dibalas dan fast respond, hihihi. Gimana, tertarik juga untuk mencoba? Atau malah sudah ada yang pernah pakai? Share dong pengalamannya di kolom komentar ;)
O my God... O my God... dari mana saja aku? *pura-pura amnesia, hehehe* Tahu-tahu saja sudah masuk bulan Agustus sekarang. Selamat memasuki bulan baru ya, teman-teman. Semoga bulan ini lebih baik dari sebelumnya. Amen... :)
Hmm, sebenarnya aku nggak ke mana-mana, sih. Tapi aku punya penyakit "anak kecil", ---terlalu excited mau cerita banyak hal yang dialami tapi malah bingung mau yang mana dulu. Persis kaya anak kecil disuruh milih mainan baru, hihihi. Untuk menulis yang sekarang saja aku sampai tutup semua tab di komputer, mencoba nggak melihat foto-foto pengalamanku sebulan ke belakang karena bisa-bisa ganti tema di tengah tulisan :p Tulisan itu memang lebih tricky daripada foto, sih. Kalau foto bisa langsung upload sesegera mungkin karena paling keren aku cuma crop sama resize saja, sedangkan tulisan prosesnya lebih panjang, ---terkadang harus membangun mood. Tapi repotnya kalau kaya aku, mood baru mulai on, eh sudah pengen cerita hal lain. Ah, sudah cukup dengan blabbingnya, sekarang aku mau mulai cerita :D
Seperti yang pernah diceritakan di sini, 2 bulan lalu aku meluncurkan sebuah label sweets alias camilan yang bernama "Indi Sugar's Sweets". Sebenarnya ini nggak pure ideku, tapi atas dukungan orangtua juga, khususnya Ibu. Kebetulan beliau dan dua orang temannya (---yang sudah aku anggap sebagai tante) juga mempunyai usaha kue kering yang bernama Mawarsari, jadi produk mereka bisa meramaikan booth ku ketika launching. Sengaja aku mengambil waktu di bulan Juni karena sudah dekat dengan Lebaran, biasanya banyak yang mencari camilan untuk jamuan silaturahmi. Ya, sambil menyelam minum air lah ceritanya. Aku mau belajar jadi pengusaha, dan kalau ada untungnya bisa buat bekal liburan, hehehe. Bapak bilang sih jangan jadi beban. Yang penting aku have fun dan untuk menambah pengalaman. Makanya waktu ditawari untuk ikut bazar, aku langsung setuju. Sepertinya itu tempat yang tepat untuk launching "Indi's Sugar's Sweets".
Bazar yang aku dan Ibu ikuti, ---eh plus Bapak karena beliau ikut mengantar--- diadakan di Gedung Direktorat Pajak Jakarta Selatan dari tanggal 16-17 Juni 2016. Namanya "Semarak Bazaar Ramadhan" dan meskipun diadakan di lantai 2 tapi bazar ini terbuka untuk umum. Kami pergi dari Bandung waktu matahari belum terbit, kira-kira pukul 4 subuh karena loading barang hanya boleh dilakukan sampai sebelum pukul 9 pagi (buseeeeet). Aku sempat agak pengen menangis, soalnya belum tidur semalaman dan kondisi juga sedang nggak fit. Aku baru saja dapat "surat cinta" dari dokter, katanya aku kena hernia dan kista, jadi buat duduk di mobil berjam-jam rasanya.... (coba tebak, lol). Let alone soal scoliosis lah yang sudah pasti menambah kemeriahan suasana. Tapi mau gimana lagi, rencana ini sudah ada sebelum aku sakit dan semangatku juga sebenarnya lagi oke-oke nya. Untuk menyiasati agar aku nggak terlalu menderita (lol), cushion kesayangan pun sengaja ikut diboyong dan menemani sepanjang perjalanan. Thank God kami tiba tepat waktu dan bisa mendekor booth dulu sebelum pengunjung mulai berdatangan.
Karena sekalian launching, ---yang artinya pengunjung sama sekali belum tahu belum tahu tentang produkku, jadi kami berusaha supaya booth terlihat se-catchy mungkin. Sejak 1 minggu sebelumnya aku dan Ibu memikirkan tentang temanya. Akhirnya kami putuskan untuk memakai nuansa pink dan girly supaya cukup memakai benda-benda yang sudah aku punya. Untuk logonya pun aku yang desain, lho. Biar hemat yang penting meriah, hehehe. Oh iya, sebenarnya kami juga sudah mencetak backdrop. Tapi rupanya posisi booth kami pas di depan jendela, jadi nggak boleh ditempel apa-apa :( Untung saja banner kami warnanya cukup terang, jadi masih terlihat stand out di antara keramaian :p
Agak nervous karena ini adalah my very first bazaar. Waktu sudah menunjukan pukul 10 tapi suasananya masih sepi, hanya ada beberapa orang kantor saja yang berlalu-lalang. Bisa dimengerti sih karena selain di hari kerja, posisi kami yang di lantai 2 pun membuat pengunjung agak sulit untuk mencapainya. Eh, jangankan pengunjung sih, kami saja harus diantar security ke lokasi karena kurangnya petunjuk, hihihi. Syukurlah satu jam kemudian pengunjung mulai ramai, ---meski sebagian besar hanya melihat-lihat saja. Aku dan Ibu juga masih bingung dengan cara memperkenalkan produk kami karena masih malu-malu :p Akhirnya aku memberanikan diri untuk melangkah keluar dari booth dan mulai berseru, "Silakan mampir. Kami punya coklat, kue kering, permen. Mbak, Bu, Kakak, Pak..." Rupanya cara itu berhasil! Pengunjung mulai melirik booth kami dan kami pun mendapat pembeli pertama! Hore! :D
Jam-jam berikutnya terasa lebih mengalir dan cepat. Booth kami hampir selalu ada pembeli dan akhirnya jajaran toples "Indi Sugar's Sweets" yang dipajang di rak pun harus kuisi ulang. "Sedikit-sedikit tapi pasti," begitu kata Ibu waktu melihat sisa dagangan kami. Rasa sakitku pun jadi nggak terlalu terasa karena sibuk melayani dan beramah-tamah dengan pengunjung. Dan tahu apa best part nya? Kalau ada waktu luang aku bisa berkeliling dan mencicipi makanan yang dijual di sana. Favoritku adalah booth masakan Bali yang letaknya ada di sebrang sebelah kanan booth ku. Ya, ampun aku sampai nambah 2 kali saking enaknya :p Lucunya abang yang menjaga booth gantian berkunjung dan membeli 1 toples bola-bola cokelatku, hehehe, ya ampuuuun :D
Semakin sore kejutan pun berdatangan. Yang pertama kami dikunjungi oleh keluarga "lama" nya Eris, anjing kami. Mungkin masih ada yang ingat kalau 6 tahun yang lalu Eris diberikan oleh seorang Ibu baik hati untuk mengobati hatiku setelah ditinggal Veggie, anjingku yang mati karena epilepsi. Nah, beliau datang bersama anaknya ke boothku. Surprise sekali, selain memborong sweets dan kue kering, mereka juga membawa kado untuk Eris yang berulang tahun di bulan Mei lalu. Ya, ampun kalau nggak malu rasanya aku mau menangis :'D Dan kejutan kedua adalah aku kedatangan beberapa pembacaku. Katanya mereka tahu tentang bazar ini dari instagram dan memutuskan untuk datang. Waaa, jadi terharu, rasanya kaya meet and greet dadakan, hihihi.
Bazar selesai pukul 3 sore. Karena lokasinya di dalam kantor jadi cukup menguntungkan, kami nggak harus membawa barang-barang lagi karena ada security 24 jam. Dan itu sangat membantu karena tanpa beres-beres pun tenagaku sudah terkuras, hehehe. Sebisa mungkin aku berusaha agar "nggak semakin sakit" karena bazar masih 1 hari lagi. Supaya nggak "cape di jalan" kami putuskan untuk nggak pulang ke Bandung, tapi menginap di villa keluarga di Purwakarta. Rasanya lucu juga, menginap di villa tapi hampir nggak menikmati apa-apa. Hanya numpang mandi air hangat, exercise ringan dan tahu-tahu ketiduran. Paginya sudah wuzzz lagi ke Jakarta. Hihihi, nggak apa deh, buat pengalaman :D
Hari kedua rupanya benar-benar puncaknya. Jumlah pengunjung jauuuuh lebih banyak dari hari sebelumnya dan lebih antusias! Sampai-sampai aku susah pegang kamera untuk mengabadikan moment. Agak sayang juga, sih, tapi yang penting tetap terekam dalam hati (---apaan coba? Lol). Rupanya ada beberapa pembeli kemarin yang mengajak teman-temannya untuk mampir :) Kue-kue Ibu laris manis, produk Manies dan camilan Bandung yang juga ikut meramaikan jauh lebih laris dibanding hari sebelumnya. Begitu juga dengan produk "Indi Sugar's Sweets" yang kalaupun ada yang nggak jadi beli tapi tetap diambil fotonya karena packagingnya imut, hehehe *boleh dong bangga?*
Aku, Ibu dan Bapak sudah super lelah ketika bazar berakhir, tapi kami juga super senang. Pengalaman launching sekaligus bazar pertama ini sangat berharga untuk kami. Secara kasar Bapak menghitung kalau produk "Indi Sugar's Sweets" laku 70% yang artinya lebih baik dari yang diperkirakan (---dan sisanya terjual hanya beberapa hari setelah bazar). Mungkin setelah ini aku akan ikut bazar lagi, ---mungkin jika mendekati hari Natal atau tahun baru nanti ;) Aku nggak bohong, bekerja ditemani scoliosis, hernia dan kista memang nggak mudah. Kadang gue bahkan nggak bisa bedakan sakit yang sedang aku alami itu sumbernya dari mana, lol :p Tapi aku berhasil melewatinya, aku belajar, aku dapat pengalaman dan teman baru. It's awesome. Aku jadi nggak sabar untuk mencoba hal-hal baru lagi. Karena buatku nggak ada istilah "mumpung masih muda" atau "mumpung masih sehat". Usia berapa pun nggak ada kata terlambat untuk belajar. Dan (aku harap) dalam keadaan sakit atau sehat, semangatku nggak akan berubah :) Amen!
yang kemarin nyanyi, nulis buku, eh sekarang jualan kue, lol,
Indi
Btw, karena di post sebelumnya banyak yang bilang nggak tahu aku tampil di NET TV (karena aku kasih kabar mendadak, ---sorry, aku juga baru tahu, hehehe). Nih, aku kasih link untuk nonton in case ada yang penasaran, hihihi. Klik di sini.
(Update 8/3/2024. Aku masih melanjutkan bisnis di bidang kuliner, kini dengan nama “Indi Sugreen” yang berfokus pada makanan plant based).
___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: 081322339469