Selasa, 15 Mei 2012

Tea Time Party with my Dolls and Sponsored Review: Accessarie :)

 

What I Wore? Dress: Twins | Skirt: Toko Kecil Indi | Shoes: Nevada | Necklace+bracelet: Accessarie



Hai, bloggies! Apa kabar? I hope you doing fine, ya! Hari ini ada seorang anak di TK yang tiba-tiba muntah karena masuk angin, dan 4 teman satu kelas gue izin karena sakit. Aduh... harus hati-hati ya, guys. Dan untuk yang sedang sakit gue doakan semoga cepat sembuh, amen... :)

Sekarang sudah hampir masuk tengah minggu, padahal rasanya baru saja kemarin gue update blog ini. Kalau gue bilang belakangan ini waktu berjalan terasa sangat cepat, adakah yang percaya? Hehehe, seriously, gue memang sedang merasa begitu.
Kadang gue khawatir 'kepekaan' gue berkurang. Sebelumnya gue sangat peka terhadap pergantian waktu. Dari pagi ke siang, dari siang ke sore dan dari sore ke malam. Gue bisa melihat perubahan warna langit dari terang menjadi gelap saat gue bermain dengan Eris di halaman rumah. Atau saat malam, which is my favorite time, gue bisa bergelung dan menonton TV sampai tiba-tiba tertidur, lalu bermimpi dengan durasi sepanjang film the Lord of the Ring. Malam terasa sangat panjang. Tapi sekarang gue susah sekali untuk melihat perubahan warna langit, waktu bergelung terasa semakin singkat, dan seperti hanya dalam hitungan detik malam sudah berubah menjadi pagi.

Nop, nop, untuk yang menebak gue sedang bersedih, stress atau malah galau (lol), semuanya salah. I'm fine, I'm totally fine. Gue masih Indi yang sama, hanya saja lebih sibuk.
Ini karena.... Suatu hari, waktu melihat jumlah simpanan di tabungan, gue sadar jumlahnya berkurang cukup banyak. Gue bukan termasuk perempuan yang boros, btw. Kurang suka membeli 'ini-itu' kalau nggak sedang benar-benar perlu dan ada rejeki lebih. Jadi fakta tentang "tabungan" itu membuat gue merasa harus mengambil tindakan. Pasalnya, salah satu pekerjaan gue ada yang di-pending, otomatis honor gue juga ikut terlambat. Padahal hidup gue terus berjalan, dan (maaf kalau terdengar seperti pengeluh, tapi gue nggak bermaksud seperti itu) pengeluaran gue untuk biaya hidup juga mau nggak mau harus lebih besar dari saudara-saudara gue yang lain. Minimal satu bulan sekali scoliosis gue butuh terapi yang biayanya nggak murah. Juga untuk masalah kesehatan gue yang lainnya, biayanya berkali-kali lipat dari perawatan rambut di salon tenar berinisial "R", hehehe. Itulah kenapa gue bekerja lebih keras. Karena gue membutuhkannya dan I'm old enough untuk nggak bergantung lagi sama orang tua. Sekali lagi, gue bukan pengeluh. Gue nggak sedang mengeluhkan tentang waktu gue yang hilang, tapi gue hanya merindukannya :)

Gue bekerja formal 5 hari per minggu dengan durasi 4 jam minus break 15 menit/per hari. Selain itu gue juga menulis dan mendesain pakaian dari mulai sore sampai malam hari.  Dan sekarang ada beberapa pekerjaan baru yang gue kerjakan, gue pilih yang berdurasi sesingkat mungkin dan nggak terlalu menguras tenaga. Yup, gue memang sedang ingin menambah tabungan, tapi kesehatan gue tetap yang utama. Gue tetap dengarkan alarm tubuh, dan menjaga diri gue tetap 'sadar' dengan pergantian waktu meski nggak seperti sebelumnya. Gue percaya usaha yang dilakukan sekarang pasti membuahkan hasil meski sampai hari ini belum terlalu terlihat. Gue juga masih beradaptasi dengan 'kebiasaan' baru ini. Memang nggak mudah, tapi juga bukan untuk dikeluhkan :)

Dan hari sabtu lalu gue putuskan untuk sedikit bersantai. Memberikan diri sendiri treat libur satu hari penuh dan bersenang-senang di rumah. Gue ingin mengadakan pesta kecil dengan apa yang gue punya, bersama pemberian dari orang-orang yang menyayangi gue. Ini untuk mengingatkan bahwa disaat kesulitanpun gue mempunyai banyak orang yang mendukung, dan apa yang lakukan sekarang nggak akan pernah menjadi sia-sia, karena mereka pasti nggak ingin melihat gue menyerah. Gue harus bertahan :)
Jadi, setelah gue mandi dan memanjakan diri dengan homemade spa, gue langsung mengatur meja lengkap dengan peralatan minum teh. Nggak lupa kue dan apel yang lezat untuk camilannya :) Tamu undangannya adalah para boneka pemberian dari teman-teman SMA dan seorang kakak ipar. Lacey dress berwarna ungu pemberian dari Ray sangat cocok untuk pesta teh seperti ini. Bahkan meja dan kursinya semuanya pemberian dan dibuat khusus dengan tangan just for me from my relativity. Ah, benar-benar pesta yang istimewa :) Iya, gue juga berharap orang-orang yang memberikan barang-barang ini datang untuk gue, tapi karena sedang nggak bisa gue tetap bersenang-senang dengan apa yang ada di hadapan gue sekarang. Lagipula sudah miliaran tahun lamanya gue nggak mengadakan pesta minum teh persama para boneka, hihihihi :)




Gue percaya, Tuhan nggak pernah putus memberikan rejekiNya jika kita nggak berhenti berusaha dan berdoa. Mungkin saja terkadang jumlahnya nggak sebesar sebelumnya atau malah sebaliknya, tapi gue percaya Tuhan akan selalu memberi, dan tugas kita lah untuk menyadarinya, sekecil apapun itu. Karena saat terfokus dengan hal-hal besar, hal-hal kecil yang kita dapat bisa saja jadi nggak terlihat :)
Seperti keadaan gue sekarang, gue memang nggak bisa terapi dalam waktu dekat tapi gue nggak kelaparan karena ada Ibu yang selalu memasak setiap hari. Begitu juga naluri girly gue tetap terpenuhi karena selalu ada kiriman aksesoris-aksesoris lucu dari teman-teman atau pun sponsor. Seperi kali ini, gue mendapatkan aksesoris yang tepat sekali untuk pesta teh dari ACCESSARIE. Ada sebuah kalung unik bertema "around the world" dan gelang imut dengan tema "cupcakes"! Awww, ini pesta teh paling sempurna :) Apalagi Accessarie ini handmade dan setiap modelnya limited, lho. Material untuk kancing bungkusnya diimport langsung dari US dan HongKong. Sedangkan material untuk membuat cincin, kalung dan gelang, diimport dari Korea, Cina dan Jepang. Kainnya yang digunakan pun istimewa, karena menggunakan kain Jepang yang beberapa diimport langsung dari sana.
Bagus-bagus sekali, kan? Gue bahkan nggak perlu pakai bando lagi karena sudah cukup terlihat colorful :) Oya, acungan jempol untuk packaging-nya yang super aman karena menggunakan bubble plastick wrap dan diberi warning di kotak pengirimannya. Jadi kalung dan gelangnya sampai dengan selamat ke rumah gue.
ACCESSARIE
Blog: http://accessarie.blogspot.com
Facebook: http://facebook.com/handmade.accessarie
Kontak: +62-815-1700-8177
Twitter: @accessarie


cupcakes! :)


Around the World. My fave! :)

 


Gue nggak tahu apakah ada yang benar-benar membaca tulisan gue dari awal sampai akhir, hehehe. Tapi untuk yang menyempatkan membaca gue harap bisa dimengerti kenapa gue nggak mau mengeluh. Ada kesulitan bukan berarti nggak bisa gembira, ada kesulitan bukan berarti harus marah-marah. Tapi nikmati apa yang ada sambil berusaha untuk lebih baik lagi. Mungkin mengembalikan tabungan gue seperti biasanya akan membutuhkan waktu lama dan sulit, tapi gue nggak akan berhenti berusaha karena Tuhan nggak mungkin memberikan ujian yang lebih besar dari kemampuan gue. Pesta teh persama boneka dan kiriman paket dari Accessarie adalah sebagian kecil dari alasan kenapa gue berbahagia. Masih banyak yang lainnya, nggak terhitung, dan akan selalu seperti itu selama gue gue tetap membuka mata lebar-lebar. Gue akan menyaksikan langit berubah warna perlahan-lahan lagi. Itu pasti! ;)




photographer: daddy | tea time set: daddy and me


cookies and hot tea,

Indi
Accessarie: +62-815-1700-8177/ @accessarie


nb: Beberapa saat setelah gue selesai menulis cerita ini, gue diminta oleh Om untuk menjadi jurnalis di website-nya. Dan honornya sama dengan honor dari pekerjaan gue yang di-pending! Thank God, thank God... really thank God... Semua masalah pasti ada penyelesaiannya :)
***
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE. My Shop? HERE.

Selasa, 08 Mei 2012

Minggu Santai dan Sponsored Review: Raisy Tasthy :D


OOTD Headband: Unick, Dress: Toko Kecil Indi | Hobo Bag: Raisy Tasthy | Shoes: Kameli




Wah, sudah hari selasa lagi rupanya. Thank God, awal minggu yang menyenangkan. Libur di hari sabtu dan minggu berhasil me-refresh tenagaku setelah 5 hari beraktivitas. Bagaimana dengan kalian? Semoga sudah segar kembali dan tetap segar sampai akhir minggu, ya! Hihihihi *amen* :D

Di hari sabtu dan minggu, aku memutuskan untuk diam di rumah. Selain karena tubuhku cukup lelah dan sudah membutuhkan perawatan rutin (yup, aku selalu luluran, maskeran dan creambath setiap minggu sendirian, bukan ke salon ;)), keuanganku (dan Ray) juga sedang nggak mengizinkan, hihihi. Tapi, seperti yang sudah-sudah, meskipun di rumah aku mengalami hal-hal yang menyenangkan. Aku suka sekali berencana melakukan ini-itu untuk mengisi waktu di rumah :)
Rencananya sederhana saja, aku bangun di pagi hari, beres-beres kamar lalu dilanjutkan dengan mengurus pasukan kecilku: Eris si anjing manis, Maksim si kura-kura cerdas dan sekumpulan ikan mas di kolam parit. Lalu di sore hari aku akan mengundang Ray untuk sekedar mengobrol di rumah ;)


 

Raisy Tasthy


Tapi, wow, sebelum sore rencanaku yang menyenangkan tiba-tiba berubah jadi LEBIH menyenangkan! Ada sebuah paket di depan pintu rumah yang dialamatkan untukku. Dengan nggak sabar aku merobek pembungkusnya dan.... ternyata itu dari Shanty owner Raisy Tasthy :) Isinya sebuah tas hobo berwarna coklat dengan tempelan kain yang dijahit sedemikian rupa hingga berbentuk rumah. Wah, senangnya. Langsung saja aku SMS Ray. Aku bilang, "Ayo bersenang-senang, gue punya tas baru", hihihi...

Biasanya, Bapak selalu menjadi fotograferku dalam segala kesempatan. Setiap aku habis mandi dan merasa cantik (hihi), setiap ada acara kumpul keluarga, setiap aku tampil di suatu acara dan setiap moment-moment penting lainnya, termasuk saat aku ingin berfoto dengan barang baru seperti sekarang. Tapi, karena Bapak baru pulang di pertengahan minggu, jadi aku minta Ray saja untuk menggantikan Bapak. Hasilnya memang pasti berbeda, tapi itu nggak penting, yang penting kami bersenang-senang! :)



Raisy Tasthy

Ray datang jam 4 sore, dan sebelum ia sempat membuka sepatu aku sudah tunjukan my newest hobo bag :p Ternyata Ray juga suka dengan tas'nya. Katanya imut dan berguna banget buatku karena bisa memuat banyak barang. Hehehe, tahu saja kalau aku suka bawa banyak barang *blush*
Memang betul, desainnya super cute dan mengingatkanku dengan masa kecil. Ingat dengan boneka perca berbentuk beruang yang antara wajah dan badannya berbeda warna? Nah, seperti itulah aku melihat tas ini. It brings happiness :) Aku juga suka karena bahannya kain jadi mudah dicuci dan dilipat, nggak perlu space besar di dalam lemari atau kotak penyimpanan. Pakai tas ini juga menghemat penggunaan aksesoris, lho. Lihat tali tas-nya yang dijalin sehingga membentuk little bow, memberi aksen manis dipadukan dressku yang polos, kan? ;)


Check Raisy Tasthy collections here :)


Oh, iya aku belum cerita soal Raisy Tasty, ya? Terlalu semangat cerita soal ke-imutan tas baru, sih, hihihi... Jadi produk Raisy Tasty itu semuanya handmade. Setiap barang stock-nya limited, jadi dijamin kalau dipakai nggak akan bertemu kembaran :p Gambar dan teknik sulam yang digunakan pun berbeda dari kebanyakan produk yang beredar di pasaran, karena lebih konteporer dan nge-pop. Pokoknya, sangat-sangat mencerminkan jiwa muda, deh :D
Produk yang tersedia pun nggak hanya hobo bag, tapi juga ada backpack dan bookmark. Untuk melihat koleksi lengkapnya bisa cek facebooknya di sini atau blog-nya di sini. Dan untuk memesan, nggak perlu khawatir dihambat oleh jarak, karena Raisy Tasthy akan mengantarkan pesanan kalian sampai selamat ke rumah masing-masing, hihihi. Tinggal SMS saja ke nomor 087.822.887.605, atau invite pin blackberry-nya 27D351B5, atau bisa juga langsung mention di twitternya @Raisy_Tasthy :)


 


Sesorean Ray menjadi fotograferku. Ia semangat sekali mengatur poseku dan menyuruhku untuk berpindah-pindah tempat. Apalagi si kecil Eris tiba-tiba mengintip dari balik pagar garasi dan ingin ikut bergabung dengan kami. Makin cerialah suasana di halaman rumah :) Baru setelah hari menjadi gelap kami masuk ke dalam rumah, dan ternyata ada kejutan lainnya. Sudah berminggu-minggu aku mengidamkan rainbow cake, dan ternyata Ray memutuskan membelikannya untukku! :D Ray pergi menggunakan motor ke toko kue terdekat dan kembali dengan membawakan satu slice kue idaman. Waktu aku buka kotaknya, ternyata hancur, hihihi, sepertinya ia ngebut waktu di jalan, lol. Meski begitu, ini hadiah termanis yang aku terima. Ray sedang harus berhemat bulan ini, tapi ia tetap ingin membahagiakanku. Thanks a lot my goldensun :) Dan, terima kasih juga Raisty Tasthy! You really made my day, —-as cheerful as your design :D



Sweetest rainbow cake, karena diberikan dengan rasa sayang, hihihi :)

cutest hobo bag, ever :)







Raisy Tasyhy
HP dan pin BB: 087.822.887.605/27D351B5



colorful spirit,

INDI

_________________________________
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE.

Sabtu, 05 Mei 2012

Ayo Kartinian! :)




OOTD Headband: Bunga | Kebaya: Belong to my Aunt | Dress: Toko Kecil Indi | Bag: Kalimantan (gift from Granny) | Shoes: Fladeo


Howdy-do, world! Welcome, May! :D

So, how was your April, guys? It's been a hot-hot-heat month in here. Tapi nggak apa, karena itu artinya es krim dan minuman dingin jadi terasa seribu kali lipat lebih enak daripada biasanya, hihihi... :)
Meskipun sekarang sudah bulan Mei, tapi ada cerita dari bulan April yang belum sempat aku share. It's about Kartini's day, atau hari Kartini, atau singkatnya sering disebut "Kartinian".
It's been a zillion years sejak terakhir kali aku ikut Kartinian, aku lupa kapan tepatnya, tapi rasanya waktu itu aku masih SD. Aku berkebaya lengkap dengan sanggulnya dan diantar Ibu pakai becak menuju sekolah, hihihi. What a sweet memory :)

Nah sekarang, di usiaku yang sudah dewasa, nggak disangka-sangka aku dapat kesempatan ikutan lagi acara Kartinian! Well, sebenarnya bukan sebagai peserta lomba busana, sih, tapi aku sebagai MC di TK tempatku mengajar, hihihi. Meski begitu aku sangat senang karena bisa memunculkan nostalgia manis ;) Dan tentu saja aku senang karena murid-muridku bisa dapat kesempatan seperti ini, soalnya sekarang semakin jarang sekolah yang mengadakan Kartinian. Kalau dulu, waktu aku masih TK pasti satu minggu sebelumnya sekolah sudah sibuk mendekor dan menyewa andong untuk pawai keliling komplek. Tapi sekarang, meski di sekitar rumah ada tiga TK, nggak satupun yang mengadakan Kartinian. So sad... :(


With miss. Tri and the kids :)

Indi and Niknik


Memang sih, bukan tanpa alasan juga kenapa Kartinian sekarang jarang dirayakan dengan pawai dan ramai-ramai pakai baju daerah (sama dengan acara tujuh-belasan yang juga semakin jarang). Alasannya beragam, dari yang aku dengar ada orangtua murid yang keberatan jika harus mengelurkan uang untuk setengah hari perayaan, katanya mubazir, lebih baik digunakan untuk yang lain. Dan ada juga yang beranggapan bahwa Kartinian nggak harus dirayakan, mengenang dan menghargai jasa-jasanya saja sudah cukup.


Ya... itu memang nggak salah, sih... Tapi apakah para orangtua lupa dengan bagaimana asyiknya mengikuti acara Kartinian waktu mereka kecil dulu? Aku harap sih nggak, karena jika mereka dulu senang, maka anak-anak mereka pun akan senang jika mengikutinya sekarang. Zaman memang selalu berubah, tapi aku yakin anak-anak akan selalu sama dari masa ke masa :)


Makanya aku bersyukur sekali bisa bekerja di TK ini. Meski sederhana, tapi satu minggu sebelum Kartinian pihak sekolah, para orangtua dan murid-murid sudah sibuk sekali. Semuanya terlibat, semua bekerja sama. Bahkan murid-murid playgroup pun sangat semangat berlatih untuk mengikuti lomba peragaan busana daerah dan membaca poem. Senang rasanya selama satu minggu aku mendengar celotehan anak-anak tentang busana yang akan mereka pakai. Meski kebanyakan dari mereka belum mengerti apa itu arti busana daerah. Misalnya saja waktu aku bertanya pada seorang anak tentang busana yang akan dipakainya, ia menjawab, "Aku pakai baju Kartini nanti." Hihihi, so cute :)






Cute little pilot :)

Everyone says this little girl is a little version of me, hahaha :)

Aku dikabari untuk menjadi MC cuma semalam sebelum hari H. Sangat mendadak, dan hampir saja menolak karena nggak punya kebaya. Tapi berhubung aku sangat-sangat ingin mengikuti Kartinian, aku langsung hubungi Tante dan bertanya tentang sebuah kebaya yang ia miliki sejak lama. Beruntunglah kebaya yang dimaksud masih ada di Bandung, karena kalau sudah dibawa pulang artinya aku harus menyusul kebaya itu ke Jakarta, hihihi. Oh, iya kebayanya sebelumnya pernah aku pakai untuk prom night, lho. Ternyata badanku nggak berubah banyak karena setelah bertahun kemudian masih muat :) Untuk padanannya aku pakai rok batik yang sayangnya harus dibatalkan karena kesempitan, dan waktu dirombak ternyata malah kebesaran, hihihi. Ya sudah aku pakai saja dress hitam polos supaya berkesan sedikit resmi. 


Rebutan microphone, hahaha :D


Meskipun acara dimulai jam 9 pagi, tapi anak-anak dan para orangtua sudah berkumpul sejak jam 8 pagi. Semuanya tampak ceria dan cantik. Ibu gurunya ---aku--- kalah nih, karena cuma pakai bedak dan lip gloss, hihihi. 

Anak-anak sudah nggak sabar ingin segera menunjukan kebolehannya, setiap kali berpapasan denganku pasti saja ada yang bertanya, "Miss, acaranya dimulai kapan?". Wah, sampai terharu rasanya dengan semangat mereka :) Dan waktu acara dimulai, benar saja mereka begitu antusias. Bahkan ada beberapa dari mereka yang naik panggung meski belum gilirannya, atau ingin tampil dua kali, hihihi. Acara pun harus berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan karena setiap kali ada jeda pasti anak-anak bertanya, "Miss, aku mau nyanyi. Boleh naik panggung?". Hihihi, tentu saja aku izinkan mereka semua. Lelah, sih, tapi senang! :) Dan waktu pemenang diumumkan justru jadi saat yang paling menyenangkan. Anak-anak nggak peduli mereka menjadi juara keberapa, karena yang terpenting adalah mereka diizinkan naik ke atas panggung, menjadi bintang selama setengah hari dan pulang membawa bingkisan. Malah, mereka lebih tertarik dengan balon-balon yang menjadi dekor panggung lho daripada dengan piala. Buktinya piala-piala itu ada di genggaman para orangtua, sedangkan anak-anak berebutan mengambil balon, hihihi.


This polite girl asked me, "Miss, boleh foto sama Miss?". Awww :')

With the winners :)



Begitulah. Menyenangkan. Sangat menyenangkan. Jadi akankah tradisi Kartinian ini semakin menghilang? Aku harap nggak. Mungkin anak-anak TK ini belum terlalu mengerti siapa itu Kartini, tapi dengan diadakan tradisi seperti ini mereka secara nggak langsung bisa merasakan semangatnya. Dan yang terpenting mereka bisa bersenang-senang, bisa berekspresi dan menjadi bintang selama setengah hari. Jadi kalau suatu hari aku jadi orangtua atau seorang tante, dan pihak sekolah bertanya apakah aku bersedia untuk berpartisipasi untuk acara Kartinian, dengan yakin aku akan jawab, "Ya, tentu saja" :)


girl power,


INDI


Foto-foto oleh Della. 




___________________________________________

Contact Me? HERE and HERE | My Shop? HERE. Sponsorship? HERE. 

Jumat, 27 April 2012

Namanya Onci: Tini Boneka Kelinci ;)

Buatku sahabat itu nggak harus manusia, tapi bisa juga hewan peliharaan, tanaman kesayangan atau bahkan sebuah benda.



Tujuh belas tahun yang lalu aku pergi ke sebuah mall bersama Ibu dan Bapak. Seperti biasa, aku mengintip ke bagian "mainan anak-anak" dan memperhatikan setiap mainan yang ada di sana. Iya, memperhatikan, saja. Aku sangat jarang minta dibelikan mainan. Bukan karena aku takut Ibu dan Bapak nggak membelikan, tapi aku memang nggak mau. Aku sudah punya banyak mainan, lungsuran dari para sepupu, kado dari Om dan Tante dan tentu saja dari orangtua tanpa aku harus meminta. Memperhatikan mainan yang berada di rak-rak toko membuatku merasa seperti di dunia dongeng, membuatku pulang ke rumah dengan perasaan senang dan mempunyai cerita baru yang bisa aku tulis di buku harian sebelum tidur.
Tapi hari itu ada yang lain. Aku melihat sebuah boneka kelinci dan langsung jatuh cinta begitu melihatnya. Bulunya begitu halus, pakaiannya indah, berwarna pink sepeti warna kesukaanku. Aku menyentuhnya sekilas dan segera meninggalkannya tanpa mengatakan pada Ibu atau Bapak bahwa aku menginginkan boneka itu. Aku pikir, "ah, di rumah pun masih banyak boneka yang lain".
Ketika kami bersiap pulang pikiranku tetap berada di boneka itu. Aku menunda-nunda saat Bapak memintaku masuk ke dalam mobil. Hingga akhirnya aku duduk dengan aman di kursi belakang mobil, dengan sabuk pengaman dan mobil yang segera dihidupkan, aku memutuskan untuk... menangis. Entahlah, haha, waktu itu aku ingin mengatakan yang sebenarnya tapi malah tangisanlah yang keluar :D
Setelah beberapa menit yang membingungkan, akhirnya aku bercerita bahwa aku menginginkan sebuah boneka. Ibu dan Bapak tertawa, mereka berkata mengapa aku nggak bilang saja, toh aku sangat jarang minta dibelikan mainan.
Hari itu pun berakhir bahagia. Kami kembali lagi ke mall dan pulang dengan sebuah boneka kelinci di pelukanku...

Aku dan boneka kelinci segera tak terpisahkan. Kemana pun aku pergi, boneka lembut itu selalu ada di pelukanku. Bahkan aku selalu berusaha membawanya ke sekolah meski Ibu pasti marah. Boneka itu aku beri nama "Tini Boneka Kelinci", nama yang panjang dan selalu aku sebutkan lengkap ketika ada yang menanyakan namanya. Lalu atas saran Puja, adikku, "Tini Boneka Kelinci" diberi nama panggilan "Onci" :)
Onci melewatkan banyak hal denganku. Di saat aku bersedih dan aku terlalu malu untuk bercerita, aku pasti langsung memeluk Onci sambil menangis. Menenangkan rasanya ketika air mataku menyerap di bulu-bulunya yang halus seolah semua kesedihan ikut terserap di sana. Onci juga menjadi my very best roommate. Setiap malam aku menghabiskan waktu dengannya. Tangan kiriku memegang botol susu dan tangan kanan memeluk Onci, begitu sampai aku benar-benar terlelap...

Pernah suatu ketika aku dan keluarga pergi ke luar kota. Di tengah perjalanan aku baru sadar bahwa Onci tertinggal di kamar. Aku langsung histeris dan meminta untuk kembali. Syukurlah Ibu dan Bapak mengiyakan, kami kembali lagi untuk menjemput Onci dan melanjutkan perjalanan. Tapi itu cuma satu kali. Lain waktu Onci tertinggal lagi dan orangtuaku memutuskan melanjutkan perjalanan meski aku menangis terus. Setelah sampai di tujuan aku malah sakit dan memanggil-manggil Onci. Ibu membujuk aku akan diberikan boneka baru. Tapi aku tetap menginginkan Onci, dan obat penurun panas pun nggak berhasil menurunkan demamku. I miss my Onci so much :(



+


 =

 


Begitulah, aku dan Onci nggak terpisahkan. Saat aku berantem dengan Puja, Onci selalu menjadi senjataku. Telinganya aku pegang erat dan badannya aku pukul-pukulkan ke punggung Puja. Bukan senjata yang berbahaya memang, tapi aku merasa nggak terkalahkan kalau bersama Onci, hehehe.
Fisik Onci pun semakin lama semakin menurun. Bajunya koyak dan busa-busanya keluar. Ibu terlalu rajin mencuci Onci, alasannya Onci sering terkena tumpahan susu dari botolku. Dan, well, ya perlakuan 'kasar' ku juga menjadi salah satu penyebab Onci rusak :(
Sudah nggak terhitung berapa kali banyaknya Onci dijahit dan ditambal. Lama-kelamaan baju aslinya nggak nampak lagi. Seingatku Onci pernah berubah menjadi motif strawberry, lalu bunga-bunga, lalu... ah, aku nggak ingat lagi. Terlalu banyak, hehehe.







Beranjak remaja, aku sempat agak meninggalkan Onci. Boneka yang berada di atas tempat tidur bukan lagi hanya Onci, tapi ada boneka-boneka lain yang lebih baru, yang lebih modern, yang aku peluk bergantian setiap malam. Tapi lalu datang satu moment yang mengingatkan bahwa Onci sangat spesial, Onci telah menemaniku melewati banyak hal. Bulu putihnya yang berubah kecoklatan karena usia seharusnya nggak membuat aku lupa bahwa sebelumnya ia adalah boneka termanis yang pernah kulihat.
Oh iya, warna Onci yang telah berubah ini sempat menjadi masalah, lho. Suatu hari, di usia dewasaku, tepatnya 4 tahun yang lalu, aku harus dirawat di rumah sakit karena terkena demam berdarah dan tipus. Onci yang saat itu bersamaku bahkan ketika masih di unit gawat darurat diusir dari kamar inap oleh seorang suster. Terang saja aku marah dan memilih pulang ke rumah daripada harus berpisah dengan Onci. Untung saja ada dokter yang memeriksa kebersihan Onci. Rupanya karena warnanya kumal, suster itu mengira Onci sudah kotor. Huhu... poor Onci :(



OOTD Hair clip: Kreasi CantiQ | Shirt & Skirt: Toko Kecil Indi | Foot warmer: Pasar Baru






Dan sekarang, di usia Onci yang ke tujuh belas keadaannya semakin menyedihkan. Nggak peduli seberapa sering ia dicuci dan ditambal, Onci pasti kembali kumal dan koyak. Kain yang membungkusnya semakin tipis karena setiap malam aku masih (dan sepertinya untuk jangka waktu yang sangat sangaaaaat lama) memeluknya erat sampai aku terlelap. Aku hampir saja memilih untuk menyimpan Onci di lemari kaca kalau saja 2 hari yang lalu aku nggak menemukan 3 lembar kain flanel kiriman dari Bunda Dien waktu aku beres-beres kamar. Kain flanel teksturnya lebih tebal daripada kain katun, aku pikir pasti akan lebih kuat untuk menambal Onci :) Jadilah selama 2 hari Onci diinapkan di tempat Bi Ade untuk dibuatkan baju baru sekaligus ditambal. Meski aku agak uring-uringan karena 2 malam nggak bersama Onci, tapi aku senang sekali waktu melihat hasilnya. Onci tambah cantik! :D


Aku sadar, aku akan semakin dewasa dan suatu hari mungkin rasa tergantungku dengannya akan berkurang. Aku akan mempunyai keluarga kecil, dan Onci mungkin akan menjadi teman anakku juga kelak. Tapi aku berjanji akan menjaga Onci selama aku bisa. Aku akan merawatnya dan memperlakukannya dengan baik. Juga menjaga kenangan-kenangan bersamanya agar selalu tersimpan manis di hati. Sepertiku bilang, Onci bukan sekedar boneka. She's my best friend. Forever! :)



 



 :) :) :)

Indi

*Sorry for my super oily and pale face. Aku baru saja pulang kuliah dan cuci muka. Jadi inilah wajahku tanpa bedak, lipstik, dan bahkan tanpa lipgloss :p

_____________________________________
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE.