![]() |
| OOTD Headband: Bunga | Kebaya: Belong to my Aunt | Dress: Toko Kecil Indi | Bag: Kalimantan (gift from Granny) | Shoes: Fladeo |
Howdy-do, world! Welcome, May! :D
So, how was your April, guys? It's been a hot-hot-heat month in here. Tapi nggak apa, karena itu artinya es krim dan minuman dingin jadi terasa seribu kali lipat lebih enak daripada biasanya, hihihi... :)| With miss. Tri and the kids :) |
| Indi and Niknik |
![]() |
Memang sih, bukan tanpa alasan juga kenapa Kartinian sekarang jarang dirayakan dengan pawai dan ramai-ramai pakai baju daerah (sama dengan acara tujuh-belasan yang juga semakin jarang). Alasannya beragam, dari yang aku dengar ada orangtua murid yang keberatan jika harus mengelurkan uang untuk setengah hari perayaan, katanya mubazir, lebih baik digunakan untuk yang lain. Dan ada juga yang beranggapan bahwa Kartinian nggak harus dirayakan, mengenang dan menghargai jasa-jasanya saja sudah cukup.
Ya... itu memang nggak salah, sih... Tapi apakah para orangtua lupa dengan bagaimana asyiknya mengikuti acara Kartinian waktu mereka kecil dulu? Aku harap sih nggak, karena jika mereka dulu senang, maka anak-anak mereka pun akan senang jika mengikutinya sekarang. Zaman memang selalu berubah, tapi aku yakin anak-anak akan selalu sama dari masa ke masa :)
Makanya aku bersyukur sekali bisa bekerja di TK ini. Meski sederhana, tapi satu minggu sebelum Kartinian pihak sekolah, para orangtua dan murid-murid sudah sibuk sekali. Semuanya terlibat, semua bekerja sama. Bahkan murid-murid playgroup pun sangat semangat berlatih untuk mengikuti lomba peragaan busana daerah dan membaca poem. Senang rasanya selama satu minggu aku mendengar celotehan anak-anak tentang busana yang akan mereka pakai. Meski kebanyakan dari mereka belum mengerti apa itu arti busana daerah. Misalnya saja waktu aku bertanya pada seorang anak tentang busana yang akan dipakainya, ia menjawab, "Aku pakai baju Kartini nanti." Hihihi, so cute :)
![]() |
| Cute little pilot :) |
![]() |
| Everyone says this little girl is a little version of me, hahaha :) |
Aku dikabari untuk menjadi MC cuma semalam sebelum hari H. Sangat mendadak, dan hampir saja menolak karena nggak punya kebaya. Tapi berhubung aku sangat-sangat ingin mengikuti Kartinian, aku langsung hubungi Tante dan bertanya tentang sebuah kebaya yang ia miliki sejak lama. Beruntunglah kebaya yang dimaksud masih ada di Bandung, karena kalau sudah dibawa pulang artinya aku harus menyusul kebaya itu ke Jakarta, hihihi. Oh, iya kebayanya sebelumnya pernah aku pakai untuk prom night, lho. Ternyata badanku nggak berubah banyak karena setelah bertahun kemudian masih muat :) Untuk padanannya aku pakai rok batik yang sayangnya harus dibatalkan karena kesempitan, dan waktu dirombak ternyata malah kebesaran, hihihi. Ya sudah aku pakai saja dress hitam polos supaya berkesan sedikit resmi.
![]() |
![]() |
| Rebutan microphone, hahaha :D |
Meskipun acara dimulai jam 9 pagi, tapi anak-anak dan para orangtua sudah berkumpul sejak jam 8 pagi. Semuanya tampak ceria dan cantik. Ibu gurunya ---aku--- kalah nih, karena cuma pakai bedak dan lip gloss, hihihi.
Anak-anak sudah nggak sabar ingin segera menunjukan kebolehannya, setiap kali berpapasan denganku pasti saja ada yang bertanya, "Miss, acaranya dimulai kapan?". Wah, sampai terharu rasanya dengan semangat mereka :) Dan waktu acara dimulai, benar saja mereka begitu antusias. Bahkan ada beberapa dari mereka yang naik panggung meski belum gilirannya, atau ingin tampil dua kali, hihihi. Acara pun harus berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan karena setiap kali ada jeda pasti anak-anak bertanya, "Miss, aku mau nyanyi. Boleh naik panggung?". Hihihi, tentu saja aku izinkan mereka semua. Lelah, sih, tapi senang! :) Dan waktu pemenang diumumkan justru jadi saat yang paling menyenangkan. Anak-anak nggak peduli mereka menjadi juara keberapa, karena yang terpenting adalah mereka diizinkan naik ke atas panggung, menjadi bintang selama setengah hari dan pulang membawa bingkisan. Malah, mereka lebih tertarik dengan balon-balon yang menjadi dekor panggung lho daripada dengan piala. Buktinya piala-piala itu ada di genggaman para orangtua, sedangkan anak-anak berebutan mengambil balon, hihihi.
![]() |
| This polite girl asked me, "Miss, boleh foto sama Miss?". Awww :') |
![]() |
![]() | |||
| With the winners :) |
Begitulah. Menyenangkan. Sangat menyenangkan. Jadi akankah tradisi Kartinian ini semakin menghilang? Aku harap nggak. Mungkin anak-anak TK ini belum terlalu mengerti siapa itu Kartini, tapi dengan diadakan tradisi seperti ini mereka secara nggak langsung bisa merasakan semangatnya. Dan yang terpenting mereka bisa bersenang-senang, bisa berekspresi dan menjadi bintang selama setengah hari. Jadi kalau suatu hari aku jadi orangtua atau seorang tante, dan pihak sekolah bertanya apakah aku bersedia untuk berpartisipasi untuk acara Kartinian, dengan yakin aku akan jawab, "Ya, tentu saja" :)
girl power,
INDI
Foto-foto oleh Della.
___________________________________________













