![]() |
| OOTD Necklace: Bunga | T shirt: Aerosmith T | Shorts: Queenbee | Socks: Carefour |
Hey! Ini sudah April ya? Hahaha, ya ampun aku sampai nggak sadar! Waktu terasa cepat belakangan ini, mungkin gara-gara aku terlalu menikmati dan, well, ya kesibukan juga berperan penting dalam amnesia temporari ini :p So, how's your early April, guys? Ada yang jadi korban April fools? Hihihi... :D
Sebelum Maret berakhir, aku mengalami beberapa kejadian menyenangkan. Yang pertama adalah, akhirnya aku dapat kesempatan mengajar secara langsung anak-anak TK! Wah, kapan-kapan aku harus cerita ya, karena ini seru sekali, at least menurutku, hihihi (siapa tahu ada yang protes bilang nggak seru, lol). Dan yang kedua, karena Paskah semakin dekat aku jadi sedikit sibuk mengerjakan beberapa desain untuk costumer. Doakan hasilnya baik-baik, ya.... Nah yang ketiga dan yang paling seru adalah... STEVEN TYLER ULANG TAHUN! WOO... HOOO!!
Eh... Ehm, okay, sepertinya cuma aku saja yang histeris, ya? Kalian mungkin baca sambil bengong :p
Sebelum Maret berakhir, aku mengalami beberapa kejadian menyenangkan. Yang pertama adalah, akhirnya aku dapat kesempatan mengajar secara langsung anak-anak TK! Wah, kapan-kapan aku harus cerita ya, karena ini seru sekali, at least menurutku, hihihi (siapa tahu ada yang protes bilang nggak seru, lol). Dan yang kedua, karena Paskah semakin dekat aku jadi sedikit sibuk mengerjakan beberapa desain untuk costumer. Doakan hasilnya baik-baik, ya.... Nah yang ketiga dan yang paling seru adalah... STEVEN TYLER ULANG TAHUN! WOO... HOOO!!
Eh... Ehm, okay, sepertinya cuma aku saja yang histeris, ya? Kalian mungkin baca sambil bengong :p
Steven Tyler, atau biasa dikenal sebagai vokalis Aerosmith, atau sebagai bapaknya artis cantik Liv Tyler, atau malah sebagai saingan 'dower'nya Mick Jagger (okay yang terakhir agak menyebalkan) adalah idola masa kecilku. Waktu itu, waktu aku masih berumur 7 tahun, ada video klip "Crazy" di TV. Aku ingat betul waktu itu aku begitu terhipnotis, dan setelah video klip-nya habis langsung bertanya pada Bapak, "Pak itu siapa?". Bapak menjawab bahwa orang yang sedang bernyanyi bernama 'Aerosmith'. Sejak saat itu aku memanggil sang vokalis dengan nama 'Aerosmith', karena aku pikir itu nama orang, bukan nama band, hihihi...
Beberapa bulan kemudian, album Aerosmith yang berjudul "Get a Grip" sangat-sangat-sangat booming di Indonesia. Lagu-lagunya semakin sering diputar di TV, seperti "Livin" on the Edge" dan "Cying". Dari sebuah acara di TV akhirnya aku tahu bahwa nama vokalisnya ternyata Steven Tyler. Entah kenapa, telingaku sangat mudah sekali menangkap lagu-lagu tersebut. Belum ada satu minggu aku sudah jagoan teriak lantang, "I was crying when I met you, now I'm dying just to forget youuuuu", padahal mengerti artinya saja nggak, hehehe. I'm only 7 remember? :p
Beberapa bulan kemudian, album Aerosmith yang berjudul "Get a Grip" sangat-sangat-sangat booming di Indonesia. Lagu-lagunya semakin sering diputar di TV, seperti "Livin" on the Edge" dan "Cying". Dari sebuah acara di TV akhirnya aku tahu bahwa nama vokalisnya ternyata Steven Tyler. Entah kenapa, telingaku sangat mudah sekali menangkap lagu-lagu tersebut. Belum ada satu minggu aku sudah jagoan teriak lantang, "I was crying when I met you, now I'm dying just to forget youuuuu", padahal mengerti artinya saja nggak, hehehe. I'm only 7 remember? :p
Aku pun segera merengek pada Bapak minta dibelikan kasetnya. Waktu itu Bapak kaget karena meski beliau pecinta musik rock, beliau bukan fans berat dengan Aerosmith. Bapak lebih suka dengan Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple dan teman-temannya. Katanya Aerosmith itu norak, tenarnya nanggung dan Steven Tyler itu terlalu teriak-teriak, sama 'nggak enak'nya dengan Axl Rose (well, Bapak punya dendam pribadi dengan Axl Rose, kapan-kapan aku ceritakan, ya, hahaha). Diberi tahu seperti itu langsung saja aku menangis, aku bilang pada Bapak bahwa selama ini aku selalu mengikuti selera musiknya, jadi kenapa aku nggak boleh sekali ini saja memilih idola sendiri? Setelah nangis kejer dicampur acting meyakinkan, Bapak akhirnya membelikanku kaset "Get a Grip", dan secara resmi akupun dikenal sebagai, "Kak Indi, fans berat Aerosmith" di rumah :p
Belakangan aku tahu bahwa sama sekali nggak benci Aerosmith, beliau cuma jealous aku 'dekat' dengan laki-laki lain, lol.
Lama-lama Bapak mulai mengikhlaskan putri kecilnya punya idola sendiri, malah waktu aku sedikit lebih besar beliau membujuk kakak iparnya untuk memberikan CD "Big Ones" edisi import padaku. Aku senang bukan main, melompat-lompat dan nggak mengizinkan siapapun menyentuh CD itu. Setiap ke sekolah atau pergi les aku selalu membawa discman atau walkman supaya bisa mendengarkan suara Steven Tyler setiap waktu. Meski kesannya sedikit bandel, tapi Bapak dan Ibu nggak melarang. Ibu malah mengganggapnya sebagai hal lucu. Terkadang beliau malah menjadikan Steven Tyler sebagai 'senjata'. Kalau aku ke salon untuk potong rambut dan protes nggak mau pakai hairdryer dengan alasan panas, Ibu pasti langsung melotot dan bilang, "Masa sama hair dryer saja takut? Katanya mau jadi rocker seperti Steven Tyler. Di panggung lebih panas, lho, Kak!". Hahahaha, dan aku pun percaya apa yang Ibu bilang meski tetap meringis menahan panas.
Belakangan aku tahu bahwa sama sekali nggak benci Aerosmith, beliau cuma jealous aku 'dekat' dengan laki-laki lain, lol.
Lama-lama Bapak mulai mengikhlaskan putri kecilnya punya idola sendiri, malah waktu aku sedikit lebih besar beliau membujuk kakak iparnya untuk memberikan CD "Big Ones" edisi import padaku. Aku senang bukan main, melompat-lompat dan nggak mengizinkan siapapun menyentuh CD itu. Setiap ke sekolah atau pergi les aku selalu membawa discman atau walkman supaya bisa mendengarkan suara Steven Tyler setiap waktu. Meski kesannya sedikit bandel, tapi Bapak dan Ibu nggak melarang. Ibu malah mengganggapnya sebagai hal lucu. Terkadang beliau malah menjadikan Steven Tyler sebagai 'senjata'. Kalau aku ke salon untuk potong rambut dan protes nggak mau pakai hairdryer dengan alasan panas, Ibu pasti langsung melotot dan bilang, "Masa sama hair dryer saja takut? Katanya mau jadi rocker seperti Steven Tyler. Di panggung lebih panas, lho, Kak!". Hahahaha, dan aku pun percaya apa yang Ibu bilang meski tetap meringis menahan panas.
![]() |
| Kaos-kaos pemberian Ibu waktu beliau ajak aku bolos sekolah dan ke Jakarta :D |
![]() |
| Ada yang covernya berbeda? Itu memang aku yang print sendiri, lol. |
Di masa pra remaja, kesukaanku terhadap Steven Tyler lebih dari sekedar obesesi tanpa arti. Aku nggak lagi melulu mendengarkan musiknya dan mengalami cinta buta akut. Selain Harry Potter, Steven Tyler juga sangat membantu dalam menghadapi para bully menyebalkan. Setelah lebih dewasa, setiap aku memikirkan kembali masa pra remajaku, semakin 'mengertilah' kenapa dulu aku sangat attached dengan Steven Tyler...
Seperti yang sering kusebutkan, dulu aku sering diejek karena kekurangan fisikku. Tapi Steven Tyler lah yang membuatku tahan untuk nggak menangis. Aku membaca biografinya dan menemukan bahwa ia juga dulu sering diejek karena fisiknya. Tapi bukannya menangis, Steven Tyler kecil justru menunjukkan pada teman-temannya bahwa ia juga hebat di luar kekurangannya. Malah dengan berani ia mengatakan pada teman-temannya bahwa suatu hari bibir tebalnya akan digilai para perempuan dan semua yang dulu mengejeknya akan berbalik memujinya.
Seperti Steven Tyler, aku mulai menggali potensi diri dan mencari apa yang kusuka. Awalnya aku hanya meniru apa yang idolaku lakukan, belajar drum karena ia juga begitu di masa remajanya. Meski aku nggak begitu berbakat tapi akhirnya bisa lulus sampai grade 2 dengan hasil yang lumayan. Aku juga ikut menyanyi seperti Steven, aku mengikuti latihan paduan suara dan mengambil suara sopran supaya bisa melengking dan dapat julukan 'Demon of Screaming', hihihi. Well, suaraku memang nggak bagus, apalagi punya range seperti Steven Tyler, tapi menyanyi ternyata lebih aku nikmati daripada menjadi drummer. Aku terus bergabung di paduan suara sampai aku kuliah, mengikuti banyak lomba dan event. Aku mendapatkan banyak pengalaman berharga di sana, yang nggak pernah aku duga sebelumnya. Siapa menyangka, mempunyai idola ternyata berpengaruh begitu banyak padaku, menjadi lebih percaya diri dan menemukan kemampuan diri :)
Seperti yang sering kusebutkan, dulu aku sering diejek karena kekurangan fisikku. Tapi Steven Tyler lah yang membuatku tahan untuk nggak menangis. Aku membaca biografinya dan menemukan bahwa ia juga dulu sering diejek karena fisiknya. Tapi bukannya menangis, Steven Tyler kecil justru menunjukkan pada teman-temannya bahwa ia juga hebat di luar kekurangannya. Malah dengan berani ia mengatakan pada teman-temannya bahwa suatu hari bibir tebalnya akan digilai para perempuan dan semua yang dulu mengejeknya akan berbalik memujinya.
Seperti Steven Tyler, aku mulai menggali potensi diri dan mencari apa yang kusuka. Awalnya aku hanya meniru apa yang idolaku lakukan, belajar drum karena ia juga begitu di masa remajanya. Meski aku nggak begitu berbakat tapi akhirnya bisa lulus sampai grade 2 dengan hasil yang lumayan. Aku juga ikut menyanyi seperti Steven, aku mengikuti latihan paduan suara dan mengambil suara sopran supaya bisa melengking dan dapat julukan 'Demon of Screaming', hihihi. Well, suaraku memang nggak bagus, apalagi punya range seperti Steven Tyler, tapi menyanyi ternyata lebih aku nikmati daripada menjadi drummer. Aku terus bergabung di paduan suara sampai aku kuliah, mengikuti banyak lomba dan event. Aku mendapatkan banyak pengalaman berharga di sana, yang nggak pernah aku duga sebelumnya. Siapa menyangka, mempunyai idola ternyata berpengaruh begitu banyak padaku, menjadi lebih percaya diri dan menemukan kemampuan diri :)
Bapak dan Ibu ternyata melihat perubahanku, mereka mendukung apa yang aku sukai. Steven Tyler mengubahku menjadi lebih baik, kecuali selera berpakaianku tentu saja, hahaha. Aku pernah lho mengalami fase di mana hanya mau pakai kaos Aerosmith dan nggak mau pakai baju lain. Ibu pernah sampai mengajakku ke Jakarta untuk membeli kaos-kaos Aerosmith supaya aku ada baju ganti. Untunglah fase itu cuma sebentar, karena aku sadar menyukai musiknya, menyukai kepribadiannya bukan berarti aku juga harus seperti Steven Tyler. Aku terinspirasi olehnya, tapi aku tetap menjadi diri sendiri ;)
Sampai hari ini, tepatnya 18 tahun kemudian, aku masih terhipnotis seperti pertama kali melihat Steven Tyler. Aku masih amaze dengan suaranya dan tentu saja tetap bangga dengan kepribadiannya yang berani. Entahlah apa aku sekarang sudah seberani ia atau belum, tapi mengingatnya selalu membuatku semangat untuk menjadi lebih baik dan lebih mempercayai kemampuan diri ketika ada seseorang yang memandang 'rendah'. Mungkin kalian masih nggak mengerti kenapa aku begitu 'WOO HOOO' di ulang tahun Steven Tyler ini. Begini, singkatnya, jelasnya: Semakin ia tua semakin berkembang dan positif kepribadiannya. Aku ingin sepertinya. Titik :)
Selamat ulang tahun, my idol!
Sampai hari ini, tepatnya 18 tahun kemudian, aku masih terhipnotis seperti pertama kali melihat Steven Tyler. Aku masih amaze dengan suaranya dan tentu saja tetap bangga dengan kepribadiannya yang berani. Entahlah apa aku sekarang sudah seberani ia atau belum, tapi mengingatnya selalu membuatku semangat untuk menjadi lebih baik dan lebih mempercayai kemampuan diri ketika ada seseorang yang memandang 'rendah'. Mungkin kalian masih nggak mengerti kenapa aku begitu 'WOO HOOO' di ulang tahun Steven Tyler ini. Begini, singkatnya, jelasnya: Semakin ia tua semakin berkembang dan positif kepribadiannya. Aku ingin sepertinya. Titik :)
Selamat ulang tahun, my idol!
kick some butty and leave a footprint,
INDI
INDI
notes:
* foto-foto ini dibuat pada tanggal 26 maret 2012, tepat di ulang tahun ke 64 steven tyler. bapak yang ambil foto-fotonya.
* yup, aku tahu masalah steven tyler dengan obat-obatan terlarang di masa lalu. but that's not the point, kan? yang terpenting bagaimana ia sekarang. so please don't talk something rude about his past :)
* dua kaosku mendadak menghilang waktu foto-foto ini diambil, jadi tinggal sisa 4 :(
* waktu ulang tahun ke 15 aku dapat kado tart bertuliskan 'aerosmith' dari bapak dan ibu :)
* sering malu-malu untuk menyapa steven tyler di twitter dan tepat di hari ulang tahunnya para followers ku yang baik hati membantu untuk me-RT twit ku ke steven tyler. terharu :')
* di skripi aku menulis quote dari lirik aerosmith, "you have to learn to to crawl, before you learn to walk".
* aku punya ke 14 album aerosmith dan single-single steven tyler. nggak sabar untuk menunggu album barunya juni nanti setelah aerosmith tur. oh ya, juni=my birthday! :D
* yang sedang aku pakai itu kacamata minus 4,5. bukan mainan :p
* yup, aku tahu masalah steven tyler dengan obat-obatan terlarang di masa lalu. but that's not the point, kan? yang terpenting bagaimana ia sekarang. so please don't talk something rude about his past :)
* dua kaosku mendadak menghilang waktu foto-foto ini diambil, jadi tinggal sisa 4 :(
* waktu ulang tahun ke 15 aku dapat kado tart bertuliskan 'aerosmith' dari bapak dan ibu :)
* sering malu-malu untuk menyapa steven tyler di twitter dan tepat di hari ulang tahunnya para followers ku yang baik hati membantu untuk me-RT twit ku ke steven tyler. terharu :')
* di skripi aku menulis quote dari lirik aerosmith, "you have to learn to to crawl, before you learn to walk".
* aku punya ke 14 album aerosmith dan single-single steven tyler. nggak sabar untuk menunggu album barunya juni nanti setelah aerosmith tur. oh ya, juni=my birthday! :D
* yang sedang aku pakai itu kacamata minus 4,5. bukan mainan :p
_________________________________









































