Selasa, 05 Juni 2012

Birthday Party for Farewell.

Menyampaikan kabar buruk itu sangat sulit. Terlebih jika menyampaikannya pada anak-anak...

Cerita ini dimulai dengan sebuah kabar baik, aku diterima bekerja di sebuah sekolah bilingual yang diadaptasi dari kurikulum UK setelah sebelumnya mengalami masa trial (percobaan) selama 2 hari. Jujur saja, waktu interview aku nggak berharap banyak, soalnya lowongan di sekolah ini sudah ditutup sejak 2 minggu sebelumnya, dan hatiku juga sudah ter-set untuk iklas, "kalau masuk syukur, kalau nggak berarti belum rejeki". Makanya, waktu aku dihubungi beberapa hari kemudian, senangnya bukan main. Aku langsung menyiapkan segala perlengkapan untuk hari pertama masuk kerja dan menghubungi kepala sekolah tempat di mana gue mengajar sebelumnya. Semuanya baik-baik saja sampai aku ingat belum berpamitan dengan murid-muridku di sekolah lama...

Mengajar di sebuah TK modern dengan 28 murid adalah pengalaman pertamaku bekerja di jalur "formal". Setelah sebelumnya aku berkutat di balik komputer, mengirimkannya kepada penerbit via email dan mendesain pakaian di rumah lalu mengirimkan hasilnya via jasa pengiriman kepada costumer, akhirnya aku benar-benar menghadapi orang lain secara langsung. Bertatap muka, bersentuhan dan berbincang.
Menjadi guru adalah pekerjaan ideal untuk aku karena nggak membutuhkan waktu seharian dan sifatnya yang terus berkembang. Menyenangkan rasanya bisa bekerja sambil menambah wawasan. Selain itu, I love children for sure. Aku sangat menikmati untuk bersama mereka, dan sejak remaja aku tahu terikat dengan mereka adalah bukan hal yang begitu "sulit".
Itulah yang aku alami dengan murid-murid di sekolah lama. Selama (kurang-lebih) 2 bulan mengajar mereka menjadi sangat terikat denganku. Setiap pergi ke sekolah rasanya begitu menyenangkan karena tahu ada yang menungguku di sana. Di kelas rasanya begitu hangat karena mereka ingin bergantian dipangku, dan ketika jam istirahat anak-anak perempuan sibuk mengantri untuk di cat kukunya. "Ingin seperti Miss. Indi", begitu katanya :)

Treat for the kids :)

Dan sekarang aku harus menyampaikan pada mereka bahwa aku nggak akan mengajar lagi di sana? Itu adalah hal yang paling menakutkan sedunia! Apalagi waktu aku datang ke sekolah untuk berpamitan setelah 2 minggu nggak mengajar dan disambut oleh wajah-wajah manis mereka, semakin menciutlah nyaliku... Mereka berebut memberikan pertanyaan ketika melihatku, dan semuanya sangat sulit dijawab. "Miss, ke mana saja lama nggak ke sini?", "Miss, nanti nggak akan pergi-pergi lagi, kan?". It really broke my heart...
Jangankan untuk menjawab mereka, untuk mengumpulkan keberanian datang ke sekolah ini saja sudah cukup sulit. Aku mencari-cari alasan untuk mengadakan pesta kecil bersama mereka, jangan sampai mereka tahu bahwa ini adalah farewell party. Akhirnya, satu malam sebelumnya aku menghubungi kepala sekolah dan meminta izin untuk mengadakan pesta ulang tahun di sana. Iya, pesta ulang tahun "fiktif" karena ulang tahunku sebenarnya jatuh di tanggal 8 nanti...

Aku bergantian masuk ke kelas A, B dan playgroup untuk menyampaikan bahwa aku berulang tahun dan anak-anak bisa bersenang-senang sampai waktunya pulang. Beruntung sekali, Bu Neni, sang kepala sekolah sangat baik dengan mengizinkan mentiadakan pelajaran untuk hari ini.
Aku mendapatkan banyak ucapan selamat dari anak-anak, juga banyak pelukan dan ciuman tentu saja. Termasuk dari anak laki-laki karena mereka biasanya sedikit canggung. Bahkan Fachri, seorang anak dari kelas B meminta agar keningnya dicium sampai meninggalkan bekas lipstik, hahaha (sayangnya nggak berhasil karena aku cuma memakai lipgloss).

Bersama anak-anak kelas A :)
Anak-anak kelas B. Rio (paling depan, memegang pensil) itu pahlawan kecil. Dia selalu membelaku di setiap kesempatan! :)
Anak-anak playgroup sedang bermain cat :)

Di hari yang sama Andra ternyata berulang tahun! :)

Aku benar-benar bersenang-senang dengan mereka. Rambutku sampai kusut dan aku nggak peduli jika itu terlihat di foto. Kue yang aku bawa pun dalam hitungan menit sudah penuh dengan bekas jari anak-anak. Siapa yang memulai? Tentu saja aku :) Aku mengolesi hidung beberapa anak dengan krim putih dan berakhir dengan belasan anak yang mengantri. Karena pesta ini baru diputuskan di saat-saat terakhir, hanya 1 malam sebelumnya, jadi aku hanya bisa membawa kue tart, muffin dan susu untuk mereka, itupun setelah berkeliling mall selama 3 jam karena susah sekali mencari tart yang sudah jadi. Sederhana, tapi aku lega karena mereka suka.
Anak-anak memperlakukanku dengan sangat istimewa, entah ini adalah kado untuk "ulang tahun" atau mereka tahu bahwa aku akan pergi. Anak-anak perempuan memintaku untuk naik ke ayunan dan beberapa anak laki-laki mendorong dari belakang. Moment yang sangat manis sekali, Resika, seorang anak dari TK B nggak bisa berhenti mengambil fotoku. Malik, seorang anak dari TK A ingin duduk di sampingku di ayunan dan bercerita banyak hal sambil merangkulku. Aku bahkan mendapatkan "kado" dari 2 orang anak, Damara memberikan 1 kotak Frutea dan Rifki memberikan 1 batang lolipop. Jangan bertanya tentang bagaimana kondisi minuman dan permen itu ketika diberikan padaku. Bayangkan saja itu sudah ada di saku mereka selama seharian, hehehe. Meski begitu aku sangat senang menerimanya :)


My messy hair and beautiful Feby :)
Waktu acara tiup lilin banyak liur anak-anak yang muncrat ke mukaku, hahaha :D
Showing the cake :)
Rio melarang Regi yang ingin ikut memegang pisau. Meski aku mengizinkan Regi membantu, Rio terus bilang, "No!!!", hahaha :)
Susu dan muffin untuk Damara :)

Wah, susunya langsung diminum, hihihi...
Playground.
My little "Cherrybelle": Apta, Wylla, Resika :)
Goofing around with Handsome Malik and pretty Jessica :)

Wylla!
My little photographer: Resika, atau biasa menyebut dirinya "neng" :)

Sudah hampir waktunya pulang dan aku masih belum memberitahu mereka tentang kabar buruknya. Aku nggak ingin membohongi mereka, tentu saja, tapi juga nggak ingin mengecewakan mereka. Secara tersirat aku berusaha memberitahukan mereka bahwa aku nggak bisa mengajar mereka lagi. Tissa, seorang anak dari kelas B bertanya kapan aku akan datang lagi karena ia akan memberiku kado. Dengan berat hati aku menjawab bahwa aku belum tahu kapan akan berkunjung lagi (iya, berkunjung, bukan mengajar), tapi pasti akan mengusahakan. Entahlah apa mereka mengerti, tapi sepertinya mereka bisa merasakan. Tissa dan Resika nggak putus asa mendesakku supaya menjawab "iya, besok Miss datang", tapi tentu saja aku nggak bisa... Anak-anak yang cerdas, dan itu membuatku meneteskan air mata waktu aku masuk ke dalam mobil untuk pulang.

Aku benar-benar menangis ketika di dalam mobil. Fachri, Tissa dan Apta berteriak-teriak memanggilku sambil 'membujuk' soal kado. Aku membuka jendela dan mencoba membuat "funny face". Entah bagaimana aku terlihat, tapi aku harap itu berhasil, hehe...
Perpisahan memang selalu berat, tapi aku harus selalu siap. Aku sekarang bekerja di tempat yang baru dan suatu hari pasti akan mengalami saat-saat seperti ini lagi. Ada anak yang keluar sekolah, pesta kelulusan... Nggak bisa dihindari. Tapi aku berjanji pada diri sendiri, meskipun perpisahan itu selalu ada, aku akan menikmati setiap pertemuan pada setiap menitnya, setiap harinya, agar aku nggak akan pernah mengucapkan selamat tinggal pada moment-moment berharga yang dialami sebelum perpisahan itu terjadi :)
So, good bye, kids. Jadilah anak-anak yang baik dan selalu bangga menjadi diri sendiri. Miss Indi sayang kalian. Selalu...

hugs,

Indi

___________________________
Contact Me? Here and Here.
Sponsorship? Here.

Minggu, 03 Juni 2012

Happy Birthday, Our Forever Puppy :)


Welcome, weekend! Welcome, June!
So, how-dy do my reader friends? Semoga semua baik dan happy, ya :D
Di Bulan Juni ini banyak sekali keluarga dan teman gue yang berulang tahun. Hmm, sebenarnya, bukan cuma mereka saja, sih, tapi termasuk gue! Hihihi... Ulang tahun gue jatuh di tanggal 8 nanti, dan gue sudah nggak sabar untuk mewujudkan pesta ulang tahun impian gue :)
Tapi sebelum ulang tahun gue tiba, bulan Mei ditutup dengan ulang tahun salah satu anggota keluarga gue, lho. Tepatnya anjing kesayangan keluarga gue, Eris. Di tanggal 22 Mei lalu, Eris merayakan ulang tahunnya yang ke 3. Wah, waktu rasanya cepat sekali berlalu dan gue masih belum belum sepenuhnya 'sadar' kalau ia bukan lagi puppy, tapi anjing dewasa, hihihi.


my clumsy little girl :)

Gue masih ingat di bulan Februari, waktu Eris masih berusia 9 bulan, ia diserahkan pemiliknya kepada keluarga gue. Iya, diserahkan, secara cuma-cuma. Kisah bagaimana Eris bisa menjadi anggota keluarga kami, menurut gue itu adalah kisah yang sangat ajaib...
Beberapa bulan sebelum kehadiran Eris seluruh keluarga sedang berduka karena kepergian Veggie, anjing golden retriever cerdas yang sudah tinggal bersama kami selama 6 tahun lebih. Waktu itu kami, terlebih gue sama sekali nggak berniat untuk menambah anggota keluarga baru lagi karena takut 'menggantikan' posisi Veggie yang sangat istimewa. Lalu ada seseorang yang menawarkan anjingnya untuk gue adopsi, katanya memelihara anjing itu adalah obat dari kesedihan gue dan keluarga. Awalnya gue ragu, tapi setelah berpikir beberapa hari rasanya ada benarnya juga. Gue nggak boleh berlarut-larut sedih dan menyisakan hati gue untuk anggota keluarga baru.

Akhirnya gue dan Ibu menjemput Eris. Seperti sudah tahu bahwa ia akan diadopsi, Eris langsung berlari ke arah gue dan menjilati pipi gue sampai basah. Ternyata benar, kesedihan gue langsung berkurang berkat sambutan hangat Eris. Dengan perasaan sangat gembira kami membawa Eris pulang ke rumah barunya, ke rumah keluarga gue. Dan tahukah apa yang ajaib? Eris tadinya akan dibeli oleh seseorang seharga 4 juta rupiah, tapi mantan pemiliknya malah memilih menyerahkannya kepada gue dengan cuma-cuma karena ia percaya gue lebih membutuhkan cinta Eris daripada siapapun!...



Eris sangat berbeda dengan Veggie. Veggie badannya besar, berbulu cerah-halus, cerdas dan senang bermain. Sedangkan Eris badannya kecil, berbulu acak-acakan-gelap, sulit mengerti perintah dan pemerhati sejati, nggak terlalu suka bermain. Jujur saja, awalnya gue agak sulit beradaptasi dengan Eris. Toilet training-nya berjalan sangat lambat dan ia juga terlalu ramah bahkan untuk ukuran seekor golden retriever! Eris hampir nggak pernah barking, bahkan terhadap orang asing. Ia bisa mengampiri siapa saja lalu minta dielus dan nggak peduli kalau ada orang masuk ke dalam rumah. Pokoknya Eris itu sangat polos, nggak pernah curiga. Dulu, Veggie cepat sekali mengerti jika diajarkan untuk melakukan trik dan aturan-aturan sederhana, sedangkan Eris, toilet trainingnya saja baru sukses di usia 1 tahun! Hehehe...

Lama kelamaan gue dan keluarga bisa bedaptasi dengan Eris. Kami memulai semuanya dari nol dan mengesampingkan pengetahuan kami tentang anjing. Gue dan keluarga memang cukup berpengalaman dalam memelihara anjing, makanya kami sudah hapal berapa lama waktu yang dibutuhkan anjing untuk belajar. Dan standar waktu kebanyakan anjing nggak berlaku untuk Eris, ia belajar dengan lambat, ia istimewa :)
Gue selalu berusaha untuk sabar pada Eris karena hasilnya selalu sepadan dengan yang gue dapat darinya. Banyak pengalaman lucu bersamanya yang kebanyakan nggak Eris sengaja. Misalnya saja Eris sedang diajari main lempar-tangkap, ia ternyata nggak mengerti harus bagaimana. Jadi ia membawa bolanya sampai jauh dan menaruhnya sangat jauh dari gue, bukannya dikembalikan lagi, hihihi. Atau waktu gue ajari untuk membuka pinta kandang sendiri. Gue memancingnya dengan mangkuk minuman di dalamnya, tapi bukannya berusaha Eris malah meminum air dari ember pel! Hahahaha. She's so clumsy!



sweet treat for the whole family :)


Kado untuk Eris! :)

Dan di ulang tahunnya yang ke 3 gue memberikan sedikit pesta kecil untuk Eris. Gue membeli kue tart untuknya dan kue-kue kecil untuk seisi rumah. Nggak lupa satu kaleng dog food kesukaannya yang sudah gue hias dengan pita sebagai kado. Eris mungkin nggak mengerti dengan apa yang gue lalukan untuknya, tapi ini juga sebagai pengingat keluarga kami bahwa Eris sudah 3 tahun bersama kami, dan kami banyak belajar darinya. Karena Eris gue belajar untuk bersabar dan untuk santai sedikit jika nggak bisa melakukan sesuatu. Tunggu saja, dan berusaha, nanti juga bisa. Seperti Eris :) Dan Eris juga mengajarkan keluarga kami untuk membuka hati dan menerimanya sebagai keluarga baru. Bukan untuk pengganti Veggie, tapi menjadi bagian keluarga bersama dengan Veggie, seperti seekor adik kecil. Jika kami mempunyai cinta yang sangat banyak untuk Veggie, kami nggak perlu menaruhnya dan membiarkannya terpendam. Tapi kami bisa memberikannya kepada Eris, seperti ia mencintai keluarga kami meski harus berpisah dari keluarga lamanya :)



So, happy birthday our forever puppy, Eris. We're really happy and glad to have you! *kisses*


I woof you, Eris,

Indi
______________________________________________
Contact Me? HERE and HERE. My Shop? HERE. Sponsorship? HERE.

Minggu, 27 Mei 2012

Satu Kemenangan, Empat Kebahagiaan :)

Thanks Syifa and Famysa Collections :)

OOTD: Headband: BIP | Batik Blouse: Famysa | Shoes:Michelle CLA


Wah, sudah mau bertemu senin lagi, ya? Padahal rasanya baru saja kemarin aku bilang "selamat weekend", hehehe. So, how was your week, bloggies? Semoga semuanya baik-baik saja, ya :) Aku sendiri agak sibuk di minggu ini, hari sabtu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat malah harus aku pakai untuk bekerja dan mengerjakan tugas. Sebenarnya bukan mauku, tapi ternyata hampir semua pekerjaan yang ter-pending baru muncul sekarang dengan waktu yang hampir bersamaan. Termasuk jadi "stunt double"-nya Om ku untuk menjadi jurnalis di situs news, hehehe. Untung saja ada hari minggu, jadi aku bisa refresh dan recharge tenagaku untuk menghadapi hari senin :)




Nah, mumpung ada kesempatan berlama-lama di depan komputer, aku mau bercerita tentang kebahagiaan yang aku alami baru-baru ini :)
Tanggal 8 Mei lalu aku menerima pesan dari Syifa di kotak komentar blog. Katanya aku menang kontes "Eksis dengan Batik" yang diselenggarakannya. Aku pikir ini adalah pesan salah alamat, karena aku sudah yakin nggak punya harapan untuk menang. Pasalnya foto yang aku ikut sertakan kalah vote di Facebook, hehehe. Tapi karena penasaran, aku tetap buka blog-nya Syifa dan mencari namaku di daftar pemenang. Dan ternyata.... Ya, ampun! Namaku ada di pemenang foto terbaik 1! Aku senang sekali, karena aku ikut kontes ini awalnya untuk sekedar have fun saja, dan sekarang senangnya bertambah karena aku menang. Apalagi hadiahnya batik sarimbit (pasangan) dari Famysa Collections. Wah, harus segera kabari Bapak, karena beliaulah fotografernya :)

Bapak senang sekali, beliau terus memandangi hasil karyanya yang menjadi pemenang. Ini adalah pertama kalinya karya beliau diikutkan kontes, makanya kemenangan ini begitu berarti untuknya. Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa hampir semua foto di blog ini Bapak yang ambil. Sejak aku kecil sampai sebesar ini, beliau memang senang sekali bereksperimen dengan angle-angle kamera meskipun bukan fotografer profesional.
Lucunya, Bapak bilang kalau dapat hadiah, hadiahnya harus untuk beliau. Karena fotograferlah yang membuat foto menjadi bagus, bukan modelnya, hehehe. Egois sekali ya, Bapak :p Langsung saja aku beritahu bahwa hadiahnya ada dua, jadi bisa dipakai bersama-sama. Bapak senang sekali mendengarnya dan nggak sabar menerima hadiahnya. Kontes ini ternyata membuat hati 2 orang menjadi sangat senang. Yang pertama adalah aku, lalu Bapak :)







Melihat kami senang, Puja (my brother) malah sibuk meledek. Katanya, ia sih sudah sering menjadi juara dan dapat hadiah, jadi kemenangan kami terasa biasa-biasa saja baginya. "Cool saja, kali", begitu katanya. Tapi aku biarkan saja, karena aku tahu ia sebenarnya ingin mendapat hadiah juga, hehehe...

Dan kontes ini sepertinya ingin menyenangkan lebih banyak hati lagi. Tanggal 9 Mei ada pesan lagi dari Syifa, ia menawarkan (kerjasama) sponsorship dengan produk batik bola yang masih dari Famysa. Sebentar aku berpikir siapa yang cocok jadi modelnya karena nggak mungkin aku sendiri yang pakai, hehehe. Lalu teringatlah aku pada Puja. Ia pasti jadi model yang tepat ;)



Waktu paket dari Syifa datang aku dan Bapak semangat sekali. Kami langsung merobek pembungkusnya dan melihat isinya. Bapak bahkan langsung mencoba kemeja batiknya! Hehehe. Bagus sekali, pas di badan Bapak dan rapi karena terbuat kain silk. Lalu aku pun nggak mau kalah dan mencoba batik pasangannya. Tapi, yah....... ternyata batiknya kebesaran :( Sangat kebesaran malah sampai-sampai aku bisa memakainya tanpa celana. Aku bercermin selama beberapa menit, mencoba beberapa rok dan celana untuk padanan batik ini. Tapi ternyata yang tercocok adalah nggak memakainya sama sekali, selain stocking putih yang biasa aku pakai sehari-hari. Wah, ternyata malah mirip dress! Manis sekali :)

 






 

 

Aku lalu memberikan batik bola-nya pada Puja. Ia langsung menolak, katanya batik itu hanya untuk orang tua dan hanya cocok dipakai ke undangan. Aku bilang ya, sudah, nanti batiknya untuk Ray saja. Tapi ternyata Puja diam-diam membuka bungkus batiknya ketika sudah aku bereskan. Dengan malu-malu ia menghampiriku dan bilang, "Ih, Kakak kok nggak bilang kalau ini batik bola? Kalau batik bola, sih, adik mau". Hahaha, dasar! Dan kontes ini pun membuat hati yang senang bertambah menjadi tiga. Aku, Bapak, lalu Puja :)

Dan pada tanggal 20 Mei datanglah kesempatan untuk memakai batik-batik baru kami secara bersamaan. Bapak pergi ke undangan bersama Ibu dengan memakai batiknya. Sedangkan aku yang hanya diam di rumah memutuskan untuk mandi dan ikut-ikutan pakai batik, hehehe. Lalu disusul oleh Puja yang mau nge-date dengan memakai batik! Langsung saja kami manfaatkan kesempatan ini untuk berfoto. Apalagi di rumah sedang ada Iie (tante) dan Gina, putrinya. Jadi bisa meminta bantuan mereka untuk mengambil foto kami.

Bapak dengan berat hati harus meninggalkan 'profesi' fotografer-nya sejenak dan beralih menjadi model, hehehe. We had so much fun, kami nggak bisa berhenti tertawa waktu Iie atau Gina mengambil foto kami. Ibu bahkan ikut berfoto meski nggak ikut memakai batik dan bertelanjang kaki. Katanya kapan lagi bisa berfoto bersama di luar hari raya dan tahun baru. Hmm, betul juga, ya, dan lagi-lagi kontes ini menambah hati yang senang. Gue, Bapak, Puja, lalu Ibu yang sangat senang sekali karena bisa memiliki moment seperti ini bersama keluarganya :)

Batik by: Famysa Collections

Behind the scene, hihihi :)







Aku sungguh nggak menyangka kebahagiaan dari mengikuti kontes foto ini ternyata menular pada seluruh anggota keluarga. Aku bersyukur sekali waktu itu memutuskan untuk mendaftar, karena jika nggak ini semua nggak akan terjadi. Kebahagiaan memang selalu menular, sekecil apapun itu, dan tentu saja bisa dimulai dari hal-hal sederhana ;)
Jadi bagaimana dengan kalian? Apa yang sudah kalian alami minggu ini? Apapun itu, semoga terselip kebahagiaan di antara hari-hari kalian, ya :)

Oh, iya, kalau tertarik dengan batik-batik yang kami pakai, kalian bisa mendapatkannya di Famysa Collections, atau SMS Syifa di 08997185407 dan kunjungi blog-nya di sini ;)


oh, happy day,

INDI
_________________________________
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE.