Hi bloggies! Ini aku, Indi, balik lagi dengan lebih cepat. Alasannya tentu saja karena ini sedang (yaiy!) long weekend! :D So, how's your holiday, guys? Fun? Aku harap begitu ya, dan untuk yang merayakan Paskah, aku ucapkan, "May the promise of Easter fill your heart with peace and joy! Happy Easter!" :)
Weekend kali ini terasa sangat spesial karena aku bisa melepas kangen dengan Bapak. Pasalnya, satu bulan belakangan ini beliau sedang bekerja di Purwakarta, ada proyek keluarga. Dan beliau hanya bisa pulang beberapa hari saja setiap satu minggu :( Padahal tahu sendiri kan aku dekat sekali dengan Bapak. Apa-apa maunya sama Bapak, soal makanan saja lebih suka buatan Bapak daripada Ibu (eits, bukan berarti masakan Ibu nggak enak, lho, beliau sangat pintar masak), hehehe. Pokoknya aku itu Daddy's little girl meskipun sudah besar. Jadi selama Bapak bekerja, banyak sekali hal yang aku rindukan...
Aku beranikan diri meminta Ibu untuk mengunjungi Bapak meski keadaan di rumah sebenarnya nggak terlalu memungkinkan, Ibu sedang sibuk. Tapi tanpa disangka-sangka ternyata Ibu setuju. "Soalnya Ibu juga kangen Bapak", begitu katanya, hihihi... Jadilah kami berdua berangkat ke Purwakarta di tanggal 6 April kemarin. Baru 10 menit perjalanan, Bapak sudah meneleponku 4 kali dan SMS aku berkali-kali untuk menanyakan kami sudah sampai mana. Beliau juga sangat kangen kami! :D
Di perjalanan aku semangat sekali bercerita pada Ibu tentang apa rencanaku dengan Bapak nanti. Aku bilang aku akan minta Bapak foto aku yang banyaaaaaaaak sekali seperti kebiasaan kami di rumah. Aku sudah pakai baju baru yang khusus kudesain beberapa hari sebelumnya, dan aku juga sudah mandi, sudah wangi. Pokoknya sudah siap! :) Tapi Ibu bilang aku nggak boleh mengganggu Bapak, karena beliau di sana untuk bekerja, bukan liburan. Ah, aku agak kecewa mendengar Ibu bilang seperti itu, masa Bapak nggak boleh libur beberapa jam saja untuk menghibur anaknya? Tapi sudahlah aku coba pikirkan yang baik-baik saja, apalagi aku percaya, Bapak selalu punya cara untuk membuatku senang ;)
Satu setengah jam kemudian kami sampai di Purwakarta. Aku langsung mencari Bapak di setiap sudut villa keluarga kami. Sayangnya Bapak nggak ada...
Oya, villa ini tadinya tanah kosong milik Kakek dan Nenek, lalu beberapa tahun kemudian keluarga besar kami membangun villa peristirahatan di sini, yang sejak saat itu dijadikan tempat berkumpul kami setiap tahun. Dan sekarang dengan ide dari salah satu kakak Ibu, di lingkungan sekitar villa sedang dibangun beberapa fasilitas untuk warga sekitar seperti masjid, rumah pintar dan rumah singgah. Nah, Bapak dan beberapa anggota keluarga lain lah yang bergantian mengawasi orang-orang yang sedang mengerjakan proyek ini.
Weekend kali ini terasa sangat spesial karena aku bisa melepas kangen dengan Bapak. Pasalnya, satu bulan belakangan ini beliau sedang bekerja di Purwakarta, ada proyek keluarga. Dan beliau hanya bisa pulang beberapa hari saja setiap satu minggu :( Padahal tahu sendiri kan aku dekat sekali dengan Bapak. Apa-apa maunya sama Bapak, soal makanan saja lebih suka buatan Bapak daripada Ibu (eits, bukan berarti masakan Ibu nggak enak, lho, beliau sangat pintar masak), hehehe. Pokoknya aku itu Daddy's little girl meskipun sudah besar. Jadi selama Bapak bekerja, banyak sekali hal yang aku rindukan...
Aku beranikan diri meminta Ibu untuk mengunjungi Bapak meski keadaan di rumah sebenarnya nggak terlalu memungkinkan, Ibu sedang sibuk. Tapi tanpa disangka-sangka ternyata Ibu setuju. "Soalnya Ibu juga kangen Bapak", begitu katanya, hihihi... Jadilah kami berdua berangkat ke Purwakarta di tanggal 6 April kemarin. Baru 10 menit perjalanan, Bapak sudah meneleponku 4 kali dan SMS aku berkali-kali untuk menanyakan kami sudah sampai mana. Beliau juga sangat kangen kami! :D
Di perjalanan aku semangat sekali bercerita pada Ibu tentang apa rencanaku dengan Bapak nanti. Aku bilang aku akan minta Bapak foto aku yang banyaaaaaaaak sekali seperti kebiasaan kami di rumah. Aku sudah pakai baju baru yang khusus kudesain beberapa hari sebelumnya, dan aku juga sudah mandi, sudah wangi. Pokoknya sudah siap! :) Tapi Ibu bilang aku nggak boleh mengganggu Bapak, karena beliau di sana untuk bekerja, bukan liburan. Ah, aku agak kecewa mendengar Ibu bilang seperti itu, masa Bapak nggak boleh libur beberapa jam saja untuk menghibur anaknya? Tapi sudahlah aku coba pikirkan yang baik-baik saja, apalagi aku percaya, Bapak selalu punya cara untuk membuatku senang ;)
Satu setengah jam kemudian kami sampai di Purwakarta. Aku langsung mencari Bapak di setiap sudut villa keluarga kami. Sayangnya Bapak nggak ada...
Oya, villa ini tadinya tanah kosong milik Kakek dan Nenek, lalu beberapa tahun kemudian keluarga besar kami membangun villa peristirahatan di sini, yang sejak saat itu dijadikan tempat berkumpul kami setiap tahun. Dan sekarang dengan ide dari salah satu kakak Ibu, di lingkungan sekitar villa sedang dibangun beberapa fasilitas untuk warga sekitar seperti masjid, rumah pintar dan rumah singgah. Nah, Bapak dan beberapa anggota keluarga lain lah yang bergantian mengawasi orang-orang yang sedang mengerjakan proyek ini.
| Dress baru yang kudesain sendiri :) |
| Sepatu yang dibeli beberapa minggu sebelumnya. Cuma 50 ribu, dapat di rak diskon ;) |
Beberapa menit nggak ada tanda kehadiran Bapak ---hanya ada Kakek di villa---, aku langsung SMS beliau pakai huruf besar semua, "PAAAAAK, AKU SUDAH SAMPAIIIIIII". Dan beberapa saat kemudian, bagai adegan di film-film drama, aku mendengar suara mobil dari kejauhan. Aku langsung bergegas ke arah datangnya suara itu, dan..... Bapak ada di sana sedang mengemudi dengan ngebut! Susah sekali menggambarkan perasaanku waktu melihat Bapak, mungkin di sini aku hanya bisa mengetik 'senang-senang-senang-senang-senang-senang-senang-senaaaaang!', tapi percayalah perasanku gue sangat-sangat beragam :'D Aku langsung memeluk Bapak dan mencium tangannya, dengan semangat aku bercerita tentang apa saja yang kualami selama beliau nggak ada. Bapak mengomentari semuanya, bahkan tentang baju baruku. Katanya "bagus", apalagi ditambah dengan tubuhku yang nampak gemukan. Hihihi, senangnya diperhatikan :)
Bapak meminta kerabat di sana untuk menyiapkan makan siang, tapi aku menolak. Aku bilang, aku nggak mau makan sebelum foto-foto dulu seperti biasanya. Pura-pura merengek, aku bilang nggak mau bajuku keburu kusut jadi harus cepat-cepat difoto selagi rapi. Bapak tertipu! Beliau langsung mengajakku ke hutan jati di samping villa diikuti dengan tatapan marah Ibu, hihihi...
![]() |
| Aku dan Engki, kakekku. I love him so much :) |
![]() |
| Aku dan Ibu :) |
Luar biasa rasanya waktu Bapak berhenti bekerja dulu sejenak demi aku. Iya, demi aku, putrinya yang bukan anak-anak lagi. Beliau menuntunku melewati akar-akan yang menyembul di sepanjang hutan sambil menceritakan tentang ide foto-fotonya nanti. Just me and my daddy. Aku percaya inilah impian setiap gadis di dunia, dan aku bahagia sekali masih bisa mengalaminya... :)
Bapak menunjuk sebuah pohon, menyuruhku berpose di sana dan membidikan kameranya. Klik. Sebuah foto indah karya Bapak pun berhasil dibuat...
Bapak menunjuk sebuah pohon, menyuruhku berpose di sana dan membidikan kameranya. Klik. Sebuah foto indah karya Bapak pun berhasil dibuat...
| Berpose di hutan jati. |
Belum ada setengah jam langit tiba-tiba mendung disusul oleh hujan rintik-rintik. Bapak dan aku bergegas menuju kembali ke villa. Aku sedikit cemberut karena kami baru dapat beberapa foto saja. Tapi Bapak menghibur, katanya setelah makan siang hujan pasti reda, dan kami bisa melanjutkan foto-foto lagi. Aku menurut dan segera makan dengan lahap. Sop, kacang panjang, bahkan ikan sungai yang biasanya nggak suka pun aku habiskan. Entahlah, semuanya terasa enak :)
Bapak nggak ikut makan siang. Hanya gue, Ibu dan seorang kerabat bernama Nek Iyah yang yang tinggal di villa. Sementara Bapak dan Kakek kembali mengawasi proyek. Ibu kembali mengingatkanku supaya nggak mengganggu pekerjaan Bapak. Katanya foto-fotonya sudah cukup dan bisa dilanjutkan di hari Selasa ketika Bapak pulang. Aku mengangguk meski sebenarnya masih mau foto-foto...
Bapak nggak ikut makan siang. Hanya gue, Ibu dan seorang kerabat bernama Nek Iyah yang yang tinggal di villa. Sementara Bapak dan Kakek kembali mengawasi proyek. Ibu kembali mengingatkanku supaya nggak mengganggu pekerjaan Bapak. Katanya foto-fotonya sudah cukup dan bisa dilanjutkan di hari Selasa ketika Bapak pulang. Aku mengangguk meski sebenarnya masih mau foto-foto...
| Foto-foto karya Bapak. Bagus kan semuanya? :) |
Selesai makan siang HP ku berbunyi. SMS dari Bapak! Isinya adalah ajakan untuk melihat proyek rumah pintar yang hampir selesai. Aku langsung mengajak Ibu untuk cepat-cepat pergi selagi hujannya reda. Seharian hujan datang dan pergi, jadi aku takut hujan tiba-tiba datang lagi sebelum kami tiba di tempat Bapak.
Di sana aku melihat banyak bangunan bagus, rumput-rumput rapi dan tanaman yang ditata teratur. Aku membuka pintu bangunan yang paling dekat dan melihat isinya. Wah, luar biasa indah... Perpustakaan lengkap dengan bangku-bangku yang nyaman. Lalu Bapak bertanya apa aku membawa kamera. Aku bilang semua barang-barang, termasuk kamera ada di dalam tas Ibu. Bapak meninggalkanku di perpustakaan sendirian, dan beberapa menit kemudian beliau kembali dengan membawa kamera. "Foto-foto lagi, yuk!". Begitu ajaknya.
Di sana aku melihat banyak bangunan bagus, rumput-rumput rapi dan tanaman yang ditata teratur. Aku membuka pintu bangunan yang paling dekat dan melihat isinya. Wah, luar biasa indah... Perpustakaan lengkap dengan bangku-bangku yang nyaman. Lalu Bapak bertanya apa aku membawa kamera. Aku bilang semua barang-barang, termasuk kamera ada di dalam tas Ibu. Bapak meninggalkanku di perpustakaan sendirian, dan beberapa menit kemudian beliau kembali dengan membawa kamera. "Foto-foto lagi, yuk!". Begitu ajaknya.
Dengan semangat dan senang hati ---tentu saja---, aku langsung bergaya sambil tersenyum. Bapak memberi isyarat supaya aku mengikutinya setelah foto pertama selesai. Katanya, "Ayo, kita foto-foto di luar saja. Kalau ketahuan Ibu nanti dia marah".
Bapak mengambil foto sambil bertanya banyak hal padaku, tentang apa saja yang beliau lewati selama nggak ada di rumah. Beliau juga memintaku menceritakan tentang pengalaman pertama aku mengajar TK dan tentang novel ketigaku. Aku bercerita dengan semangat, banyak tertawa meski kadang diselingi rengekan betapa aku merindukannya. Aku nggak mau terlihat rewel, tentu saja. Tapi perasaan rindu dengan hal-hal kecil dari Bapak memang nggak bisa ditutupi. Tanpa Bapak, nggak ada yang bisa aku dan adik ajak 'berkreasi' di dapur karena Ibu nggak suka kalau dapur acak-acakan.
Bapak mengambil foto sambil bertanya banyak hal padaku, tentang apa saja yang beliau lewati selama nggak ada di rumah. Beliau juga memintaku menceritakan tentang pengalaman pertama aku mengajar TK dan tentang novel ketigaku. Aku bercerita dengan semangat, banyak tertawa meski kadang diselingi rengekan betapa aku merindukannya. Aku nggak mau terlihat rewel, tentu saja. Tapi perasaan rindu dengan hal-hal kecil dari Bapak memang nggak bisa ditutupi. Tanpa Bapak, nggak ada yang bisa aku dan adik ajak 'berkreasi' di dapur karena Ibu nggak suka kalau dapur acak-acakan.
![]() |
| Di depan perpustakaan. |
![]() |
| OOTD: Bow headband: My DIY | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Nevada |
Entah bagaimana aku terlihat di foto, keringat sudah membasahi seluruh tubuhku. Rambutku sangat lengket dengan kulit kepala dan bajuku sudah sangat kusut. Cuaca juga sudah berubah beberapa kali dari mendung ke terik sekali hingga sebaliknya. Yang aku tahu aku sangat berbahagia sehingga bisa dipastikan aku sedang tersenyum di setiap foto yang Bapak ambil, bahkan yang candid sekalipun.
Hari sudah semakin gelap dan Ibu sudah semakin nggak sabar menunggu kami. "Sudah waktunya pulang, Bapak besok harus bekerja lagi", begitu katanya. Sebelum aku benar-benar masuk mobil Bapak sempat mengambil fotoku lagi tapi sayang hasilnya blur. Aku bilang "biar saja" dan memeluknya dari dalam mobil sambil mengingatkan agar beliau cepat pulang. Lalu aku ingat satu hal. Ada yang belum kami lakukan semenjak aku sampai di sini. Aku membuka kembali pintu mobil dan menyerahkan kamera pada Ibu.
"Bu, tolong ambil fotoku dengan Bapak".
Hari sudah semakin gelap dan Ibu sudah semakin nggak sabar menunggu kami. "Sudah waktunya pulang, Bapak besok harus bekerja lagi", begitu katanya. Sebelum aku benar-benar masuk mobil Bapak sempat mengambil fotoku lagi tapi sayang hasilnya blur. Aku bilang "biar saja" dan memeluknya dari dalam mobil sambil mengingatkan agar beliau cepat pulang. Lalu aku ingat satu hal. Ada yang belum kami lakukan semenjak aku sampai di sini. Aku membuka kembali pintu mobil dan menyerahkan kamera pada Ibu.
"Bu, tolong ambil fotoku dengan Bapak".
Indi
__________________________________________
Beberapa waktu yang lalu aku mendapat titipan satu paket baju-baju layak pakai dari Naomi, owner dari Tokyo Animefashion untuk diberikan pada teman-teman yang membutuhkan. Kebetulan di Purwakarta aku bertemu dengan Elas, anak perempuan yang tepat sekali untuk menerima paket ini. She was really happy! :) Thanks a lot, Naomi, semoga Tuhan membalas kebaikanmu! Amen...
































































