Minggu, 18 September 2011

My Amazing Weekend (Award, Fun Working Time & My Me Time)


Ah, nggak terasa sudah weekend lagi ya, teman-teman? Jadi apa yang kalian lakukan? Berbelanja? Bertemu keluarga? Hangout bersama sahabat? Atau malah tetap bekerja?

Aku sendiri tetap bekerja. Iya, weekend dan hari-hari lainnya hampir selalu terasa sama. Bedanya setiap weekend aku selalu sempatkan untuk ke luar rumah. Nop, nop! Bukan berarti harus pergi ke mall atau tempat jauh ya, aku lebih suka menjelajahi daerah sekitar rumah, pergi ke lapangan rumput atau piknik di belakang rumah (backyard luar rumah juga, kan? ;) ).

Seperti hari sabtu ini, pagi-pagi sekali aku sudah bangun, mencuci muka dan berganti piyama dengan dress Fresh Juice. Aku sudah siap bekerja, tapi sebelumnya aku sempatkan untuk membuka blog dulu. Hihi, iya, aku punya banyak utang untuk memajang award ;) Nah, berhubung dress yang aku pakai warnanya cerah, kali ini aku pilih untuk memajang award yang warnanya senada ya. Ini adalah award "You're Amazing" yang diberikan oleh Aul, yang ternyata beberapa waktu kemudian Laras juga memberikan award yang sama! Hore, aku punya dua award sekaligus :D



"You're Amazing" award from Aul and Laras. It's an honor, really :)


Untuk Aul dan Laras terima banyak, ya... Aku masih jauh dari baik apalagi amazing, rasanya award ini terlalu berat untukku tapi juga berarti. Mudah-mudahan aku bisa menjadi lebih baik lagi dalam berkeperibadian dan berkarya, ya, amen... :) Award ini nggak akan aku biarkan sampai di sini, aku akan berikan lagi pada 4 teman blogger yang pantas disebut "amazing": Chaca, untuk kecerdasannya, sense of fashionnya dan kebaikan hatinya untuk membantu project novel ketigaku, Pungky untuk tulisannya yang berani dan bold (you go, girl! Keep speak up your---our---mind!), Marisa untuk kebaikan hatinya dan kepribadiannya yang super-menyenangkan dan Miy untuk kemandiriannya, "selamat datang di Bandung" :)
Aku harap teman-teman mau memajang dan meneruskan award ini, jangan berhenti sampai di sini.

Dan setelah award, weekend yang menyenangkan ini pun aku lanjutkan untuk bekerja. Jam 11 pagi aku ada janji dengan kru Trans 7 untuk shooting acara Warna. Thank God shootingnya lancar dan selesai jam 3.30 sore teng, hehehe. Melelahkan, tapi tetap fun, apalagi shooting dilakukan di rumah (beberapa scene malah ada yang di kamarku) dan seluruh kru sangat ramah :) Sebelum tayang, aku mau ajak kalian lihat sneak peaknya. Oya, foto-foto ini diambil pakai handphone'nya Dikfa, reporter "Warna" yang baik hati.


Proses shooting “Warna”.

Menunjukkan naskah novelku.

Biasanya kalau aku lagi kerja nggak diikutin orang sebanyak ini, kok :p





Untuk episodeku, "Warna" akan tayang di Trans 7 hari Kamis (22 September 2011) pukul 10.45 pagi :)


Dan terakhir seperti yang aku bilang, ini weekend, ayo main di luar rumah! Aku punya tempat favorit. Tempat ini nggak punya nama resmi jadi aku selalu menyebutnya "lapangan rumput depan rumah" setiap kali mau ke sana. Lokasinya nggak tepat di depan rumahku sebetulnya, tapi tepat di depan rumah Uak yang nggak terlalu jauh dari rumahku.
Sebetulnya sih ini tanah kosong yang sengaja dibiarkan untuk fasilitas warga sekitar berolah raga, tapi buatku sayang kalau nggak dimanfaatkan maksimal, hihihi. Selain untuk mengajak anjing jalan-jalan aku juga suka piknik disini, lho :)



OOTD: Headband and dress: Toko Kecil Indi.
 







Waktu yang paling tepat untuk datang ke sini adalah sore-sore, sehabis bekerja. Apalagi kalau weekend karena banyak pedagang yang lalu-lalang. Betul-betul tempat yang sempurna untuk bersantai! :)


OOTD: Nail polish: Ingrid, Shoes Fillmore.


Senin sudah semakin dekat, nggak ada salahnya untuk memanfaatkan weekend sebaik mungkin dengan men'treat' diri sendiri yang sudah 1 minggu bekerja. Dan hari sabtu ini sangat sempurna buatku: award, bekerja dan bersantai. Meski masih ada hari minggu tapi rasanya aku sudah siap untuk bilang, "Welcome Monday, nice to see you again!" *wink*
;)

salam,

Indi

Selasa, 13 September 2011

My Cute Little Posers ;)

Aku punya 2 sepupu favorit, namanya Gina dan Silmi. Bukan, bukan karena mereka paling baik, paling pintar atau paling banyak ide di antara sepupu-sepupuku yang lain, tapi itu karena selama belasan tahun hanya 2 sepupu perempuan itulah yang aku punya. Lainnya laki-laki.
Lalu suatu hari 4 tahun yang lalu lahirlah Gaby, seorang putri dari kakak tertua ibu. Aku senang tentu saja. Tapi hanya sebatas senang karena mempunyai sepupu baru, bukan senang karena aku merasa akan dapat "teman perempuan" baru seperti Gina dan Silmi...

Gaby tumbuh menjadi anak perempuan yang cerdas, aktif dan confident. Lalu satu tahun kemudian lahirlah Billa, adik Gaby yang juga perempuan.
Kepribadian mereka sangat berbeda. Gaby cenderung emosional dan egois, sedangkan Billa sangat pendiam dan sangat sensitif. Hehehe, iya, so cute, balita sekecil itu pernah menangis waktu daddy'nya sakit dan berdoa lewat telepon supaya daddy'nya bisa cepat sembuh, lho. Karena katanya Billa butuh daddy :')
Even-though they're so adorable, tapi aku belum pernah dekat dengan mereka. I love kids for sure, tapi jarak Jakarta-Bandung membuat kami jarang bertemu. Kalaupun ada kesempatan, biasanya aku berpura-pura tidur di kamar supaya mereka nggak mengganggu dan merusak barang-barang di kamarku :p

Lalu ada sebuah moment yang memaksa aku dekat dengan salah satu dari the little girls --Gaby--, Agustus kemarin ketika the little girls dan keluarganya menginap di Bandung, Gaby menghampiriku yang lagi nonton DVD. I was so sad... Film'nya tentang anjing yang berjuang untuk bertemu anak dan tuannya (ehm, aku selalu 'sensitif' kalau soal binatang, terutama anjing, lol). Air mataku sudah nggak bisa ditahan dan akhirnya menagis sambil menggigit bantal (lol). Nggak disangka (it was amazing moment, she's only 4) Gaby hapus air mataku dengan jari-jarinya sambil bilang, "Jangan nangis, ini filmnya nggak sedih, kok, anjingnya nggak apa-apa". Diperlakukan seperti itu aku malah tambah menangis karena terharu (hehehe ---serba salah, ya?---), tapi Gaby nggak menyerah, dia berdiri di hadapanku, menghalangi TV lalu menari dengan gerakan konyol. Katanya, "Air matanya masukkin lagi, jangan nangis, nanti anjingnya ikut sedih...".

Semenjak hari itu aku terus menanyakan Gaby karena terkenang-kenang dengan empatinya yang hampir menyamai orang dewasa. Aku nggak mengerti kenapa Gaby bisa seperti itu ---maksudku, kenapa dia bisa seperti itu sama aku-- karena dari apa yang aku lihat dan diceritakan oleh saudara-saudara yang lain, Gaby susah menurut dengan orang lain, terkecuali orangtua dan susternya. Jika dilarang dia selalu melakukan hal yang kebalikan, misalnya ketika dia bermain pulpen dan dilarang, dia akan mencoret-coret pulpennya ke tembok atau sofa, bukan malah mengembalikannya. Tapi lihat yang Gaby lakukan di waktu aku menonton DVD dan menangis, dia sempat memainkan remote TV untuk menghiburku. Aku memintanya untuk menaruhnya di meja karena khawatir jatuh. Ternyata dia menurut dan melanjutkan mencari cara lain untuk menghiburku…

Akhirnya pada tanggal 1 September aku berkesempatan untuk bertemu the little girls di sebuah acara gathering. Aku dikejutkan dengan suara histeris gadis kecil yang berteriak, "Bebeknya jangan dipotong... Jangan dimakan.... Kasihan, kan...".
Ternyata itu suara Gaby. Katanya dia ingin menjadi vegetarian sepertiku!...

Aku punya fans. Itu kata tante Cut, mama dari the little girls. Katanya lagi, setiap keluarga mereka pulang ke Jakarta Gaby selalu menceritakan tentang aku. Tentang kamarku yang katanya seperti kamar princess (ehm, aku jamin faktanya nggak begitu), tentang cara aku perpakaian, bahkan tentang caraku menyisir rambut. Gaby juga mulai "meniru" apa yang aku lakukan. Selain menjadi vegetarian dia juga sering berpose sepertiku ketika difoto. Dia hapal betul bagaimana kebiasaan-kebiasaanku.
Dan 'keakraban' Gaby mulai menular pada Billa, tanggal 10 kemarin, waktu aku mengunjungi mereka di Hotel Sheraton (orangtua mereka masih libur sampai Senin) Billa memintaku untuk menginap. "Kakak nginep di sini aja, ya?", itu katanya. Aku ingin sekali mengiyakan permintaannya. Apalagi aku merasa 'berhutang' karena sebelumnya sering berpura-pura tertidur ketika mereka datang ke rumah. Tapi aku bahkan nggak bawa baju lain selain yang sedang dipakai, jadi dengan berat hati harus menolak. Sykurlah Billa nggak menangis, dia cuma memintaku untuk datang lagi keesokan harinya dan menemaninya berenang.

Gaby dan Billa kelihatan gembira sekali waktu aku berkunjung, mereka bahkan dengan semangat mengajakku berkeliling melihat 'rumah baru' mereka. Hehehe, iya, mereka pikir seluruh keluarganya pindah ke Bandung dan tempat yang mereka tempati sekarang adalah rumah, bukan kamar. Tapi sebetulnya menurutku juga kamar hotel mereka lebih cocok disebut rumah/apartemen, sih, hehehe. So huge! Aku sampai nggak bisa berhenti untuk ber "oh, wow". Maklum, belum pernah ke presidential suite sebelumnya sih (aih, Indi... lol). Nih, aku kasih sneak peak buat kalian, "rumah baru" the little girls:


The entrance:




Ada officenya. Jadi ini tempat buat bekerja atau liburan ya? :p
 



Kitchen:

Lengkap sih ini, bener-bener kaya di rumah.
 
 


Dining room:

Sama di rumahku aja bagusan di sini T_T hahaha.




Living room:


Sofanya sama tempat tidurku masih empukan sofa :p



Bathroom:


Foto request Gaby.


Sayangnya aku nggak bisa foto kamar tidurnya karena mereka sibuk loncat-loncat di kasur, hehehe. Lihat aku bawa kamera Gaby langsung minta difoto, padahal biasanya dia nggak begitu suka difoto, lho. Malah suka marah kalau ada yang ambil fotonya candid, hihihi. Ternyata betul kata tante Cut, Gaby berubah banyak dan jadi sangat 'aku', dia jadi suka difoto, malah handphone Susan, susternya sering jadi korban karena ke mana-mana harus Gaby bawa, "Kalau ada makanan mau difoto, Kakak (Indi) juga kan suka begitu", katanya :)
Sedangkan Billa dengan malu-malu bertanya apa dia boleh ikut difoto. Aku bilang tentu saja boleh dan langsung dijawab dengan senyuman malu-malunya, hihihi, so cute! Oya, Billa ini pemalu dan sopan sekali, kalau mau apa-apa pasti ditanyakan dulu, termasuk untuk pegang-pegang kakiku, hahahaha.

Melihat pose-pose mereka berfoto aku jadi nggak bisa tahan untuk nggak tersenyum. Iya, mereka pandai sekali meniru: tangan di pinggang, kaki disilangkan. Malah yang lucu Billa bertanya bagaimana cara membuat 'peace sign' seperti yang biasa aku lakukan. Maklum masih balita, jadi mereka kesusahan untuk melipat 3 jari sekaligus. What a cute little posers... :)


Peace sign’nya Billa 3 jari :D



Billa dan Gaby, my cute little posers :*


Jam 10 malam aku pamit untuk pulang (orangtua mereka sampai bingung, bagaimana bisa Gaby dan Billa bangun sampai melewati batas waktu tidur!). Gaby mencegahku pulang dengan memakai sepatu merahku keliling kamar. Katanya dia pinjam dulu karena sepatunya sudah hampir muat di kakinya (hahahaha, so silly!). Tante Cut langsung mengerti kalau Gaby nggak mau aku tinggalkan, akhirnya dengan bantuan Susan, Gaby berhasil dibujuk untuk membiarkan aku pulang. Ah, berat sebetulnya aku untuk pulang. Apalagi sebetulnya aku nggak benar-benar bermaksud untuk datang lagi keesokan harinya. Aku tahu aku nggak bisa karena ada acara lain, tapi rasanya aku nggak tega untuk bilang langung sama 2 gadis kecil ini...



My OOTD: Headband (BIP), dress (Garden Bloom by Toko Kecil Indi), shoes (Stevvano).



The details :)

My super cute red shoes :)


Keesokan harinya, sepulang dari sebuah acara, Ibu bercerita bahwa sorenya beliau jalan-jalan dengan the little girls karena ini hari terakhir mereka dan keluarganya di Bandung (sebagai ganti aku yang nggak bisa menemani mereka). Katanya, Gaby bercerita bahwa dia sebetulnya sangat menginginkan bando merah yang aku pakai semalam. Katanya warnanya bagus dan ada kelopak bunganya seperti punya princess. Ibu bertanya kenapa Gaby nggak pinjam/minta saja bandonya sama aku. Gaby bilang itu karena dia takut aku marah dan dia  takut nggak sengaja merusak bandonya. Ah, aku langsung terharu waktu mendengarnya. Meski itu keluar dari mulut balita berusia 4 tahun, tapi itu cukup untuk membuat aku merasa berarti dan dicintai. I'm their role model now... :) Aku berjanji, mulai hari ini aku akan menjaga semua kelakuan dan perkataan. Apapun yang keluar dari diriku, akan kusaring terlebih dahulu karena the little girls bisa saja meniru tanpa tahu mana yang betul dan mana yang salah. Mungkin aku nggak akan pernah bisa jadi teman mereka karena saat mereka dewasa aku sudah jadi orangtua yang sibuk dengan anak-anak dan cerewet mengingatkan ini-itu, hehehe. Tapi seenggaknya mereka nanti bisa mengenangku sebagai orang dewasa yang baik di masa kecil mereka. Semoga saja... I'll try my best ;)


sweetest smile,

Indi

Jumat, 09 September 2011

Liburan (sangat) Menyenangkan :)


Halo teman-teman blogger! Apa kabar? 
Hehehe, kemarin kan baru liburan ya? Biasanya kalau sudah liburan ada yang makin semangat balik lagi ke rutinitas, tapi ada juga yang masih pengen liburan :p Kalau aku sendiri sih sudah merasa cukup, liburannnya memuaskan dan berhasil me-refresh fisik dan psikisku meskipun nggak pergi ke mana-mana :)


Liburan kali ini aku habiskan bersama keluarga. Kebanyakan sih sama keluarga inti (which is including our dog, Eris) dan sepupu-sepupuku, soalnya yang lain nggak sempat datang ke Bandung. Nggak ada satu haripun kami lewatkan untuk habisin waktu sama-sama, nggak terkecuali di tanggal 5 September kemarin, alias hari terakhir liburan. Meskipun sepupu yang tersisa (maksudnya yang masih di Bandung, hehe...) tinggal Silmi dan Adhi, tapi itu nggak menghalangi kami untuk have fun. Apalagi ditambah Bapak yang setia mendampingi kami dan Doggie anjingnya Silmi yang ternyata kepengen ikut senang-senang, hihihi. Dengan catatan, ada Doggie berarti nggak boleh ada Eris, soalnya mereka nggak bisa akur. Biasa, bocah-bocah susah diatur ;)


Di hari terakhir ini Silmi menginap di rumah gue, kami banyak melakukan girls thing setelah sekian lama nggak ketemu (Silmi tinggal di Depok). Seharian kami makan junk food dan nonton DVD. Malah, saking "memanfaatkan waktu"nya, kami sampai nonton DVD horor jam 2 pagi! Untunglah kami berdua penakut, jadi sebelum filmnya selesai sudah dimatikan dan bisa tidur dengan (diusahakan...) nyenyak, hihihi. Sore harinya aku dan bapak mengantar Silmi ke rumah orangtuanya yang nggak begitu jauh dari rumah kami (mereka ada rumah juga di Bandung). Begitu sampai kami nggak turun dari mobil, tapi aku menggantikan Bapak di posisi pengemudi, hihihi. Aku ajak Bapak dan Silmi berkeliling komplek sambil menunggu Adhi datang dengan sepedanya. Hmm, sebetulnya bukan 'mengajak berkeliling', sih, tapi mereka yang menemaniku belajar menyetir! Hihihi, aku memang sudah punya SIM, tapi belum lancar. Makanya Bapak rajin-rajin dukung aku berlatih :p
Lucunya, meski masih tersendat-sendat dan sering histeris, (Itu menurut Bapak, padahal menurut istruktur "asli" ku, aku termasuk murid yang tenang, lho, lol), Silmi malah bilang kalau cara menyetirku "sangat normal", yang kurang tinggal kecepatannya saja. Hahaha, maklum, begitu kecepatan 40 saja aku langsung berasa ngebut banget :p



Adhi si bicycle boy, aku dan Silmi.


Timingnya pas banget, begitu aku turun dari mobil Adhi sudah datang dengan sepeda lipatnya. Hore, horeeee, aku memang sudah lama kepengen naik sepeda lagi. Pasalnya aku dulu sangat hobi main sepeda, tiap sore pasti izin keluar untuk sekedar keliling komplek atau cari-cari alasan pergi ke warung (apapun, asal pakai sepeda, hehehe). Tapi hobi main sepedaku harus terhenti gara-gara mendadak kehilangan mood setelah 'bel keren warna kuning' yang ditempel di stang sepedaku patah :( Aku sempat coba betulin dengan macam-macam cara. Dari mulai di lem sampai di las, tapi tetap nggak berhasil dan malah bikin tampilan sepedaku jadi "serem", sniff... Lalu nggak lama kemudian sepedaku raib waktu dipensiunkan di gudang. Aku menyesal banget karena nggak memaksimalkan apa yang aku punya. Karena sampai hari ini aku nggak dapat sepeda lagi...
Makanya, waktu aku lihat sepeda Adhi aku girang banget, apalagi waktu tahu kalau ukurannya cukup mini. Pasti pas deh dengan tinggi badanku yang nggak jauh dari Mary Kate dan Ashley Olsen ini, hihihi... (kidding, aku sekitar 14 cm lebih tinggi dari mereka, kok :) ).




Berpose dengan sepeda. Gak ada foto waktu aku benar-benar mengendarainya :p



Waktu mau coba naik sepeda aku agak deg-deg'an juga, soalnya sudah lumayan lama nggak mengendarai si roda dua yang bukan motor ini (apa sih, Indi?!! Lol). Untung aku masih ingat caranya: naik ke sadel, injak satu kaki di pedal, susul dengan kaki satunya lagi... Gowes, gowes....
Kyaaaaa, aku terlalu ngebut dan hampir nabrak mobil Bapak karena lupa caranya nge-rem, hahahaha...
Karena insiden ini aku jadi kurang PD buat coba lagi. Sepedanya lebih banyak kudorong (lho?) dan dinaiki seperti otoped. Biar begitu aku senang banget, banyak tertawa dan banyak candaan akrab dengan Bapak dan sepupu-sepupuku :) Apalagi waktu Bapak tiba-tiba ikut pinjam sepedanya Adhi. Aku khawatir sepedanya bakal patah karena Bapak badannya besar, tapi ternyata nggak dan malah beliau yang paling "menikmati". Aku, Silmi sama Adhi cuma bisa menonton dan berharap nggak banyak saksi mata yang lihat kejadian ini, hihihi. Tapi ternyata tujuan Bapak naik sepeda memang untuk pamer, lho. Soalnya tiba-tiba aku disuruh ambil foto Bapak sebanyak mungkin. Katanya, "Cepat foto yang banyak, siapa tahu bapak ditawari jadi bintang iklan Pocari Sweat", hahahahaha.... Aku dan dua sepupuku nggak bisa tahan untuk nggak ketawa. Kata-kata Bapak betul-betul lucu! What a precious moment :)



Bapak, mau jadi bintang iklan Pocari Sweat katanya :p





Nggak terasa waktu sudah semakin larut dan langit sudah gelap (mungkin sekitar jam 6 sore karena adzan magrib sudah terdengar), kami bergegas masuk ke halaman rumah Silmi dan memutuskan main sebentar dengan Doggie. Doggie itu anjing yang lucu, dia dipelihara ayah Silmi sejak bayi dan aku termasuk orang pertama yang mengurusnya karena Silmi, Kakak dan ibunya ada di Depok. Dulu Doggie sempat takut sama aku, ini semua gara-gara Eris yang pernah mengigit leher Doggie waktu bayi. Mungkin bau eris menempel di tubuhku, jadi setiap aku dekati Doggie selalu menghindar, hahaha. Lucu, padahal waktu menggigit Eris juga masih kecil lho, jadi giginya belum tumbuh semua. Mungkin ini namanya trauma ya? :p
Dan kali ini Doggie nggak mau lepas dari aku. Malah dia sempat "peluk" pinggangku lama. Bukan bermaksud menyerang, tapi dia bilang "jangan pergi". Kalau kalian punya anjing pasti mengerti maksudku ;)


Doggie, anjing yang cute :)
 

Ah, nggak terasa sudah waktunya berpisah. Aku harus pulang, begitu juga Adhi. Sedangkan Silmi harus bersiap packing karena besok sudah harus sekolah dan les bahasa Inggris. Sedih dan rasanya masih ingin main bersama, tapi syukurlah karena kami sepakat bahwa liburan kali ini sangat menyenangkan dan membuat kami semakin akrab :)






My OOTD: Headband-CandyButton | Shirt-Freshy | Overall Skirt-Graphic


Seperti yang kubilang sebelumnya, liburan kali ini berhasil me-refreshku, fisik dan piskis. Iya, aku merasa lebih "segar" dan siap untuk beraktivitas, bekerja seperti hari-hari sebelumnya. Beberapa waktu lalu aku sempat menerima pertanyaan dari salah satu paman: Apa kamu benar membutuhkan liburan?? Hehehe, sebetulnya bukan cuma beliau, sebelumnya banyak yang bertanya apa aku betul-betul butuh break sejenak di tengah aktivitas yang (sering dikira) santai ini. Jawabannya tentu saja "iya". Aku nggak punya atasan. Bos ku adalah diri sendiri, si Indi yang sering keras kepala dan doyan malas-malasan di atas tempat tidur. Menghadapai bos seperti ini nggak mudah, butuh disabarin tapi juga dikerasin karena peranku ganda: sebagai atasan yang harus mengesampingkan ego dan juga karyawan yang harus mengerjakan tugas-tugas tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan si bos---a.k.a my self---.
Bekerja seperti ini nggak mudah (semua pekerjaan nggak ada yang mudah, anyway :) ), kadang si bos sama karyawan ini masih saja suka berantem. Tapi biar begitu aku cinta dan menikmati pekerjaanku ;)









Sehabis liburan yang menyenangkan ini aku akan mengerjakan novel ketiga, publisher menyarankan agar awal tahun depan sudah bisa diterbitkan, jadi minimal Desember aku sudah harus selesai membuat naskah full'nya. Selain itu aku juga akan membuat desain-desain baru untuk “Toko Kecil Indi” karena tanggal 12 September besok online shop ku sudah buka seperti biasa (it's getting closer, yeay!!).
"I'm ready, I'm ready!", hihihi, seperti kata SpongeBob! Aku semangat sekali memulai aktivitas besok. Menghabiskan waktu bersama keluarga memang selalu terbukti ampuh untuk menghilangkan kejenuhan, ya. Ah, beruntung sekali aku selalu bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana yang keluargaku berikan, thank God :) 

Jadi, bagaimana dengan liburan kalian? Apakah menyenangkan dan sudah siap untuk beraktivitas? ;)




My OOTD: Strap shoes-Fillmore | Handbag-Punya Ibu











 


banyak senyuman dan salam hangat,

INDI :)





ps: Baru menerima kabar menggembirakan, novel "Waktu Aku sama Mika" karyaku akan dicetak ulang kembali yang ke 7 kalinya. Nggak sabar untuk meet and greet selanjutnya. Just wish me luck, guys :) 

Rabu, 07 September 2011

Selamat Hari Lahir, Indi... :)




30 Agustus 2011

Waktu kecil, aku nggak mengerti kenapa dalam 1 tahun aku berulang tahun sebanyak dua kali. Yang aku tahu cuma; aku senang dapat kue, kado dan pelukan lebih banyak daripada saudara atau teman-temanku. Nenek bilang itu karena aku istimewa. Aku percaya meski nggak tahu apa maksud nenek bilang aku begitu.

Seiiring berjalannya waktu, aku mengerti apa yang nenek maksud. Menurut Ibu aku dulu dilahirkan lebih cepat dari prediksi dokter. Seharusnya di waktu aku lahir sudah ada dokter yang siap membantu. Tapi ternyata aku lahir di saat semua dokter libur bekerja. Iya, aku lahir di malam takbiran di mana hampir semua orang sibuk mempersiapkan Lebaran!
Bapak yang waktu itu masih sangat muda panik menghadapi Ibu yang akan melahirkan. Bukannya mencari dokter yang kemungkinan ada di rumah, tapi beliau malah membawa Ibu ke rumah mertuanya alias calon Nenek-Kakekku! Hehehehe. Beruntung Nenek lebih tanggap dan segera membawa Ibu ke bidan. Memang waktu itu sudah tutup, tapi karena masih kerabat akhirnya aku bisa lahir di sana dengan selamat dan besar: 2,95 kg dan 51 cm. Syukurlah :)

Aku bertanya pada bapak bagaimana suasana ketika aku dilahirkan dulu. "Penuh kebahagiaan tapi juga menegangkan," itu katanya. "Lehermu terlilit tali pusat--- jadi sudah langsung bikin Ibu histeris".
Wah, jadi begitu. Sungguh besar sekali perjuangan Ibu dan juga Bapak, Nenek dan Kakek ketika aku dilahirkan...


The “birthday” girl.


Tahun ini juga sama seperti di tahun-tahun yang sebelumnya. Keluargaku berkumpul di malam Lebaran dan mengulang cerita tentang "bagaimana aku dilahirkan". Di tahun ini aku memutuskan untuk memberi kado kecil pada anggota keluarga lain yang selalu memberikan selamat dan doa saat aku berulang tahun, bahkan di ulang tahun kedua sekalipun.
Untuk  sepupu-sepupu yang masih kecil aku beri mereka goodie bag dengan gambar yang lucu-lucu. Untuk anak perempuan bergambar Princess dan untuk anak laki-laki bergambar Ben 10. Isinya bermacam-macam, sesuai dengan usia mereka. Beberapa mendapat tas sekolah dan beberapa lagi mendapat pernak-pernik untuk kebutuhan sehari-hari seperti celengan dan kotak makan siang. Sedangkan untuk Ibu, Bapak dan saudara-saudaraku yang lebih tua mendapat cokelat dengan berbagai bentuk. Dan terakhir, untuk Nenek yang sangat berjasa membawa Ibu ke bidan, hehehe, beliau mendapat scraft sederhana. Semoga mereka semua suka dan rasa terima kasihku bisa tersampaikan, amen :)

Dan ada satu hal lagi yang berbeda dari tahun ini. Seorang blogger baik hati yangku panggil Bunda Dien memberikanku sebuah bantal owl yang sangat lucu! Aku sangat suka dengan bantalnya dan langsung memajangnya di tempat tidur. Terima kasih banyak ya, Bunda. Meski kita belum pernah bertemu tapi aku merasa punya saudara jauh yang menyayangiku :) Hug Bunda! :)


Outfit: Orange's Cape (Toko Kecil Indi), Dress (Paberik Bajoe), Hairband (CandyButton), Flip-flop (Crocs).




 




Sweets for the adults, goodie bags for the kids and scarf for my grandma. Cake by “Canary”.




Bantal Owl cantik dari Kreasi CantiQ yang menghiasi tempat tidurku :)


Begitulah ulang tahun keduaku tahun ini. Aku bukan hanya merasa istimewa, tapi aku tahu kalau aku betul-betul istimewa seperti yang Nenek bilang. Aku dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan mendukungku selalu. Mungkin bagi beberapa orang moment sebuah kelahiran adalah proses biasa yang nggak perlu diperingati setiap tahun. Tapi menurut keluargaku, sebuah kelahiran adalah istimewa; setiap tahun (aku lahir tanggal 8 Juni) kami memperingati untuk selalu mengingatkanku, betapa aku dulu diharapkan dan dinantikan. Juga untuk selalu mengingat bahwa bukan hanya Ibu yang berjuang ketika melahirkanku, tapi seluruh keluargaku.
Dan aku setuju, moment seperti ini memang layak untuk diingat, selalu diingat. I'm so blessed to have them, dan aku akan selalu menyayangi mereka sama banyak. Sebanyak yang bisa aku berikan meski mungkin nggak akan pernah sebanyak yang aku terima.

Ibu, Bapak... Nenek dan juga Kakek, terima kasih sudah menjemputku dan menyambutku ke dunia. Tuhan... terima kasih sudah memberiku hidup.... Thank You for blessing me this much... :)



kisses,
Indi