Selasa, 16 Agustus 2011

Indi Meet and Greet:)

Hi, it’s me, Indi :)



I'm so excited, I'm so excited I might wet my pants!!
Hehehehe, aku semangat banget. Tapi nggak hampir apalagi sampai ngompol kok :D 

Akhir bulan lalu aku dapet kabar dari Homerian Pustaka, penerbit yang menerbitkan kedua novelku "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta itu Sempurna" kalau Solusi Distribusi, distributor novel-noveku itu mau mengadakan event buatku. Setelah ngobrol sana-sini, akhirnya diputuskan untuk mengadakan meet and greet dengan judul "Jumpa Penulis Waktu Aku sama Mika"



Novelku, Waktu Aku sama Mika.




Wah, senangnya, senangnya :D Selain untuk ajang bertemu teman-teman pembaca (ah, akhirnya aku dapat kesempatan juga buat bertemu...), ini juga untuk 'merayakan' keberhasilan novel "Waktu Aku sama Mika" yang sudah menembus 6 kali cetak ulang sampai Juli 2011 lalu. 

Jadi melalui post ini aku mau mengundang teman-teman semua untuk datang ke acara meet and greet perdanaku. Nggak harus sudah membaca novelku, pembaca blog ini pun diundang dengan senang hati :)





Jumpa Indi, penulis "Waktu Aku sama Mika"

Tempat: Gramedia - Bandung Super Mall (BSM)
Jl. Gatot Subroto no. 289 Bandung
Waktu: 17 Agustus 2011, pukul 14.00-selesai
Acara: meet and greet, kuis berhadiah, book signing, foto, dll.



Aku tunggu kedatangan teman-teman semua, ya. Akan menyenangkan untuk bertemu kalian secara langsung :)


salam,
Indi





*untuk info lebih jelas dan fast response, hubungi Indi di SINI




Minggu, 14 Agustus 2011

Warna-warni Cupcakes the Dream's Cake :)

Tanggal 1 Agustus lalu aku dapat kunjungan dari Dara, owner dari the Dream's Cake. Kedatangannya ternyata sengaja untuk mengantarkan cupcakes kreasi terbarunya buatku. Wah, aku senang banget! Soalnya selama mengenal the Dream's Cake aku selalu jatuh cinta dengan bentuk-bentuknya yang lucu. Hmm, jadi penasaran kreasi terbaru kali ini gimana ya bentuknya... :)

Ternyata temanya menyambut bulan puasa dan Lebaran! Cocok banget kan dengan bulan ini :) Waktu aku lihat cupcakes'nya, aduuuh, nggak tega deh buat potongnya... apalagi makannya, hehehehe. Soalnya selain cute cupcakes'nya juga rapi-rapi sih.
Oya, sedikit mengenai Dream's Cake, ini bukan pertama kalinya lho aku mencicipi kue mereka. Aku sudah beberapa kali memesan cupcakes di sana, seperti waktu ulang tahun dan syukuran. Malah kalau ada teman atau saudara yang meminta saran tempat membeli cupcake aku selalu merekomendasinya the Dream's Cake. Soalnya aku selalu puas dengan pelayanan dan rasa cupcakes'nya. Makanya waktu tahu kalau the Dream's Cake mau jadi sponsor untuk blog ini, aku langsung kegirangan dan semangat untuk cerita soal cupcake-cupcake lucunya sama teman-teman blogger :D





Supercute!!! :)


Aku bertahan nggak makan cupcakes berbentuk ketupat dan kubah masjid itu sampai waktu dinner tiba. Tapi setelah dibujuk adik dan didesak oleh bunyi protes di perutku, aku akhirnya menyerah dan mengambil pisau untuk memotong tulisan "Happy Fasting and Lebaran". Sniff, sayang sih... Tapi lebih sayang lagi kalau cupcakes'nya cuma dijadikan hiasan dan aku nggak sempet nyicipin, hihihi.
Adik ambil yang bentuk kubah sedangkan aku ambil yang bentuk ketupat. Pelan-pelan kami makan fondant --topping-- nya dan dalam sekejap jadi "tega" dan lupa kalau bentuk cupcake yang kami makan ini cute banget. Gimana enggak, soalnya rasa fondant'nya pas, nggak terlalu manis seperti cupcakes lain yang pernah kami coba. Soal cake'nya juara deh! Ternyata aku dapat yang rasa cokelat yang di dalamnya ada melted choco'nya. Glup, cokelatnya dobel, deh :) Wah, kalau gini jadi kebayang rasa lainnya, mocca dan red velvet, pasti nggak kalah enaknya.





Sesuai banget kalau the Dream's Cake punya slogan "Celebrate your moment with our special cake because "the Dream's cake" different". Soalnya cupcakes'nya betul-betul berbeda. Setiap cupcake dibuat hati-hati sesuai pesanan dengan tema atau karakter yang disesuaikan dengan pemesan. Bahkan the Dream's Cake juga melayani pesanan untuk wedding, engagement bahkan pesta ultah anak-anak sekalipun, lho.
Aku pernah dibuatkan cupcakes dengan tema novelku "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta itu Sempurna". Hasilnya? Miriiiiiiip banget! Soalnya pakai edible image alias gambar yang bisa dimakan karena dicetak pakai gula. Yumm, enak! :)


Waktu syukuran dan ultah dengan cupcakes dari The Dream’s Cake.



Menurut pendapat pribadiku, nih... the Dream's Cake punya keistimewaan di desain yang nggak (selalu) mengandalkan alat. Mereka membentuk fondant'nya secara manual sedemikan rupa sehingga berbeda satu sama lain. Jadi nggak mungkin deh cupcakes pesanan kita ada yang nyamain atau kembaran, hihihi. Soal rasa, aku betul-betul salut, soalnya meski banyak orang bilang kalau cupcakes itu mengandalkan bentuk-bentuk lucu, yang ini beda karena rasanya nggak "asal" dan nikmat untuk dinikmati sampai gigitan terakhir.


Berbagai tema cupcakes yang pernah dibuat oleh Dream’s Cake.


Cupcakes tema “teens” untuk ultah Silmi sepupuku, teman “family” untuk pacarnya Gina sepupuku, dan tema “Indi” untuk ultahku :)




Ups, mudah-mudahan postku kali ini nggak bikin teman-teman yang berpuasa ngiler ya, hihihi. Kalau mau nyicip boleh saja, asalkan setelah bedug magrib :p
Untuk yang mau nyicip untuk buka puasa, ultah atau siap-siap untuk lebaran nanti, silakan hubungi:

The DREAM'S CAKE
For order: 081.723.11397 (call or text)
Blackberry pin: 22ECDE3A
More about the Dream's Cake: click HERE
Melayani pemesanan (pesan antar) untuk wilayah Bandung dan JABODETABEK



Untuk the Dream's Cake ditunggu kreasi-kreasi cute'nya lagi, ya. Jangan berhenti berkarya dan... jangan lupa juga mampir-mampir lagi ke rumah untuk aku cicipi, ya! Hihihihi :)

Selasa, 09 Agustus 2011

Never Too Old to Learn New Tricks ;)

Halo teman-teman blogger, sudah bangun?? It's been a while ya, dan tiba-tiba saja aku post di pagi buta begini. Semoga nggak merusak pagi kalian, hehehe. Well, daripada waktu restless ini dipakai untuk bengong-bengong, kayaknya lebih baik kalau aku menulis di sini dan share sesuatu yang mungkin berguna, atau at least nyaman untuk dibaca :) 


Agustus baru berjalan beberapa hari, still fresh dan ternyata datang berbarengan dengan hal-hal baru yang aku sedang coba. Di usiaku yang nanggung (sudah bukan remaja tapi terlalu "berlebihan" kalau dibilang dewasa karena aku masih tinggal di rumah orangtua), aku sering mendapat komentar dengan apa-apa yang aku lakukan selama ini. Beberapa bulan lalu aku memulai belajar bahasa Inggris. Some people thod I was too old, tapi aku tetap belajar dan bisa buktikan bahwa aku bisa menyerap pelajaran (hampir) secepat anak-anak yang lebih muda. Buatku belajar adalah belajar, dan istilah 'dogs never too old to learn new tricky ' juga berlaku untuk untukku, manusia.

Aku sudah dewasa dan memutuskan untuk sekolah mengemudi.
Iya, aku belum bisa mengendarai mobil. Begitu juga Ray, he's 28 this year. Banyak orang bilang kami sudah terlambat dan seharusnya sudah dapat SIM bertahun-tahun lalu. Tapi aku tetap memutuskan untuk belajar, karena mengemudi mobil pasti akan menjadi kebutuhan kami di tahun-tahun mendatang. Kalau kami terpengaruh komentar negatif, aku rasa itu nggak akan pernah membuat kami bisa mengemudi mobil dan akan bergantung dengan taksi seumur hidup!
Jadi tanggal 6 Agustus lalu menjadi hari pertama aku dan Ray belajar mengemudi. Sengaja aku minta supaya waktu belajar kami di hari yang sama dan bergantian supaya kami bisa saling menyemangati dan mendukung. It was a very nervous day! Tiga jam waktu latihan kami rasanya lama sekali habis. Ray bilang dia mungkin nggak berbakat mengemudi mobil dan sering melakukan kesalahan. Begitu juga aku, rasanya nggak terbayangkan kalau suatu hari harus keliling kota dengan aku di balik kemudi. Tapi inilah kami di hari kedua latihan, the instructor said that I'm a very fast learner, dan Ray, he's even better, dia sudah bisa mengemudi ke ATM sendiri!
Hihihi, sekarang memang terlalu dini untuk bilang kalau kami siap mengemudi mobil tanpa pengawasan, tapi setidaknya aku --kami-- bisa buktikan bahwa kami sedang dalam perjalanan menjemput kartu kecil bernama SIM! :)


Mobil yang kami pakai untuk berlatih.


Waktu orang bicara, disadarai atau nggak, meski kita bilang "cuek" atau pura-pura nggak dengar tetap akan masuk ke otak dan hati kita akan bereaksi. Kata-kata itu kuat, bisa mempengaruhi seseorang untuk berbuat/berpikir sesuatu yang buruk tapi bisa juga menjadi hal baik. Kalau seseorang bilang aku bodoh aku pasti langsung kepikiran, bertanya-tanya apa aku memang betul bodoh. Kalau sudah begini kata-kata jugalah yang bisa bikin aku 'bangkit' lagi. Aku akan bilang sama diri sendiri kalau aku nggak bodoh, aku cuma perlu belajar lebih keras dan itu berhasil! Terlebih aku beruntung dikelilingi keluarga, Ray dan teman-teman yang selalu ada untuk menyemangati :)

Hal baru lain yang aku lakukan adalah berjualan. Waktu kecil aku sering dibilang nggak punya bakat dagang. Pernah buka perpustakaan di rumah lengkap dengan toko permennya dan dalam waktu 3 hari sudah bangkrut karena malah dijadikan anak-anak sekitar rumah untuk baca sambil ngemil permen gratis! Hahahaha. Seiring berjalannya waktu aku mulai 'mensugesti' diri sendiri bahwa aku bisa dagang, hanya perlu berlatih, begitu. Dan ide ini datang dari Ray secara nggak sengaja. Ray bilang dia mulai berjualan cokelat untuk menambah penghasilan, kecil-kecilan saja sekaligus mengambil moment bulan puasa di mana banyak orang-orang yang mencari makanan manis buat berbuka. Aku pun menawarkan diri untuk membantu, ya sekalian berlatih dan mengembalikan rasa percaya diriku dalam hal berjualan (trauma masa kecil nih ceritanya, hihihi). Ternyata Ray setuju dan aku pun dipercaya untuk menawarkan cokelat-cokelatnya sementara Ray mengantarkan cokelat-cokelat pesanan sepulang dia bekerja di kantor. Hasilnya dalam waktu singkat semua cokelat terjual habis! Aku nggak menyangka tapi juga senang bisa menambah uang saku dari hasil "belajar" ini :D
Mungkin bagi sebagian orang ini hal sepele, tapi buatku ini adalah prestasi dan sebuah kebanggan bisa mengalahkan pendapat orang yang bilang aku nggak bisa. I'm glad that I decided to learn new "tricks" ---bagaimanapun hasilnya---, yang terpenting mencoba karena yang paling sulit itu justru untuk memutuskan dan memulai.



Cokelat-cokelat yang kami jual :)


Ah, iya aku jadi ingat kejadian kemarin. Aku dan Ray sempat sedikit bersitegang karena aku minta dia ambil foto-fotoku. Biasanya Bapak yang jadi 'fotografer' sekaligus pengatur gayaku. Just for fun, memang hanya untuk iseng. Tapi aku suka dan bahagia everytime my Dad taking my pics.
Ray bilang kalau dia benci di saat dia nggak menguasai sesuatu. Salah satunya adalah kamera. Dia nggak suka difoto apalagi mengambil foto seseorang karena dia nggak bisa. Berkali-kali dia bilang "nggak bisa" dan berkali-kali juga aku bilang kalau dia bisa dan harus mencoba belajar. Ray ternyata nggak begitu saja percaya kata-kataku, dia lebih percaya kata-katanya sendiri yang bilang "nggak bisa" daripada kepercayaanku atas kemampuan fotografinya. Aku sempat cemberut dan sedikit menangis karena mood jadi naik-turun dan sedikit frustasi.
Tapi sekali lagi, kata-kata memang kuat efeknya, setelah kesekian kali aku bilang kalau Ray pasti bisa, akhirnya dia mulai belajar dan nggak berhenti ambil fotoku sampai larut! Malah dia juga belajar atur-atur gayaku, lho, hihihi. Meski di beberapa foto kelihatan sekali kalau mataku masih sembab tapi hasilnya cukup bagus buat seorang pemula :)











Begitulah, rasanya aku semakin mantap untuk belajar hal-hal baru setiap hari. It's never too old to start something. It's never too late to learn new tricks :)
Setelah belajar mengemudi aku dan Ray berencana untuk sekolah memasak. Setelah berjualan cokelat kami juga berencana untuk berjualan kue. Selanjutnya entah apalagi, aku nggak perlu membatasi ataupun sengaja mencari-cari, katika hal baru ada di depan mata, aku nggak akan ragu untuk mencobanya selama itu positif. Jadi hal baru apa yang sudah kalian pelajari belakangan, teman-teman? Share me! :D

smile,
INDI


(Edited: 1/3/2024. Ray and I are no longer together. I am now happily married to Shane).

Selasa, 02 Agustus 2011

Review: Rumah Makan OLAN-OLAN :)



Wah, sekarang sudah masuk bulan puasa ya? Gimana puasanya teman-teman bloggers? Sudah ada yang bolong? Mudah-mudahan belum, ya, hihihi. Sekalian, aku mau ucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang Muslim dan mohon maafkan kalau aku ada kesalahan selama ini :)


Tanggal 31 Juli lalu aku diundang ke RM. Olan-Olan. Rumah Makan ini termasuk baru di Bandung karena baru terbuka untuk umum tanggal 22 Juli lalu. So, aku jadi orang yang beruntung dong karena berkesempatan untuk icip-icip di sana, hihihihi. Makanya aku semangat banget, jam 2 siang sudah mandi meski undangannya jam 4 sore :p
Aku pergi diantar Ray. Jarak rumahku ke RM. Olan-Olan lumayan jauh, sepanjang perjalanan perutku sudah sibuk bernyanyi, padahal aku belum bisa bayangin lho mau makan apa disana :D

Jam 4 lewat sedikit kami akhirnya sampai. Nggak perlu pakai muter-muter dulu di jln. Juanda (yang luas banget itu) karena tempatnya gampang dicari. Rumah Makannya catchy banget, sih, warnanya orange menyala dengan tulisan "OLAN-OLAN" yang berwarna hitam. Buatku ini sebuah poin bagus, soalnya aku sering bosan duluan kalau harus cari-cari tempat yang dimaksud. Kalau begini kan mood makan jadi terjaga :)





"Wah, ini rumah makan iga ya ternyata...". itu yang ada di benakku waktu lihat banner di pintu masuk. Sempet dag-dig-dug nggak karuan nih, soalnya aku kan vegetarian. Masa iya nanti aku bakal icip-icip bumbunya doang ditemani nasi putih, hiks. Tapi ternyata menu di sini beragam, aku sampai bingung waktu ditawari banyak pilihan menu (ih, serba salah deh si Indi, banyak menu masih bingung, nggak ada pilihan protes, lol). Akhirnya aku pilih Tomyam tanpa iga, Kangkung Cah bawang putih (non spicy), Tahu Pletok dan Cendol Elizabeth Premium. Rakus ya gue? Biarin! Suruh siapa menunya banyak yang menggiurkan, hehehe.

Menu yang pertama datang itu "Tomyam tanpa iga". Sebetulnya menu untuk 2 orang ini aslinya isinya macam-macam, ada udang, segala macam seafood, jamur dan daging-dagingan segala. Tapi aku pesan yang polos saja.
Kesan pertama waktu lihat tampilannya, aku pikir banyak banget ya... Aku nggak yakin 2 orang bisa habisin semua. Tapi waktu aku cium aromanya, hmm, harum banget! Aku langsung yakin kalau bisa makan banyak, dan setelah aku makan suapan pertama, yumm! Kayaknya aku sanggup habisin sampai tetes kuah terakhir, deh! Lol. Ray sampai bilang aku mirip Eris yang lagi begging minta makan. Tahu siapa Eris? She's my dog. Dasar Ray! Hihihi...
Tom yam ini bumbunya pas banget di lidah, gak terlalu asam dan pedas, tapi cukup gurih sampai pengen lagi dan lagi. Olan-Olan juga nggak pelit kasih "isian" tom yam, lho. Banyaknya nggak nanggung! :)



Tom yam tanpa iga.


Sampai merem-melek saking enaknya :D


Yang kedua datang dan yang paling ditunggu-tunggu adalah "Tahu Pletok". I'm a fans of all kinds of  'tahu gaul', hahahaha. Hampir tiap jalan ke mall aku sering jajan yang kayak begini. Eh, tapi yang ini beda lho. Tampilannya lebih 'kinclong' dibandingkan tahu-tahu gaul yang lain. Tepungnya juga keliatan rapi dan waktu digigit dalamnya kering dan lembut. Beda banget dengan yang sering aku makan. Biasanya kan ada sisa-sisa minyak gitu di dalamnya (eww). Saking bersihnya, aku sampai keluarin pernyataan bodoh, "Ini minyaknya diserap pakai tisu, ya?", yang langsung dijawab "Nggak" sama ownernya, hihihihi, silly me!
Oya, "Tahu Pletok" ini punya 3 pilihan saus: simadu (manis), pedas dan berbeque. Gue pilih barbeque soalnya nggak terlalu suka pedas dan bosan sama rasa manis. Dan ternyata aku nggak salah pilih, rasanya enak banget! The best Tahu Pletok (--or tahu gaul--) ever, lah! Hehehe...


Tahu pletok saus BBQ.



Nah, "Kangkung Cah" jadi menu yang terakhir. Jujur saja, perutku sudah mulai kekenyangan soalnya sudah habisin 1 piring tahu pletok dan bermangkuk-mangkuk tomyam! Tapi aku pikir sayang kan kalau sudah jauh-jauh ke sini tapi nggak icip-icip semua... Apalagi kangkungnya kelihatan "menggiurkan" banget. Hijau dan fresh, kontras dengan piring orange'nya, hihihi. Waktu suapan pertama masuk ke mulutku, rasanya "gampang" banget, soalnya kangkungnya tetep "kriuk" meski kerendam kuah. Maklumlah aku paling jengkel kalau makan kangkung yang tiba-tiba lembek, pas dikunyah tahu-tahu nyangkut di tenggorokan. Ganggu banget! (Ah, siapa sih yang nggak terganggu dengan itu? Lol).
Pokoknya salut banget dengan juru masaknya Olan-Olan, meski aku makannya lamaaaa banget (saking menikmatinya), tapi rasa kangkung dan teksturnya nggak berubah meski sudah dingin. Hebat! :D


Kangkung cah bawang putih.




Akhirnya ludes juga 3 menu makanan ditambah 2 gelas cendol di hadapanku dan Ray. Begini nih yang namanya makan puas, sudah kenyang, enak lagi. Bukan kenyang gara-gara terpaksa, hehehe. Apalagi waktu kami tahu bahwa untuk mendapatkan menu-menu seenak ini nggak perlu merogoh dompet sampai jebol! Hihihi...
Ini dia detailnya:
- Tom Yam tanpa iga porsi 2 orang: Rp. 22. 000.
- Tahu Pletok saus BBQ: Rp. 5.000.
- Kangkung Cah Bawang Putih: Rp. 5.000.
- Cendol Elizabeth Premium: Rp. 4.000.



Menunya!



Tuh, betulan hemat, kan? :) Oya, daritadi kok ngomongin menu non daging terus ya? (vegetarian egois ya aku, hehehe). Di sini juga ada menu lain (yang aku yakin) nggak kalah yummynya, seperti "Iga Bakar dengan 3 pilihan saus" (Rp. 18.000), "Mie Tek-tek Telur+Ayam" (Rp. 12.000), "Nasi Ayam Cah Jamur" (Rp. 9.000), "Iga Goreng Tepung Super JUMBO" (Rp. 27.000)" dan masih banyaaaaaaaaaak lainnya! :)


Nasgor seafood geremes.

Iga bakar saus simadu.


Istimewanya lagi, selama bulan puasa ada paket-paket hemat dengan tajil gratis, lho! Jadi buat teman-teman yang berpuasa nggak perlu bingung lagi untuk berbuka puasa di mana, kan :)
Oya, poin plus lagi nih buat Olan-Olan, servis di sini cepat banget, juru masaknya betul-betul profesional jadi kita nggak perlu nunggu bermenit-menit untuk 1 menu makanan/minuman. Tempatnya juga bersih, dan bocoran dari ownernya nih, iga yang dipakai selalu terjamin karena masih segar, begitu juga dengan daging ayamnya yang pejantan asli!
Gue betul-betul puas dengan RM. Olan-Olan, they're deserve 5 out of 5 stars, deh! (Ketauan banget aku kebanyakan baca review film, hehehe). Pokoknya terima kasih sudah mengundangku (dan Ray) ke sini dan menjamuku layaknya tuan puteri kekenyangan. Bener-bener sesuai deh dengan slogan Olan-Olan, "Kepuasan Anda, Kebahagiaan Kami" :D




Rumah Makan OLAN-OLAN
Jl. Ir. H. Djuanda no. 244 – Bandung
Buka pukul 10.00-24.00, kecuali selama bulan puasa buka pukul 16.00-02.00 (Libur hari Senin).
Reservasi dan delivery order: 022 – 9143.8152 (Ipey)
More Info about the restaurant, click HERE.

Kamis, 28 Juli 2011

I welcome Sponsorship on My Blog! :D










I welcome sponsorship on my blog!





Bentuk sponsor ada dua pilihan:

1. Sponsored Item/Review

Jika anda memiliki toko, produk atau jasa dan ingin saya mengiklankannya di blog saya, anda dapat mengirimkan produk anda dan saya akan mereview'nya di blog saya. Review akan bertahan di post selama 1 minggu sebelum post berikutnya.


2. Sponsored Giveaway

Saya akan membuat giveway (kuis) dengan produk anda sebagai hadiahnya.


(Saya menerima produk makanan plant based, kecantikan/kosmetik/salon cruelty free, gadgets dan semua produk fashion KECUALI pakaian yang serupa/sejenis dengan Toko Kecil Indi).


Kelebihan menjadi sponsor di blog saya:

- Blog saya dikunjungi oleh ribuan pengunjung.

- Blog saya memiliki +500 followers hanya dalam hitungan bulan.

- Blog saya sering mendapatkan award dan direview oleh blogger lain.

- Blog saya sering dipromosikan di acara TV, majalah, fans page (dengan jumlah +20.000 orang fans) dan twitter (dengan jumlah +1.000 orang followers)

- IT'S AFFORDABLE AND EFFECTIVE!


Tarif:

Anda memberikan produk atau jasa kepada saya termasuk akomodasi (jika ada tempat yang harus dikunjungi).
Jika produk tidak memungkinkan untuk dikirim/tempat tidak memungkinkan untuk dikunjungi, anda dikenakan tarif Rp.50.000 untuk satu minggu penuh.


Jika tertarik silakan email saya di namaku_indikecil@yahoo.com.


Indi

Selasa, 26 Juli 2011

Dork is a New Cool (and "Hello Stranger" Photoshoot with My Brother) :D

Waktu kecil sampai awal remaja, aku sering dipanggil si kutu-buku, geek, nerd bahkan dork. Semua panggilan itu datang berkat penampilanku yang berkaca mata tebal dan berback-brace. Bayangkan saja sejak masih SD mataku sudah minus dan semakin bertambah parah beberapa tahun kemudian (sampai sekarang). Dan di waktu aku SMP "aksesoris" ku nambah lagi karena aku divonis scoliosis. I wore a back brace throughout my teenage years. Am I a nerd?


Nerd. n Slang: unattractive person (Free Dictionary by Farlex).


Dengan penampilan seperti itu (dulu) aku sering dianggap lemah. Berteman denganku dianggap "kurang keren" dan nggak asyik untuk diajak hangout. Gue ingat waktu SMP ada sekelompok anak perempuan yang berpendapat bahwa aku nggak menarik. Salah satu dari mereka pernah bilang kalau aku mungkin nggak akan pernah punya pacar. Laki-laki suka perempuan yang seksi dan menarik. Bukan yang wajahnya hampir nggak kelihatan karena terlalu banyak "aksesoris". Begitu.
Waktu itu aku pikir, bagaimana mereka mengerti soal seksi dan apa yang disukai laki-laki? Seriously, they're only 13...

Bukannya aku nggak peduli, aku juga terkadang nangis dan mengadu sama Ibu. Tapi nggak sering karena meski Ibu pernah remaja (of course! Hehe), aku yakin situasi sekarang pasti berbeda dengan dulu. Aku lebih nyaman cerita sama buku harian dan sometimes I cried until I fell asleep, berharap besok lebih baik.
I don't know what's wrong with me. I love myself, aku nggak pernah membenci apapun dari diriku. Aku bahkan suka kaca mata dan braceku. Aku baru tahu artinya "minder" setelah ada yang mengejek habis-habisan. Di luar itu, ya aku nyaman.

Aku terus berkaca mata sampai kelas 3 SMA. Semakin tebal tetapi semakin percaya diri. Aku duduk satu bangku dengan Dhian, perempuan yang juga berkaca mata ---note this--- tebal. Tanpa sadar kami membuat satu sama lain lebih kuat. Waktu SMP aku selalu takut untuk pergi ke perpustakaan meski sebetulnya itu tempat kesukaanku. Tapi di SMA aku nggak perlu takut diganggu kakak kelas "seksi" (yes, seksi dalam tanda kutip dalam artian minim --pakaian dan cara berpikirnya--, they're shallow, sorry) karena Dhian selalu bersamaku. Kami, dua kutu buku pun akhirnya bertambah menjadi 3, lalu 4 orang dan seterusnya, karena rupanya ada beberapa murid yang hampir sama dengan kami: berpenampilan "berbeda", lebih suka ke perpustakaan daripada ke kantin tapi sayangnya takut untuk menunjukan siapa diri sendiri.


Terkadang mereka harus pura-pura menjadi sama supaya aman dari ejekan dan "label-label" dangkal dari teman-teman sekolah. Mereka bahkan harus menolak "ranking" karena nggak mau itu jadi "masalah"...


Aku rasa kata "berbeda" artinya tergantung dari sudut pandang orang yang mengatakan. Bagi seorang yang besar dari keluarga yang mempunyai kebiasaan makan di meja, makan di lantai atau lesehan akan dikatakan berbeda. Padahal begitu pula bagi yang terbiasa lesehan: orang yang terbiasa makan di meja itu berbeda.
Aku nggak suka kalau harus membenci sesuatu/sesorang dengan alasan "berbeda", malah deep inside aku juga berharap orang-orang yang mengganggapku berbeda dan mempermasalahkannya akan berhenti dan sadar bahwa kami bisa berteman.

Menjadi bangga itu kan hak semua orang. Bangga dengan pakaian seksi dan kemampuan hangout 24 jam boleh saja, nggak perlu menghina yang nggak "begitu". Begitu juga menjadi kutu buku, atau yang biasa kakak kelas-kakak kelas gue sebut dengan geek, dork atau nerd (meski sebetulnya ketiga kata itu mempunyai perbedaan arti. I read the dictionary, lol), tentu saja boleh bangga dan "berbaur" dengan seluruh penghuni dunia.
Love your self, nggak ada salahnya menjadi diri sendiri selama itu nggak menyakiti.

Hari ini aku nggak berkaca mata karena digantikan lensa kontak. Aku juga sudah 3 kali diundang ke acara fashion di TV untuk menjadi pembicara. Aku sekarang jadi fashion designer. Ya, I‘m so proud :) Tapi aku masih orang yang sama dengan yang dulu dipanggil... "you know what" (terlalu banyak pengulangan kalau disebutkan satu persatu lagi, hehe). Aku bangga menjadi diriku apa adanya. Aku nggak menyesal ataupun 'malu' karena dulu aku nggak populer dan sering jadi korban "ejekan". This is me, and I think “they” should also be proud to be themselves, so they can stop making fun of other people :)

Sekarang banyak yang nggak percaya kalau aku dulu berkaca mata dan berback brace. Well, the scoliosis is still here (sampai selamanya), tapi tulangku berhenti tumbuh jadi kemungkinan kalian nggak akan lihat aku pakai brace lagi (amen...). Tapi aku masih berkaca mata untuk beberapa kesempatan, seperti hari ini. Aku dan Puja (my brother) do some silly photoshoot dengan tema "Hello Stranger". These glasses are real. Aku minus 4 dan Puja minus 1 (ya, kami beruntung bisa dapat kaca mata yang stylish, lol). Ini dia, I hope you enjoy it! :)

Red roses dress by Toko Kecil Indi.



Versi “cover” dari poster filmnya, lol.




Gesture yang sering nampak di Hello Stranger. Di sana diceritakan kalau yang begini itu alay, bukan sweet, lol.



Patung ini ternyata ada betulan, heran, hahahaha.





Dork: someone who does things that are kinda silly and not neccessarily cool but always cute (Urban Dictionary.






Hello Stranger quick review: Dua orang asing bertemu waktu menjadi turis di Korea. Film ini banyak sindiran mengenai betapa "meng-Korea"nya manusia sekarang sampai-sampai lupa dengan budaya sendiri. Padahal budaya Korea juga belum tentu pantas dengan negara lain. Malah akan terasa "silly" seperti foto-foto diatas. (movie, 2010).