Halo! Indi di sini! Penulis dari "Waktu Aku sama Mika", "Karena Cinta itu Sempurna", "Guruku Berbulu dan Berekor", "Conversation for Preschoolers" dan Indi nyata dari Film Mika. Welcome to "DUNIA KECIL INDI"! Salam kenal :)
Halo teman-teman, apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja, ---at least sebaik aku yang sedang minum orange juice sehabis beres-beres kamar sisa Halloween di pagi buta begini, hihihi. Postinganku kali ini singkat saja, aku mau minta bantuan dari kalian, nih! :)
Bulan lalu aku masuk ke dalam 175 besarInspira Music+ Festival 2017. Nah, sebentar lagi akan dipilih siapa saja yang masuk ke dalam 10 besar. Selain ditentukan oleh juri, salah satu diantara 10 besar itu dipilih berdasarkan voting, lho, dan kalian semua bisa ikutan :D
Caranya cukup dengan menonton videoku di sini sampai habis. Satu view dinilai sebagai satu suara :)
In case link di atas susah dibuka, ada juga cara yang lain:
1. Masuk ke www.inspira.tv
2. Lihat "Video minggu ini"
3. Cari videoku dengan nama “Indie Sugar” (iya namaku padahal "Indi", uhuhuhu)
4. Tonton videonya sampai habis
5. Selesai! ;)
Karena votenya berdasarkan jumlah view, jadi kalian bisa vote sampai lebih dari satu kali, lho, hihihi. Jadi kalau kebetulan sedang luang boleh banget kalian menonton videonya berulang-ulang :p Oh iya, terkadang saat membuka link nya akan ada permintaan login. It's up to you, boleh membuat account dulu (bisa menggunakan Facebook dan Google+) atau diskip saja dengan cara tap/click screen yang kosong.
Aku memang masih baru sekali dalam bidang musik, malah lagu yang masuk ke dalam 175 besar ini saja baru diciptakan tahun lalu. Tapi musik adalah salah satu passionku, ---meskipun masih harus banyak belajar :) Setiap suara dari kalian akan ikut mengantarku meraih cita-cita. Soal hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan, yang terpenting aku nggak diam saja untuk meraihnya :)
yang main ukulele itu, lho,
Indi
_____________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Ini akhir Oktober, sudah bisa tebak dong tulisanku kali ini tentang apa? Hihihi. Kalau rajin mampir ke sini pasti sudah tahu kalau aku selalu excited dengan Halloween. Malah saking excitednya aku ingin kalau sepanjang bulan Oktober-November Halloween terus berlangsung, hihihi. Kalau kalian baru mampir ke sini mungkin kalian bingung dan bertanya-tanya "Kok di Indonesia ada Halloween, sih?". Well, aku sangat menghormati origin tradisi ini dan nggak ada sedikit pun maksud untuk disrespecful. Bagiku (dan keluarga) Halloween adalah waktunya berkumpul dan being creative, hampir sama seperti "holiday" yang lain. Mungkin kalian bisa cek tag "Halloween" di blog ini karena aku sudah sering share tentang cerita Halloween "ala aku" :)
Belakangan ini bukan waktu yang mudah bagi keluargaku. Bergantian dari kami harus dirawat di Rumah Sakit, ---dengan penyakit yang cukup berat. Termasuk aku yang baru saja didiagnosis dengan suatu kondisi yang belum siap aku ceritakan di sini. Pokoknya kondisi "baru" ku ini menguras energi banget, sampai-sampai aku kehilangan seseorang yang aku sayang, (---aku harap ini temporari dan ia akan kembali setelah keadaan lebih stabil... Amen). Tapi aku (well, kami) beruntung meski dengan yang terjadi belakangan, keluarga aku tetap solid. Entah apa jadinya kalau tanpa mereka, mungkin aku nggak akan "sekuat" sekarang. Kehadiran mereka, terutama Ibu dan Bapak menjadi pendukung paling besar bagiku. ---Lalu apa hubungannya dengan Halloween? Hihi, believe it or not ini juga salah satu "tanda cinta" mereka untukku :)
Mungkin karena terlalu banyak yang terjadi, aku jadi nggak sadar kalau Oktober hampir berakhir. Masih ingat betul tahun kemarin aku dan Ipar membicarakan tentang rencana Halloween tahun ini. Tapi semua orang nampaknya sudah lupa, ---atau aku pikir begitu. Di suatu siang saat semua berkumpul di ruang TV, aku bergurau tentang betapa bosannya aku karena nggak ada satu channel pun yang memutar film horror. Lalu tiba-tiba saja iparku bertanya akan jadi apa aku Halloween kali ini. Kaget, juga somehow pertanyaannya terdengar menggelikan, aku terkikik. "I don't know, mungkin kita skip saja Halloween kali ini," jawabku, ---meski sebenarnya nggak sungguh-sungguh. Iparku tampak kecewa, she love Halloween as much as I do. Aku jadi berpikir, hati kecilku sebenarnya nggak rela kalau harus skip Halloween. Tapi aku sama sekali nggak punya rencana apa-apa. Biasanya Ibu selalu membuatkan kostum untukku, tapi dengan keadaan seperti sekarang aku bahkan nggak berani untuk bertanya karena takut merepotkan. Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli sedikit treats untuk Halloween. Waktu aku minta izin sama Ibu, guess what??!... Beliau senang sekali! Ibu langsung meminta Bapak mengantarku. Katanya kalau aku masih ingat dengan Halloween, artinya aku "baik-baik saja", hihihi. Aww, Mom! :D
Sementara aku dan Bapak berbelanja treats, iparku membuat dekorasi Halloween di rumah. Mungkin kesannya berlebihan, tapi aku terharu banget karena Bapak super excited waktu memilih-milih treats. Bentuk crackers yang akan dipakai untuk membuat kue graveyard saja beliau pikirkan sampai matang, hihihi. Waktu kami tiba di rumah, dekorasi yang iparku buat sudah hampir selesai. Ya,ampun tahun ini sepertinya tingkat excited keluargaku berkali-kali lipat dibandingkan aku sendiri. Aku jadi menyesal dengan niatku untuk skip Halloween :'D Aku langsung masuk dapur untuk membuat treats. Dari tahun ke tahun andalan aku itu dirt cake, tapi berhubung sizenya semakin besar namanya pun berubah menjadi "graveyard cake" :p Ini sebenarnya cuma cake biasa yang di atasnya ditaburi remahan Oreo, tapi karena aku vegan, aku ganti telur di cakenya dengan pisang. Yang lucu, setelah aku beri "nisan" iparku menghiasi cakenya dengan hantu-hantuan. Nama cakenya pun jadi diubah jadi "ghost in the graveyard", deh, hahaha.
Untuk kostum, aku dan ipar sepakat untuk keep it simple. Dibandingkan memakai kembali kostum tahun kemarin, kami pikir lebih baik memakai yang sudah ada tapi belum pernah dipakai. Kami putuskan tema tahun ini diinspirasi oleh Harry Potter. Berhubung sehari-hari aku berkacamata, aku pun jadi Moaning Myrtle. Sedangkan si kecil Ali, keponakanku jadi Harry Potter. Kami cukup memakai kacamata dan sweater, plus untuk Ali jidatnya dilukis gambar halilintar oleh iparku, hahaha. Dibandingkan tahun kemarin Ali jauuuuuh lebih excited kali ini. Semua treats ingin ia coba dan ia amaze sekali dengan dekorasinya. Ia terus-terusan bilang, "Bagus... bagus" dan minta digendong supaya bisa melihat dari dekat :D Oh iya, aku sama sekali nggak ikut mendekorasi, lho. Semuanya dilakukan oleh Ipar dan Bapak. Jadi waktu aku masuk ruang tamu rasa amaze ku kira-kira sama dengan Ali, ---tapi ditambah teary eyes sendikit :p
Lihat videonya di sini :)
Meski semuanya serba dadakan dan tanpa rencana, tapi aku merasa ini Halloween yang paling berkesan. Somehow aku merasa suasananya jauh lebih hangat daripada yang sudah-sudah. Mungkin karena di tengah masa sulit ini kami masih bisa berkumpul. Apalagi meski semuanya excited, aku merasa bahwa mereka membuat Halloween party sederhana ini untukku... :)
Halloween. Setiap tahun selalu ada cerita yang istimewa. Dan tahun ini... Ini Halloween paling penuh cinta yang pernah aku alami :)
pumpkinlove,
Indi
_______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Halooooo, ada orang di sana? Hahaha, mungkin ada beberapa dari kalian yang notice kalau blogku sempat “bersembunyi”. Well, at least aku menerima sekitar 10 private messages yang isinya menanyakan tentang keberadaan dunia kecilku ini. Ada yang mengira kalau aku menghapusnya, dan ada juga yang mengira kalau aku blocked beberapa pembaca. Padahal sebenarnya nggak, kok. Blogku masih ada, tapi ada beberapa ‘perbaikan’ yang perlu aku lakukan di sini. Dan di saat yang bersamaan aku juga sedang ada health problem yang perlu penanganan serius (don’t worry, I’ll be fine), jadi sekalian saja aku liburan dulu. As I type this, aku sedang duduk di sebuah rumah di luar kota dengan cuaca yang super panas, hihihi. Mohon doa dari teman-teman supaya aku cepat pulih baik secara fisik maupun mental. Amen! :D
Aku akui, belakangan untuk melakukan daily routine terasa lebih menantang. Tapi ini nggak menghentikanku dari (berusaha) berkarya, kok. Bukannya sok kuat, tapi terus berusaha aktif (asalkan nggak kelewat batas) di saat kondisi seperti ini justru membuat pikiranku teralihkan dan lebih positif :) Salah satunya dengan mengikuti Musik+ Festival 2017. Aku sudah mendaftar sejak bulan Agustus lalu, ---di saat kondisiku mulai menurun. Tadinya aku nggak yakin untuk melanjutkan dan sudah bersiap untuk mengundurkan diri. Tapi di bulan September aku mendapat kabar kalau aku masuk ke dalam 175 besar dari ribuan pendaftar! Mau mundur rasanya jadi sayang, dan sepertinya ini adalah kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman dan tentu, untuk bertemu teman-teman baru :)
Teman-teman sudah tahu belum sih tentang ajang musik ini? Kalau sudah, kalian bisa skip part ini. Tapi kalau belum, silakan lanjutkan baca, hihihi. Musik+ Festival ini adalah ajang yang diadakan oleh Inspira TV (yang sudah pakai TV digital pasti tahu channel ini). Konsepnya berbeda dengan ajang pencarian bakat yang sudah-sudah. Goal mereka bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi. Atau, dikutip dari situs mereka;
“Musik plus adalah musik yang mengandung muatan positif yang mencerahkan, memotivasi dan menginspirasi. Musik plus tidak dibatasi oleh genre. Semua jenis musik dapat menjadi musik plus selama memiliki makna yang inspiratif dan positif. Dengan musik plus hiburan menjadi lebih bermakna.”
Keren dan berbeda, kan? Nah, lagu yang dibawakan juga bebas, boleh ciptaan sendiri atau lagu orang lain. Akan mendatkan nilai plus jika lagunya berbahasa Indonesia. Lalu bagaimana denganku yang lagu-lagunya (sok) English semua? :p
Memang kalau sudah “harusnya begitu” Tuhan pasti kasih jalan. Saat mengikuti audisi online tadinya aku mau mengirimkan lagu berbahasa Inggris. Tapi sepupuku yang berusia 10 tahun menyarankan lagu lain. Rupanya ia menyukai lagu “Hey Girls Hey Boys” yang aku ciptakan tahun lalu dalam rangka World Disability Day. Agak ragu, karena lagu itu super sederhana dan nggak “komersil” (waktu aku upload di YouTube viewers nya jauh di bawah video-videoku yang lain, nggak sampai 300 viewers!). Sepupuku bilang lagunya enak dan ada pesan moralnya, hahaha. Karena ingin membuat dia senang (toh aku nggak yakin-yakin amat bakal lolos), aku iyakan saja permintaannya. Aku pikir, ya sudah ini satu-satunya lagu ciptaanku yang berbahasa Indonesia dan dalam kondisi seperti ini agak “ribet” jika harus membuat lagu yang baru. Whatever will be, will be, deh. Yang penting aku mengirimkan karya yang original :D
Dan… siapa yang menyangka bahwa aku terpilih sebagai salah satu dari top 175! Aku sendiri bahkan nyaris lupa kalau sempat mengikuti audisi. Maklum saja karena aku baru dihubungi (TENGAH MALAM) di tanggal 29 September lalu, ---been a month sejak aku mengirimkan lagunya. Aku langsung memberi tahu Bapak dan bertanya apa aku boleh mengikuti technical meeting di besok siangnya. Kami berpikir agak lama. Karena selain kondisiku, Ibu juga baru selesai dirawat inap, dan keponakanku pun sedang dalam kondisi gawat di Rumah sakit. Tapi Bapak menyarankanku buat go for it, katanya ini bakal jadi pengalaman berharga dan kalau nggak mencoba aku nggak akan tahu sejauh mana kemampuanku. Ya sudah aku bulatkan tekad untuk terus maju meskipun sahabatku yang musisi “idealis” heran kenapa aku mau ikutan ajang seperti ini, lol.
Selesai Technical Meeting di De Majestic, Bandung.
Technical meeting diadakan di gedung De Majestic, Jl. Braga no. 1 Bandung. Ini adalah kawasan pejalan kaki alias pedestrian, ---jadi untuk parkir susaaah sekali karena lahannya hanya sedikit. Aku datang terlambat karena kabar yang diterima begitu mendadak. Syukurlah aku masih sempat mendengar informasi penting untuk shooting taping keesokan harinya. Poin pentingnya sih hanya diingatkan untuk berpakaian sopan, lagu berbahasa Indonesia lebih disukai dan untuk datang tepat waktu. Lucunya ada beberapa kru Inspira TV yang mengingatku, mungkin karena pernah dua kali mengisi acara di sana. Tapi dengan sesama peserta malah awkward. Aku mencoba berkenalan dengan laki-laki yang duduk di sampingku, tapi dia jutek maksimal, hahaha. Mungkin disangkanya aku naksir dia kali, ya? :p Uh, the problem with being too friendly. *palm face.
Sampai di rumah aku nggak bisa langsung istirahat karena belum ada ide lagu apa yang akan aku nyanyikan untuk shooting taping keesokan harinya. Lagu “One Day”(lagu ciptaanku) memang bermain terus di dalam kepalaku. But I’m not sure… karena liriknya berbahasa Inggris. Dan akhirnya, karena malam semakin larut aku putuskan saja untuk mengubah sebagian liriknya ke dalam Bahasa Indonesia, hahaha. Jadi terdengar janggal sih, tapi setelah aku ulang-ulang it wasn’t that bad kayaknya :p By the way, shooting taping ini untuk ditayangkan di Inspira TV sekaligus untuk ditonton oleh para juri. Dari top 175 ini kami akan disaring kembali menjadi top 10. Yup, hanya 10 orang dari seluruh Indonesia! Bikin aku cukup deg-degan sih. Tapi aku tetap berusaha istirahat karena nervous plus kurang tidur pasti bukan perpaduan yang bagus.
Aku termasuk awal waktu mendaftar, makanya dapat nomor 71 ;)
Di depan gedung De Majestic sebelum shooting dimulai.
Dan akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Seluruh peserta diminta untuk naik ke belakang panggung. Surprise… surprise… aku mendapat giliran yang pertama! Well, seharusnya sih nomor 2, tapi karena ada salah satu peserta yang belum siap, jadilah aku yang menggantikan. Cengar-cengirku makin menjadi, ---kebiasaan kalau sedang nervous, lol. Dari atas panggung semuanya terlihat gelap, mungkin karena lampu sorotnya hanya mengarah ke panggung. Tapi aku stay cool, pura-pura bisa melihat dan melambaikan tangan ke arah yang kira-kira tempat Bapak dan Iie duduk, hahaha. Sebelum mulai bernyanyi ternyata ada sedikit interview dulu dari hosts nya. Aww, mereka mengenalku sebagai penulis novel dan Indi yang menginspirasi film Mika. Jadi malu-malu kucing, deh :p Setelah itu kru menyiapkan 2 buah mikrofon untukku karena aku nggak memakai minus one, tapi bermain ukulele. Sumpah, it feels so weird. Monitor ada tepat di depanku tapi suara yang aku dengar pelaaaan sekali. Tapi karena itu katanya “normal” aku pun mulai bernyanyi sambil bermain ukulele despite of nggak bisa dengar suara sendiri. Aku coba berikan yang terbaik, meski hati ini dag-dig-dug. Berdasarkan hasil tanya-tanya sedikit sama peserta lain di belakang panggung, mereka rupanya sudah terbiasa ikut lomba. Nah aku… lomba tingkat RT saja belum pernah, hahaha.
Di belakang panggung, foto diambil oleh fotografer Inspira TV.
On stage, dapat dari Instagramnya Inspira TV, hahahaha (ketawa sedih).
Iie mau ambil video, tapi sayang HP nya error! :O
Turun dari panggung rasanya masih deg-degan, tapi lega. Oh iya, aku punya teman baru yang kenalan di belakang panggung, namanya Mia dan dia penyanyi solo. Katanya penampilanku bagus, sampai-sampai peserta lain ngumpul di depan monitor untuk nonton, hahaha. Entahlah dia bohong atau nggak, yang pasti itu membuat perasaanku lebih baik :) Sambil melihat penampilan peserta lain, aku juga sempat diwawancarai. Isinya selain tentang perasaanku mengikuti Musik+ Festival, juga tentang aktivitasku. Too bad Bapak dan Iie nggak ikut ke belakang panggung, jadi aku nggak punya dokumentasinya. Sebenarnya pas di panggung juga aku nggak punya foto dan videonya karena tiba-tiba saja handphone Iie error. Yang kupajang di sini aku dapat dari akunnya Inspira TV dan hasil captured dari video Tante sebelum akhirnya blank (cuma beberapa detik saja). Agak sedih, sih. Tapi yang terpenting kan aku menikmati waktu moment ini terjadi ;)
Karena Iie ada keperluan, aku pun diajak pulang lebih awal. Syukurlah diizinkan karena nggak ada kewajiban untuk stay sampai akhir acara. Di perjalanan pulang aku langsung mengirimkan pesan pada Ibu yang isinya mengabari kalau aku sudah berusaha dan senang bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil di sana. Aku belum tahu dengan hasilnya, tapi melihat wajah Bapak dan Iie yang bangga dan terus-terus mengulang cerita sewaktu melihatku di panggung rasanya priceless. Rasanya aku sangat dicintai dan semakin bersyukur memiliki keluarga yang suportif. Akankah aku masuk 10 besar? Hope so. Tapi bukan itu intinya. Karena yang terpenting aku sudah mencoba memberikan yang terbaik, dan biar sisanya Tuhan yang menentukan. Aku rasa nggak perlu malu atau ragu saat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Karena kalau nggak pernah memulai, bagaimana mungkin aku bisa dapat pengalaman? :)
ukulele girl,
Indi
Liputan audisi final di Inspira TV.
_______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Halooooooo... Masih adakah yang mampir di sini? Hehehe, semoga saja ada ya. It's been awhile aku nggak cerita-cerita sama kalian. Padahal baru didua post sebelumnya ya aku bertanya hal yang sama, ---dan itu sudah lebih dari 1 bulan yang lalu! Geez xD Tapi kali ini alasannya bukan malas. Malah faktanya belakangan aku sedang semangat-semangatnya karena banyak hal baru yang aku lakukan. Terutama aku sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Karena meskipun aku jadi anggota choir selama 5 tahun, belum pernah sekalipun aku "dilirik" sama pelatih. Kehadiranku hanya sebatas antara ada dan tiada, ---alias nggak terlalu dibutuhkan, tapi kalau aku nggak ada juga kadang dicariin :p Aku justru baru tahu kalau aku "bisa" bermusik setelah off dari choir. Tanpa bayang-bayang puluhan teman di-choir ternyata aku lebih percaya diri dan bisa menunjukkan warnaku yang sesungguhnya. Tapi bukan berarti aku stop menjadi penulis ya, karena menurutku musik sama saja dengan menulis. Bedanya saat bercerita aku harus menambahkan melody :) Selain itu yang membuatku absen dari dunia kecil ini adalah karena so much thing going on belakangan. Dari mulai hal-hal yang bikin happy sampai hal-hal yang bikin hatiku sedikit kosong (eg. ada seorang sahabat yang meninggal dunia, juga ada seorang sahabat yang baru pindah jadi komunikasi dibatasi dulu). Sekarang aku akan mencoba mencicil menceritakan apa saja yang terlewat. Dan akan dimulai oleh 2 moment yang menurutku paling berharga diantara semuanya, yaitu: Ulang tahunku dan pengalaman membuat jingle sebuah preschool. How cool is that? Hehehe :p
1. Kejutan Ulang Tahun di mana Keluargaku went Vegan for a Day dan Lagu Baru!
Kalau sering mampir ke sini pasti sudah hapal banget sama ke-excited-an aku setiap berulang tahun. Tapi tahun ini ada yang beda karena bertepatan dengan bulan puasa. Awalnya aku mau mengundang beberapa teman untuk berbuka bersama, tapi setelah dipikir rasanya kurang bijak karena pulangnya bisa terlalu malam dan mereka jadi skip ibadah :( Jadi aku putuskan saja tahun ini tanpa perayaan dan aku jalani hariku seperti biasa. Tapi rupanya orang-orang di sekitarku nggak membiarkan hari istimewaku berlalu begitu saja. Begitu tiba di tempat bekerja lampu kelasku mati, dan begitu dinyalakan aku lihat note yang berisi birthday wishes lengkap dengan gambar Hello Kitty! Ya, ampun, rupanya itu surprise dari Miss. Rifa, partner sekaligus sahabatku sejak tahun 2012. Rasanya terharuuuuu sekali. Sampai-sampai note nya aku keep dan dipajang di kamar, hahaha :D Miss. Rifa bilang sih aku berlebihan karena itu cuma surprise kecil, tapi menurutku saat seseorang mengingat moment istimewa seperti ini, ---it's beyond precious! :)
Aku nggak berharap hadiah apa-apa lagi, note dari Miss. Rifa sukses membuatku ekstra happy saat bekerja. But, there's another surprise! Waktu aku ambil handphone di loker ada pesan dari iparku, katanya, "Kak, kata Ibu pulang kerja mau makan di mana? Kita makan sama-sama, Kakak pilih tempat makan vegan saja." Waaaa, saking happy nya aku sampai baca berkali-kali dan malah lupa untuk balas pesannya, hehehe. Setepat waktu mungkin aku meninggalkan tempat bekerja dan pulang ke rumah karena tahu pasti butuh waktu untuk berganti pakaian dan ---minimal cuci muka. Tapi, lagi-lagi, saat pulang ke rumah ada kejutan! Dan ini datang dari seseorang yang nggak aku duga!
Mungkin ada yang masih ingat kalau tahun lalu aku berkolaborasi dengan Shane Combs, musisi asal Amerika (lihat kolaborasi kami di sini). Nah, siapa sangka hubungan yang awalnya idola dan penggemar itu berubah menjadi persahabatan. Aku nggak bisa cerita gimana awalnya sih, it just happened. Rupanya aku dan Shane itu berulang tahun di waktu yang hanya terpaut 10 hari! Kami sebelumnya sudah sering bicara tentang betapa kerennya menjadi "Gemini fella" (plus sama Eris juga sih, anjingku, lol) dan berencana untuk membuat sesuatu lagi bersama, tapi berhubung Shane akan pindah ke California aku jadi pesimis dengan rencana itu :( Entah dapat wangsit darimana rupanya Shane memutuskan untuk menyelesaikan project ulang tahun kami sebelum tanggal 8 Juni berakhir a.k.a di hari ulang tahunku. Jadilah kami ngebut mengerjakannya BEBERAPA MENIT saja begitu aku tiba di rumah. Thanks to technology, kami menggunakan video call untuk berkomunikasi dan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Pantatku sampai kram rasanya karena duduk di lantai sementara kabel charger menempel terus-terusan di handphone. Well, it's kinda dangerous, tapi berhubung perasaanku lagi campur-campur antara excited pengen cepat menyelesaikan lagu, mellow karena bakal ditinggal (kami kan tergantung WIFI, lol) sama mood pengen becanda melulu, bikin aku jadi "betah" dengan posisi ekstrim begitu. Telepon baru selesai setelah Ibu terus-terusan nongol di kamar untuk "mengingatkan" secara halus kalau kami mau makan malam bersama, hahaha. Gagal lah rencanaku untuk cuci muka dulu sebelum pergi :p
Lagu yang kami buat sebenarnya nggak 100% baru. Lirik dan melody nya aku tulis sekitar 8 bulan yang lalu. Waktu itu Shane langsung suka dan ingin memainkannya. Tapi berhubung lagunya super girly aku jadi nggak tega kalau melibatkan sahabat laki-lakiku itu, lol. Tapi ternyata Shane benar-benar menyukainya, jadi ia membuat aransemen baru plus kami juga tambahkan sedikit bagian dari lagu "All You Need is Love" nya The Beatles sebagai tribute to the band ---dan juga karena Shane mengidolakan mereka. Lagu yang kami buat sebagai hadiah ulang tahun kami (aneh nggak sih kalimatnya, hehe) itu berjudul "One Day" dan bisa didengar di sini. Aku sih suka banget sama hasilnya. ---Bukannya narsis lho, aku hanya bangga karena finally ada orang yang bisa merealisasikan musik yang ada di kepalaku. ---Karena dengan kemampuan bermusikku yang masih terbatas, normally semua ini hanya bisa diimajinasikan saja. Semoga kalian juga enjoy dengan musik kami, ya :)
Dengar laguku dan Shane di sini. Pakai headphones akan lebih maksimal! :)
Akhirnya setelah terburu-buru ganti baju dan sedikit ditegur karena video call terlalu lama (---padahal anaknya sedang berkarya lho, Ibu, Bapak, hehe) kami (aku, ortu, Nenek, Ipar dan si Ali Connolly) berangkat juga untuk makan malam. Karena aku diizinkan untuk memilih tempat, langsung saja aku menyebut "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir", restoran vegan yang selalu jadi favoriteku bahkan semenjak aku masih jadi pesco-vegetarian :) Bisa diduga, tempatnya penuuuh sekali begitu kami tiba. Tapi berhubung ini ulang tahunku jadi nggak ada yang tega untuk menyalahkanku :p Lagipula late dinner nya jadi terobati dengan kearakraban kami. Plus keluargaku ternyata menikmati menu vegan dan amaze sama "daging palsu" yang mereka makan, hahaha. Well, aku sih nggak berharap mereka jadi vegan apalagi didekat-dekat hari Lebaran seperti ini, tapi melihat mereka enjoy dan bilang kalau akan mampir ke sini lagi juga bikin aku happyyyy :D
Kesannya repetitif, tapi memang setiap ulang tahun aku selalu bilang kalau ini adalah "best birthday" karena begitu kenyataannya. Tuhan maha baik dan maha adil. Tahun lalu aku kehilangan orang yang kusayangi dan tahun ini "diganti" dengan kehadiran seorang sahabat baru, sahabat lama dan keluarga yang super-super aku cintai. I'm blessed, ---rasanya "malu" jika aku meminta lebih. Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih baik agar pantas mendapatkan apa yang sudah dan kelak aku dapatkan di masa depan :)
2. Terlibat di Pembuatan Jingle Sebuah Preschool dan Tampil di Hadapan Oompa-Loompa.
Seperti yang aku bilang sebelumnya kalau aku sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Nah, ini sepertinya membuat aku sedikit nekat, lol. Di awal bulan Juni bosku bertanya apakah ada di antara employees nya yang bisa membuat lagu untuk preschoolnya. Jadi liriknya sudah ada, tapi belum ada melody. Entahlah dapat keberanian dari mana dengan PD nya aku bilang, "Sini sama aku saja, deh. Aku bisa bikin lagu." Dan.... setelahnya aku kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut sendiri, hahaha. Pengalamanku membuat lagu hanya sebatas have fun untuk disimpan di laptop dan beberapa saja yang diupload ke YouTube. Jadi bisa dibayangkan dong betapa blank nya aku :'D Tapi berhubung sudah sok cool, aku bawa liriknya ke rumah dan baru galau setelah malam datang.
Sempat terpikir untuk curang, pakai melody yang sudah ada atau minta dibuatkan Shane. Tapi waktu aku tanya ia apakah bisa membuat lagu anak-anak jawabannya hanya, "What??", hahahaha. Jadilah aku langsung mengalihkan pembicaraan dan bilang, "Never mind" :'D Akhirnya aku humming liriknya saja dan biarkan jari-jariku bergerak memetik ukulele. It's miracle! Hanya dalam waktu 5 menit lagunya selesai! Aku nggak yakin dengan reaksi bosku sih, soalnya aku juga nggak ngerti "standar jingle" itu gimana. Tapi sambil tutup mata dan deg-degan (---eh, ngintip dikit sih) aku kirim lagunya melalui whatsapp. It was so rough, ada suara berdehem di awal dan tanpa mixing. Satu menit... dua menit aku menunggu dan akhirnya ada jawaban. Laguku langsung diapprove! OH, MY GOD!!! Aneh sih, tapi aku syukuri saja. Mungkin bosku selaranya random, hahahaha *sujud syukur*
Tapi kejutan besarnya justru ada di acara puncak alias school leavers nya preschool. Aku diminta untuk membawakan lagunya di atas panggung! Ahahahaha, antara excited sama geli sih ini namanya :D Sudah pasti ada beberapa teman yang menggodaku. Dari mulai dipanggil "Maria" (itu lho, tokoh di The Sound of Music yang mengajarkan bocah-bocah bernyanyi) sampai dibilang kalau aku akan perform di hadapan Oopa Loompa :'D Terlanjur sudah nekat mengiyakan bikin lagu, aku iyakan lagi saja permintaan untuk tampilnya. Ini memang bukan pertama kalinya aku perform di depan umum, sebelumnya pernah di tiga stasiun TV nasional dan beberapa kali di kalangan "terbatas". Tapi di depan anak-anak dan orangtua murid? Oh, no, ini bakal jadi moment pertama kali xD
Satu minggu sebelum acara aku sempat gladiresik dan bikin aku geli segelinya karena laguku diputar di playground. Bayangkan saja, mendengar suara sendiri saat bekerja itu kan awkward banget, hahaha. Tapi aku tetap berusaha profesional, ---gelinya ditahan dulu sampai waktu bekerja selesai. Dan aku juga ingin penampilanku di hari H maksimal. Jadi segala silly thought itu harus disingkirkan dulu :) Aku berlatih saat gladiresik juga di rumah, ---bahkan untuk outfitnya pun aku siapkan. Thank God, penampilan perdanaku di preschool berjalan lancar. Meski aku sudah "tahu", tapi nggak bosan-bosannya aku mengingatkan diri sendiri untuk menganggap semua pekerjaan serius. Besar kecilnya panggung, sedikit banyaknya audiences sama sekali nggak boleh mempengaruhi penampilanku. I just want to do my best :)
Well... itulah dua moment yang sangat berkesan buatku di bulan Juni. Sebentar lagi bulan akan berganti dan aku masih belum tahu apa yang sudah menanti. Yang pasti aku akan menjalani hari sebaik mungkin, dan sisanya aku serahkan pada Tuhan :) Oh iya, besok sudah hari Lebaran, nih. Mohon maaf lahir dan batin, ya. Nanti akan aku usahakan untuk bersilaturahmi ke blog teman-teman. Sampai ketemu! :)
that ukulele girl,
Indi
(Diedit 5/3/2024. Sahabat yang berkolaborasi musik denganku itu sekarang jadi suamiku, ahahahahahaha, sungguh sebuah plot twist).
______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Entah waktu yang benar-benar cepat berlalu atau aku yang terlalu enjoy sama hidup, ya... Rasanya baru banget aku cerita tentang ulang tahun Eris yang ke 7, eh sekarang dia sudah 8 tahun aja, huaaaa *kagetplusterharu :')
Tapi banyaknya hal yang terjadi sama hidupku belakangan (lol) juga bisa jadi alasan kenapa semuanya jadi terasa cepat. Salah satunya saja 3 minggu belakangan aku terkena infeksi mata yang cukup parah. Doctor visit, ke optik, pakai obat ini-itu... dan tahu-tahu saja, boom! ---sudah tanggal 22 Mei 2017! :O Padahal awalnya aku merasa punya cukup waktu untuk menyiapkan proper birthday celebration buat Eris, tapi pada kenyataannya cuma bisa super sederhana, hahaha. Yah, gimana dong... untuk keluar rumah saja mataku masih sensitif bukan main. Dan yang juga nggak kalah berpengaruh, ---dompetku ikut terkuras karena biaya dokternya cukup mahal! Maaf ya, Eris :p
Aku selalu berusaha membuat 'perayaan' ketika ada hewan peliharaan yang berulang tahun, ---meskipun itu hanya sederhana. Karena menurutku every life's matter, termasuk mereka. Seenggaknya ada moment satu kali dalam setahun dimana aku bisa tunjukan pada mereka betapa berartinya mereka untuk hidupku. Sebelum Eris ada Veggie, anjing golden retriever cerdas-cantik yang sayangnya harus pergi sebelum usianya mencapai 7 tahun. Ia dulu mengidap epilepsi, ---setiap hari dengannya adalah berkah dan membawa kebagiaan. Karena aku "tahu" waktu kami untuk bersama nggak akan lama, aku selalu berusaha membuat hari-hari kami memorable terutama di saat berulang tahun. Entahlah, aku merasa lebih nyaman ketika melakukannya. Mungkin dengan "merayakan hidup" aku seperti diterapi agar lebih mudah melepaskan ketika Veggie benar-benar harus pergi.
Meski begitu aku tetap merasa patah hati. Selama seminggu setelah kepergiannya aku menangis hampir sepanjang hari. Untuk mengobati aku melihat foto-foto Veggie sambil mengingat kenangan-kenangan manis bersamanya. Dan kehadiran Eris yang nggak terduga ternyata juga salah satu penyembuh yang paling ampuh. Aku merasa harus kembali membuka hati dan nggak menyia-nyiakan rasa sayangku dengan memberikannya pada Eris. Ya, kekuatan dari making memory bersama Veggie dan kehadiran Eris lah yang menyembuhkanku :) Itulah kenapa aku sangat berusaha untuk melakukan hal yang istimewa di ulang tahun Eris, ---meskipun kesehatanku sedang menurun. Karena tanpanya mungkin sampai sekarang pun aku masih akan merasa setengah patah hati, hehehe ;)
Begitu sadar kalau sudah tanggal 22, aku langsung membuka lemari es dengan harapan ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk membuat kue. Ada telur, ---wah, lucky, berhubung aku vegan sepertinya ini punya Ibu dan Bapak. Juga ada strawberry yang dipetik dari rumah Tante. Setelah berpikir secara kilat aku langsung minta Bapak untuk membelikan buah pisang. Ya, ampun aku merasa helpless. Masa cuma ke mini market saja aku harus minta tolong, hahaha :D (habis ngetik kalimat ini aku langsung pakai obat tetes mata, lol).
Aku pernah melihat resep kue ulang tahun untuk anjing di YouTube dan pernah aku praktekkan tahun kemarin. Sayang hasilnya terlalu kecil dan kurang nge-blend. Bagi Eris sih itu nggak masalah, karena dia memang hobi makan. Tapi aku tetap berharap kali ini hasilnya lebih baik daripada tahun kemarin biar happy nya Eris jadi berkali-kali lipat.
Belajar dari kesalahan tahun kemarin, kali ini aku lumatkan pisang dengan garpu agar lebih mudah ketika dicampurkan dengan telur. Melihat bentuknya sebelum dimasukkan ke microwave aku merasa super PD akan berhasil. Tapi ternyata... failed! Ini karena Bapak kasih tips super iseng agar aku menambahkan tepung beras ke adonannya, hahaha. Akhirnya setelah sedikit ngambek sama beliau (just kidding, hehe), aku bikin lagi dari awal dan... BERHASIL! Yay, aku bangga sekali sama hasilnya. Tahun lalu waktu aku masih vegetarian (masih makan telur) aku icip-icip kuenya Eris dan ternyata rasanya enaaaaak. Mirip pancake! Resep kue ini simple banget, tapi efektif. Soalnya bisa dinikmati oleh anjing dan pawrent nya sekaligus, hihihi. By the way, in case di antara kalian yang membaca mau re-create resep ini, boleh banget lho. Nih, aku share step by stepnya :)
Bahan-bahan:
~ 2 buah pisang.
~ 2 butir telur.
~ 1 buah strawberry.
~ 1 sendok makan air matang.
Cara membuat:
~ Lumatkan pisang sampai halus lalu campurkan dengan telur yang sudah dikocok.
~ Masukkan air dan aduk rata.
~ Panaskan di microwave suhu tinggi selama 5 menit.
~ Setelah agak dingin olesi bagian atas kue dengan stawberry yang sudah direndam air panas dan dilumatkan. Jadi kaya semacam homemade jam gitu deh, hehehe.
Selama ini aku hanya pernah memberi Eris kue buatan toko (khusus anjing) satu kali saja. Bentuknya memang keren, tapi aku khawatir ada bahan-bahan yang nggak terlalu baik untuk tubuhnya. Selain itu usia Eris juga sudah tua (---ah, tapi bagiku dia tetap puppy, hehehe), jadi akan lebih baik kalau apa yang masuk ke perutnya adalah bahan-bahan yang aku kenal betul. Pisang baik untuk sumber potasium dan karbohidrat bagi anjing. Sedangkan strawberry, selain rasanya enak juga kaya vitamin C. Satu atau dua buah jadi jumlah yang oke untuk camilan. Asal jangan stawberry kalengan saja karena biasanya mengandung sirup gula :O Nah, kalau dari bahan-bahannya sih sudah oke. Tapi tes kesuksesan kue ini adalah apakah Eris akan menyukainya? :D
Nggak ada dress baru buat Eris, ---kadonya pun mungkin akan menyusul atau bahkan nggak sama sekali, hehehe. Aku dan Bapak cuma menempel tulisan "happy birthday" di dinding dan nyanyi-nyanyi random (Eris mana peduli, lol). Lalu aku potong kuenya jadi 4 bagian dan langsung diberikan pada Eris. No candle this year karena yang sudah-sudah Eris malah mau gigit lilinnya :p 1... 2... 3... the moment of the truth. Hap! Ternyata Eris menyukainya! Dalam hitungan detik kuanya langsung habis, jadi nggak sempat divideokan, hahaha. Padahal ukurannya lumayan besar, lho, ---dicetak pakai mangkuk yang biasa buat mie itu. Melihat Eris suka dengan kue buatanku bikin super happy. Terharu deh, hal yang sesederhana ini saja bisa bikin Eris excited. Ah, aku harus belajar banyak dari Eris :'D
I'm blessed to have her. Nggak bosan-bosan aku bilang begitu (---tapi yang baca di sini mungkin bosan, hehehe). Karena kenyataannya memang begitu. Eris mengajarkanku untuk selalu excited dengan hal-hal kecil, untuk bersabar seperti saat aku sedikit memberinya makan, untuk tetap percaya dan menghormati, meski terkadang aku "marah" karena ia membandel. Semoga akan ada ulang tahun-ulang tahun berikunya lagi dengannya. Semoga selama apapun sisa hidup yang ia miliki aku bisa memberikannya kebahagiaan dan ia diberkahi dengan kesehatan. Amen... :) Ah, aku jadi pengen cepat-cepat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang aku mau nyusul Eris saja di pojokan dekat pintu dan usel-usel wajahnya yang mungil, hihihi :)
cheers,
Indi
nb: Selamat menunaikan ibadah puasa. Maafkan segala kesalahanku ya, baik di lisan ataupun tulisan :) Bulan puasa identik dengan petasan. Di daerahku mulai ramai dan bikin Eris panik. Just a friendly reminder, kalau mau main petasan jangan di dekat binatang ya karena telinga mereka super sensitif. Dan untuk para pawrents, yuk peluk si kesayangan supaya nggak panik dan tetap nyaman. Semoga di bulan yang suci ini damai-damai saja ya. Mending juga makan kolak daripada main petasan :p
____________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Haloooo Dunia Kecil Indi! Masih adakah yang berkunjung ke sini? Hehehe :p
Lumayan lama juga ya aku nggak mampir, ---bahkan nggak blog walking mengunjungi blog teman-teman. Sedihnya, ini bukan karena aku sibuk, tapi karena... ehm, aku malas :p Bukan malas sama blognya, lho, tapi aku sedang malas in general. Sempat sakit 1 minggu plus cuaca Bandung yang adem-adem beku (hujan es melulu, dong) bikin aku rindu dengan tempat tidur setiap pulang bekerja. Plusnya aku jadi beristirahat dengan cukup, tapi minusnya jadi lumayan banyak hobi yang ditinggalkan (---kecuali hobi tidur, lol). Sekarang aku sudah jauh lebih fit, mudah-mudahan saja bisa kembali ke rutinitas yang seimbang, ---terutama antara pekerjaan, hobi dan waktu istirahat :)
Bulan kemarin banyak long weekendnya. Tapi bagiku sih nggak terlalu berpengaruh karena pekerjaan formalku yang sifatnya part time, hanya 4 hari dalam seminggu. Jadi di saat orang lain happy karena dapat libur ekstra, bagiku rasanya sama karena di hari "normal" pun memang libur, hehehe. Nah, justru pas 1 Mei 2017 kemarin aku malah kebalikan dari orang kebanyakan. Di saat yang lain libur aku malah "back to work" dengan menjadi tamu di acara talk show. Proses undangannya cukup cepat. Berawal dari beberapa hari sebelumnya produser acara menghubungiku dan menawari untuk menjadi bintang tamu di program barunya. Karena sebelumnya sudah pernah mengisi acara di stasiun TV yang sama jadi langsung aku iyakan. Rupanya memang cukup ngebut, keesokan harinya salah seorang dari tim kreatif langsung memberikanku jadwal shootingnya!
Mungkin masih ada yang ingat kalau di tahun 2015 lalu aku diundang ke acara yang namanya "Saling Sharing"? Nah, kali ini aku diundang oleh stasiun yang sama, Inspira TV, hanya saja berbeda acara. Namanya "Udah Gitu Aja", sama-sama talk show tapi konsepnya komedi. By the way, sepertinya masih ada yang belum tahu tentang Inspira TV ya. Ini stasiun TV nasional, jadi bukan hanya bisa dinikmati di kota Bandung, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Bedanya ini adalah channel TV digital bukan analog, jadi kita harus make sure dulu TV yang dipakai bisa mensupport (bisa dibaca di kardus TV nya). Selain itu Inspira TV juga bisa dinikmati di Ninmedia channel 29. Teman-teman sudah pakai TV digital belum, nih? :)
Belajar dari pengalaman sebelumnya aku pun bertanya tentang dresscode untuk shooting nanti, apalagi acaranya live. Awalnya Reza, salah satu tim kreatif mengizinkanku memakai dress selutut (---bukan di atas lutut ya, aku selalu make sure pakaianku sopan). Tapi (lagi-lagi) hanya beberapa jam sebelum shooting keputusan diubah bahwa kakiku harus tertutup! Aduh, rasanya kok seperti de javu, hahaha. Agak kesal juga sih, tapi syukurlah aku menemukan stocking lama di laci lemari dan dapat pinjaman blazer dari Ibu. Alasannya sih karena beberapa kru masih libur jadi keputusannya serba mendadak. (---Dan later ketika di studio aku jadi tahu kalau channel mereka memang berbasis islami). Tadinya aku mau protes karena di episode sebelumnya Mbak Polwan cantik yang jadi tamu roknya pendek bingits dan bajunya ketat. Tapi sudahlah, aturan pasti dibuat karena ada alasannya dan aku bukan rebel, hehehe. Disyukuri saja karena Ibu punya butik jadi urusan outfit bukan masalah besar :)
Shooting akan dimulai pukul 20.00 WIB, jadi aku dengan diantar Bapak berangkat pukul 19.00 WIB. Tadinya aku diundang untuk share tentang pengalaman menulis saja, tapi setelah produsernya tahu kalau aku juga pemain ukulele (amatir, lol), aku pun diminta untuk membawa serta salah satu ukuleleku. Wah, bakal jadi pengalaman pertama bermain musik live di TV nih. Sebelumnya sudah pernah ketika di Net TV dan TV One, tapi keduanya tapping :D Lokasi shooting kali ini berbeda dengan sebelumnya yang di sebuah kafe, kami diminta untuk datang langsung ke studio Inspira TV. Karena sudah malam dan baru pertama kali, Bapak sempat bingung dengan rutenya. Syukurlah lalu lintas sedang nggak macet dan meskipun studionya nggak terletak di jalan utama tapi ada sign yang cukup terang. Kami pun tiba tepat waktu. Hore! Hehehe.
Sepanjang pengalamanku mengisi acara (di TV), baru kali ini shooting nya dimulai tanpa basa-basi. Jangankan di makeup oleh makeup artist, diminta untuk rapi-rapi pun nggak. Jadi begitu tiba langsung diminta naik ke lantai 2 (sepertinya ruang kontrol?), baru ketika segmentku hampir dimulai aku diminta untuk masuk ke studio yang berada di lantai 3, hehehe. Positifnya aku jadi nggak sempat deg-degan ---dan akhirnya ada juga TV yang no-problemo dengan aku yang bedakan saja malas :D Aku baru dibriefing saat jeda iklan, termasuk baru ditanya tentang lagu apa yang akan aku bawakan. Tanpa ragu aku langsung menjawab, "Under the Bridge dari Red Hot Chili Peppers!" Hehehe, kalau live begini kan sudah nggak mungkin ditolak, ---kapan lagi bisa membawakan lagu idola :p Karena di sana ada pemain keyboard, aku pun nggak menolak tawarannya untuk mengiringi suara dan permainan ukuleleku. Ini adalah pengalaman pertama, aku jadi super excited! :)
Host "Udah Gitu Aja" ada 2 orang, Danu dan Mike. Mereka super kocak dan lincah, ---saking lincahnya aku khawatir studio mini tempat kami shooting akan rubuh karena mereka berlari ke sana-kemari saat jeda iklan, hahaha. Meski begitu mereka juga ramah dan sopan. Setelah berkenalan sebentar segment aku pun dimulai dengan membawakan lagu yang sudah direncanakan. Ya... not bad lah untuk ukuran tanpa rehearsal, hehehe. Lagunya jadi terdengar lebih fresh dengan alunan keyboard. Beruntung Bapak sempat merekam moment pertamaku membawakan lagu idola di TV dengan kameranya :)) Setelah itu kedua host langsung masuk dan mulai berbasa-basi denganku. Senangnya, Mike pernah menonton film MIKA beberapa waktu lalu, jadi percakapan kami terasa lebih hidup. Aku memang selalu mengirimkan profile terlebih dahulu jika diundang menjadi tamu, karena info tentangku tentu nggak semua tersedia di google (---kecuali kalau aku Beyonce, hehehe). Tapi jika host nya benar-benar tahu karyaku rasanya jadi lebih menyenangkan.
Setelah jeda iklan berikutnya aku diajak main game. Sebenarnya sih gamenya super simple, aku dan Mike hanya diminta untuk menebak kata yang Danu ucapkan tanpa suara lalu ditulis di selembar kertas. Tapi memang dasar Danu super kocak, aku pun tertawa sampai sakit perut, hahaha. Game ini aku yang menang, ---tapi aku yakin Mike memang sengaja mengalah. Yang asyik dari acara ini meski konsepnya komedi tapi pertanyaan yang diajukan tetap serius. Misalnya tentang upcoming project ku dan tips menulis. Mereka juga sempat membacakan beberapa fakta tentang film MIKA yang membuktikan bahwa tim kreatif melakukan sedikit research sebelumnya. Mungkin kita sebagai penonton akan berkomentar bahwa, ‘apa susahnya memang dengan mencari tahu?' ---karena zaman sekarang apa-apa tinggal googling. Tapi trust me, masih banyak lho acara TV yang sepertinya malaaaas banget cari tahu tentang tamunya :)
Segment ku berlangsung selama 1 jam, tapi waktu rasanya cepat sekali berlalu karena meski saat jeda karakter Danu dan Mike sama sekali nggak berubah. Kami asyik mengobrol dan sesekali kru mengajak berfoto bersama. Too bad memory kameraku habis karena Bapak terlalu semangat merekam aksiku, hahaha. Untung saja ada Instagram, jadi aku bisa mendapat beberapa dokumentasinya meski resolusinya nggak terlalu besar :) Waktu segmentku ditutup rupanya ada permintaan khusus dari produser agar aku bernyanyi lagi. Ya, ampun spontan sekali acaranya, hahaha. Yang terlintas di kepala gue lagunya Princess Chelsea yang berjudul "Goodnight Little Robot Child", langsung saja aku nyanyikan. Sempat lupa awalnya karena celetukan-celetukan si duo konyol, tapi untung hanya beberapa detik saja, hahaha.
Aku dan Bapak nggak langsung pulang, tapi kami stay sampai 1 jam kemudian alias sampai acara habis. Meski cuma jadi penonton tapi aku nggak bosan karena ketawa-ketawa terus :p Setelah itu kami pamit pulang karena sudah larut dan besoknya aku harus kembali bekerja (---pekerjaan formal maksudnya, kalau "kerja" mah kan setiap hari, hehehe).
Aku bersyukur pengalaman pertama mengisi acara live berlangsung super seru. Aku pikir pressure nya bakal lebih besar daripada tapping, tapi rupanya aku malah lebih santai. Pernah lho aku screen test buat salah satu acara bakat di TV, cuma ditonton sama segerintil kru tapi nervousnya malah luar biasa, lol. Minusnya dari live show aku jadi nggak bisa nonton diri sendiri di TV, ---kecuali kalau ada yang upload ke YouTube. Ya, doakan saja episodeku cukup okay untuk diupload di account official mereka, ya, hehehe.
Begitu deh pengalamanku bekerja di hari libur kemarin. Kalau teman-teman bagaimana? Menikmati liburan atau ada pekerjaan tak terduga juga? ;)
Nonton behind the scene "Under the Bridge" di sini, ya :)
yang maksa mau nyanyi lagu RHCP,
Indi
______________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com
Waaa, liburnya sudah habis! Hihihi :D Bagaimana liburannya nih, teman-teman? Mudah-mudahan seru ya. Dan untuk yang merayakan, have a blessed Easter! :) Aku sendiri sih merasa long weekend kali ini terasa kurang long, alias pendek. Mungkin karena sedang semangat-semangatnya mencoba hal baru, ---tapi sekaligus ingin bersantai :p Padahal kalau diingat liburan kali ini cukup lengkap buatku; relax dengan spa sudah, being creative dengan membuat lagu baru sudah, jalan-jalan dengan keluarga juga sudah. Well, manusia terkadang nggak ada puasnya ya, hehehe. Padahal seharusnya aku bersyukur karena sempat melakukan banyak hal, dan lagipula 'sebentar' lagi juga another weekend tiba ;)
Soal relax dengan spa, sebetulnya libur kemarin aku nggak niat untuk pijat spa. Awalnya aku ingin pijat terapi untuk scoliosis seperti yang biasa aku dapat di tempat fisioterapi. Tapi karena salah paham dengan terapis pijatnya, jadilah aku dapat "rezeki santai" tak terduga, hahaha. Eh, tapi bukan berarti selama libur aku jadi cuek dengan kesehatan my spine ya. Semalas apapun aku selalu usahakan untuk exercise ringan, ---meski terkadang dengan mata terpejam :p Dan ngomong-ngomong soal scoliosis, di blog ini ternyata tema itu jadi salah satu semakin lama semakin banyak di klik, lho. Perasaanku jadi campur aduk, nih. Antara prihatin karena artinya jumlah scolioser sangat banyak, tapi juga senang karena artinya awareness pengguna internet terhadap scoliosis semakin tinggi :)
Jadi hari ini aku mau share sesuatu yang berkaitan erat dengan scoliosis, ---yang juga cukup sering di-request sama teman-teman pembaca di sini. Yaitu cara mudah untuk melepas SpineCor. Banyak scolioser, terutama yang kurvanya sedang sampai tinggi harus memakai brace (penyangga) untuk membantu menjaga kestabilan kurvanya. Tipe brace sangat beragam, apa yang dipilih biasanya berdasarkan beberapa pertimbangan dan anjuran dokter. Aku sendiri sejak (lebih) dari 2 tahun lalu memakai SpineCor, brace tipe soft karena lebih nyaman dan efektifitasnya jauh di atas brace tipe lain (hard brace). Meski aku super betah dengan brace ini tapi nggak bisa dipungkiri kalau cara penggunaannya memakan waktu ekstra jika dibandingkan dengan brace tipe hard karena terdiri dari 2 pieces. Untuk pengguna baru pasti merasa kebingungan, ---lihat tali-talinya saja sudah bikin seram, hahaha. Padahal sebenarnya dengan sedikit latihan kita bisa melakukannya dengan mudah, lho :)
SpineCor terdiri dari 2 bagian, yaitu rompi dan short. Di rompi terdapat 4 tali, sedangkan di short terdapat 2 tali. Meski kelihatannya membingungkan (apalagi kalau dalam keadaan dilepas, OMG) tapi sebenarnya fungsi tali-tali itu untuk memudahkan penggunanya, lho. Aku akan coba jelaskan step by stepnya dengan singkat;
1. Di rompi terdapat tali-tali dengan nomor 1, 2, 3 dan 4. Supaya nggak bingung, lepas tali satu persatu dengan urutan terbalik, dari 4 sampai 1.
2. Saat melepas tali lipat ujungnya agar velcro nggak melekat ke bagian rompi yang lain.
3. Untuk melepas celananya, doesn't matter sih mau tali nomor 1 atau 2 dulu. Yang terpenting make sure lipat talinya agar nggak melekat ke bagian celana lain. Lalu setelah itu lepaskan celana seperti biasa.
4. Lakukan hal yang sama saat akan mencuci atau menyimpan SpineCor untuk mencegah agar velcro nggak cepat "gundul", terutama karena proses pencucian.
Kalau masih bingung kalian bisa menonton video di salah satu episode "Indi's Scoliosis Life"di sini. Aku juga punya video cara memakai SpineCor dan tips untuk ke toilet tanpa harus melepas keseluruhan SpineCor di playlist. Oh iya, aku juga mau share good news nih. Keponakanku, Fithri baru saja menjalani operasi scoliosis (yup, aku bukan satu-satunya scolioser di keluarga). Kurva sebelumnya sedikit lebih tinggi dari aku dan setelahnya scoliosisnya banyak terkoreksi! Aku sampai surprise melihat fotonya karena ia terlihat super tegap :) Operasi koreksi yang dilakukan menggunakan MAGEC Rod System, ---yang sebelumnya aku belum pernah dengar. Sepertinya di Indonesia memang belum ada (at least itu hasilnya ketika aku googling), karena di rumah sakit tempat Fithri melakukan operasi pun (di Belanda) ini baru kali keduanya dilakukan. News ini membuat aku super happy karena setelah koreksi mobilitas Fithri pasti akan lebih tinggi (she's a wheelchair user) dan juga semakin positif karena artinya perkembangan dunia kedokteran semakin maju! :)
Luar biasa rasanya kalau mengingat dulu aku masih memakai hard brace dan pilihan untuk terapi scoliosis masih sedikit. Siapa yang mengira kalau sekarang ada SpineCor atau MAGEC Rod System, ---dan teknologi-teknologi lain yang nantinya akan menyusul. Fakta kalau ada orang-orang di luar sana yang melakukan berbagai macam penelitian untuk membantu orang-orang sepertiku dan Fithri membuatku merasa terharu! I can't wait to see what future brings, ini baru awalnya :)
Well, aku sih nggak bisa (---belum) bisa membantu dalam bidang science, tapi mudah-mudahan apa yang aku share di sini dan di series "Indi's Scoliosis Life" bisa membantu, ---at least membuat teman-teman scolioser ingat kalau kalian nggak sendirian. Saat sedih, down atau in pain, jangan lupa kalau di sini ada aku yang "menemani" ;)
smile,
Indi
nb: Rupanya banyak yang belum tahu kalau Spine Body Center, tempat gue memasang SpineCor sudah berubah nama dan alamat. Ini yang baru: Indo Sehat Utama. Ruko Garden Shopping Arcade, Blok B-09 BB Kawasan Podomoro City, Jl. Podomoro Avenue - Tanjung Duren Selatan jakarta Barat 11470. Phone: 021 2940 8696.
(Update: Fithri keponakanku meninggal di tahun 2022. Kami sangat merindukan senyumannya, may she rest in peace…).
____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact: namaku_indikecil@yahoo.com