Rabu, 22 Juni 2016

Film-Film dengan Tokoh Scoliosis di Dalamnya. Hayooo, Mana yang Kalian Pernah Tonton? ;)

Howdy-doooo bloggieeeees? Wah, sudah memasuki bulan Ramadan, ya... Semoga semuanya diberikan kesehatan agar puasanya lancar, amen... Cuaca di Bandung juga sedang agak ekstrim, nih. Kalau siang bisa terik dan kering, eh sorenya hujan deras sekali plus petir-petir menggelegar. Menjaga kesehatan jadi agak tricky, seperti aku yang 2 hari lalu baru dari dokter karena batuk-pilek-demam, huhuhu, ---lengkap :D Tapi yang terpenting sih berusaha menjaga saja, jangan mentang-mentang cuaca sedang buruk kita jadi pasrah karena ujung-ujungnya pasti sakit, hehehe. Istirahat cukup it's a must, menu seimbang dan banyak minum juga sangat penting. *mengingatkan diri sendiri*

Ngomong-ngomong soal kesehatan, teman-teman tahu nggak kalau di Amerika sana bulan Juni ditetapkan sebagai "Scoliosis Awareness Month"? Jadi di bulan ini mereka (---masyarakat di Amerika) "diingatkan" agar waspada terhadap kondisi yang sebagian besar pengidapnya perempuan ini. Seperti yang sudah pernah aku bahas sebelumnya di sini, pengidap scoliosis alias kondisi dimana tulang belakang melengkung ke arah samping ini nggak sedikit, tapi sayangnya masih banyak yang menganggapnya kurang penting. Padahal scoliosis terutama jika sudah severe (sepertiku) bisa mempengaruhi organ-organ tubuh, lho. Dan meskipun jarang tapi jika dibiarkan dalam kondisi severe bisa sampai menyebabkan kematian. Jadi sebenarnya penting sekali, kan. Entah deh gosip dari mana kalau ada yang bilang scoliosis itu kurang penting, hihihi.

Aku sendiri, sebagai orang yang sudah hidup bersama scoliosis sejak berusia 13 tahun menganggap setiap bulan adalah "Scoliosis Awareness Month". Sebisa mungkin aku mengenalkan scoliosis pada orang-orang terdekat, ---dan syukur-syukur bisa semakin luas. Salah satu usahaku adalah membuat series YouTube yang berjudul "Indi's Scoliosis Life". Untuk episode minggu ini aku membahas tentang film-film yang di dalamnya mempunyai tokoh scolioser. Yup, selain MIKA (filmku yang diinspirasi oleh novel "Waktu Aku sama Mika") ada juga lho film-film lain yang mungkin teman-teman sudah pernah nonton tapi nggak ngeh kalau di sana ada scolioser. Dan video episode ini juga sudah aku upload di account YouTube "Indi Sugar Taufik". Tapi berhubung nggak semua hobi nonton YouTube dan mungkin lebih nyaman mampir ke sini, jadi aku buat versi tulisannya ;)


1. Sixteen Candles


Film ini dirilis pada tahun 1984. Yes, I know, I wasn't even born at that time, ---dan aku yakin sebagian besar dari teman-teman juga belum, hihihi. Tapi aku yakin banyak yang tahu film ini, at least pernah melihat poster atau meme nya di internet. Film ini menceritakan tentang seorang remaja perempuan yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke 16. Di sana ada tokoh figuran yang sayangnya nameless, tapi ia dikenal sebagai "Geek girl". Geek girl ini seorang scolioser dengan Milwaukee Brace yang sering diejek oleh teman-temannya. But don't worry, guys. It has a happy ending. Aku lihat ia berdansa dengan seseorang di akhir film ;)


2. Romy and Michele's High School Reunion



Film ini juga sudah lama dirilis, tepatnya pada tahun 1997. Waktu pertama kali menontonnya di TV, aku langsung suka. Tapi waktu itu aku nggak menontonnya dari awal jadi agak bingung mengapa Michele selalu diejek oleh teman-temannya ketika remaja. Lalu setelah menontonnya untuk kedua kali di DVD aku jadi tahu bahwa sebelum Michele dewasa dan ikut reuni, ketika remaja ia harus memakai brace untuk scoliosisnya! Banyak sekali scene yang lucu di film ini, seperti ketika magnet-magnet menempel di brace Michele :D Meski di film ini banyak jokes yang "payah" tapi sebenarnya punya pesan yang sangat positif. Bahwa that you can claim to be "this-and-that" and lie to people. But in the end honesty is always best. Kalau teman-teman punya rencana bikin sleepover party, aku sarankan film ini untuk ada di list kalian :)


3. The House Bunny



Okay, film yang ketiga ini adalah my MOST favorite. Film ini nggak berpusat kepada Joanne, si scolioser. Tapi Joanne adalah salah satu dari anggota sorority yang ---somehow--- semuanya canggung. Lalu suatu hari mereka kedatangan seorang mantan Playboy bunny yang dipecat karena dianggap sudah terlalu "tua" untuk tinggal di mansion. Namanya Shelley, dan ia menjadi house mother mereka! Kehadiran Shelley menjadikan mereka lebih percaya diri dan berkarakter, termasuk Joanne yang mulai nyaman dengan kondisinya dan bahkan menghias brace nya dengan berbagai pernak-pernik. Yang lucu dari Joanne, dokter sebenarnya sudah mengizinkannya melepas brace sejak lamaaaaa. Tapi ia takut kalau dilepas tulangnya akan lembek seperti mie, hihihi. By the way, ada sebuah adegan favoritku di film ini, yaitu waktu Shelley encourage Joanne untuk mengejar laki-laki yang ia sukai. Joanne berlari semakin lama semakin kencang, sampai satu persatu bagian bracenya lepas. Lol, bahkan lebih "amazing" dari adegan asli yang menginspirasinya, ---Forrest Gump! :p


4. Kiss Me


Menurutku film ini agak misterius. Awalnya trailernya ada di mana-mana, setiap buka YouTube atau situs video sharing lain pasti deh ada promo film"Kiss Me". Tapi tiba-tiba saja *poof* trailer dan promonya menghilang dari internet. Yang aku dengar dari seorang teman online sih film ini dicancel penayangannya di bioskop dan akhirnya dirilis sebagai film di TV kabel. Film ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang bernama Zoe dan Shelby. Zoe menghadapi masalah dengan scoliosisnya, sementara Shelby jatuh cinta dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya. Dari trailer nya sepertinya ini seperti film remaja kebanyakan, ---tentang betapa complicated nya fase sebelum dewasa ini. Sejauh yang aku tahu film ini seharusnya dirilis tahun 2012 lalu tapi sampai sekarang nggak ada pengumuman offcial tentang nasibnya. (Update 2024: Film ini bisa disaksikan di channel YouTube Taylor Benson).


5. MIKA



Film terakhir adalah satu-satunya film Indonesia, ---dan satu-satunya yang merupakan filmku di list ini, hehehe. MIKA merupakan film yang diinspirasi oleh kisah nyata kehidupanku ketika berusia 15 tahun. Dua tahun sebelumnya aku didiagnosis mengidap scoliosis dan harus memakai brace 23 jam setiap hari. Ketika sedang libur sekolah aku bertemu dengan Mika, laki-laki yang 7 tahun lebih tua dan seorang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Kami lalu saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berpacaran :) Film ini nggak menjadikan scoliosis hanya sebagai tempelan, tapi menjadikannya bagian penting dari cerita. Ada beberapa pengalaman sebagai seorang scolioser yang kubagi di film ini, seperti misalnya kesulitanku ketika harus mengikuti pelajaran olahraga. Tapi bukan berarti film ini menggambarkan scoliosis sebagai sesuatu yang mengerikan. Malah film ini menunjukkan bahwa aku sama saja seperti remaja kebanyakan, —aku bersenang-senang dan aku juga punya pacar ;)
Dengan bangga aku bilang bahwa MIKA adalah film pertama dan so far satu-satunya yang memiliki scolioser sebagai tokoh utama, ---bukan sebagai figuran atau malah pony role yang tujuannya membuat orang tertawa. Aku harap film MIKA bisa meningkatkan awareness, bahwa scoliosis bukan lelucon dan sekedar masalah kosmetik. Scoliosis juga bisa menyebabkan rasa sakit dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama jika kasusnya sudah severe sepertiku. Dan aku harap MIKA nggak jadi film terakhir. Para sineas harus lebih berani membuat film dengan scolioser sebagai pemeran selayaknya orang yang "normal", bukan sebagai karakter untuk memancing iba atau dijadikan lelucon.



Nah, itu dia film-film yang memiliki tokoh/peran scoliosis di dalamnya. Bagaimana apakah kalian sudah pernah menonton salah satu, ---atau bahkan semuanya? Jika sudah mana yang menjadi favorit kalian? Atau adakah judul yang terlewat olehku? Feel free untuk membantuku mengingatnya dengan meninggalkan komentar di tulisan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi untuk ngebuburit alias menunggu waktu berbuka puasa, hihihi ;)


proud scolioser,

Indi


*dapatkan film MIKA di sini dan di sini.


_________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 15 Juni 2016

Kamu di Jakarta? Yuk, Cicipi "Indi Sugar's Sweets" Sambil Ngabuburit! :)


Halooooo teman-teman bloggies! Siapa nih yang tinggal di Jakarta? Ayo angkat tanggannya. ---Eh, nggak usah deh, dari sini juga nggak kelihatan, hihihi :p Kita ketemuan, yuk! Tanggal 16 sampai 17 Juni 2016 nanti aku akan ada di sana, tepatnya di Gedung Direktorat Pajak. Kedatangan ku ke sana dalam rangka memperkenalkan brand makanan milikku yang bernama "Indi Sugar's Sweets". Ya, semacam launching kecil-kecilan, deh, hihihi. 

Mungkin ada yang heran, kok dari penulis aku bisa mendadak tertarik dengan dunia makanan. Well, aku juga heran. ---Lol, just kidding! :p Aku memang senaaaaaang sekali ngemil, terutama segala macam sweets dan desserts. Kalau ada yang masih ingat dengan film MIKA, di sana aku senang sekali setiap menerima lollipop dari Mika. Nah, di real life pun gitu, segala macam permen, es krim dan cokelat akan kuhabiskan tanpa menunggu lama :D Dari sanalah ide "Indi Sugar's Sweets" dibuat, agar kecintaan terhadap berbagai macam sweets bukan aku saja yang menikmati, tapi juga banyak orang ;)

"Indi Sugar's Sweets" menyediakan macam-macam cemilan manis seperti cokelat isi biskuit, cokelat isi kacang, jelly, permen dan lain sebagainya. Eits, meski banyak sweets yang beredar di pasaran, produkku beda, dong ;) Selain harganya bersaing (---betul, coba bandingkan saja, lol), rasa dan kualitasnya sangat terjaga. Saat dikemas aku pastikan agar sweets nya nggak lengket dan cacat, bahkan di kemasan yang paling kecil pun disertakan silica gel. Dan yang nggak kalah penting, packagingnya rapi dan as sweet as a sugar, dong, hihihi.


Launching diadakan di Bazar Dharma Wanita DJP, tepatnya di booth "Indi Sugar's Sweets". By the way, meski judulnya sweets, tapi untuk yang nggak suka manis aku juga disupport oleh "Mekar Sari" yang menyediakan beraneka macam kue kering (cocok nih buat persiapan lebaran) dan "Manies" yang menyediakan bola-bola susu dan jajanan khas Bandung termasuk keripik pedas dan seblak! Yumm :) Dan untuk yang mau berkunjung, nggak usah khawatir sulit untuk menemukan booth nya karena "Indi Sugar's Sweets" punya banner berwarna pink catchy dengan fotoku dan Ibu :p



Aku tunggu kedatangan teman-teman semua untuk menikmati sweets dan jajanan lainnya di;

Semarak Bazaar Ramadhan
Booth "Indi Sugar's Sweets"
Waktu: 16-17 Juni 2016, pukul 10.00-15.00
Tempat: Gedung Direktorat Pajak
Jl. Gatot Subroto 40-42 Jakarta Selatan
(Aula Gedung A Lantai 2)

Ajak teman, saudara, orangtua, pasangan, tetangga, ---dan siapapun yang kalian mau, hihihi. Sampai bertemu di sana! ;)


as sweet as a sugar and everything nice,

Indi

______________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 01 Juni 2016

Ulang Tahun Eris yang Lebih Istimewa dari Istimewa :)



Tahun ini Eris, anjing golden retriever yang sudah menjadi bagian dari keluargaku sejak berusia 9 bulan berulang tahun yang ke 7. Sama seperti ulang tahun-ulang tahun yang sebelumnya aku sangat bersuka-cita saat menyambutnya. Karena itu artinya 1 tahun yang luar biasa sudah aku lewati lagi bersamanya :) Usia 7 tahun juga merupakan angka yang sangat istimewa untukku dan keluaga. Pasalnya, Veggie, anjing terdahulu kami pergi di usia yang sama karena serangan epilepsi. Aku merasa sangat blessed karena Eris masih diizinkan untuk berada di tengah-tengah kami dalam keadaan yang sehat, ceria, pintar, ---dan sedikit bandel, hehehe :D

Ingin rasanya aku merayakan ulang tahun Eris yang ke 7 dengan lebih istimewa daripada biasanya. Sudah 2 tahun berturut-turut ulang tahunnya dirayakan tanpa kue, ---meski lilinnya ada, lol. Sebaik mungkin aku berusaha menyiapkan hadiah untuk Eris. Jauh-jauh hari aku sudah mengincar sisa kain bergambar Thomas the Train untuk dijadikan baju baru Eris. Ketika mendapatkan kainnya aku langsung mewanti-wanti Bi Ade, salah satu karyawan di butik Ibu untuk menjahitnya sesuai dengan model yang aku inginkan. Karena Bi Ade sebenarnya adalah bagian finishing, jadi aku memintanya untuk menjahitkan model dress yang sangat simple. Tapi rupanya butuh berhari-hari hingga dress nya selesai, sampai-sampai ulang tahun Eris yang jatuh di tanggal 22 Mei pun harus diundur sampai 5 hari kemudian! Dan karena beberapa hal aku pun (lagi-lagi) nggak sempat untuk menyiapkan kue :( Aku hanya membeli dog food dan sampo sebagai kado tambahan. ---Well, aku sadar kok kalau Eris pasti nggak mengerti tentang ulang tahun, dan nggak peduli dengan kado. Makan 3 hari sekali dan diajak jalan-jalan sore pun aku yakin sudah membuatnya sangat bahagia. Tapi menurutku nggak ada salahnya memberikan hari istimewa untuknya, at least 1 tahun sekali. Anggap saja sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadirannya :)



Karena nggak ada tanda-tanda hadiah untuk Eris akan bertambah (*ngarep, lol), jadi aku putuskan untuk merayakan dengan seadanya. Sehabis makan sore aku menunjukan kado-kado kecil yang telah disiapkan pada Eris. Dog food dan samponya akh taruh di atas bangku, sementara dress nya langsung kupakaikan. Dress buatan Bi Ade baguuuuus sekali, ---apalagi kalau mengingat ini adalah kali pertama ia menjahit baju untuk anjing. Tapi sayang kependekan dan bagian ketiaknya kurang pas. Jadi lebih mirip sayap Superman daripada dress, hehehe. Meski begitu Eris tampak happy, ekornya berkibas-kibas kencang sambil mondar-mandir dengan dress barunya. Ah, Eris memang selalu bersyukur, sesederhana apapun yang aku beri ia pasti tetap bahagia :) Nggak lupa aku mengabadikan moment berharga ini dengan bantuan Bapak yang membantu mengambil foto-foto kami. Melihat Eris yang begitu ceria membuat aku lupa bahwa ia sudah berusia 7 tahun. She's my forever puppy! :')



Meski rasanya agak mengganjal karena ulang tahun Eris nggak dirayakan sesuai yang diharapkan, tapi aku happy dan bersyukur sekali dengan reaksi Eris. Kata Bapak, Eris seperti sengaja memamerkan dress barunya. Dengan bersemangat ia berputar-putar dan melompat setiap kali dipuji, hihihi. Agar Eris bisa lebih puas "pamer" keesokan harinya aku ajak ia berjalan-jalan di sekitar rumah. Lucunya, kami lebih banyak berhenti dari pada berjalan karena kehadiran Eris menarik perhatian anak-anak di sekitar rumah. Mereka sebenarnya sering bertemu kami, tapi berhubung belakangan agak jarang keluar rumah karena hujan, mereka jadi kangen :D Eris terlihat semakin senang, dengan semangat ia menyalami anak-anak satu persatu (---yup, ia bisa) dan sesekali mengibaskan ekornya. Kami baru pulang ke rumah setelah hampir magrib. Biasanya kami pulang lebih cepat, tapi kali ini nggak apa-apa, deh. Spesial untuk si birthday girl ;)


Aku pikir ulang tahun Eris sudah selesai, foto-fotonya aku post di media sosial untuk berbagi kebahagiaan dengan para pembaca (---yang kupanggil "Indi's Friends"). Tapi rupanya aku salah! :D Ray membelikan kado "terlambat" untuk Eris ketika kami sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Sebuah dog snacks yang sudah pasti akan Eris sukai (sama kaya aku, suka banget sama treats, hehehe). Di hari yang sama aku juga mendapatkan angpao dari Om dan aku gunakan untuk membeli dog blanket. Lalu keesokan harinya ada kejutan lainnya, sepupuku, Gina. Ia ternyata melihat foto Eris di Facebook dan ketika berkunjung ke rumah ia memutuskan untuk memberinya kado! Aduh, sampai speechless, Eris mendapatkan dog food merk favoritnya. Katanya Gina sampai stalking supaya nggak salah merk, lho, hihihi :') Dengan kado-kado "terlambat" yang berdatangan, aku jadi punya ide untuk merayakan ulang tahun Eris sekali lagi. Kali ini benar-benar ingin mewujudkan keinginan berulang tahun dengan  kue. Untuk membelinya aku nggak ada budget (---ya, ampun lebih mahal dari kue manusia, huhuhu). Jadi kuputuskan untuk membuatnya sendiri, ---meskipun aku nggak tahu caranya :p

Aku sampaikan keinginanku pada Ibu a.k.a meminta izin untuk meminjam dapurnya. Beliau mengizinkan, dan even better, bersama Bapak mereka memberikan bahan-bahannya sebagai hadiah untuk Eris! :'D Aduh, aku selalu tahu kalau Eris sangat dicintai, tapi siapa menyangka akan sebanyak ini? :'D Dengan berbekal resep dari video YouTube aku membuat kue sederhana untuk Eris. Bentuknya memang biasa saja, tapi yang terpenting kue ini dog friendly. Bahan-bahannya aman dan alami karena hanya terbuat dari pisang, telur, madu dan selai kacang :) Aku lega sekali karena di percobaan pertama kuenya matang dengan sempurna. Padahal sudah deg-degan karena nggak ada oven dan jadi memasaknya dengan microwave, hehehe :D Waktu aku tunjukan pada Eris kuenya, ia langsung berputar-putar gembira dan 1 menit kemudian kuenya langsung habis! Semudah ini membuatnya bahagia, dan nggak butuh chef handal atau kue buatan toko untuk enak versi Eris :D


Sampai saat menulis ini aku masih amaze dengan apa yang Eris dapat di ulang tahunnya yang ke 7. Ketika aku pikir semuanya nggak sesuai rencana ternyata Eris mendapatkan lebih. Ini lebih istimewa dari istimewa, ---entah apa namanya. Aku terharu karena Eris ternyata mendapatkan tempat istimewa di hati orang-orang terdekatnya. She's not "just" a dog tapi juga anggota keluarga. Bahkan mungkin Eris lebih istimewa daripada yang aku pikir karena ada beberapa pembacaku yang mengingat ulang tahunnya, memberinya ucapan selamat dan doa sebelum aku "mengumumkannya" di media sosial :) Aku nggak peduli jika Eris nggak mengerti dengan "this whole ---what so called birthday thing". Tapi aku harap Eris merasakan semua rasa syukur dan sayang kami untuknya :)
Melihat apa yang Eris dapatkan ada yang masih ragu dengan rezeki? Tuhan sudah mengatur semuanya, bahkan untuk hewan sekalipun :)

Video ultah Eris :)

blessed girl,

Indi 


_____________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Selasa, 17 Mei 2016

"Indi's Scoliosis Life" di Rubrik CHAT Belia Pikiran Rakyat! :)

Yuhuuuuu, howdy-do my bloggies friends?! :) 
Hihi, rupanya sudah 13 hari ya aku nggak share cerita di sini. Sebetulnya sih pengen cerita ini-itu, tapi rupanya si "meltdown moment" masih mempengaruhi mood (---seriously guys, this really is THAT bad, sampai-sampai ini mata langsung kena efek kelilipan kalau ingat ke sana, lol). Sekarang mumpung aku sedang cukup relax dan happy, (---gimana nggak happy kalau ada setoples permen dan iced capuccino di atas meja, hihihi) aku mau cerita tentang pengalaman beberapa waktu yang lalu, nih. Hmmm, teman-teman sudah ada yang tahu belum ya kalau aku punya series di YouTube dengan judul "Indi's Scoliosis Life"? Kalau belum, aku ceritakan sedikit. Jadi series ini berisi diaryku sebagai seorang scolioser atau pengidap scoliosis, ---kondisi tulang belakang yang melengkung ke arah samping. Selain berbagi pengalaman sehari-hari, aku juga berbagi tips untuk sesama scolioser dan mudah-mudahan bisa meningkatkan awareness untuk non-scolioser. Usia series ini sebenarnya masih bisa dibilang baby karena baru 4 bulan, hihihi. Makanya surprise banget waktu tahu ada media yang ingin meliput tentang Indi's Scoliosis Life! :)

Waktu dihubungi oleh tim Belia untuk wawancara, aku langsung mengira akan diminta bercerita tentang karya-karya tulisku atau tentang film Mika seperti yang sudah-sudah. Tapi melalui SMS aku diberitahu bahwa rupanya mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang series yang aku buat di YouTube. Perasaanku jadi heran campur senang (banget!). Soalnya dibandingkan dengan video-video cover ukulele, series ini memang belum terlalu populer. Jadi entahlah apa pertimbangan mereka untuk mengangkat tema ini. Yang pasti aku sih dengan senang hati menyambut Belia datang ke rumah. Siapa tahu saja artikelnya bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca, terutama bagi mereka yang juga mengidap scoliosis :)
Oh, iya nama Belia mungkin belum terlalu familiar, tapi jika menyebut nama Pikiran Rakyat, ---koran harian terbesar di Jawa Barat sudah pasti banyak kenal. Belia adalah sisipan dari Pikiran Rakyat yang memiliki segmen pembaca remaja dari usia SMP sampai SMA. Artikel tentangku dan series YouTubeku ada di edisi yang terbit hari selasa, 10 Mei 2016 lalu. Karena nggak semua orang berlangganan Pikiran Rakyat, sekarang aku akan share isi artikelnya di sini. Selamat membaca! ;)

***



"About Indi's Scoliosis Life"

Kamu mungkin udah cukup familiar dengan sosoknya, bisa dari bukunya, film yang diadaptasi dari bukunya, blognya, video YouTubenya, atau style khasnya yang ceria nan menggemaskan. Cewek yang dikenal dengan nama Indi Sugar ini memang multitalenta dan menginsprasi. Pekan lalu, kru belia sengaja mampir ke rumah Indi buat ngobrol. Fans Red Hot Chili Peppers yang bergelar finalis Kartini Next Generation 2015 dari Kemenkominfo ini nggak ragu-ragu berbagi tentang skoliosis, penyakit (koreksi: kondisi) yang diidapnya sejak remaja. Nih, simak obrolan lengkapnya....

Halo Indi! Lagi sibuk apa nih?
Hai! Lagi lanjutin naskah buku kelima, memenuhi undangan-undangan jadi speaker, sama masih tetap ngedesain aja nih. Sama ngurus channel YouTube; Indi Sugar Taufik.

Buku kelima kapan terbit dan tentang apa sih?
Sebenernya ini naskahnya udah mau selesai. Cuma beberapa waktu lalu ada kecelakaan, file-nya menghilang gitu huhu. Untungnya nggak dari awal. Ya, jadi mungkin terbitnya beberapa bulan lagi deh. Tidak dalam waktu dekat. Nah, buku kelima ini pokoknya segmennya lebih ke teenagers. Judulnya Indi dan Rockstar dari Tenda Sirkus.

Tentang channel YouTube-mu nih, sejak kapan dibuat dan apa yang melandasinya?
Hmm sebetulnya channel itu udah lama banget, dari 2011. Waktu itu aku juga nggak ngerti-ngerti banget. Tujuan aku bikin channel adalah untuk komentar di video orang lain tanpa menjadi anonim. Lama-lama aku ngerasa, kenapa nggak bikin video sendiri juga? Akhirnya 2015 lalu aku upload video cover lagunya John Frusciante, videonya sederhana direkamin sama bapak di kamar. Hahaha. Ternyata viewers-nya sampai ribuan gitu. Lalu aku tergugah buat menjadikan ini serius, bikin sesuatu yang bermanfaat juga buat yang nonton.

Seperti apa?
Di channel aku ada cover ukulele dan aktivitas aku, misalnya ketika jadi speakers, ada semacam series namanya Indi's Scoliosis Life.

Ah. iya... Itu menarik banget. Kok kepikiran sih bikin Indi's Scoliosis Life?
Hahaha kenapa ya? Oh, gini.... Waktu itu aku lagi jalan-jalan di YouTube, terus ada temenku yang seorang quadriplegic (lumpuh dari dada ke bawah) dan dia selalu sharing tentang kondisi dia. Aku pun terinspirasi, kenapa aku nggak melakukan hal yang sama? Apalagi skoliosis itu penyakit (koreksi: kondisi) yang cukup common di Indonesia, terutama di kalangan anak perempuan. Soalnya, waktu umurku 13 tahun, aku juga berharap ada orang yang melakukan ini; buat channel YouTube, berbagi soal kondisinya, dan bikin aku ngerasa nggak sendiri. Ya udah, aku buat deh. Respons orang ternyata positif, aku mulai dapet banyak respons terutama dari scolioser juga. Itu bikin aku semangat.

Apa aja sih yang dibagi sama para viewers di serial itu?
Banyak, salah satunya tentang melewati masa-masa sekolah sebagai scolioser. Banyak remaja yang merasa jadi punya banyak masalah terutama dalam pergaulan gara-gara skoliosis. Padahal tuh bukan skoliosisnya yang jadi penyebab, melainkan kitanya yang jadi nggak pede dan menutup diri. Terus soal terapi-terapi juga.

Kira-kira bakal ada apa lagi nih di Indi's Scoliosis Life dalam waktu dekat?
Aku bakal bahas soal outfit buat prom night. Jadi, aku akan kasih tips tentang dress yang nyaman dan apa aja yang bisa gantiin high heels karena kalau scoliosis kan nggak boleh pakai itu. Tunggu aja, ya!


***

Yay! Sekian artikelnya, ---lumayan juga nih ngetiknya bikin pegal, hehehe. Tadinya mau aku scan supaya lebih mudah, tapi ternyata scanner di rumah sedang error :( Tapi anyway, aku happy kok mengetik ini semua. Ini adalah kali pertama series "Indi's Scoliosis Life" diliput oleh media dan aku puas dengan hasilnya. Nggak mellow dan lebay meskipun membahas tentang scoliosis. ---Tuh, buat media lain coba ditiru ya :p Dengan membaginya di sini juga akan mengingatkanku agar terus konsisten dan berusaha membuat episode-episode berikutnya menjadi lebih baik. Doakan saja semoga series "Indi's Scoliosis Life" panjang umur agar aku bisa terus berbagi. Dan jika teman-teman ingin menonton "diary" ku, bisa buka link ini :)


cheers,
Indi

___________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469


Kamis, 05 Mei 2016

Jadi Juara 2 di Unstoppable Fashion Styling Competition. Loh, Kok Bisa? :D

Hey bloggies, hey! Apa kabar semuanya? Semoga semuanya baik, ya. Dan... sedikit irrelevant, kali ini aku posting bukan di waktu weekend, hehehe. Well, sebenarnya sih aku ingin menulis sejak hari minggu lalu. Tapi berhubung agak kelelahan dan ada "meltdown moment" (sniff...) jadi baru bisa sekarang :) Ngomong-ngomong kalian pernah nggak sih akan melakukan sesuatu untuk pertama kalinya dan waktu moment nya tiba baru sadar kalau, ---"OMG, what the heck am I doing here??" ---dan yang kalian inginkan hanya kabur karena benar-benar blank dengan apa yang harus dilakukan? Ehmm, aku pernah. Sering kali tepatnya, lol. Terkadang aku memang terlalu spontan, setuju untuk melakukan sesuatu padahal belum punya pengalaman. Seperti yang kualami 1 Mei 2016 kemarin...

Beberapa waktu sebelumnya aku melihat iklan "Unstoppable Fashion Styling Competition" di Facebook. Murni karena penasaran aku klik page iklannya dan membaca persyaratannya. Untuk usia sih memenuhi syarat, tapi soal jago mix and match dan punya style unik tentu diragukan, hehehe. Kemampuanku untuk memadukan warna lebih cocok dibilang random daripada 'kreatif' (lol) dan styleku sejak dulu juga sepertinya begini-begini saja, not so unique lah. Tapi entah keberanian dari mana, aku akhirnya mendaftar! Waktu itu aku pikir lihat saja nanti, kalau takut tinggal kabur, hehehe. Lagipula acaranya juga di salah satu mall Bandung, jadi bisa sambil berjalan-jalan mumpung weekend. Di luar dugaan waktu hari H tiba cerita tentang "Si Indi mau ikut fashion show" ternyata sudah menyebar dari mulut Ibu (aduh!). Yang tadinya mau pergi diam-diam berubah jadi beramai-ramai. Tante, Ray, adik, ipar, keponakan dan Ibu semuanya ikut. Nggak bisa mundur lagi deh kalau gini ceritanya, hehehe.


Unstoppable Fashion Styling Competition by Laurier yang aku ikuti ini merupakan rangkaian dari Fimela Fest 2016 yang diadakan di beberapa kota besar. Untuk di Bandung diadakan di mall Festival Citylink yang jaraknya nggak terlalu jauh dari rumahku. Cukup santai, jam 12 siang kami sudah sampai di lokasi dan aku langsung registrasi ulang. Rupanya untuk Unstoppable Fashion Styling baru akan berlangsung jam 3 sore, jadi kami bisa bersantai sambil makan donat, hehehe. Ehm, jujur nih aku lumayan pesimis karena waktu melihat peserta lain yang mulai berdatangan, mereka kebanyakan memakai makeup dan well prepared. Sedangkan aku, ---ya just being me, nggak ada yang istimewa. Bahkan Tante sempat becanda kalau aku bisa-bisa kalah karena sepatuku sudah kelewat kumal! :D Tapi akhirnya kuputuskan untuk que sera, sera, ---whatever will be, will be. Lebih baik aku menikmati saja. Nggak perlu khawatir dengan noda kecil karena ketumpahan topping donat atau lupa bawa sisir. Sayang kan kalau moment jarang bisa ditemani sama 1 rombongan gini malah dihabiskan dengan deg-degan ;)


Mungkin karena enjoy aku jadi lebih relax dan "tanpa beban". Sementara yang lain touch up, aku baru menyusul ke backstage di menit-menit terakhir. Setelah berada di sana aku malah ingin cepat-cepat dipanggil karena mendadak excited dan... kakiku pegal! :D Setelah sekitar 10 menit akhirnya pintu backstage ditutup dan seluruh peserta yang jumlahnya sekitar 30 orang dan diberikan sedikit pengarahan. Ada koreografi standar yang harus diikuti, tapi dasar mantan model abal-abal, aku malah lupa 5 menit kemudian, hahaha. Oh, by the way, aku lupa menyebutkan. Sebelum pergi aku mendadak ingin membawa serta si ukulele kesayangan padahal agak fals karena belum distel. Tapi Bapak bilang it's okay, yang penting aku bisa melihat sesuatu yang "akrab" kalau-kalau aku nervous. Dan berhubung ukulelenya terlanjur ikut ke backstage, nanti akan kuajak sekalian saja ke panggung. Akan diapakan? Well... aku juga nggak tahu sampai aku benar-benar berada di atas panggung.

Nomor urutku dipanggil dan dengan "not so model like" aku melangkah di atas catwalk. Salah satu MC menyebutku sebagai "Peserta nomor 15 dan ukulelenya", dan AHA! Tiba-tiba aku mendapatkan ide. Aku gunakan ukelele lebih dari sekedar pelepas nervous tapi juga sebagai penunjang penampilan. Jadi alih-alih berpose aku memainkannya di setiap sudut panggung termasuk untuk menyapa para juri! Untung saja suara musiknya sangat kencang jadi aku nggak perlu khawatir dengan ukulele yang belum distel, hehehe. Ukulele always brings happiness. Aku jadi nggak bisa berhenti tersenyum, ---mungkin terdengar aneh tapi aku benar-benar menikmati berlenggak-lenggok sambil menggenjreng si ukulele smiley ini di atas catwalk! Seolah aku sudah terbiasa melakukannya, padahal setelah diingat ini adalah tepat 10 tahun sejak terkahir kali aku berjalan di catwalk.



Aku turun dari atas panggung dengan riang dan langsung menemui para suporter alias keluargaku yang menunggu di bangku penonton. Ray dan Tante rupanya berusaha mengabadikan aksiku, sayang Tante salah menekan tombol di handphonenya dan gagal merekamku, hehehe. Untung saja Ray berhasil mengambil beberapa fotoku, ---kan aku penasaran ingin lihat seperti apa kalau aku sedang beraksi :p Menurut salah satu peserta pemenang akan diumumkan setelah juri siap, jadi bisa cepat bisa lambat, ---seperti di kategori sebelumnya yang ada beberapa break. Karena khawatir terlalu lama jadi aku minta keluarga adik, Tante dan Ibu untuk lebih dulu pulang sementara aku menunggu bersama Ray. Toh, rasanya agak too good to be true kalau aku menang, hehehe. Tapi rupanya Ibu dan Tante agak penasaran dengan pemenangnya jadi memutuskan untuk stay. Di panggung duo MC sibuk berbicara tentang sesuatu, aku nggak memperhatikan karena asyik mengobrol dengan Ray dan sesekali mengobrol dengan peserta lain. Aku lupa tepatnya berapa menit, yang pasti rasanya memang cukup lama sampai-sampai keningku basah dengan peluh. Lalu tahu-tahu saja MC menyebutkan nomor-nomor peserta secara acak. Ada 10 nomor yang disebut dan yang terakhir adalah nomorku, 15, ---yang ditambahkan panggilan "si ukulele" oleh salah satu MC. Dengan kebingungan aku berdiri diiringi dengan suara tepuk tangan yang cukup riuh. Ada apa ini? Apa aku nggak salah dengar? Aku harus ke mana? ---Untung saja ada peserta lain yang menarik tanganku. Rupanya kami harus ke atas panggung lagi.


Di atas panggung pelan-pelan aku mengerti dengan apa yang sebenarnya sedang menimpa ku, lol. ---Ternyata aku masuk ke dalam 10 besar finalis Unstoppable Fashion Styling! Ya ampun, IT REALLY IS yang namanya too good to be true :O Dari atas aku bisa melihat wajah Ibu dan Tante juga tampak sama bingungnya denganku (tapi Tante gaya bingungnya heboh banget, sambil ngacung-ngacungin handphone, lol). Aku bersyukur, tentu. Tapi bisa masuk ke top 10 saat di pengalaman pertama benar-benar surprise yang besar untukku. MC menyebutkan bahwa kami dipilih karena juri suka dengan style kami, dan yang terpenting kami terlihat nyaman. Untuk menyaring menjadi 3 pemenang, kami diberi tantangan untuk mix and match outfit yang telah disediakan. Aku pikir, 'well ini mah gampil', tapi ternyata kami hanya diberi waktu 90 detik dan jumlah outfitnya sangat terbatas. Item wajib yang sudah ditentukan juri adalah scarf, yang mana itu adalah item yang jaraaaaaang banget aku pakai. Tapi ya sudah lah, yang terpenting aku have fun di sini. Kapan lagi bisa coba-coba outfit keren gini, hehehe. Pilihanku jatuh pada sebuah rok pink lebar dan tanktop bermotif. Untuk scarf aku, ehm, ambil saja satu-satunya yang nggak diambil oleh finalis lain. Soalnya, sumpah, aku benar-benar blank, hehehe. Setelah itu kami dipersilakan ke belakang panggung dan memadukan item-item yang sudah dipilih.



Aku sangat jatuh cinta dengan roknya. Menurutku warna dan modelnya cute banget, ---sangat styleku. Tapi ketika dicoba... uh oh, kesempitan! Untuk melewati pantatku saja butuh kerja keras, dan waktu akhirnya sampai di pinggang ternyata nggak bisa dikancingkan! Aku langsung lapor pada panitia dan katanya semua item hanya ada 1 ukuran karena disediakan oleh sponsor. Tadinya mau diakali dengan peniti, tapi saking sempitnya peniti pun nggak sampai untuk menghubungkan titik A dengan titik B, hahaha. Aku coba tutupi bagian resleting dengan tank top yang asalnya mau kupakai dengan dimasukkan ke dalam rok. Berhasil, sih. Tapi aku nggak tahu perlu berapa langkah sampai rok ini melorot :p Yang paling membingungkan tentu saja untuk memadukan scarf. Selain warnanya nggak cocok, aku juga bingung akan dipakai apa. Mau dijadikan bando kok malah mirip pocong :( Akhirnya di detik-detik terakhir (---sudah dipanggil-panggil mbak panitia) aku lilitkan scarf ke leher tanpa tahu bagaimana kelihatannya. Salah satu peserta membantuku memperbaiki hasil ikatanku yang berantakan dan 10 detik kemudian kami sudah berada di panggung lagi.

Sekali lagi, aku berlenggak-lenggok di catwalk. Feel a bit weird karena kali ini tanpa ukulele, ---bingung tanganku mau diletakan di pinggang atau diayun sekalian :p Aku mencoba senatural mungkin, berjalan biasa saja hanya nggak terlalu cepat. Setelah itu sambil menunggu juri yang sedang memberi nilai MC memberikan beberapa pertanyaan pada para finalis. Well, hanya 4 dari kami saja sih yang ditanya karena juri sudah mendapat hasilnya. Salah satunya adalah aku yang ditanya mengapa memilih outfit yang dipakai sekarang. Aku jawab ini karena mewakili kepribadianku yang girly dan cheerful. Apalagi roknya memang sudah aku incar sejak panitia membawa satu deret baju ke atas panggung. Untung saja finalis lain kayanya nggak ada yang tertarik dengan rok pink yang super mengembang ini :D
Daaaan yang ditunggu-tunggu pun tiba; pengumuman pemenang! Nggak pakai berlama-lama, host langsung membacakan kertas yang berisi hasilnya. Pemenang ketiga jatuh kepada nomor 11, gadis berhijab yang waktu di backstage membantuku memasang scarf. Pemenang kedua jatuh kepada... OH. MY. GOD. Aku!!! Hahaha, aku sampai pikir MC salah membaca nomor karena... it just feel so unreal :'D Dan pemenang kesatu jatuh kepada nomor 31. She's totally deserved it :)



Aku dan pemenang lainnya menerima sejumlah hadiah yang terdiri dari piala, sertifikat, sejumlah uang dan produk dari Laurier. Yang berbeda pemenang kesatu mendapatkan hadiah tambahan berupa tas Kate Spade (cool!). Juri berkata bahwa sesudah dan sebelum tantangan mix and match aku tetap terlihat "Indi banget", dan itulah salah satu alasan mengapa mereka memilihku. Hehehe, masa sih :)) Ketika turun dari panggung aku nggak bisa menahan perasaan haru. Tante heboh sekali dan terus memuji-mujiku. Sementara Ibu lebih kalem dan berkata bahwa beliau sangat bangga denganku (aduh, sambil ngetik ini jadi terharu lagi, huhuhu). Ray juga nggak kalah ekspresif, gayanya sudah seperti fotografer profesional yang terus mengambil fotoku, hehehe. Aku anggap ini adalah kemenangan bersama. Ibu yang mendesain dressku, Tante yang menjadi suporter terbesarku dan Ray yang mengabadikan moment sangat berkesan ini. Tanpa kehadiran mereka mungkin aku nggak akan jadi juara. Jadi dengan uang hadiah Unstoppable Fashion Styling aku mentraktir mereka makan-makan dan membelikan anggota keluarga lain hadiah. ---Sisanya tentu saja ditabung :)

Rasanya ajaib aku memenangkan lomba hanya dengan modal menjadi diri sendiri. Tapi setelah dipikir kita memang harus be the best version of ourselves to win, dalam bidang apapun. Saat menjadi diri sendiri pasti terasa nyaman dan nggak 'setengah-setengah'.---Dan yang paling penting akan tanpa beban :) Aku lega, senang dan bersyukur karena berani mencoba hal baru. Deg-degan wajar. Tapi aku nggak perlu takut. Lagipula kalau nggak melakukan hal baru, kita nggak akan tahu sejauh mana kemampuan kita kan? ;) 
Pernah mengalami hal baru dan nggak tahu harus melakukan apa? Share me! :)




yang temenan akrab sama ukulele,

Indi

_________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 29 April 2016

Courtesy of You... ---wait, WHO?

Kalau diingat banyak hal berubah sejak aku kecil sampai sekarang. I know, ---hahaha, kata-kata ini lebih cocok jika diucapkan oleh Ibu atau Bapak. Tapi sungguh, di waktu hidupku yang belum selama mereka ini aku sudah merasakan banyak perubahan. Rasanya seperti kemarin aku menonton film drama keluarga produksi Hollywood sebelum waktunya tidur, dan sekarang di jam yang sama hanya ada serial-serial Turki. Dan rasanya juga masih seperti kemarin waktu salah satu stasiun TV menjanjikan pemutaran film berkualitas dengan "rasa" bioskop, dan sekarang stasiun yang sama sudah penuh dengan iklan bahkan saat berita diputar, hihihi. Nggak semuanya jelek, sih. Banyak hal yang kurasa jadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Ada yang masih ingat  the "good" old days waktu harus mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah hanya untuk mengerjakan tugas sekolah di warnet? Hanya dalam waktu beberapa tahun wifi sudah ada di mana-mana dan aku, ---juga para murid dan mahasiswa lain hanya perlu bermodalkan laptop dan beli teh botol supaya nggak kena usir, hihihi. Kemudahan berinternet juga berarti kemudahan untuk mencari data. Aku nggak harus berjam-jam membuka buku satu persatu di perpustakaan untuk mencari bahan untuk ujian yang tinggal menghitung hari.

Eh, semakin ditulis kok jadi semakin terasa ya kalau memang banyak hal yang berubah, hehehe. Terutama soal acara TV, belakangan memang banyak yang menghilang. Aku masih ingat dulu acara "home video" sangat populer di TV lokal (---karena kalau di TV kabel sih sampai sekarang juga ada). Sampai-sampai Komeng dan teman-temannya pun pernah membuat versi lokalnya di salah satu stasiun TV (itu lho, yang slogannya "Uhuy!", hehehe). Konsep acaranya sih simple, jadi pemirsa diminta mengirimkan video yang menangkap moment menarik, ---bisa moment lucu, crime atau fenomena alam, tergantung program TV nya. Lalu yang terpilih akan ditayangkan dan pengirimnya akan mendapatkan reward. Minimal pemenang mendapat merchandise berlogo acaranya yang kalau dipakai bikin bangga, hehehe. Dan yang paling besar tentu sejumlah uang sekaligus diundang ke studio TV untuk muncul di ujung acara. Pokoknya berkat acara-acara seperti ini jadi banyak orang yang berlomba-lomba mengabadikan moment candid (---termasuk aku, lol). Soalnya itu adalah satu-satunya cara untuk membagi video karya kita agar bisa ditonton oleh banyak orang.


But well, itu beberapa tahun yang lalu, ---yang terasa seperti ratusan tahun lalu saking berbedanya, hehehe. Sekarang sudah ada YouTube, Vimeo, Dailymotion dan situs-situs berbagi video lain yang mudah diakses. Siapa saja bisa menggunggah video dan membaginya kepada keluarga, teman, bahkan ke virtual friends yang ada di akun media sosial. Contohnya saja aku yang salah satu pengguna YouTube. Sekarang tanpa acara-acara "home video" pun sudah puas karena video-videoku tetap bisa ditonton oleh banyak orang. Bayangkan saja seorang YouTuber amatir (baca: nggak jelas) sepertiku channelnya sudah ditonton sebanyak 160.000-an kali. Entah yang mampir benar-benar suka dengan video-videoku atau sekedar nyasar, tapi kita semua bisa setuju kalau itu bukan angka yang kecil. Atau istilah lainnya; siapa saja bisa menjadi bintang. Coba bandingkan dengan dulu, mana pernah terbayang videoku banyak yang menonton, ---bahkan termasuk oleh idolaku! Oh my technology! Look how far you brought us! :p


Yang bercita-cita jadi reporter pun sekarang bisa mereportase suatu kejadian dan langsung diunggah ke channel milik sendiri. Nggak jarang kita melihat atau membaca sebuah berita lebih dulu justru dari sebuah channel/blog personal dibandingkan dari stasiun TV. Mau jadi sutradara? Bisa. Mau jadi penyanyi? Bisa. Bahkan mau pamer resep-resep andalan juga bisa cukup dengan modal kamera (atau handphone) dan koneksi internet. Keberadaan situs berbagi video ini menggeser trend acara "home video" dan membawa trend yang baru; acara TV yang sumber videonya berasal dari situs-situs tersebut, terutama YouTube! Meski kesannya lazy, tapi acara-acara seperti ini sukses, lho. Buktinya ada salah satu program musik yang tiba-tiba berganti konsep menjadi acara yang berfokus ke pemutaran-pemutaran video. Bahkan sekarang acaranya diputar di waktu primetime. Meski berbeda stasiun TV, konsep acaranya sih rata-rata sama. Kalau nggak memutar video-video lucu, ya sudah pasti tentang crime atau "tangga video" (chart). Bagi sebagian orang acara-acara seperti ini sangat menghibur. Ibu dan Bapak juga salah satu (--eh dua) penggemarnya, hampir setiap malam mereka menontonnya di ruang TV. Tapi bagiku dan pengguna situs berbagi video lain bisa jadi membosankan, pasalnya video-video yang ditayangkan rata-rata video yang memang sudah viral. Atau bahkan ada juga yang malah menganggapnya menyebalkan, lho!

Aku punya teman online, namanya Edward. Kami berkenalan melalui akun YouTube ketika aku akan mengikuti event Shave for Hope (mencukur rambut untuk pasien kanker). Edward ini cukup rajin mengunggah video dan kualitasnya pun bagus. Suatu hari waktu sedang menonton acara talkshow di TV aku mengenali video pendukung yang diputar di sana. ---Itu video milik Edward! Dengan perasaan bangga aku langsung menghubunginya via twitter dan mengucapkan selamat. Tapi rupanya, uh-oh, ia sama sekali nggak tahu bahwa videonya diputar. Kebingungan, karena merasa nggak pernah memberi izin ia pun mencoba menghubungi admin talkshow tersebut. Too bad nggak ada jawaban, ---bahkan sampai dengan hari ini.
Oddly enough, beberapa bulan kemudian giliran videoku dan Eris yang diambil dan diputar ulang di salah satu program "tangga video". Sama seperti Edward, aku juga nggak diberi kabar. Tahu-tahu teman dan keluargaku sudah ramai memberikan selamat. Saking bingungnya aku sampai mengira kalau pernah shooting bertahun-tahun lalu tapi sudah nggak ingat, hehehe. Tapi rupanya acara tersebut mengambil video dari akun YouTubeku...

Setelah kita mengunggah video ke situs berbagi video, itu artinya siapa saja bisa menontonnya dan siapa saja bisa membaginya. Apa itu salah? Nop, karena namanya saja sudah "situs berbagi", kalau mau disimpan sendiri ya silakan ganti settingnya menjadi "private". Kita nggak bisa mengatur siapa saja yang 'boleh' menotonnya once kita klik "public". Bukan nggak mungkin pihak TV pun bisa mampir (atau nyasar) ke akun kita. Meski sama-sama diputar di TV tapi "aturannya" sudah berbeda dengan dulu. No reward, disebut nama akunnya pun sudah beruntung meski seringnya hanya ditulis; courtesy of youtube. Jangan salah, aku nggak menginginkan reward (---tapi kalau dikasih nggak menolak, hehehe). Aku hanya ingin ada sedikit ramah tamah dari pihak TV. Ask me politely, tanyakan apakah videoku boleh dipakai untuk keperluan acara mereka. Toh aku akan dengan senang hati memberi izin.

Mungkin ada yang mengira karena YouTube adalah pemilik lisensi untuk mendistribusikan video-video yang diunggah di sana jadi siapa saja bisa bebas untuk menggunakannya. Aku juga awalnya mengira begitu, tapi dengan sedikit kemauan untuk membaca halaman FAQ nya, aku jadi tahu kalau itu sebenarnya nggak boleh. Di sana disebutkan bahwa pengupload tetap menjadi pemilik dari video, ---bukan YouTube. Jadi jika ada pihak yang ingin menggunakan atau memutar ulang video, pihak tersebut harus menghubungi penguploadnya. Bahkan YouTube sendiri nggak punya hak untuk mengedit atau menggunakan video-video di situsnya untuk kepentingan komersial, KECUALI jika sudah mendapatkan izin.
Berikut aku kutip pernyataan yang diambil dari situs YouTube;
Credit the content owner. Though YouTube has a license to distribute the video, it's the YouTube user who owns the content. We encourage you to reach out to users directly when you find video you'd like to use, and to provide attribution by displaying the username or the real name of the individual, if you've obtained it. Credit YouTube in your re-broadcast of the video. When you show a YouTube video on television, please include on-screen and verbal attribution. Contacting a YouTube user. Clicking on a YouTube username will take you to the user's channel, where you can see what personal information he or she has shared (name, web site, location, etc.). From here, you can use YouTube's on-site messaging system to contact the user. First, you must be logged into your own YouTube account. Then, click on the username of the individual you'd like to reach out to and select "Send Message."

Nah, sudah cukup jelas kan, bahkan YouTube sendiri encourage pihak yang ingin menggunakan video untuk menghubungi pemilik videonya langsung. Jadi karena hak milik tetap ada di pemilik video/pengunggah, kalau kita mau menuntut stasiun TV yang menayangkan video tanpa izin ya bisa-bisa saja :) Sejauh ini yang dilakukan oleh pihak TV hanya sampai nomor 2 saja, itu pun tulisannya sangat keciiiil dan warnanya agak nge-blend sama background video, hehehe. Apa aku akan menuntut? Of course nggak, karena video yang kubuat pun hanya untuk have fun dan aku happy kalau ditonton oleh banyak orang. Lalu kalau begitu apa tujuan aku menulis panjang lebar di sini? Well, aku hanya ingin mengenang "the good old days" yang nggak serba mudah seperti sekarang tapi justru orang lebih mengenal tatak krama. Dulu pihak TV meluangkan waktu untuk mengabari pemilik video satu persatu via telepon karena pengguna email dan medsos belum banyak. Sedangkan sekarang dengan adanya email dan direct message di akun YouTube pihak TV malah nggak dimanfaatkan dengan baik. Padahal it only takes a minute untuk mengetik pesan :(
Jangan sampai kemudahan yang kita dapat sekarang disamakan dengan "menggampangkan". Please don't turn into a robot. Aku yakin pemilik video akan merasa dihargai jika dihubungi. Karena terkadang keramahan malah terasa lebih berkesan daripada diberi reward :))

yang suka bikin video cover ukulele,

Indi

_______________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 22 April 2016

Theme Park ala Pasar Malam di Bandung Carnival Land :)



Theme park! Hore! Aku suka sekali dengan theme park alias taman hiburan. Untuk yang sering mampir ke Dunia Kecil Indi pasti tahu deh kalau aku bisa menghabiskan waktu seharian kalau sudah berpetualang di berbagai wahana. Aku bahkan punya tempat favorit, yaitu salah satu in door theme park di Bandung yang bisa aku kunjungi beberapa kali dalam setahun, ---sampai-sampai rasanya seperti bermain di rumah sendiri, hehehe. Nah, beberapa waktu lalu aku baru tahu kalau di Bandung ada theme park out door murah meriah yang katanya nggak kalah seru dengan tempat favoritku. Terlambat banget sih, karena ternyata tempatnya sudah dibuka sejak tahun 2011 lalu :( Tapi sebagai theme park hunter sejati, aku rasa lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali (lol). Jadi pada tanggal 17 April lalu aku pun mengajak Ray untuk mencoba wahana-wahana di sana. 

Biasanya kalau aku pergi ke theme park selalu pakai rencana. Tapi kali ini lumayan spontan, karena aku ajak Ray sepulang kami mengunjungi undangan pernikahan. Itulah kenapa kami berdua memakai batik, hehehe. Untung saja aku membawa sepatu flat sebagai ganti kitten heels dan tas tangan kecil yang lebih colorful daripada yang kupakai sebelumnya. Kami masih terlihat sedikit terlalu resmi, sih, ---tapi well, ini lebih baik daripada harus pulang ke rumah dulu :p Dan keputusan untuk nggak pulang dulu ternyata sangat tepat kerena kami terjebak macet. Saking macetnya di beberapa titik mobil sampai nggak bergerak sama sekali. Dan parahnya lagi kami nggak hapal jalan! Hahaha. Untunglah kami bertemu banyak orang yang dengan ramah menunjukkan jalan :) Jadi sebelum sore kami sudah tiba di "Bandung Carnival Land", yang letaknya satu gerbang dengan kolam renang Karang Setra (Jl. Sirna Galih No. 15, Bandung).

Yup, theme park yang kami kunjungi bernama "Bandung Carnival Land". Sebelum ke sini aku membaca beberapa review dan melihat foto-fotonya di internet. So tempting! Kebanyakan foto diambil ketika malam dan lampu-lampu yang menyala kelihatan indaaaah sekali. Apalagi temanku juga bercerita tentang tempat ini dan membuatku semakin 'menyesal' karena baru menemukan tempat ini. Tapi ketika tiba di area parkir aku mendadak ragu-ragu. "Apa ini tempat yang sama dengan yang kulihat di internet?"... Hanya ada beberapa mobil saja yang parkir di sana, dan di loket hanya ada kami yang membeli tiket. Tapi well, kupikir mungkin di dalam akan banyak pengunjung. Jadi Ray membeli sebuah tiket terusan seharga Rp. 50.500 untukku, dan sebuah tiket masuk seharga Rp. 25.500 untuk dirinya sendiri (seperti biasa Ray akan menjadi juru foto, hehehe). Lagipula kami memang nggak terlalu suka theme park yang terlalu crowded, jadi mungkin tempat ini akan cocok untuk kami ;)



Begitu kami melangkahkan kaki ke dalam theme park... surprise... Kami nggak melihat siapapun selain kami berdua! Bahkan nggak ada suara musik yang biasanya terdengar bahkan di theme park kelas mall sekalipun. Rasanya jadi seperti sedang di serial Goosebumps (lol, I'm a fangirl), apalagi wahana yang pertama kami lihat adalah rumah hantu. Karena kebingungan, kami ke toilet dulu, ---sekaligus menyegarkan diri setelah macet yang cukup membuat berkeringat. Syukurlah ketika aku keluar dari toilet bertemu dengan 4 orang anak bersama beberapa orang dewasa yang sedang mengantri wahana 4 dimensi. Sedikit awkward aku berbasa-basi dengan salah satu dari mereka dan ended up dengan ikut masuk ke teater. Nggak lama kemudian Ray menyusul dan kami langsung langsung duduk di seat jajaran tengah setelah diberi kacamata 4D. It was reallyyyy dark, pijakannya yang dari kayu pun agak berdecit. By the way, tiket milik Ray hanya bisa dipakai untuk 1 wahana, jadi jika ia ingin naik yang lain harus bayar sejumlah uang, ---yang aku lupa tanyakan berapa. Suasana semakin gelap lagi ketika film dimulai. Agak nervous juga karena di seat kami nggak ada safety belt nya. Tapi rupanya kursi memang hanya bergerak ke kiri dan kanan, itu pun sangat jarang jadi nggak khawatir terjatuh. Padahal filmnya seru, lho. Lebih menegangkan daripada di theme park tetangga, hehehe. Aku nggak terkesan, ---mungkin karena aku berharap terlalu banyak. Tapi untuk anak-anak sepertinya cocok, karena penonton-penonton cilik yang duduk di barisan depan tampak menikmati.


Setelah itu aku mengajak Ray untuk naik "Dragon Swing", semacam permainan "Kora-kora" yang ada di Dufan, hanya ukurannya lebih kecil. Tapi Ray memutuskan untuk nggak ikut dan hanya mengambil foto-fotoku. Yang naik hanya beberapa orang saja dan hanya aku yang berteriak dan tertawa lepas. Mungkin karena yang lain malu-malu ya, hehehe. Rasanya memang nggak sedasyat Kora-Kora, tapi cukup menantang apalagi kalau duduk di ujung. Cocok nih buat yang suka sensasi berayun tapi takut muntah :p Dari atas aku bisa melihat beberapa orang dewasa yang bersama anak-anak di wahana sebelumnya. Mereka rupanya dari Jakarta dan nggak ikut bermain, hanya menemani. Yup, meski menegangkan aku masih bisa melihat ke sekeliling, ---bahkan bisa mengobrol dengan Ray dan memberi semangat pada anak yang duduk di belakangku, hehehe. Saking seringnya aku bermain di theme park, lama-lama sense of deg-deganku jadi tumpul kayanya.



Di "Dragon Swing" aku sempat berkenalan dengan 2 pengunjung perempuan yang sama-sama berasal dari Bandung. Well, aku nggak tanya siapa nama mereka, sih, but we're literally together selama sisa waktuku dan Ray berada di BCL. Rombongan yang dari Jakarta sudah beristirahat, jadi hanya kami yang tersisa. Kalau aku nggak sok akrab, artinya aku benar-benar akan bermain sendirian karena Ray sibuk dengan kameranya. Pokoknya kami seolah sudah lama kenal, ---kami bahkan berdiskusi soal wahana mana yang selanjutnya akan dinaiki, hahaha. Lalu pilihan jatuh kepada "Kursi Terbang", wahana yang mirip sekali dengan "Ontang-Anting" di Dufan tapi (lagi-lagi) berukuran lebih kecil. Aku memilih duduk di paling luar, supaya lebih 'terasa' dan bisa dadah-dadah sama Ray. Wahana ini asyik juga, tingkat ketegangannya kurang cocok untuk anak-anak (---di sini ada versi mininya juga, btw). Aku pernah naik wahana serupa di Mall of Indonesia, and this is definitely better! Kalau boleh Kursi Terbang ini aku bawa pulang, deh, hehehe.



Mungkin karena sedang super sepi pegawainya juga jadi agak malas-malasan. Tiket Ray seharusnya hanya untuk 1 wahana, tapi mereka sepertinya nggak peduli. Nggak ada pengecekan tiket, atau at least ditanya sebelum menaiki wahana. Sepertinya asumsi mereka Ray juga punya tiket terusan sepertiku. Terbukti waktu aku minta ditemani untuk menaiki "Ulat Gila", Ray lolos begitu saja. Sayang sekali ya, padahal semangat pegawainya berpengaruh lho sama mood pengunjung :( Wahana ini bisa jadi pengobat rindu bagi warga Bandung yang pernah menghabiskan masa kecil di mall Kings, yang sekarang, ---sadly, sudah terbakar. Di sana ada "Ulil", wahana yang entah nama aslinya apa dan menjadi icon arena permainan Kings. Ulat Gila ini bentuknya mirip dengan Ulil, hanya dan track nya melewati beberapa terowongan kecil. Rasanya pun benar-benar mengingatkanku pada si Ulil, ---srudak-sruduk bikin sakit badan! Hahaha, aku dan Ray sampai tertawa terbahak-bahak. What a sweet throwback. Sayang banget keponakan-keponakan dan sepupu-sepupuku yang masih kecil belum sempat mengenal Ulil, hiks. Ray sampai punya ide untuk membawa krucil ke sini, at least supaya mereka mengenal versi penerusnya, hihihi.



Dua orang yang bersamaku menyarankan agar wahana "Mangkuk Tsunami" jadi yang berikutnya kami naiki. Aku sih oke-oke saja, lagipula sudah nggak banyak pilihan lagi. Wahana yang tersisa kebanyakan hanya untuk anak-anak. Kami bertiga naik di satu "mangkuk", dan 3 orang anak rombongan dari Jakarta juga naik di 'mangkuk' lainnya. Sekilas wahana ini mengingatkan dengan "Poci Poci" milik Dufan, tapi lantainya bergelombang dan pegangannya nggak bisa diputar. I don't expect much, lah. Tapi ternyata... Oh, my God, dari seluruh wahana yang aku naiki inilah yang terfavorit! :D Gerakan mangkuknya nggak hanya memutar, tapi juga naik-turun. A little pro tip, jangan naik ini dalam keadaan perut penuh, kalian bisa muntah, ---trust me :p Sensasi yang kurasakan sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Yang pasti ini seperti perpaduan "Dragon Rider" dari theme park sebelah dan "Poci-Poci"! Bahkan 2 teman baru yang sebelumnya malu-malu sudah bisa tertawa lepas di wahana ini :)


Masih ingat dengan rumah hantu yang menyambutku dan Ray ketika datang? Aku yang berani masuk rumah hantu theme park tetangga sendirian 2 kali berturut-turut ini nyalinya menciut ketika diajak ke rumah hantu di sini. Suasanya agak 'berbeda', no fancy CGI atau dekor yang wah tapi bawaannya bikin merinding. Ray nggak mau masuk sendirian, ---dan 2 teman baru juga menolak masuk kalau aku nggak ikut. Ya, ampun berasa orang penting, hehehe. Aku sempat masuk beberapa langkah dan diikuti oleh yang lain. Tapi begitu melihat suasananya yang gelap, aku pun keluar lagi. Lucunya 2 perempuan di belakangku langsung lari terbirit-birit! :D Katanya sih hantu-hantunya hanya patung. Tapi dulu, waktu tempat ini pertama dibuka aktor-aktor lah yang berperan menjadi hantu. Temanku bilang aktornya ada yang iseng, kakinya dipegang dan bikin ia panik. Nah, aku takut kalau di dalam ternyata masih ada aktornya. Aku kalau panik bisa bahaya, suka tiba-tiba nendang dan mukul random, hahaha.



Wahana terakhir yang kunaiki adalah "Sepeda Udara". Perjuangan juga untuk naikknya, karena letaknya di atas jadi harus menaiki anak tangga yang nggak sedikit. Sebenarnya 'perjuangannya' bisa lebih dinikmati kalau saja theme park nya dijaga dengan baik. Aku bisa bayangkan beberapa tahun yang lalu tempat ini pasti indah sekali. Banyak lampion dan patung-patung tokoh kartun yang asyik untuk dijadikan spot berfoto. Tapi sekarang semuanya tampak terbengkalai dan agak menyeramkan karena kurang penerangan :( Menurutku Sepeda Udara ini jadi least favorite di BCL. Selain safety belt nya nggak berfungsi, rel nya juga sedikit berderit, ---bikin aku khawatir. Padahal kalau saja dirawat dengan baik ini bisa jadi wahana yang menyenangkan. Mirip monorail di Taman Topi Bogor, tempat favoritku waktu kecil :) Alhasil aku ingin cepat-cepat tiba dan sebisa mungkin nggak melihat ke bawah, hehehe.



Dengan harga tiket yang terjangkau bermain di sini sebenarnya sepadan, kok. Pilihan permainannya pun imbang antara untuk orang dewasa dan anak-anak. Tapi ya itulah, menurutku seharusnya tempat ini bisa lebih dimaksimalkan. Dari mulai hal kecil saja, misalnya tambahkan musik yang meriah, jaga kebersihannya, perbaiki fasilitas yang sudah rusak, dan yang nggak kalah penting semangat bekerja para pegawainya. Kalau tempat ini semakin terbengkalai bukan nggak mungkin akan ditinggalkan dan wisatawan lebih memilih tempat lain meskipun tiketnya lebih mahal. Di luar itu semua, aku (dan Ray) happy bisa menghabiskan sore di Bandung Carnival Land, a lot of good laugh dan dapat teman baru juga. Kalau sudah musim liburan aku juga mau ajak sepupu-sepupu dan keponakan-keponakanku ke sini. Theme Park ini cocok untuk wisata murah meriah sekeluarga (---nggak ada larangan bawa cemilan, jadi bisa piknik di sini). But don't expect too much, just enjoy the carnival vibe! :)

yang mainnya pakai baju batik,


Indi

__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469