Selasa, 16 Februari 2016

Kelas Inspirasi: Briefing di Gedung Sate, Apa yang Terjadi? ;)





Howdy-do bloggies! Semoga semuanya dalam keadaan baik, ya. Nggak ada yang kelaparan menjelang pagi kaya aku, hehehe. Tubuhku sepertinya kelelahan, karena di malam hari aku ketiduran dan terbangun dalam keadaan perut keroncongan karena sebelumnya too tired to eat :p Sekarang aku sedang merebus spageti sederhana dan sambil menunggunya matang aku putuskan untuk mampir dulu ke sini untuk bercerita tentang sesuatu yang baru saja aku alami. Nggak apa-apa ya, sambil menyelam minum air, ---sambil masak sambil sharing, hehehe. 

Beberapa waktu yang lalu aku diajak Ray untuk mendaftar ke "Kelas Inspirasi Bandung". Meski belum pernah mendaftar, tapi aku sudah cukup sering mendengar tentang Kelas Inspirasi. Pasalnya beberapa pembacaku cukup sering menyebutnya dan mendukungku untuk menjadi salah satu pengajar atau inspirator di sana. Tapi selalu saja aku tolak karena, well, ---aku merasa belum pantas disebut sebagai profesional. Meski memiliki 4 judul buku yang terbit dan sebuah film, tapi rasanya masih harus banyaaaaaaaaak belajar. Karena di tahun ini Ray ikut mendaftar jadi aku putuskan untuk lebih mempelajari tentang program ini melalui website resminya. Rupanya yang bisa menjadi inspirator adalah profesional yang sudah punya pengalaman di bidangnya masing-masing selama 2 tahun dan bersedia cuti di hari inspirasi. Sebagai penulis yang bekerja di mana dan kapan saja (nih sambil masak saja bisa, hehehe), cuti tentu bukan masalah. Tapi soal pengalaman? Novel pertamaku terbit 7 tahun lalu, tapi apakah aku profesional? Well, I don't know... Akhirnya aku putuskan biar pihak "Kelas Inspirasi" saja yang memutuskan dan akupun mengisi formulir pendaftaran dengan sungguh-sungguh :)

Waktu itu koneksi internet di rumah sedang bermasalah, jadi aku mampir ke tempat Adik dan iparku untuk menyelesailkan beberapa pekerjaan menggunakan wifi di sana. Hampir saja aku menutup laptop ketika sudut mata menangkap judul salah satu email yang baru masuk. Dengan perasaan excited dan juga nervous aku langsung klik pesan yang berada di list paling atas itu. Surprise! Isinya ternyata kabar bahwa aku terpilih sebagai salah satu pengajar/inspirator di Kelas Inspirasi! :D Dan kejutannya ternyata belum selesai karena Ray juga terpilih meskipun di bidang yang berbeda. Oh, iya sudah ada yang tahu belum ya profesinya Ray itu apa? ---Selain jadi host dan managerku tentunya, hehehe. Ray adalah Business dan Leisure Manager :)


Di hari Valentine, ---14 Februari 2016 kemarin, seluruh relawan yang terpilih, termasuk relawan dokumentasi berkumpul di Gedung Sate Bandung untuk briefing. Wah suasananya ramaiiiiiii sekali, sampai-sampai aku pikir bakal susah untuk mencari Ray karena kami berbeda kelompok, hehehe. Syukurlah meskipun pesertanya tumpah-ruah semuanya terjadwal dengan baik, ---hanya molor sedikit dari waktu yang ditentukan. Di briefing ini selain pembagian kelompok juga jadi ajang silaturahmi, termasuk tatap muka dengan panitia dan perwakilan SD tempat di mana aku akan mengajar nanti. Seluruh peserta juga diberikan tips and trick untuk membantu kesiapan di hari inspirasi nanti (aku mah tetep saja nervous, hehehe). Yang lucu ternyata aku satu kelompok dengan kakak kelas waktu di Universitas Pasundan Seni Musik. Dulu kami nggak saling kenal, tapi mengenal orang-orang yang sama. Nah, sekarang malah waktunya kami berkenalan, hehehe. Aku juga sedikit mengobrol dengan guru-guru perwakilan dari SD. Griba 13, karena nanti di sanalah aku dan teman-teman satu kelompok ditempatkan.







Sedikit tentang Kelas Inspirasi, ini adalah gerakan ketika para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari untuk berbagi cerita dan pengalaman kerja, juga untuk memberikan motivasi dalam meraih cita-cita. Satu hari tersebut diharapkan menjadi bibit bagi para siswa untuk bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional. Serta agar para profesional, ---khususnya kelas menengah secara lebih luas dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan di Indonesia. Kelas Inspirasi yang pertama diadakan pada 25 April 2012, bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi pada pendidikan Indonesia. Di Bandung sendiri ini adalah Kelas Inspirasi kali ke empat :)






Pukul 12 lewat sedikit briefing pun selesai, aku dan Ray kembali bertemu dan langsung membicarakan tentang rencana makan siang, ---sambil sesekali diselipi obrolan tentang Kelas Inspirasi. Ini bukan hari kasih sayang yang biasa bagi kami tapi tentu salah satu yang terbaik :) Aku nggak akan bohong, I'm a bit nervous, tapi juga excited. Aku harap ketika bertemu adik-adik nanti mereka tahu bahwa di dunia ini ada banyak profesi, termasuk penulis. Tapi mereka nggak harus menjadi penulis, ---jadilah apa yang mereka inginkan karena semua profesi itu baik, semuanya KEREN. Yang aku harapkan hanya agar mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh, apapun passion yang mereka miliki. Karena salah satu best feeling in the world adalah ketika mengerjakan sesuatu yang aku suka. Aku harap mereka juga merasakan hal yang sama :)









what's your name again?

Indi

Foto-foto: Dipo, Ray, Adjie, dokumentasi KI dan @inimahbandung

________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 06 Februari 2016

Dan Bulan Februari Dimulai Dengan...

Hi bloggieeeees! It's me again Indi! Hihihi, tumben ya baru 2 hari aku langsung bikin post baru. Padahal kan biasanya 2 minggu sekali saja sudah hebat :p Sebenarnya aku nggak sedang dikejar deadline (yaiyalah), tapi karena koneksi internet di rumah sedang up and down, ---kebanyakan down nya---, jadi aku putuskan untuk menulis sesuatu di sini. Mumpung sekarang koneksi sedang lancar. Well, bukan menulis sesuatu yang panjang, sih. Hanya ingin share apa yang terjadi belakangan. Bulan Februari memang baru dimulai, tapi aku sudah menerima beberapa surprise. Mau tahu apa saja? :)

1. Menerima Buku Profile Kartini Next Generation Award 2015
Yay, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Tahun 2015 lalu aku menjadi salah satu finalis dari 22 perempuan di Kartini Next Generation Award. Ini adalah ajang untuk perempuan-perempuan tangguh (aduh, aku tangguh gitu? Hihi) yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Di ajang yang diadakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika ini aku menjadi finalis di bidang kesehatan dan lingkungan. Para finalis diminta untuk menulis essay untuk dibukukan yang nantinya akan dibagikan pada peserta (atau finalis) KNG berikutnya. Jadi bisa saling berbagi dan menginspirasi :) Essayku yang berjudul "Scoliosis dan AIDS, Aku Tidak Takut" berada di halaman 21 sampai 28 (iya, lumayan panjang, lol). Di sana aku bercerita tentang awal mula mengapa bisa tertarik dengan isu scoliosis dan HIV/AIDS, juga bagaimana awal tertarik dengan dunia tulis menulis. Aku senang dan bangga sekali bisa menjadi bagian dari Kartini Next Generation. Memang aku belum ada apa-apanya dibandingkan finalis yang lain, tapi bisa sampai sejauh ini membuatku semakin bersemangat untuk berkarya dan berbagi! :)






2. Terpilih Menjadi Pengajar di Kelas Inspirasi Bandung 4
Aku sudah beberapa kali diajak oleh teman-teman pembaca untuk mendaftar, tapi entah kenapa keberanianku belum muncul. Sampai akhirnya Ray yang mengajak dan kubilang "Iya". Surprise, ternyata kami berdua terpilih meskipun di bidang yang berbeda. Kami senang, bangga dan excited sekali, apalagi ketika tahu bahwa ada lebih dari 1.000 orang yang mendaftar! Well, sebenarnya aku agak nervous juga, sih, hihihi. Soalnya selama ini aku hanya pernah mengajar anak-anak balita. Tapi nggak apa-apa, yang penting aku akan berusaha sebaik mungkin. Pengalaman baru=pelajaran baru :)



3. Film MIKA Tayang Kembali di SCTV
Dalam rangka liburan SCTV kembali menayangkan film MIKA! Meskipun film ini sudah ditayangkan berkali-kali di SCTV, ---dan First Media tapi aku selalu merasa senang. Setiap menonton kembali film ini selalu mengingatkan akan masa-masa yang aku pikir "mustahil" untuk dilalui, tapi nyatanya aku survive bahkan untuk menuliskannya kembali di novel "Waktu Aku sama Mika" dan dijadikan film. Menontonnya kembali juga membuatku teringat bahwa apa yang dicapai sejauh ini adalah berkat Ibu, Bapak dan tentu saja Mika, petarung AIDS sejatiku. Kalau teman-teman belum pernah menontonnya atau kangen dengan film Mika, saksikan malam ini 6 Februari 2016 pukul 24.00 WIB di SCTV. Semoga kalian juga merasakan hal yang sama denganku ketika menontonnya :)



Perjalananku di tahun 2016 ini masih sangaaaaaat panjang. Ini baru awalnya saja. Semoga apapun yang aku lakukan ke depan akan lebih baik dari hari ini, dan aku nggak takut dengan hal-hal baru. Amen. Doa yang sama untuk kalian! Let's rock this year :)

yang di film digendong vino bastian, lol,

Indi

__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 04 Februari 2016

Indi's Scoliosis Life: Pakai Brace? No Worry! :)


Howdy do, bloggies? Wah, nggak terasa ya sudah bulan Februari lagi, hihihi. Padahal rasanya aku baru saja mengucapkan happy new year sama kalian :D Ngomong-ngomong soal tahun baru, aku memang belum share soal resolusiku di sini. Tapi yang (mudah-mudahan) terlihat tanpa perlu disebutkan adalah keinginanku untuk lebih merawat kesehatan, terutama untuk scoliosis. Kalau teman-teman subscribe channel YouTube ku, "Indi Sugar Taufik" pasti tahu kalau aku memulai seri "Indi's Scoliosis Life" yang episode-episodenya berisi tentang kehidupanku sebagai seorang scolioser, ---pengidap scoliosis. Nggak hanya bercerita soal pengalaman, aku juga share tips-tips yang mudah-mudahan bermanfaat bagi sesama scolioser. Misalnya saja tips mengenai brace dan latihan-latihan ringan yang baik untuk tulang belakang. Selain untuk berbagi hal-hal bermanfaat, dibuatnya seri ini juga memacuku untuk hidup lebih sehat. Bagaimana nggak, soalnya aku dipaksa untuk membuat episode baru seiap minggu. Jadinya sambil menyelam minum air, kan, hihihi.

Seri "Indi's Scoliosis Life" dibuat dengan Bahasa Indonesia dan disertai subtitle Bahasa Inggris yang muncul secara otomatis. Ini karena viewers channel YouTube nomor satuku ternyata berasal dari Amerika, sedangnya Indonesia menduduki peringkat kedua atau malah kadang-kadang ketiga, hihihi. Ini juga aku lakukan agar channelku lebih universal, karena scolioser tentu bukan berasal dari Indonesia saja. By the way aku nggak random begitu saja menggunakan media YouTube, lho. Meski selama ini aku (berusaha) aktif di blog untuk berbagi, ide untuk merambah ke YouTube muncul setelah melihat jumlah viewersku di sana. Begitu sadar kalau memiliki cukup banyak viewers, ---lebih dari 100.000, aku merasa kalau channel "Indi Sugar Taufik" harus digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat selain untuk berbagi video-video saat aku bermain ukulele. Tapi tentu aku nggak akan meninggalkan blog Dunia Kecil Indi untuk berbagi, karena nggak semua teman-teman di sini akrab dengan YouTube (---dan membuka blog ini tentu lebih ringan dibandingkan dengan video). Jadi aku akan mencoba untuk membuat episode-episode "Indi's Scoliosis Life" dalam bentuk tulisan di sini.

Sekarang aku akan berbagi tips nyaman saat memakai scoliosis brace atau SpineCor, yang merupakan episode ketiga dari "Indi's Scoliosis Life". Sebagai scolioser yang sudah memakai brace sejak usia 13 tahun, ---23 jam setiap hari, aku sudah mengalami pahit manis bersama si rompi warrior ini, hihihi. Meski brace berfungsi untuk membantu scolioser, tapi memakainya dalam jangka waktu lama bisa menjadi nggak nyaman. Terutama jika dipakai saat beraktivitas dan di udara yang panas. Uh, kulit bisa gatal-gatal dan sulit sekali digaruk :D Untung saja pengalaman membuatku semakin expert (lol) dalam mengatasinya. Well, memang nggak akan senyaman saat sama sekali nggak menggunakan brace, sih. Tapi kujamin langkah-langkah kecil ini membuat lebih brace jadi lebih terasa acceptable ;)



1. Keep your brace clean!
Tahukah teman-teman bahwa brace bisa dicuci? Well, aku yakin dokter juga sudah memberitahu soal ini. Tapi in case kalian nggak paid attention (lol), brace tipe Boston dan SpineCor itu bisa banget dijaga kebersihannya, lho. Untuk Boston bisa dibersihkan menggunakan rubbing alcohol, sedangkan untuk SpineCor bisa dicuci menggunakan tangan atau menggunakan mesin cuci dengan cara dimasukkan ke dalam laundry bag terlebih dahulu. Brace yang bersih mencegah kulit kita terserang alergi dan iritasi. Dan jika yang digunakan adalah tipe SpineCor sepertiku, mencuci dengan rutin tentu membantu melembutkan ujung-ujungnya sehingga lebih nyaman untuk dipakai.

2. You need to go? Then GO!
Okay, yang ini memang membuat dilema, tapi trust me, saat teman-teman merasa ingin ke kamar kecil, then go, jangan ditahan! Melepas brace dan memasang kembali brace memang nggak mudah, dan kadang cukup memakan waktu terutama kalau sedang di sekolah atau kampus. Tapi menahan keinginan buang air kecil mungkin malah membuat kalian sakit. Lebih baik sempatkan saat jam istirahat untuk mampir ke kamar kecil meskipun rasanya nggak mau-mau amat. Untuk yang menggunakan SpineCor sebenarnya ada cara agar nggak perlu melepaskan seluruh brace tapi tetap bisa buang air dengan nyaman. Next time aku akan share tipsnya, ya ;)

3. Jangan lupakan kaus dalam
Brace yang menempel langsung dengan kulit tentu beresiko memberikan gesekan. Bukan nggak mungkin kita terkena biang keringat dan lebih ekstrimnya lagi luka-luka kecil yang gatalnya minta ampun. Karena kulitku super sensitif, waktu masih menggunakan Boston Brace luka-luka itu jadi langganan dan meninggalkan bekas sampai sekarang. Syukurlah sekarang aku menggunakan SpineCor yang jauh lebih lembut. Tapi sebenarnya biang keringat dan luka-luka itu bisa diminimalisir dengan penggunaan kaus dalam yang baik, lho. Sebelum memakai brace, gunakan kaus dalam atau tank top yang berbahan katun. Make sure kaus dalamnya cukup menutupi daerah dada dan bawah ketiak karena di bagian-bagian itulah kita rawan berkeringat.

4. Bye bye push up bra ;)
Ada beberapa tipe brace yang modelnya menutupi dada, atau menyilangi dada seperti SpineCor yang aku pakai. Untuk perempuan pasti rasanya kurang nyaman. Untuk mengatasinya selalu gunakan bra tanpa kawat, atau sports bra agar bisa menyangga dada kita tanpa perasaan tertekan. Kalau teman-teman ngotot tetap ingin memakai bra berkawat... well, jangan bilang aku nggak kasih tahu soal ini, ya, hihihi :p

5. Jaga kelembaban kulit
Kulit yang kering tentu akan lebih mudah untuk terkena iritasi. Merawat kulit yang tertutup brace memang sedikit tricky, tapi tentu, selalu ada solusi ;) Gunakan lotion setiap habis mandi dan biarkan meresap terlebih dahulu sebelum memakai brace. Krim yang mengandung aloe vera dan vitamin E juga sangat membantu untuk mengurari rasa gatal dan kemerahan. Aku memilih perawatan double dari luar dan dalam, yaitu menggunakan lotion sekaligus mengkonsumsi kapsul vitamin E. Air putih juga bisa menjaga kulit kita tetap lembap, minimal minum 8 gelas sekali dan you good to go! :)


Nah, itu dia 5 tips dariku untuk menjaga hari-hari scolioser yang menggunakan brace agar tetap nyaman. Menggunakan brace kadang memang nggak nyaman dan butuh waktu untuk beradaptasi. Tapi jangan takut, perasaan nggak nyaman di awal itu hanya fase. Begitu teman-teman beradaptasi brace akan terasa seperti sahabat, hihihi. Eh, aku nggak main-main, lho, jangan pernah mengganggap brace sebagai musuh. You might hate it, tapi jangan lupa bahwa brace diciptakan untuk membantu kita. Untuk membuat kita beraktivitas lebih lama tanpa rasa sakit, untuk menjaga agar kurva kita nggak bertambah, dan tentu untuk mengingatkan bahwa kita adalah scoliosis warrior. Jadi kalau setelah melakukan tips-tips ini kalian masih merasa nggak nyaman, just remember; saat kita nggak bisa menjaga punggung kita tetap tegak, brace always keep your back straight! :D 


embrace your brace,

Indi

_____________
Get your own SpineCor here: Spine Body Center/Indo Sehat Utama APL Tower Lt. 25/T3. Podomoro City. Jl. S. Parman Kav. 28 Jakarta Barat 11470, telepon: (021) 29339295.

__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 31 Januari 2016

No More Oily Skin saat Date-Night! :)

Yayyy! It's weekend! Apa kabar bloggies? Semoga semua dalam keadaan baik, ya :) Aku sendiri baik-baik saja, a little exhausted, tapi masih tetap semangat, hehehe. Ngomong-ngomong soal weekend, apa nih kegiatan favorit kalian? Adakah yang suka berkumpul dengan keluarga di rumah, hangout dengan teman-teman atau jalan-jalan dengan pacar? Atau malah ada yang senang semuanya seperti aku? :p Bukannya rakus, tapi hari libur itu benar-benar aku manfaatkan. Soalnya kan nggak setiap saat kita bisa habiskan waktu dengan orang-orang tersayang. Hehehe, setuju dong? ;) Weekend kali ini aku ada date night sama Ray. Rencananya kami akan berjalan-jalan, dinner, hunting tas lucu dan beli oleh-oleh untuk Ibu dan Bapak di rumah :)

Kalau sudah hangout berdua, wah kami bisa lupa waktu. Berjam-jam mengobrol sambil cemal-cemil pun bisa nggak terasa pegalnya dan tahu-tahu mall nya sudah mau tutup, hehehe. Wajah yang tadinya fresh karena baru mandi pun bisa jadi kusam karena minyak yang bercampur keringat. Well, Ray nggak peduli sih, soal tampilan wajah itu nomor ke semilyar as long as we are happy, hehehe (ehm, lol). Tapi bukan berarti aku cuek, sebisa mungkin aku menjaga agar wajah tetap terlihat fresh. Minimal pipiku nggak mengkilap-mengkilap amat, deh. Maklum, usahaku untuk menjaga agar kulit agar terlihat fresh lebih sulit dari orang kebanyakan, ---selain jenis kulit yang berminyak, makeup routine ku juga masih setingkat sama anak SD alias cuma pakai moisturizer dan lip balm, hehehe. Senjata andalanku sudah tentu stock kertas minyak yang tebalnya melebihi dompetku. 

Nah, waktu jalan-jalan ke web yukcoba.in kebetulan banget aku lihat ada produk L'oreal Paris Hydrafresh Creamy Foam. Katanya produk ini diperkaya dengan vitamin dan mineral utama yang penting untuk membersihkan kulit. Hasilnya akan membuat kulit terasa lembut, lembap dan penuh sensasi kesegaran. Cocok untuk kulit kombinasi dan cenderung berminyak. Waaah, aku banget tuh, jenis kulitku kan mood-mood-an. Kadang kombinasi, tapi seringnya sih berminyak, lol. Langsung saja aku klik "cobain" karena sangat tertarik untuk mencobanya. Siapa tahu saja aku terpilih menjadi reviewer dan bisa mencoba produk ini secara gratis. Luckily, beberapa hari kemudian aku mendapatkan email notifikasi yang mengabarkan bahwa aku terpilih dan produknya sedang dikirim ke rumahku. Ah, can't wait! :D

 


Nggak sampai 1 minggu paketnya aku terima dengan selamat. Yang pertama aku notice dari L'oreal Paris Hydrafresh Creamy Foam adalah packagingnya cute. I'm such a sucker for cute things! Hehehe. Jadi itu sudah langsung dapat 1 poin dariku :p Di kemasannya tertera tulisan Anti-shine yang membuatku semakin semangat. Prestasi sih boleh shining, tapi kalau wajah mah cukup glowing saja, hehehe. Isinya 100 ML yang artinya bakal awet untuk dipakai dalam jangka waktu lama. Sebelum ngedate sama Ray langsung saja aku coba produknya, ---sekalian mau tahu berapa lama produk ini sanggup menahan minyak dari wajah no makeupku. Oh, by the way in case kalian penasaran cara pakainya sama seperti facial cream wash pada umumnya, kok. Cukup gunakan pada wajah yang basah dan bilas dengan air. Hindari daerah mata karena mata nggak perlu dicuci, hehehe. Buat yang suka banget sama warna-warna girly sepertiku juga pasti happy, karena cream nya berwarna pink! :D

Daaaan... tes pun dimulai. Waktu dipakai sih kulitku terasa halus dan lembap, ---sama sekali nggak berminyak. Tapi tahan sampai kapan? Let's see... ;)
Aku dan Ray pergi dari rumah sejak sore hari. Cuaca sedang panas dan pengap, meski di mobil memakai AC tapi teriknya tetap terasa. Waktu kami tiba di mall tempat pertama yang dikunjungi adalah toko aksesoris yang sedang banyak pengunjung. Kami menghabiskan waktu cukup lama di sana, kira-kira 45 menit karena terlalu banyak yang menarik perhatian, lol. Setelah itu kami mampir ke coffee shop yang nggak kalah ramainya. Hampir semua meja terisi dan somehow AC di sana nggak begitu terasa. Karena akan sekalian dinner, kami bawa frappuccino yang sudah dipesan ke food court yang terletak di lantai paling atas. Cukup melelahkan karena coffe shop berada di lantai satu, (----dari ujung ke ujung, dong, hehehe). Aku sudah mulai keringatan, tapi syukurlah tempat kami dinner nggak terlalu ramai jadi bisa sekalian bersantai sampai... pukul 8 malam! Hehehe. Dan itu belum semuanya, di perjalanan pulang kami mampir dulu ke salah satu penjual martabak untuk membeli oleh-oleh. Antriannya panjaaaaang sekali. Aku dan Ray menunggu sekitar 1 jam sambil ditemani api dari kompor yang panasnya seperti sedang di Arab, ---well, mungkin, hehehe.



Sekitar pukul setengah 10 malam kami tiba di rumah. Aku bisa rasakan tubuhku berkeringat, termasuk wajah. Tapi amazingnya wajahku nggak berminyak! Memang ada perasaan lembap, tapi waktu bercermin aku nggak melihat ada kilap di wajah. Kalau biasanya perlu kertas minyak, kali ini hanya perlu ditekan-tekan sedikit dengan tisu dan wajahku pun kembali terlihat fresh. Nggak ragu, aku akan pakai L'oreal Paris Hydrafresh Creamy Foam ini lagi next time. Teman-teman yang jenis kulitnya cenderung berminyak juga mungkin bisa coba produk ini. Harganya terjangkau, hanya Rp. 64.900 dan hasilnya bagus. Jadi why not? ;) Meski Ray selalu suka dengan penampilanku, ---apa adanya, tapi nggak ada salahnya untuk berubah. Karena kulit bukan hanya penampilan, tapi kesehatan :)

cheers,

Indi

____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Sabtu, 23 Januari 2016

Menjadi Pemenang Utama di Dogs of Indonesia. Ah, Tapi Bukan Itu Intinya ;)

Aku selalu percaya kalau setiap mahkluk diciptakan Tuhan dengan fungsi masing-masing. Semuanya punya manfaat, semuanya saling berhubungan. Termasuk hewan. 
6 tahun lalu, ---waktu Eris pertama kali hadir, aku tahu bahwa ia adalah salah satu berkah yang Tuhan berikan. Meskipun ia berkaki empat, nggak seperti teman-temanku yang lainnya tapi ia menjalankan fungsinya sebagai seekor sahabat dengan baik. Ia menemani saat aku sedih, saat aku senang. Ia juga juga memiliki empati, ---tahu kapan waktunya untuk becanda dan kapan aku sedang butuh istirahat. Selain menjadi sahabat Eris juga bagian dari keluarga. Jika Ibu tiba di rumah, selain bertanya apakah aku sudah makan, beliau juga pasti akan bertanya tentang si mungil Eris, hihihi :)

Aku juga percaya bahwa apa yang kita lakukan akan berbalik kembali pada diri kita. Jika kita memperlakukan setiap mahkluk, ---termasuk hewan, dengan baik dan hormat, bukan nggak mungkin mereka akan mencari cara untuk membalas kebaikan kita. Ingat Steve Irwin? Seumur hidupnya ia selalu dikelilingi hewan, ---terutama hewan buas seperti buaya. Tapi ia selalu percaya bahwa hewan-hewan itu nggak akan pernah menyakitinya. Ia bilang kuncinya adalah rasa hormat dan saling percaya. Well, aku memang masih jauh dari Steve Irwin, ---jauuuuuuh bangeeeeeet malah, hehehe. Tapi aku pernah mengalami hal yang sama dengan Mr. Irwin. Tahun 2013 lalu Eris melakukan sesuatu yang luar biasa, ---she saved my life :)

Terima kasih Dogs of Indonesia :)

Hari itu aku sedang bersiap untuk berangkat kerja. Seperti hari-hari yang lain aku menyalakan pompa untuk water heater yang terletak di ujung garasi. Tapi ada yang berbeda dari Eris, tiba-tiba saja ia menerjang dadaku dan menggaruknya seolah ingin mengeluarkan sesuatu. Awalnya kupikir ia mencium sisa makanan, tapi setelah memeriksanya aku yakin bahwa baju yang dipakai saat itu dalam keadaan bersih. Kebingungan, aku bergegas ke kamar mandi dan memeriksa bagian dada. Aku nggak menemukan sesuatu yang mencurigakan, tapi lalu... deg, jariku meraba sebuah benjolan di dada sebelah kiri. Karena khawatir, sepulang bekerja langsung aku periksakan pada dokter. Singkat cerita setelah melalui proses ultra sound dan lain sebagainya... benjolan itu ternyata tumor dengan diameter sebesar bola ping-pong. Yup, itu bukan tumor yang kecil.

Iie (tante) dan Tia juga beri hadiah bando lho buat Eris :)

Berkat Eris tumorku diangkat sebelum menyebar dan ganas. Dokter yang menanganiku pun sampai amaze karena letak tumornya yang jauh di belakang, ---dengan diraba sekitas saja nggak mungkin terasa. Itulah kenapa aku bilang Eris menyelamatkan nyawaku. Tanpa Eris, belum tentu aku masih berada di sini sekarang :)  Cerita tentang Eris yang pertama kali aku ceritakan di sini pun lama-lama semakin menyebar. Tulisanku dishare berkali-kali, dimuat di media online Vemale, sampai akhirnya masuk ke program Spotlite Trans 7. It's beyond amazing, cerita kami yang tadinya hanya diketahui oleh kalangan tebatas jadi semakin meluas. Dan baru-baru ini, ketika ada kontes 1001 Cerita dari Dogs of Indonesia aku putuskan untuk membagikan pengalaman ini lagi. Aku nggak berharap untuk menang, tapi aku berharap cerita kami akan memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Ide kontesnya sangat fun, cenderung lucu. Jadi para pemilik anjing ditantang untuk membuat cerita based on karakter anjingnya masing-masing. Nah, tokoh yang menginspirasinya boleh diambil dari tokoh-tokoh fiksi. Aku memilih Scooby Doo, karena sejak pertama kali melihat Eris ia selalu mengingatkanku sama anjing konyol itu, hihihi. Matanya besar, agak penakut, hobi makan dan yang pasti sama-sama bisa menemukan monster jahat! Bedanya monster yang Eris temukan dalam bentuk tumor. Sama-sama happy ending :D Aku mengirimkan ceritanya waktu hampir deadline karena handphoneku sempat bermasalah. Syukurlah ceritaku tetap diterima dan rupanya masuk menjadi pemenang harian, --- yang nantinya akan dipilih lagi untuk menjadi pemenang utama dan pemenang favorit. Sampai sini saja sudah jadi big surprise, karena kulihat peserta lain banyak yang kreatif dalam penulisan ceritanya :)

Ucapan selamat :)

Hadiah Voucher MAP :)

Tanggal 17 Januari 2016, ketika aku sedang bersiap untuk beristirahat tiba-tiba saja aku teringat untuk melihat pengumuman pemenang. Karena handphoneku mati seharian (yes, aku perlu ganti handphone sepertinya, lol) jadi nggak ada satu notifikasi pun yang masuk. Dan... surprise, surprise... aku dapat mention dari Dogs of Indonesia yang berisi bahwa ceritaku dan Eris menjadi pemenang utama! O, my God! Saking kagetnya aku nggak langsung balas tapi refresh page nya berkali-kali, ---kalau-kalau mereka salah mention. Tapi nop, mereka nggak salah, karena beberapa hari kemudian aku menerima hadiahnya; voucher MAP dan ucapan selamat kecil untuk Eris. Aku nggak tahu vouchernya akan dibelikan apa, tapi karena tahu kalau nggak bisa dibelanjakan di pet shop jadi aku hadiahi Eris dengan homemade treats istimewa dan jalan-jalan sore (sekaligus jumpa fans Eris, hihihi!). Dan tanteku yang mendengar tentang kemenangan ini pun ikut memberi Eris hadiah, yaitu sebuah bando rusa yang lucu :)

Bocah-bocah ini fansnya Eris, kemana pun selalu mengikuti, hihihi. 

Hadiahnya tentu membuat aku, ---dan Eris--- senang, tapi menurutku bukan itu intinya. Mendapatkan kesempatan untuk berbagi cerita tentang apa yang terjadi padaku dan Eris adalah yang terpenting. Aku senang bisa memberitahu dunia bahwa setiap mahkluk di dunia memiliki fungsi dan saling berhubungan. Mungkin ada yang berpikir kalau Eris hanya seekor anjing, tapi seriously guys, di dunia ini nggak ada yang "hanya", semuanya istimewa dengan caranya masing-masing. Jadi next time, kalau sedang makan di restoran dan ada kucing mampir jangan ditendang. Siapa tahu nanti ia melakukan sesuatu yang baik untuk kalian. Be nice, ---kalau kata Ibu dulu; Jangan mencubit kalau nggak mau dicubit! :)

blessed girl,

Indi

____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 20 Januari 2016

Indi in the Pocky-Land :)


Siapa suka Pocky? Well, of course aku nggak bisa dengar jawaban kalian, tapi yakin aku bukan satu-satunya orang yang suka Pocky di sini :D
Aku masih ingat waktu dulu, ---waktu Pocky belum sepopuler sekarang di Indonesia, aku paling suka bawa bekal Pocky rasa cokelat kalau sedang ada acara keluarga. Camilan ini jadi senjata ampuh untuk mengusir bosan, ---selain buku dan musik, karena biasanya aku jadi satu-satunya anak kecil, hehehe. Meski waktu itu ada varian strawberry, tapi Pocky cokelatlah yang jadi favoritku. Saking senangnya 1 stik saja nggak cukup untuk masuk ke mulutku, tapi harus 2 sekaligus. Cara makannya nggak pakai sedikit-sedikit, tapi langsung hap, ---bisa setengah stik sekali gigit, hehehe. Sampai dewasa pun kecintaanku sama Pocky nggak pernah berubah (malah bertambah karena sudah bisa beli sendiri). Meski aku bukan fans JKT 48 (ingat ya, idolaku itu Aerosmith dan John Frusciante, lol), tapi koleksi stiker mereka mungkin bisa mengalahkan die hard fans sekalipun. Dan letaknya ada di mana-mana, ---di meja belajar, kolong meja, sampai pintu lemari baju. Super random. Itu semua karena Pocky yang memaksaku untuk melakukanya :p

Pocky, snack yang berbentuk stik ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1963 oleh Ezaki Glico. Awalnya Pocky hanya berlapis cokelat, tapi lama-lama variannya semakin banyak. Di Indonesia sendiri yang populer adalah varian cokelat dan strawberry, padahal sebenarnya Pocky punya banyak rasa yang unik. Misalnya saja, almond, anggur, madu, cake dan masih banyak lagi. Meski aku sangat menyukai Pocky, tapi aku bukan that kind of crazy fans yang do anything untuk mendapatkan varian yang nggak tersedia di Indonesia. Kalau teman-temanku ada yang sampai beli via on line atau menitip pada kerabat yang sedang di luar negeri, aku mah nonton video Pocky Taste Test di YouTube saja cukup, hahaha. Makanya waktu di majalah Gogirl! ada iklan dengan Pocky Matcha, ---varian baru---, dan mereka akan membagikannya gratis untuk yang beruntung, aku langsung excited. Meskipun kemungkinannya nggak terlalu besar (wah, pembaca mereka kan banyak) tapi aku tetap ikutan kontesnya dan... finger crossed! ;)

Nggak disangka, waktu pemenangnya diumumkan ternyata ada namaku! Katanya aku akan mendapatkan kesempatan mencoba Pocky Matcha dan nanti Pocky nya akan dikirim ke rumah. So excited! ---Saking excitednya, waktu Pocky Matcha akhirnya masuk ke mini market di dekat rumah, aku tetap tegar untuk nggak tergoda membelinya. Supaya nanti waktu hadiahnya datang lidahku bakal surprise, hehehe. Tapi setelah 1 bulan berlalu ternyata hadiah yang dijanjikan belum juga datang. Aku sempat bertanya pada adminnya satu kali, tapi nggak dibalas, huhuhu :( Ya sudah, akhirnya aku tetap bersabar sambil berdoa semoga hadiahnya nggak nyangkut di rumah orang yang juga penggemar Pocky, hehehe. 
Dan finally... beberapa hari yang lalu Ibu berkata ada kiriman paket untukku. Awalnya aku nggak yakin itu dari Pocky karena bungkusnya sangat besar. Sampai aku membuka bungkusnya dan... Oh, my! Ternyata mereka bukan hanya memberiku Pocky Matcha! 


Totalnya ada 20 box Pocky berbagai macam varian, ---dan varian yang terbanyak terntu saja Pocky Matcha. Selain Pocky cokelat dan strawberry, ada juga varian Choco Banana, Double Choco dan Vanilla-Cocoa. Wah, aku sampai bingung mau mencici yang mana dulu *terharu* lol. Karena bukan penggemar pisang, jadi Choco Banana lah yang menjadi pilihan pertamaku. Supaya kalau lidahku nggak cocok bisa cepat-cepat mencicipi rasa yang lain, begitu kupikir, hihihi. Dari aromanya sudah tercium khas pisang, begitu juga warnanya yang kuning menyala, persis ukuleleku :p Di luar dugaan, ternyata lidahku approve rasa pisang yang satu ini. Mungkin karena nggak dominan dan rasa colekatnya cukup terasa. Oh, iya rasanya ada sensasi dinginnya juga lho, seperti makan es krim. Pokoknya enak, dan 1 box Pocky Choco Banana pun langsung aku habiskan tanpa ampun, hehehe.


Varian kedua yang kucicipi adalah Double Choco. Sebagai penggemar cokelat aku nggak ragu untuk mencicipinya, ---2 stik langsung aku masukkan ke dalam mulut. Dan... sesuai dugaanku, ini enak banget! Varian ini menjadi favoritku setelah Pocky cokelat yang klasik. Stiknya nggak terlalu manis, cenderung pahit dan sangat cocok dipadukan dengan lapisan cokelatnya yang lebih manis. Sayangnya karena Ibu juga penggemar cokelat, 2 box Pocky varian ini harus aku share, uhuhuhu... lol. Selanjutnya aku mencicipi Vanilla-Cocoa. Dibandingkan yang lain, varian ini aromanya yang paling manis, ---mungkin dari vanilla nya. Waktu dicicipi ternyata rasanya juga paling sugary, tapi untungnya stik cokelatnya nggak terlalu manis, jadi nggak enek. Rasanya enak, but still, aku lebih memilih yang Double Choco :)

Dan varian terakhir yang aku coba adalaaaaaaaah *drum roll* Pocky Matcha! Sengaja aku mencicipinya paling akhir karena varian ini lah yang paling sering dibicarakan. Sepertinya sekarang matcha sedang trend, apa-apa dibuat rasa matcha. Aku suka kue ape, kapan-kapan boleh dong ada ape rasa matcha. Kan cocok tuh warnanya hijau, hehehe :p Waktu aku buka kemasannya aroma matcha langsung tercium, ---aromanya ringan, nggak terlalu menyengat. Gigitan pertama lidahku masih agak bingung, it tastes like... mung bean? Tapi setelah habis beberapa stik rasa matcha nya semakin terasa. Bukan varian terbaik di lidahku, but it does tastes good! Cuma memang butuh banyak stik saja supaya lidahnya notice kalau ini rasa matcha. ---Atau aku memang rakus? Hehehe.

Yang pasti aku merasa grateful dapat kesempatan untuk mencicipi bebagai varian Pocky. Untukku Pocky masih menjadi salah satu snack terbaik dengan harga terjangkau yang tersedia di banyak tempat. Saat snack lain rasanya berubah atau kemasannya menjadi mungil seiring berjalannya waktu, Pocky tetap menjaga kualitasnya, bahkan semakin baik. Aku jadi penasaran dengan varian lainnya, apalagi dengan varian wine. Apa harus berusia 18 tahun dulu untuk mencicipinya? Hahaha. Well, semoga saja aku dapat kesempatan itu, mungkin sambil berjalan-jalan ke Jepang ;) Thank you so much Pocky (Glico) dan Gogirl! Magazine. Nggak setiap hari aku mendapatkan kiriman childhood snack kesukaan :)
ps: Kalau mau kirim lagi, alamatku belum berubah, lho. Lol.

indi in the pockyland,

Indi

_____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 15 Januari 2016

Animal Cruelty on Your Plate



Kalau tengah malam begini biasanya aku mulai menulis. Bukan, ---bukan ala ala seniman yang senang dengan keheningan karena inspirasi jadi mudah datang. Tapi jam segini biasanya aku habis mengendap-endap ke dapur untuk membuat camilan atau makanan berat sekalian, hahaha. Dibandingkan dengan menonton TV aku lebih suka menyalakan komputer tuaku, menulis ide-ide yang terpikir ketika menjalani hari, menyelesaikan buku terbaru (---which is seharusnya selesai bulan lalu), menonton video homemade di channel-channel YouTube, atau scroll up and down di timeline/newsfeedku. Kalau sedang beruntung aku akan dapat link-link video konyol, tulisan-tulisan inspiratif atau best of all... dapat kabar John Frusciante kembali aktif bermusik. Tapi seringnya aku malah menemukan banyak cerita hoax, status-status fanatik mem-piggy-buta, atau worst of all... video-video animal cruelty yang lebih kejam daripada Cruella de Vil...

Well, ya soal hoax aku akan ceritakan lain kali. Belum tahu kapan, tapi harus ---karena rupanya masih banyak orang yang asal share tanpa memeriksa dulu asal usulnya. Sekarang aku mau cerita tentang animal cruelty, ---tapi ini bukan tentang orang-orang yang menelantarkan hewan peliharaannya atau breeding untuk keuntungan materi. Ini tentang hewan ternak yang nantinya akan masuk ke dalam perut kita. Aku nggak akan membahas ini dari sudut pandang sebagai seorang vegetarian atau seorang animal lover. Tapi apa yang akan aku tulis adalah yang aku rasakan sebagai seorang manusia yang punya hati nurani dan akal pikiran.
Aku dibesarkan di keluarga penyayang hewan, dari anjing, kucing, burung, ayam sampai tikus pernah menemani hari-hari kami. Tapi keluargaku juga penggemar daging (aduh apa ya istilahnya?). Ibu dan Bapak sangat menyukai masakan dengan daging kambing dan ayam. Kalau nasi goreng nggak cukup kalau dengan timun dan telur dadar saja, maunya ada kambingnya, hihihi. Suatu hari (long looooooong time ago) aku memutuskan untuk menjadi vegetarian, ---tepatnya pescatarian. Ibu dan Bapak nggak bertanya apa alasannya dan langsung mengizinkan karena mereka pikir hanya fase di usiaku yang masih remaja. Tapi setelah sadar bahwa ini adalah keputusan permanen, mereka pun dengan senang hati menyiapkan menu khusus untuk anak perempuannya ini. Nggak ada yang berubah dari rutinitas makan kami sehari-hari. Kami tetap makan di meja yang sama dan terkadang makan malam sambil menonton TV, ---yang berbeda hanya menu di atas piringku :)



Meski terkadang aku cengeng saat tahu ada hewan yang disembelih, tapi tentu aku lebih mendengarkan akal sehatku. Tuhan menciptakan dunia dan isinya dengan masing-masing manfaat, termasuk hewan. Sudah sejak zaman dahulu manusia memanfaatkan hewan untuk keperluan sehari-hari, dari mulai tenaganya, kulitnya untuk dibuat pakaian dan dagingnya untuk dimakan. Bayangkan saja jika di zamannya Fred Flinstone penggunaan bulu hewan sudah dilarang, mungkin mereka semua akan kedinginan dan bergantung pada daun-daunan (---lalu menumbuhkan bulu sebagai proses adaptasi, lol). Kalau soal pakai kulit hewan, sekarang sih memang sudah seharusnya untuk berhenti. Kita sudah tinggal di rumah, ada selimut, jaket dan payung dengan berbagai pilihan bahan untuk melindungi diri. Nggak perlu pakai kulit hewan, kecuali kalau jika itu memang untuk memanfaatkan sisa pemotongan, seperti misalnya kulit sapi untuk bedug. Kalau sengaja bunuh binatang untuk diambil kulitnya, misalnya ular atau buaya untuk dibuat tas sih big NO ;) Aku percaya sebagai manusia kita nggak perlu serakah, cukup manfaatkan apa yang ada, ----hanya ambil apa yang bisa kita makan.

Aku senang sekali dengan villa keluarga yang terletak di Purwakarta. Nggak jauh dari sana ada kandang sapi dan kambing. Kalau sedang bersama sepupu-sepupuku yang masih kecil, kami sering memberi mereka rumput untuk dimakan. Bahkan sesekali kami membelai-belai mereka juga, soalnya menggemaskan, hihihi. Meski sepupuku yang berusia 7 tahun pun tahu kalau hewan-hewan ini nantinya akan dipotong, aku selalu berusaha menyampaikan kalau mereka "baik-baik saja". Ya, mereka memang akan mati dan menjadi makanan manusia, tapi selama semasa hidupnya diperlakukan dengan baik mereka pasti senang karena bisa bermanfaat untuk kita :) By the way, aku nggak menyangka kalau harus menyampaikan ini sama mereka, karena kupikir hanya "Indi kecil" saja yang kaget waktu sadar kalau apa yang dimakan sehari-hari asalnya dari hewan, hehehe. Makanya penting sekali agar mereka tahu kalau it's okay to eat animals, selama caranya baik.

Kehadiran kita di dunia ini seperti rantai, semuanya saling menyambung. Hewan pun ada sebagian yang saling memangsa agar bisa bertahan hidup (---karena yang vegetarian kaya aku juga ada, hehehe). Contoh kecilnya saja ikan arwana yang dipelihara di aquarium, mereka diberi pakan yang berasal dari udang, ikan kecil, jangkrik atau bahkan kecoa yang kaya protein. Meski mereka nggak memangsanya sendiri, tapi tujuannya sama, hewan-hewan kecil itu yang membuat arwana bertahan hidup. Katanya semakin berkualitas pakan yang diberikan maka semakin sehat pula arwana-arwana itu. Makanya, supaya kualitasnya terjaga banyak orang yang memilih mengembangbiakan hewan-hewan kecil itu sendiri untuk dijadikan pakan daripada membeli. Meski nggak semuanya buruk, tapi ada saja pedagang yang memperlakukan ikan pakan (---feeder fish) dengan nggak layak. Mereka dijejalkan ke dalam sebuah aquarium, atau plastik penyimpanan tanpa oksigen yang cukup. Pernah suatu hari aku melihat seorang pegawai pet shop yang cuek saja ketika ada seeokor ikan pakan menggelepar-gelepar di lantai. Waktu kutegur jawabannya bikin aku meringis, katanya, "Biar saja, masih banyak yang hidup di sana," sambil menunjuk ke plastik besar berisi ratusan ikan tanpa aerator. Mungkin ada orang berpikir bahwa ini bukan big deal. Kenapa harus bersusah-susah merawat ikan pakan yang nantinya akan dimakan oleh ikan yang lebih besar? Toh dalam keadaan sekarat pun ikan besar akan tetap memakan mereka. Padahal, tahukah kalian bahwa ikan-ikan yang dikembangbiakan dengan berdesak-desakan memiliki resiko untuk memiliki parasit, bakteri dan terserang stress? Dan ya, itu memang BIG DEAL, karena penyakit yang dimiliki ikan-ikan itu bisa menular ke ikan yang memakannya. 


Meski nantinya dimakan tetap saja namanya animal cruelty, ---dan jadi double animal cruelty kalau ikan besar yang memakan mereka ikut sakit, lol :p Hal yang sama juga beresiko terjadi pada hewan ternak, yang nantinya kita makan. Saat kita, ---err, kalian makan rendang atau sate ayam, pernahkah terpikir dari mana asal hewan-hewan tersebut? Apakah mereka disembelih dengan baik, atau dengan cara yang halal, ---bagi muslim? Beberapa waktu yang lalu timelineku sempat ramai dengan video-video rumah potong ternak yang 'menyiksa' dulu hewan-hewannya sebelum disembelih. Mereka dijejalkan di kandang yang sempit dan ditarik paksa sampai kakinya terpeleset. Di video lain lebih memilukan lagi, sapi-sapi dihancurkan tulangnya dengan menggunakan alat lalu kepalanya diputar sampai putus. Sungguh cara yang kejam, berbeda sekali dengan cara menyembelih hewan yang seharusnya. Memang kejadiannya kebanyakan di luar negeri, tapi bukan berarti di Indonesia bisa bebas. Masih ingat dengan sapi glonggong, ---sapi yang dipaksa minum sebanyak-banyakanya agar beratnya bertambah demi keuntungan penjual? Ini bukan hoax, bagi yang sering berbelanja di pasar pasti deh bisa membedakan mana yang betulan gemuk atau hasil glonggong. Jika hewan-hewan itu dimakan oleh manusia apakah efeknya akan baik bagi tubuh? I don't think so :)

Jika owner ikan arwana saja nggak mau peliharaannya memakan sesuatu yang buruk, apalagi kita sebagai manusia? Sama seperti pada ikan, jika kita memakan hewan ternak yang stress atau sakit maka efeknya akan buruk bagi tubuh kita. Ayam goreng, gulai kambing dan bistik sapi yang seharusnya nikmat dan bermanfaat bagi tubuh pun bisa malah jadi penyakit. Kita memang nggak selalu bisa tahu dari mana asal makanan yang dikonsumsi sehari-hari, ---apalagi jika asalnya dari restoran cepat saji. Tapi bukan berarti nggak bisa dicegah, atau minimal dikurangi resikonya. Orangtuaku biasanya membeli ayam langsung dari pasar, dalam keadaan hidup jadi mereka bisa melihat langsung bagaimana proses menyembelihnya. Untuk daging kambing, mereka membelinya dari sesorang sudah sangat mereka percayai dan dipotong di hari yang sama oleh 1 orang, ---bukan rumah pemotongan masal. Lalu bagaimana dengan restoran cepat saji atau fast food? Well, beberapa tahun belakangan ini mereka berhasil menghindari untuk membeli makanan dari sana, ---dan itu membuatku sebagai anak merasa bangga, hehehe :p 

Aku yakin masih banyak peternak dan rumah potong yang memperlakukan hewan-hewannya dengan baik, misalnya saja di peternakan kecil yang sering aku kunjungi saat sedang mampir ke villa keluarga. Aku cuma mau ingatkan kalau animal cruelty mungkin saja ada di piring kita, di menu masakan homemade yang terkesan innocent. Berilah tubuh makanan yang baik karena kita mencerminkan apa yang kita makan. Sekali lagi, aku nggak mempromosikan vegetarianism. Menjadi vegetarian adalah pilihanku, tapi selalu percaya bahwa IT'S TOTALLY OKAY untuk memakan hewan ternak karena itu memang salah satu takdir mereka untuk diambil manfaatnya oleh manusia. Just choose wisely, okay? No more animal cruelty on your plate! :)

bukan cruella de vil,

Indi

***

nb: Aku berterima kasih untuk teman-teman yang tetap mampir ke sini meskipun belakangan aku jarang update dan blog walking. Bahkan aku lihat ada beberapa teman baru yang mengikuti blog ini. Really appreciate it, dan selamat datang ke Dunia Kecil Indi :) Tapi sadly jumlah komentar nggak nyambung pun jadi bertambah. Begini teman-teman, sebelum berkomentar tolong make sure untuk membaca tulisanku dulu dengan lengkap. Dan kalau malas, it's okay, aku nggak pernah menganggap bahwa banyak follower/komentar = prestasi, karena aku menulis murni karena suka menulis :) Jika tujuan kalian meninggalkan komentar karena ingin dikunjungi balik lebih baik minta to the point saja, itu akan lebih aku hargai. Karena komentar yang nggak nyambung dari hasil membaca setengah-setengah kadang malah membuat misleading dan membuat orang yang berkunjung ke blog ini untuk benar-benar mencari informasi jadi bingung. Tolong, ya, terutama untuk di tulisan yang mengenai scoliosis dan HIV/AIDS. Thanks, have a nice day :)

_____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Jumat, 08 Januari 2016

Yang Baru untuk Kulit Wajahku. Will it Work? ;)

Hi bloggieeees, apa kabar? Ah, finally my very first post di tahun baru ini :D Meski tahun 2016 baru dimulai, tapi sudah banyak yang hal awesome yang mampir ke dunia kecilku, hihihi. Well, akj nggak akan ceritakan semuanya sekarang, tapi aku mau share kalau beberapa waktu lalu terpilih sebagai salah satu reviewer di Yukcoba.in. Dari sekian banyak produk aku tertarik sekali dengan Esene Face Cleanser. Alasannya, of course karena aku lebih suka dengan skincare daripada makeup :p Makanya waktu produknya sampai di rumah aku senang sekali :)

Sedikit informasi tentang Esene Face Cleanser, produk ini adalah pembersih wajah yang katanya sih bisa dengan cepat mengangkat debu, kotoran dan sisa make up yang sulit dibersihkan. Dan karena menggandung Amino Acid seharusnya bakal cocok banget untuk kulitku yang mudah berminyak. Kandungannya bisa menahan kadar minyak di wajah lebih lama, ---kira-kira 3-4 jam lebih lama dari biasanya. Wah, cocok banget kan sepertinya. Aku jadi semakin excited untuk mencoba, nih.



Esene Face Cleanser yang aku terima berukuran 120 ml, jadi isinya cukup banyak tapi sizenya masih cukup compact untuk dibawa traveling. Kesan pertamaku saat melihat kemasannya adalah... mature sekali, hihihi. Warnanya putih dengan logo dan tutup tube berwarna emas, dan di bagian belakangnya ada informasi produk dengan latar berwarna merah. Eh, tapi terlihat mature bukan berarti not a good thing, lho. Aku malah senang jadi ada warna lain di antara skincareku yang mostly berwarna pink ;)





Karena sudah nggak sabar, aku langsung coba pakai Esene Face Cleanser ketika mandi sore, (---bukan cuma aku saja kan yang suka mendadak semangat mandi karena mau coba produk baru? Hihihi). Waktu aku squeeze isinya ke telapak tangan, ternyata warnanya sparky white (cuteee) dan lebih firm daripada yang aku bayangkan. Aromanya pun bikin relax karena mengandung olive oil. Sebelum memakai produk ini pun aku memang penggemar berat olive oil, biasanya sebelum mandi aku oleskan dulu olive oil ke seluruh tubuh, tapi sekarang aku bisa skip bagian wajah karena sudah langsung ada di cleansernya. Olive oil itu kaya manfaat lho, selain aromanya enak juga membuat kulit menjadi halus. Oh, iya bedanya Esene dengan face cleanser lain yaitu formulanya yang nggak terlalu soapy, jadi lebih creamy :)



Cara pakainya sangat mudah. Ambil Esene Face Cleanser secukupnya, usapkan pada kulit wajah, pijat memutar lalu bilas dengan air bersih. Setelah dikeringkan dengan handuk kulitku langsung terasa halus dan kencang, sama sekali nggak lengket. Ketika dioleskan pelembab pun kulitku nggak berminyak, tetap terasa fresh selama hampir seharian. Sejauh ini aku suka dengan hasilnya, nggak ada tanda-tanda alergi atau perasaan panas (kulitku sangat sensitif). Aku akan rekomendasikan Esene Face Clenaser ini pada Ibu karena beliau juga punya jenis kulit yang mirip denganku. Dan of course, aku rekomendasikan juga pada kalian, ---laki-laki atau perempuan, tua atau pun muda, hihihi. Apakah aku akan memakai produk ini lagi? Yup, nggak ada alasan buat bilang "Nggak" ;)

yang baru cuci muka,

Indi

_____________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469 

Kamis, 31 Desember 2015

Kalau Indi dan Microwave Bersahabat di Malam Tahun Baru...

Yay! Tahun baru hampir tibaaaa. Who’s excited?? Kalau aku sih jangankan tahun baru, minggu baru atau malah hari baru pun excited sekali, hihihi. Aku selalu merasa kalau setiap hari adalah awal yang baru, ---kalau hari ini nggak berjalan sesuai rencana, don’t worry, ada hari esok. Waktu keberhasilan kita tertunda rasanya memang nggak nyaman, it’s okay kalau mau menangis atau marah, tapi jangan lama-lama karena kita bisa mulai lagi semuanya dari awal. Aku bersyukur dengan bagaimana tahun 2015 berjalan. Banyak hal yang aku cita-citakan akhirnya tercapai, meski yang belum pun masih banyak. Tapi jangan khawatir, tahun 2016 sudah di depan mata, hihihi.



Well, aku nggak akan bercerita tentang resolusi tahun 2016 atau berbagi moment-moment di tahun 2015. ---Atau at least sekarang karena rasanya sedang ingin menulis yang santai-santai saja :p Malam tahun baru biasanya aku habiskan bersama keluarga di rumah; movie marathon, makan bersama dan terjaga sampai tengah malam (---eh, hari-hari biasa juga aku begadang ding, hihihi). Rencananya kali ini pun akan begitu, tapi bedanya sekarang aku akan memasak! Kalau biasanya hanya Ibu dan Bapak yang sibuk di dapur, sejak beberapa minggu yang lalu aku sudah direquest untuk menambah menu di hidangan malam tahun baru kami. Bukan menu yang sulit-sulit tentu, tapi menu sederhana yang cepat sehingga cocok dimakan saat movie marathon. Berhubung aku nggak terlalu betah berlama-lama di dapur (---kecuali untuk main-main dan nyicipin makanan, lol), jadi diputuskan untuk masakan kali ini adalah... *drum roll* QUICK MICROWAVE MEALS ALA INDIIIIIIII *tepuk tangan*
Mau tahu apa saja menunya? Aku akan share resep dan fotonya di sini, ---siapa tahu saja ada yang sama malasnya denganku untuk bermacet-mecet keluar rumah dan memilih makan di depan TV saja, hihihi :p


1. Roti Bakar dalam Mug


Yumm, siapa yang suka roti bakar tapi malas dengan remah-remahnya? *angkat tangan tinggi-tinggi* Kalau biasanya makanan ini populer untuk menu sarapan, buatku ini adalah menu setiap saat. Kalau tengah malam lapar aku bikin ini, ---kalau habis lunch masih lapar juga bikin ini, hihihi. Bedanya dengan roti bakar biasa yang ini disajikan dengan mug, jadi setelah keluar dari microwave tinggal ambil dan bisa dimakan di mana saja.

Bahan-bahan:
~ 2 potong roti tawar
~ 1 Butir telur
~ Keju parut secukupnya
~ 2 sendok teh mentega/butter
~ 3 sendok makan makan susu
~ Secubit garam dan merica

Cara membuat:
~ Olesi mug dengan mentega lalu masukan roti yang sudah dipotong dadu.
~ Di gelas/mangkuk terpisah kocok 1 butir telur, 2 sendok teh mentega/butter, susu, garam dan merica sampai rata.
~ Siram bahan yang sudah dikocok ke atas roti, biarkan sampai meresap (kira-kira 60 detik) lalu beri topping keju.
~ Masukan ke microwave selama 3 menit dengan suhu sedang, dan... siap dinikmati ;)


2. Bownies Terenak Sedunia (---sedunia kecil Indi maksudnya, lol) di Dalam Mug


Cokelaaaaat! Katanya sahabat terbaik perempuan kalau sedang PMS. Oh well, aku PMS setiap hari kalau begitu :p Aku suka sekali dengan rasa brownies yang nggak terlalu manis dan teksturnya yang nggak terlalu lembut. Kalau sudah dapat yang rasanya pas, uh rasanya nggak mau sharing, hihihi. Nah, kalau porsinya pas 1 mug pasti nggak ada yang tega untuk minta, dong :p

Bahan-bahan:
~ 2 sendok makan cocoa powder
~ 3 sendok makan terigu
~ 3 sendok makan susu cair
~ 2 sendok makan gula
~ Secubit garam
~ 3 sendok makan minyak sayur

Cara membuat:
~ Masukan semua bahan ke dalam mug, aduk hingga benar-benar rata. Masukan ke dalam microwave selama 3 menit dengan suhu sedang, dan brownies porsi egois pun siap dimakan. Hati-hati masih panas :p


3. Pizza Terong



Sebagai seorang pesco-vegetarian penggemar pizza, mencari pizza yang aman lumayan tricky. Apalagi untuk memesan pizza di malam tahun baru pasti perlu waktu yang lama karena waiting list di mana-mana. Nah, daripada pusing berburu pizza, kenapa nggak bikin sendiri saja? It’s healthier and tastier, of course ;)

Bahan-bahan
~ 2 buah Terong ungu (untuk porsi 1 loyang)
~ Bawang Bombay
~ Tomat
~ 1 mangkuk keju parut
~ Minyak atau mentega
~ Garam dan merica secukupnya

Cara membuat:
~ Olesi loyang/pyrex dengan minyak atau mentega hingga rata.
~ Iris terong dan susun di atas loyang sampai menutupi dasarnya, taburi garam dan merica. Lalu taburi keju sampai terong tertutup.
~ Ulangi proses di atas untuk layer yang kedua, lalu berikan toping bawang bombay dan tomat.
~ Masukan ke dalam microwave selama 15 menit dengan suhu sedang. Keluarkan, dan selamat menikmati pizza (almost) guilt free! Hihihi :)


4. Mac and Cheese ala Kevin McCallister di Film Home Alone


“Bless this highly nutritious microwavable macaroni and cheese dinner and people who sold it on sale. Amen.”
Hahaha, ada yang ingat dengan doa Kevin di Film Home Alone ketika ia menunggu Marv dan Harry setelah mencuri dengar kalau rumah orangtuanya akan dirampok? Sejak kecil sampai sekarang Home Alone adalah film liburan terbaik yang selalu menghibur untuk ditonton setiap tahun. I love Kevin and his mac ‘n cheese! Setiap lihat scene dinner aku selalu ikut lapar dan amaze dengan betapa yummy lookingnya mac ‘n cheese instan keluaran dari Kraft itu, ---meski aku tahu betul yang asli nggak terlihat seperti itu, lol. Yep, kalau diperhatikan di scene belanja, Kevin membeli mac ‘n chesse instan, jadi ia nggak membuatnya sendiri. Tapi kalau mau buat sendiri bisa lho, dan aku yakin rasanya nggak kalah dengan punya Kevin.

Bahan-bahan:
~ 1 mangkuk makaroni
~ 1 cangkir susu
~ 1 mangkuk keju parut
~ Bawang bombay
~ Tomat
~ Garam dan merica secubit

Cara membuat:
~ Masukan makaroni, susu, garam dan merica ke dalam mangkuk. Panaskan di microwave selama 10 menit di suhu sedang.
~ Keluarkan, lalu aduk-aduk sampai rata sambil ditambahkan tomat, bawang bombay dan keju.
~ Masukan kembali ke dalam microwave selama 5 menit dengan suhu sedang, dan... that’s pretty much it! Marv dan Harry saja bisa dihadapi, apa lagi tahun baru, hihihi. “Merry Christmas, ya filthy animal. And a happy new year!” *yang ingat adegan ini keren, lol*


5. Potato Chips Super Renyah



Kalau sambil nonton film mulutku pasti maunya ngunyah terus. Favoritku selain popcorn ya keripik kentang. Karena yang biasa dijual biasanya rasanya terlalu asin plus ada penyedap sapi atau ayamnya, jadi aku pilih untuk bikin sendiri. Caranya super mudah dan nggak terlalu lama, ---hampir samalah dengan jalan ke mini market buat beli sebungkus chips, hehehe.

Bahan-Bahan:
~ 1 buah kentang
~ Secubit garam dan merica

Cara membuat:
~ Taburkan garam dan merica di atas piring/pyrex.
~ Iris tipis kentang (lebih baik menggunakan potato slicer) lalu susun di atas piring atau pyrex. Pastikan nggak mengenai satu sama lain supaya nggak lengket. Kembali taburkan garam dan merica di atasnya.
~ Masukan ke dalam microwave selama 8 menit dengan suhu paling panas. Keluarkan, lalu balikan kentangnya satu persatu.
~ Kembali masukan ke dalam microwave selama 8 menit dan ya, you officially impressed yourself :D

Ngetik resep-resepnya dan melihat kembali foto-fotonya saja sudah membuat aku drooling. Ah, jadi nggak sabar untuk masak dan melahapnya sambil movie marathon bersama keluarga di malam tahun baru, hihihi. Aku sebenarnya agak nggak enak juga sih karena nggak masak yang istimewa buat Eris, anjing mungil kesayangan kami. Jadi sebagai gantinya aku belikan saja makanan kaleng kesukaan Eris. “Kakak Indi masak buat kamu pas ulang tahun saja ya, sayang,” hihihi :p Memang, makanan bukan hal terpenting dari tahun baru, tapi nggak ada salahnya untuk melakukan hal yang istimewa. Anggap saja sebagai cara bilang, “Yeah, aku berhasil melewati tahun 2015 dengan baik”, ---atau dengan kata lain sebagai ungkapan syukur :) Kalau kalian, apa yang akan dilakukan di malam tahun baru? Selain bersyukur dan berdoa, apakah akan berjalan-jalan dengan keluarga, movie marathon, main kembang api? Share me! :) Dan oh, iya sampai lupa, ini ada hadiah kecil untuk yang merayakan natal dariku, video cover ukulele dan kazoo “Mele Kalikimaka”. Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016, guys. Let’s ROCK this year! :)


yang masih anggap kalau Macaulay Culkin itu cute,

Indi
__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469