Sabtu, 06 September 2014

"Guruku Berbulu dan Berekor", a Charity Novel :)


Hi Bloggies, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik, ya. Dan kalau ada yang sedang sakit, semoga cepat sembuh :)

Novel Guruku Berbulu dan Berekor ditemani foto Veggie waktu bayi :)

Gue tumbuh di tengah keluarga yang mencintai hewan. Sejak kecil selalu saja ada hewan peliharaan di rumah. Dari mulai burung, ikan, kucing, hamster, kura-kura, tikus sampai anjing. Gue selalu diajarkan oleh Ibu dan Bapak untuk mencintai dan menghormati sesama makhluk Tuhan, termasuk hewan. Kami memastikan hewan-hewan yang tinggal di rumah nyaman dan terawat, tanpa berarti memanusiakan mereka. Hingga mereka menjadi lebih dari sebagai hewan peliharaan, tapi juga menjadi sahabat dan bahkan guru! :)

Ketika gue beranjak remaja gue mempunyai hewan peliharaan sendiri, seekor anjing golden retriever betina bernama Veggie. Kami tak terpisahkan, kemana pun gue pergi Veggie (hampir) pasti ikut. Termasuk pergi keluar kota, kami berbagi bangku belakang mobil, hihihi. Ketika Veggie tumbuh besar dokter mengatakan bahwa ia mengidap epilepsi, nggak bisa disembuhkan. Yang bisa gue dan keluarga lakukan hanya berdoa dan memastikan ia nyaman selama sisa hidupnya. Meskipun begitu, Veggie tetap menjadi anjing yang penuh semangat. Ia belajar banyak trik baru dan selalu melindungi gue. Pernah suatu kali Iie (tante gue) pura-pura sakiti gue, dan Veggie dengan sigap langsung menyerangnya! 

Sayangnya di usianya yang belum 7 tahun Veggie harus pulang ke surga. Gue dan keluarga merasa kehilangan sekali. Bukan hanya sebagai hewan peliharaan, tapi Veggie juga menjadi sahabat, guru sekaligus motivator yang mengajarkan kami agar selalu bersemangat dalam keadaan apapun. 

Pengalaman gue dan keluarga dengan hewan peliharaan kami, terutama Veggie menginspirasi gue untuk menulis sebuah novel yang didedikasikan untuk hewan-hewan di seluruh dunia. Gue percaya, bukan hanya kami yang mempunyai pengalaman mengesankan dengan hewan peliharaan. Maka gue mengajak orang-orang yang mempunyai/pernah mempunyai hewan peliharaan untuk menuliskan kisah mereka. Melalui internet gue mengenalkan project ini dan mempersilakan siapapun untuk mengirimkan kisahnya pada gue. Yup, siapapun: dari berbagai profesi, usia dan latar belakang. Bahkan ada diantara mereka yang mengirimkan rekaman audio karena (merasa) nggak bisa menulis. Kisah-kisah itu lalu gue susun jadi sebuah naskah, termasuk kisah tentang Veggie si anjing pemberani. Lalu jadilah novel dengan judul "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Gue sadar meskipun banyak yang mencintai hewan, tapi ada juga orang-orang yang memperlakukan hewan seolah benda nggak bernyawa. Misalnya saja, ada yang begitu tertarik dengan keimutan puppy di balik kaca pet shop, membelinya dan memamerkannya pada teman dan kerabat. Tapi setelah puppy itu tumbuh lalu menjadi anjing tua, ia pun dijual kembali atau malah diterlantarkan begitu saja... 
Jadi gue putuskan royalti dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" digunakan untuk membantu hewan-hewan yang membutuhkan. Setiap royalti yang gue terima akan disalurkan pada penampungan-penampungan hewan di seluruh Indonesia. Dan dengan kisah-kisah di novel ini gue harap bisa membantu menyebarkan pesan kepedulian pada hewan-hewan di sekitar kita. Untuk mencintai dan menghormati mereka, karena setiap mahkluk Tuhan pasti ada tempat dan fungsinya masing-masing di dunia ini, bukan untuk disakiti.


Sejak awal novel "Guruku Berbulu dan Berekor" beredar di pasaran, gue sudah sadar dengan kesulitan yang akan gue hadapi. Genre seperti novel ini masih jarang peminatnya, apalagi pembaca mengharapkan gue menulis lebih banyak lagi tentang Mika (dari novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna"). Tapi gue percaya dengan maksud baik dan kesungguh-sungguhan gue ketika menulis novel ini pasti akan membuahkan hasil. Entah itu besar, entah itu kecil, tapi gue percaya "Guruku Berbulu dan Berekor" akan mempunyai tempat istimewa di hati pembaca dan para penyayang hewan :)

Setiap gue membaca komentar-komentar pembaca tentang novel ini rasanya hati gue hangat dan semakin optimis akan kehidupan hewan-hewan di sekitar kita. Gue percaya semuanya akan semakin membaik. 

"Aku pernah baca buku kakak yang judulnya “Guruku Berbulu dan Berekor“. Awalnya aku ngeliat judulnya itu ngerasa unik gitu, jadi tertarik untuk baca. Ternyata isi bukunya juga menarik, klop deh." 
(Zia)

"Ada resensi Guruku Berbulu dan Berekor (di majalah Gadis)  yang membuat aku membeli bukunya. Dan ternyata memang bener-bener seru..." 
(Angie dan Sanae)

"Setelah membaca Guruku berbulu dan Berekor jadi kepengen nambah hewan peliharaan lagi."
(Andre Prasyawan)


Apalagi setelah gue menerima royaltinya dan menyalurkannya pada hewan-hewan yang membutuhkan. Perasaan senang dan harunya benar-benar nggak bisa diungkapkan! Yang pasti gue berterima kasih dan bersyukur pada teman-teman yang sudah membantu project ini, baik dengan menyumbangkan kisah atau dengan membeli novel "Guruku Berbulu dan Berekor". Setelah royalti pertama didonasikan pada ARAC (Animal Rescue and Adoption Center) atau adopsianjing.com yang merupakan komunitas non formal yang menggalang bantuan bagi para hewan, royalti kedua yang gue terima sudah didonasikan pada 2 ekor anjing golden retriever yang diterlantarkan di jalan tol. Oleh Mbak Reny (penemu dan pe-rescue) mereka diberi nama Dhana dan Dhani. Mereka berdua dalam keadaan sakit dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk pulih. Semoga donasi dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa membantu mereka. Amen.... :)


Perjalanan novel ini tentu masih jauh. Tujuan project gue ini baru dikenal oleh sebagian kecil orang, tapi gue nggak akan berhenti berusaha. Gue yakin langkah kecil gue jika dibantu dengan teman-teman semua maka akan lebih cepat sampai. Jadi jika teman-teman ingin membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk hewan-hewan di sekitar kita melalui novel "Guruku Berbulu dan Berekor", kalian bisa membelinya dengan harga Rp. 45.000 di Indi Sugar Official Store. Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469. Dan seluruh royalti akan disumbangkan pada penampungan-penampungan hewan di Indonesia.
Selalu menyenangkan jika bisa membantu sesama mahkluk hidup, kan? :)



"Menyelamatkan seekor hewan tidak akan mengubah dunia, tapi akan mengubah dunia untuk hewan itu..."
(Guruku Berbulu dan Berekor, halaman 17)

salam,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Senin, 25 Agustus 2014

A Date with Daddy: Jalan-jalan Cute Bersama Bapak :)


Tahukah teman-teman bahwa aku adalah "daddy's little girl"? Hehe, sepertinya yang cukup rajin mampir ke sini pasti tahu ya, soalnya aku sering sekali bercerita tentang Bapak (klik di sini dan di sini) :) Aku selalu senang jika berjalan-jalan ---atau aku sebut dengan 'date'--- dengan beliau, rasanya seperti melupakan kehidupanku sebagai orang dewasa. Semuanya serba menyenangkan, serba manis dan jika selesai selalu kutunggu-tunggu date selanjutnya :) Seperti hari ini (24 Agustus 2014), akhirnya kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Bapak tiba. Beberapa waktu lalu aku dan Bapak sempat sibuk dengan pekerjaan masing-masing, waktu bertemu kami hanya setelah dinner dan saat Bapak mengantarkan aku berkerja. Jadi waktu hari ini datang rasa senangnya berkali-kali lipat! :D

Sebenarnya ini adalah date tanpa rencana, satu hari sebelumnya filter aquariumku macet dan aku minta Bapak untuk membelikan yang baru. Bapak berkata besok beliau akan membelikannya untukku. Tapi ternyata sampai tadi sore Bapak lupa, dan sebagai gantinya beliau mengajakku untuk membelinya bersama-sama. Jelas saja aku nggak menolak, karena aku senang sekali pergi ke toko ikan hias, meskipun nggak mengerti apa-apa tentang ikan, hehehe. Cepat-cepat saja aku mengganti piyama dengan dress pertama yang kulihat di lemari, menyisir rambutku sedikit dan mengikuti Bapak ke dalam mobil. Nggak lama kemudian petualangan aku dan Bapak pun dimulai! :)

Kami tiba di sebuah toko ikan hias yang nggak terlalu ramai, sementara Bapak sibuk memilih-milih filter aku asyik melihat-lihat koleksi ikan yang sedang berenang-renang di aquarium. Aku melihat ikan arwarna yang besar sekali, ukuran aquarium nya sepertinya sebesar tempat tidurku! Lalu aku melihat sekelompok ikan koi yang cantik-cantik, warnanya macam-macam dan membuatku gembira waktu memandang mereka :) Sesekali aku menoleh ke arah Bapak, nggak sabar untuk menunjukan ikan-ikan keren ini kepadanya. Aku dan Bapak sama-sama punya imajinasi yang bagus, kami sering membicarakan hal-hal yang mustahil. Jadi aku penasaran dengan apa yang akan Bapak katakan soal penemuanku ini, hehehe. Begitu Bapak selesai membayar filter di kasir, cepat-cepat aku langsung menarik lengannya sambil berkata, "Lihat, sini. Ikan-ikannya keren sekali."
Tanpa berkata-kata Bapak langsung mengikuti langkahku. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa aku sangat dekat dengan Bapak. Dengan Ibu aku nggak bisa seperti ini, beliau memang suka shopping, tapi nggak dengan berlama-lama window shopping, hehehe.
Aku ajak Bapak melihat aquarium super besar, aku berkata bahwa suatu hari kalau sudah punya rumah sendiri, aku akan membeli aquarium lebih besar dari ini, yang menyambung dari kamar tidur ke ruang TV. Jadi ikan mas-ikan masku nanti bisa berenang bebas dan nggak bosan. Menanggapi khayalanku yang super ini Bapak menanggapi dengan perkataannya yang nggak kalah super. Sambil memegang kaca aquarium dan merasakan ketebalannya beliau berkata, "Di rumah kaca setebal ini sih banyak. Kalau mau sekarang juga bisa bikin, yang ukurannya sebesar rumah." Langsung saja aku tertawa, meskipun tahu itu mustahil, tapi membicarakan hal-hal random dengan Bapak memang selalu membuat gue bahagia :D


Arwarna kecil :)


What am I wearing?
Dress and headband: Toko Kecil Indi (my design)
Handbag: I Love Nerd Hello Kitty
Watch: Sanrio
Socks: Gosh
Shoes: belong to my Mom



Setelah sekitar 1 jam kami menyudahi petualangan kami di toko ikan hias. Bukan hanya karena para pegawai di sana sudah mulai memperhatikan kami yang heboh sendiri tapi nggak membeli seekor ikan pun, tapi juga karena aksi Bapak pada salah satu pegawai di sana. Beberapa waktu lalu Bapak dan Ibu membeli seekor ikan sapu-sapu untuk ditempatkan di kolam parit, yang terletak di halaman belakang rumah kami. Nah, karena kami nggak mengerti tentang ikan (iya, sekeluarga tahunya cuma tentang ikan mas saja yang harganya Rp. 5.000 per 10 ekor, hehehe), akhirnya ikan sapu-sapu itu merayap keluar kolam dan menghilang, mungkin dimakan tikus atau pergi sampai jauh dan berenang di selokan :( Eh, tiba-tiba saja Bapak bertanya pada mas-mas pegawai di sana apakah ikan sapu-sapu yang ia beli ada garansinya. Ditanya demikian, si mas-mas polos itu cuma bengong. Nah, sebelum dapat jawaban Bapak langsung mengajakku pergi, mungkin beliau sadar bahwa pertanyaannya itu aneh, hahaha.

Sebelum kami berangkat, Ibu mengingatkanku untuk sekalian membeli kado untuk Gina, sepupuku. Tanggal 9 Agustus lalu Gina menikah dan aku belum memberinya kado pernikahan, baru kado ulang tahun saja karena tanggal pernihakan dan ulang tahunnya berbarengan (uh, curang ya? Hehehe). Jadi aku dan Bapak melanjutkan perjalanan ke sebuah mall. Aku excited sekali. Bukan karena harus membeli kado, tapi karena artinya aku bisa lebih lama window shopping, hehehe :D 
Karena sudah punya ide tentang kado apa yang akan dibeli, jadi aku dan Bapak (niatnya) langsung menuju tempat yang dimaksud. Tapi namanya mall, baru lantai pertama aku sudah menemukan pengalih perhatian. Apalagi kalau bukan Hello Kitty yang pernak-perniknya aku koleksi itu, hehehe. Nah, yang kulihat bukan pernak-pernik mungil, melainkan jok mobil! Sudah bisa ditebak, aku langsung ajak Bapak melihat-lihat. Meskipun mobilku memang sudah bertema Hello Kitty (dengan stiker dan full cover) tapi aku masih saja tergoda melihat jok-jok manis ini. Sementara aku melihat-lihat, Bapak sudah langsung akrab dengan SPG dan SPB nya. Bukannya menawarkan produknya, mbak-mbak SPG nya malah berkata padaku bahwa mobil seperti milikku itu sayang jika jok nya diganti. Apalagi jok-jok di mobilku memang sudah bersarung Hello Kitty. Ya, ampun apa sih yang Bapak katakan pada mereka? Hehehe >.<
Akhirnya kami semua malah mengobrol random dan sepakat bahwa aku memang nggak perlu jok-jok itu. Sebagai gantinya kursi tua milik Bapak bisa dibungkus dengan motif Hello Kitty dengan harga yang jauuuuh lebih murah. Keputusan Bapak langsung disambut dengan anggukan mas dan mbak nya. Mereka berkata, "Iya, ide bagus, Pak. Selain lebih murah juga bisa bikin adik ini makin rajin belajar karena kursinya bagus." Langsung saja aku dan Bapak mati-matian menahan tawa. Karena jangankan sekolah, kuliah saja aku sudah lulus berabad-abad lalu, hahaha.
Cuma dengan Bapak bisa begini :p

Setelah mampir sana-sini, kami tiba juga di tempat yang dimaksud. Untuk pemilihan kado pernikahan Gina, aku serahkan pada Bapak. Terlalu banyak pengalih perhatian ---pernak-pernik lucu---. Lagipula Bapak pasti lebih mengerti urusan rumah tangga. Karena meskipun beberapa temanku sudah ada yang berkeluarga dan memiliki anak, aku sendiri masih enjoy menjadi anak-anak, hehehe *kidding*
Di tempat ini ternyata nggak menyediakan jasa pembungkusan kado, jadi aku dan Bapak ke toko buku. Wah, kebayang kan berapa banyak pengalih perhatiannya? Toko buku itu salah satu tempat favoritku, selalu betah untuk berlama-lama melihat-lihat buku sambil membayangkan suatu hari mempunyai perpustakaan pribadi sebesar Sea World, hehehe :p
Bapak menunggu kado selesai dibungkus, sementara aku seperti biasa langsung berpetualang. Banyak sekali buku-buku bagus. Salah satunya adalah buku Tuesday with Morrie dengan cover yang baru! Wah, kira-kira sudah berapa kali ya buku ini dicetak ulang, sampai-sampai covernya berganti-ganti... Hmm, semoga saja suatu hari buku-buku karyaku juga terbit dengan berbagai macam cover. Karena setelah belasan kali dicetak ulang, belum ada satu pun yang cover nya berubah, hehehe :D Lalu aku menemukan 2 buah novel karyaku yang dipajang di rak. Dengan malu-malu aku mengambilnya dan diam-diam memotretnya. Hihi, padahal kenapa aku harus malu, ya, kan yang tahu bahwa aku penulis novel-novel itu hanya aku sendiri :p Meskipun sudah cukup lama terbit, tapi rasanya tetap bangga dan terharu setiap kali melihat novel-novelku dipajang di toko buku. Novel "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta Itu Sempurna" berada berdampingan di rak dengan label novel. Melihat jumlahnya dan dibandingkan dengan berapa banyak jumlah yang sebelumnya menginap di toko buku membuatku tersenyum. Thank God, novel-novelku diterima oleh pembaca di Indonesia dan sekitarnya :') Setelah yakin fotonya cukup jelas, aku langsung menghampiri Bapak yang masih menunggu kado untuk Gina dibungkus. "Pak, ada novel-novel aku, lho...", bisikku. Dan Bapak langsung menjawab dengan,
"Cepat pindahkan semuanya ke rak paling atas, supaya banyak yang lihat."
Hahaha, ada-ada saja! :D Rasa haruku ternyata bertambah, waktu kami akan keluar toko buku, ada buku keempatku, "Conversation for Preschoolers" yang dipajang di rak TK/Pra Sekolah. Tapi kali ini aku nggak bisa memegangnya lama-lama, karena di cover belakangnya ada fotoku. Kalau ada yang memergoki, pasti aku langsung ditertawakan, hahaha :D


Kado-kado :)

Hore... ada Karena Cinta Itu Sempurna & Waktu Aku sama Mika!

Buku keempatku, Conversation for Preschoolers :)


Waktu kami memutuskan pulang (kakiku rasanya super pegal), di lantai bawah ada panggung kecil dan beberapa stand jajanan tradisional. Bapak menawariku es lilin, langsung saja aku iyakan. Aku penggemar macam-macam es krim, dan sudah cukup lama aku nggak menemukan es lilin. Meskipun rasanya terlalu modern, tapi cukup mengobati kerinduanku terhadap makanan khas Bandung yang satu ini :) Dengan keadaan hati super senang, kelelahan dan tangan yang dilelehi es lilin, aku masuk ke dalam mobil dan menuju perjalanan pulang. Sulit diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaanku. Yang pasti aku sangat bersyukur karena bisa menghabiskan waktu dengan Bapak. Aku sangat beruntung memilikinya yang juga bisa berperan sebagai seorang sahabat. He was my first date, and he always be my BEST date. Really thanking God for today. Senang rasanya bisa menjadi little girl abadi... :)


Menikmati es lilin

Rasa lelah kalah dengan hati yang senang :D



daddy's little girl,

Indi

_________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Senin, 11 Agustus 2014

Tentang Novel "Karena Cinta Itu Sempurna" :)


Aku dan novel “Karena Cinta Itu Sempurna”.





"Apa rasanya sakit, Mika? Waktu HIV membunuh CD4 kamu?"
Mika menyelipkan rokoknya lagi, tapi kali ini lebih lama karena ia memutuskan untuk mengunyahnya.
"Kamu ingat bintang-bintang yang ditempel di papan di dalam kelasmu? Bu guru akan mencabuti satu persatu jika ada murid yang nakal, iya kan?"
Aku mengangguk.
"Bintang-bintang itu seperti CD4, sedangkan Bu guru itu seperti HIV. Dan aku adalah muridnya, Sugar... Jadi aku akan baik-baik saja, selama aku tidak nakal."
Aku mengangguk mengerti.

(Karena Cinta Itu Sempurna, halaman 83)

***



"Karena Cinta Itu Sempurna" adalah novel kedua yang kutulis dan diterbitkan oleh Homerian Pustaka. Sama seperti novel sebelumnya, "Waktu Aku sama Mika", novel ini juga diambil dari pengalaman hidupku, alias diary yang dibukukan. "Karena Cinta Itu Sempurna" menceritakan masa kecilku yang penuh dengan khayalan dan teman-teman yang unik, masa remajaku yang mengalami pahit manis setelah divonis mengidap scoliosis oleh dokter lalu menemukan seorang penyembuh bernama Mika, yang mengidap AIDS tapi mempunyai semangat yang sangat besar. Dan masa-masa memasuki dunia dewasa yang membingungkan tapi juga menyenangkan.

Jika teman-teman pernah menonton film MIKA (dibintangi oleh Vino G. Bastian sebagai Mika dan Velove Vexia sebagai aku), maka novel ini akan memberikan penjelasan lebih dari apa yang ada di film, karena scene-scene dari film tersebut memang banyak yang diambil dari novel ini :) 
Sampai sekarang "Karena Cinta Itu Sempurna" sudah dicetak sebanyak belasan kali dan aku sangat bersyukur karena mendapatkan sambutan yang positif. Bukan hanya dari pembaca di Indonesia tapi juga di luar negeri. Seperti Malaysia, Singapore dan Australia. Thank God :)


Foto-foto kiriman pembaca. Terima kasih banyak! :D



Berikut beberapa komentar dari pembaca "Karena Cinta Itu Sempurna":

"Cerita ini mengajarkan aku apa itu cinta sesungguhnya tanpa membalas atau bersyarat."
(Hannie, pengguna Facebook)

"Novel kedua terbaik dari kak Indi yang bikin air mataku kembali mengalir seperti “Waktu Aku Sama Mika”. Bahasa yang ada dinovel ini tergolong sederhana (mudah dimengerti), tapi setiap kalimat-kalimat yang dipakai, maknanya begitu luar biasa."
(Olivia Dejoinears, via email)

"Pertama kali baca, tidak mau berhenti.. Eh tidak tahunya semalam malah sudah khatam dalam 2.5 jam."
(Papafaiz, blogger)

"Bukunya sih kecil tapi isinya beri motivasi dan pelajaran."
(Ekarhmdania, pengguna instagram)

"Pemilihan kata-kata yang santun, ringan serta ditambahkan beberapa catatan berupa diary sang penulis membuat buku ini mudah untuk dinikmati."
(Lidya C, blogger)

"Membaca novel Karena Cinta Itu Sempurna memberikan tebaran rasa manis dan sedikit pahit di hati. Rasa manis saat Kak Indi menulis bahwa perbedaan skolioser hanya tidak boleh berlari dan melompat, hanya itu saja, kami masih bisa seperti orang lain. Hal-hal manis masih banyak terumbar di novel manis yang ditulis penuh kata-kata seperti coklat, manis yang tidak berlebihan."
(Tiskusuma, blogger)

"Pertama kali terpandang reka kulit novel ini, saya terus memegangnya. Ringkas sekali. Dan apabila saya membaca isi di dalamnya, hati saya rasa sangat syahdu."
(Ruhana Zaki, penulis dari Malaysia)



Ah, membaca komentar-komentar positif membuatku tersenyum. Senang rasanya bisa berbagi kisah dan mendapatkan teman-teman baru. Terima kasih banyak-banyak-banyak aku ucapkan untuk semua yang telah menyempatkan membaca :) 


Dan untuk teman-teman yang belum pernah membaca, novel "Karena Cinta Itu Sempurna" bisa kalian mendapatkannya di Indi Sugar Official Store dengan harga Rp. 29.000 (plus bonus stiker Indi's Friend).
Caranya cukup SMS atau whatsapp ke 081322339469, dan novel akan dikirimkan ke alamat teman-teman.


Sekali lagi, terima ksih untuk supportnya selama ini, blessed to have you guys! :)



sugar pie nya Mika,

Indi

______________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 03 Agustus 2014

Tetap Aktif dengan Scoliosis! (Up date Pemakaian SpineCor)


Hai bloggies, bagaimana liburan lebarannya? Atau adakah yang sudah mulai kembali ke aktivitas semula? Apapun, semoga hari kalian menyenangkan, ya :) Amen.

Semenjak memakai SpineCor alias soft brace untuk scoliosis gue, banyak sekali yang bertanya tentang perkembangannya. Well, sebenarnya aku sudah berjanji akan selalu meng-update nya di sini, tapi ternyata cukup banyak juga yang nggak sabar menunggu dan bertanya langsung lewat private message, hehehe. Jadi sekarang aku akan share tentang pengalaman gue setelah 1 bulan pemakaian SpineCor :)

Jika belum tahu apa itu SpineCor, silakan lihat ini.

Aku masih ingat waktu pertama kali dokter memintaku untuk memakai brace. Waktu itu gue masih 13 tahun dan brace yang kupakai adalah tipe Boston. Keras dan menutupi seluruh badanku, dari dada sampai pinggul. Bentuknya yang kaku membuat brace susah untuk “disembunyikan” di balik baju. Lekuk tubuhku juga jadi tampak nggak natural. Hampir semua orang yang bertemuku ---meskipun baru sebentar--- langsung sadar bahwa aku memakai brace. Semangatku  untuk disiplin mamakai brace pun jadi on and off. Saat di rumah aku nggak bermasalah untuk memakainya sepanjang waktu (brace harus dipakai 23 jam sehari), tapi lain lagi jika aku sedang di sekolah. Aktivitas yang padat dan membuatku banyak berkeringat membuatku merasa nggak nyaman. Rasanya seperti di sauna permanen, hehehe. 

Sesuai dengan nasehat dokter aku mamakai brace selama masa pertumbuhan tulang,  yang artinya sepanjang 5 tahun sebelum aku berusia 18 tahun. Keberhasilan Boston brace ini memang berbeda-beda pada setiap scolioser dan padaku, too bad kurvaku malah bertambah dari 30 an ke 40 an... Malah di usia dewasa kurvaku sempat mencapai 58 derajat! 
Dokter berkata brace sudah nggak ada gunanya jika tulangku sudah berhenti tumbuh, jadi yang bisa aku lakukan untuk menjaga kurvaku hanya tinggal terapi yang lain seperti berenang, fisio terapi, dan tentu saja jalan terakhir ketika kurva sudah melebihin 40 derajat: Operasi.
Operasi bukan pilihanku, jadi aku mengikuti berbagai terapi fisik baik di Rumah Sakit sampai terapi chiropractic. Chiropractic  memberikan rasa nyaman pada tulang belakangku, tapi kurvaku sama sekali nggak berkurang.

Setelah mendengar tentang SpineCor aku langsung bersemangat untuk mencobanya. Bukan hanya karena banyak selebriti dengan scoliosis yang memakainya tapi karena ini satu-satunya tipe brace yang masih bisa dipakai untuk tulang yang sudah berhenti tumbuh (mature). Aku langsung optimis di hari pertama memakainya, karena selain terasa nyaman, postur tubuhku pun secara instan terasa lebih baik. Apalagi 1 minggu setelah pemakaian hasil x ray menunjukan kurvaku (with brace on) berkurang sebanyak 12 derajat. Yang artinya menjadi kurva “aman” dari operasi!

Kalau dipakai di balik baju SpineCor nggak terlihat, lho. Bahannya juge elastis, nyaman dipakai :)

SpineCor sangat jauh berbeda dengan Boston brace. Bentuknya mengikuti lekuk tubuhku dan tersembunyi dengan baik di balik baju. Gerakan tubuh pun menjadi nggak terbatas. Aku benar-benar bisa beraktivitas sambil memakai SpineCor. Aku bekerja di preschool sambil memakainya. Mengejar anak-anak, jongkok-berdiri sampai berayun di swinging ball pun nggak masalah. Begitu juga dengan kegiatanku sebagai penulis. Aku sangat terbantu dengan SpineCor. Harus duduk berjam-jam di depan komputer sambil mengetik dulu sangat menyiksa, tapi sekarang nyeri punggung dan kesemutanku banyak berkurang :)

Aku pakai SpineCor, lho. Nggak terlihat, kan? ;)


Untuk teman-teman scolioser pasti mengerti mengapa berkurangnya kurva bukan satu-satunya goal. Berkurangnya rasa sakit juga salah satu faktor yang dicari dari sebuah terapi/pengobatan, karena terkadang rasa sakit mengganggu produktifitas kita yang memiliki hidup yang aktif. Berbeda kurva dan tipe, berbeda pula rasanya. Aku sendiri sering mengalami kesemutan di tubuh bagian kanan dan nyeri di punggung atas. Kalau sudah begitu mau nulis pun kurang konsentrasi. Padahal pekerjaanku penulis, ya, hehehe. 

Selama 1 bulan ini SpineCor sudah menjadi bagian dari aktivitasku sehari-hari. Setiap habis mandi aku langsung memakainya dan bekerja seperti biasa. Teman-temanku pun nggak ada yang tahu bahwa aku memakai brace. Kecuali kalau kuberitahu, ya :p Tubuhku rasanya semakin fit dan tentu saja menjadi lebih produktif. Sepulang dari preschool yang biasanya langsung mendarat di tempat tidur, sekarang langsung ambil tali leher dan baju Eris. Yup, aku ajak dulu Eris berjalan-jalan sebelum aku beristirahat! :)

Awalnya karena belum tahu sejauh mana ketahanan tubuhku, aku ajak Eris berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah saja. Tapi setelah beberapa kali percobaan dan aku nggak memiliki keluhan, aku mengajaknya berjalan-jalan ke tempat yang lebih jauh. Aku berkeringat dan kelelahan, tapi hebatnya nggak ada rasa pegal atau kesemutan, semuanya lancar. Well, terakhir aku merasa seperti ini sepertinya waktu SMP. Long long time ago, ya...

Mau jongkok atau berdiri tetap nyaman :)

Karena tubuh fit, waktu berkualitas dengan Eris pun semakin banyak :)

Untuk memastikan bahwa apa yang kurasakan bukan sekedar sugesti, aku mengecek kembali keadaanku ke dokter. Berhubung Dr. Natalie sedang cuti melahirkan, jadi aku ditangani oleh Dr. Irma. Guess what, setelah aku surprise dengan kemajuan setelah pemakaian 1 minggu, sekarang ada lagi kabar gembira. Kemiringan tulang belakangku yang tadinya 20 mm sekarang tinggal 2 mm saja! Memang sih aku belum kembali x ray (jika terlalu sering nggak baik untuk kesehatan), tapi Dr. Irma memeriksanya dengan seksama dan hasilnya membuatku semakin optimis dan semangat untuk terus menggunakan SpineCor :)

Ini baru bulan pertama dan aku excited sekali dengan perkembangan yang akan kudapat. Bahkan dengan operasi scoliosis nggak bisa dikoreksi 100%, jadi aku rasa SpineCor sangat patut diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup scolioser, tua dan muda. Aku harap semakin banyak yang tahu tentang SpineCor. Seorang temanku yang kurvanya sudah 70an derajat pun baru-baru ini memakainya dan kurvanya sekarang sudah berkurang 8 derajat. Benar-benar mematahkan “mitos” yang berkata bahwa bracing hanya efektif untuk kurva di bawah 40 derajat. Yup, ada harapan baru untuk scolioser ;)

Bulan depan aku akan kembali memeriksakan tulang belakangku, sekaligus melihat sejauh mana SpineCor membantuku. Jika teman-teman tertarik dengan SpineCor atau mau tanya-tanya dulu, silakan kunjungi Spine Body Center di APL Tower lantai 25 (sebelah Central Park Mall) Jakarta Barat. Atau bisa menelepon terlebih dahulu ke 021-2933 9295. Staff Spine Body Center pasti dengan senang hati membantu kalian :)

Miracle girl,

Indi

__________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Senin, 28 Juli 2014

Accidently Date! :p


Gue dan Ray punya pekerjaan yang semakin sibuk jika liburan hampir tiba. Well, sebagian besar pekerjaan memang sepertinya seperti itu, tapi tetap saja kami kami nggak pernah terbiasa dengan frekuensi bertemu kami yang menjadi berkurang. Gue dan Ray sama-sama nggak libur sebelum lebaran, preschool gue
nggak seperti sekolah lain yang punya libur di bulan puasa, begitu juga Ray yang tetap bekerja full day. Beruntunglah pada tanggal 24 Juli lalu kami mempunyai kesempatan untuk punya waktu berkualitas berdua, ---eh, ramai-ramai sih sebenarnya, lol--- teman-teman preschool gue mengadakan acara buka puasa bersama dan gue memutuskan untuk mengajak Ray. Keputusan ini lumayan mendadak, soalnya awalnya gue nggak berniat untuk ikut, apalagi meski judulnya "buka puasa" tapi yang berpuasa hanya sedikit, hehehe. Tapi setelah dipikir-pikir dan mengingat akan sulit untuk mengatur waktu karena Ray harus mudik, akhirnya kami pergi ke acara buka puasa yang lebih mirip dinner itu, hehehe.

Waktu gue beritahu Ray lokasi dimana kami akan bertemu dengan teman-teman gue, dia langsung khawatir karena bisa dipastikan tempatnya akan penuh, terutama menjelang buka puasa. Jadi kami berangkat dari rumah sekitar pukul 4 sore dan berharap bisa tiba sebelum adzan magrib. Dua teman gue yang sudah menikah, Ima dan Liliek meminta gue untuk reservasi satu meja untuk para suami agar bisa hang out bersama. Ray memang belum menjadi suami gue, tapi gue pikir akan lebih nyaman jika "para pasangan" punya meja sendiri agar bisa mengobrol atau 'do man stuff' ---apapun itu--- dan nggak bosan karena menunggu :p

Ketika kami sampai dan langsung reservasi meja, ternyata suami Liliek dan Ima nggak jadi ikut. Well, suaminya Ima sih sebenarnya ikut, tapi dunno why ia memilih untuk menunggu di luar. Meja yang sudah dipesan pun jadi hanya ditempat oleh gue dan Ray. Acara "buka puasa bersama" ini pun malah jadi date untuk kami, hehehe :D Karena teman-teman gue duduk di meja terpisah kadang gue bolak-balik dari meja mereka ke meja Ray. Senang sekali bisa mengenalkan Ray pada teman-teman gue. Berhubung gue jarang bercerita tentang kehidupan pribadi gue, jadi banyak diantara mereka yang belum tahu bahwa gue punya pasangan. Mereka juga terkejut waktu gue beritahu bahwa kami sudah bersama selama 6 tahun. Menurut mereka kami terlihat hangat dan romantis seperti baru pacaran. Wah, mereka nggak tahu bahwa kami nggak ada romantis-romantisnya, kalau sudah ribut gue bisa lebih galak dari Eris (my dog), lho, hahaha :p Tapi gue anggap itu sebagai pujian, apalagi teman-teman gue memberikan doa untuk kami. Salah satu teman gue, Miss. Nita berkata bahwa ia berharap agar Ray tetap romantis meskipun kami sudah menikah nanti. Ia berkata begitu setalah melihat Ray membawakan tas gue. Well, gue nggak tahu kalau itu terhitung perbuatan romantis, buat gue he's just being helpful, lol. Tapi amen untuk semua doa baiknya :)


Meja yang sudah dipesan pun jadi milik berdua :p

Cheers, jus sayuran ini enak, lho :)

Judulnya "buka puasa" tapi banyakan yang nggak puasanya, hihihi. Yang penting kebersamaan, ya ;)

Sekitar jam 7 malam kami pamit duluan. Maklum gue ingin memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Tujuan kami selanjutnya ke Trans Studio Mall untuk membeli kado lebaran untuk orang tua, sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan gue. Sebenarnya agak pesimis kami bisa mencari kado yang tepat untuk saudara-saudara gue yang jumlahnya banyak itu dengan waktu yang pendek. Tapi berhubung kami sudah nggak punya waktu libur lagi, jadi ya harus dibuat optimis, hehehe. Gue memang lebih suka memberi kado daripada angpao. Mungkin teman-teman yang sering membaca blog ini tahu betapa sukanya gue dengan Christmas, salah satu alasannya adalah kado! Memberikan kado pada orang-orang yang kita cintai, menghabiskan waktu khusus untuk mencari dan memilih rasanya lebih personal daripada uang di dalam amplop. Eh, tapi makna lebaran dan natal lebih dari itu, lho, bukan hanya tentang kado :)

Surprise, mall nya ternyata nggak terlalu padat. Kami mendapatkan spot parkir dengan mudah dan suasana yang cukup nyaman. Langsung saja kami mulai mencari kado. Sebenarnya perut lumayan lapar sih karena sebelumnya hanya sempat minum (menu yang kami pilih selalu HABIS. Aneh, lol), tapi demi mengejar waktu kami tunda dulu perasaan laparnya, hehehe. Gue sama sekali belum ada rencana kado apa yang akan gue berikan pada keluarga gue. Jadi gue dan Ray mengelilingi mall sampai menemukan apa yang dirasa tepat, hehe. Prioritas utama sudah pasti keluarga inti gue: Ibu, Bapak dan Puja. Selanjutnya baru sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan, termasuk untuk Bi Ade juga Eris, anjing kesayangan gue. Kaki rasanya sudah minta direndam air hangat, tapi gue puas karena sudah berusaha memberika sesuatu yang istimewa untuk orang-orang yang juga istimewa :)

What I wore? Hair bow: Dunia Baru | Brooch: Hello Kitty | Dress: Toko Kecil Indi (my design) | Bag: Thailand | Watch: Sanrio | Shoes and socks: Gosh




Kado-kado untuk keluarga :)

Ternyata bukan cuma keluarga gue saja yang dapat kado. Ray memberikan gue hadiah sepasang sepatu yang sudah lama gue impikan! Ini nih asyiknya jadi gue, dalam satu tahun ulang tahun dirayakan dua kali. Sekali di tanggal 8 Juni dan sekali lagi sehari sebelum lebaran, karena waktu lahir gue bertepatan dengan malam takbiran :D Senang sekali rasanya karena awalnya hanya akan fokus pada kado keluarga, tapi ternyata dapat sepatu baru. Terima kasih, Ray! :) 
Nggak terasa mall sudah hampir tutup dan kami belum makan malam. Daripada harus makan terburu-buru kami putuskan untuk mencari makanan sambil perjalanan pulang saja.






Ray menyetir dengan lambat-lambat, mencoba mencari restoran yang masih buka. Kami sempat melewati restoran fast food 24 jam tapi urung berhenti karena Ray yakin masih ada tempat lain. Kami semakin dekat dengan rumah dan waktu sudah menunjukan pukul 10 malam lebih, semakin deg-degan dan pesimis rasanya. Untung saja kami menemukan sebuah tenda kaki lima sea food yang masih buka. Tanpa berlama-lama kami langsung berhenti dan menikmati makan malam yang super terlambat, hehehe. Rasanya nikmat sekali, apalagi tempatnya bersih. Gue dan Ray sangat bersyukur. Tuhan sepertinya sudah menyiapkan skenario yang cute untuk kami berdua. Dari mulai suami-suami teman-teman gue yang batal ikut yang membuat kami punya meja untuk berdua saja, sampai dinner romantis ditemani oleh kucing-kucing lucu yang lalu-lalang di bawah meja kami, hehehe. Thank God :)


Kemarin malam Ray sudah mudik dan sepertinya nggak lama setelah lebaran ia akan kembali bekerja. Senang dan bersyukur sekali kami sempat mendapatkan waktu berkualitas sebelum kembali ke aktivitas 'normal' :) Meski Ray nggak bisa hadir untuk merayakan ulang tahun gue, tapi ia tetap membelikan gue kue tart dan sebuah kado. Oh, iya meskipun gue ulang tahun setahun dua kali tapi dua-duanya sama istimewanya, lho. Makanya selalu ada acara tiup lilin bersama keluarga ---dan akan lebih menyenangkan kalau Ray juga ada---. Blessed to have him, semoga di tengah-tengah kesibukan kami akan selalu ada kesempatan (atau curi-curi kesempatan, lol) untuk quality time. Amen...
Dan untuk teman-teman yang merayakan, selamat hari raya Lebaran dari aku, keluarga dan Ray. Mohon maaf lahir dan batin! :)



ps: Untuk teman-teman yang belum tahu kenapa ulang tahun gue dirayakan setahun dua kali, bisa baca ceritanya di sini.


blessed girl,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Rabu, 16 Juli 2014

AIDS Time: Yayasan AIDS Indonesia Roadshow to School-SMPN 178 Jakarta :)




Hai bloggies! Nggak seperti biasanya ya gue post di luar weekend, hehehe. Kebetulan hari ini gue sedang izin bekerja karena diundang sebagai bintang tamu di event nya Yayasan AIDS Indonesia, jadi sebelum tidur gue putuskan untuk share cerita singkatnya :)
Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa sejak tahun 2007 (atau 2006, ya? Lupa, lol) gue terdaftar sebagai relawan di Yayasan AIDS Indonesia. Meskipun cukup rutin keep in touch dengan teman-teman di sana, tapi kehadiran gue semakin jarang karena kesibukan belakangan ini dan tentu saja karena jarak Bandung-Jakarta yang lumayan jauh. Jadi waktu mereka mengundang gue sebagai bintang tamu di event AIDS Time tadi siang, gue langsung mengiyakan meskipun sebenarnya gue sedang nggak libur, hehehe.

AIDS Time adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Yayasan AIDS Indonesia (YAI). Tempat dan temanya selalu berbeda, tapi tujuannya tetap sama yaitu mengedukasi masyarakat, terutama anak muda tentang HIV/AIDS. Kebetulan film Mika (inspired by Waktu Aku sama Mika) yang merupakan kisah hidup gue dan alm. Mika dipakai sebagai film yang diputar selama event AIDS Time, tapi baru di hari ini lah gue bisa bergabung :)

AIDS Time hari ini diadakan di SMPN 178 Jakarta. Karena macet dan sempat nyasar, gue yang diantar oleh Bapak baru datang 10 menit sebelum segmen gue dimulai. Sayang sekali, padahal sebelumnya sedang diputar film Mika, lho. Meskipun sudah puluhan kali menonton film itu, tapi rasanya selalu penasaran dengan reaksi orang-orang yang baru pertama kali menontonnya. Syukurlah rasa penasaran gue terobati, dari wajah-wajahnya teman-teman siswa SMPN 178 sepertinya menikmati film Mika. Thank God :)

Di segmen talkshow gue nggak sendirian, ada bintang tamu lain yang bernama Sheryl Sheinafia. Ia adalah seorang penyanyi yang telah mengeluarkan sebuah album yang sangat care dengan isu HIV/AIDS. Gue baru pertama kali bertemu dengannya, tapi langsung suka dengan suaranya :) 
Sebelum sesi tanya jawab gue sempat sedikit bercerita tentang latar belakang kenapa gue menulis novel "Waktu Aku sama Mika" dan kenapa gue peduli dengan isu HIV/AIDS. Waktu gue bercerita ternyata sebagian besar audience kaget karena baru tahu bahwa kisah gue dan Mika adalah nyata. Mungkin mereka terkejut karena gue sempat berpacaran dengan Mika yang ODHA sampai akhirnya ia meninggal. Tapi gue yakinkan mereka bahwa berpacaran dengan Mika bukan berarti gue kehilangan moment-moment seru. Gue tetap menilai Mika secara utuh karena menjadi ODHA bukan berarti berbeda seperti orang lain. He was the most grateful person I ever met. Semuanya mengenai kepribadian, bukan mengenai apa yang Mika idap.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Sungguh membanggakan, teman-teman SMPN 178 sudah tahu dengan apa saja yang bisa dan nggak bisa menularkan HIV/AIDS. Meski sempat malu-malu tetapi mereka cukup kritis lho ketika mengajukan pertanyaan. Thumbs up untuk Yayasan AIDS Indonesia yang sudah membuat acara fun tapi kaya manfaat. Mudah-mudahan saja event rutin ini akan tetap berlangsung sehingga lebih banyak lagi anak muda yang peduli dengan isu HIV/AIDS. Karena menurut gue ini bukan hanya tentang bagaimana caranya untuk mencegah diri sendiri supaya nggak terjangkit. Tapi juga bagaimana caranya agar menghilangkan stigma atau judgement pada ODHA. Karena gue percaya obat yang paling ampuh untuk segala hal adalah kasih sayang dan tanpa prasangka buruk :)


sugar kecilnya Mika yang sudah besar,

Indi

Lihat foto lengkap dari kegiatan ini di sini.
_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469

Minggu, 06 Juli 2014

JKT 66 Brasserie: The Best Nutella Blaze in Town! (Review)

Whaaaaat, ini sudah weekend?!! Hehehe, setelah libur selama 2 minggu hari senin sudah waktunya gue kembali bekerja di preschool. Well, nggak benar-benar libur, sih, soalnya waktu 2 minggu benar-benar gue manfaatkan untuk menulis buku ke 5, dan mengingat fakta bahwa senin sebentar lagi datang membuat gue kaget, karena buku terbaru gue belum juga selesai setengahnya, huhuhu :') Meski begitu bukan berarti gue nggak bersenang-senang selama 2 minggu ini, selain menulis gue juga mengisi waktu dengan keluarga, Eris dan datang ke beberapa tempat baru, salah satunya JKT 66 Brasserie.


Kalau teman-teman pernah membaca post gue yang ini, yup, ini adalah JKT 66 yang sama dengan yang pernah gue ceritakan. Waktu gue menerima undangan pembukaan soft openingnya, gue langsung teringat dengan lezatnya martabak Toblerone yang pernah gue cicipi waktu itu, hihihi. Berhubung gue belum pernah datang langsung ke tempatnya dan kabarnya sekarang dengan konsep baru, gue jadi nggak sabar untuk mencoba menu-menu barunya :)

Gue datang ditemani dengan Ray. Kami pikir sudah kemalaman, tapi ternyata JKT 66 buka sampai jam 11 malam. Meski ini yang pertama kali, tapi gue sudah pernah 2 kali melewati tempat ini. Dan benar saja, tempatnya sekarang pangling sekali dengan konsep baru dan suasana yang lebih hommy. Ketika masuk kami langsung disambut dengan dinding berwarna hijau menenangkan yang dihiasi dengan wall sticker lucu. Hmm, sepertinya bakal betah nongkrong di sini berlama-lama, nih, hehehe.


Dengan Anggun, salah satu ownernya :)



Setelah bertemu dengan the owners, Anggun dan Arya yang super ramah kami ditawari untuk memilih menu. Wah, ternyata lebih banyak dari yang sebelumnya. Semakin unik-unik dan kreatif, dan tentu saja semakin bingung untuk memilih :p Setelah beberapa menit penuh pertimbangan dan dapat rekomendasi dari Arya, pilihan jatuh kepada Nutella Blaze (yep, still obsessed with Nutella, lol), Matcha Blaze dan Red Passion. Karena untuk menu berat seperti martabak dan baby martabak kami sudah pernah mencoba sebelumnya.

Waktu pesanan datang gue langsung gemas untuk mengambil kamera, soalnya tampilannya lucu-lucu sekali. Colorful, hihihi. Dan rasanya juga nggak kalah seru! Nutella Blaze rasanya manis dan full sekali di lidah, seperti mengambil segenggam Nutella dan menjilatnya sampai habis, hihihi. Matcha Blaze rasanya ringan dan menyegarkan, nggak terlalu manis tapi juga nggak hambar. Pas diminum setelah makan makanan yang agak berat. Dan yang terakhir, Red Passion rasanya paling ramai. Mix macam-macam berry ditambah es serut bikin gue mau lagi dan lagi. Pasti lebih seru kalau dinikmati siang hari :D

Matcha Blaze dan Nutella Blaze. Dua-duanya enaaaak :D

Cocok nih buat buka puasa :p




Sambil menikmati ketiga minuman segar tersebut, gue dan Ray kembali melihat-lihat menu. Siap-siap buat next time kalau ke sini lagi, hihihi. Topping martabaknya ternyata makin seru, lho. Nggak cuma martabak manis, sekarang juga ada martabak asin. Yang (makin) unik, ada pilihan topping vintage juga. Jadi kalau kangen jajanan zaman dulu seperti coklat Superman a.k.a Superstar, coklat Cap Ayam Jago dan lainnya, sekarang bisa ditambahkan ke atas martabak yang kita pesan. Yumm! Menu Indomie yang disajikan sama seperti kemasannya pun jadi makin beragam, belum lagi ada menu steak dan juga yang super super spesial untuk Harry Potter mania.... Ada Butter Beer! Penasaran sekali mau coba, tapi berhubung yang menghabiskan sebagian besar minuman adalah gue, jadi disimpan untuk lain kali saja, deh, hehehe :D



Semuanya buat gue! Hihihi :D

Menu-menu andalannya JKT 66. Semuanya kelihatan enak, ya :D

Ayo pilih yang mana? Macam-macam topping atau Butter Beer?!! :D

Setelah perut kenyang gue nggak mau langsung pulang. Konsep barunya JKT 66 selain bikin betah buat nongkrong juga betah buat foto-foto, hehehe. Banyak spot-spot lucu yang bisa dipakai. Apalagi seteleh difoto nggak cuma bisa diuplod di sosial media, lho. JKT 66 juga manjain banget pelanggannya yang suka banget foto-foto kaya gue ini :p Di dindingnya sengaja disediakan frame yang bebas ditempeli dengan foto kita. Yup, tinggal foto, cetak dan tempel sendiri. Makanya gue ambil banyak foto supaya kalau ke sini lagi bakal tempel foto terbaik gue, hihihi. Buat yang suka baca juga ada reading corner, lho. Kita bebas ambil buku atau majalah yang ada di sana. Jadi selama menunggu pesanan nggak cuma sibuk main sama gadget saja :D

Salah satu spot cute buat foto-foto :)

Reading spot. Cocok untuk yang suka baca :D

Nggak terasa, waktu sudah menunjukan jam 10 malam. Gue dan Ray pamit pulang dengan hati senang dan perut kenyang. Nggak sabar nih mau coba menu-menu yang lain. Lain kali mau datang sore-sore ah, biar bisa nongkrong lebih lama :D
Buat teman-teman di Bandung atau yang sedang mampir ke Bandung, yuk ke JKT 66 dan jangan lupa cicipi martabak Toblerone nya yang fenomenal juga menu-menu lainnya ;)
Alamatnya di Jl. Terusan Jakarta No. 66 Antapani Bandung. Kalau lagi malas keluar rumah juga nggak perlu khawatir, pesan antar saja lewat nomor ini: 022 7237092.

Hmm, belum apa-apa kok gue sudah kangen dengan Nutella Blaze nya, ya? Hihihi ;)

golden ticket winner,

Indi

_______________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469