Kamis, 10 Januari 2013

Kamis, 03 Januari 2013

Hadiah-hadiah Istimewa :)

Hai, teman-teman! Wah, sudah tahun 2013! So, how's your new years eve and... wait, sepertinya gue juga melewatkan natal ya? Hehehe, so sorry, gue belum sempat blog walking dan update di sini. Jadi, sekarang saja ya gue ucapkan selamat natal 2012 dan tahun baru 2013. Semoga kalian melewati moment-moment itu dengan orang-orang yang kalian sayang, ya :)

Well, berhubung baru bisa bercerita sekarang, gue mau berbagi tentang apa saja yang sudah gue alami. Banyak hal menyenangkan dan membuat gue tersenyum belakangan ini. I feel really blessed, really :) Pertama gue mendapatkan Christmas gift dari orang-orang yang baru gue kenal (beberapa malah jadi jadi early Christmas gift!). Ada sebuah gantungan kunci oleh-oleh dari miss. Vivi waktu dia berlibur ke Cina. Miss. Vivi adalah ketua cabang dari pre school tempat gue bekerja. Tahu sendiri kan kalau gue adalah "anak baru" di sana, jadi begitu menyenangkan waktu tahu ada yang ingat dengan keberadaan gue, hihihi. Yang ke dua adalah gantungan pohon natal dan bros kayu dari Keona, salah satu murid di pre school. Gue senang sekali, sampai-sampai langsung dipasang begitu sampai di rumah, hehehe. Dan yang ke tiga, gue dapat cake dari Mama-nya Lee Ann, murid gue. Tapi gue nggak sempat ambil fotonya karena terlalu enak, hehehe (setelah gigitan pertama gue nggak bisa berhenti) :p Yang ke empat sekaligus yang terakhir gue dapatkan dari pre school adalah sebuah kaos Hello Kitty! How come? Nah, sampai hari ini pun gue masih amaze dengan kejadian itu...

Hadiah dari Keona dan Miss. Vivi :)

Gue suka Hello Kitty. Mungkin teman-teman blogger ada yang tahu karena gue pernah post ceritanya di sini. Tapi orang tua murid, well, agak mustahil untuk tahu. Gue memang sering memakai pernak-pernik Hello kitty ketika bekerja. Tas, handphone dan perlengkapan makan gue bergambar Hello kitty. Semuanya gue simpan di loker karena benda-benda pribadi nggak diperkenankan masuk ke dalam kelas. Satu-satunya "ciri" bahwa gue menyukai Hello Kitty ---yang (mungkin) bisa dilihat oleh orang tua murid hanya pita rambut gue. Itu pun nggak bergambar Hello Kitty, dan warnanya nggak selalu pink, hanya pita biasa. Makanya, waktu Mama dari Louis, salah satu murid gue memberi hadiah Christmas kaos Hello Kitty gue terkejut bukan main. Bukan hanya gue yang terkejut malah, tapi rekan-rekan kerja gue langsung berkomentar dan bertanya dengan nada nggak menyangka tentang hadiah yang gue terima. Mereka tahu bahwa gue itu really into Hello Kitty, sampai-sampai sering dipanggil "Hello Kitty" (lol). Tapi kalau ada orang tua murid yang tahu, itu kejutan besar! Miss. Rifa, rekan gue di kelas bahkan menebak-nebak bagaimana ceritanya Mama Louis bisa tahu soal kesukaan gue. Apa gue pernah tanpa sengaja membawa botol minuman di depannya? Apa Louis pernah bercerita pada mamanya? Hmm, Louis itu belum 2 tahun, jadi rasanya itu kurang masuk akal, hahaha. Yah, darimana pun Mama Louis tahu tentang "my crazy cute obsession", gue bersyukur karena itu menjadikan hadiah yang sangat-sangat-sangat berkesan :)


Kaos dari mamanya Lous. Suka :)

Saking senangnya gue langsung pakai sepulang bekerja :p

Kejutan nggak cuma datang dari pre school ternyata Di rumah Ibu meletakan sebuah bungkusan berwarna pink di atas sofa. Katanya itu gue untuk gue. Waktu di buka.... Wah, sandal rumah berwarna pink! Gue sangat suka warna pink, sampai-sampai kamar gue terlalu "menyilaukan" untuk adik laki-laki gue, hehehe, dan sandal ini jadi pelengkap yang pas untuk mengusir si adik kalau dia masuk kamar tanpa izin :p
Waktu gue pikir ini sudah selesai, ternyata Ray ikut memberi kejutan. Dia memberi gue parfum dan hands sanitizer Hello Kitty. Hmm, sebenarnya sih memang gue yang meminta. Gue bilang ingin dua benda tersebut untuk hadiah Christmas. Tapi siapa yang menyangka bahwa gue benar-benar mendapatkannya! Apalagi proses mendapatkan cukup bikin deg-deg-an, lho. Kami ingin hadiah itu sampai di rumah gue tepat tanggal 25 Desember, tapi kami lupa sesuatu: tukang pos itu berbeda dengan Santa. Mereka justru libur di hari natal, hahaha. Akhirnya hadiah pun baru gue terima sore-sore keesokan harinya :D 


Sandal pink dari Ibu :)

Hadiah yang datang terlambat dari Ray :)

Setelah natal Ray langsung kembali bekerja, sedangkan gue masih libur sampai tanggal 7 Januari. Meski gue nggak benar-benar libur karena masih ada pekerjaan lain selain di pre school, tapi itu cukup untuk membuat tubuh gue beristirahat (terkecuali waktu ada acara sleepover dengan Silmi, sepupu gue. Kami nggak tidur seharian, lol). Gue nggak punya acara 'berbeda' untuk malam pergantian tahun. Tetap sama dari tahun ke tahun, keluarga gue berkumpul di rumah dan menikmati makanan yang (bagi kami) istimewa. Tapi itu lah moment yang sangat gue sukai, apalagi tahun ini Ray (yang baru libur di malam tahun baru) ikut bergabung, jadi bahagianya berkali-kali lipat :) Gue berbelanja ke supermarket terdekat, membeli apa saja yang gue sukai tanpa harus mendapat "protes" dari Ibu dan Bapak karena makanan yang gue beli merusak gigi dan hanya "membuang uang". This is new years eve, kan :)

CHILDREN OF THE CORN!!! :p

Ice cream! :)


Ibu memasak nasi tumpeng dan spageti. Sedangkan gue menyiapkan makanan manis seperti es krim dan coklat (juga minuman manis: susu dan soda, lol). Pergantian malam tahun baru semuanya terasa sempurna meski agak sebal sama stasiun TV yang nggak menayangkan film keluarga, hehehe. Ray bergabung dengan keluarga gue jam 7 malam. Dia membawa makanan ringan dan hadiah tahun baru untuk gue. Wah, di akhir tahun gue kebanjiran hadiah \(^^)/ Setiap gue dapat hadiah dari Ray rasanya selalu istimewa karena dia sering kali memberi tanpa rencana. Pernah suatu kali kami sedang ke theme park dan Ray mengajak gue melihat-lihat toko suvenir. Gue nggak meminta apa-apa tapi dia belikan gue tong sampah Hello Kitty. Ain't he's so sweet? :) Hadiah tahun baru pun begitu, dia sedang berbelanja dan melihat benda-benda yang dia rasa gue akan menyukainya. Ray memutuskan untuk membelinya, dan... I REALLY LOVE them :)))





Gue nggak pernah menilai hadiah yang gue terima dari harganya. Menurut gue hadiah akan berkesan jika si pemberi benar-benar ingin memberikan benda tersebut untuk gue. Mengharukan rasanya ketika ada yang memberi gue hadiah karena dia ingat dengan apa yang gue sukai. Betapa istimewanya perasaan gue ketika ada yang memberi tanpa bertanya dulu, "what do you want for Christmas/new year", tapi memberikan hadiah yang "tepat"... :) Selembar stiker, sebuah gambar band kesukaan gue yang di-print di kertas tulis atau sebuah pulpen yang dipajang di kasir minimarket... semuanya berkesan. Gue selalu terharu bagaimana seseorang bisa mengingat apa yang gue sukai bahkan dengan melihat benda-benda kecil atau sehari-hari... :)

Hadiah tahun baru dari Ray :)

I'm blessed. Gue nggak pernah meragukan itu. Gue sangat bersyukur tahun 2012 ditutup dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang gue sayangi dan mendapatkan perhatian yang selalu membuat tersenyum ketika mengingatnya. Gue harap di tahun yang baru ini gue tetap merasakan kehangatan yang sama, dan semoga bisa membalas hadiah-hadiah istimewa dari orang-orang di sekitar gue. Di tanggal 17 Januari besok ada sebuah hadiah lagi untuk gue, film "Mika" (yang diinspirasi dari novel karya gue "Waktu Aku sama Mika") akan tayang di bioskop seluruh Indonesia. Ah, gue tahu tadi sudah bilang... tapi sekali lagi... I'm blessed... Thank God... Thank God... :)
Selamat datang 2013, semoga tahun ini menjadi "hadiah" untuk semua orang yang mendapatkan kesempatan dari Tuhan untuk menjalaninya. Amen.

Jadi teman-teman, sudah siap untuk menjalani tahun 2013 yang penuh berkah? :)





happy blessed girl,

Indi

nb: mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa rambut gue terlihat memutih. well, itu bukan uban. tapi sejak tanggal 30 desember sampai hari ini gue belum mandi, jadi gue pakai bedak bayi di rambut supaya nggak kelihatan berminyak, lol, lol :p
________________________________________________________________
Contact me: here and here. Contact manager: 081322339469



Senin, 24 Desember 2012

Puisi untuk Mika (Selamat Malam Natal, my AIDS Fighter)

Untuk: Mika di surga
Dari: Indi di Bumi.
Cc: Tuhan yang sangat baik.

Waktu itu.

Rambut panjangmu dipotong sembarangan.
Sorot matamu berubah.
Lemah...
Kamu bahkan hampir tidak bisa bicara.

Kamu minta aku duduk, tapi lalu aku berbaring.
Aku dengar kamu bernyanyi.
Berusaha... Lirih.
Habis. Ternyata kamu pergi.

Siapa yang menjagaku?
Siapa yang menjagaku?
Siapa yang menjagaku?
Siapa yang menjagaku?


Aku ketakutan. Aku sendirian.
Aku mau pegang kamu. Jangan pergi Mika, jangan pergi, Mika.
Tapi Tuhan bilang ini sudah waktunya.
Kamu harus pulang.

Tapi ini malam natal.
Kenapa sekarang?
Aku marah.
Aku marah...

Ibumu bilang kamu tidak pergi.
Kamu hanya pulang, karena waktumu sudah habis.
"Mika itu malaikat, Indi".
"Dan malaikat rumahnya bukan di bumi".


Aku pikir ibumu bohong. Kamu kan tidak punya sayap.
Lalu ibumu bilang lagi, "Mika sedang ambil sayapnya di surga".
"Karena Tuhan butuhkan Mika".
"Untuk menjadi malaikat di malam natal".


Aku tidak menangis.
Tadinya karena marah.
Aku tidak menangis.
Sekarang karena bangga.


Sekarang.

Ini malam natal.
Dan aku sangat bahagia.
Aku tahu Mika baik-baik saja.
Mengawasiku dari surga.

Aku tidak perlu khawatir tidak ada yang menjaga.
Mika tidak kemana-mana dan ingin aku kuat.
Seperti dia yang mengalah pada AIDS nya.
Bukan dikalahkan.

Ini malam natal.
Dan aku hampir bisa merasakan.
Mika memelukku dari belakang sambil berkata;
"Selamat malam natal, Sugar. Jangan jadi anak nakal".

Aku tersenyum, hampir tertawa.
Sampai jumpa lagi Mika.
Aku pasti ke sana jika waktuku tiba.
Tunggu aku di Surga!


sugarpie mu yang sudah besar,
Indi

Senin, 17 Desember 2012

Life :)



What I wore? Headband: Random ~ Dress: Toko Kecil Indi ~ Shoes: Noche

*Lihat kalender*
Oh, my God... Hi, bloggieeees!!! Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja, ya. Nggak terasa ternyata gue sudah lebih dari 3 minggu absen menulis di blog ini :( Alasannya, ya masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Kalau ada yang menebak karena gue sibuk dan kesehatan gue menurun... ya... itu memang jawaban yang tepat, Hehehe :p
Kemarin, waktu di rumah seharian karena sedang izin nggak bekerja (yup, i was "that" sick...), gue menyempatkan membaca ulang post-post lama di blog ini. Awalnya hanya sekedar bernostalgia dan melihat apakah gaya menulis gue berubah atau nggak, tapi lalu gue menyadari sesuatu yang terjadi selama gue menceritakan kejadian sehari-hari yang gue alami di blog ini: kehidupan gue bertumbuh.

Iya, tanpa sadar kehidupan gue bertumbuh, berubah dari fase ke fase, dan gue menceritakannya di sini. Hanya sekedar bercerita, sehingga gue nggak pernah menyadarinya seandainya saja nggak memutuskan untuk membaca ulang. Di awal-awal post, gue sering bercerita tentang kehidupan sebagai mahasiswa semester akhir, dimana gue berjuang untuk menyusun skripsi dan melawati sidang dengan baik. Lalu gue mengalami saat-saat wisuda yang sebenarnya nggak terlalu gue inginkan karena menurut gue (saat itu) yang terpenting adalah kelulusannya, bukan perayaannya. Cerita berlanjut dengan pilihan gue untuk bekerja di rumah. Menjadi seorang penulis dan designer pakaian full time. Gue sangat menikmati saat-saat itu meski bukan tanpa hambatan. Gue ingat, setiap ada pembaca yang bertanya tentang pilihan pekerjaan gue, gue selalu menjawab dengan mantap bahwa gue yakin dengan apa yang gue lakukan dan bangga dengan keputusan gue.






Saat itu, gue pikir "tantangan" yang gue dapatkan sudah cukup. Berpacu dengan deadline dan terkadang dealing dengan konsmumen yang kurang menyenangkan sudah cukup membuat gue kelelahan dan kadang ingin mengambil masa break panjang. Bekerja di luar rumah atau mengambil pekerjaan lain sama sekali nggak terpikirkan saat itu. Lalu gue mulai menemukan (atau tepatnya mengingat) kesenangan gue di bidang yang lain: anak-anak. Gue sangat mencintai anak-anak sehingga rela baby sit seorang keponakan yang super aktif tanpa dibayar sepeserpun. Gue lakukan itu hanya semata-mata karena gue menyukainya. Pikiran gue pun berubah: gue ingin menjadi guru TK. Yup, gue memutuskan untuk bekerja di luar rumah tanpa meninggalkan pekerjaan-pekerjaan gue sebelumnya. Gue ingin mempunyai 3 pekerjaan sekaligus karena apa yang gue inginkan adalah yang gue cintai.

Gue benar-benar amaze dengan apa yang terjadi pada hidup gue hanya dalam waktu beberapa tahun belakangan. Fase lulus kuliah sampai bekerja yang gue tulis di blog ini membuat gue yakin bahwa gue nggak seharusnya menentukan batasan tentang kemampuan gue. Gue ingat jauh sebelum hari ini, ketika gue masih memakai seragam putih abu-abu, banyak sekali hal yang menakutkan buat gue. Di-bully oleh senior, ujian matematika, diejek karena potongan rambut yang ketinggalan jaman dan banyak lainnya. Dipikiran gue hanya ada bagaimana cara melalui itu semua dan nggak berani berpikir bahwa gue bisa melewati masa yang lebih berat dari pada itu. Itu sudah pasti menjadi masa yang paling berat, begitu gue pikir.
Padahal seberapa sering gue mengalami hal seperti ini? Melewati fase ke fase tanpa gue sadari? Gue lebih kuat daripada yang gue pikir. Sebelum fase SMA ada fase SMP, sebelumnya ada fase SD, TK... bahkan fase bayi ketika gue pikir nggak akan pernah bisa keluar rumah tanpa bantuan orang lain.


:D

Angie (kanan): fotografer untuk post ini. Thanks, Ngie :D

Sebuah fase ternyata hanya terasa berat ketika "waktunya" saja. Semuanya terasa menakutkan dan imposible hingga membuat gue merasa nggak mungkin bisa menghadapi hal yang lebih berat dari situasi yang sedang gue alami saat itu. Let say, situasi "terberat" yang pernah gue alami adalah fase dimana gue harus pakai back brace (penyangga tulang belakang) selama 5 tahun dan 23 jam perhari karena scoliosis yang gue idap. Saat itu rasanya dunia gue runtuh dan nggak mungkin lagi bisa pakai baju fashionable seperti perempuan kebanyakan. Tapi, hey, setelah 5 tahun semuanya berakhir. Gue bisa pakai apa saja yang gue mau dan bahkan gue bisa bergerak bebas. Fase. Itu artinya akan ada akhirnya :)

Gue sekarang bekerja di pre school sebagai guru. Gue juga nggak meninggalkan dunia menulis dan fashion yang sangat-sangat-sangat gue cintai. Gue menjalani ketiganya dengan bahagia. Bahkan bukan hanya novel, gue mulai menulis artikel sekarang. Dulu gue nggak pernah membayangkan akan seperti ini karena gue pikir bisa bekerja di rumah saja sudah cukup, gue nggak akan bisa lebih dari itu. Tapi dengan nggak underestimate terhadap diri sendiri (baca: membuat batasan) ternyata membuat gue bisa menjadi 'lebih' daripada yang gue bayangkan sebelumnya. Well, hal berat memang kadang masih terjadi, dan akan terus tejadi. Tapi dengan menghadapi dan percaya bahwa usaha, doa dan kerja keras akan membuahkan hasil, gue bisa jadi apa saja. Kita bisa jadi apa saja. Karena hidup adalah tentang terus bertumbuh untuk menjadi lebih baik :)


cheers,

Indi

____________________________________________________________

catatan: Foto-foto di post ini diambil di sela-sela lunch break oleh Angie, seorang rekan bekerja gue di pre school. Dengan pekerjaan baru gue ternyata nggak membuat gue berubah, gue masih senang dengan foto-foto, hahaha. Bahkan di waktu yang sangat singkat ini gue menyempatkan untuk mewawancari Miss. Dewi (rekan bekerja gue yang lainnya) untuk dijadikan narasumber artikel terbaru gue. Teman-teman bisa membaca hasilnya di sini. Dan seperti biasa, teman-teman bisa menghubungi gue di sini atau di sini. Untuk keperluan sponsorship dan undangan bisa contact manager gue di 081322339469 :)

Senin, 19 November 2012

Tentang "Guruku Berbulu dan Berekor" :)

Hi bloggies! Wow, it's been a while ya gue nggak menulis di sini :") Bagaimana kabarnya? Ada cerita baru kah? Hehe, gue bahkan nggak sempat blog walking, padahal itu part yang paling gue sukai dalam blogging, lho... Sudah 2 minggu belakangan gue memang nggak produktif, jangankan menulis di sini menulis untuk pekerjaan gue pun nggak karena ---well, okay ini pengulangan sakit bulan lalu--- gue kena batuk alergi lagi! :( Bahkan waktu gue menulis cerita ini pun belum sembuh betul, tapi gue baru saja mengalami hal menyenangkan dan nggak untuk membaginya :D

Selama 2 minggu kebelakang bukan cuma menulis yang absen dari kegiatan gue, gue juga melewatkan beberapa peristiwa penting. Salah satunya adalah ulang tahun Ray! Ray berulang tahun pada tanggal 7 November, tapi baru semalam gue berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung, alias baru bisa bertemu. Ya, I know, that was so sad... Tapi yang terpenting moment bertemunya, kan? Dan gue sangat senang sekali karena bukan saja karena kami bisa menghabiskan waktu bersama-sama, tapi Ray merubah perayaan ulang tahunnya menjadi... perayaan untuk gue!

Gue selalu tahu bahwa Ray itu sweet (ya, dia manis meski sering menyebalkan, hehehe) Tapi yang semalam dia lakukan benar-benar membuat gue terharu. Nggak seperti biasanya kami nggak pergi bersama-sama, tapi gue sudah ada lebih dulu di sebuah mall karena sebelumnya harus membeli lensa kontak baru (minus 5! Arrgh, lol). Sedikit terlambat, Ray datang menghapiri gue sambil membawa kantong plastik yang besar. Gue tahu isinya pasti kue karena kami akan merayakan ulang tahunnya. Tanpa menunggu lama Ray meminta gue mengintip apa isi dari kantong plastik tersebut. Hampir saja gue berkata, "Tuh, kan kue" tapi terhenti waktu melihat apa isinya.
Iya, memang ada kue di sana. Tapi bukan kue ulang tahun Ray. Nggak ada lilin berangka "29" atau pun tulisan "Happy birthday", yang ada adalah sebuah kue dengan bergambar kelinci dengan latar hijau menyala bertuliskan "Guruku Berbulu dan Berekor". Itu adalah gambar dari cover novel ke tiga gue! Ray mengganti perayaan ulang tahunnya menjadi perayaan terbitnya novel ke tiga gue, atau let's say... ini syukuran :)

Well, gue tahu tadi sudah bilang, tapi gue benat-benar terharu. Gue bahkan nggak berani menyentuh kue nya dan hanya memandanginya sambil bertanya pada Ray cerita dibalik kue ini. Ternyata Ray menembus hujan untuk mengambil kue yang sudah dia pesan jauh-jauh hari ini sebagai kejutan untuk gue. Yep, Ray sudah merencanakannya, dan hujan lebat nggak bisa menghentikannya. Itu menjelaskan kenapa bagian samping kue nya sedikit rusak, dia buru-buru, hehe. Tapi itu nggak mengganggu gue sama sekali, karena itu tandanya Ray benar-benar berusaha untuk kue ini :)

The cake! Sedikit rusak tapi tetap cute. Thanks, Ray :)
Kaget! Cuma bisa menatap :p
Posing with the cake :)

Semalam sepertinya seluruh dunia baik sekali pada kami (lol, berlebihan). Malam sudah semakin larut, dan karena kami sedang di mall, Ray membawa kue nya ke mana-mana (bahkan saat kami ber karaoke). Sulit menemukan tempat dimana kami bisa memotong kue dan (seenggaknya) makan beberapa gigitan untuk "seremonial". Perayaan belum terasa seperti perayaan jika kue nya belum dipotong dan mengucapkan syukur, kan? :) Sebagian besar restoran melarang pengunjung membawa makanan dari luar ---kalau ketahuan, lol---. Dan setelah berjalan dari lantai paling atas sampai dasar kami mencoba satu tempat yang tadinya malah dijadikan pilihan terakhir: Pizza Hut!
Di luar dugaan begitu kami masuk seorang mbak-mbak (pegawai Pizza Hut) langsung menyambut kami dengan hangat, "Kakak, kemana saja kok nggak pernah kelihatan?".
Ya, ampun... itu menyenangkan sekali, masih ingat kami meski sudah lama nggak mampir rupanya! Gue dan Ray langsung tersenyum senang dan bertanya apa kami boleh makan kue di sini. Mbak-mbak (dan pegawai yang lainnya) memperbolehkan bahkan menawari kami pisau dan piring! :D Gue merasa benar-benar blessed... Bukan itu saja mereka membantu mengambil foto kami dan mengizinkan kami memakai tempat mereka sampai seluruh pegawai di sana selesai beres-beres. Iya, kami adalah tamu terakhir dan satu-satunya yang diizinkan order setelah pukur 9.30 malam! :"D

Tanpa membuang waktu Ray langsung membuka kotak kue nya dan kami mengucap syukur. Kalau gue ingat-ingat rasanya doa gue agak sedikit campur-aduk, mungkin karena begitu senang, hehe, tapi gue percaya Tuhan pasti mengerti maksud umat-Nya :D
Gue lalu memotong kue nya. Seharusnya potongan pertama untuk Ray, tapi lalu kami berubah pikiran dan memutuskan bahwa yang pantas menerima potongan pertama adalah para pegawai Pizza Hut, hahaha. Karena berkat mereka kami bisa punya private party :p Serius, seandainya salah satu dari mereka membaca tulisan ini, sekali lagi gue dan dan Ray ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Bantuan kalian berarti sekali untuk kami :)))

Ray mendapat potongan ke dua dan langsung melahapnya sampai habis. He's the birthday boy, tapi dia merelakan potongan kue pertamanya untuk orang lain dan memberikan gue sebuah perayaan yang begitu menyenangkan. Bless his heart, really blessed to have him :))


Ah, iya sepertinya gue belum sempat bercerita tentang ini. Novel ke tiga gue, "Guruku Berbulu dan Berekor" terwujud karena bantuan dari Ray. Dia mungkin akan bilang "sedikit", tapi menurut gue apa yang dia lakukan benar-benat besar. Jauh sebelum novel pertama gue "Waktu Aku sama Mika" dan novel kedua gue "Karena Cinta itu Sempurna" terbit dan menjadi best seller, gue sudah lebih dulu memimpikan novel ke tiga gue. Iya, "Guruku Berbulu dan Berekor" adalah novel yang gue cita-citakan sejak lama. Sebelum gue mengenal cinta dengan anak laki-laki, gue lebih dulu mengenal cinta dengan hewan-hewan peliharaan gue. Haha, biar gue jelaskan, ini rasa cinta yang berbeda dengan ketika gue melihat cute boy dan gue berdebar-debar. Tapi ini tentang cinta tanpa syarat dan tanpa patah hati. Tentang ketulusan dan kesetiaan karena mereka ---para hewan--- memang ditakdirkan untuk selalu hidup rukun berdampingan dengan gue, ---manusia.

Dengan dukungan dari Ray gue mengemukakan ide tentang konsep novel ke tiga pada Homerian Pustaka (publisher) yang ternyata langsung disambut positif. Benar-bener mengejutkan karena ide dari novel ini sangat sederhana, yaitu mengumpulkan kisah-kisah inspiratif yang dialami seseorang dengan hewan peliharaannya. Dan hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan.
Gue senang sekali karena ide gue diterima, tapi ide yang sederhana bukan berarti sederhana pula proses realisasinya. Gue harus mencari relawan-relawan yang mau membagi kisahnya tanpa dibayar sepeser pun. Dan tebak siapa relawan pertama yang gue temukan? It's Ray! Dia membagi kisah tentang Veggie, seekor anjing yang menjadi penyembuh dari trauma masa kecilnya karena pernah digigit anjing. Iya, anjing yang membuatnya trauma, anjing pula lah yang menyembuhkannya, karena Ray akhirnya mengerti bahwa trauma nya sama sekali nggak beralasan. Dan, Veggie, si anjing penyembuh adalah anjing milik gue, yang menginspirasi gue membuat novel ini :)

Bantuan Ray membuat gue semangat untuk mencari relawan-relawan lain, dan setelah 3 bulan yang melelahkan namun menyenangkan terkumpul lah 35 kisah dari para relawan yang diantaranya bahkan banyak yang belum gue temui sama sekali. Gue hanya bertanya lewat internet tentang kesediaan mereka berbagi kisah dan tahu-tahu sudah dibanjiri dengan banyak email menginspirasi :)
Air mata gue sering meleleh saat membaca email mereka. Banyak kisah-kisah luar biasa yang dialami oleh mereka dan hewan peliharaannya. Ada tentang Doggy, seekor anjing yang begitu setia pada pemiliknya hingga pada saat pemiliknya meninggal dia terus menunggui makamnya. Atau tentang Minti, seekor entok yang mengantarkan pemiliknya menjadi sarjana berprestasi.

Bantuan bahkan datang dari orang-orang yang nggak terduga, salah satunya dari Evita Nuh, seorang blogger yang sudah sangat terkenal bahkan sampai ke luar negeri, Chacha ---her nickname--- sudah sering ditawari penerbit untuk menulis novel, tapi dia selalu menolak dan malah memilih untuk menyumbangkan kisahnya pada novel gue tanpa dibayar sama sekali! Kisahnya sangat menyentuh (gue menangis beberapa kali saat mengeditnya), tentang Pacey, seekor kucing berkarakter unik yang tumbuh bersamanya, lalu sempat hilang selama setengah tahun dan ketika kembali Pacey membayarnya dengan cinta tanpa syarat sampai akhir hayatnya. What a beautiful story... :)

Ketika novel "Guruku Berbulu dan Berekor" terbit di bulan September lalu. Ray (lagi-lagi) membantu gue dengan menjadi MC di acara launching (tanpa bayaran!). Gue juga nggak mengambil keuntungan dari novel ini, seperti yang gue sebutkan sebelumnya hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan (terutama di tempat penampungan). Ini adalah ungkapan terima kasih gue pada cinta mereka yang tanpa syarat, yang penuh pelajaran-pelajaran berharga mengenai hidup, terutama tentang kesetiaan. Dan membaca komentar-komentar pembaca tentang novel "Guruku Berbulu dan Berekor" untuk gue adalah "bayaran" yang sangat besar, yang nilainya nggak bisa digantikan dengan rupiah! :)

dari instagram tanjung_nara
dari halaman facebook Evita Nuh

"Teman-teman yang suka baca dan suka binatang, coba baca "Guruku Berbulu dan Berekor" yang ditulis Indi Taufik. Hadeh... kisahnya ada yang bikin nangis, ada yang bikin ngakak, pokoknya banyak kisah antara manusia dan binatang yang amazing". (Yanitacik, komentar ditemukan dari sini).

"Bahkan hewan bisa mencintai lebih tulus daripada manusia yang punya akal, hati, pikiran #gurukuberbuludanberekor"
. (@Risansay)

"Sampe denger adzan subuh baca -->> #gurukuberbuludanberekor". (@riapriani)

"Tweeps selain #WASM dan #KCIS ada juga novel baru ka indi #gurukuberbuludanberekor yang ngga kalah menarik ". (@sugarsbook)

"I cry like a river when I'm writing my story about Pacey :') and in that book there's so many heartwarming stories from many writers, *prepare a box of tissue!" (Evita Nuh, from her facebook)


Ah, menuliskan kembali komentar-komentar mereka membuat gue tersenyum. This is amazing, really :)
Kembali lagi ke cerita gue semalam. Gue dan Ray berada di Pizza Hut sampai tempatnya benar-benar tutup. Sebelum pulang kami berdoa dan mengucapkan syukur satu kali lagi. Ini benar-benar malam yang luar biasa, menyenangkan dan penuh berkah. Dan semua ini karena Ray membiarkan perayaan ulang tahunnya berubah menjadi... perayaan untuk novel "Guruku Berbulu dan Berekor".
Terima kasih, Ray. Terima kasih Tuhan :)

blessed girl,

Indi

nb: "Guruku Berbulu dan Berekor" bisa didapatkan di Gramedia dan Togamas seluruh pulau Jawa. Untuk wilayah lain pembelian bisa melalui Star Books: 088801889305. Hasil penjualan dari novel ini akan disumbangkan pada hewan-hewan yang membutuhkan dan update bisa diikuti di blog ini.
_____________________________________________________________
Kontak Indi di sini, sini atau email: namaku_indikecil@yahoo.com

Jumat, 02 November 2012

My (Cute) Halloween Story :)

Haiiiiii, teman-teman! Apa kabar? :) Wow, hari ini sudah masuk bulan November ya? Ini cuma perasaanku atau bulan Oktober terasa begitu singkat ya? Rasanya baru saja merayakan ulang tahun Bapak, lalu dilanjutkan merayakan ulang tahun adikku, lalu... sudah akhir Oktober, dan hari ini sudah November! Aku sering dengar katanya, jika waktu terasa cepat artinya aku menikmati waktuku detik demi detik, setiap harinya, hehehe. Is that true? Sepertinya sih begitu, karena meski belakangan rasanya lelah luar biasa, tapi aku masih (dan mudah-mudahan selalu, amen) bisa menikmati setiap hari yang aku lalui :)
Jadi apa saja yang sudah terjadi di bulan Oktober? Ayo ceritakan apa yang sudah teman-teman alami! Aku sendiri masih tetap dengan pekerjaan yang sama, keasyikan yang sama, dan terkadang ke"hectic"an yang sama, lol, tapi ada beberapa kabar baru sehubungan dengan novelku yang selanjutnya (keempat! Tuh, kan waktu cepat sekali...), project-ku dengan Green Smile dan beberapa hal lain. Cukup padat, makanya aku sangat senang ketika akhir bulan Oktober datang karena artinya akan ada perayaan Halloween. Iya, Halloween! Tahukah kenapa aku sangat bersemangat? Well, akan aku ceritakan! :)

Untukku, yang bekerja di preschool Halloween rasanya seperti pesta ulang tahun untukku sendiri. Halloween artinya 1 hari full bebas mengajar dan pesta sepanjang hari. Bukan itu saja, Halloween berarti aku bebas menjadi siapa saja :D Begitulah aku memaknai Halloween ala aku sendiri, sama sekali nggak ada hubungannya dengan Halloween yang sebenarnya. Tapi menurutku itu bukan masalah, karena di Indonesia Halloween hanya identik dengan kostum (kostum apa saja, nggak harus seram) dan bersenang-senang adalah intinya. Nggak seperti di Irlandia, negara asalnya, Halloween berhubungan dengan kepercayaan dan arwah (baca sejarahnya di sini). My Halloween is pure about having fun ;)

Jadi aku pun mulai mencari ide kostum 1 minggu sebelumnya. Aku selalu mau jadi Alice, Annie atau Dorothy. Aku yakin banget akan bisa menjadi salah satu dari tokoh dongeng yang sudah kurencanakan itu. Lalu kabar kurang menyenangkan (untukku, lol) datang dari pihak preschool, bahwa kostum yang dipakai harus menyeramkan, karena di Inggris sama seperti di Irlandia, Halloween berarti kostum seram, bukan berkostum superhero apalagi tokoh dongeng. Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa preschool tempatku bekerja berbasis kurikulum Inggris, jadi tentu saja aku harus menuruti "peraturannya". 

Tapi syukurlah ide soal kostum ternyata muncul di saat-saat akhir. Aku akhirnya berhasil menemukan tokoh menyeramkan yang penampilannya nggak menyeramkan: Carol Anne dari film Poltergeist! Yaiy! :D Kenapa aku nggak terpikir soal ini sejak awal, ya? Padahal mendiang Heather O'Rourke, pemeran Carol Anne adalah idolaku, dan Poltergeist adalah film horor kesukaanku! Berhubung Poltergeist ini dibuat trlogi, jadi aku mencari outfit Carol Anne yang paling iconic. Setelah dipikirkan secara singkat aku putuskan untuk memakai kostum dari seri terakhir Poltergeist yang menurutku sangat-sangat-sangat berkesan. Aku putuskan untuk memakai piyama terusan berwarna merah yang dipakai di hampir sepanjang film. Selain itu film ini adalah film terakhir Heather sebelum ia meninggal di usia 13 tahun, jadi kebanyakan foto yang beredar di akhir hidupnya adalah ketika memakai piyama merah itu. Ya, sekalian menjadi sedikit penghormatan baginya karena ia merupakan artis yang sangat berbakat dan... she was really cute :)


Kostumku yang dibuat saat last minutes.

Kostum Carol Anne di film. Lumayan mirip lah ya :)

The real Carol Anne. Betapa manis dan cantiknya dia :)


Akhirnya pada tanggal 31 Oktober pagi aku sudah siap dengan kostum Halloweenku. Piyama merah lengkap dengan kaos kakinya. Untuk makeup aku nggak perlu pakai, karena Carol Anne memang selalu berpenampilan innocent karena ia masih anak-anak. Lucky me! Karena rekan-rekan kerjaku cukup sibuk mengoleskan darah palsu dan membuat bekas luka palsu sebelum pesta dimulai, hehehe :) Sebenarnya aku ingin sekali memakai wig panjang berwarna pirang supaya semakin mirip. Tapi setelah dipikir-pikir bagaimana jika wig-ku malah ditarik sama anak-anak? Hehehehe. Ya sudah aku pun cukup puas dengan rambut coklat pendekku yang asli. Yang penting kostumnya mirip dan, well... model rambut berponinya juga cukup mirip, kan? :p

Acara dimulai dengan fashion show, anak-anak dan para teachers menunjukan kostumnya masing-masing di atas panggung sambil berpose seram. Sayangnya, my kids are too young. Bukannya beraksi mereka malah menangis dan sisanya kabur dari panggung, hahaha. Sedih juga karena sama sekali nggak ada dokumentasi saat fashion show. Mereka terlalu cepat, sebelum tertangkap kamera sudah kabur entah ke mana :D Untunglah masih ada acara trick or treat, jadi masih ada harapan untuk mendapat foto mereka :)
Treat or trick nya tentu saja nggak betul-betul berkeliling dari rumah ke rumah, tapi cukup antar kelas saja (itu juga sudah sangat menguras tenaga karena gedungnya lumayan luas, lol). Kelasku kebagian paling terakhir karena letaknya di ujung, dan sukses membuat anak-anak nggak sabar sampai akhirnya yang ikut trick or treat hanya satu anak. Itu pun setelah kostumnya nggak lengkap lagi karena sudah mulai nggak nyaman. Lee Ann, si anak satu-satunya itu memakai kostum malaikat dan meninggalkan sayapnya entah di mana, hahahaha, lucu sekali! :D




Lol :p



Poor baby :( Dia ketakutan karena banyak yang berdandan menyeramkan...


Meski (lagi-lagi) nggak ada dokumentasi dari murid-murid di kelasku, tapi aku bersyukur karena semuanya berjalan lancar :) Nggak ada 1 kancing pun yang lepas dari piyamaku (karena modelnya terusan, bayangkan kalau ada 1 kancing saja yang lepas, hahaha, disaster) dan anak-anak yang semula menangis karena begitu banyak 'wajah menyeramkan' akhirnya tenang dan ceria kembali :)









With Edward Cullen, hahahahahaha :D


Halloween kali ini memang penuh kejutan. Setelah tahun lalu gagal karena aku harus menjalani bedah impaksi dan uring-uringan karena nggak jadi pakai kostum Harry Potter (lol), tahun ini benar-benar menyenangkan. Saat waktu makan siang tiba, ada kiriman paket lunch dari Bekal-Bekal untukku! Dan paket lunch nya pun spesial Halloween lho, karena bertema meskipun nggak menyeramkan. Sebaliknya malah cute banget karena berbentuk Hello kitty dan membuatku diam beberapa menit karena sayang untuk menyentuhkan, hehehe. Ada kejadian lucu waktu Bekal-Bekal mengantarkan makanannya ke tempatku bekerja. Jadi saat itu Miss. Ira, yang bertugas di front desk berdandan seram sekali, lengkap dengan smookey eyes dan kostum hitam-hitam. Karena sedang ada tugas jadi ia menunduk sambil menulis laporan. Lalu kurir dari Bekal-Bekal datang dan bertanya tentang keberadaanku. Otomatis Miss. Ira mengangkat kepalanya sambil menyapa. Tapi bukannya membalas, kurir yang malang itu langsung lompat sambil terkaget-kaget karena melihat wajah seramnya, hahahaha. Langsung saja kejadian ini membuat Halloween jadi penuh tawa karena dalam waktu singkat ceritanya menyebar :D
Oh, iya aku lupa menyebutkan menu paket lunch yang kuterima (tadi ingatnya hanya part Hello kitty saking imutnya, lol). Aku dapat 1 porsi mashed potato, jamur tepung, jelly dan 1 botol minuman jeruk. Super lengkap, kan? Rasanya pun enak :D Wah, terima kasih Bekal-Bekal untuk kejutan Halloween nya! :D


Miss. Ira (paling kiri), pantas saja ya bisa bikin Bekal-Bekal kaget, hahaha :D

Cutest lunch ever!!! :) Thanks, Bekal-Bekal :)


Jam 2 siang, waktuku untuk pulang ke rumah. Akhirnya hari pun ditutup dengan berisirahat, ---nggak lupa mengganti kostum Carol Anne ku dengan piyama biasa. My cute little party is over, tapi senyuman dan rasa bahagia untuk Halloween tahun ini masih terasa sampai sekarang, saat aku mengetik tulisan ini :) Sekali lagi untukku Halloween berarti kostum, bersenang-senang dan treat (NO trick). Ini bukan Halloween di Irlandia, Amerika atau negara manapun. This is my Halloween, my cutest Halloween!
Jadi selamat Halloween, teman-teman! Merayakan dengan versi manapun, atau malah nggak sama sekali yang terpenting, semoga kalian bersenang-senang :D







treat or... treat,
Indi
____________________________________________________

kontak Indi: namaku_indikecil@yahoo.com
kontak Bekal-Bekal: 28db137d (BBM) atau @bekalbekal (twitter)