Jumat, 27 Januari 2012

Happy Chinese New Year (It was a Great Time)



Halo bloggies! Apa kabar? Apa kabar? Hehehehe... Semoga di tengah cuaca ekstrim ini semua baik-baik saja, ya. Meskipun hujan terus, anggap saja itu rejeki :D Seringnya postku panjang dan full tulisan, tapi kali ini, let the photos do the talking! :D Aku mau share tentang Imlek yang jatuh pada tanggal 23 Januari lalu. I was very happy then and nothing can describe it better than these photos! :)

Aku pakai cheongsam berwarna oranye dengan bawahan ungu, kembaran dengan Ibu. Sayangnya kami nggak sempat foto bersama :( Somehow aku betah banget pakai baju buatan Ibu ini, sampai-sampai baru mau dilepas jam 10 malam! Hihihihi...


OOTD: Cheongsam and Skirt: Toko Kecil Indi | Shoes Grivano






Foods and fruits. Who's hungry? :p


Kepiting dan cumi, pesco-vegetarian friendly!

Jeruk, lengkeng, anggur, manggis dan rambutan :p


Malamnya aku dapat surprise menyenangkan. Aku dapat  jaket berwarna kuning yang cute banget! :D Sudah lama  ingin jaket, mungkin terakhir punya 3 tahun ke belakang, jadi kondisinya sudah nggak bagus, hihihi :))



 

Dan, ada kejutan kecil untukku di Aplaus the Lifestyle magazine edisi 'Trend Date', aku ada ada di 'Celebrity speaks up', even though I'm not a celebrity :p


  

Jadi bagaimana dengan tahun baru kalian, teman-teman? Menyenangkan? Ceritakan, dong !! :)


Happy CNY! :)




sweetest smile,
Indi

____________________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.



Jumat, 13 Januari 2012

Review: Hanake Shop, and a Very Nice Surprise :)

What I wore? Headband:CandyButton | Dress: Toko Kecil Indi | Necklace: Hanake | Shoes: Kreasi CantiQ



Wow, ini sudah weekend lagi, ya? Ya, ampun aku sepertinya cukup lama nggak menulis di sini, hihihi. Tapi, sudahlah, nice to meet you again, bloggies :D
Kemarin aku dapat paket dari Karina, owner dari Hanake Shop. Isinya dua buah kalung yang lucu-lucuuuu banget. Yang pertama kalung panjang dengan hiasan bandul dan bunga, di bawahnya ada bandul-bandul kecil yang menjuntai. So girly! Dan yang kedua adalah kalung pendek berliontin batu unik. Not so girly but I still love it ;)
Meskipun aku bukan perempuan yang senang dengan aksesoris (kecuali bando), tapi melihat bentuknya yang unik jadi semangat untuk memakainya. Apalagi, meskipun terbuat dari kayu yang biasanya mengesankan etnik, ternyata tetap cocok lho dipadukan dengan dressku yang colorful seperti permen loli, hihihi...


Favoritku dan Bapak :)

Cute design, ya? :D

Aku pun langsung minta bantuan Bapak untuk ambil foto-fotoku yang memakai kalung-kalung baru itu. And guess what, My dad loves my new necklaces too! Katanya kesukaannya adalah yang kalung panjang (You have good taste, Dad! ;) ). Jadi terima kasih pada Hanake Shop yang sudah kasih aku paket manis ini. Akhirnya aku bisa pakai aksesoris tanpa terlihat too much. Oh, by the way, aku lupa bilang. Kalung-kalung keren ini ternyata handmade alias buatan tangan, lho! Salut :)




  
Love my new necklaces?
Visit Hanake Shop HERE and HERE :)






Selain kejutan dari Hanake Shop, minggu ini aku juga dapat kejutan lain. Masih ingat kan kalau aku sangat sangat sangat nge-fans dengan Jo Frost si pengasuh super dari acara Super Nanny dan Nanny 911? Nah, setelah melamar ke dua taman bermain, akhirnya aku dapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan guru playgroup dimulai minggu depan selama 3 bulan kedepan! Yaiy! I'm so soooo HAPPY! :D I'm gonna be the next Jo Frost, hihihi (amen!). Sebenarnya aku hampir meninggalkan cita-citaku yang satu ini dan sudah cukup puas menjadi penulis dan fashion designer yang juga menjadi cita-citaku sejak kecil. Tapi lalu aku ingat bahwa tujuan dari cita-cita itu untuk dicapai, bukan untuk ditinggalkan. Dengan semangat dan dukungan dari keluarga (terutama Bapak, thanks a lot, hero!) akhirnya aku bisa menutup telinga dari komentar-komentar negatif yang bilang aku nggak bisa atau memandang rendah cita-citaku. I know I can. Setiap aku berusaha, berdoa dan bersungguh-sungguh, aku tahu Tuhan pasti bersamaku :)

So what was your childhood dream? Share me! :)


happy-blessed-girl,

Indi


________________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.


Kamis, 05 Januari 2012

Thank you, Internet :)

Berapa kali kalian mengakses internet dalam 1 minggu? Aku setiap hari, atau seenggaknya hampir. Dalam situasi apapun, selama aku bisa menghandle dan nggak ada hubungannya dengan kesehatan, bisa dipastikan aku berusaha terus connect dengan internet, baik melalui PC atau HP. Aku sangat terbantu dengan keberadaan internet, karena tanpanya mungkin aku sekarang jobless, ketinggalan berita dan cuma punya sedikit teman. Terdengar berlebihan? Ah, biar aku ceritakan dari awal supaya kalian mengerti...

Aku mengenal internet waktu di awal-awal masa SMP, usia 12 tahun hampir 13. Waktu itu HP belum musim, cuma beberapa anak saja yang punya dan belum bisa koneksi internet. Bisa SMS saja termasuk hebat, karena harga pulsa masih mahaaaal sekali, perdananya saja (kala itu) mencapai Rp. 350.000. Jadi intinya penggunaan HP masih ekslusif sekali, sampai-sampai kalau ada yang pakai HP di sekolah dilihatin "wow" gimana gitu, hehehe. Karena aku diingatkan orangtua untuk hanya memakai HP ketika darurat saja (eg: minta dijemput), jadi aku cari alternatif lain untuk berkomunikasi dengan teman-teman, dengan tarif yang lebih murah tentu saja.

Dan solusi pun datang dari kakak sepupuku yang sudah SMA. Dia mengenalkanku dengan internet. Katanya, aku bisa mengirim pesan lebih banyak dan murah daripada melalui SMS. Mulanya aku bingung, karena di rumahku nggak punya internet, cuma sebuah PC tua yang sering dipakai main game. Tapi sepupuku mengajak gue ke warnet dan di sanalah aku mulai mengerti dengan istilah chatting dan email :) Ternyata memang betul, tarifnya murah sekali karena aku cukup membayar per jam. Belum lagi dengan "bonus" di sana-sini. Aku bisa mencari apa saja yang aku mau dan mencetaknya dengan cepat! Aku ingat gambar pertama yang aku print adalah cover album "Get a Grip" dari band Aerosmith yang keesokan harinya langsung kupamerkan sama teman-teman sekelas. Waktu itu teman-teman bingung darimana aku bisa mendapatkannya. Perasaanku, wuiiiih bangga-bangga gimana gitu, maklum lah termasuk jadi anak pertama yang mengenal internet di sekolah, hehehe.




Lama kelamaan aku minta Bapak untuk mengganti PC dengan yang lebih "muda" dan bisa men-support koneksi internet. Waktu itu namanya 'Telkomnet Instan', jadi untuk connect dengan internet aku harus telepon dulu ke 080989999 (wah, aku masih hapal nomornya, hahaha!!), menunggu sebentar baru bisa ber-surfing ria di dunia maya. Aku mulai menggunakan internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Karena situs lokal masih jarang, jadi aku terjemahkan dulu tulisan-tulisan berbahasa Inggris, lalu yang kira-kira terpakai aku copy, print dan ditulis ulang secara manual. Hihihi, waktu itu belum boleh lho bikin tugas diketik, tulisan tangan yang rapi juga dinilai :D Senang rasanya bisa menghemat waktu, apalagi teman-teman satu kelas juga mulai tertular untuk menggunakan internet, jadi kirim-kiriman email nggak sebatas sama Om atau Tante yang tinggal di lain negara saja :)






 OOTD
Headband: Heartwarmer
Dress: Toko Kecil Indi
Black Stocking: KasKus
Batik's Bag: Carrefour
Bracelet: Tia
Shoes: Leonardo Vinni


Beranjak SMA, aku agak bandel. Kegiatan surfing (dulu betulan begini lho istilahnya, lol) nggak melulu soal pelajaran, tapi terkadang diselingin tentang film-film baru dan mencari foto-foto idola. Norak banget kalau diingat, tapi waktu itu aku suka banget cari foto Steven Tyler, Freddie Mercury dan idola-idolaku lainnya, yang malu rasanya kalau kutulis semua di sini (hehe) lalu diprint pakai kertas foto :p Setelah itu kususun rapi di agenda berwarna hitam yang selalu kubawa kemana-mana, termasuk ke sekolah. Suatu hari agenda itu menghilang dan aku panik setengah mati. Sepanjang lorong sekolah aku telusuri tapi hasilnya nihil. Akhirnya aku buat sayembara yang isinya menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menemukan agendaku. Dua hari penuh air mata akhirnya ada seorang adik kelas bernama Denise yang menemukan agendaku di kolong bangku kelasnya. Ya, ampun... ternyata aku lupa menaruhnya di sana waktu pergantian kelas, hihihi. Dan Denise pun dapat hadiah coklat yang dibungkus sama kertas mengkilap warna merah :D 
Oya, 'bandel' nggak sengaja pun pernah, lho. Berhubung aku ngefans banget sama Michael Jackson, jadi kalau ada iklan pop up di internet tentang dia pasti aku klik. Nah, sekali waktu aku tertipu. Itu ternyata virus yang mengganti seluruh icon di PC ku menjadi gambar-gambar berkonten dewasa (porno). Ewww... :'( Akupun langsung dimarahi Bapak dan dinasehati untuk nggak membuka pop up sembarangan. Dan semenjak saat itu internet di rumah dipasangi anti virus. Kapok...

Tapi manfaat internet baru sangat-sangat-sangat terasa waktu aku mulai masuk kuliah. HP sudah jauh lebih canggih dari masa-sama SMP dulu. Jejaring sosial juga semakin banyak. Dari mulai Friendster lalu pamornya digantikan Facebook, sampai pada waktu aku mengenal dunia blog. Sudah jelas, mengerjakan tugas juga semakin mudah dan bisa di mana saja karena sudah ada fasilitas Wifi (tapi aku nggak pernah bandel nyontek lewat HP waktu ujian, lho, hehehe). Yang paling aku sukai waktu itu adalah Friendster. Aku jadi punya banyak teman baru dari berbagai kota dan negara. Dari yang tinggalnya berdekatan juga ada.
Dan blog yang kupakai juga awalnya dari fasilitas Friendster, lho. Aku mulai menulis puisi-puisi bersambung di sana. Nggak peduli apakah ada yang membaca atau nggak. I just love to writing, dan senang ada 'lahan' untuk menulis kapanpun. Nggak disangka ada publisher yang membaca dan menawariku kontrak novel. Maka jadilah untuk pertama kalinya setelah selama seumur hidup menjadi pelajar, aku mendapatkan pekerjaan pertama: menjadi penulis! Dan itu berlangsung sampai hari ini, aku sudah menulis dua buah novel best seller "Waktu Aku sama Mika" dan "Karena Cinta itu Sempurna". Thanks to internet :))








Banyak orang bilang internet itu dunia yang penuh kepalsuan, setiap orang bisa jadi siapa saja, mengaku apa saja dan menulis apa saja. Itu memang benar karena di internet kita bisa bertemu dengan seseorang tanpa pernah tahu apakah kepribadiannya memang seperti itu, atau he/she just making it up. Tapi aku juga percaya dan tahu bahwa internet bisa menjadi dunia yang menyenangkan dan 'real'. Apa yang kita tulis, apa yang yang kita upload di internet akan menjadi image kita di kalangan teman virtual kita. So just be real dan teman-teman yang juga real pun akan mendatangi kita dengan sendirinya. Aku sudah membuktikan dengan bertemu banyak teman baik dari jejaring sosial dan blog, beberapa malah ada yang menjadi sahabat atau bahasa gaulnya BFF (nah, just kidding :p). Aku percaya bahwa filter itu berasa dari pribadi masing-masing, aku selalu sempatkan membaca profile seseorang baik-baik sebelum memutuskan untuk meng-approve nya atau memulai percakapan. Buatku internet sama hal nya dengan dunia nyata, beberapa ada yang baik beberapa ada yang nggak baik. Be nice, bukan menjadi polos, maka hal baik akan menghampiri.






Buku-buku kiriman my virtual friends:
Tinta Cinta Sitti Hawa: Della
Kelemahanku adalah Kekuatanku:Habibie Afsyah
Barbore si Cabe Rawit: Vindy Putri
Surga buat Habibie: Endang Setyani
You're in my Heart: Monica Petra



 



Dan di sini, di blog "Dunia Kecil Indi", sebuah 'dunia' kecil yang kuciptakan sendiri selalu membuatku merasa nyaman setiap kali membukanya. Membaca komentar-komentar positif, bertukar pengalaman, bertukar solusi atau bahkan bertukar hadiah seperti pada sahabat yang sudah sering bertemu. Malah ada juga yang mengirimiku hadiah meskipun hanya mengenalku dari blog ini. Sungguh persahabatan yang indah :) Sering aku ditanya Ibu dari mana aku bisa mendapat paket-paket hadiah yang sering berdatangan ke rumah. Aku pun akan menjawab bahwa paket-paket itu datang dari para sahabat blogger. Dan Ibu, yang sudah nggak muda lagi pun jadi nggak menutup mata tentang internet. Beliau mulai mencobanya dan medapatkan manfaat yang positif. Memang nggak pernah ada kata terlambat untuk mengenal internet :)

Jadi begitulah mengapa aku sangat berterima kasih pada internet. Nggak semua orang punya fisik kuat untuk beraktivitas di luar dan internet telah mempermudahku, dan juga banyak lainnya asalkan dipergunakan secara positif. Banyak hal yang aku dapatkan, yang mungkin akan ada yang terlewat jika aku coba sebutkan satu persatu. Bisa punya Toko Kecil Indi sendiri (yup, hampir semua baju yang  kupakai di sini adalah hasil desainku sendiri), bisa didatangi Indra Herlambang ke rumah (beserta antek-anteknya), bisa dapat banyak novel terbaru, bisa diwawancari sama banyak majalah, bisa masuk TV... dan bisa-bisa yang lain, yang aku nggak bisa ingat satu per satu :) 

Aku yakin di antara kalian pun pasti ada yang mempunyai pengalaman serupa atau seenggaknya mirip denganku. So, don't be hesitate, please share it, karena dengan berbagi cerita akan membuat pribadi kita bertumbuh, dan siapa tahu dapat inspirasi untuk melakukan hal baru yang positif di dunia maya ini.
Happy surfing, folks! ;)

super sweet sugar,
Indi


_______________________________________
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.

Sabtu, 31 Desember 2011

Movie Marathon for Family Holiday :D


Film dan segelas susu hangat :)


Howdy-do, bloggies? Akhir Desember makin dekat dan sepertinya semuanya sudah liburan, ya? Well, kecuali untuk beberapa pekerjaan, ya. Misalnya saja pekerjaan Ray yang di bidang travel. Phew! Dia malah lagi sibuk-sibuknya sekarang. Atau malah seperti Ibu dan Bapak yang mengelola butik, mereka baru libur tepat di tanggal 1 dan langsung bekerja kembali dua hari kemudian. Tapi setiap profesi punya waktu liburnya masing-masing, kan? Sepertiku, sejak hari natal aku libur, lho. Ya, meskipun masih mengerjakan beberapa desain untuk toko kecilku, tapi anggap saja libur karena nggak terlalu menyita waktu :)

Liburanku menyenangkan, dan tanpa sengaja diisi oleh marathon film-film keluarga. Apalagi timingnya tepat banget. Liburanku bertepatan dengan hari libur kampusnya Puja, my brother. Malah, kalau dipikir-pikir sepertinya ide marathon film ini dimulai oleh Puja, deh. Jadi sejak malam natal dia memutar film Sister Act selama tiga hari berturut-turut. Iya! Film yang sama dalam 3 hari! Hahahaha... Mungkin karena bosan, akhirnya Ibu memintaku mencari film-film lain untuk ditonton bersama. Bukan film baru, sih. Beberapa sudah kami tonton beberapa kali, malah. Tapi karena bersama keluarga, semuanya terasa asyik. Malah, film sesederhana apapun rasanya jadi punya pesan moral. Senang rasanya bisa "kembali" ke masa-masa di mana Ibu dan Bapak hanya menginzinkanku dan Puja menonton film harmless atau rating "G" untuk general audiences, hehehe :p




OOTD: Headband: BIP | Dress:Toko Kecil Indi | Shoes: Michellle




Dari film-film yang kami nonton, ada beberapa yang akan aku share di sini (karena kami anggap paling menarik untuk ditonton berulang-ulang). Mungkin kalian sudah pernah menontonnya, atau malah pernah melihat poster film nya di bioskop beberapa tahun kebelakang. Tapi nggak ada salahnya kan kalau aku ceritakan dari sudut pandangku sendiri? Ya, anggap saja ini review ala Indi, hehehe.


1. Facing the Giants
Ini film produksi tahun 2006 dan sejak keluar aku ingiiiiiin sekali menontonnya. Tapi sayangnya setiap kali mencari ke toko DVD, aku nggak pernah nemu. Dan pada saat filmnya diputar di TV, aku malah melewatkannya dan baru ingat beberapa hari kemudian :(
Akhirnya, waktu tanggal 23 Desember lalu aku dapat DVD ini waktu jalan-jalan sama Bapak ke Carrefour. Adanya di rak DVD diskon (meski menurutku harganya yang rp. 79.000 masih cukup tinggi) dan baru ketemu setelah aku jongkok-jongkok untuk lihat jajaran paling bawah!
Oke, langsung saja ke inti cerita dari film ini, Grant Taylor selama 6 tahun menjadi pelatih football di SMA. Selama 6 tahun pula dia nggak memberi prestasi apapun pada tim sekolahnya sehingga banyak murid yang memutuskan untuk pindah sekolah supaya bisa masuk tim lain. Grant hampir putus asa, apalagi ketika tahu teman baikknya akan menggantikan posisi dirinya sebagai pelatih football. Di saat dia sedang terpuruk, datang kabar buruk lainnya. Dokter yang memeriksanya bilang bahwa dia mandul dan nggak punya harapan untuk punya anak sendiri, padahal Grant dan istrinya sudah mengharapkan kehadiran anak selama bertahun-tahun.
Grant benar-benar kecewa pada Tuhan, dia merasa sudah memberikan yang terbaik untuk tim football dan keluarganya. Untung saja dia sadar bahwa selama ini dia 'lupa' untuk berdoa pada Tuhan dan berserah diri. Dengan semangat istrinya dan seorang murid anggota tim football baru (anak dari seorang penderita lumpuh), Grant akhirnya mendekatkan diri pada Tuhan dan perlahan-lahan kehidupannya membaik.

Film ini sangat inspiring, bahkan untuk semua ras dan agama meski film ini bersetting di Amerika dan bercerita dari sudut pandang keluarga yang beragama Kristen. Pesan yang disampaikan sangat universal dan sepertinya setiap orang pernah mengalami saat-saat yang dialami Grant: merasa melakukan segalanya tapi masih belum berhasil sesuai harapan. Aku salut dengan film ini, sinematografi pertandingan football nya terasa begitu nyata dan bikin aku terbawa suasana. Aku nggak terlalu bermasalah dengan beberapa pemain yang actingnya sedikit kaku, soalnya mereka memang bukan artis dan mereka nggak dibayar. Mungkin Indonesia harus meniru ini, film untuk pesan-pesan kebaikan dan tanpa komersialisasi, why not? :)


Rak DVD di kamar tidur


2. Dolphin Tale
Wow, ini film yang indah. Sinematografi dan acting pemainnya benar-benar 'memanjakan'. Aku tahu film ini dari iklan sebuah DVD yang aku beli (sorry, aku lupa judulnya, lol). Ceritanya tentang seekor lumba-lumba yang siripnya terjebak di jaring untuk menangkap kepiting. Sawyer, seorang anak laki-laki yang kebetulan melihatnya memutuskan untuk menemaninya setiap saat, bahkan rela bolos sekolah untuk melihatnya sembuh kembali. Sayang, meski sudah dirawat di rumah sakit hewan, lumba-lumba yang diberi nama Winter ini nggak menunjukan kemajuan. Bahkan ekornya harus diamputasi karena lukanya terlalu parah. Winter mulanya seperti nggak punya semangat hidup, maklum saja ekor merupakan bagian penting untuk lumba-lumba. Bukan hanya untuk berenang tapi juga berkomunikasi. Tapi berkat dukungan Sawyer, Winter bisa kembali berenang meski dengan bersusah-payah. Sawyer sadar Winter nggak bisa selamanya bertahan dengan kondisinya yang seperti ini. Dia pun mempunyai ide untuk memberikan sebuah ekor 'robot' untuk membantunya bergerak. Mungkinkah? Kalian harus menonton sisanya sendiri :)

Mungkin bagi yang belum pernah mendengar tentang film ini akan berkomentar kalau ceritanya nggak masuk akal. Tapi coba kalian sempatkan untuk googling dengan kata kunci "Winter the Dolphin". Yup, Winter itu memang benar ada, meski kisah hidupnya nggak sama persis dengan yang di film. Tapi yang terpenting dia memang bisa bertahan meski nggak punya ekor! Hebat sekali, kan? Dia adalah binantang yang inspiring karena mampu bertahan dengan kondisinya yang terbatas. Menurutku, film ini lebih layak daripada film Free Willy karena Keiko (maaf kalau gue salah eja namanya) pemeran Willy si paus di kehidupan nyatanya masih terkurung di tangki besar dan baru bebas bertahun-tahun setelah filmnya rilis. So sad, kan? Sedangkan Winter, she's real dan benar-benar punya ekor buatan, meski sesungguhnya dari bahan sintetis. Glad to know it :) Kehebatan dari film ini juga ada di para pemainnya, kalian pasti sudah tahu Morgan Freeman dan Ashley Judd, kan? Tapi pernahkan kalian mendengan Nathan Gamble? He's an amazing child actor. Pertama kali aku melihat dia di film The Hole (meski sebelumnya dia juga ada di film Babel, but I didn't notice him, lol), actingnya bagus sekali dan aku rasa bisa menyamai Josh Hutcherson, seniornya yang entah dari segi apa ada kemiripan, hehehe. Pokoknya, trust me. Tontonlah film ini bersama keluarga dan aku bisa jamin kalian dan keluarga menikmati film ini :)


Rak DVD di bawah TV di kamar tidur.


3. Homeward Bound, the Incredible Journey
Cutest movie ever. Aku dan keluarga sudah sering nonton film ini sebelumnya di RCTI, dan baru pada tahun 2004 kami memutuskan untuk beli VCD nya (double package, supaya lebih murah, hehehe). Film ini menceritakan tentang Shadow, seekor anjing golden retriever, Chance, seokor anjing campuran dan Sassy seekor kucing himalaya yang terpaksa tinggal di peternakan karena pemiliknya pindah rumah ke San Francisco. Karena mereka nggak mengerti, mereka mencoba pulang dan memastikan para pemilik mereka baik-baik saja. Hampir seluruh film ini berisi adegan 3 ekor binatang yang mencari jalan pulang, seolah nggak ada ujungnya dan menegangkan. Film ini benar-benar lucu, mengharukan dan menegangkan di waktu bersamaan.

Bisa dibilang ini film kesayangan keluarga setelah film Mrs. Doubtfire. Kami menontonnya berulang-ulang dan tetap menangis melihat endingnya. Kami punya dua anjing golden retriever dan tahu betul bagaimana karakter mereka. Shadow sepertinya gambaran tepat tentang anjing golden retriever: wise, tender tapi juga playful. Aku selalu berkaca-kaca setiap kali Shadow bilang bahwa kewajibannya sebagai seekor anjing untuk menjaga manusia. Bahkan sejak jaman dahulu, ketika anjing belum dijadikan binatang peliharaan tapi sudah punya naluri untuk menjaga manusia yang tinggal di sekitarnya. Film ini sangat patut di tonton, bahkan untuk yang bukan pecinta binatang. Aku nggak tahu apa film ini keluar dalam format DVD, tapi VCD nya masih bisa dicari, satu paket dengan sekuelnya "Lost in San Francisco" yang mana nggak sebagus pendahulunya.


Rak DVD (acak-acakan) di ruang TV.


Masih banyak film-film yang kami tonton selama liburan, tapi 3 film yang kureview itu adalah yang paling harmless menurut aku dan keluarga. Film lainnya ada Mr. Poppers Penguin, Sister Act, Back in the Habit, Snow Dogs dan Cheaper by the Dozen. Karena movie marathon ini aku jadi sempatkan untuk mengecek koleksi VCD dan DVD ku. Kalian tahu, shame on me, masih banyak yang bajakan :( Aku sering merasa menyesal untuk ini, rasanya nggak benar saja berusaha nggak mencuri barang seseorang tapi untuk film tetap membeli yang bajakan. Yah, mau berlindung di balik alasan yang orginal mahal atau yang bajakan lebih cepat keluar film barunya, tetap saja itu salah. Iya, salah, seperti mencuri. Sekarang aku berusaha untuk berhenti membeli yang bajakan. Lebih baik menabung untuk beli yang original dan bersabar sebentar untuk mendapat film-film yang aku mau. Aku harus bisa berhenti, aku itu penulis dan bakal marah kalau ada yang download naskahku secara gratisan padahal aku sudah bekerja keras untuk itu. Sebuah karya patut dihargai. Jadi, ayo kita menonton film tanpa 'menyakiti' orang lain :)

Selamat berlibur, dan apa film kesukaan kalian untuk liburan bloggies?


Smile and grin,

INDI


_____________________________________________
Contact me? HERE. Sponsorship? HERE.

Minggu, 25 Desember 2011

Menjadi Pembicara di Event Student Care dan Super Sweet Christmas Eve Dinner :))

Ho ho ho! Merry Christmas, everybody! :D
Nggak terasa ya sudah dipenghujung tahun, tinggal beberapa hari lagi tahun berganti dan tinggal beberapa bulan lagi aku berulang tahun (ah, nggak penting, lol). So, how's your Christmas and holiday, guys? Fun? Mine was super fun and unforgettable. Soalnya di malam natal (24 Desember 2011) aku diundang oleh Student Care untuk jadi narasumber/pembicara di event yang bertema 'Student Movement'. Mungkin beberapa dari kalian belum pernah mendengar apa itu Student Care. Termasuk aku sih pada awalnya... Tapi setelah diberitahu tentang visi dan misinya aku langsung sangat sangat-sangat tertarik. Jadi ini adalah organisasi non profit yang bergerak di kegiatan sosial untuk membantu anak-anak yatim, dhuafa dan berkebutuhan khusus. Tujuannya agar meningkatkan kepedulian pelajar terhadap sesama. Keren, kan? :)

Acaranya dimulai sejak pagi, tapi aku sendiri dijadwalkan jam 1 siang bersama 2 narasumber lainnya. Ada Bonang dari Rumah Cemara dan ada Sinta seorang perempuan yang mengajarkan aksara Sunda pada para pelajar. Sayangnya Sinta nggak bisa datang, jadi tinggal aku dan Bonang. Meski begitu aku senang sekali, pasalnya Bonang adalah temanku  sejak zaman berjayanya Friendster! Hahahaha, yes, he was my virtual friend :)
Acaranya berjalan lancar, aku nggak merasa bosan sama sekali. Paling yang sedikit mengganggu karena kemunduran jam yang nggak diberitahukan terlebih dahulu. Sekitar 40 menit aku harus menunggu sebelum akhirnya naik ke stage. Tapi sisanya semua baik-baik saja. Penontonnya antusias dan komunikatif, juga para krunya sangat ramah.

Karena acaranya mengenai berbagi, jadi aku dan Bonang membagikan cerita tentang perjalanan hidup kami. Terutama dari mulai remaja hingga sekarang. Ceritaku dimulai ketika berusia 13 tahun, mendapat vonis scoliosis, harus memakai brace, kecewa hingga akhirnya bangkit. Sedangkan Bonang, he's so inspiring. Dia dulu seorang pemakai narkoba ketika remaja dan sudah melakukan hubungan seks bebas sejak dia masih SMA. Tapi sekarang dia memiliki keluarga kecil bahagia, meskipun dirinya positif HIV.
Sesi berbagi ini terasa santai dan akrab. Mungkin karena aku dan Bonang sudah kenal sebelumnya, jadi kami terkadang saling mengganggu dan menyela saat salah satu dari kami bercerita. Tapi yang paling sering jadi korban sudah pasti aku. Karena meskipun gue senang bergurau, tapi sedikit pemalu, hehehe (eh, aku serius lho!). Setiap kali aku bercerita tentang novel, Bonang pasti menggangu dengan berkata, "Novelnya bagus lho. Saya saja bacanya sampai nangis. Nge-fans lah sama Indi".
Apakah itu betul? Of course nop, dia memang senang membuat aku nggak konsentrasi, hahaha.

Setelah itu acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Luar biasa, meski jumlah audience nggak sampai memenuhi satu gedung, tapi mereka antusias sekali. Pertanyaan yang diajukan juga cerdas-cerdas. Favoritku adalah ketika ada yang bertanya tentang bagaimana caranya menyakinkan sekitar jika mereka nggak percaya dengan kemampuan diri kita. Waktu mendengar pertanyaan ini rasanya aku seperti flashback ke masa lalu, soalnya dulu nggak ada yang 'percaya' bahwa aku bisa menulis. Nilai bahasa Indonesiaku pun jarang bagus, apalagi tulisan tanganku nggak rapi. Tapi aku tetap menulis karena itu hal yang aku sukai, dan terus belajar meskipun orang bilang aku nggak berbakat. Aku rasa cara menghargai diri sendiri yang baik adalah dengan nggak meng-underestimate kemampuan diri. Yakin lah bisa, berusaha sebaiknya dan biarkan Tuhan kerjakan sisanya :) Aku harap gadis yang mengajukan pertanyaan itu nggak berhenti melakukan apapun cita-citanya dan mendengarkan dirinya terlebih dahulu sebelum orang lain :)

Aku dan Bonang langsung pamit setelah sesi tanya jawab meskipun acara sebenarnya berlangsung sampai sore. Sekali lagi, aku benar-benar suka dengan acara ini dan berharap banyak remaja-remaja lain yang mengadakan event serupa. Penting agar mereka tahu bahwa mereka nggak sendirian dan mengerti bahwa nggak semua remaja itu harus sama. Ada yang berasal dari keluarga utuh maupun tinggal di panti asuhan. Ada yang berasal dari keluarga berkecukupan dan apa pula yang nggak. Bahkan ada juga beberapa dari mereka yang berkebutuhan khusus (sepertiku). Tapi itu nggak masalah, karena setiap remaja tetap remaja. Tetap punya kebebasan untuk memlilih apa yang mereka sukai untuk ditekuni dan bertanggung jawab dengan pilihannya itu. Remaja selalu menjadi masa yang paling indah asalkan nggak disia-siakan :)
(Well, apa aku terdengar tua? Hahahaha).


Suasana acara :)






Suasananya akrab dan penuh tawa :D


The audiences :)


Berfoto di depan Gedung Indonesia Menggugat


Selesai acara, aku langsung dinner dengan Ray yang terjebak macet jadi nggak sempat melihatku di event Student Care :(( Meski begitu moodku tetap baik karena dapat 'sogokan' pancake yang sangat sangat yummy, hihihi. It was a nice, warm and sweet Christmas eve dinner. Apalagi di Mr. Pancake ada perapian (palsu) yang bikin suasana makin mirip dengan Christmas di musim dingin. Kami dinner sampai jam 8 malam, tapi baru tiba di rumah hampir jam setengah 10 malam! Macet di mana-mana, apalagi kami harus mengantri bersama 20 orang lainnya untuk mendapatkan taksi. Tapi seperti Ray bilang, it's Christmas eve, jadi nggak ada salahnya dinikmati saja karena semua orang memang seharusnya bergembira :D

So, merry Christmas my friends. Wishing you have a sparkling and blessed Christmas! Ho ho ho! :D


Our Christmas eve dinner: Potato wedges and blueberry pancake :)


Dekorasi di Mr. Pancake bikin suasana jadi hangat.




Silly self portrait, hihihi...




Harusnya minum hot chocolate ya, bukan coke, hahaha :D


OOTD: Hairband: Toko Kecil Indi  | Coat-dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Gift











cookies and milk,
Indi

----------------------------------------------------------------
Contact Me? HERE. Sponsorship? HERE.