Kamis, 10 Februari 2011

Me, Talking about fashion



Waaaah, aku dapat award lagi, nih! Hahahaha, setelah bikin blog di sini, aku baru tahu ternyata di dunia blogging ada yang seperti ini :D

Untuk ketiga kalinya aku dapat award yang sama, yaitu STYLISH BLOGGER award. Seneng, meski agak heran, soalnya aku bukan fashion blogger, lho... Aku cuma blogger yang hobi share cerita pada khalayak ramai (lho? Hihihihi). Postinganku juga isinya jauh banget dari dunia fashion. Seringnya tentang pengalaman sehari-hari aja yang nggak jauh dari hobi menulis aku, anjing kesayanganku, atau malah tentang terapi scoliosisku. Hmm, tunggu sebentar... Apa ini karena hobi mendesain bajuku? Atau... atau... Hush! Sudah, lah. Yang pasti aku sangat berterima kasih sama teman-teman yang berbaik hati memberi aku award. Beneran, ini berarti banget buatku :)
Oya, award kali ini datang dari Rizka (http://www.blogger.com/profile/04110917125826084286). Thanks a bunch ya, dear!





Sebagai penerima award, aku harus mendeskripsikan 8 hal tentang diri sendiri. Nah, karena di dua post sebelumnya sudah pernah (iya, iya... tenang aja, aku juga nggak mau bikin kalian bosan, kok :) ), jadi kali ini aku akan membagi 8 hal tentangku yang berkaitan dengan DUNIA FASHION. Bagaimana? Setuju para pembaca yang budiman? :)
(pernah membaca sapaan ini di suatu tempat, tapi aku lupa dimana, lol).

1. I have a fashionable mom
Yup, nyokap atau yang biasa dipanggil Ibu memang sangat fashionable. Waktu remaja beliau pernah menjadi model untuk produk rokok internasional. Setelah itu karier'nya berlanjut di catwalk dan kemudian berhenti untuk menjadi ibu rumah tangga. Sampai hari ini (dan aku harap selalu, amen), Ibu masih care dengan dunia fashion. Beliau punya butik kecil-kecilan dan semua desain 100% dikerjakan sendiri :) Ain't she's wonderful?




2. When I was a baby, I'm boyish and girly at the same time
Hahaha, ini betulan! Mungkin sudah ada yang tahu kalau waktu lahir rambutku warnanya emas dan tipis sampai hampir terlihat botak. Ini bisa jadi faktor kenapa aku malah mirip kaya bayi laki-laki. Tapi ada satu hal lagi yang lebih meyakinkan kenapa aku terlihat boyish: Ibu sering dandani aku dengan overall atau (minimal) bretel! Hihihihi...Belum lagi rambutku yang maskulin itu ditutupi dengan topi. Modelnya beragam. Dari mulai trucker hat sampai topi pet, hihihi. Uniknya, diwaktu bersamaan aku juga tampil feminim. Ya, nyokap itu memang fashionable. Jadi seleranya sering berubah tergantung mood atau tren. Kadang aku juga didandani ala tuan puteri. Lengkap dengan rok lebar dan pita rambut. Hihihihi...
(tiba-tiba lega sekarang sudah besar, lol).


3. Pernah punya rambut model mohawk
It's kinda embarrassing :S Waktu kelas 2 SMA aku pernah iseng potong rambut berponiku jadi mohawk. Segera setelah itu guru-guruku di sekolah kena "serangan jantung" dan teman-temanku mempertanyakan tentang kewarasanku, hahahaha :') Ortuku sendiri nggak bermasalah karena tahu betul anak kesayangannya ini (yang masih ABG labil, lol) cuma lagi dalam fase mencari jati diri. Aku sendiri cuma betah pakai model ini selama beberapa bulan, karena ternyata mohawk butuh pengguntingan rambut yang sering. Setelah rambutku balik normal, ternyata teman-teman satu kelas nggak begitu saja melupakan peristiwa menggemparkan itu. Buku tahunan sekolahku memasang gambar kartunku dengan MASIH berambut mohawk! *nyesel*


4. I design my own clothes
Ini dimulai sejak terapis scoliosisku bilang kalau aku punya good fashion sense. Dia bilang (namanya dr. Ricard Kane, btw), kalau aku dewasa nanti profesi yang pas untukku adalah menjadi seorang fashion designer. Hehehe, waktu itu aku nggak percaya, soalnya aku lebih tertarik sama dunia menulis daripada dunia fashion. Tapi ternyata, 1 tahun kemudian aku mulai sering kepikiran kata-kata dr. Richard. Coba-coba coret sana-sini, jadilah desain dress pertamaku. Namanya "Sailor Babbitt", Babbitt diambil dari nama Charlie Babbitt di film Rainman. Sejak saat itu aku jadi lebih PD buat pakai baju desain sendiri daripada beli dari toko ;)



"Sailor Babbitt".



5. Fashion critics couple
Seringnya aku dan Ray diam cukup lama di suatu spot mall, berbicang tentang hidup, saling bertukar jokes, berdiskusi dan... mengkritik cara berpakaian para mengunjung mall, hihihihi.
Kami nggak bermaksud kasar. Ini cuma untuk have fun, dan yang kami kritik biasanya yang berpakaian kurang "cocok" aja untuk ke mall. Misalnya terlalu "pesta" atau malah terlalu "kusut". Untuk urusan selera, kami nggak pernah bermasalah. Fashion tiap orang itu "keren" asalkan tahu tempat.


6. Stocking, feety, tight=my fashion statement
Kebiasaan sejak kecil. Mau apa lagi? Hehehehe.




Hahaha, tabrak warna. Iseng, tapi sukaaaa :)




7. The next Diane Keaton and Julie Andrews? LOL.
What do you think, guys? Melihat kesamaan kami bertiga? Hihihihihi, kidding :)
Maksudnya, aku nggak mirip-miripin diri sama mereka, kok. Tapi aku, Diane Keaton dan Julie Andrews sama-sama nggak pernah ubah gaya rambutnya sejak berabad-abad lalu! Aku nggak tahu dengan alasan mereka, tapi aku sendiri bener-bener kebingungan, haircut apa yang cocok dengan wajahku? Malah stylishku di salon sangat-sangat-sangat takut ambil resiko untuk ganti potongan rambutku. Katanya, "Sejauh ini cuma potongan rambut seperti ini yang cocok sama kamu". Hihihihi, pernah sih poniku dibuat nyamping atau dipotong shaggy. Tapi nggak pernah bertahan lama. Terpaksa aku setuju dengan pendapat si stylish salon: Sejauh ini cuma potongan bob klasik berponi yang cocok buatku!



My forever haircut. (Coba-coba nggak senyum, menyesuaikan dengan si boneka porselen, hahaha).



8. Smile!
"Who cares what they're wearing on Main Street or Saville Row. It's what you wear from ear to ear and not from head to toe".
Hihihi, aku selalu tersenyum. Buatku baju yang bagus nggak ada artinya kalau mukaku cemberut :)



Nah, itu dia 8 hal tentang "dunia fashion" ku. Ketauan kan kalau aku bukan memang fashion blogger? Memang :) Tapi aku menyukai fashion dan menikmati fashion (yes, I do read fashion magazine, tapi nggak mengikuti apa yang ada disana. Inspired, maybe. But I HAVE my own style).

Sekarang ada 1 lagi nih tugasku sebagai penerima award, yaitu aku harus kasih award ini ke 8 blogger yang menurutku deserve untuk menerima (waw, suatu kehormatan! Hihi).
Here they are...
1. Lulu (http://supermansnotdead.blogspot.com/): for her red hot rock hair (RIP, Lu, turut berduka cita, lol)
2. Kelly (http://robotickelly.blogspot.com/): for her simple but cute style.
3. Laras (http://larasarum.blogspot.com/): yaiy for her long hair!
4. Dorothy (http://fashionnista-dorothy.blogspot.com/): for her edgy style.
5. Natalie (http://thnatalie.blogspot.com/): your last post is so yummy, hahahaha ;)
6. Tria (http://ladymitroz.blogspot.com/): i love your lipstick!
7. Dita (http://pramuditapuspitatemi.blogspot.com/): getwell soon ya, hunsy... ayo update lagi :)
8. Evita/Chacha (http://jellyjellybeans.blogspot.com/): aku naksir sama dress panjangmu. Kayanya itu Zara for kids. Muat di aku gak ya? Lol.

Dan... aku mau nambahain 1 award lagi, nih (aku kan dapet kehormatan kasih award sama yang lain, jadi nggak apa-apa kan kalau aku kasih lebih, hehehe). Award buat Amelia (http://ameliasaga.blogspot.com/): buat kreasinya yang kreatif dan keberaniannya untuk berganti style tahun ini.

Selesai! :) Semoga para penerima award berkenan untuk post award'nya di blog masing-masing ya. Dan jangan untuk post link aku dan share 8 hal tentang kalian (ya, anggap saja belajar tulis pidato buat dapetin piala Oscar nanti, hihihi).
Oh, ya hampir lupa. Terakhir, ada 1 hal lagi tentang fashion dari aku: You looked ugly when you feels un-comfy. Aku nggak pernah memaksakan pakai sesuatu kalau nggak nyaman. Waktu aku, kalian atau siapapun nyaman dan percaya diri dengan apa yang dipakai, itu artinya kita sudah terlihat sylish! :)


Smile,
i.n.d.i


Sabtu, 05 Februari 2011

Tentang Kebahagiaan :)



Hore :D Akhirnya aku bisa posting lagi! Hihihi, aku terlambat bayar tagihan, nih. Jadi internetku nggak bisa hidup selama 3 hari, lol.
Jadi bagaimana kabar kalian semua? Baik? Semoga semua baik, ya dan yang lagi sakit semoga cepet sembuh. Ameeeeeeen...
Di hari perdana aku on line ini (perdana setelah bayar tagihan maksudnya, hahaha), aku kaget sekaligus seneng lihat blogku komentar dan followernya bertambah. Terima kasih ya, teman-teman. Jadi terharu nih ternyata setelah cukup lama nggak up date masih ada yang berkunjung, huhuhu :')


Hmm, hari ini aku mau cerita apa ya? *bingung karena nggak biasa mencet keyboard selama 3 hari, lol*
Hmm... Oh, ya ini aja: Tentang kebahagiaan :D
Suatu hari, waktu aku lagi buka-buka pesan di FB (aku cuma buka inbox'nya satu minggu sekali), aku nemuin banyak banget pesan yang isinya hampir sama. Kalau diringkas, kira-kira isinya seperti ini:
"Kak Indi, kenapa sih setiap aku buka page'nya selalu ceria? Emang kakak nggak pernah sedih ya? Pasti enak ya jadi kakak, punya segalanya dan mau apa-apa pasti mudah. Aku jadi iri..."

Jujur aja, aku nggak tahu jawaban tepat buat jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi kalau jawaban jujur, ya aku punya...
Kehidupanku nggak sempurna, banyak kok orang lain yang hidupnya lebih "punya segalanya" dari pada aku. Coba tengok rumah keluargaku, kami tinggal di lingkungan "rata-rata" yang jalannya rusak parah. Lampu jalan utama menuju rumah selalu minim dan supir taxi jarang tahu daerah sini. Orangtuaku juga bukan pasangan kaya-raya. Mereka membuka usaha jahitan sejak belasan tahun lalu---beberapa tahun setelah bokap berhenti kerja formal karena PHK dan sampai hari ini---. Kesehatanku juga nggak sempurna, aku scoliosis sejak kecil. Banyak keterbatasan yang harus aku hadapi, bahkan sejak aku baru belajar membaca.

Apa aku bahagia?
Iya, aku bahagia. Sangat. Tapi bukan berarti aku nggak pernah sedih. Hidup kan memang nggak mudah meski tetap bisa dinikmati :)

***

Sejak kecil aku gampang tertawa. Entahlah, rasanya aku diberkati karena selalu menemukan hal lucu setiap hari. Mungkin untuk sebagian orang biasa saja, tapi buatku memang "selucu" itu. Aku sering mentertawakan diri sendiri. Bahkan saat aku terapi dan melihat pantulan diriku di cermin, pasti aku ketawa---minimal senyum--ngeliat atribut ajaib yang melekat di tubuhku. Begitu juga kalau aku sedang jalan-jalan. Ke mall atau bahkan di depan rumah waktu jalan santai, aku selalu menemukan hal lucu yang bisa bikin hatiku bahagia seharian.



Aku waktu umur 4 tahun, hihihi...


"Menggila" di depan rumah Nenek.



Aku selalu jujur dengan perasaanku, waktu senang pasti aku bilang, waktu sedih aku nggak segan-segan membaginya di status facebook atau twitter (untukku itu nggak masalah selama isinya bukan keluh-kesah, kata-kata negatif atau umpatan yang cuma bikin orang yang baca ikut sedih/kesal). Teman-teman onlineku banyak yang bilang kalau statusku justru kebanyakan tentang kebahagiaan daripada tentang kesedihan. Banyak diantara mereka yang menanggapi positif dan memberikan doa supaya aku bisa selalu bahagia. Tapi ada juga (ya, satu atau dua orang) yang malah memberikan komentar usil yang bikin aku bingung kaya,

"Itu sih elo. Lo nggak tahu aja hidup gue susahnya kaya apa!"
Atau seperti,
"Tolong remove saya dari account ini karena saya muak liat muka kamu yang selalu senyum!"
(Nah, yang terakhir itu betul-betul aneh. Tapi demi Tuhan, aku memang pernah menerima komentar seperti itu, lol).

Diberi komentar seperti itu, aku lebih baik membiarkan atau melakukan apa yang mereka inginkan. Bukannya aku takut, tapi aku mengerti kalau mereka yang sedang bersedih mungkin merasa lebih baik kalau mengumpat atau mencaci orang lain (sayangnya, kali ini korbannya adalah aku, hehehe). Tapi aku yakin itu cara salah. Sekeras apapun seseorang mencaci, dia pasti nggak akan pernah bisa bahagia. Karena saat kita menyakiti seseorang, sebenarnya kita sedang menyakiti diri sendiri.
Aku lebih suka mengambil jalan lain untuk berbahagia,
Aku menikmati!
Aku yakin kok hidup itu memang cara legal yang Tuhan beri supaya kita "bersenang-senang". Saat kita ada masalah, nggak apa-apa untuk bersedih, tapi aku lebih suka sebentar saja, lalu berusaha mencari jalan keluar sampai berhasil dan nggak sabar bilang, "Tuh, kan aku bisa" waktu semuanya sudah membaik :)

Menikmati juga berarti "menerima" apa yang kita punya. Aku kurang setuju saat seseorang memiliki sesuatu yang "cuma segitu-segitunya" tapi malah menyia-nyiakan, mengeluh dan meminta lebih. Ini memang kedengeran klise, tapi kalimat bijak "Jangan lihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah" betul-betul bisa dipraktekan di dunia nyata, kok. Pernah nggak terpikir, waktu kita ribut setengah mati pengen parfume merk "A" atau pengen ganti handphone dengan merk "B", di luar sana ada cewek-cewek seumuran kita yang lagi bersedih karena seragam sekolahnya masih basah padahal dia harus pergi pagi-pagi dan dia nggak punya seragam cadangan?
Aku nggak suka mikirin itu, jadi aku lebih memilih menerima daripada menginginkan lebih. (Sambil berusaha mendapatkan yang lebih baik tentunya).



Selalu merasa "lucu" kalau lagi pakai baju LAB sebelum rontgent :p


Berkreasi dengan cat kuku sisa :D


Berpetualang dengan Eris si anjing ajaib, hihi.



Menerima itu bukan berarti pasrah, kok. Tapi menerima itu sudah pasti bersyukur.
Bahagia bisa dicari, aku percaya. Bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun. Perhatikan hal-hal kecil. Detail-detail kecil yang Tuhan ciptakan tapi kadang kita merasa kurang waktu untuk memperhatikan itu semua.
Aku bahagia waktu makan es krim yang harganya 3000 rupiah di depan mini market sambil nungguin hujan reda sama Ray yang belum gajian. Aku bahagia waktu aku cat kuku ku warna-warni pakai nail polish yang isinya cuma cukup untuk beberapa kuas lagi (malah bagus kok, hasilnya warnanya jadi banyak dan cat-cat itu nggak terbuang sia-sia, hihihi). Aku bahagia waktu baca buku di dalam kamar dan mengkhayal sedang piknik di taman indah berumput. Aku bahagia waktu bertualang di halaman rumah sama Eris si anjing kecil. Aku bahagia, bahagia, bahagia, SANGAT bahagia. Aku bersyukur karena Tuhan nggak pernah kehabisan ide menciptakan detail kecil untuk aku nikmati :)

Bagaimana menurut kalian? Menjadi seorang yang bahagia nggak begitu sulit, kan? Cukup menikmati, menerima dan bersyukur. Masih sulit? Coba ingat-ingat lagi, Tuhan masih memberi kalian hidup sampai hari ini. Apa itu masih belum cukup alasan untuk berbahagia? ;)


***

Sekedar info, untuk teman-teman yang bertanya tentang novel baruku, ada kabar baik, novel "Karena Cinta itu Sempurna" sudah bisa pre order dengan cara email ke hokic@yahoo.com (Homerian Pustaka) atau SMS ke 0818618363 (dengan cara ini dapat bonus tanda tanganku, hihihi) dengan format: nama, alamat, no telepon dan jumlah buku yang dipesan.
Harga per buku Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim) dan akan dikirim ke alamat masing-masing setelah tanggal 12 Februari.
Akan beredar juga di toko buku besar (Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, Kharisma, dll) mulai tanggal 19 Februari 2011 (di Yogya dan sekitarnya) dan akhir bulan ini di seluruh Indonesia. Terima kasih :D




Rabu, 26 Januari 2011

Piknik sempurna: Di dalam kamar tidur!




Semenjak aku lulus kuliah, kebanyakan aku habisin waktu di rumah. Bukannya aku pemalas, tapi aku emang bekerja di rumah. Sedangkan untuk jalan-jalan keluar rumah seringnya kesehatanku nggak memungkinkan.
Seperti hari ini. Kepalaku pusing berat, punggungku ngilu (mungkin efek dari pengurangan kurva scoliosisku) dan lagi-lagi mataku bengkak (ya, ampuuun, tiap malem aku ngintip siapa sih sampai gini terus?? Hihi). Tapi tetep aja aktivitas nggak bisa menunggu. Setelah terima email dari publisher mengenai novel keduaku (horeee, covernya sebentar lagi siap aku publish!), aku langsung bersih-bersih kamar dan main sama Eris. Nah, part main ini jangan dianggap sepele, ya. Main disini maksudnya: Kasih makan, ajak jalan-jalan sampai waslap anjing kesayangan aku ini, hahaha. Maklum aja, meski usianya mau 2 tahun, tapi si Eris ini tetep lebih betah diwaslap daripada mandi :p

Selesai main sama Eris kepalaku langsung makin berat. Setelah santai sebentar aku putusin buat bersihin badan: cuci muka, pakai minyak telon dan ganti baju pakai daster (padahal biasanya pakai piyama, lol). Pusingku memang ilang, tapi kelamaan diem ternyata bikin aku bosen juga. Hmm, kayanya kalau aku piknik OK juga, nih!




Aku langsung buka lemari baju dan cari-cari kain untuk alas piknik. Nggak lupa aku gelar karpet juga supaya cukup empuk untuk dipakai selonjoran.
Eh? Karpet?
Hehehe, iya memang karpet betulan, kok. Soalnya aku piknik di dalam kamar!
Kebetulan kamarku punya space cukup luas untuk acara gelar-gelaran seperti itu. Jadi hari ini aku manfaatin aja untuk piknik sambil baca buku. Sengaja aku biarin jendela kamar terbuka supaya udara sore yang sejuk bisa aku hirup. Nggak lupa aku juga sediain teh manis hangat buat teman membaca novel-novel tentang petualangan seru!






Ternyata nikmat sekali piknik di dalam kamar sendiri. Sampai-sampai nggak terasa sore sudah berganti magrib. Untung aja aku pakai foot warmer jadi kaki nggak kedinginan :)
Besok-besok aku mau manfaatin bagian rumah lain ah buat piknik. Mungkin loteng tempat penyimpanan baju bakal asik. Atau dapur? Ruang tamu? Garasi??? Asiiiik, ternyata aku punya banyak stock spot untuk piknik! :D
Lingkungan luar rumahku memang nggak memungkinkan untuk dipakai karena berdekatan dengan jalan raya. Sudah penuh polusi dan anak-anak bandel yang hobi nongkrong. Tapi itu nggak masalah karena aku masih tetep bisa piknik, KAPANPUN! ;)



buku-buku: Lion Boy (Zizou Corder), Quidditch Through the Ages (Kennilworthy Whisp/JK. Rowling), Heroes (Robert Cormier), Secret Garden (Frances Hodgson Burnett).

Senin, 24 Januari 2011

Keajaiban untuk Indi :)

Sekecil apapun keajaiban selalu terjadi, setiap hari. Aku percaya.
Bagaimana dengan kalian?
:)





Hari ini sama seperti hari minggu sebelum, sebelum dan sebelumnya. Gua harus pergi terapi ke klinik yang jaraknya 30 menit ---40 menit kalau macet--- dari rumah. Cuaca agak mendung, jadi aku putusin untuk pakai baju panjang dan bawa minyak telon (sebetulnya sesuai isi SMS Ray yang ingetin supaya aku pakai sesuatu yang hangat, hihi).
Setelah mampir dulu di rumah nenek yang lagi sakit (getwell, Nek :)), aku sampai di tempat terapi jam 5 sore. Nggak lupa aku bawa foto hasil rontgen kemarin.
Dalem hati deg-deg'an juga, berdoa, semoga hasilnya baik---at least scoliosisku nggak bertambah parah, amen...



My cute purple OOTD.



Seperti biasa aku langsung exercise dan setelahnya menunggu giliran treatment sambil ditemani Ray. Kami ngobrol-ngobrol nggak jelas. Temanya pindah-pindah, dari mulai Oprah Winfrey, bath up aneh berbentuk ulekan yang kami lihat di majalah, acaranya dr. Phil, sampai ujung-ujungnya ngomongin scoliosisku...
Aku bilang sama Ray kalau aku deg-deg'an berat dengan sesi terapi kali ini. Aku khawatir kalau tulangku bertambah parah dan aku bakal freak out karena nggak bisa nerima kenyataan (nah, yang ini lebay, hihihihihi).
Ray tenangin aku. Katanya, dia yakin kalau tulangku baik-baik aja dan nggak memburuk karena aku rajin terapi.
Belum tuntas obrolan kami, tiba-tiba saja sudah waktunya giliran aku masuk ruangan treatment.
*Glup!*



Deg-degan di ruang tunggu.



Di ruangannya, dr. Albert (yup, he's my chiropractor) lagi sibuk ukur kelengkungan sudut tulang belakangku lewat hasil foto rontgen yang sebelumnya aku titipkan sama salah satu asistennya.
Di belakang punggungnya, aku sibuk atur napas supaya nggak pingsan (lol). Nggak tahu kenapa di mataku foto tulang belakang itu keliatan acak-acakan banget. Kayanya tulang belikatku keliatan sempit dan pinggulku naik sebelah. Hiks...
Lalu,
"Kelengkungan kamu sebelumnya 55 dan 18 derajat, sekarang kelengkungan kamu 55 dan 13 derajat".


Aku malah diem kaya patung. Niatku  sebenernya pengen jerit-jerit, tapi nggak tahu kenapa saking senengnya aku malah diem!


Foto dari sesi terapiku minggu sebelumnya.



Keluar dari ruangan treatment aku langsung kasih tahu Ray. Dia seneng banget dan kasih aku selamat. Di dalam pelukan singkatnya rasanya aku pengen nangis, tapi takut dibilang cengeng, hihi.
Semenjak aku 13 tahun (pertama mendapat vonis scoliosis) kelengkungan tulang belakangku selalu bertambah setiap tahunnya. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, kelengkunganku berkurang!


Sebelum pulang Ray beliin aku cupcake blueberry sebagai penanda keajaiban kecil yang aku (kami) dapat hari ini. Setelah hari ini rasanya aku semakin percaya bahwa keajaiban bisa terjadi meski untuk situasi termustahil sekalipun.
Nah sekarang, bagaimana dengan kalian? ;)




Penanda keajaiban kecil hari ini.



nb: kami bertemu dengan salah seorang pembaca novelku yang manis, namanya "Widya" (maaf kalau spellingnya salah). Aku cuma mau bilang, terima kasih sudah say hi, aku seneng banget :)
Untuk teman-teman pembaca yang lain, please kalau ketemu jangan diam saja dan malah tulis komentar di FB/twitter setelahnya. Karena seperti yang sudah sering aku bilang, aku senang bertemu dengan teman baru ;)




Smile,
Indi





(Diedit 29/02/2024. I'm no longer with Ray, dan sekarang sudah happily married with Shane). 

Kamis, 20 Januari 2011

13 Things About Me! :)


Halo teman-teman blogger! Apa kabar? Semoga semua dalam keadaan baik, ya dan nggak ada yang lagi terserang kelopak-mata-bengkak-tibatiba kaya aku, hehehe.

Setelah sekian tahun aku nge-blog (bukan di sini, tapi di blog lain. Kalau di sini sih baru beberapa bulan, lol), aku baru sadar kalau aku belum pernah ceritain fakta-fakta "menarik" tentang diriku. Padahal biasanya blogger hobi banget bikin postingan macam "10 fakta tentangku", "7 things about me", "kehebatan-kehebatan aku yang diakui dunia", atau blah, blah dan lain sebagainya.
Nah, gimana kalau postku kali ini bahas tentang fakta-fakta unikku? Setuju?
Tidaaaak!!!...
Ya, sudah aku lanjutkan *pura-pura nggak denger yang protes bilang "tidak", hehehe*


1. Scolioser
Aku lahir dalam keadaan normal, gemuk dan sehat. Tapi diusia 9 tahun aku mulai nunjukin gejala-gejala scoliosis, seperti postur badan miring dan gerakan yang terbatas. Lalu baru di usia 13 dokter beri aku vonis scoliosis dengan kelengkungan 35 derajat dan mengharuskan aku memakai penyangga tubuh (back brace) selama 23 jam sehari. Yup, aku cuma punya jeda 1 jam perhari untuk melepas brace dan melakukan hal-hal pribadi seperti mandi dan melepas rasa pegal. Aku baru melepas brace di usia 18 tahun (atau kurang, sebelum lulus SMA tepatnya) dan menggantinya dengan terapi yang rutin karena tulangku sudah berenti tumbuh. Sampai hari ini aku masih terapi dan berusaha meminimalisir bertambahnya kelengkungan tulang belakangku yang sekarang sudah 55 derajat.




2. Naturally brunette

Believe it or not, tapi warna alisku memang lebih tua dari warna rambutku!
Waktu lahir rambutku warnanya keemasan, mungkin nama kerennya "strawberry blonde", hehehe. Ajaibnya, alisku warnanya hitam. Sampai-sampai nyokap bilang waktu lahir kepalaku nampak botak saking kontrasnya warna alis dan rambut, lol. Tapi seiring bertambahnya usia warna rambutku semakin gelap. Sampai detik ini, brunette lah warna tertua rambutku. Entah apa nanti akan bertambah tua sampai hitam legam? Who knows?! Hehehehe.


3. I use my left hand to eat

It's my habit since i wasa  baby. Maaf kalau mengganggu mata kalian, lol :D


4. Oh, Heather...
Aku pernah menangis untuk Heather O'Rourke selama semaleman. Sekalipun aku nggak pernah mengenal dia (dia bahkan meninggal waktu aku masih berusia 2 tahun), tapi somehow dia selalu jadi "anak impian" ku. Karena dia lah aku jadi ingin punya anak perempuan ketika menikah nanti. Rambut panjangnya, pipi tembamnya, wajah angelic'nya. She's so perfectly cute! RIP, Heather :')




5. I'm a tidy girl
Aku nggak pernah bisa pergi kemana-mana sebelum beresin kamar. Meski aku terlambat untuk janji sekalipun!




6. I don't mind being fashionably-nerdy

Banyak orang yang nanya kenapa aku selalu pakai feety (stocking tebal pelindung cuaca dingin) dan dress ala anak-anak Amerika tahun 30'an. Jawabanku sederhana aja: Karena nyaman. Aku nggak keberatan dibilang culun, ketinggalan jaman atau jauh dari kata "pretty". Buatku klasik nggak pernah ketinggalan jaman dan jadi diri sendiri adalah fashion yang paling baik.




7. Yes, I am truly a dork
Sejak aku balita, Bokap lebih suka beliin aku buku dari pada boneka. Jadi sejak aku mulai bisa baca ---usiaku 4 tahun--- aku nggak bisa berhenti baca buku. Dari mulai dongeng, ensiklopedia sampai novel-novel klasik. Lucunya, dari ratusan buku yang aku punya, aku cuma punya 2 nama penulis Indonesia di rak bukuku, yaitu: Arswendo Atmowiloto dan... aku sendiri!




8. I love bows & nail polish

They're just so cute and girly :)





9. I'm a movie lovers

Selain buku, hal lain yang aku pikirin kalau insomnia adalaha film. Aku punya ratusan DVD dari berbagai macam genre film. Kebanyakan sih film-film festival Prancis, film keluarga dan film-film musikal. Aku menikmati banget saat-saat nonton di atas tempat tidurku ditemani teh/coklat panas dan cemilan ringan :)




10. I'm a dog wishperer

I'm not joking or try to be funny. Aku mengerti bahasa anjing.
(ya, silakan teriak "Freaaaaaaak" dibelakangku, hehehe...).




11. Excuse me, this girly lady is a rock and roll fans too

Orang-orang sering salah menilaiku. Yah, bukan salah siapa-siapa sih, dengan haircut dan outfit yang selalu aku pakai siapapun nggak akan menyangka kalau aku itu die hard fans'nya Aerosmith! Hahahaha :)
Yup, sejak aku usia 7 tahun alu sudah mengagumi mereka, mendengar musiknya dan mengoleksi semua CD'nya. Bukan itu saja, aku bahkan punya gantungan kunci, topi, t shirt, poster sampai DVD official dari Aerosmith!
So don't judge a book by it's cover, guys ;)




12. I don't eat meat

Aku mulai jadi perscabegetarian sejak usia 15 tahun. Kenapa? I can't answer it, sorry :)


13. Walking to the bookstore and realize i see my name on the book cover

Terima kasih Tuhan novel perdanaku sudah dicetak (hampir) 5 kali. Tapi aku cuma punya 1 copy terbitan pertama di rumah. Hahaha, aku serius! Aku bahkan nggak tahu apa bedanya cetakan bukuku yang pertama, kedua, ketiga, dst, dst :D


***





Surprise? Biasa aja? Atau malah males baca postku kali ini? Hehehe... Kalau ada yang merasa biasa saja waktu baca post ini, terima kasih, artinya kalian sudah cukup mengenalku. Buat yang merasa surprise, ya, ini lah aku, semoga kalian bisa lebih mengenalku sekarang.

Aku nggak keberatan dibilang freak, nerd atau dork. Aku suka jadi diri sendiri karena itu rasanya nyaman. Aku rasa saat orang lain berkata sesuatu tentang kita, jelek atau buruk, itu tandanya mereka peduli. Lagipula, aku selalu percaya bahwa setiap manusia tercipta "spesial" :) So, bagaimana dengan kalian? Sudah siap berbagi tentang fakta-fakta unik kalian? ;)

xo,
Indi


*foto-foto: dokumentasi pribadi, foto heather: heatherOrourke.net


Kamis, 13 Januari 2011

It's Never too late :)

Seumur hidup, aku (hampir) selalu melakukan apa yang aku suka. Waktu aku ingin melukis, aku akan melukis meski hasilnya nggak bagus. Waktu aku ingin bernyanyi, aku akan ikut audisi choir--meski belum tentu diterima.

Ya, umurku bukan lagi remaja.
Orang bilang aku sudah terlambat untuk belajar bahasa Inggris.
Orang bilang seharusnya aku sudah lancar "cas-cis-cus" sejak 10 tahun lalu.

Tapi aku pikir,
"Memangnya kenapa? Lebih baik aku terlambat 10 tahun daripada 'do nothing' hanya karena malu atau merasa terlambat".



Belum sempat belajar sepeda? Belum pernah coba perosotan paling tinggi di Water Boom?
Coba SEKARANG juga!
It might be harder, but it's never too late to start something:)

Aku, Indi. Officially a young lady, dengan bangga memulai kelas bahasa Inggris pertamanya pada tanggal 10 Januari 2011.



Foto ini diambil sebelum pergi ke tempat les.




Rabu, 05 Januari 2011

Bukan cuma Baim dan Nayla yang Punya Buku Harian ;)

Buku harian milikku waktu umur 9 tahun.




Waktu aku umur 7 tahun, Bokap beliin aku buku harian. Warnanya pink, wangi dan ada gembok kecil di sampingnya. Katanya aku bisa pakai buku itu untuk menulis apapun dan nggak perlu share sama siapapun.
Aku senang, meski sebetulnya belum mengerti arti "rahasia". Jadi aku cuma tulisi dengan kejadian sehari-hari dan puisi-puisi konyol.

Tapi waktu aku umur 9 tahun, aku mulai menganggap buku harian sebagai sesuatu yang lebih pribadi. Aku berbagi rahasia pertamaku yang sekarang malah terdengar konyol: Aku jatuh cinta dengan Jason Donovan!
My God... Aku bahkan udah nggak inget siapa dia sekarang, hahahaha :D

Kebiasaanku menulis semakin lama semakin berkembang. Di buku harian aku mulai menceritakan dengan detail setiap kejadian yang aku alami. Dari mulai hari, tanggal sampai jam berapa aku mulai dan selesai menulis. Aku nggak bisa tidur sebelum menulis. Rasanya aku terlalu sayang untuk membiarkan moment-moment sepanjang hari untuk dilupakan begitu saja tanpa bisa dibaca kembali di buku harian...
Kebiasaanku bahkan sempat membawa masalah. Waktu SD sekolah mengadakan acara kemah di sebuah daerah yang agak terpencil. Semua anak diwajibkan ikut, termasuk aku. Ternyata anak-anak dilarang bawa benda-benda "pribadi", termasuk buku harian. Nah, aku yang bisa uring-uringan kalau nggak nulis satu hari aja langsung protes dan mogok nggak mau ikutan kemah kalau nggak diizinin bawa buku harian. Akhirnya berbekal surat keterangan dari ortu yang berisi tentang "keterikatan" aneh dengan buku harian, aku diizinkan kepala sekolah untuk tetap kemah dengan syarat menulis hanya di waktu malam, ckckckckck :p

Aku termasuk beruntung karena ortuku nggak berniat masukin aku ke RSJ atau setidaknya memeriksakan ke ahli jiwa soal "keanehan" ku ini. Ada beberapa anak yang terikat dengan anjingnya, mamanya atau malah sahabatnya. Tapi aku, entah kenapa malah sama benda mati yang sebetulnya nggak bisa merespon kalau aku cerita.


***

Waktu aku umur 13 tahun, aku divonis mengidap kelainan scoliosis. Masa pra-remajaku yang semula badung dan cerita seketika berubah 1 milyar derajat (apaan sih, hehehe)... Kehidupanku jadi serba terbatas, nggak ada lagi lompat-lompat atau berlarian semauku. Tubuhku harus menyesuaikan dengan penyangga keras yang melekat selama 23 jam perhari.
Di masa-masa sulit seperti ini, buku harian membantuku "memulihkan" perasaan. Berbagi ternyata bikin hatiku lebih tenang dan lega... Waktu aku yang mendadak lebih panjang (aku nggak harus ikut pelajaran olah raga, bela diri, dll) juga bisa aku pakai untuk menulis lebih lama. Buku harian bahkan aku pakai untuk membuat puisi yang lebih "serius" (bukan seperti waktu aku 7 tahun, lol).


Buku harianku hari ini, bonus dari majalah padahal 3 hari sebelumnya baru beli yang baru, hihi. 



Tapi yang paling bikin aku (dan orangtuaku juga!) terkejut, buku harian ternyata menyimpan "medical record" alias sejarah kesehatanku secara LENGKAP!
Setelah di baca ulang ternyata aku sebetulnya menyadari ada yang aneh ditubuhku sejak umur 9 tahun, malah aku juga menyebutkan kalau sempat jatuh dari perosotan kolam renang sampai pingsan, yang setelah dikonsultasikan dokter ternyata bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya scoliosisku!


Semenjak hari itu aku makin nggak terpisahkan dengan buku harian. Aku bahkan menganggap buku harianlah yang "menyelamatkan" ku. Kalau saja aku nggak rajin menulis kegiatanku sehari-hari, mungkin scoliosisku  nggak akan pernah dapat penanganan yang tepat.
Sekarang, meskipun sudah punya blog, aku tetap menulis di buku harian, setiap malam, sebelum tidur, sama seperti waktu aku berumur 7 tahun. Aku sadar, blog sampai kapanpun juga nggak akan pernah bisa menggantikan posisi buku harian. Blog nggak dirancang seperti buku harian yang bisa menyimpan apa saja yang aku mau tulis karena tetap harus memikirkan bahwa ada yang membaca tulisanku selain aku dan Tuhan.


Oh, ya. Hampir saja aku lupa. Buku harian bahkan menciptakan sebuah profesi buatku:
Aku adalah seorang author dari buku best seller "Waktu Aku sama Mika" (dan akan menyusul akhir bulan ini, "Karena Cinta itu Sempurna").
Kalian tahu kedua buku itu tentang apa?

Kedua buku itu adalah hasil adaptasi dari buku harianku sejak umur 7 tahun sampai sekarang.


Pada akhirnya aku bisa membuktikan bahwa keterikatanku dengan buku harian bukan sekedar "kelainan jiwa" ;)



"Waktu Aku sama Mika", buku yang diambil dari buku harianku :)

Selasa, 28 Desember 2010

Liburan Paling Hebat Sedunia! (dan dapat award, hihihi) :D



"Libut 'tlah tiba, libur 'tlah tiba, hatiiiiiiku gembiraaaaa. Hore!"


Sepenggal lagu Tasya ini kayanya jadi "jeritan hati" anak-anak SD yang lega banget bisa bebas dari stress sekolah untuk semantara, hihihihi. Nah, bagaimana dengan kalian, teman-teman? How's your holiday? Apa kalian juga "hore" kaya si Tasya?

Aku iya.
Meskipun sebenarnya antara hari biasa dan hari libur hampir nggak ada bedanya, soalnya aku sudah lulus kuliah dan sekarang bekerja di rumah. Jadi libur nggak libur, sama-sama menghadap komputer dan "santai" tanpa deadline, hehehe. Tapi aku justru memanfaatkan moment libur orang-orang di sekitarku buat bikin masa liburan se "hore" liburannya Tasya :D


Orangtuaku dan Ray kerja 6 hari perminggu. Meski kantor ortuku bersatu dengan rumah, tapi kami baru benar-benar ketemu di waktu sore-malam aja. Sedangkan Ray, wah apalagi, dia baru pulang selepas magrib dan baru sampai rumah larut malam. Waktu berkualitas yang bisa kami punya cuma di hari minggu. Itu pun dimanfaatkan Ray untuk menemani aku terapi.
Waktuku dengan orang-orang tercinta benar-benar sangat sempit, makanya aku sibuk ngatur rencana gimana supaya liburan yang cuma 3 (24-26 Desember) hari ini jadi maksimal.



Tanggal 24 Desember.

Yeay! It's Christmas eve! Oya, hampir lupa, meski agak terlambat (tapi natal itu artinya sepanjang Desember, btw) aku ucapin selamat natal untuk teman-teman semua, ya. Semoga kasih Tuhan selalu menyertai kalian, amen.
Aku dan keluarga berkumpul dirumah sepupuku. Kenapa? Hehehe, sebenernya ini sekalian syukuran sepupuku dan istrinya yang baru menempati rumah baru. It was asuper fun day, soalnya aku juga jadi punya quality time sama nyokap! Kami makan es krim dan di perjalanan pulang kami mampir ke mini market untuk beli pop corn. Tahu dong buat apa? Yep, Christmas eve nggak lengkap tanpa film (hehe, jangan pada protes ya). Tapi movie marathon baru mulai jam 9 malam, sebelumnya kami grooming Eris supaya makin cantik. Hmm, sebenarnya sih yang mengerjakan dua mas-mas baik hati dari peternakan anjing. Tapi aku dan nyokap ikut bantuin jagain Eris, kok, hahahaha :)


Aku dan Ibu.


Eris lagi grooming.





Tanggal 25 Desember.

Ini hari spesial buatku. Soalnya selain keluarga, Ray juga bisa menemani karena sudah libur (wah, kantornya dia.. malam natal mana ada libur. Pulangnya juga tetep sama larutnya, sniff). Banyak hal seru yang aku kerjakan hari ini, tapi yang paling seru adalaaaaaaaaah (drum roll, please, lol): MOVIE MARATHON! Hihihihi... Kenapa? Soalnya akhirnya aku bisa memaksa Ray untuk nonton "Christmas Story". Ray memang nggak pernah menolak buat diajakin nonton, cuma aku nggak terlalu yakin dia mau nonton film lama yang gambarnya udah butek dan sound'nya getel di telinga. Tapi ternyata Ray suka. Dia tertawa sering sekali dan larut sama film'nya. Meski kesannya sepele, tapi ini film yang berarti banget buat keluargaku. Kalau keluarga lain mungkin memilih "Chistmas Carol" atau "Miracle on 34th Street" sebagai tradisi natal, tapi kami memilih film ini :D
Setelah itu aku dan Ray nonton film Jerman (lupa judulnya apa). Nice movie tentang anak perempuan yang ingin punya ayah di hari natal.

Kami nonton di rumah, di lantai atas ditemani pop corn, cookies dan soda. Sempurna :)


Cookies, mangkuk pop corn yang sudah kosong dan soda.



Tanggal 26 Desember.

Hari minggu artinya jadwal terapiku. Yup, nggak pernah ada kata libur buat terapi, hihihi. Agak sedih, tapi aku bersyukur karena masih bisa terapi. Aku tahu nggak semua gadis pengidap scoliosis bisa terapi rutin kaya aku sekarang :)
Seperti biasa Ray temenin aku sampai terapi selesai. Karena ini hari terakhir liburan (hiks), jadi kami putusin buat dinner di tempat yang nggak terlalu ramai. Tapi ternyata sulit banget cari tempat damai karena bertepatan dengan pertandingan bola! Dimana-mana ada acara nonton bareng, deh. Hahahaha, meski gagal tapi kami tetep bahagia meski harus makan di restoran fastfood yang banyak anak kecil berlarian dan teriak-teriak (bahkan ada yang nangis, lho sampai mirip di Posyandu, lol). Apalagi pulangnya Ray beliin aku buku. It's nice. Karena meskipun aku author (penulis) tapi tahun ini aku memang kurang baca buku, hihihihi...



Dress yang aku rancang khusus untuk liburan :D


Kami dan junk food, lol.



27 Desember.
Lho, lho? Liburannya sudah selesai, kan?
Ternyata belum :) Khusus hari ini Ray bisa pulang cepat. Jadi kami bisa ke mini market buat beli bahan makanan dan masak dinner sama-sama buat kami, bokap dan adik (nyokap lagi di RS nemenin Nenek). Wah, senangnya. Apalagi menu malam ini kesukaan aku: PASTA! :D
Rasanya bahagiaku berlipet-lipet deh bisa dikelilingin orang-orang yang aku sayangi selama liburan (plus satu hari) ini :)



Aksi kami di dapur, lol.



Jadi, bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan? Rasanya makna liburan harus ditambahi sedikit selain untuk "lari" dari rutinitas. Tapi liburan juga sama dengan memaksimalkan waktu dengan orang-orang yang aku cintai. I'M BLESSED! :)









--------------------------------------------------------------------------------------



Oya, nggak nyambung sama post di atas, aku mau kasih kabar nih, kalau blogku dapat award. Senangnya... Apalagi aku dapat 2 award "STYLISH BLOGGER", hihihihi...
Terima kasih buat Azhia (http://azhiaminibook.blogspot.com/) dan Amelia (http://ameliasaga.blogspot.com/) atas award yang kalian berikan :)





(Diedit 29/02/2024. Aku sudah gak Ray dan happily married dengan  Shane).