Indi's Friends

Rabu, 10 Agustus 2016

Review Jafra Mud Mask: Benarkah Bagus? :)

Meski Bapak berkulit gelap dan Ibu nggak putih-putih amat tapi gue justru terlahir dengan kulit putih. Di saat orang lain khawatir kulitnya menjadi gelap saat bermandi matahari, gue malah khawatir dengan munculnya bekas-bekas merah di kulit. Entah kenapa kulit gue susah menjadi gelap, padahal saudara-saudara gue yang lain nggak begitu. Nah, karena warna kulit inilah gue sering dikira nggak punya masalah kulit. Konon katanya putih = sehat. Padahal belum tentu, karena sehat itu bukan ditentukan dari warna. You could be white, black, brown, atau lainnya tapi masalah kulit itu tetap ada. Termasuk gue. Dan gue sudah sadar itu sejak kecil.


Gue itu alergian! Uh, bahkan sama makanan pokok yang khas Indonesia banget saja gue bisa alergi. Awalnya sih gue nggak percaya, tapi setelah cek di Lab ternyata gue alergi nasi, huhuhu. Kalau sudah kambuh kulit gue bisa gatal dan merah, ---menganggu sekali apalagi kalau lagi kangen nasi padang :p Begitu juga dengan bahan-bahan yang ada di kosmetik dan skin care, salah sedikit saja gue bisa alergi. Itulah mengapa gue jaraaaaang sekali memakai makeup. Pakai pelembab, bedak dan lip gloss sudah jadi yang paling maksimal deh kalau keluar rumah. Kalau ke kondangan juga gue sebisa mungkin kabur dari tukang riasnya daripada ambil resiko, hihihi. Tapi kalau soal skin care tentu saja jadi hal wajib. Gue harus mencari yang pas dengan kulit gue. Karena agar tetap sehat kulit harus dijaga, ---apalagi gue kan nggak pakai makeup jadi kalau ada jerawat satu saja pasti langsung terlihat.

Beberapa waktu yang lalu gue dapat kesempatan mengobrol dengan Pifin, owner dari Atmaja Corner. Gue cerita tentang kondisi kulit gue yang super sensitif dan cenderung kusam. Dia lalu menyarankan gue untuk memakai Jafra Mud Mask. Katanya sih ini masker lumpur yang ampuh mengangkat minyak berlebih. Waduh, nempelin lumpur di wajah gimana tuh rasanya? :O Hehehe. Tapi setelah diberitahu kalau Jafra ini no animal testing, no mercury dan no hyroquinon alias aman, gue jadi tertarik coba. Apalagi gue memang sedang sedikit-sedikit membuang skin care yang belum ada label "cruelty free" nya. Kan rasanya konyol saja, soalnya gue pesco vegetarian, hihihi. 


Waktu maskernya gue terima rupanya ukurannya cukup besar, ---250g, dengan desain kemasan yang super simple tapi cantik. Di sana tertulis "JAFRA spa" yang membuat gue penasaran, jangan-jangan maskernya bersensasi spa, nih. Nggak menunggu lama gue langsung mencobanya sembari mandi. Karena menurut aturannya masker harus dibiarkan 15-20 menit jadi sekalian saja gue sambil berendam. Dan ternyata... wah, benar-benar terasa seperti sedang spa! Aroma maskernya bikin gue relax, sama sekali nggak tajam dan chemically. Waktu menunggu pun jadi nggak terasa karena maskerannya bikin betah, hihihi. Waktu dibilas pun rasanya tetap relax karena sisa-sisa maskernya sangat mudah larut dengan air. Gue sampai mengaca berkali-kali untuk make sure kalau di wajah gue sudah nggak ada sisanya :p


Yang terpenting adalah kulit yang sehat. Karena semua warna itu cantik :)

Sampai hari ini gue sudah 2 kali memakai Jafra Mud Mask dan sejauh ini sangat cocok. Nggak ada reaksi alergi yang timbul dan kulit gue terasa halus. Gue punya luka parut di pelipis dan sekarang semakin memudar. Rencananya sih kalau sedang agak santai gue mau day spa lagi dengan masker ini. Tapi gue akan pakaikan juga di lengan dan bagian tubuh yang lain karena rupanya Jafra Mud Mask bisa dipakai di seluruh tubuh. Boleh dong gue memanjakan tubuh sesekali karena masker ini cukup dipakai 1 atau 2 kali saja seminggu ;)

Kalau teman-teman punya kulit sensitif dan kusam juga seperti gue, Jafra Mud Mask boleh banget dicoba. Dengan rutin dipakai bisa membebaskan pori-pori tersumbat, minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, lho. Mau konsultasi sekaligus tanya-tanya dulu tentang produk Jafra yang cocok dengan kulit kalian dulu juga boleh. Hubungi saja Pifin di akun instagram @pifins_. Orangnya ramah, kok. Gue saja tanya-tanya selalu dibalas dan fast respond, hihihi. Gimana, tertarik juga untuk mencoba? Atau malah sudah ada yang pernah pakai? Share dong pengalamannya di kolom komentar ;)

Kontak Atmaja Corner:
~ Instagram: @atmajacorner
~ SMS/whatsapp: 085200555046 
~ BBM: 5D9BA771

yang pengen maskeran terus,

Indi

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Kamis, 04 Agustus 2016

Cerita Launching "Indi Sugar's Sweets" di Bazaar Pesona Ramadhan :)


O my God... O my God... darimana saja gue? *pura-pura amnesia, hehehe* Tahu-tahu saja sudah masuk bulan Agustus sekarang. Selamat memasuki bulan baru ya, teman-teman. Semoga bulan ini lebih baik dari sebelumnya. Amen... :)
Hmm, sebenarnya gue nggak kemana-mana, sih. Tapi gue punya penyakit "anak kecil", ---terlalu excited mau cerita banyak hal yang dialami tapi malah bingung mau yang mana dulu. Persis kaya anak kecil disuruh milih mainan baru, hihihi. Untuk menulis yang sekarang saja gue sampai tutup semua tab di komputer, mencoba nggak melihat foto-foto pengalaman gue sebulan ke belakang karena bisa-bisa ganti tema di tengah tulisan :p Tulisan itu memang lebih tricky daripada foto, sih. Kalau foto bisa langsung upload sesegera mungkin karena paling keren gue cuma crop sama resize saja, sedangkan tulisan prosesnya lebih panjang, ---terkadang harus membangun mood. Tapi repotnya kalau kaya gue, mood baru mulai on, eh sudah pengen cerita hal lain. Ah, sudah cukup dengan blabbingnya, sekarang gue mau mulai cerita :D

Seperti yang pernah diceritakan di sini, 2 bulan lalu gue meluncurkan sebuah label sweets alias camilan yang bernama "Indi Sugar's Sweets". Sebenarnya ini nggak pure ide gue, tapi atas dukungan orangtua juga, khususnya Ibu. Kebetulan beliau dan dua orang temannya (---yang sudah gue anggap sebagai tante) juga mempunyai usaha kue kering yang bernama Mawarsari, jadi produk mereka bisa meramaikan booth gue ketika launching. Sengaja gue mengambil waktu di bulan Juni karena sudah dekat dengan Lebaran, biasanya banyak yang mencari camilan untuk jamuan silaturahmi. Ya, sambil menyelam minum air lah ceritanya. Gue mau belajar jadi pengusaha, dan kalau ada untungnya bisa buat bekal liburan, hehehe. Bapak bilang sih jangan jadi beban. Yang penting gue fun dan untuk menambah pengalaman. Makanya waktu ditawari untuk ikut bazar, gue langsung setuju. Sepertinya itu tempat yang tepat untuk launching "Indi's Sugar's Sweets".

Bazar yang gue dan Ibu ikuti, ---eh plus Bapak karena beliau ikut mengantar--- diadakan di Gedung Direktorat Pajak Jakarta Selatan dari tanggal 16-17 Juni 2016. Namanya "Semarak Bazaar Ramadhan" dan meskipun diadakan di lantai 2 tapi bazar ini terbuka untuk umum. Kami pergi dari Bandung waktu matahari belum terbit, kira-kira pukul 4 subuh karena loading barang hanya boleh dilakukan sampai sebelum pukul 9 pagi (buseeeeet). Gue sempat agak pengen menangis, soalnya belum tidur semalaman dan kondisi juga sedang nggak fit. Gue baru saja dapat "surat cinta" dari dokter, katanya gue kena hernia dan kista, jadi buat duduk di mobil berjam-jam rasanya.... (coba tebak, lol). Let alone soal scoliosis lah yang sudah pasti menambah kemeriahan suasana. Tapi mau gimana lagi, rencana ini sudah ada sebelum gue sakit dan semangat gue juga sebenarnya lagi oke-oke nya. Untuk menyiasati agar gue nggak terlalu menderita (lol), cushion kesayangan pun sengaja ikut diboyong dan menemani sepanjang perjalanan. Thank God kami tiba tepat waktu dan bisa mendekor booth dulu sebelum pengunjung mulai berdatangan.



Karena sekalian launching, ---yang artinya pengunjung sama sekali belum tahu belum tahu tentang produk gue, jadi kami berusaha supaya booth terlihat se-catchy mungkin. Sejak 1 minggu sebelumnya gue dan Ibu memikirkan tentang temanya. Akhirnya kami putuskan untuk memakai nuansa pink dan girly supaya cukup memakai benda-benda yang sudah gue punya. Untuk logonya pun gue yang desain, lho. Biar hemat yang penting meriah, hehehe. Oh iya, sebenarnya kami juga sudah mencetak backdrop, lho. Tapi rupanya posisi booth kami pas di depan jendela, jadi nggak boleh ditempel apa-apa :( Untung saja banner kami warnanya cukup terang, jadi masih terlihat stand out diantara keramaian :p


Agak nervous karena ini adalah my very first bazaar. Waktu sudah menunjukan pukul 10 tapi suasananya masih sepi, hanya ada beberapa orang kantor saja yang berlalu-lalang. Bisa dimengerti sih karena selain di hari kerja, posisi kami yang di lantai 2 pun membuat pengunjung agak sulit untuk mencapainya. Eh, jangankan pengunjung sih, kami saja harus diantar security ke lokasi karena kurangnya petunjuk, hihihi. Syukurlah satu jam kemudian pengunjung mulai ramai, ---meski sebagian besar hanya melihat-lihat saja. Gue dan Ibu juga masih bingung dengan cara memperkenalkan produk kami karena masih malu-malu :p Akhirnya gue memberanikan diri untuk melangkah keluar dari booth dan mulai berseru, "Silakan mampir. Kami punya coklat, kue kering, permen. Mbak, Bu, Kakak, Pak..." Rupanya cara itu berhasil! Pengunjung mulai melirik booth kami dan kami pun mendapat pembeli pertama! Hore! :D


Jam-jam berikutnya terasa lebih mengalir dan cepat. Booth kami hampir selalu ada pembeli dan akhirnya jajaran toples "Indi Sugar's Sweets" yang dipajang di rak pun harus gue isi ulang. "Sedikit-sedikit tapi pasti," begitu kata Ibu waktu melihat sisa dagangan kami. Rasa sakit gue pun jadi nggak terlalu terasa karena sibuk melayani dan beramah-tamah dengan pengunjung. Dan tahu apa best part nya? Kalau ada waktu luang gue bisa berkeliling dan mencicipi makanan yang dijual di sana. Favorit gue adalah booth masakan Bali yang letaknya ada di sebrang sebelah kanan booth gue. Ya, ampun gue sampai nambah 2 kali saking enaknya :p Lucunya abang yang menjaga booth gantian berkunjung dan membeli 1 toples bola-bola cokelat gue, hehehe, ya ampuuuun :D



Semakin sore kejutan pun berdatangan. Yang pertama kami dikunjungi oleh keluarga "lama" nya Eris, anjing kami. Mungkin masih ada yang ingat kalau 6 tahun yang lalu Eris diberikan oleh seorang Ibu baik hati untuk mengobati hati gue setelah ditinggal Veggie, anjing gue yang mati karena epilepsi. Nah, beliau datang bersama anaknya ke booth gue. Surprise sekali, selain memborong sweets dan kue kering, mereka juga membawa kado untuk Eris yang berulang tahun di bulan Mei lalu. Ya, ampun kalau nggak malu rasanya gue mau menangis :'D Dan kejutan kedua adalah gue kedatangan beberapa pembaca gue. Katanya mereka tahu tentang bazar ini dari instagram dan memutuskan untuk datang. Waaa, jadi terharu, rasanya kaya meet and greet dadakan, hihihi.


Bazar selesai pukul 3 sore. Karena lokasinya di dalam kantor jadi cukup menguntungkan, kami nggak harus membawa barang-barang lagi karena ada security 24 jam. Dan itu sangat membantu karena tanpa beres-beres pun tenaga gue sudah terkuras, hehehe. Sebisa mungkin gue berusaha agar "nggak semakin sakit" karena bazar masih 1 hari lagi. Supaya nggak "cape di jalan" kami putuskan untuk nggak pulang ke Bandung, tapi menginap di villa keluarga di Purwakarta. Rasanya lucu juga, menginap di villa tapi hampir nggak menikmati apa-apa. Hanya numpang mandi air hangat, exercise ringan dan tahu-tahu ketiduran. Paginya sudah wuzzz lagi ke Jakarta. Hihihi, nggak apa deh, buat pengalaman :D

Hari kedua rupanya benar-benar puncaknya. Jumlah pengunjung jauuuuh lebih banyak dari hari sebelumnya dan lebih antusias! Sampai-sampai gue susah pegang kamera untuk mengabadikan moment. Agak sayang juga, sih, tapi yang penting tetap terekam dalam hati (---apaan coba? Lol). Rupanya ada beberapa pembeli kemarin yang mengajak teman-temannya untuk mampir :) Kue-kue Ibu laris manis, produk Manies dan camilan Bandung yang juga ikut meramaikan jauh lebih laris dibanding hari sebelumnya. Begitu juga dengan produk "Indi Sugar's Sweets" yang kalaupun ada yang nggak jadi beli tapi tetap diambil fotonya karena packagingnya imut, hehehe *boleh dong bangga?*






Gue, Ibu dan Bapak sudah super lelah ketika bazar berakhir, tapi kami juga super senang. Pengalaman launching sekaligus bazar pertama ini sangat berharga untuk kami. Secara kasar Bapak menghitung kalau produk "Indi Sugar's Sweets" laku 70% yang artinya lebih baik dari yang diperkirakan (---dan sisanya terjual hanya beberapa hari setelah bazar). Mungkin setelah ini gue akan ikut bazar lagi, ---mungkin jika mendekati hari Natal atau tahun baru nanti ;) Gue nggak bohong, bekerja ditemani scoliosis, hernia dan kista memang nggak mudah. Kadang gue bahkan nggak bisa bedakan sakit yang sedang gue alami itu sumbernya dari mana, lol :p Tapi gue berhasil melewatinya, gue belajar, gue dapat pengalaman dan teman baru. It's awesome. Gue jadi nggak sabar untuk mencoba hal-hal baru lagi. Karena buat gue nggak ada istilah "mumpung masih muda" atau "mumpung masih sehat". Usia berapapun nggak ada kata terlambat untuk belajar. Dan (gue harap) dalam keadaan sakit atau sehat, semangat gue nggak akan berubah :) Amen!



yang kemarin nyanyi, nulis buku, eh sekarang jualan kue, lol,

Indi

Btw, karena di post sebelumnya banyak yang bilang nggak tahu gue tampil di NET TV (karena gue kasih kabar mendadak, ---sorry, gue juga baru tahu, hehehe). Nih, gue kasih link untuk nonton in case ada yang penasaran, hihihi. Klik di sini.

______________________________________________________


Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: 081322339469

Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O