Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Sabtu, 28 September 2013

Quality Time with Ibu dan Bapak :)

What I wore? Headband: my DIY | Dress: Toko Kecil Indi | Ring: TSM/BIP? | Sling bag: Columbus | Shoes: GOSH

Hai, hai, haiiii, bloggies apa kabar? Setelah meet and greet "Indi goes to Depok" tanggal 15 September lalu ternyata tenaga gue cukup terkuras. Gue kena flu dan sampai sekarang masih belum sembuh, metabolisme tubuh juga sedikit kacau. Syukurlah setelah periksa ke dokter ternyata gue hanya perlu istirahat dan menghindari stress. Semoga teman-teman semua sehat-sehat, ya. Please perhatikan alarm tubuh, jangan cuek lalu tahu-tahu sakit, hehehe. 
Satu minggu setelah meet and greet berlalu gue menerima kejutan dari Ibu dan Bapak. Sebenarnya sih, gue tahu bahwa mereka nggak bermaksud menjadikan ini kejutan. Tapi tiba-tiba saja hari biasa berubah menjadi waktu berkualitas yang menyenangkan bagi kami bertiga! :)

Satu hari sebelum hari penuh kejutan itu Ibu mengajak gue untuk pergi ke mall. Beliau minta ditemani untuk melihat-lihat model pakaian terbaru, untuk inspirasinya mendesain pakaian. Gue yang saat itu belum mandi dan sedang asyik snuggling di sofa langsung menolak dan menyarankan untuk pergi keesokan harinya saja. Tapi Ibu berkata bahwa besok sudah waktunya berbelanja bahan-bahan untuk butiknya, sudah nggak ada waktu untuk ke mall. Sebenarnya gue merasa nggak enak karena nggak bisa menemani Ibu. Tapi perasaan malas berpadu dengan piyama yang nyaman memang susah dikalahkan, hehehe.

Ready to go :)
Bapak dan Ibu :)

Keesokan harinya, tiba-tiba saja Ibu kembali mengajak gue ke mall. Gue sedikit bingung karena seharusnya ini waktunya Ibu dan Bapak belanja ke bahan-bahan keperluan butik. Tapi melihat Ibu dan Bapak sudah siap dengan pakaian rapi, gue langsung mandi dan sengaja memilih baju yang senada dengan warna baju Ibu. 
Di perjalanan Ibu bercerita bahwa kami akan ke Istana Plaza, rencana belanja bahan-bahan diubah menjadi hari berikutnya. Katanya, sudah lama kami nggak berjalan-jalan bertiga saja seperti waktu gue kecil dulu. Apalagi kebetulan Puja, adik gue sedang asyik pergi bersama teman-temannya, hehehe.

Setibanya di mall gue sama sekali nggak punya rencana, gue hanya membawa sedikit uang dan memutuskan untuk menemani Ibu dan Bapak berkeliling saja. Meski gue dekat sekali dengan mereka, tapi gue selalu segan untuk meminta sesuatu. Pasalnya gue bukan lagi anak-anak dan sudah terbiasa memenuhi segala kebutuhan sendiri sejak lulus kuliah. Meski belum bisa memberi hal-hal besar, tapi gue selalu usahakan untuk menutup biaya internet dan koran di rumah :) Menemani Ibu berbelanja saja sudah menjadi hal yang menyenangkan, kok. Mungkin karena sama-sama perempuan gue jadi bisa memberi masukan sepatu, tas atau baju mana yang cocok untuk beliau. Gue mengikuti Ibu setiap kali beliau memasuki sebuah konter fashion. Sedangkan Bapak, tentu saja menunggu dengan sabar sambil sesekali memberikan komentar, hehehe.

Gue sangat menikmati sekali waktu kami bertiga. Berjalan-jalan dengan sahabat dan pasangan memang menyenangkan, tapi berjalan-jalan dengan orang tua itu MEGA MENYENANGKAN, hehehe. Gue menemani Ibu di fitting room, memilih-milih baju mana yang paling cocok. Bahkan kadang Bapak juga ikut masuk daripada bosan menunggu di luar, hehehe. Setelah dapat sepatu dan tas yang cocok ternyata Ibu masih belum selesai berbelanja, beliau mengajak kami masuk ke sebuah konter lagi. Tapi kali ini berbeda, kami bukan masuk ke konter fashion dewasa.

Kami masuk ke sebuah konter fashion remaja. Ibu dan Bapak langsung memilih-milih baju di sana. Ternyata... itu untuk gue! Gue senang bukan main dan langsung menyetujui semua item yang mereka pilih, hehehe. Oya, meski gue bukan lagi remaja, tapi untuk membeli pakaian dan aksesoris pasti ke konter remaja karena ukuran dan pilihan warnanya lebih sesuai dengan tubuh gue. Ibu dan Bapak memilihkan gue dua buah atasan dan sebuah rok berwarna merah. Gue sampai nggak bisa berhenti tersenyum saking senangnya :)

Setelah itu ternyata masih ada kejutan lain. Gue melihat sebuah dress merah dipajang di display konter fashion lainnya. Dress nya bagus sekali, gue menginginkannya tapi uang yang gue bawa nggak mencukupi. Naluri seorang ibu memang kuat sekali termasuk dalam hal shopping, hehehe. Beliau mengajak gue masuk dan meminta gue mencoba dress itu. Ternyata pas sekali di tubuh gue. Makin besarlah keinginan gue memiliki dress itu. Apalagi Ibu meminta gue menunjukkannya kepada Bapak. Beliau langsung berkomentar bahwa dress itu cocok sekali gue pakai. Dan di sini lah kejutannya, mereka memutuskan untuk membelikan dress itu untuk gue! Wah, gue terharu sekali, siapa sangka gue dibelikan sebanyak ini padahal sudah bukan anak-anak lagi. Ada perasaan nggak enak sebenarnya, karena seharusnya sekarang giliran gue yang memberikan banyak hal pada mereka, bukan sebaliknya.

Lol, fitting room :p
Sambil menunggu Ibu :D

Ibu dan Bapak sepertinya mengerti perasaan gue, karena setelah belanja mereka mengajak gue dinner di Hoka-Hoka Bento dan menjelaskan semuanya. Mereka berkata bahwa gue jarang sekali meminta sesuatu, bahkan saat masih kecil, jadi mereka ingin memberikan gue sesuatu sesekali. Bapak bilang meskipun gue sudah besar tetap saja gue putri kecil mereka dan orang tua akan senang sekali jika bisa memberikan sesuatu untuk gue. Gue tersenyum mengerti dan perasaan senang gue terlalu besar untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Di tengah-tengah dinner gue kehabisan udang. Sebenarnya gue dapat paket dinner lengkap, tapi karena gue pesco-vegetarian jadi nggak bisa makan seluruhnya. Gue memutuskan untuk membeli udang tambahan dan sudah siap berdiri. Tapi Ibu meminta gue duduk kembali dan membiarkan Bapak yang membelikannya untuk gue. Hal kecil, tapi gue benar-benar terharu. Waktu kecil hal seperti ini mungkin dianggap biasa, tapi setelah gue besar hal-hal seperti ini terasa begitu menyentuh. Mungkin teman-teman bloggie yang masih kecil belum merasakan apa yang gue rasakan. Tapi percaya, deh suatu hari ini akan terjadi jadi jangan pernah lupakan hal-hal kecil yang pernah orang tua berikan :)

With my beautiful mom :)
Our simple dinner :)
"Kesibukan" Ibu ketika sampai rumah, hihihi :)
Sweet treats from Ibu dan Bapak :)

Karena acara jalan-jalan dadakan ini gue mengerti, bahwa sampai kapanpun posisi gue tetap sebagai anak. Nggak peduli seberapa besar, seberapa dewasa pun gue tumbuh, gue tetap menjadi seorang anak. Begitu juga mereka, Ibu dan Bapak tetap akan menjadi orang tua dan mereka akan bahagia jika bisa membahagiakan gue kapanpun itu, saat gue masih kecil, sekarang ataupun nanti. Meski awalnya canggung tapi gue sangat senang dengan bagaimana Ibu dan Bapak perlakukan gue. Sepertinya dengan memberikan sesuatu pada putrinya membuat Ibu dan Bapak tetap merasa jadi orang tua sesungguhnya. Merasa nggak 'ditinggalkan' , selalu dibutuhkan oleh putri kecilnya. Gue tahu suatu hari akan tinggal terpisah dengan mereka, mungkin nggak setiap hari bisa pulang ke rumah. Tapi gue tahu satu bahwa membuat mereka bahagia bukan hanya dengan memberikan mereka hal, tapi selalu membuat mereka merasa dibutuhkan. I love you, Ibu. I love you, Bapak. Always :)


blessed daughter,

Indi

________________________________________________
Twitter: here | Facebook: here | contact person: 081322339469

Kamis, 19 September 2013

Indi goes to Depok: Meet and Greet yang Menyenangkan! :)


Meet and Greet Indi goes to Depok, dengan Ray sebagai MC :)


Setelah kebingungan memilih antara kota Depok dan Jakarta, akhirnya pada tanggal 15 September lalu diadakan meet and greet dengan tema "Indi goes to Depok". Yup, dengan berat hati gue memilih Depok lebih dulu. Padahal andai saja punya kekuatan super, gue akan kunjungi 2 kota tersebut sekaligus, hahaha. Pasalnya dari hasil voting kecil-kecilan di twitter dan facebook, Depok dan Jakarta mendapat hasil suara yang hampir sama. Kedua kota tersebut juga belum pernah gue kunjungi untuk meet and greet, banyak teman-teman di sana yang protes karena gue mengunjungi Jogja lebih dulu padahal Bandung, kota tempat gue tinggal jauh lebih dekat dengan Depok atau Jakarta. Meski Depok dan Jakarta sama-sama kuat, tapi gue menemukan sedikit alasan (lol, sedikit, saking bingungnya) kenapa Depok yang terpilih: Gala premiere film Mika bulan Januari lalu diadakan di Jakarta, dan gue sempat bertemu dengan beberapa teman pembaca di sana meski bukan secara khusus. Jadi, ya, Depok gue anggap pilihan yang paling tepat :)


Desain banner ini dibuat oleh salah satu teman pembaca, lho. Namanya Santica :)


Gue berangkat ke Depok bersama Bapak dan Ray. Ray kembali menjadi MC di meet and greet gue yang ke lima ini setelah sebelumnya pernah menjadi MC juga di meet and greet yang ke dua dan empat. Gue sangat bersemangat meski sedikit nervous karena cuaca kurang bersahabat. Sepanjang siang awan terlihat gelap dan akhirnya hujan turun waktu acara dimulai sekitar jam 2 siang. Syukurlah sudah cukup banyak teman pembaca yang tiba di TM Bookstore Depok Townsquare, bangku-bangku kebanyakan sudah terisi dan ada beberapa yang berdiri sambil menonton dari kejuahan. Mungkin masih malu-malu :) Acara dimulai dengan menyapa teman-teman yang hadir. Gue senang luar biasa karena semuanya tampak ceria dan ramah meskipun ini adalah pertama kalinya kami bertatap muka. Suasana TM Bookstore yang hangat juga membuat gue semakin nyaman. Dekor serba pink dan girly benar-benar sesuai dengan impian gue :D




Gue bercerita tentang novel-novel gue, terutama tentang proses pembuatan dan cerita di baliknya. Misalnya tentang novel "Waktu Aku sama Mika" yang tadinya hanya berupa puisi lalu penerbit memberi ide untuk menjadikannya novel, juga tentang novel "Karena Cinta itu Sempurna" yang sebenarnya prekuel tapi sering dikira sekual karena terbit belakangan. Gue juga menceritakan tentang tujuan dari novel "Guruku Berbulu dan Berekor" yang bukan sekedar untuk mengejar keuntungan. Novel yang gue tulis dengan bantuan 34 relawan ini dibuat untuk membantu hewan-hewan terlantar atau yang tinggal di penampungan, karena royaltinya akan langsung disumbangkan pada mereka. Gue sendiri mempunyai beberapa hewan peliharaan dan mereka lebih dari sekedar hewan, tapi juga sahabat dan bahkan bisa menjadi guru :) Melalui novel ini gue ingin teman-teman pembaca yang meski nggak mempunyai hewan peliharaan bisa merasakan apa yang gue sampaikan, dan bahwa menghargai mereka bukan berarti harus memilikinya tapi bisa juga dengan membantu kesejahteraan hdup mereka. Gue surprise sekali waktu tahu bahwa banyak diantara teman-teman yang hadir sudah membaca novel ini. Gue langsung mengucapkan terima kasih karena berkat mereka royalti buku ini sudah sampai kepada salah satu penampungan anjing di Jakarta :D

Semakin lama teman-teman pembaca semakin banyak yang berdatangan. Dari twitter gue tahu bahwa ada juga teman-teman yang batal hadir karena terjebak hujan dan macet. Tapi itu nggak mengurangi semangat gue dan Ray karena meski terlambat datang mereka terlihat sangat antusias. Serius, melihat mereka tersenyum membuat gue nggak bisa berhenti nyegir. Apalgi ketika tahu bahwa yang hadir nggak hanya yang dari Depok, tapi jauh-jauh dari Jakarta! :D Tadinya Ray berinisiatif untuk langsung memulai sesi tanya jawab, tapi ternyata teman-teman masih pada malu-malu, hehehe. Semuanya malah saling pandang sambil senyum-senyum. Ya, sudah sambil menunggu teman-teman "panas" gue bercerita dulu tentang film Mika. Gue menceritakan tentang proses bagaimana gue ditawari untuk memfilmkan novel "Waktu Aku sama Mika", pemilihan cast dan apa saja yang sudah dicapai dari film tersebut. Ternyata diantara yang hadir juga ada "Vino G. Bastian friends", lho, aktor yang memerankan Mika. Pantas saja wajah teman-teman semakin exited, hehehe.

Benar saja setelah cerita tentang film Mika teman-teman langsung berebutan untuk memberikan pertanyaan. Dari novel ke satu sampai ke tiga, bahkan film semuanya kebagian pertanyaan. Gue menjawabnya dengan perasaan senang karena pertanyaan yang diajukan semuanya menarik dan sopan :) Saking semangatnya banyak diantara teman-teman yang mengajukan 3 pertanyaan sekaligus, lho, bahkan nggak segan-segan meledek Ray, hehehe. Kurang seru rasanya kalau sesi tanya jawab hanya 1 arah, jadi gantian gue yang memberikan pertanyaan. Baik yang bertanya ataupun menjawab sama-sama dapat hadiah novel-novel karya gue dari Homerian Pustaka. Ternyata yang ikutan bukan hanya yang sudah mengenal karya-karya gue lho, tapi ada juga teman-teman baru yang kebetulan sedang berkunjung ke TM Bookstore. Ah, senang sekali!




Meski hadiah bukunya sudah habis tapi semua yang hadir pasti kebagian hadiah karena masih ada jarcake yummy dari The Dream's Cake dan goodie bag imut dari Gerai Bandung Online. Hadiah-hadiah ini dibagikan saat sesi book signing dan foto bersama. Wah, seperti biasa 2 sesi ini pasti jadi yang paling heboh karena buku yang ditandatangi untuk satu orang bisa jadi banyak karena bawa titipan teman, hehehe. Dan untuk foto ada saja yang minta berkali-kali :) 


Jar cake super enak dari The Dream's Cake :)
Goodie bag imut dari Gerai Bandung Online :) Lihat deh pin nya, hihihi....


Setiap meet and greet selalu memberikan kesan yang berbeda. Meskipun ini adalah yang ke lima kali tapi kebahagiaan bertemu dengan teman-teman pembaca selalu gue tunggu-tunggu. Gue bangga memiliki teman-teman yang sangat suportif dan nggak sengan menyapa gue layaknya seorang teman, juga mengutarakan apa yang mereka rasakan ketika menikmati karya-karya gue. Dengan mereka gue semakin bertumbuh dan kuat karena dengan berbagi pengalaman dan membaca "balasannya" dari mereka membuat gue merasa nggak pernah sendirian :)

Gue juga mendapat kejutan manis di meet and greet kali ini dengan kedatangan teman-teman lama. Ada Grace, seseorang yang mewawancara gue untuk artikel GoGirl di tahun 2007 lalu. Senang sekali bertemu dengannya karena kami selalu keep in touch lewat telepon meski setelah 6 tahun nggak bertemu. Juga ada Herman, seseorang yang pernah menjadikan gue narasumber di majalah tempat ia bekerja. Sekarang ia bekerja di beritasatu.com dan kembali menjadikan gue narasumbernya. Juga yang paling nggak terduga keluarga Sound Rhythm ikut hadir di meet and greet yang indah ini. Mereka adalah orang-orang yang membawa gue bertemu dengan pahwalan masa kecil gue, Aerosmith dan membuat gue percaya untuk nggak berhenti bermimpi :)


Senang ketemu Rio lagi. Eh, dia bisa tebak apa project gue selanjutnya, lho, hihihi :)
Bertemu Grace! Senang sekali :D
Interview dengan Herman dari Beritasatu.com :) Baca di sini.
Interview dengan Wanita Indonesia :)


Sungguh hari yang begitu mengesankan. Bandung, Jojga dan sekarang Depok sama-sama memberi kehangatan yang luar biasa. I'm blessed, I'm totally blessed. Gue nggak pernah menyangka akan mempunyai teman sebanyak ini. Gue bahkan nggak pulang dengan tangan kosong karena ada dua orang teman pembaca, Dilla dan Resti yang memberikan gue boneka-boneka Hello Kitty. Gue terharu karena mereka begitu perhatian sehingga tahu tokoh kartun kesukaan gue :)
Gue nggak sabar untuk meet and greet berikutnya. Dimanapun itu gue pasti akan bahagia untuk menemui teman-teman gue yang luar biasa :)



blessed girl,

Indi

Special thanks to: Homerian Pustaka, Solusi Distribusi, TM Bookstore Depok Townsquare, The Dream's Cake, Gerai Bandung Online dan teman-teman yang telah membantu terwujudnya acara ini :)




***

Facebook: here | Twitter: here | Contact person: 081322339464

Mohon bantuan teman-teman untuk support Eris, my dog yang menolak animal testing untuk kosmetik. Caranya klik http://bit.ly/18Lw638, like pagenya dan klik "pilih". Support kalian sangat berarti. Terima kasih :)