Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Minggu, 27 Mei 2012

Satu Kemenangan, Empat Kebahagiaan :)

Thanks Syifa and Famysa Collections :)

What I wore: Headband: BIP | Batik Blouse: Famysa | Shoes:Michelle CLA


Wah, sudah mau bertemu senin lagi, ya? Padahal rasanya baru saja kemarin gue bilang "selamat weekend", hehehe. So, how's your week, bloggies? Semoga semuanya baik-baik saja, ya :) Gue sendiri agak sibuk di minggu ini, hari sabtu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat malah harus gue pakai untuk bekerja dan mengerjakan tugas. Sebenarnya bukan mau gue, tapi ternyata hampir semua pekerjaan yang ter-pending baru muncul sekarang dengan waktu yang hampir bersamaan. Termasuk jadi "stunt double"-nya Om gue untuk menjadi jurnalis di situs news, hehehe. Untung saja ada hari minggu, jadi gue bisa refresh dan recharge tenaga gue untuk menghadapi hari senin :)




Nah, mumpung ada kesempatan berlama-lama di depan komputer, gue mau bercerita tentang kebahagiaan yang gue alami baru-baru ini :)
Tanggal 8 Mei lalu gue menerima pesan dari Syifa di kotak komentar blog. Katanya gue menang kontes "Eksis dengan Batik" yang diselenggarakannya. Gue pikir ini adalah pesan salah alamat, karena gue sudah yakin nggak punya harapan untuk menang. Pasalnya foto yang gue ikut sertakan kalah vote di Facebook, hehehe. Tapi karena penasaran, gue tetap buka blog-nya Syifa dan mencari nama gue di daftar pemenang. Dan ternyata.... Ya, ampun! Nama gue ada di pemenang foto terbaik 1! Gue senang sekali, karena gue ikut kontes ini awalnya untuk sekedar have fun saja, dan sekarang senangnya bertambah karena gue menang. Apalagi hadiahnya batik sarimbit (pasangan) dari Famysa Collections. Wah, harus segera kabari Bapak, karena beliaulah fotografernya :)

Bapak senang sekali, beliau terus memandangi hasil karyanya yang menjadi pemenang. Ini adalah pertama kalinya karya beliau diikutkan kontes, makanya kemenangan ini begitu berarti untuknya. Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu bahwa hampir semua foto di blog ini Bapak yang ambil. Sejak gue kecil sampai sebesar ini, beliau memang senang sekali bereksperimen dengan angle-angle kamera meskipun bukan fotografer profesional.
Lucunya, Bapak bilang kalau dapat hadiah, hadiahnya harus untuk beliau. Karena fotografer lah yang membuat foto menjadi bagus, bukan modelnya, hehehe. Egois sekali ya, Bapak :p Langsung saja gue beritahu bahwa hadiahnya ada dua, jadi bisa dipakai bersama-sama. Bapak senang sekali mendengarnya dan nggak sabar menerima hadiahnya. Kontes ini ternyata membuat hati 2 orang menjadi sangat senang. Yang pertama adalah gue, lalu Bapak :)







Melihat kami senang, Puja (my brother) malah sibuk meledek. Katanya, ia sih sudah sering menjadi juara dan dapat hadiah, jadi kemenangan kami terasa biasa-biasa saja baginya. "Cool saja, kali", begitu katanya. Tapi gue biarkan saja, karena gue tahu ia sebenarnya ingin mendapat hadiah juga, hehehe...

Dan kontes ini sepertinya ingin menyenangkan lebih banyak hati lagi. Tanggal 9 Mei ada pesan lagi dari Syifa, ia menawarkan (kerjasama) sponsorship dengan produk batik bola yang masih dari Famysa. Sebentar gue berpikir siapa yang cocok jadi modelnya karena nggak mungkin gue sendiri yang pakai, hehehe. Lalu teringatlah gue pada Puja. Ia pasti jadi model yang tepat ;)



Waktu paket dari Syifa datang gue dan Bapak semangat sekali. Kami langsung merobek pembungkusnya dan melihat isinya. Bapak bahkan langsung mencoba kemeja batiknya! Hehehe. Bagus sekali, pas di badan Bapak dan rapi karena terbuat kain silk. Lalu gue pun nggak mau kalah dan mencoba batik pasangannya. Tapi, yah....... ternyata batiknya kebesaran :( Sangat kebesaran malah sampai-sampai gue bisa memakainya tanpa celana. Gue bercermin selama beberapa menit, mencoba beberapa rok dan celana untuk padanan batik ini. Tapi ternyata yang tercocok adalah nggak memakainya sama sekali, selain stocking putih yang biasa gue pakai sehari-hari. Wah, ternyata malah mirip dress! Manis sekali :)

 






 

 

Gue lalu memberikan batik bola-nya pada Puja. Ia langsung menolak, katanya batik itu hanya untuk orang tua dan hanya cocok dipakai ke undangan. Gue bilang ya, sudah, nanti batiknya untuk Ray saja. Tapi ternyata Puja diam-diam membuka bungkus batiknya ketika sudah gue bereskan. Dengan malu-malu ia menghampiri gue dan bilang, "Ih, Kakak kok nggak bilang kalau ini batik bola? Kalau batik bola, sih, adik mau". Hahaha, dasar! Dan kontes ini pun membuat hati yang senang bertambah menjadi tiga. Gue, Bapak, lalu Puja :)

Dan pada tanggal 20 Mei datanglah bkesempatan untuk memakai batik-batik baru kami secara bersamaan. Bapak pergi ke undangan bersama Ibu dengan memakai batiknya. Sedangkan gue yang hanya diam di rumah memutuskan untuk mandi dan ikut-ikutan pakai batik, hehehe. Lalu disusul oleh Puja yang mau nge-date dengan memakai batik! Langsung saja kami manfaatkan kesempatan ini untuk berfoto. Apalagi di rumah sedang ada Iie (tante) dan Gina, putrinya. Jadi bisa meminta bantuan mereka untuk mengambil foto kami.

Bapak dengan berat hati harus meninggalkan 'profesi' fotografer-nya sejenak dan beralih menjadi model, hehehe. We had so much fun, kami nggak bisa berhenti tertawa waktu Iie atau Gina mengambil foto kami. Ibu bahkan ikut berfoto meski nggak ikut memakai batik dan bertelanjang kaki. Katanya kapan lagi bisa berfoto bersama diluar hari raya dan tahun baru. Hmm, betul juga, ya, dan lagi-lagi kontes ini menambah hati yang senang. Gue, Bapak, Puja, lalu Ibu yang sangat senang sekali karena bisa memiliki moment seperti ini bersama keluarganya :)

Batik by: Famysa Collections


behind the scene, hihihi :)




 


 



Gue sungguh nggak menyangka kebahagiaan dari mengikuti kontes foto ini ternyata menular pada seluruh anggota keluarga. Gue bersyukur sekali waktu itu memutuskan untuk mendaftar, karena jika nggak ini semua nggak akan terjadi. Kebahagiaan memang selalu menular, sekecil apapun itu, dan tentu saja bisa dimulai dari hal-hal sederhana ;)
Jadi bagaimana dengan kalian? Apa yang sudah kalian alami minggu ini? Apapun itu, semoga terselip kebahagiaan diantara hari-hari kalian, ya :)

Oh, iya, kalau tertarik dengan batik-batik yang kami pakai, kalian bisa mendapatkannya di Famysa Collections, atau SMS Syifa di 08997185407 dan kunjungi blog-nya di sini ;)


oh, happy day,

INDI
________________________________________________
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE. My Shop? HERE.

Selasa, 22 Mei 2012

Keyword: a Guy Who Likes Torey Hayden's Books.

Suatu hari 5 tahun yang lalu...

Gue sedang bermain-main di cyber world, menuliskan kata kunci secara random dan ingin tahu apa yang gue temukan. Barbie, Aerosmith, Dresses, Glitery Lip gloss, Milkshake.... Lalu tiba-tiba saja gue teringat dengan penulis favorit gue, Torey Hayden. Tapi gue nggak mencari situs resmi atau biografinya, melainkan mencari profil seseorang yang juga menyukai Torey Hayden. Yup, seseorang. Dan I have no idea kemana mesin cari membawa gue...

Dan sampailah gue di sana. Di sebuah profil dari seorang laki-laki yang juga menyukai karya-karya Torey Hayden. Sungguh kebetulan yang menyenangkan, di sana tertulis bahwa ia menyukai "Sheila", sebuah judul yang merupakan favorit utama gue.

"Hi stranger, suka Torey Hayden juga, ya?".
Tanpa membaca profilnya sampai habis gue mengirimkan pesan kepadanya. It's kinda weird, karena gue belum pernah berbicara dengan orang asing di internet sebelumnya. Well, itu benar-benar bukan gaya gue, hehe...
Beberapa menit kemudian ada balasan pesan darinya,
"Hi there! Iya, gue suka Torey Hayden".

Percakapan yang begitu singkat tapi membuat gue memutuskan untuk mengunjungi profilnya lagi keesokan harinya. Gue baru menyadari bahwa ia menyukai buku "24 Wajah Billy (Billy Milligan)" yang juga merupakan buku favorit gue yang lain. Percakapan via cyber world pun terjadi lagi, tapi kali ini lebih lama. Seenggaknya cukup lama untuk menjadi satu-satunya orang yang masih menggunakan komputer saat gerbang kampus hampir ditutup.
Sejak hari itu tanpa direncanakan, kami selalu menyempatkan untuk mengirim pesan jika salah satu sedang on line. Begitu seterusnya sampai berminggu kemudian kami menyadari bahwa kami tinggal di kota yang sama!

Dua bulan kemudian dengan cara yang sangat canggung laki-laki itu meninggalkan nomor teleponnya di kotak pesan gue. Dua kali. Sepertinya untuk memastikan gue membacanya. "Well, weekend ini gue mau beli sweater, siapa tahu lo juga ada rencana jalan-jalan", ia menambahkan.
Gue sengaja nggak membalasnya selama 2 minggu. Gue ingin sebenarnya, sangat ingin. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa laki-laki yang terlihat harmless ini (ehm, gue sudah lihat fotonya) bukan pembunuh berantai dengan gergaji mesin sebagai senjata??


Setelah berpikir dan membayangkan banyak skenario tentang 'laki-laki asing---tapi menyenangkan---' ini akhirnya gue memutuskan untuk menemuinya. Kami janjian di sebuah toko donat yang terletak di sebuah mall. Akan mudah mengenalinya, gue pikir. Gue sudah melihat fotonya dan pasti bisa melihat bandana merah yang ia lilitkan di lengannya.
Gue menyangka telah tiba lebih dulu karena setelah 30 menit menunggu ia belum juga terlihat. Sesekali gue berdiri, khawatir ia nggak bisa mengenali gue meski, well, itu agak mustahil, gue sudah bilang akan memakai dress merah, legs warmer merah dan pita rambut merah. Sangat mudah dikenali, kan?
Lalu handphone gue berbunyi. Laki-laki itu menelepon gue. Katanya ia sudah menunggu selama 30 menit dan bertanya apakah gue akan datang. Itu aneh, karena gue nggak melihatnya sedari tadi. Mungkinkah tempat kami duduk terlalu jauh sehingga nggak bisa saling melihat? Hmm, bisa saja. Jadi gue minta ia berdiri dan melambaikan tangan. Gue juga melakukan hal yang sama sambil berputar mencari-cari. I can't find him. He can't find me. Ada hening yang cukup lama di sebrang sana, lalu,
"Oh, God! Gue ada di toko yang salah!"

Nggak seberapa lama kemudian, laki-laki itu muncul di depan gue. Tersenyum malu dan meminta maaf karena telah menunggu di toko yang salah. Lalu suasana mencair dengan sangat cepat karena ternyata ia sama menyenangkannya dengan yang gue kenal di dunia cyber. He's smart, funny and little bit clumsy, hehe. Kami mengobrol tentang banyak hal, beberapa tentang yang sering kami bahas di cyber world, beberapa lagi hal baru. Dan sepertinya kami nggak akan berhenti kalau saja tokonya nggak harus tutup. Gue sangat nyaman dengan pertemuan pertama kami dan berharap ia juga merasa begitu. Ia ternyata teman yang menyenangkan. Dan pikiran gue tentang pembunuh berantai pun segera hilang.
***

Satu tahun berlalu dan hampir setiap akhir minggu kami bertemu. Tempatnya selalu berganti, tapi kami selalu memastikan tempatnya cukup nyaman untuk berlama-lama. Terkadang kami saling bertukar buku dan membaca dalam diam sampai hari sudah gelap. Entah berapa kali kami diusir secara halus oleh petugas toko/cafe karena menjadi tamu terakhir yang masih betah sampai toko/cafe sudah tutup, hehehe.

Pertemanan dengannya terasa menyenangkan dan tanpa beban. Gue bisa bercerita tentang hal-hal konyol lalu tiba-tiba berganti topik menjadi lebih serius tanpa merasa canggung. Ia bahkan terkadang seperti seorang kakak untuk gue. Ia bisa membela saat ada yang mengganggu gue, tapi ia juga bisa menjadi seseorang yang super-super menyebalkan! :)


Kami memang merasa cocok meski sifat kami banyak yang berbeda. Kami bahkan menyebut diri kami sebagai sepasang saudara kembar dengan kepribadian yang bertolak belakang. Ia selalu bilang kalau gue adalah sisi cheerful dirinya, dan gue... ya, gue juga mengakui bahwa terkadang ia seperti sisi dark gue. Tapi nggak pernah sedikitpun terlintas ia akan menjadi pasangan gue.
Nggak sama sekali sampai suatu hari di bulan April 2008 ia menyatakan perasaannya terhadap gue. Dengan alur maju mundur ia mencoba menjelaskan bahwa ia menyukai gue sejak beberapa bulan yang lalu. Ia ingin mengatakannya di hari pertama perasaan itu datang, tapi lalu ia urungkan karena takut dengan reaksi gue. Ia takut gue menjauh, menghilang dan segala kegembiraan yang kami lakukan bersama nggak akan pernah ada lagi. Ia nggak bermaksud menjadi penakut, tapi sama seperti gue, ia nggak mau merusak apa-apa. Our friendship is too special and precious.

Gue putuskan untuk menjauh darinya sejenak, berpikir, merenung apa yang sudah kami lalui bersama. Gue merasa nyaman bersamanya, gue nggak punya alasan untuk menolaknya. Ia bahkan menghormati Mika, almarhum pacar gue semasa SMA. Ia bilang, ia nggak akan pernah mengganggu tempat Mika di hati gue dan berusaha menjadi pasangan yang baik. Maka pada tanggal 26 April 2008, di sebuah restoran, gue menerimanya. Tapi ternyata ia masih ragu dengan jawaban gue. Silly him, ia takut gue nggak benar-benar menerimanya.

"Dear lovely lady, whatcha doin'? I've just had my asthma. Now I'm better after my medicine. Just wanna make sure, is this relationship moving forward or stay at the same place? Are we going to make a real relationship or still hanging with no status at all? For GOD sake. I love you".
Sebuah pesan masuk ke handphone gue hanya beberapa saat setelah gue sampai di rumah. Dengan yakin sambil menahan tawa gue membalasnya, "Of course, silly, I love you too".
Dan laki-laki yang gue temukan dari cyber world, dengan bantuan mesin cari dan kata kunci random itu pun resmi menjadi pacar gue :)
***

Sekarang, setelah 4 tahun berlalu...

Seorang laki-laki menjemput gue di akhir pekan. Ia membukakan pintu taksi dan menutupnya kembali dengan hati-hati setelah gue duduk di jok belakang dengan nyaman. Nggak seberapa lama kemudian ia masuk dari pintu taksi sisi yang lain sambil membawakan tas gue. Ia berkata, "You look great", dan gue pun tersenyum sambil membalasnya, "Thanks, Ray".

Iya, Ray adalah laki-laki yang dengan canggung menyatakan perasaannya pada gue 4 tahun yang lalu. Kami akan merayakan 4th anniversary dengan dinner dan sedikit karaoke. Sederhana, tapi kami selalu berusaha melakukan hal yang istimewa setiap tahun untuk mengingat betapa istimewanya cara kami bertemu.
Gue bahkan memakai "Sailor Babbitt", dress pertama yang gue desain pada saat awal gue mengenal Ray. Syukurlah dress-nya masih muat, hehe. Dan Ray, sungguh kebetulan yang manis, ia memakai kemeja dengan warna yang sama dengan dress yang sedang gue pakai :)


my "sailor babbitt" :)


What I wore? Head bow: Toko Kecil Indi | Dress: Toko Kecil Indi | Shoes: Nevada

Sungguh luar biasa waktu terasa begitu cepat berlalu. Sudah 4 tahun tapi rasanya masih tetap sama seperti pertama kali kami bertemu. Kami stay saat dinner sampai restoran hampir tutup. Percakapan-percakapan menyenangkan yang dulu ada pun masih tetap sama, hanya saja sekarang menjadi lebih seru. Kami lebih sering bertemu, tapi anehnya semakin banyak hal menarik yang bisa kami bahas. Atau mungkin, semua hal terasa menarik jika kami membicarakannya berdua, hehehe...

Tapi bukan berarti kami nggak pernah berselisih. Gue kadang membuat Ray marah, dan begitu juga sebaliknya, Ray kadang membuat gue menangis. Kami pernah berselisih tentang hal-hal besar juga hal-hal kecil. Terkadang setelah perselisihan selesai semua terasa begitu konyol dan hikmahnya kami bisa lebih mengenal satu sama lain. Gue ingat suatu hari kami pernah berselisih karena seorang laki-laki yang mengganggu hubungan kami. Seorang laki-laki yang sangat-sangat Ray cemburui. Seorang laki-laki yang... bahkan nggak kami kenal! Entah bagaimana awalnya kami bisa meributkan John Frusciante, seorang gitaris yang tinggal di belahan dunia yang letaknya sangat-sangat-sangat jauh dari kami. Saat itu gue dan Ray sama-sama nggak mau mengalah dan semakin lama semakin mengada-ngada. Gue bahkan semakin sengaja membawa-bawa nama John terus supaya Ray semakin marah. Poor John, telinganya pasti sudah sangat panas, hahaha.
Dan di tengah malam akhirnya Ray menelepon gue untuk meminta maaf. Sungguh tindakan yang manis tapi sayangnya salah sasaran karena yang menjawab telepon bukan gue melainkan Bapak yang langsung marah-marah! Aduh, kasihan Ray... hehehe.


our anniversary dinner's picture:




 


Pesco vegetarian's dream T_T *tears oj joy*


 

Ray menjadi fotografer :)


Kejadian itu berakhir dengan baik, tentu saja. Dan meskipun terasa sangat lama jika diingat kembali kami ternyata hanya berselisih selama beberapa jam saja. Dan sekarang Ray sudah benar-benar berbaikan dengan John Frusciante (well, mereka nggak benar-benar saling mengenal, sih :p ). Bahkan di saat kami karaoke untuk merayakan 4th anniversary, kami menyanyikan semua lagu RHCP yang ada di play list. Gue ber-acting seperti Anthony Kiedis, dan tebak Ray jadi siapa.... Yup, ia menjadi John Frusciante! :D

Oh, iya tepat di anniversary kami ada 3 orang blogger yang memberikan award pada blog ini. Terima kasih kepada Dilla, Aisyah dan Ey. Kami anggap ini sebagai kado anniversary :) Sebenarnya ada syarat untuk menuliskan 7 fakta unik tentang diri sendiri. Tapi sepertinya di tulisan ini ada lebih dari 7 fakta tentang hubungan gue dan Ray. Jadi silakan kalian yang memutuskan yang mana saja yang termasuk unik ;) Sekali lagi, terima kasih banyak, ya.





kado anniversary dari Ray: jajanan masa kecil, hihihihi :)


Gue benar-benar merasa blessed dengan hubungan ini. Terasa menyenangkan dan nyaman menjalaninya. Memang nggak selalu mudah, tapi kami selalu bisa (berusaha) melewati masa-masa sulit. Gue rasa itulah yang terpenting dari sebuah hubungan, jika satu sama lain nggak menganggap pasangannya sebagai beban dan malah bisa menempatkan diri sebagai partner atau sahabat, maka hubungan itu akan baik-baik saja.
Gue berterima kasih kepada Tuhan yang telah mempertemukan gue dengan Ray sehingga kami menjadi pribadi yang lebih baik. Dan tentu saja, untuk sebuah awal yang membuat ini semua terjadi, terima kasih Tuhan karena telah membiarkan gue menulis keyword:
a Guy Who Likes Torey Hayden's Books.


"I used to despite Wednesday.
I used to hate dogs.
I used to dislike eating fish.
But you make me love a lot of great things in the world,
and that's why I love you much and more, my dear half life".
 

(Ray)





a girl who loves to googled anything,

Indi

________________________________
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE. My Shop? HERE.

Selasa, 15 Mei 2012

Tea Time Party with my Dolls and Sponsored Review: Accessarie :)

 

What I Wore? Dress: Twins | Skirt: Toko Kecil Indi | Shoes: Nevada | Necklace+bracelet: Accessarie



Hai, bloggies! Apa kabar? I hope you doing fine, ya! Hari ini ada seorang anak di TK yang tiba-tiba muntah karena masuk angin, dan 4 teman satu kelas gue izin karena sakit. Aduh... harus hati-hati ya, guys. Dan untuk yang sedang sakit gue doakan semoga cepat sembuh, amen... :)

Sekarang sudah hampir masuk tengah minggu, padahal rasanya baru saja kemarin gue update blog ini. Kalau gue bilang belakangan ini waktu berjalan terasa sangat cepat, adakah yang percaya? Hehehe, seriously, gue memang sedang merasa begitu.
Kadang gue khawatir 'kepekaan' gue berkurang. Sebelumnya gue sangat peka terhadap pergantian waktu. Dari pagi ke siang, dari siang ke sore dan dari sore ke malam. Gue bisa melihat perubahan warna langit dari terang menjadi gelap saat gue bermain dengan Eris di halaman rumah. Atau saat malam, which is my favorite time, gue bisa bergelung dan menonton TV sampai tiba-tiba tertidur, lalu bermimpi dengan durasi sepanjang film the Lord of the Ring. Malam terasa sangat panjang. Tapi sekarang gue susah sekali untuk melihat perubahan warna langit, waktu bergelung terasa semakin singkat, dan seperti hanya dalam hitungan detik malam sudah berubah menjadi pagi.

Nop, nop, untuk yang menebak gue sedang bersedih, stress atau malah galau (lol), semuanya salah. I'm fine, I'm totally fine. Gue masih Indi yang sama, hanya saja lebih sibuk.
Ini karena.... Suatu hari, waktu melihat jumlah simpanan di tabungan, gue sadar jumlahnya berkurang cukup banyak. Gue bukan termasuk perempuan yang boros, btw. Kurang suka membeli 'ini-itu' kalau nggak sedang benar-benar perlu dan ada rejeki lebih. Jadi fakta tentang "tabungan" itu membuat gue merasa harus mengambil tindakan. Pasalnya, salah satu pekerjaan gue ada yang di-pending, otomatis honor gue juga ikut terlambat. Padahal hidup gue terus berjalan, dan (maaf kalau terdengar seperti pengeluh, tapi gue nggak bermaksud seperti itu) pengeluaran gue untuk biaya hidup juga mau nggak mau harus lebih besar dari saudara-saudara gue yang lain. Minimal satu bulan sekali scoliosis gue butuh terapi yang biayanya nggak murah. Juga untuk masalah kesehatan gue yang lainnya, biayanya berkali-kali lipat dari perawatan rambut di salon tenar berinisial "R", hehehe. Itulah kenapa gue bekerja lebih keras. Karena gue membutuhkannya dan I'm old enough untuk nggak bergantung lagi sama orang tua. Sekali lagi, gue bukan pengeluh. Gue nggak sedang mengeluhkan tentang waktu gue yang hilang, tapi gue hanya merindukannya :)

Gue bekerja formal 5 hari per minggu dengan durasi 4 jam minus break 15 menit/per hari. Selain itu gue juga menulis dan mendesain pakaian dari mulai sore sampai malam hari.  Dan sekarang ada beberapa pekerjaan baru yang gue kerjakan, gue pilih yang berdurasi sesingkat mungkin dan nggak terlalu menguras tenaga. Yup, gue memang sedang ingin menambah tabungan, tapi kesehatan gue tetap yang utama. Gue tetap dengarkan alarm tubuh, dan menjaga diri gue tetap 'sadar' dengan pergantian waktu meski nggak seperti sebelumnya. Gue percaya usaha yang dilakukan sekarang pasti membuahkan hasil meski sampai hari ini belum terlalu terlihat. Gue juga masih beradaptasi dengan 'kebiasaan' baru ini. Memang nggak mudah, tapi juga bukan untuk dikeluhkan :)

Dan hari sabtu lalu gue putuskan untuk sedikit bersantai. Memberikan diri sendiri treat libur satu hari penuh dan bersenang-senang di rumah. Gue ingin mengadakan pesta kecil dengan apa yang gue punya, bersama pemberian dari orang-orang yang menyayangi gue. Ini untuk mengingatkan bahwa disaat kesulitanpun gue mempunyai banyak orang yang mendukung, dan apa yang lakukan sekarang nggak akan pernah menjadi sia-sia, karena mereka pasti nggak ingin melihat gue menyerah. Gue harus bertahan :)
Jadi, setelah gue mandi dan memanjakan diri dengan homemade spa, gue langsung mengatur meja lengkap dengan peralatan minum teh. Nggak lupa kue dan apel yang lezat untuk camilannya :) Tamu undangannya adalah para boneka pemberian dari teman-teman SMA dan seorang kakak ipar. Lacey dress berwarna ungu pemberian dari Ray sangat cocok untuk pesta teh seperti ini. Bahkan meja dan kursinya semuanya pemberian dan dibuat khusus dengan tangan just for me from my relativity. Ah, benar-benar pesta yang istimewa :) Iya, gue juga berharap orang-orang yang memberikan barang-barang ini datang untuk gue, tapi karena sedang nggak bisa gue tetap bersenang-senang dengan apa yang ada di hadapan gue sekarang. Lagipula sudah miliaran tahun lamanya gue nggak mengadakan pesta minum teh persama para boneka, hihihihi :)




Gue percaya, Tuhan nggak pernah putus memberikan rejekiNya jika kita nggak berhenti berusaha dan berdoa. Mungkin saja terkadang jumlahnya nggak sebesar sebelumnya atau malah sebaliknya, tapi gue percaya Tuhan akan selalu memberi, dan tugas kita lah untuk menyadarinya, sekecil apapun itu. Karena saat terfokus dengan hal-hal besar, hal-hal kecil yang kita dapat bisa saja jadi nggak terlihat :)
Seperti keadaan gue sekarang, gue memang nggak bisa terapi dalam waktu dekat tapi gue nggak kelaparan karena ada Ibu yang selalu memasak setiap hari. Begitu juga naluri girly gue tetap terpenuhi karena selalu ada kiriman aksesoris-aksesoris lucu dari teman-teman atau pun sponsor. Seperi kali ini, gue mendapatkan aksesoris yang tepat sekali untuk pesta teh dari ACCESSARIE. Ada sebuah kalung unik bertema "around the world" dan gelang imut dengan tema "cupcakes"! Awww, ini pesta teh paling sempurna :) Apalagi Accessarie ini handmade dan setiap modelnya limited, lho. Material untuk kancing bungkusnya diimport langsung dari US dan HongKong. Sedangkan material untuk membuat cincin, kalung dan gelang, diimport dari Korea, Cina dan Jepang. Kainnya yang digunakan pun istimewa, karena menggunakan kain Jepang yang beberapa diimport langsung dari sana.
Bagus-bagus sekali, kan? Gue bahkan nggak perlu pakai bando lagi karena sudah cukup terlihat colorful :) Oya, acungan jempol untuk packaging-nya yang super aman karena menggunakan bubble plastick wrap dan diberi warning di kotak pengirimannya. Jadi kalung dan gelangnya sampai dengan selamat ke rumah gue.
ACCESSARIE
Blog: http://accessarie.blogspot.com
Facebook: http://facebook.com/handmade.accessarie
Kontak: +62-815-1700-8177
Twitter: @accessarie


cupcakes! :)


Around the World. My fave! :)

 


Gue nggak tahu apakah ada yang benar-benar membaca tulisan gue dari awal sampai akhir, hehehe. Tapi untuk yang menyempatkan membaca gue harap bisa dimengerti kenapa gue nggak mau mengeluh. Ada kesulitan bukan berarti nggak bisa gembira, ada kesulitan bukan berarti harus marah-marah. Tapi nikmati apa yang ada sambil berusaha untuk lebih baik lagi. Mungkin mengembalikan tabungan gue seperti biasanya akan membutuhkan waktu lama dan sulit, tapi gue nggak akan berhenti berusaha karena Tuhan nggak mungkin memberikan ujian yang lebih besar dari kemampuan gue. Pesta teh persama boneka dan kiriman paket dari Accessarie adalah sebagian kecil dari alasan kenapa gue berbahagia. Masih banyak yang lainnya, nggak terhitung, dan akan selalu seperti itu selama gue gue tetap membuka mata lebar-lebar. Gue akan menyaksikan langit berubah warna perlahan-lahan lagi. Itu pasti! ;)




photographer: daddy | tea time set: daddy and me


cookies and hot tea,

Indi
Accessarie: +62-815-1700-8177/ @accessarie


nb: Beberapa saat setelah gue selesai menulis cerita ini, gue diminta oleh Om untuk menjadi jurnalis di website-nya. Dan honornya sama dengan honor dari pekerjaan gue yang di-pending! Thank God, thank God... really thank God... Semua masalah pasti ada penyelesaiannya :)
***
Contact Me? HERE and HERE. Sponsorship? HERE. My Shop? HERE.