Indi's Friends

Jumat, 25 Maret 2011

Hujan, hujan, hujan :)


Wah, nggak terasa sudah malem. Eh, hampir pagi, ding! Hihihi... Capek, sih, pengen buru-buru ke kasur. Apalagi sekarang gue udah pakai "seragam kesayangan": piyama dan jaket tebal. Brrr... dingin... Tapi rasanya kurang lengkap kalau gue nggak ceritain soal pengalaman hari ini. Ya, mumpung ingatan gue masih "segar" ;)

Hari ini ternyata sama dengan hari kemarin. Hujan nggak berhenti-berhenti sejak siang sampai sore. Kalau dihari lain siang-siang rasanya gerah, nah 2 hari belakangan ini rasanya dingiiiin banget. Sampai-sampai kalau gue keluar rumah untuk main sama Eris (anjing gue), rasanya kayak masih pagi pagi padahal sudah jam 2 siang, lho!
Tapi meski hujan hari gue tetep harus berjalan. Seperti hari kamis lainnya, it's time for my English course. Karena kelas dimulai jam 4 sore, jadi siangnya gue santai-santai saja. "Ah, paling sebelum kelas mulai hujannya juga reda", begitu pikir gue.
Sambil nunggu jam 4, gue siap-siap dulu. Gue bahkan sempat cat kuku gue pakai warna biru langit, lho! Hihihi, ceritanya mensugesti diri supaya suasana hati tetep seperti "langit cerah", nggak "mendung" kaya cuaca sekarang. Nggak tahu kenapa bawaan gue happy dan semangat banget! Untuk pilih baju aja gue cuma butuh lima detik (serius, gue buka lemari dan langsung ambil bajunya secara random, lol). Sama sekali nggak mikirin cocok atau nggaknya ;)

Setelah gue cuci muka dan gosok gigi, gue langsung pakai baju yang gue pilih tadi. Waaah, ternyata cocok! Senangnya, walaupun random ternyata hasilnya nggak tabrak warna. Langsung deh gue nyanyi-nyanyi kaya di film musikal (hahaha, ini bukan adegan dramatisasi, tapi kenyataannya kalau seneng gue memang suka nyanyi sambil muter-muter kaya gasing gitu). Nggak lupa gue langsung nenteng-nenteng camera digital buat minta difotoin bokap yang baru pulang dari undangan.

Ternyata oh ternyata...
Diluar masih hujan! Gue sempet manyun karena tahu kalau kemungkinan mangabadikan "style" hari ini terhambat :'(
Tapi daripada penasaran, gue paksa bokap gue untuk tetep ambil foto gue. Gue bilang, "Hujan-hujan dikit nggak apa, lah Pak. Kan kameranya ini yang kena hujan. Aku di foto di garasi aja, nggak apa-apalah latar jelek, yang penting akunya keliahatan. Ya, ya, ya? Pleaseeeee....".
Akhirnya dengan berat hati bokap fotoin gue. Beliau cepet-cepet banget. Kayanya tiap foto cuma diambil 2 detik, deh. Itu pun cuma dapat beberapa jepret.
"Sudah, ya? Kan sayang nih kameranya".
Dan gue pun makin manyun. Masa sih bokap lebih sayang sama kamera daripada sama anaknya :'(
Tapi gue nyerah. Gue hapal banget kalau bokap bilang "Sudah" artinya ya sudah (masa "belum", hehehe). Rasanya gue pengen nangis sambil hujan-hujanan deh waktu lihat foto-foto gue di kamera...
SEMUANYA shaking dan muka gue nggak jelas.
Oh, Bapak... Hiks...

jepret pertama: shaking.


jepret kedua: masih shaking!


O, ow! Gue hampir lupa soal kelas Inggris. Nggak punya waktu meratap lama-lama gue langsung minta Bokap antar gue. Karena tempat les gue letaknya nggak terlalu jauh sama rumah, gue selalu diantar pakai motor. Paling lama 10 menit sampai, itupun dengan kecepatan yang sangat-sangat slow, hihihihi. Tapi hari ini hujan nggak mau kompromi. Bukannya reda malah makin deras. Padahal kalau gue nekad pakai mobil waktu tempuh perjalanan bisa lebih dari 2 kali lipat, soalnya harus lewat jalan besar dulu, yang mana artinya harus memutar dan bikin jarak rumah-tempat les jadi 2 kali lebih jauh daripada jarak sebenarnya (wah, penjelasan gue keren banget, ya? Hehehe).
Akhirnya setelah waktu les makin mepet, diputuskanlah untuk pakai becak. Iya, becak! Dilingkungan gue memang masih ada, kok (asyik, kan sudah kaya serial "Keluarga Cemara" aja, lol).

Meski becak sudah ngepot-ngepot jalannya, tetep aja gue sampai tempat les jam 4.30 sore. Terlambat. Dengan malu-malu (nggak, ding, hihihi) gue ketok-ketok pintu kelas dan minta maaf. Bukan, gue bukan minta maaf karena terlambat, kok. Tapi gue minta maaf karena sudah mengotori lantai kelas dengan sepatu gue yang habis injak genangan air, hihihi. Untungnya my teacher baik hati dan langsung persilakan gue duduk disamping seorang murid baru.
Belum teratur detak jantung gue (beneran, rasanya kok hari ini "penuh kejutan" ya?), Mr. Ridwan (my teacher) sudah minta murid-murid tercintanya bikin skenario singkat tentang "thanks for hospitality". What?? Ada apa ini? Gue belum tahu materinya sama sekali! Jujur, gue sedikit panik, apalagi waktu tahu kalau partner "drama" gue adalah si murid baru yang mana sama-sama nggak tahunya kayak gue, huhuhu...
Setelah 5 menit penuh keheningan, akhirnya gue dan si murid baru mulai berkenalan. "Aku Indi", "Aku Jesicca". Dan kamipun hening lagi.

Untunglah setelah "curi dengar" dari Mr. Mora dan Hari (dua murid yang duduk disebelah kami), gue dan sang partner mulai mengerti dengan tugas hari ini. Meski nggak mudah kami bisa mengerjakan dengan baik dan relatif lancar meskipun bukan yang terbaik di kelas. Ah, leganya... Thank God :)
Ditengah kelegaan HP gue rasanya bergetar. Dengan sembunyi-sembunyi gue cek, dan ternyata benar ada SMS. Dari Ray. Katanya,
"Ban bocor. Mas lagi tambal dulu di ****".
Ya Tuhan....


Sampai jam 6.30 malam ternyata Ray belum bisa jemput gue. Tanpa bermaksud dramatis gue nyender di tembok dekat parkiran tempat les sambil mandangin hujan yang semakin deras. Nggak disangka aksi gue ini mengundang simpati warga, eh maksudnya beberapa staff dan guru. Mereka menawari gue kursi untuk duduk sambil menunggu. Entah keberapa kali gue nerima pertanyaan macam, "Belum dijemput?" atau "Ray dimana?". Gue tahu maksud mereka baik, tapi ditengah suasana kayak gini, hati gue malah makin nelangsa, huhuhuhu...
Sudah 40 menit gue menunggu sejak jam pulang. Ray masih belum kasih kabar tentang kapan ban'nya selesai ditambal. Akhirnya gue telepon dia dan bilang kalau gue mungkin lebih baik cari becak saja karena hari makin gelap. Ray setuju. Akhirnya dengan bantuan Mr. Garden (dia suka baca blog ini, lho. Disapa dulu, ah, "Haloooow, Mr. Gardeeeen", hehehe) gue bisa pulang pakai becak yang tiba-tiba aja nongol.

Diperjalanan pulang nggak henti-hentinya gue mengucap syukur. Akhirnya gue semakin dekat dengan rumah. Soal atap becak yang bocor dan sempat kejebak banjir biarlah diabaikan. Yang penting setelah 30 menit perjalanan gue sampai rumah (iya, hujan yang makin deras bikin perjalanan 3 kali lebih lama daripada biasanya).
Setelah di rumah gue langsung ganti baju dan minum teh hangat. Keinginan gue buat difoto terpaksa gue buang jauh-jauh. Kan konyol dapat 1 foto bagus tapi besoknya badan meriang, hihihi.
Syukurlah akhirnya urusan "tambal ban" selesai dan Ray bisa sampai kerumah gue dengan selamat meskipun dalam keadaan basah kuyup dan kedinginan.

teh hangat


Hari ini, ternyata rencana yang sudah gue susun nggak berjalan dengan baik. Maunya sih gue difoto dulu sebelum pergi. Maunya sih gue masuk kelas tanpa terlambat. Maunya sih Ray yang jemput gue. Maunya sih Ray lihat gue pakai baju yang tadi bukannya piyama...
Maunya sih, maunya.. Maunya...
Ah, kalau dipikir-pikir kok gue malah banyak maunya, ya? Egois. Gue jadi merasa bersalah. Hari ini gue memang mengucap syukur, tapi rasanya malah seperti sekedar "menghibur diri". Padahal seharusnya syukur adalah syukur. Suka cita, berterima kasih karena telah diberikan berkat oleh Tuhan. Mungkin pengharapan gue hari ini terlalu banyak. Gue sampai lupa kalau banyak hal kecil yang sepatutnya membuat gue bersyukur. Berkenalan dengan teman baru, dikelilingi orang-orang baik ditempat les, minum teh berdua dengan Ray setelah kehujanan. Bahkan becak yang tiba-tiba muncul didepan tempat les pun seharusnya gue syukuri.

Ah, ya gue ingat 1 hal. Tuhan menciptakan semua hari itu baik. Hari cerah, hari mendung, hari kering, hari berangin. Semua baik. Kalau gue sampai batal difoto, batal dijemput Ray, batal les tepat waktu karena hujan, itu bukan karena Tuhan mau gue bersedih. Tapi itu karena Tuhan mau gue menikmati hari gue. Apa adanya, seperti yang sudah diberikan Tuhan. Hari baik selalu! :)





-----------------------------------------------------------------------------------------------
Karena Cinta itu Sempurna, my second novel sekarang tersedia diseluruh toko buku besar di Indonesia, lho Jangan lupa siap-siap bulan depan gue bakal bagi-bagi hadiah! :)
Mau menghubungi Indi? Klik DISINI atau DISINI.

Rabu, 23 Maret 2011

Selamat Ulang Tahun ke 17, Dija :)

23 Maret jam 12 pagi lewat sedikit, aku menulis surat ini. Bukan supaya jadi yang pertama membuat, tapi aku sudah berjanji untuk membuatkan sesuatu yang istimewa untuknya. Supaya ia tahu bahwa ia memang begitu. Ia memang istimewa...



Dija waktu bayi. Ini foto yang buat aku jatuh cinta :)

Kue dan kartu ucapan khusus untuk Dija

Ultah untuk Dija. Aku dandan khusus untuk Dija, lho :)



Dija sayang,
Apa kabar? Sedang apa? Tebakanku pasti kamu sedang pakai gaun cantik, ya? Siapa yang menunggumu dipintu? Hayooo, pacarmu, ya? Sudah kamu kenalkan sama tante Elsa belum?

Aku sekarang sedang pandangi fotomu waktu kecil lho. Iya, kamu. Dija yang sekarang sudah besar ini, difoto sedang berbaring. Tanganmu kecil sekali, kakimu juga. Dikepalamu hanya ada sedikit rambut dan kamu cuma pakai popok. Aku bisa lihat kulitmu masih merah dan halus.
Mungkin kamu lupa, bahkan tidak tahu. Foto inilah yang membuatku jatuh cinta. Rasanya aku sedang melihat malaikat kecil yang baru diantar dari surga. Kamu manis sekali. Kamu membuatku jatuh cinta sejak pandangan pertama...

Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Aku hampir tidak percaya, Dija yang dulu mungil sekarang sudah 17 tahun. Seperti ulang tahunmu yang sebelum, sebelum, sebelumnya lagi, ulang tahun kali ini sama istimewanya. Kamu tahu kenapa? Karena setiap usiamu bertambah itu artinya Tuhan sedang menunjukan kasih sayangNya. Memberimu kesempatan untuk hidup dan menikmati kasih sayang orang-orang disekitarmu lebih lama lagi. Oh, iya aku hampir lupa menyebutkan. Sejak pertama aku melihatmu, aku langsung tahu bahwa kamu istimewa. Elsa--tantemu--bilang kamu hanya pernah bertemu Ibu satu kali saja. Aku memang tidak tahu rasanya, tapi aku tahu itu pasti tidak mudah. Dan kamu sangat hebat bisa melewatinya dengan penuh senyum. Kamu MEMANG istimewa Dija :)

Sekarang kamu sudah dewasa. Kamu pasti sudah mengerti bahwa setiap bayi perempuan dan bayi laki -laki dilahirkan ke dunia dalam keadaan berbeda. Beberapa memiliki orang tua yang lengkap, beberapa lagi hanya memiliki salah satu, bahkan sisanya hanya sendirian, tidak punya siapa-siapa. Dan kamu Dija, kamu sangat beruntung. Kalau kamu pernah mendengar lagu "Too much love will kill you" (coba tanya tante Elsa kalau kamu tidak tahu lagunya), kamu sekarang bisa bilang dengan lantang kalau lagu itu salah. Karena sebetulnya banyak cinta malah membuatmu tumbuh. Membuatmu lebih berani dan kuat. Kamu MEMANG beruntung :)



Selamat ulang tahun, Dija. Semoga tante Elsa tidak lupa memberikan suratku padamu. Dan semoga, ia juga tidak lupa untuk menunjukan foto-foto yang aku kirim untukmu. Semoga suatu hari tidak sekedar foto, ya, tapi aku bisa memberimu kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun langsung padamu (aku membeli kue dan kartu ucapan selamat ulang tahun sepulang les tadi, ini betul-betul khusus untukmu, lho Dija).
Sekali lagi, selamat ulang tahun. Doa terbaik dariku. Aku yakin kamu pasti bisa melewati usia 17 tahun dengan baik dan penuh kasih. Ibumu pasti bangga dan sedang terseyum disurga sana melihatmu tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan manis :)


peluk dan cium,

xoxo

(Tante Indi)


nb: Dija, mungkin kamu tidak ingat ini, tapi dulu kamu selalu panggil aku "tante". Kamu tahu sesuatu? Kamulah orang pertama yang memanggilku seperti itu meskipun aku punya banyak keponakan. Itu membuatku merasa istimewa dan dekat denganmu, Dija. Panggil aku "Tante Indi" selalu ya, sayang :)

Minggu, 20 Maret 2011

Vegetarian juga bisa punya pipi tembem :p
























Lahap banget makan pizza toping sayuran yang "YUMMY"-LAH YUMIWATI. Padahal baru pulang rawat inap 8 hari di RS, sampai-sampai pipi chubby gue sempat hilang :') Syukurlah sekarang sudah balik lagi. YIPPY! :D



















































































Pizza buatan gue sendiri waktu masak ditempatnya Mas Jim (Ray's brother)


Gue vegetarian.
Iya, betul. Gue memang nggak makan daging.

Dulu, banyak orang nggak percaya kalau gue vegetarian, pasalnya pipi gue bawaannya memang tembem kaya Melissa penyanyi "abang tukang bakso". Dan apalagi setelah orang-orang tahu kalau waktu itu umur gue masih 15 tahun...

Bulan Januari lalu gue sempet post tentang 13 hal yang mewakili gue (baca tulisannya: disini). Di poin 12 gue menulis ini: 12. I don't eat meat. Gue mulai jadi vegetarian sejak usia 15 tahun. Kenapa? I can't answer it, sorry :)
Sebetulnya dengan senang hati gue mau mejelaskan kenapa gue memilih untuk jadi vegetarian, tapi berhubung tiap kali gue ceritain alesannya selalu diprotes, gue jadi males jelasin, deh :p Apa alesan gue, biarlah jadi misteri selamanya (berlebihan, lol), yang pasti alasannya masuk akal, kok, bukan untuk sekedar diet atau ikut trend ;) Dan sekarang gue mau cerita tentang my appetite as a vegetarian.

Yup, vegetarian juga punya selera. Nggak sekedar makan sayuran kayak kelinci atau kambing, hihihi. Gue suka pizza, spageti, es krim, waffle, dst, dst dan dst-dst. Gue punya banyak makanan favorit, dan kalau makan gue selalu lahap dan sampai kenyang. Jadi kalau ada yg bilang jadi vegetarian itu bakal "kentang" (a.k.a nanggung, a.k.a setengah kenyang setengah lapar) itu sih mitos! Gue bisa buktiin kalau jadi vegetarian itu bisa tetep tembem dan kenyang (sampai sendawa juga bisa kalau nggak malu, hehehe).
Yang terpenting sih pintar-pintar memilih menu saja. Jangan asal berhenti makan daging tanpa nasihat dokter atau setidaknya tanpa baca-baca buku tentang vegetarian. Apalagi kalau niatnya untuk jadi kurus. Wah, salah berat, tuh. Kalau asupan protein (dan karbo, karena banyak para dieter--orang yang sedang diet, lol--- mengkombinasikan dengan BERHENTI makan nasi, OMG) kurang, yang ada kita malah lapar terus, porsi makan bertambah dan ujung-ujungnya malah tetep gemuk (rasain! Siapa suruh jadi vegetarian dengan niat kurus, hehehe).
Yang betul sih justru tetap makan dengan menu normal, 4 sehat 5 sempurna. Protein dan karbo tetep seimbang, dengan begitu perut kita bakal "ketipu" dan stop nagih makan daging dengan alasan kenyangnnya nanggung.

Untunglah gue punya nyokap yang suportif. Beliau hobi banget berkreasi menciptakan menu-menu vegetarian untuk putrinya yang tercinta ini (ya iya, lah tercinta, orang nggak ada saingan "putri" yang lain, hehehe). Kesukaan gue adalah spageti vegetarian. Untuk yang bukan vegetarian, dijamin tetep "nagih" dan nggak kangen daging deh kalau makan menu ini. Dijamin yummy---eh, salah--- yummylah yumiwati maksudnya!
Spagetinya sih biasa, tapi toppingnya yang luar biasa. Kalau yang biasa dinikmati non vegetarian mungkin hanya saus dengan daging tumbuk, tapi ini bukan sekedar saus, tapi MURNI jus tomat tanpa penyedap/kaldu! Untuk rasa "gurih" hanya susu murni yang dipakai. Sedangkan untuk pelengkap nyokap gue selalu pakai tuna atau jamur shiitake (pesco-vegetarian tetap mengkonsumsi ikan, nggak seperti vegan yang nggak mengkonsumsi segala jenis ikan sama sekali). Hmm yuuuum... Kurang yum-yum yummylah yumiwati gimana lagi tuh? Hihihihi...

Selain spageti, nyokap gue juga jago banget bikin mashed potatoes!
Hayooo, siapa yang ngiler waktu denger namanya?? (*Oke, oke, gue ngaku, gue yang ngiler, lol*). Menu ini dijamin mengenyangkan. Tapi juga sederhana dan mudah buatnya. Bermodal lengan yang kuat buat numbuk kentang dan sedikit kesabaran buat rebus-rebus sayuran, dalam waktu kurang dari 20 menit menu ini siap disantap deh.
Memang, nyokap gue ini juara banget masaknya. Kayaknya cocok buka restoran vegetarian tanpa perlu pakai "daging tiruan" buat bikin enak menu-menunya, hehehe. (Sumpah, deh gue geli banget sama orang yang ngaku vegetarian tapi makan "daging tiruan". Kalau masih kangen sama rasa daging kenapa harus bohongin diri sendiri, hayoooo? Sudah sana lahap saja daging betulan! Hihihi).

Gara-gara beliau nih, gue jadi ikut ketularan hobi masak. Mau tau apa saja yang sudah gue pelajarin? This is it, menu vegetarian ala Chef Indi, lol:

















Salad


















Jagung manis keju

















Banana split


















Mashed potatoes
(I'm kinda expert on this, lol)


















Makaroni sop-keju



Dari tampilannya saja sudah ketahuan kan kalau rasanya yummy-lah yumiwati (maaf, karena lidah saya rada bule, jadi bilangnya "yummy" bukan "yumi". Eh, apa bedanya, ya? Hahaha).



Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa gue masak, tapi berhubung menunya yummy-yummy, jadi seringnya makanannya langsung gue lahap habis sebelum sempet diambil fotonya, hehehe.
Begitulah. Gue nyaman jadi vegetarian. Gue betul-betul melakukan ini untuk diri sendiri, kok. Kalau kesehatan gue membaik dan secara nggak langsung ikut andil dalam menyelamatkan bumi dengan menjadi vegetarian (baca artikel tentang hubungan vegetarian dan menyelamatkan bumi: disini), itu sih cuma bonus. Sekali lagi, gue nggak ikut trend atau mau kurus, lho. Kalau gue ikut trend masa iya hampir 10 tahun nggak bosen-bosen. Dan kalau mau kurus? Hehehe, maaf, tapi gue bangga dengan pipi gue yang chubby, badan gue yang berisi dan lengan gue yang "gemuk". Berat badan gue normal, kok. Berat badan sehat!


Oya, gue menulis ini sekalian ikutan giveaway'nya Gaphe. Hadiahnya pashmina, yang mana bakal berguna banget buat gue. Kenapa?
Pertama, kalau gue sampai dapat, ini bakal jadi pashmina PERTAMA yang gue punya. Dan kedua, gue dan Ray belum punya mobil. Kemana-mana kami pakai taxi dan kalau sedang "apes" kami pakai motor. Rasanya pashmina ini bakal berguna sekali untuk melindungi gue dari masuk angin kalau harus naik motor :)

Okay Gaphe dan teman-teman, semoga tulisannya berkenan, ya!

salam,
INDI


mau menghubungi Indi? Klik disini.

Rabu, 16 Maret 2011

Sweet Award untuk teman-teman baru yang manis :)

Ah, akhirnya gue punya kesempatan lagi buat post tulisan baru. Paling enak nih saat-saat kaya gini. Duduk didepan komputer, "tanpa tekanan", udah pakai piyama dan hal lain yang harus dikerjain setelah ini cuma satu: terjun ke kasur! Hihihi (nggak bener-bener terjun, of course, lol).
























just wanna share my newest design :)


Beberapa waktu yang lalu gue dapet SWEET BLOG award nih dari Dreamy Princess. Gue ucapkan terima kasih banyak-banyak-banyak, ya. I feel so happy :) Meski gue ngerasa blog ini nggak ada sweet-sweet'nya, hihihi. Nah, berhubung blog gue nggak sweet, jadi gue mau kasih award ini sama orang-orang yang sudah berlaku sweet banget sama gue meskipun kita nggak saling mengenal. At least belum pernah ketemu secara langsung.
Orang-orang ini adalah mereka yang pernah membahas soal gue, buku gue atau apapun mengenai gue di blog, di facebook atau di twitter'nya. Gue rasa merekalah yang lebih pantas mendapat award ini :)











the award: ain't it's cute!?? :D


Pertama, gue mau kasih award ini sama para facebooker yang sudah berbaik hati mengirimi gue pesan tentang novel terbaru gue, "Karena Cinta itu Sempurna". Terima kasih banyak ya, meski kadang gue terlambat balas, tapi kalian selalu "manis" sama gue:

"Karena Cinta itu Sempurna" aku udah baca. Bagus Kak Indi! :D
(Bunga Sii ARhinrin)

Nggak nyangka walaupun simple cover, tapi story PERFECTO. Love it ;) Padahal awalnya cuma ngasal ambil novel ini, pas baca belakangnya jadi niat buat beli ;)
(Olivia Marlina Saragih)

Tahu nggak Kak, waktu dapet novel ini aku seneng banget :D
"Karena Cinta itu Sempurna", novel ini ceritanya emang sederhana, buku yang nyeritain tentang kehidupan Kakak dari Kakak lahir sampai sekarang. Tapi ada sesuatu hal yang aku sendiri saja nggak tahu apa namanya yang bikin buku jadi istimewa dan menarik, sangat menarik malah...
Di buku ini juga ada cerita Kak Indi yang sama kaya aku, tentang Kakak sama sahabat Kakak.
"Sahabat adalah selamanya"
Sesuatu yang memang milikku, meskipun menghilang, suatu hari pasti akan kembali.
Novel ini salah satu novel terbaik yang aku baca (menurut aku), bahasanya nggak rumit, ini yang bikin novel ini makin enak dibaca, nggak ngebosenin dan nggak butuh waktu lama buat nyelesein baca buku ini. Ada banyak hal yang kita dapet dari novel Kak Indi ini dan lewat novel ini kita jadi makin tahu siapa Kak Indi itu: Kak Indi yang tegar dan sabar ngejalanin hidupnya dengan cobaan yang dikasih Tuhan buat Kakak :)
O, iya, lagi-lagi novel kedua ini jadi inspirasi buat aku dan buat semua orang yang baca novel Kak Indi
:)
dan...
Aku setuju kalau Kak Indi itu adalah gadis yang punya segalanya dan beruntung ;)

(Tanzilia Fajriati via note)

Ka indiiiii.. Buku 'Karena Cinta itu Sempurna' baguuusss banget.. :))
Semangat terus ya Kak Sugar!

(Skuri Gantira Martadisastra)

Hi indian kecil ... Seumur idup Anez, gue paling benci yang namanya baca novel. Atau baca apapun juga, kecuali partitur piano. But... This is the first time Anez baca novel sampe tamat. Dan baru beres barusan . Tentang story'nya Anes suka banget. Penulis yang handal ... Tetep seperti indi yang Anez kenal. Ceria dan pantang menyerah. Sukses selalu buat Indi. Jangan jadikan kekurangan sebagai kelemahan. Tapi jadikan sebagai motivasi hidup untuk melakukan hal yg terbaik dalam hidup kita. Sukses selalu buat indi.
(Anez Coston)

Kakak :D Aku udah dapet novel Kakak :) Ya ampun Kak! Bagus banget. Aku suka banget sama sikapnya Mika. Sampe-sampe aku mau punya pacar kayak Mika, Kak! :)
(Desti Mayya Hapsari)

Kak Indi tadi aku ke Togamas. Ternyata novel Kakak udah ada. Aku langsung beli :') Kok jadi terharu ya Kaaaak. Kak Indi hebat bisa jadi orang yang tegar :') Aku aja masih sering putus asa :(
(Dinar Atfa Cholifah)

Kak indi bukunya sngat menarik. Temen-temen sekelasku hampir semuanya baca dan pada tanya-tanya, nih. Tiap hari buku-bukunya pada dibaca sama temen-temen. Aku tunggu buku yang lainnya.
(Selpii Eneng)

Kak Indi... bukunya udah selesai aku baca. Butuh 3jam :D Gilak! Bagus Kak. Lagi-lagi aku terharu :') Aku tunggu novel ketiganya Kakak. The best novel ever :)
(Agatha Marisstella)

Kedua, gue mau kasih award ini sama blogger-blogger yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mereview tentang buku-buku gue. Benar-benar suatu kehormatan. Setiap kali membuka email dan dapat tautan tentang post-post ini, selalu saja gue terharu :') Terima kasih banyak, ya:

- Lulu, yang sudah membuat post tentang gue dan mereview novel "Karena Cinta itu Sempurna". Baca tulisannya disini dan disini.

- Novy, yang membuat tulisan singkat tentang "Waktu Aku sama Mika". Baca tulisannya disini.

- Frey, yang sudah mereview "Karena Cinta itu Sempurna" dengan lengkap-kap-kap, sampai tokoh-tokohnya pun disebutkan satu persatu, hehehe. Baca tulisannya disini.


- Asa, yang berhasil bikin gue senyum-senyum karena menyebut "Waktu Aku sama Mika" dan
"Karena Cinta itu Sempurna" sebagai salah dua buku terbaik yang pernah dia baca. Baca tulisannya disini.

- Alice, yang tulisannya bikin gue terharu dan netesin air mata... Baca tulisannya disini.


Ketiga, surprisingly, ada beberapa twit yang menampilkan foto novel kedua gue. Kenapa? Gue juga nggak tahu. Yang pasti gue seneng banget dan bangga. Terima kasih banyaaaak :D


@pravitavita







@altdistriana
















Sebetulnya list yang menerima award ini masih panjang. Tapi karena gue suka kelupaan mencatat link, jadilah beberapa ini yang gue temukan (mengandalkan tautan email dari google yang kadang suka nggak akurat, hehehe). Mungkin kalian bingung kenapa gue sampai sesenang ini waktu membaca post-post tentang gue. Buat orang lain ini mungkin hal biasa, tapi untuk gue ini rasanya menyenangkan, membahagiakan. Hmm, apa namanya, ya? Oh, ini... Gue merasa dapat banyak teman baru dan dicintai... Itu saja ;)


Mau menyapa Indi? Klik disini atau disini.

Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O