Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Sabtu, 26 Februari 2011

Karena Cinta itu Sempurna (komentar-komentar)

Halo semua, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan baik, ya. Well at least "sebaik" gue deh, meskipun kena flu yang penting masih bisa senyum, hihihi :)



Kalau ada yang baca post gue sebelum ini, pasti sudah tau kalau novel kedua gue, "Karena Cinta itu Sempurna" akhirnya selesai cetak dan sudah bisa dipesan lewat penerbit (Homerian Pustaka). Thank God! Gue bersyukur sekali, karena hasil kerja keras selama 3 bulan akhirnya terbayar. Gue sudah bisa menemukan email atau SMS yang isinya komentar pembaca tentang novel terbaru gue itu. Hihihi, meski ini bukan pertama kali, tapi gue masih deg-deg'an aja tiap baca komentar. Rasanya nggak percaya, soalnya waktu SMP gue langganan dapet nilai 7 untuk pelajaran bahasa Indonesia :p

Hmm, daripada gue malah spoiler isi bukunya, lebih baik gue share aja komentar-komentarnya, ya. Rasanya lebih "adil", kan daripada gue yang bercerita? :)

Komentar-komentar untuk "Karena Cinta itu Sempurna":

"Kak Indi, novel "Karena Cinta itu Sempurna" sudah sampai di rumahku kemarin, dan aku sudah selesai membacanya hari ini.
Ceritanya bagus sekali, aku ikut terhanyut dalam ceritanya. Ketika ada cerita yang menurutku lucu, aku tersenyum bahkan tertawa, ketika ada cerita yang menurutku sedih atau mengharukan, aku nangis. Ketika ada bagian yg 'so sweet' atau romantis, aku jadi iri...
Tapi cerita Kakak buat aku jadi tegar! Membuat aku mensyukuri apa yang aku punya selama ini. Betapa beruntungnya aku, betapa uniknya aku, betapa cantiknya aku sebagai diriku sendiri.
Terima kasih ya, Kak...
Terus berkarya, aku tunggu karya-karya selanjutnya. Karena aku membutuhkannya :')

pelukcium <3
(Antonietta Inge Putrida)


"Kak indi, aku sudah tamat lagi baca novelnya.
Kata-katanya nggak berubah. Tetap apa adanya :)
Seru banget. Salut deh . :) ".
( Fiary )


"Novel Kakak semuanya penuh arti :) Sebenarnya aku nggak seberapa suka baca novel. Seumur hidup aku baru baca 4 novel. Yang 2 menurutku biasa saja. Tapi semenjak ada novel-novel Kakak aku jadi betah baca novel. Bahkan aku baca novel Kakak yang pertama lebih dari 5 kali. Benar-benar menyenangkan baca novel Kakak :) ".
(Adelin)


"Indi novelnya sudah aku terima dan sudah aku baca :) nice story :)"
(Novie Ariyani Hasanah)


Gue juga nemu beberapa blogger yang bahas soal buku baru gue. Ini link'nya:
- http://saya-tipluk.blogspot.com/2011/02/indi-sugar-karena-cinta-itu-sempurna.html
- http://ameliasaga.blogspot.com/2011/02/sakit-tapi-senang.html

Wah, senangnya. Bukan bermaksud berlebihan, tapi ternyata kalau kita menulis "pakai" hati, yang membaca juga bisa merasakan :D
Selain komentar-komentar manis, novel kedua gue ini juga ternyata membawa berkah ditengah "kehausan" gue, hihihi. Belakangan ini gue mulai jarang membaca buku. Bukannya malas, tapi isi dompet sedang nggak mengizinkan. Thank God, ternyata ada beberapa penulis yang mau membarter karyanya dengan "Karena Cinta itu Sempurna"! Terima kasih banyak-banyak-banyak untuk tante Endang Setyani dan Monica Petra yang sudah mengirimkan buku-bukunya :)

buku "surga buat habibie" dari tante endang dan "you're in my heart" dari monica



Sebenarnya impian gue untuk buku ini nggak muluk-muluk. Gue cuma mau yang membaca bisa merasakan apa yang gue tulis. Waktu gue menulis, gue dalam keadaan bahagia dan penuh syukur. Semoga kalian bisa merasakannya juga. Amen! :)



KARENA CINTA ITU SEMPURNA :)








-------------------------------------------------------------------------------------------------

Mau pesan buku "Karena Cinta itu Sempurna" yang sudah ditandatangani Indi? :)
SMS ke 0818618363 dengan format: KCIS, NAMA, ALAMAT, TELEPON dan JUMLAH BUKU YANG DIPESAN.
Harga buku rp. 29.000 (ditambah ongkos kirim)


contact me?
disini atau disini.

Selasa, 22 Februari 2011

Introducing My New Novel.... and My New Dress Too, lol :p

Halo, halo, halooo..
Sebelum mulai cerita, gue mau bilang kalau... GUE NEMU ACCOUNT TWITTER'NYA STEVEN TYLER! Hihihihi.. He's my idol since I was 7. No wonder kan kalau gue sesenang itu, lol.
(Okay, gue nyadar kok buat banyak orang kayanya kalimat diatas nggak penting banget -__-')

Tanggal 19 Februari yang lalu, akhirnya paket yang gue tunggu-tunggu datang juga: 1 kardus penuh buku "Karena Cinta itu Sempurna", novel terbaru gue! Hurray! :D
Begitu Bokap bilang kalau gue dapat paket, gue langsung peluk kardusnya dan nggak izinin siapapun buat buka isinya, hihihihi.
Duh, duh, sama buku aja gue udah posesif, apalagi sama anak gue nanti, ya, lol.
Tapi buku-buku ini sebenarnya cuma menginap di rumah selama 1 malam, soalnya harus segera di kirim sama pembaca-pembaca yang pre order dan menginginkan tanda-tangan gue (ehm, jadi malu). Sedih juga karena cepat sekali gue harus berpisah dengan mereka :'D




sebagian buku yang di pesan, sudah ditanda-tangani&gak muat di kasur :p


Nggak sabar deh pengen pengen denger kabar dari yang sudah menerima bukunya. Semoga saja sesuai harapan dan mendatangkan manfaat, ya. Amen...
Untuk teman-teman lain yang mau dapat bukunya duluan bisa pesan lewat penerbitnya, kok. Kirim email saja ke hokic@yahoo.com (Homerian Pustaka). Untuk yang mau beli di toko buku harus agak bersabar ya, karena diperkirakan baru masuk Gramedia, dkk sekitar akhir Februari atau awal Maret 2011. Harganya baik lewat penerbit atau lewat toko buku sama-sama Rp. 29.000 :)

"Kehidupanku diawali dari sebuah kelahiran, tentu saja. 2,95 kg, 51 cm. Penuh rasa ingin tahu tapi juga kebingungan. Akan kemana? Menjadi apa? Sampai Tuhan memberiku petunjukNya satu-persatu. Scoliosis. Mika. HIV/AIDS. Dan kepergian Mika...
Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut untukku. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit untuk menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya secara berurutan. Aku bahkan sempat mengira semuanya adalah bencana. Sempat... selama bertahun-tahun. Lalu Tuhan membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikanNYA sebagai reaksi berantai". (Karena Cinta itu Sempurna-Indi)


buku-buku siap dikirim :)


Oya, selain baru bikin novel, gue juga baru bikin desain dress terbaru nih. Belum ada namanya, tapi yang pasti it's super cute and I love it so much! Puas banget sama hasilnya, padahal percobaan pertama pakai teknik "smock", lho! Enjoy! :))




I.N.D.I
twitter: @missbabbitt
Facebook: Indi Kecil Babbit/Indi Sugar

Selasa, 15 Februari 2011

Happy birthday, Mommy :)




Ini sedikit telat, tapi tanggal 10 Februari lalu nyokap---yang biasa gue panggil Ibu---ulang tahun.
Kata orang, gue seperti versi mininya Ibu. Secara fisik kami sama-sama berkulit putih, sipit dan punya rambut tebal lurus. Kami juga sama-sama suka dunia fashion, Ibu suka merancang baju dan gue sering jadi modelnya Ibu, sampai-sampai gue ikut "tertular" merancang baju sejak 4 tahun yang lalu :)

Tapi tetap saja kami dua manusia yang berbeda. Karakter kami berlainan 180 derajat. Ibu orangnya cenderung serius, jarang berimajinasi dan supel. Sedangkan gue, gue seperti gadis kecil yang terperangkap dalam tubuh gadis dewasa, suka berimajinasi, terkadang naif dan sering kesulitan kalau bertemu dengan orang baru.

Ibu dan gue di butiknya :)


Kami kadang berselisih paham. Kami kadang nggak saling bicara untuk beberapa jam. Kami kadang saling memasang wajah cemberut. Tapi kami saling mencintai. Terlebih, gue mencintainya. Sangat!

Kami sering tertawa bersama. Kami sering bergosip bersama. Kami sering "naksir" laki-laki yang sama. Kami sering merancang baju bersama. Kami bersenang-senang bersama. Sering kali!

Gue dan Ibu nggak selalu bisa saling baca pikiran, terkadang perbedaan usia membuat gue harus menjelaskan apa yang gue maksud dengan lebih detail. Begitu juga Ibu, terkadang ia harus berbicara agak tegas supaya gue mengerti apa yang ia maksud dan---tentu saja---membuat gue teringat bahwa ia lahir lebih dulu, bahwa ia lebih tahu...


Ibu: "Tadi les bahasa Inggris belajar apa saja, Kak?"
Gue: "Aku belajar di Lab, nonton DVD tanpa text Inggris dan harus mengerti".
Ibu: "Apa? Kalau yang seperti itu bukannya kamu sudah sering di rumah???"
Gue: *dalem hati: "Yah, itu mah namanya gue nonton DVD bajakan kali, Bu..."*

Atau,

Ibu: "Jadi anak perempuan, kalau lagi datang bulan jangan kebanyakan tiduran. Masa dari pagi sampai siang belum bangun-bangun, nanti tembus, lho".
Gue: "Iya, Bu". (sambil terus tidur-tiduran di karpet sambil ngemil Oreo).
Ibu: "Kok masih tiduran juga? Masih muda sudah pemalas, apalagi nanti".
Gue: "Iya, Bu, sebentar lagi nanggung". (sambil pindah-pindahin saluran TV cari film kartun).
Ibu: "Kakak! Bangun dulu sebentar, lihat tuh celana kamu kaya apa!"
Gue: "Apa? Nggak apa-apa, kok..." (sambil cepet-cepet bangun, kabur ke kamar mandi dan nutupin celana yang penuh noda sampai batas paha).

Gue mengenal Ibu sejak gue lahir. Ia yang mengajarkan gue bagaimana cara untuk bertahan ditengah-tengah dunia yang kadang nggak ramah. Ia orang pertama yang gue ajak bicara tentang laki-laki yang gue taksir. Ia juga orang pertama yang mengajarkan gue cara berdebat, mengatakan tidak dan merengek sampai menangis...
Terkadang gue memanggilnya "Boss" kalau lagi kesal. Tekadang Ibu memanggil dengan nama depan gue kalau lagi jengkel. Tapi---sekali lagi--- kami sangat mencintai. Sungguh, sangat.

Seperti suatu hari di ulang tahun gue beberapa tahun lalu...

Ibu: (mengetuk kamar gue lalu membuka pintunya pelan-pelan) "Kak, tahun ini ulang tahunnya nggak ada kue, ya. Ibu sama Bapak lagi nggak ada budget. Tapi ini ada uang untuk beli pizza, kamu nanti telepon Pizza Hut saja dan pilih mana yang kamu suka".
Gue: (nahan nangis, minta Ibu keluar kamar dan tutup pintunya rapat-rapat).

Waktu itu gue nggak bisa menahan haru. Gue terharu Ibu masih berniat menggantikan kue dengan pizza disaat yang lagi sulit. Gue tahu tindakan gue yang "mengusir" Ibu berkesan kasar dan menimbulkan salah paham. Tapi gue nggak mau ia lihat gue nangis. Sampai akhirnya, keesokan harinya, waktu gue bangun tidur gue betul-betul nangis didepan Ibu. Ia membelikan gue kue! Katanya Ibu takut membuat gue kecewa semalam...

Dan,10 Februari 2011, Ibu ulang tahun. Gue nggak bisa kasih apa-apa selain kue kecil dengan lilin sisa tahun lalu. Itupun hasil patungan dengan Ray (yang sampai sekarang belum gue ganti---mungkin nggak akan pernah---). Gue kasih kuenya waktu Ibu nonton TV dan ia pikir gue lupa dengan ultahnya. Ibu bahagia sekali. Ia meniup lilinnya dengan bangga dan mengajak gue, Adik dan Bapak untuk berfoto bersama.
Seharian Ibu tersenyum. Gue kagum betapa mudahnya membuat ia tersenyum dan berbahagia. Cuma sebuah kejutan kecil... Kejutan kecil yang nggak ada apa-apanya dibandingkan kerepotan mengurus gue selama 24 tahun!
Happy birthday Mommy,
Terima kasih sudah menjadi parner seumur hidupku untuk berdebat, bergosip dan menjadi guru yang paling hebat.
Aku sayang Ibu selalu, selalu, selalu. Sampai kapanpun. Kalau aku menikah nanti aku tetap mengunjungi Ibu, setiap natal, setiap tahun baru, setiap lebaran, setiap nyepi, setiap hanukah, setiap paskah, setiap waisak, setiap... setiap hari raya apapun, Bu, aku pasti akan datang!

salam sayang,
Kakak Indi


nb: Kalau nanti aku datangnya setiap hari, boleh nggak?...



Kamis, 10 Februari 2011

Me, Talking about fashion



Waaaah, gue dapat award lagi, nih! Hahahaha, setelah bikin blog disini, gue baru tahu ternyata di dunia blogging ada yang seperti ini :D

Untuk ketiga kalinya gue dapat award yang sama, yaitu STYLISH BLOGGER award. Seneng, meski agak heran, soalnya gue bukan fashion blogger, lho... Gue cuma blogger yang hobi share cerita pada khalayak ramai (lho? Hihihihi). Postingan gue juga isinya jauh banget dari dunia fashion. Seringnya tentang pengalaman sehari-hari aja yang nggak jauh dari hobi menulis gue, anjing kesayangan gue, atau malah tentang terapi scoliosis gue. Hmm, tunggu sebentar... Apa ini karena hobi mendesain baju gue? Atau... atau... Hush! Sudah, lah. Yang pasti gue sangat berterima kasih sama teman-teman yang berbaik hati memberi gue award. Beneran, ini berarti banget buat gue :)
Oya, award kali ini datang dari Rizka (http://www.blogger.com/profile/04110917125826084286). Thanks a bunch ya, dear!


Sebagai penerima award, gue harus mendeskripsikan 8 hal tentang diri sendiri. Nah, karena di dua post sebelumnya sudah pernah (iya, iya... tenang aja, gue juga nggak mau bikin kalian bosan, kok :) ), jadi kali ini gue akan membagi 8 hal tentang gue yang berkaitan dengan DUNIA FASHION. Bagaimana? Setuju para pembaca yang budiman? :)
(pernah membaca sapaan ini di suatu tempat, tapi gue lupa dimana, lol).

1. I have a fashionable mom
Yup, nyokap gue atau yang biasa dipanggil Ibu memang sangat fashionable. Waktu remaja beliau pernah menjadi model untuk produk rokok internasional. Setelah itu karier'nya berlanjut di catwalk dan kemudian berhenti untuk menjadi ibu rumah tangga. Sampai hari ini (dan gue harap selalu, amen), Ibu masih care dengan dunia fashion. Beliau punya butik kecil-kecilan dan semua desain 100% dikerjakan sendiri :) Ain't she's wonderful?


2. When I was a baby, I'm boyish and girly at the same time
Hahaha, ini betulan! Mungkin sudah ada yang tahu kalau waktu lahir rambut gue warnanya emas dan tipis sampai hampir terlihat botak. Ini bisa jadi faktor kenapa gue malah mirip kaya bayi laki-laki. Tapi ada satu hal lagi yang lebih meyakinkan kenapa gue terlihat boyish: Ibu sering dandani gue dengan overall atau (minimal) bretel! Hihihihi...Belum lagi rambut gue yang maskulin itu ditutupi dengan topi. Modelnya beragam. Dari mulai trucker hat sampai topi pet, hihihi. Uniknya, diwaktu bersamaan gue juga tampil feminim. Ya, nyokap gue itu memang fashionable. Jadi seleranya sering berubah tergantung mood atau tren. Kadang gue juga didandani ala tuan puteri. Lengkap dengan rok lebar dan pita rambut. Hihihihi...
(tiba-tiba lega sekarang sudah besar, lol).

3. Pernah punya rambut model mohawk
It's kinda embarrassing :S Waktu kelas 2 SMA gue pernah iseng potong rambut berponi gue jadi mohawk. Segera setelah itu guru-guru gue disekolah kena "serangan jantung" dan teman-teman gue mempertanyakan tentang kewarasan gue, hahahaha :') Ortu gue sendiri nggak bermasalah karena tahu betul anak kesayangannya ini (yang masih ABG labil, lol) cuma lagi dalam fase mencari jati diri. Gue sendiri cuma betah pakai model ini selama beberapa bulan, karena ternyata mohawk butuh pengguntingan rambut yang sering. Setelah rambut gue balik normal, ternyata teman-teman satu kelas nggak begitu saja melupakan peristiwa menggemparkan itu. Buku tahunan sekolah gue memasang gambar kartun gue dengan MASIH berambut mohawk! *nyesel*

4. I design my own clothes
Ini dimulai sejak terapis scoliosis gue bilang kalau gue punya good fashion sense. Dia bilang (namanya dr. Ricard Kane, btw), kalau gue dewasa nanti profesi yang pas untuk gue adalah menjadi seorang fashion designer. Hehehe, waktu itu gue nggak percaya, soalnya gue lebih tertarik sama dunia menulis daripada dunia fashion. Tapi ternyata, 1 tahun kemudian gue mulai sering kepikiran kata-kata dr. Richard. Coba-coba coret sana-sini, jadilah desain dress pertama gue. Namanya "Sailor Babbitt", Babbitt diambil dari nama Charlie Babbitt di film Rainman. Sejak saat itu gue jadi lebih PD buat pakai baju desain sendiri daripada beli dari toko ;)

sailor babbitt

5. Fashion critics couple
Seringnya gue dan Ray diam cukup lama di suatu spot mall, berbicang tentang hidup, saling bertukar jokes, berdiskusi dan... mengkritik cara berpakaian para mengunjung mall, hihihihi.
Kami nggak bermaksud kasar. Ini cuma untuk have fun, dan yang kami kritik biasanya yang berpakaian kurang "cocok" aja untuk ke mall. Misalnya terlalu "pesta" atau malah terlalu "kusut". Untuk urusan selera, kami nggak pernah bermasalah. Fashion tiap orang itu "keren" asalkan tahu tempat.

6. Stocking, feety, tight=my fashion statement
Kebiasaan sejak kecil. Mau apa lagi? Hehehehe.



hahaha, tabrak warna. iseng. tapi sukaaaa :)


7. The next Diane Keaton and Julie Andrews?
What do you think, guys? Melihat kesamaan kami bertiga? Hihihihihi, kidding :)
Maksudnya, gue nggak mirip-miripin diri sama mereka, kok. Tapi gue, Diane Keaton dan Julie Andrews sama-sama nggak pernah rubah gaya rambutnya sejak berabad-abad lalu! Gue nggak tahu dengan alasan mereka, tapi gue sendiri bener-bener kebingungan, haircut apa yang cocok dengan wajah gue? Malah stylish gue di salon sangat-sangat-sangat takut ambil resiko untuk ganti potongan rambut gue. Katanya, "Sejauh ini cuma potongan rambut seperti ini yang cocok sama kamu". Hihihihi, pernah sih poni gue dibuat nyamping atau dipotong shaggy. Tapi nggak pernah bertahan lama. Terpaksa gue setuju dengan pendapat si stylish salon: Sejauh ini cuma potongan bob klasik berponi yang cocok buat gue!

my forever haircut (coba-coba foto nggak senyum, menyesuaikan dengan si boneka poselen, hahaha)

8. Smile!
"Who cares what they're wearing on Main Street or Saville Row. It's what you wear from ear to ear and not from head to toe".
Hihihi, gue selalu tersenyum. Buat gue baju yang bagus nggak ada artinya kalau muka gue cemberut :)


Nah, itu dia 8 hal tentang "dunia fashion" gue. Ketauan kan kalau gue bukan memang fashion blogger? Memang :) Tapi gue menyukai fashion dan menikmati fashion (yes, I do read fashion magazine, tapi nggak mengikuti apa yang ada disana. Inspired, maybe. But I HAVE my own style).
Sekarang ada 1 lagi nih tugas gue sebagai penerima award, yaitu gue harus kasih award ini ke 8 blogger yang menurut gue deserve untuk menerima (waw, suatu kehormatan! Hihi).
Here they are...
1. Lulu (http://supermansnotdead.blogspot.com/): for her red hot rock hair (RIP, Lu, turut berduka cita, lol)
2. Kelly (http://robotickelly.blogspot.com/): for her simple but cute style.
3. Laras (http://larasarum.blogspot.com/): yaiy for her long hair!
4. Dorothy (http://fashionnista-dorothy.blogspot.com/): for her edgy style.
5. Natalie (http://thnatalie.blogspot.com/): your last post is so yummy, hahahaha ;)
6. Tria (http://ladymitroz.blogspot.com/): i love your lipstick!
7. Dita (http://pramuditapuspitatemi.blogspot.com/): getwell soon ya, hunsy... ayo update lagi :)
8. Evita/Chacha (http://jellyjellybeans.blogspot.com/): aku naksir sama dress panjangmu. Kayanya itu Zara for kids. Muat di aku gak ya? Lol
dan... gue mau nambahain 1 award lagi, nih (gue kan dapet kehormatan kasih award sama yang lain, jadi nggak apa-apa kan kalau gue kasih lebih, hehehe). Award buat Amelia (http://ameliasaga.blogspot.com/): buat kreasinya yang kreatif dan keberaniannya untuk berganti style tahun ini.

Selesai! :) Semoga para penerima award berkenan untuk post award'nya di blog masing-masing ya. Dan jangan untuk post link gue dan share 8 hal tentang kalian (ya, anggap saja belajar tulis pidato buat dapetin piala Oscar nanti, hihihi).
Oh, ya hampir lupa. Terakhir, ada 1 hal lagi tentang fashion dari gue: You look ugly when you are feel un-comfy. Gue nggak pernah memaksakan pakai sesuatu kalau nggak nyaman. Waktu gue, kalian atau siapapun nyaman dan percaya diri dengan apa yang dipakai, itu artinya kita sudah terlihat sylish! :)

Smile,
i.n.d.i


Sabtu, 05 Februari 2011

Tentang Kebahagiaan :)



Hore :D Akhirnya gue bisa posting lagi! Hihihi, gue terlambat bayar tagihan, nih. Jadi internet gue nggak bisa hidup selama 3 hari, lol.
Jadi bagaimana kabar kalian semua? Baik? Semoga semua baik, ya dan yang lagi sakit semoga cepet sembuh. Ameeeeeeen...
Di hari perdana gue on line ini (perdana setelah bayar tagihan maksudnya, hahaha), gue kaget sekaligus seneng lihat blog gue komentar dan followernya bertambah. Terima kasih ya, teman-teman. Jadi terharu nih ternyata setelah cukup lama nggak up date masih ada yang berkunjung, huhuhu :')


Hmm, hari ini gue mau cerita apa ya? *bingung karena nggak biasa mencet keyboard selama 3 hari, lol*
Hmm... Oh, ya ini aja: Tentang kebahagiaan :D
Suatu hari, waktu gue lagi buka-buka pesan di FB (gue cuma buka inbox'nya satu minggu sekali), gue nemuin banyak banget pesan yang isinya hampir sama. Kalau diringkas, kira-kira isinya seperti ini:
"Kak Indi, kenapa sih setiap aku buka page'nya selalu ceria? Emang kakak nggak pernah sedih ya? Pasti enak ya jadi kakak, punya segalanya dan mau apa-apa pasti mudah. Aku jadi iri..."

Jujur aja, gue nggak tahu jawaban tepat buat jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi kalau jawaban jujur, ya gue punya...
Kehidupan gue nggak sempurna, banyak kok orang lain yang hidupnya lebih "punya segalanya" dari pada gue. Coba tengok rumah keluarga gue, kami tinggal di lingkungan "rata-rata" yang jalannya rusak parah. Lampu jalan utama menuju rumah selalu minim dan supir taxi jarang tahu daerah sini. Orang tua gue juga bukan pasangan kaya-raya. Mereka membuka usaha jahitan sejak belasan tahun lalu---beberapa tahun setelah bokap gue berhenti kerja formal karena PHK dan sampai hari ini---. Kesehatan gue juga nggak sempurna, gue scoliosis sejak kecil dan telinga kiri gue ada gangguan pendengaran. Banyak keterbatasan yang harus gue hadapi, bahkan sejak gue baru belajar membaca.

Apa gue bahagia?
Iya, gue sangat bahagia. Sangat. Tapi bukan berarti gue nggak pernah sedih. Hidup kan memang nggak mudah meski tetap bisa dinikmati :)

***

Sejak kecil gue gampang tertawa. Entahlah, rasanya gue diberkati karena selalu menemukan hal lucu setiap hari. Mungkin untuk sebagian orang biasa saja, tapi buat gue memang "selucu" itu. Gue sering mentertawakan diri sendiri. Bahkan saat gue terapi dan melihat pantulan diri gue di cermin, pasti gue ketawa---minimal senyum--ngeliat atribut ajaib yang melekat di tubuh gue. Begitu juga kalau gue sedang jalan-jalan. Ke mall atau bahkan di depan rumah waktu jalan santai, gue selalu menemukan hal lucu yang bisa bikin hati gue bahagia seharian.

waktu gue umur 5 tahun, hihihi..


"gila" di depan rumah nenek

Gue selalu jujur dengan perasaan gue, waktu senang pasti gue bilang, waktu sedih gue nggak segan-segan membaginya di status facebook atau twitter (untuk gue itu nggak masalah selama isinya bukan keluh-kesah, kata-kata negatif atau umpatan yang cuma bikin orang yang baca ikut sedih/kesal). Teman-teman online gue banyak yang bilang kalau status gue justru kebanyakan tentang kebahagiaan daripada tentang kesedihan. Banyak diantara mereka yang menanggapi positif dan memberikan doa supaya gue bisa selalu bahagia. Tapi ada juga (ya, satu atau dua orang) yang malah memberikan komentar usil yang bikin gue bingung kaya,
"Itu sih elo. Lo nggak tahu aja hidup gue susahnya kaya apa!"
Atau seperti,
"Tolong remove saya dari account ini karena saya muak liat muka kamu yang selalu senyum!"
(Nah, yang terakhir itu betul-betul aneh. Tapi demi Tuhan, gue memang pernah menerima komentar seperti itu, lol).

Diberi komentar seperti itu, gue lebih baik membiarkan atau melakukan apa yang mereka inginkan. Bukannya gue takut, tapi gue mengerti kalau mereka yang sedang bersedih mungkin merasa lebih baik kalau mengumpat atau mencaci orang lain (sayangnya, kali ini korbannya adalah gue, hehehe). Tapi gue yakin itu cara salah. Sekeras apapun seseorang mencaci, dia pasti nggak akan pernah bisa bahagia. Karena saat kita menyakiti seseorang, sebenarnya kita sedang menyakiti diri sendiri.
Gue lebih suka mengambil jalan lain untuk berbahagia,
Gue menikmati!
Gue yakin kok hidup itu memang cara legal yang Tuhan beri supaya kita "bersenang-senang". Saat kita ada masalah, nggak apa-apa untuk bersedih, tapi gue lebih suka sebentar saja, lalu berusaha mencari jalan keluar sampai berhasil dan nggak sabar bilang, "Tuh, kan gue bisa" waktu semuanya sudah membaik :)

Menikmati juga berarti "menerima" apa yang kita punya. Gue kurang setuju saat seseorang memiliki sesuatu yang "cuma segitu-segitunya" tapi malah menyia-nyiakan, mengeluh dan meminta lebih. Ini memang kedengeran klise, tapi kalimat bijak "Jangan lihat ke atas, tapi lihatlah ke bawah" betul-betul bisa di praktekan di dunia nyata, kok. Pernah nggak terpikir, waktu kita ribut setengah mati pengen parfume merk "A" atau pengen ganti handphone dengan merk "B", diluar sana ada cewek-cewek seumuran kita yang lagi bersedih karena seragam sekolahnya masih basah padahal dia harus pergi pagi-pagi dan dia nggak punya seragam cadangan?
Gue nggak suka mikirin itu, jadi gue lebih memilih menerima daripada menginginkan lebih.

selalu merasa "lucu" kalau lagi pakai baju LAB sebelum rontgen :p


berkreasi dengan cat kuku sisa :D


berpetualang dengan Eris si anjing ajaib, hihi

Menerima itu bukan berarti pasrah, kok. Tapi menerima itu sudah pasti bersyukur.
Bahagia bisa dicari, gue percaya. Bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun. Perhatikan hal-hal kecil. Detail-detail kecil yang Tuhan ciptakan tapi kadang kita merasa kurang waktu untuk memperhatikan itu semua.
Gue bahagia waktu makan es krim yang harganya 3000 rupiah di depan mini market sambil nungguin hujan reda sama Ray yang belum gajian. Gue bahagia waktu gue cat kuku gue warna-warni pakai nail polish yang isinya cuma cukup untuk beberapa kuas lagi (malah bagus kok, hasilnya warnanya jadi banyak dan cat-cat itu nggak terbuang sia-sia, hihihi). Gue bahagia waktu baca buku di dalam kamar dan mengkhayal sedang piknik di taman indah berumput. Gue bahagia waktu bertualang di halaman rumah sama Eris si anjing kecil. Gue bahagia, bahagia, bahagia, SANGAT bahagia. Gue bersyukur karena Tuhan nggak pernah kehabisan ide menciptakan detail kecil untuk gue nikmati :)

Bagaimana menurut kalian? Menjadi seorang yang bahagia nggak begitu sulit, kan? Cukup menikmati, menerima dan bersyukur. Masih sulit? Coba ingat-ingat lagi, Tuhan masih memberi kalian hidup sampai hari ini. Apa itu masih belum cukup alasan untuk berbahagia? ;)


***

Sekedar info, untuk teman-teman yang bertanya tentang novel baru gue, ada kabar baik, novel "Karena Cinta itu Sempurna" sudah bisa pre order dengan cara email ke hokic@yahoo.com (Homerian Pustaka) atau SMS ke 0818618363 (dengan cara ini dapat bonus tanda tangan gue, hihihi) dengan format: nama, alamat, no telepon dan jumlah buku yang dipesan.
Harga per buku Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim) dan akan dikirim ke alamat masing-masing setelah tanggal 12 Februari.
Akan beredar juga di toko buku besar (Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, Kharisma, dll) mulai tanggal 19 Februari 2011 (di Yogya dan sekitarnya) dan akhir bulan ini di seluruh Indonesia. Terima kasih :D