Indi's Friends

Senin, 25 Oktober 2010

Yeay, October! :D

Halo teman-teman blogger! Apa kabar? Semoga waktu kalian memutuskan baca postingan ini, kalian dalam keadaan sehat, ya. Minimal nggak lagi sakit kepala, lah. Soalnya selain background blog gue yang cukup bikin pusing, kali ini gue bakal cerita soal 3 hal sekaligus (itu juga kalau nggak tiba-tiba punya ide nambah tema ditengah posting, hehehe).

Bulan ini cukup bikin gue sibuk dan gemuk, hehehe. Soalnya ada beberapa anggota keluarga gue yang ultah. Yang pertama bokap gue. Beliau ultah tanggal 8 Oktober (f
oto-fotonya bisa dilihat di postingan sebelum ini). Terus kakek gue nyusul di tanggal 17 Oktober. Wah, ultah si kakek ini paling bikin gemuk, soalnya kue'nya super besar dan yummy. Sayang gue nggak sempet ambil fotonya, karena pestanya bertepatan dengan jadwal terapi scoliosis gue :( Dan yang terakhir ultahnya si adek tanggal 22 Oktober. Meski nyokap gue lagi diluar kota (Yogya), acara ultah ternyata tetep berjalan, soalnya bokap punya ide buat bikin little surprise party! :)
Hmm, it's not really party actually, kami (
bokap dan gue) cuma bangunin adek pas jam 12 malem sambil bawain cake kecil dan 2 buah lilin. Tapi biar begitu gue bisa liat si adek seneng banget. Soalnya dia pikir kami nggak inget ultahnya, hihihihi.

Ini ada beberapa foto yang berhasil gue ambil. Nggak begitu bagus, tapi cukup buat captured this precious moment ;)

Jam 12 malem, siap-siap masuk kamar adek, hihihi (jam dibelakang gue itu memang kecepetan, kok, lol)
Adek tiup lilin sambil tidur dibantuin bokap, hahaha




Selain dimeriahkan dengan ultah, Oktober juga dimeriahkan dengan penampilan perdana gue di TV lokal, hahahaha (program "Imah" nggak dihitung ya, soalnya itu bareng keluarga ;) ). Setelah Global TV "tangkap" gue lebih dulu, ternyata stasiun TV lokal STV menyusul "tangkap" gue untuk acara talk-show'nya. It's kinda funny actually, soalnya meski seumur hidup gue tinggal di Bandung, tapi kehadiran gue kayanya nggak pernah tercium media lokal, hihihihi. Jadi waktu STV nawarin gue untuk tampil di talk show "Hati ke Hati", gue langsung setuju meski mendadak (gue cuma dikabari 2 hari sebelum shooting. Itupun di sore hari).

Ternyata "penantian" gue yang cukup lama membawa berkah yang besar (s
etidaknya buat gue ;) ). Di penampilan perdana ini gue menjadi bintang tamu tunggal! Wah, thank God. Gue senang bukan main, karena itu artinya gue bisa lebih banyak menceritakan tentang scoliosis pada masyarakat Bandung yang kabarnya masih sangat awam. Selain itu gue juga bisa ceritain tentang hobi mendesain dan menulis gue. Pokoknya kehidupan gue dari mulai kecil sampai sekarang dibahas habis disini.

Dan, dua hari setelah shooting (18 Oktober), tayanglah "Hati ke Hati" episode Indi jam 19:30 di STV :)

Siap-siap sebelum shooting :)

The Show: yang dibelakang itu baju-baju hasil desain gue, lho ;)

With my Daddy! :D




Dan cerita terakhir (terakhir: waktu post, bukan cerita terakhir di bulan ini, ya, hehehe), tanggal 23 Oktober, Jim (Ray's brother) ajak kami dan newly wed couple (Ramli&Ratna) buat masak bareng dirumahnya. It's SUPER FUN DAY :D
Jim bikin 4 pan pizza dengan topping yang bebas kami "acak-acak", lol. Ray bawa pasta beserta bumbunya, dan yang paling seru Ramli bawa a lotta coke! (S
eolah bisa baca pikiran gue yang ngebayangin abis makan minum coke merk Coc*-C*la, lol).
Kami habisin waktu berjam-jam di dapur sampai kelelahan, tapi pas waktunya dinner tiba, lelah kami terbayar! ;)

Ini sedikit dari banyak foto yang berhasil gue ambil, hihihihi.


Jim's making pizza's dough dan Ratna sibuk sama topping'nya.

Ramli bantu slice pizza'nya :)

Gue masak pastanya. I love cook ;)

Jim checking his pizzas :)
He's REALLY cook. You go, Ray! ;)




Gue bersyukur banget Tuhan sangat pemurah sama gue (
dan semua umatnya juga, of course!). Dia kasih gue keluarga, Ray dan banyak teman yang baik. Kadang sebelum tidur gue suka senyum-senyum sendiri mengingat betapa bahagianya hidup gue. I'm blessed :)
Oya, ada yang lupa. Novel terbaru gue hampir siap, lho. Sample covernya sudah dikirim penerbit dan gue bingung pilih yang mana. Doain aja semuanya lancar ya teman-teman (t
uh, kaaaaan... nambah jadi 4 cerita deh postingannya, hahaha).

So, how's your October, guy's? Tell me! :)

Senin, 11 Oktober 2010

Selamat Ulang Tahun, Idolaku...


Katanya waktu kecil gue nggak bisa lepas dari pelukan dia.
Katanya waktu kecil gue suka cium bau badan dia sampai tertidur.
Katanya waktu kecil gue pernah diajarin gerakan karate supaya bisa lawan sepupu-sepupu yang badannya lebih besar.
Katanya waktu kecil gue suka jinjit diatas kakinya sambil pura-pura dansa...

Sekarang gue sudah besar.
Sudah bisa tidur meski nggak cium aroma tubuhnya.
Sudah bisa bilang "malu, ah..." kalau dia tuntun gue waktu jalan-jalan di mall.
Sudah bisa berdebat kalau dinasehati ini-itu...


Tapi ada satu hal yang nggak pernah berubah,
Dari dulu sampai sekarang, nanti, selamanya...
Gue akan mencintainya, mengidolakannya, memujanya. Selalu...

Happy birthday, Bapak...
Temani putri kecilmu ini sampai nanti, ya. Janji?


Rabu, 06 Oktober 2010

Jangan Takut Bermimpi :)

Sofa impian gue...


Hai semua! Apa kabar hari ini? Baik? Buruk? Biasa aja? Hehehehe..
Gue sendiri nggak terlalu baik. Bahu kanan gue sakit banget. Rasanya hampir lepas dari badan gue (lebay). Mungkin gara-gara kebanyakan texting di HP ya? Hihihihi...
Terlepas dari hari ini, gue mau ceritain salah satu hari terbaik yang pernah gue alamin. Hari itu adalah 24 Agustus 2010. Kenapa? Karena hari itu berhasil bikin gue histeris dan 'banting' HP, lol.
Daripada kalian bingung dan bayangin yang nggak-nggak (bayangin gue terlalu tajir sampe berani banting HP, lol), lebih baik gue ceritain dari awal...


24 Agustus, sore-sore didalem mobil, hujan lebat, macet pula!
Gue SMS Ray untuk bilang kalau gue udah jalan dari 30 menit yang lalu. Gue khawatir dia masih di kantor dan bikin gue yang harus nunggu dia di acara gathering salah satu airlines Indonesia. Belum sempet gue pijit tombol "send", HP gue udah berdering. Gue pikir itu Ray, tapi waktu gue lihat nomornya ternyata gue nggak kenal.
Gue langsung tanya bokap yang waktu itu lagi nyetir apa gue harus angkat teleponnya. Dia bilang, "angkat aja siapa tau penting,".
Akhirnya...

"Halo?"

"Ya. Dengan Indi Taufik?"

"Yes, saya sendiri, " (sambil cekikikan karena suara disebrang sana serius banget, hihihi).

"Saya Rosianna Silalahi, saya..."

"Siapa???"

"Rosianna Silala..."

Pluk! HP gue jatuh dari genggaman gue. Badan gue mendadak lemes saking kagetnya. Baru 2 hari yang lalu gue menghayal bisa tampil di talk show "Rossy" dan hari ini tiba-tiba aja Tuhan kasih jawaban mendadak.

Bokap gue kebingungan dan minta gue ambil HP yang hampir menggelinding ke belakang jok mobil.

"Ada apa, sih? Siapa tadi?"

"Rossy, Pak... Rossy...", jawab gue histeris.

"Rossy? Siapa?"

"Arrrrrrghhhhh... ROSSY, PAK. ROSIANNA SILALAHI... Ya Tuhan, aku lemes," mulai lah gue norak.

"Hah? Mau ngapain? Kok sampai telepon kamu??"

"Nggak tau, Pak... Makanya sekarang aku lemes gini. Hampir pingsan, hiks..."


Ring... Ring...

"Pak! Nomor yang tadi! Angkat jangan???"

"Ya, angkat lah..."

"Deg-deg'an..."

"Jangan Ge'er..."

"Dasar!"


Dua detik kemudian...

"Ha.. halo?..."

"Tadi teleponnya terputus ya?"

Think fast Indi, think fast! "Iya, maaf signalnya tiba-tiba hilang,"
(Lol, gue berbohong tuh, hihihi).

"Iya, tidak apa-apa. Hmm, begini Indi. Saya lihat kamu di facebook. Kamu mau datang ke acara saya tanggal 26 nanti?"

*Glup* "Maksudnya... Talk show Rossy,"

"Iya betul. Bagaimana, mau?"

*Tarik napas panjang, nahan nangis* "Iya, mau,"

"Oke, kalau begitu terima kasih. Nanti ada Olive, produser saya yang akan hubungi kamu. Dia akan jelaskan apa saja yang perlu kamu siapkan,"

"Eh, Rossy?"

"Ya, Indi?"

"Ini serius?..."

"Hahaha, ya. Serius,"

"Aku penggemar acaramu. Aku senang kalau bisa tampil disana. Sungguh, aku senang. Terima kasih banyak..."

*Jeda agak lama* "Iya, sama-sama Indi. Sampai ketemu ya..."

"Da.. dadah..."

Dan meledaklah tangisan gue. Dengan cepat gue (coba) ceritain sama bokap apa yang baru gue denger tadi. Gue sangat exiting sampai-sampai tangisan gue berubah jadi tawa histeris.

"Selamat, ya. Kamu hebat. Tapi jangan bilang-bilang Ibu dulu ya? Ini kejutan!"

"iya, Pak! Rahasia dulu ya,"

"Ya ampun! Kak!"

"Apa??"

"Tadi Bapak terlalu konsen dengerin kamu cerita sampai-sampai kita salah jalan. Kita udah lewatin jalan ini 2 kali, kan?"

"Yah, Bapak..."

"Nggak apa-apalah nyasar, kan lagi seneng ini, hehehehe,"

Dan sampailah gue diacara gathering 1 jam setelah Ray sampai...

***

Persiapan dimulai segera setelah gue pulang dari acara gathering. Ray seneng buat gue, meski dia nggak bisa hadir waktu shooting karena harus kerja.
Gue mulai pilih-pilih baju. I love red, hampir disetiap kesempatan gue pakai warna merah. Tapi gue pikir warna orens lebih cocok untuk "Rossy" yang setting stage'nya selalu fresh tapi formal. Akhirnya, setelah gue dapat baju yang tepat, gue siapin bando dan sepatunya dengan warna serasi. It's kinda funny, btw. Seharian gue dan bokap cari sepatu orens di mall tapi nggak ketemu dan akhirnya malah ketemu di pasar! Hahahaha, hasilnya gue jadi bangga banget. Kalau nyokap tanya, gue pasti jawab, "ini dapet dari pasar lho...", hihihi.

Tapi jujur aja, meski persiapan gue secara "fisik" cukup matang, tapi mental gue ternyata ketar-ketir juga. Pasalnya selama 1 bulan belakangan gue kena penyakit yang agak mesterius. Dokter yang periksa gue belum temuin jawabannya. Bahkan sampai test Lab juga nggak nunjukin kelainan apa-apa (tapi 1 minggu setelah shooting ketauan kalau gue kena infeksi dalam yang parah, btw). Kulit gue gatel dan kalau digaruk muncul ruam-ruam merah kaya bekas kebakar. Badan gue juga rasanya panas sampai-sampai nggak betah kalau pakai baju yang agak tertutup. Bisa dibilang kesehatan gue sebenernya sangat nggak memungkinkan untuk shooting. Tapi gue takut kesempatan sebagus ini nggak datang lagi, jadi gue putusin buat menutupi keadaan kesehatan gue...


Dua hari kemudian, jam 8 pagi gue dan ortu berangkat ke Jakarta. Sebelumnya gue kabari dulu 2 teman gue untuk ikut tampil di "Rossy". Kebetulan tema kali ini adalah "Menembus Batas", tentang orang-orang yang berhasil untuk sukses ditengah keterbatasan fisik. Dua teman gue (Alien dan Yosef) adalah pengidap scoliosis juga, sama seperti gue. Dan mereka bisa bekerja normal selayaknya orang yang berfisik sempurna. Oya, untuk yang belum tau (hihihi), gue adalah pengidap scoliosis berat (kelengkungan 55 derajat), dan gue berprofesi sebagai model lokal dan penulis.

Setelah sampai di studio Global TV, gue diantar ke ruang tunggu (sambil celingak-celinguk cari Rossy, hihihi). Disana gue langsung ketemu dengan Pak Limin dan keluarganya. Pak Limin adalah seorang tuna daksa yang berprofesi sebagai penghibur. Dia juga pimpinan kelompok lenong betawi, lho! What a person! Belum mulai acara aja aku udah amaze, hehehe...
Menyusul kemudian, datang Alien dan Yosef yang masih bingung dengan ajakan gue yang mendadak, lol.

Selesai touch up (Gee, my face. Look so weird, lol), gue balik lagi ke ruang tunggu. Soalnya percuma gue berkeliaran di studio, kata si mbak make up artist, Rossy'nya belum datang, hihihi.
Disana gue ketemu sama Habibie. Spontan gue teriak, "Heeeeey, aku tau kamu!".
Tapi orang yang dimaksud malah cuek bebek, huhuhu, sebel. Langsung deh gue ngeluarin jurus "ikutan cuek" kalau ketemu Habibie, soalnya takut disangka sok akrab, hihihihi.


The Show. Te-re-ret-tereeeeet! Lol.
Satu jam kemudian semua pengisi acara dibawa ke studio. Brrr.. dingin banget. Kulit gue yang lagi sensitif langsung perih nggak karuan. Berbekal impian gue yang pengen duduk di soffa "Rossy", akhirnya gue bisa tutupi sampai selesai acara.

Dan, here's she is...
Rossy masuk ke dalem studio. She's so gorgeous, kulitnya bagus dan potongan rambutnya keren. Tapi yang paling gue perhatiin, dia nggak sekurus yang gue banyangin. She's so curvy. Bahkan kalau dibandingin gue yang selalu mengaku chubby ini, hihihi.

Memang dasar amatir, gue nggak tau kapan shooting dimulai. Tiap ada yang nanya, nyapa atau apalah, gue selalu nyangka kalau udah on tape. Maklum, gue belum pernah ikut shooting taping yang kru'nya banyak, hihihi..
Tapi akhirnya gue tau kapan shooting dimulai, yaitu waktu musik khas "Rossy" diputer dan penonton tepuk tangan meriah :)

Habibie masuk di segmen pertama. Gue yang dikasih tau bakal muncul di segmen kedua langsung deg-deg'an mati-matian. Gimana enggak, studio yang AC nya dingin minta ampun bikin suara gue rawan serak dan terbata-bata. Padahal waktu briefing aja mas-mas floor director udah bilang supaya gue ngomong yang kenceng, huhuhu.
Untung semua berjalan lancar, gue dipanggil ke atas stage dan bisa bicara dengan lancar. Semua yang mau gue sampaikan sebagai seorang penyandang scoliosis juga tersampaikan dengan jelas disana. Apalagi kata-kata Rossy begitu "melambungkan" hingga bikin gue semakin relax. Sampai-sampai setelah acara selesai gue ogah turun dari stage dan menyempatkan bilang terima kasih sampai ratusan kali (eh, ya... mungkin sekitar sebanyak itu lah, lol).

***

Tanggal 4 Oktober episode "Menembus Batas" tayang jam 10 malam. Gue dan ortu nonton dengan suka cita. Meski awalnya gue malu-malu liat wajah sendiri di TV tapi akhirnya gue bisa menikmati acaranya. Apalagi waktu gue teringat kejadian-kejadian konyol sebelum acara. Seperti dicuekin Habibie yang akhirnya malah menjadi sahabat gue (gue baru tau kalau dia bukan cuek tapi wajahnya emang tanpa ekspresi, hahaha) atau waktu liat rambut Alien dicatok yang ternyata cantik banget dikamera ;)

Sampai acara selesai gue masih senyum-senyum bangga. Bukan, bukan gara-gara kisah hidup gue dikupas diacara sebesar "Rossy". Tapi karena bangga ditengah keterbatasan ternyata gue masih bisa bermimpi dan berusaha mewujudkannya. Menulis novel, merancang busana, menjadi model... dulu semua cuma impian gue, tapi sekarang semuanya jadi kenyataan. Termasuk untuk duduk di soffa empuk disamping Rossy. Yang ternyata menjadi nyata karena gue berani bermimpi!




Foto-Foto:


The Show: Rossy, Menembus Batas




Waktu gue masuk di segmen 2. Arrrg... clip on make my back look weird, lol



All "Star" :)




Finally.. me and Rossy, my idol :)
ssst.. she's holding my book: Waktu Aku Sama Mika



My FB personal account: Indi Sugar
My "Waktu aku Sama Mika" FB group: Waktu aku Sama Mika
My FB page: Indi Kecil Babbitt

Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O