Teman-teman yang menyukai "Dunia Kecil Indi"

Minggu, 19 Desember 2010

Love will keep us alive...





Gue adalah seorang gadis pemimpi, naif dan kekanakan.
Waktu kecil gue selalu bermimpi akan ada seorang pangeran berambut pirang dan bermata biru yang jemput gue dari balkon, memberikan ciuman lalu berlutut untuk meminta gue menikah.
Setelah gue lebih besar, gue mulai tau bahwa mimpi gue itu mustahil. Alasan pertama, gue tinggal di Indonesia. Kedua, kamar gue ada dilantai dasar. Dan terakhir... "pangeran" gue ternyata berambut dan bermata gelap...

"Pangeran" itu bernama Ray. Dia seolah membunuh mimpi-mimpi masa kecil gue. Gue nggak bilang dia buruk. Dia baik. Sangat baik malah. Tapi Ray tetap lah Ray, bukan pangeran berambut pirang yang gue impikan. Ray "asking" me 3 tahun lalu dengan cara yang jauh dari romantis, dia ajak gue dinner, bertanya dan.. sudah, kami langsung berpacaran. Dia bahkan baru berlutut didepan gue 1 tahun kemudian. Without ring dan dia pakai kaki yang salah! Ya, gue sebagai gadis yang selalu memimpi-mimpikan moment indah ini langsung shock begitu tau kalau Ray berlutut dengan kaki kirinya, bukan dengan kaki kanan seperti di dongeng-dongeng kerajaan...

Gue beruntung Ray selalu berusaha mengerti dan fulfill my imagination. Dia ulang kembali "adegan" berlutut sampai hampir 10 kali sampai akhirnya dia pakai kaki yang benar dan nggak lupa bawa cincin. Dia bahkan sering "sengaja" menciptakan suasana romantis demi gue meski seringnya berakhir dengan tawa konyol. Ya, gue beruntung...
Tapi ada 1 hal yang dia "benci" dari ke naif'an gue. Gue selalu menganggap kalau tanpa apa-apa gue akan bahagia asalkan ada cinta. Gue sering sekali mengulang-ulang steatment ini sampai Ray sedikit kesal. Dia bilang dunia nggak akan bisa berjalan kalau yang ada cuma cinta. Gue harus mengenal hal lain yang disebut "UANG". Itu katanya... Karena uanglah yang bisa bikin gue hidup dan melanjutkan hidup (untuk terapi, obat, dll)...

Gue sedih, jujur saja. Lagi-lagi Ray membunuh mimpi masa kecil gue.
Ray memang meminta maaf karena sudah membuat gue sedih, tapi dia nggak mencabut kata-katanya. Dia sangat yakin apa yang dia ucapkan itu benar. Sedangkan gue, gue jadi nggak yakin dengan "mimpi" masa kecil gue. Mulai berpikir bahwa Ray benar dan memutuskan untuk berhenti bicara soal cinta...



Lalu tanggal 13 Desember kemarin Ray harus pergi ke Singapore untuk bekerja selama 3 hari. Gue merasa kehilangan dan kebingungan karena selama 3 tahun bersama kami belum pernah berpisah. Ray bilang dia lakukan ini untuk kami, supaya kehidupan kami lebih baik dan kami bisa cepat menikah. Akhirnya dengan berat hati gue lepas kepergian Ray dan menangis di kamar seharian.

Belum sampai di Singapore, masih di sebuah hotel dekat airport di Jakarta Ray telepon gue. Gue pikir dia mau pimpin doa tidur seperti kebiasaan kami. Tapi ternyata gue salah. Ray diam cukup lama dan meminta maaf berkali-kali...
Dia bilang selama ini gue benar dan dia terlalu egois untuk mengakui. Ray cabut kembali kata-katanya yang bilang bahwa uang lebih penting daripada cinta. Dia baru sadar bahwa apa yang dia lakukan sejauh ini justru karena cinta, bukan uang...
"Gue baru sadar, apa yang gue lakuin sejauh ini... Gue rela kerja mati-matian, berhemat dan mengusahakan apapun dengan maksimal karena karena cinta, karena gue jatuh cinta sama lo....".

Gombal?
Nop! Gue yakin nggak. Gue yakin Ray berkata jujur karena itu tepat seperti apa yang gue rasakan. Gue: membunuh beberapa mimpi masa kecil dan mencoba untuk nggak terlalu naif. Semua itu gue lakukan karena gue cinta. Ya, karena gue jatuh cinta dengan "pangeran" gue. Kami bisa lakukan apa saja.
Seandainya saja kami kelaparan atau kekurangan uang kami nggak perlu khawatir. Karena kami tinggal "gunakan" cinta kami untuk bekerja lebih keras...
Serius! :)


"I was standing all alone against the world outside.
You were searching for a place to hide.
Lost and lonely now you've given me the will to survive
When we're hungry love will keep us alive..."
(Eagles-Love will keep us alive)





Foto-foto: sebelum Ray ke Singapore dan sepulang Ray dari Singapore.

25 komentar:

  1. Ahh... Mbak indi :')
    Jadi iri nih,, ehehehe.
    Tapi semoga Mbak Indi dan Mas Ray langgeng sampe nanti ya....

    Entar kalo nikah fotonya juga jangan lupa dipasang di blog supaya akunya ikutan rasain bahagianya :D

    Semangat terus buat Mbak Indi :)

    BalasHapus
  2. kereeeen xD

    keep your love kak, kita cuma bisa menjaganya ..

    seneng banget ngikutin cerita2 baru dari kak indi :D

    BalasHapus
  3. @ frey: Duh, iri kenapa, Frey? Hihihihi, amen... makasih ya doanya. Aku anggap kata2mu doa, semoga aja kami dimudahkan untuk menikah, hihihihi ;) Semangat untukmu juga, ya!

    @ dhinna: I'll, dear :) Thanks, ya. Aku seneng kalau kamu menikmati baca tulisanku ;)

    BalasHapus
  4. kak indi, kadang aku punya pemikiran yang sama, punya imajinasi yang tinggi kayak gini, tpi justru dibalik imajinasi atau mimpi2 (berawal dari yang kecil2) seperti ini ad sswtu yang gak orang sadari.. :)
    *walaupun kadang2 kliatan kyk ank kecil.. -.-"

    dan kalau landasan segala sesuatu yang kita lakukan adalah kasih, sayang, cinta, pastiiiiiii bisa menghasilkan sesuatu yang berarti..
    owaaww,, hehehehe...senang baca crita diatas :)

    BalasHapus
  5. sorry, i was wrong to have the thought, hon :) xoxoxo. hugLUV

    BalasHapus
  6. @ Nita: Hihihi, setuju banget tuh. Aku juga percaya kalo sesuatu dilandasi dengan "love" pasti hasilnya baik :) Makasih ya udah mampir ke blog aku :)

    @ Ray: It's OK, mas. Yang penting kan "sekarang dan nanti" :) xoxo. hugLuv

    BalasHapus
  7. hi, salam kenal ^^!

    kalau ada waktu, mampir ya....
    thank u.

    BalasHapus
  8. salam kenal kembali.
    okay-okay :)

    BalasHapus
  9. aih, mesranya...jadi iri deh.plus kangen sama pangeranku.

    BalasHapus
  10. Hihihi, thank you :)) Bilang aja sama pangeranmu kalau kamu kangen :p

    BalasHapus
  11. salam kenal,
    saya handa....
    saya sudah membaca bukumu lho indi../.
    saya suka tulisan dan cerita mu...
    bagus--bagus--bagus...
    sukses ya buat indi "sugar pie"
    hehe

    BalasHapus
  12. Salam kenal kembali, Handa. Wah, terima kasih ya sudah baca buku aku :) Sukses untukmu juga, keep blogging :)

    BalasHapus
  13. trima kasih atas kata2 itu...semangat :)

    BalasHapus
  14. morning ^_^ u got award. please check my blog .

    BalasHapus
  15. Awww.. thanks, Azia. Aku cek ya :)

    BalasHapus
  16. salam kenal ya indi :)

    yes, love will keep us alive..semoga indi dan ray 0bisa terus awet sampe kakek nenek dan bahagia ya :)
    seneng rasanya udah nemuin org yg tepat di sisi kita.

    BalasHapus
  17. Salam kenal kembali, Ebby :)
    amen.. makasih ya doanya. iya, memang bahagia sekali rasanya. doa terbaik untukmu dariku ya :)

    BalasHapus
  18. THAT is SO SWEET Ndi!! lucky you ;))

    BalasHapus
  19. yes I am, and I bet you lucky too :))

    BalasHapus
  20. nice share :)

    i have a relationship status too. but sometime, i confused about that next...

    cinta kalian ini terlihat simple, tp penuh arti,
    dan aku pengen punya yg se'simple' itu juga...

    huhu, i wish i found that... hehe

    BalasHapus
  21. Thanks :) Simple itu mudah, jadi kamu juga seharusnya bisa begitu :) Salam buat pacar kamu ya :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya, it's really nice to hear from you :)